Tag: sinopsis novel

  • Sinopsis Novel Big Breasts and Wide Hips Karya Mo Yan

    Sinopsis Novel Big Breasts and Wide Hips Karya Mo Yan

    Meski edisi terjemahan bahasa Indonesia novel karya peraih Nobel Sastra ini sudah lama hadir, penerbit tetap mempertahankan judul aslinya dalam bahasa Inggris, Big Breasts and Wide Hips.

    Kemungkinan besar, keputusan ini diambil untuk menghindari gejolak sosial di tengah situasi publik yang sudah cukup panas belakangan ini.

    Bukan tidak mungkin, jika judulnya diterjemahkan mentah-mentah ke bahasa Indonesia, akan ada tuduhan pornografi, cabul, atau merusak moral bangsa.

    Bayangkan saja jika diterjemahkan secara langsung, beberapa kemungkinan judulnya bisa seperti:

    • Payudara Besar Pinggul Lebar
    • Payudara Molek Pantat Semok
    • Tobrut dan Pantat Besar

    Pilihan terakhir jelas terdengar paling nakal, berpotensi memicu pencekalan, bahkan mungkin membuat novel ini dibakar di tempat oleh pihak-pihak yang merasa terganggu.

    Untungnya, judul asli tetap dipakai, sehingga pembaca bisa menikmati isinya tanpa repot bolak-balik membuka Google Translate.

    Sesuai judulnya, Mo Yan menghadirkan kisah tentang pesona perempuan Tiongkok di pertengahan abad ke-20, berpusat pada keluarga besar Shangguan Lu.

    Ia adalah sosok perempuan tangguh yang membesarkan anak-anak dan cucu-cucunya di tengah pergolakan politik Tiongkok pada masa itu.

    Sekilas, kisah keluarga ini mengingatkan pada dinasti fiksi Jose Arcadio Buendia di Macondo ciptaan Gabriel García Márquez.

    Meski kerap diselingi deskripsi kemolekan tubuh para tokohnya dan bumbu cerita fantastis khas Tiongkok, novel ini pada dasarnya adalah upaya memotret sejarah politik Tiongkok setelah tumbangnya Dinasti Qing, masa pendudukan Jepang, hingga perebutan kekuasaan antara Partai Komunis dan Kuomintang.

    Cerita dibawakan melalui sudut pandang orang pertama, yakni Shangguan Jintong, satu-satunya anak laki-laki keluarga itu yang didapatkan Shangguan Lu dengan berbagai cara.

    Selama delapan kali melahirkan, ia hanya mendapatkan anak perempuan, yang pada masa itu dianggap kurang berharga.

    Demi memiliki keturunan laki-laki, ia bersedia mengandung dari pria mana saja. Dari narator ini pula, Mo Yan menyelipkan pandangan subtil tentang kesetaraan gender dan feminisme.

    Jintong, misalnya, sejak bayi terobsesi pada payudara besar karena produksi susu yang melimpah, dan obsesi itu terus terbawa hingga usia 40-an.

    Nuansa realisme magis ala Amerika Latin juga hadir di sini. Salah satu kakak perempuan Jintong, misalnya, tiba-tiba berubah menjadi burung karena menolak pernikahan paksa dengan pemuda kaya.

    Adegan ini menjadi potret nyata penindasan terhadap perempuan, yang dijadikan komoditas demi kepentingan ekonomi atau tujuan pragmatis lainnya.

    Kekuatan Mo Yan terletak pada kemampuannya merangkai narasi yang deskriptif, naturalis, dan mengalir cepat, membuat pembaca tidak sadar sudah sampai di akhir kisah.

    Banyaknya tokoh memang menuntut perhatian ekstra, agar tidak kehilangan jejak siapa yang sedang dibicarakan.

    Pada akhirnya, novel setebal lebih dari 700 halaman ini adalah karya kelas dunia yang memadukan keindahan bahasa, kritik sosial, dan sejarah politik.

    Sebuah bacaan penting dari salah satu penulis Asia terbaik yang layak mendapat tempat di rak buku siapa pun yang mencintai sastra.

    Mau baca bukunya? Klik di sini.

  • Sinopsis Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata

    Sinopsis Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata

    – Judul Buku Resensi : Sang Pemimpi
    – Tahun Terbit : 2011
    – Penerbit : Bentang Pustaka
    – Penulis : Andrea Hirata
    – Jumlah Halaman : 248 halaman

    Sinopsis Novel Sang Pemimpi

    Cerita novel sang pemimpi mengisahkan tentang persahabatan yang berjuang untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

    Mereka memiliki tekad yang kuat untuk mengenyam pendidikan di SMA Negeri yang kemudian mengantarkan mereka ke Kota Sorbenne, Perancis.

    Setelah berhasil melanjutkan sekolah ke SMA Negeri, perjuangan mereka tak berhenti sampai di situ saja.

    Untuk mewujudkan mimpi, mereka rela tinggal di daerah pasar yang kumuh.

    Selain itu, mereka juga bekerja sebagai kuli di pasar agar dapat memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari.

    Baca juga: Sinopsis Novel Rantau 1 Muara Karya A. Fuadi

    Adapun beberapa tokoh dalam buku novel sang Pemimpi ini adalah Arai yang hidupnya sebatang kara.

    Lalu ada Jimbron yang teguh dalam prinsip agama Islam, walaupun sedari kecil ia dididik oleh seorang pendeta.

    Kemudian ada tokoh Ikal yang orangtuanya mengalami kebangkrutan.

    Di tengah-tengah keterpurukan ini, 3 Sang Pemimpi mulai berambisi untuk mulai berani bermimpi.

    Diawali dari mimpi Arai yang kemudian disusul oleh kedua temannya.

    Bermodal keyakinan dan tekad yang bulat untuk meraih cita-cita membuat mereka pergi meninggalkan kampung halaman.

    Ada banyak tokoh pembantu lainnya dalam novel ini, antara lain Pak Mustar, Pak Drs. Julian Ichsan Balia, Nurmalala, Lakshmi, Taikong Hamim, Bang Zaitun dan masih banyak lagi.

    Itulah ringkasan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata.

    Saat baca baca novel Sang Pemimpi, pembaca akan merasakan bagaimana kebulatan tekad anak yang berasal dari kampung untuk mengubah masa depan.

    Kemudian, buku Sang Pemimpi juga membawa pembaca melihat persahabatan yang tulus dan saling membantu dalam mewujudkan cita-cita.

  • Sinopsis Novel Ranah 3 Warna Karya A. Fuadi

    Sinopsis Novel Ranah 3 Warna Karya A. Fuadi

    Sinopsis Novel Ranah 3 Warna

    Judul: Ranah 3 Warna
    Penulis: A. Fuadi

    Novel Ranah 3 Warna merupakan novel kedua dari trilogi Negeri 5 Menara. Namun di sini, difokuskan pada kisah Alif.

    Alif baru saja lulus dari Pondok Pesantren Madani. Ia memiliki mimpi untuk belajar di negara Paman Sam. Dengan semangat yang membara ia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah.

    Namun kawan karibnya, Randai, meragukan dia untuk bisa lulus UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

    Lalu Alif sadar, ada satu hal penting yang ia tidak miliki untuk menempuh UMPTN, yaitu ijazah SMA. Tapi ayah Alif sudah berjanji untuk mengurus segala keperluannya untuk mendapat ijazah SMA melalui ujian persamaan.

    Waktu ujian persamaan tinggal dua bulan. Alif hanya sabar karena banyak yang meremehkan kemapuannya.

    Akhirnya hari yang di nanti–nanti datang juga. Hanya beberapa soal saja yang bisa Alif jawab dengan yakin sisanya ia jawab dengan ragu.

    Alif keluar ruangan ujian dengan perasaan yang tidak tenang juga penyesalan yang mendalam. Beberapa minggu kemudian hasil ujian persamaan keluar juga.

    Dengan takut–takut Alif datang ke kantor panitia untuk melihat hasil ujian. Ia bersyukur dan sangat bahagia karena berhasil walaupun nilainya pas-pasan.

    Perjuangannya belum berakhir. Ia harus belajar untuk mengikuti tes UMPTN. Alif membuka buku panduan tentang universitas dan jurusan-jurusan. Ia bingung dan takjub.

    Akhirnya pilihannya jatuh pada jurusan Hubungan Internasional. Dengan semangat dan tekad yang bulat, ia pun berusaha dengan sekuat tenaga. Belajar, itulah kegiatan yang dilakukan Alif sehari–hari.

    Pernah sekali ia merasa bosan tetapi mendapat semangat akhirnya ia kembali berjuang sampai hari itu pun tiba.

    Tes UMPTN. Alif mencoba untuk tenang menghadapi ujian ini. Berhari–hari perasaan Alif tidak tenang.

    Setelah kurang lebih 3 minggu akhirnya hasil UMPTN dimuat di surat kabar Haluan. Dan nasib baik lagi-lagi berpihak pada Alif. Ia diterima di Universitas Padjajaran.

    Alif bersiap untuk berangkat ke Bandung. Alif dihadiahi sepatu kulit bewarna hitam oleh ayahnya ketika mau berangkat ke kota Bandung.

    Belakangan Alif tahu bahwa sepatu kulit itu dibeli dari hasil menjual motor bebek kesayangan ayahnya dan juga untuk membiayai kuliah Alif, hal itu membuat Alif terpacu untuk belajar serius dan menjadi yang terbaik di kampusnya.

    Sesampainya di Bandung, ia menumpang sementara di rumah Randai karena ia belum menemukan kos. Di sinilah perjalanan Alif dimulai.

    Inilah hari pertama Alif untuk masuk kuliah. Hari pertama Ospek, terjadi pertengkaran antara Alif dan senior.

    Alif yang tidak pernah mengenal Ospek merasa bahwa hal itu kurang perlu. Berakhirlah mereka di kantor dekan.

    Setelah Ospek selesai, angkatan Alif dianggap sebagai angkatan Malin Kundang karena sudah berani melawan senior apalagi dengan melakukan pertengkaran besar–besaran.

    Beberapa bulan menjadi mahasiswa Unpad, ia mendapat berbagai rintangan. Tapi ia selalu bekerja keras.

    Keinginannya untuk belajar menulis ia tekuni dan berguru kepada Bang Togar yang mendidiknya sangat keras.

    Ia terus belajar sampai mendnegar kabar bahwa ayahnya meninggal. Setelah itu Alif menjadi tulang punggung keluarga.

    Ia hampir putus asa, tetapi bukan Alif namanya kalau menyerah begitu saja. Ia terus belajar menulis hingga banyak tulisannya yang dimuat media massa demi menghidupi dirinya sendiri.

    Alif juga berusaha untuk mendaftar pertukaran pelajar ke Amerika. Hanya bermodal niat dan tekad yang kuat, akhirnya Alif pun lolos seleksi dengan berbagai pertimbangan dari panitia penyelenggara.

    Kanada, itulah tujuan Alif setelah lolos seleksi pertukaran pelajar. Raisa, anak yang Alif sukai sejak masuk Unpad juga lolos seleksi pertukaran pelajar. Tidak lama kemudian ia pun berangkat ke Kanada.

    Di Montreal, Kanada, Alif berasa seperti mimpi. Ia tidak percaya bisa menginjakkan kakinya di sana. seperti mimpinya dulu.

    Semula niatnya mengikuti pertukaran pelajar ini adalah untuk menambah kemampuannya untuk lebih fasih berbahasa inggris tetapi panitia menghendaki lain, memang di Kanada tetapi Alif tidak berbaur dengan orang–orang Kanada yang berbahasa Inggris tetapi berbahasa Perancis.

    Selama di Kanada, Alif tinggal bersama homestay parent bernama Franco Peppin. Orang itu sangat baik, dan Alif menganggap orang tua sendiri. Selama tinggal di Kanada, Alif mendapat tugas untuk bekerja di SRTV, Stasiun TV Lokal Quebec City.

    Walau sibuk, Alif masih menyempatkan diri untuk menulis, hobinya yang tidak akan hilang. Banyak hal yang ia lalui selama di Kanda.

    Ia pernah meliput Monsieur Janvier, seorang tokoh Politik terkenal Kanada. Tidak hanya itu, Alif juga pernah mewawancarai seorang Indian yang ahli dalam berburu yaitu Lance Katapatuk.

    Dan dari pengalamannya pernah meliput Lance Katapatuk, Alif mendapat sebuah kenang–kenangan persaudaraan berupa sehelai bulu burung elang asli dari dataran Quebec.

    Suatu ketika Alif mendengar pembicaraan Raisa dengan kawan kerjanya, Dominique, bahwa Raisa tidak ingin berpacaran, melainkan mencari suami.

    Dengan itulah Alif menyimpan kembali surat yang sudah ia buat beberapa bulan lalu. Ia mengurungkan niatnya untuk menyerahkan surat cinta itu. Waktu cepat berlalu. Setahun setelah itu, Alif bersama rombongan kembali ke Indonesia.

    Semua bangga terhadap Alif. Tidak lupa ia mengirim surat kepada Amaknya di Maninjau. Selanjutnya, Alif menjalani hidupnya seperti biasa di Unpad.

    Skripsi di depan mata. Alif dinyatakan lulus. Saat wisuda, Alif merasa bahagia karena Amak dan kedua adiknya datang. Tak lupa juga ia menyerahkan surat cintanya kepada Raisa.

    Namun sayang, Raisa sudah terlebih dulu memiliki calon suami, yaitu Randai, sahabat karib Alif. Ia hanya bisa menerima dengan sabar.

    Sebelas tahun setelah itu, Alif pergi ke Kanada untuk mengunjungi homestay parents-nya bersama sang istri, yaitu Danya Dewanti. Di Kanada, ia kembali mengenang. Bagaimana perjuangannya dulu hingga bisa sampai ke Kanada.

  • Sinopsis Novel Rantau 1 Muara Karya A. Fuadi

    Sinopsis Novel Rantau 1 Muara Karya A. Fuadi

    Judul: Rantau 1 Muara

    Penulis: A. Fuadi

    Sinopsis Rantau 1 Muara

    Novel Rantau 1 Muara adalah novel ketiga dari serangkaian trilogi Negeri 5 Menara.

    Novel ini dibuka dengan Alif yang baru saja lulus dari Universitas Padjajaran.

    Alif yakin akan mudah mendapat pekerjaan, tapi ternyata tidak sesuai harapannya.

    Ia wisuda saat negaranya sedang krisis moneter hingga sulit mencari pekerjaan. Ia mengalami kegalauan yang sangat hebat.

    Di sisi lain ia juga harus membiayai Amak dan adik-adiknya.

    Untung saja Bang Togar mengingatkan bahwa media yang memublikasikan karya karyanya ada yang belum menyerahkan honor kepada Alif semasa Alif di Kanada. Ia mendapat pencerahan.

    Alif akhirnya menjadi penulis kolom tetap di Warta Bandung dan media yang berbeda memintanya menulis mengenai analisis politik luar negeri.

    Kini setiap tulisan yang keluar dari kamarnya adalah tulisan yang pasti dimuat.

    Jatah kiriman untuk Amak dan biaya sekolah adik-adiknya pun naik tiap bulannya. Alif mendapat tawraan untuk menjadi wartawan di Jakarta.

    Di sana, ia bertemu seorang gadis yang dulu pernah ia lihat. Namanya Dinara, sahabat dari Raisa.

    Hubungan mereka yang semula biasa saja akhirnya ‘mencair’ juga.

    Pernah suatu kali Alif dan Dinara mendapat tugas meliput Pramoedya Ananta Toer di Bojong.

    Di sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Bogor itu, mereka ngobrol ngalur-ngidul mulai dari cita-cita Alif untuk kuliah di Amerika, cita-cita Dinara untuk kuliah di Westminster University di London, makna keluarga bagi Dinara, dan cara menjadi manusia terbaik versi Alif.

    Konyolnya, karena keasyikan ngobrol, mereka sampai stasiun Bogor, padahal mereka harus turun di stasiun Bojong. Semenjak kejadian itu, mereka semakin dekat.

    Dari pekerjaan Alif yang menjadi wartawan, kesempatan semakin terbuka lebar. Alif meraih beasiswa ke Washington DC, dia kuliah sambil bekerja menjual tiket.

    Di sana ia bertemu dengan Garuda, ia orang Indonesia asli orang Jawa. Bersamanya ia tinggal di Amerika. Dia sangat menyayangi alif layaknya adik sendiri.

    Cerita-ceritanya sangat menginspirasi Alif. Baik itu cerita tentang keluarganya ataupun tentang gadis pujaannya.

    Dari situ akhirnya Alif mulai berfikiran untuk melamar Dinara.

    Dengan penuh semangat, setelah lulus S2, Alif terbang dari Amerika menuju Indonesia demi meminta izin kepada papa Dinara yang lumayan sulit ia lakukan.

    Tapi Alif tidak menyerah. Sampai akhirnya ia direstui.

    Setelah menikah, Alif membawa Dinara ke Amerika, menjalani hidup berdua.

    Dinara menjadi wartawan di sebuah majalah terkemuka di Amerika, lalu setelah lulus kuliah, Alif menyusul Dinara.

    Mereka menjadi wartawan berpestrasi dan disegani. Alif bisa membiayai Amak, adik-adiknya sekaligus istrinya.

  • Sinopsis Novel Layar Terkembang Karya Sutan Takdir Alisjahbana

    Sinopsis Novel Layar Terkembang Karya Sutan Takdir Alisjahbana

    Judul: Layar Terkembang

    Penulis: Sutan Takdir Alisjahbana

    Sinopsis Novel Layar Terkembang

    Raden Wiriaatmaja memiliki dua anak perempuan bernama Tuti dan Maria yang mempunyai perangai bertolak belakang.

    Tuti adalah seorang wanita yang aktif berorganisai dan tidak mudah kagum dengan hal yang baru.

    Tuti menjadi guru pada sekolah H.I.S Arjuna di Petojo. Sedangkan Maria, sang adik, adalah murid H.B.S Carpentier Alting Stichting kelas penghabisan.

    Maria bersifat lebih ceria dan berseri-seri.

    Pada Hari Minggu, Tuti dan Maria pergi ke Pasar Ikan dan melihat-lihat akuarium.

    Ketika keluar dari pintu hendak pulang, mereka bertemu dengan pemuda yang bernama Yusuf, seorang mahasiswa Sekolah Mulo, A.M.S.

    Mereka pun berjalan bersama sembari menuntun sepeda dan berbincang. Yusuf mengantar Maria dan Tuti sampai ke rumah.

    Yusuf adalah putra Demang Munaf dari Martapura, Sumatra Selatan. Sejak pertemuan itu, Yusuf terus terbayang Tuti dan Maria.

    Terutama kepada sang adik, Maria, yang terlihat lebih ceria dan luwes.

    Tidak heran, sejak itu ia sering mengunjungi rumah Tuti dan Maria. Yusuf sering menjemput Maria untuk berangkat bersama menuju sekolah.

    Ia akan mengantar Maria sampai sekolah gadis itu, sembari menuntun sepeda dan bercakap.

    Sesudah ujian doktoral, Yusuf pulang kampung ke rumah orang tuanya di Martapura.

    Selama berlibur, Yusuf dan Maria saling bertukar surat. Tidak bisa menahan kerinduannya, akhirnya Yusuf menemui Maria yang sudah berpindah ke Bandung.

    Ia mengajak Tuti dan Maria untuk pergi ke air terjun Dago, tetapi karena Tuti sibuk berorganisasi, akhirnya hanya Yusuf dan Maria yang pergi.

    Di sanalah Yusuf mengungkapkan perasaannya kepada Maria.

    Merasa dimabuk cinta, hampir setiap hari Maria menceritakan tentang Yusuf, terkadang hanya melamun sepanjang hari.

    Membuat Tuti khawatir akan hubungan Yusuf dan Maria. Saat itulah ia menasihati adiknya agar tidak terlalu diperbudak cinta, tetapi Maria tidak mendengarkan. Terjadilah pertentangan dan perbedaan pendapat. Mereka berdua berselisih.

    Suatu hari, ada pemuda yang ingin melamar Tuti, tetapi ia menolak walaupun sempat galau.

    Pemuda yang melamarnya adalah orang baik-baik, teman kantornya, tetapi ia tidak bisa menerima.

    Ia terlalu sibuk dengan organisasinya. Ia tidak mau perkawinan hanya sebagai bahan pelarian karena kesepian.

    Selang waktu beberapa lama, Maria sering muntah darah. Saat dilarikan ke rumah sakit Pacet, ternyata Maria terkena penyakit malaria dan TBC.

    Selama Maria sakt, Tuti dan Yusuf-lah yang menjaganya. Hubungan Tuti dan Maria sudah semakin akur lagi karena Maria merasa berutang budi dengan kakaknya yang selalu emnjaganya.

    Semakin hari, keadaan Maria semakin parah. Sebelum Maria meninggal, ia berpesan kepada Yusuf dan kakaknya untuk saling terbuka dan menerima. Setelah itu, Maria mengembuskan naaps terakhir.

    Tuti dan Ysuuf berziarah ke makam Maria, meminta izin untuk menikah. Diakui, Yusuf mulai nyaman dengan kedekatannya bersama Tuti, pun sebaliknya.

  • Sinopsis Burung Burung Manyar Karya Y.B Mangunwijaya

    Sinopsis Burung Burung Manyar Karya Y.B Mangunwijaya

    Judul: Burung Burung Manyar
    Penulis: Y.B Mangunwijaya

    Sinopsis Burung Burung Manyar

    Sebuah kisah percintaan dari seorang tokoh bernama Setadewa atau kerap disebut Teto.

    Teto atau Satadewa adalah anak dari seorang kapten prajurit Belanda (Brajabasuki) yang mempunyai hubungan dengan Larasati (Atik).

    Hubungan keduanya sudah dimulai semenjak mereka kecil, karena keluarga mereka sudah saling mengenal.

    Suatu saat Jepang menguasai Indonesia. Ayah Teto, kapten Brajabasuki ditangkap Jepang.

    Sedangkan ibunya dijadikan gundik oleh salah satu tentara Jepang.

    Baca juga: Sinopsis Novel Rantau 1 Muara Karya A. Fuadi

    Hal inilah yang lantas menyebabkan Teto benci kepada Jepang.

    Semenjak itu, Teto diasuh oleh keluarga Atik yang berdomisili di Jakarta.

    Mulai ada hubungan spesial antara Teto dan Atik karena mereka tinggal dalam satu rumah.

    Beranjak dewasa, Teto mendaftarkan diri menjadi tentara KNIL.

    Ia bertemu dengan mayor Vanbruggen yang dulu mencintai ibunya yang bernama Marice.

    Sementara, Atik beranjak menjadi perempuan yang gandrung akan kemerdekaan Indonesia.

    Ia kagum akan sosok-sosok bangsa Indonesia seperti Sukarno, Hatta, atau Syahrir.

    Kemudian, Atik menjadi asisten dalam kantor perdana menteri Syahrir.

    Teto dan Atik terpisahkan oleh dunia yang berbeda.

    Hubungan mereka juga menjadi renggang karena dunia yang mereka geluti berbeda.

    Atik sudah menaruh hati kepada Teto dan berharap Teto akan melamarnya. Namun itu tidak pernah terjadi.

    Baca juga: Sinopsis Novel Layar Terkembang Karya Sutan Takdir Alisjahbana

    Atik sudah menikah dengan seorang ahli geologi bernama Jana.

    Mereka sudah dikarunia tiga anak yang diberi nama Teto, Padmi, dan Kris.

    Salah satu anak mereka diberi nama sama dengan Teto (Setadewa), untuk mengenang kebersamaan Atik dengan Teto dulu.

    Saat Atik menikah, nama Teto belum benar-benar hilang dari hatinya. Jana pun memaklumi hal ini.

    Teto, dalam hubungannya dengan Verbrugen, dipertemukan kembali dengan ibunya yang ternyata masih hidup dan berada di rumah sakit jiwa di Magelang.

    Walaupun Verbruggen tidak menikah dengan ibu Teto, namun rasa cintanya tetap besar.

    Tak lama kemudian ibunya meninggal. Perang pasca kemerdekaan telah usai.

    Teto meninggalkan Indonesia untuk belajar di luar negeri.

    Sekembalinya ke Indonesia ia menjadi seorang direktur sebuah perusahaan minyak.

    Sebuah momen yang tepat. Ketika Teto kembali ke Indonesia, ternyata Atik akan melakukan ujian tesisnya tentang burung Manyar.

    Teto menghadiri ujian tersebut bersama tamu undangan lain.

    Ia masih terpesona ketika melihat Atik berada di atas podium untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para penguji.

    Tanpa disadari, Atik juga melihat Teto di antara tamu undangan.

    Selepas ujian, Atik menghampiri Teto yang menginap di salah satu rumah temannya.

    Sontak pertemuan keduanya adalah pertemuan yang emosional dan intim.

    Bagaikan sepasang kekasih yang lama tidak berjumpa, mereka berpelukan dan disaksikan oleh Jana.

    Sebagai suami yang paham akan keadaan istrinya, Jana sangat memaklumi kondisi Atik yang begitu merindukan Teto.

    Baca juga: Sinopsis Novel Belenggu Karya Armijn Pane

    Pertemuan hari itu mengawali keakraban antara Teto, Atik, Jana, dan ibu Antana.

    Keakraban di antara Teto dan keluarga itu terjalin dengan amat baik.

    Mereka saling bercerita tentang keadaan masing-masing, dan Teto dikenalkan pada tiga anak Atik.

    Sampai pada sebuah hal bahwa ayah Jana yang sedang sakit, ingin anaknya pergi naik Haji.

    Permintaan yang sulit karena sebelumnya Jana dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja karena suatu alasan.

    Akhirnya, Jana dan Atik pergi Haji bersama-sama. Namun kabar buruk menimpa mereka.

    Pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Kolombo, Sri Lanka.

    Ayah Jana meninggal tidak lama setelah kejadian itu.

    Kini Teto memiliki peninggalan Atik yang berharga yaitu Teto kecil, Padmi, dan Kris.

  • Sinopsis Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur

    Sinopsis Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur

    Judul: Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur
    Penulis: Muhidin M. Dahlan
    Sinopsis Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur

    Cerita ini merupakan kisah nyata seorang mahasiswi S1 di kota Yogyakarta, bernama Nidah Kirani.

    Ia dikenal sebagai aktivis kampus, sekaligus aktivis organisasi Islam.

    Dalam penampilannya, ia sangat terlihat saleha dengan jilbab besar dan tak ketinggalan ibadah sekalipun.

    Karena saking cintanya kepada agama Islam, ia pun mengikuti hampir seluruh organisasi-organisasi Islam untuk menggali ilmunya.

    Tiba saat ia masuk ke salah satu organisasi, ia menemukan kejanggalan.

    Organisasi garis keras yang menyeleweng dari ajaran Islam sebenarnya.

    Bukannya membuat Nidah berislam kaffah, organisasi itu justru merampas nalar kritis dan imannya.

    Membuatnya kecewa dan frustrasi sampai beberapa kali ia menggugat pimpinan organisasi tetapi diancam siapa yang keluar dari organisasi itu maka akan dibunuh.

    Organisasi itu pun seperti menutupi sesuatu dari para anggotanya.

    Puncak rasa kecewanya, Nidah mulai merokok, melepas jilbab, meminum minuman keras, bahkan menjual tubuhnya.

    Dalam pencariannya, ia seakan menantang Tuhannya sendiri, tidak merasa bersalah seusai melakukan perzinaan. Ia merasa sudah berhasil menguliti orang-orang munafik.

    Dosen, seniman, sampai ustad bahkan tunduk pada tubuhnya. Ia merasa bangga dan di atas angin.

    Dalam hati kepercayaannya terhadap laki-laki, cinta, dan pernikahan menjadi nihil.

    Dan dengan perasaan kecewa, marah dan kesal ia berusaha bangkit dan tak mau kalah dalam mencari pembenaran-pembenaran.

    Beberapa kali ia mencoba bunuh diri, untuk menantang Tuhannya bahwa ia bisa mematikan hidup dengan tangannya sendiri.

    Dan saat ia memutuskan menjadi pelacur, justru yang menjadi germonya adalah dosennya anggota DPRD dari fraksi islam.

    Nidah mencari perhatian Tuhan dengan menantangnya.

    Nidah melakukan itu sebagai bentuk pemberontakan terhadap Tuhannya yang ia percayai tetapi ternyata tidak bisa menolongnya.

    Ini adalah kisah tentang Nidah Kirani yang mencari jati dirinya, tetapi mengambil langkah yang salah.

  • Resensi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

    Resensi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

    Judul : Ronggeng Dukuh Paruh
    Pengarang : Ahmad Tohari
    Resensi oleh : Laila Fitri (http://laylafiyyy.blogspot.com/)

    Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari merupakan karya sastra fenomenal, menyatukan trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dinihari, dan Jantera Biangkala, dengan memasukkan kembali unsur-unsur yang tersensor selama 22 tahun.

    Setiap cerita dalam novel yang mengandung banyak bahasa tradsisional ini selalu diawali dengan deskripsi suasana sekitar, sehingga membuat pembaca seolah-olah ke dalam cerita.

    Novel Ronggeng Dukuh Paruk telah diangkat ke layar lebar dengan judul film Sang Penari. Film Sang Penari mampu menghidupkan suasana dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk.

    Gambaran tentang kemiskinan, kekumuhan, dan suasana pedesaan yang khas mampu memenuhi kebutuhan imajinasi pembaca novel Ronggeng Dukuh Paruk.

    Dalam film Sang Penari dikemas dengan sesuatu yang berbeda.

    Film Sang Penari tidak segamblang kata-kata Ahmad Tohari dalam novelnya.

    Ini dikarenakan banyak unsur yang tersensor untuk publik apabila disajikan dalam bentuk visual.

    Novel Ronggeng Dukuh Paruk dalam resensi ini adalah novel cetakan ke tujuh oleh penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

    PT Gramedia telah banyak mencetak karya-karya berkualitas, salah satunya adalah novel Ronggeng Dukuh Paruk ini.

    Dengan kemasan dan format penulisan yang rapi dapat menarik minat pembaca. Karya ini dilindungi oleh UU RI No 19 tahun 2002 tentang hak cipta.

    Novel ini dipersembahkan untuk lelaki, perempuan, dan anak-anak Dukuh Paruk.

    Novel Ronggeng Dukuh Paruk ini menceritakan sebuah percintaan antarinsan manusia di sebuah daerah Jawa Tengah yang terpencil bernama Dukuh Paruk.

    Seorang laki-laki yang bernama Raus yang sejak kecil memang sudah ditakdirkan berjodoh dengan Srintil.

    Namun, kisah cinta mereka diwarnai banyak rintangan yang mengundang air mata.

    Cerita dimulai ketika Srintil mendapatkan roh indang (kepercayaan masyarakat dukuh paruk) dan mengharuskannya menjadi seorang ronggeng.

    Keinginan Srintil dan bakat yang dimilikinya sebagai penerus ronggeng yang telah lama punah mendapatkan dukungan dari sang kakek yang bernama Sakarya.

    Ronggeng Dukuh Paruk punah sejak peristiwa tempe bongkrek yang menewaskan hampir seluruh warganya itu.

    Sakarya setelah mengetahui bahawa roh indang ada dalam diri Srintil, maka ia kemudian membawa Srintil kepada Kartareja, seorang Dukun Ronggeng dan istrinya yang mantan ronggeng tetapi tidak laku pada zamannya.

    Pada saat itu seorang ronggeng adalah posisi paling dimuliakan oleh warga dukuh paruk.

    Ketika Srintil hendak menjadi ronggeng ia harus melewati beberapa tahap, salah satunya ialah bukak-klambu.

    Bukak klambu ialah ritual pelepasan keperawanan seorang ronggeng.

    Pada saat itu Srintil dihargai dengan satu keping emas, tetapi karena kelicikan suami-isri Kartareja akhirnya Srintil mendapatkan satu keping emas, 2 logam, dan satu sapi.

    Padahal dibalik itu semua, mereka justru tertipu dan hanya Srintil dan Raus yang tahu kejadian apa yang terjadi di belakang rumah sebelum Srintil menjalani ritual bukak klambu.

    Namun, setelah itu Raus menghilang dari Dukuh Paruk meninggalkan neneknya seorang diri dan bekerja di pasar Dawulan.

    Di sana Raus bertemu dengan Sersan Slamet dan Kopral Pujo.

    Karena pertemuan itulah akhirnya Raus akrab dengan lingkungan tentara, ia bekerja melayani tentara.

    Hingga suatu hari, ia diharuskan ikut bertugas karena para perampok merajarela.

    Raus ditugaskan di Dukuh Paruk, dan ia berhasil melumpuhkan 2 perampok.

    Setelah itu Raus menghilang, ia ikut sekolah tentara ke luar Dukuh Paruk.

    Di sisi lain, Srintil terus meronggeng dengan rombongannya serta Srintil terus melayani para lelaki petualang.

    Orang yang paling berperan ialah Nyai Kartareja yang mempunyai keahlian sebagai mucikari handal.

    Hampir seluruh masa remaja Srintil ia habiskan untuk hal tersebut.

    Dalam adat istiadat dukuh paruk seorang ronggeng dilarang menikah kerena menikah adalah akhir dari ronggeng, ia tidak akan laku.

    Keadaan itulah yang mengecam hubungan Srintil dan Raus, seolah masyarakat menganggap itu terlarang.

    Jika Srintil mikah maka ia akan berhenti menjadi Ronggeng dan itu berarti Dukuh Paruk dan kembali mati dalam hidupnya.

    Hingga suatu saat Srintil paham ada yang salah pada dirinya, karena cintanya pada Raus dan Goder (anak angkat yang disusui Srintil) ia mencoba berhenti melayani para laki-laki.

    Sejak awal Srintil menjadi ronggeng sering ia melakukan pemberontakan tetapi sering teredam oleh mulut manis Nyai Kartareja.

    Hingga kesenian Ronggeng yang menjayakan Dukuh Paruk sudah terkenal di berbagai daerah.

    Terlebih lagi setelah adanya suatu acara di Kecamatan Dawulan.

    Srintil dan rombongannya dipakai untuk mengisi rapat-rapat di kecamatan.

    Ternyata itulah yang memicu masalah besar, sering terjadi kerusuhan setelah pementasan ronggeng dan akhirnya Srintil dipenjarakan atas tuduhan terikat PKI.

    Pada saat itu suasana Dukuh Paruk sangat mencekam.

    Banyak orang terus bersembunyi di dalam rumah dan anak-anak pun kehilangan keceriaannya.

    Dalam keadaan seperti ini Srintil dipenjara entah di mana, sedangkan Raus belum juga kembali dari sekolah tentaranya.

    Secara garis besar cerita dalam novel ini termasuk karangan fiksi, tetapi dalam novel ini memuat unsur sejarah nyata tentang PKI dan tradisi Dukuh Paruk.

    Novel ini untuk usia SMA ke atas karena pemahamannya memerlukan pengetahuan yang sudah dimiliki pembaca sebelum membaca novel ini.

    Novel ini dapat menggabarkan suasana pada zaman kemerdekaan, pemberontakan, hingga zaman awal orde baru, meskipun unsur politik tersamarkan dengan cerita warga Dukuh Paruk yang buta huruf.

    Novel ini bisa menjadi ajang nostalgia para pembaca, selain diskripsi yang indah seperti aslinya maka pembaca dapat dihipnotis masuk pada zaman tersebut.

    Buku ini kategori bacaan yang sedang dan tidak banyak menguras imajinasi karena diskripsi yang detail dari pengarang.

    Keunggulan novel ini ialah pada gaya bahasa yang dikemas dalam bentuk yang menarik dan mudah dipahami.

    Perpaduan antara diskripsi, bahasa lokal, dan adat istiadat yang ada dapat mengundang air mata pembaca.

    Novel ini juga memasukkan unsur tembang-tembang daerah yang indah.

    Novel ini memuat 3 buku, yaitu Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Biangkala.

    Keterpaduan antarbuku tersebut merupakan keunggulan dari novel karya Ahmad Tohari ini.

    Cerita dan bahasa yang dimuat sangat fleksibel dan cocok dari masa ke masa.

    Baca juga: Resensi Buku Belajar Mendidik Karya Prof. Dr. B.S. Mardiatmadja, SJ

    Buku ini memual pula unsur ilmiah seperti dalam Bab 2, keilmiahan muncul ketika menyebutkan nama bakteri yang terkandung dalam tempe bongkrek, proses penyelidikan, dan penelitian ilmiah.

    Dalam cerita Ronggeng Dukuh Paruk ada tokoh pedagang dari Cina dan Ahmad Tohari menggambarkan secara nyata logat orang Cina tersebut.

    Kekurangan novel ini salah satunya ialah bahasa tradisional yang digunakan terlalu frontal, sehingga tidak cocok untuk anak-anak, seperti kata bajingan, asu buntung, tolol, bangsat dan lain-lain yang mendominasi cerita.

    Selain itu, banyak kesalahan EYD dalam novel seperti penggunaan ata ‘di’ dan ‘namun’ yang kurang tepat.

    Banyak penggunaan kata daerah tetapi hanya sedikit yang disertai dengan terjemahan, sehingga menimbulkan kesulitan pada pembaca untuk memahami cerita.

    Di dalam penulisan novel ini terdapat beberapa salah ketik seperti di halaman 22 kata ‘orangtua’ dan di halaman 81 kata ‘laiknya’.

    Novel ini kami bandingkan dengan film Sang Penari karena novel Ronggeng Dukuh Paruk ini menjadi inspirasi dibuatnya film Sang Penari.

    Film Sang Penari melukiskan bayangan nyata tentang keadaan dukuh paruk.

    Namun, ada beberapa perbedaan seperti kejadian keracunan tempe bongkrek itu dalam novel dituliskan Srintil masih bayi dan Raus berumur 3 tahun sedangkan dalam film Srintil sudah anak-anak.

    Dalam novel tidak disebutkan darimana asal keris ronggeng yang telah lama hilang tetapi dalam film ditunjukan bahwa Raus memungutnya saat ada kericuhan keracunan tempe bongkrek tersebut.

    Serta masih bayak perbedaan lain yang menimbulkan kekecewaan pada pembaca.

    Dengan demikian secara keseluruhan novel ini bagus, banyak pengetahuan sejarah yang diperoleh dari novel ini.

    Buku ini juga dapat bermanfaat untuk pembaca secara umum karena novel ini secara tersirat mengajarkan pembaca tentang budi pekerti, kemandirian, keteguhan prinsip, iman dan adat istiadat yang berlaku dalam suatu daerah.

    Setelah membaca buku ini akan banyak mendapatkan ilmu terapan yang dapat diterapkan di kehidupan bermasyarakat sehari-hari khususnya jiwa nasionalisme, pengorbanan, dan perjuangan

  • Sinopsis Novel Azab Dan Sengsara Karya Merari Siregar

    Sinopsis Novel Azab Dan Sengsara Karya Merari Siregar

    Judul: Azab dan Sengsara
    Penulis: Merari Siregar
    Penerbit: Balai Pustaka
    Tahun Terbit: 1920

    Sinopsis Novel Azab dan Sengsara

    Novel Azab dan Sengsara dapat dikategorikan sebagai novel klasik terbitan Balai Pustaka yang mana pada saat itu sastra Indonesia masih didominasi penggunaan bahasa melayu yang kental.

    Tema yang diangkat novel ini adalah kehidupan percintaan seorang gadis yang pernikahannya tidak membawa kebahagiaan, tetapi justru kesengsaraan.

    Tokoh utama dalam kisah cinta yang runyam ini bernama Aminu’ddin dan Mariamin.

    Keduanya adalah kerabat, tapi sayang nasib mereka berbeda.

    Aminu’ddin adalah anak kepala kampung, bangsawan yang kaya raya dan disegani banyak orang.

    Sementara itu, Mariamin lahir dan tumbuh di lingkungan keluarga miskin. Sangat berbanding terbalik.

    Mereka berdua sudah saling kenal dan bermain bersama sejak kecil.

    Seiring berjalannya waktu, memasuki usia dewasa, Aminu’ddin dan Mariamin mulai saling jatuh cinta.

    Aminu’ddin berjanji akan menikahi Mariamin. Niatitu diutarakan kepada ibu dan ayahnya, Baginda Diatas.

    Sang ibu setuju dengan pilihan Aminu’ddin karena menganggap Mariamin masih keluarganya dengan harapan bisa membantu kondisi ekonomi Mariamin.

    Namun, berbeda dengan sang ayah.

    Baginda Diatas diam-diam tidak setuju rencana Aminu’ddin karena beranggapan jika pernikahan tersebut bisa menurunkan derajat bangsawannya.

    Demi cinta, akhirnya Aminu’ddin berangkat ke Medan untuk mencari kerja agar punya penghasilan dan menikahi Mariamin.

    Semenjak pergi ke Medan, Aminu’ddin selalu mengirim kabar ke Mariamin dan keluarga.

    Sampai waktunya tiba, ia menyampaikan berita ke kampung jika ia sudah siap untuk berumahtangga dengan wanita miskin tersebut.

    Namun sayangnya, Baginda Diatas, tetap tidak setuju.

    Baginda Diatas justru menyusun rencana agar isterinya berubah pikiran dan tidak menyetujui keinginan Aminu’ddin.

    Hal pertama yang dilakukan Baginda Diatas adalah membawa isterinya ke dukun bayaran dan pura-pura meramal jodoh terbaik untuk anaknya.

    Sang dukun bayaran tersebut mengatakan jika Mariamin bukanlah jodoh Aminu’ddin, tapi ada seorang gadis bangsawan di desa mereka.

    Sontak, ibu Aminu’ddin pun percaya dan memutuskan berangkat ke Medan dengan membawa gadis bangsawan yang hendak dinikahkan dengan Aminu’ddin, sesuai ramalan dari dukun tersebut.

    Setibanya di Medan, Aminu’ddin terkejut melihat orang tuanya membawa seorang gadis dengan tujuan menjodohkannya dengan gadis tersebut.

    Meski hati terpukul, tapi ia tak bisa menolak karena saat itu ia terikat oleh adat budaya yang harus selalu patuh pada keputusan orang tua, terutama urusan perjodohan.

    Dengan berat hati, akhirnya Aminu’ddin mengirim surat kepada Mariamin seraya memohon maaf karena ia terpaksa akan menikahi gadis lain, meskipun cinta hanya untuk Mariamin.

    Mendengar kabar terebut, Mariamin sangat hancur. Bahkan sampai sakit.

    Seiring berjalannya waktu, tak terasa sudah setahun berselang, ada seorang laki-laki bernama Karibun meminang Mariamin.

    Berharap hadirnya laki-laki ini bisa mengobati luka Mariamin, sang ibu akhirnya menerima pinangan tersebut.

    Akan tetapi apa yang diharapkan ibu Mariamin tidak terwujud.

    Pernikahan tersebut justru malah menambah penderitaan baru bagi Mariamin.

    Terungkap, ternyata Karibun menceraikan isteri sahnya hanya demi menikahi Mariamin.

    Selanjutnya, Karibun membawa Mariamin ke Medan.

    Mereka mengalami hubungan suami siteri yang buram karena Mariamin sama sekali tidak mau melakukan hubungan intim dengan Karibun.

    Alasannya, karena terungkap jika Kasibun mengidap penyakit kelamin yang bisa menular jika melakukan hubungan intim.

    Mendapat penolakan tersebut, Karibun kalap dan akhirnya sering melakukan kekerasan, menyiksa Mariamin.

    Sudah menderita, ditambah lagi rasa duka ketika Aminu’ddin bertamu ke rumahnya suatu waktu.

    Melihat reaksi Mariamin yang tak biasa, Karibun pun terbakar cemburu dan akhirnya ia semakin sering menyiksa isterinya.

    Hingga puncaknya, Mariamin sudah tak tahan lagi dan akhirnya melaporkan Karibun ke polisi.

    Setelah diperiksa, Karibun ditetapkan bersalah dan diwajibkan membayar denda serta menceraikan Mariamin.

    Mariamin akhirnya kembali ke kampung halaman dengan kondisi yang tidak baik. Ia sakit-sakitan hingga akhirnya meninggal dunia dalam penuh penderitaan.

  • Sinopsis Novel Belenggu Karya Armijn Pane

    Sinopsis Novel Belenggu Karya Armijn Pane

    Sinopsis Novel Belenggu

    Novel Belenggu karya Armijn Pane menceritakan seorang dokter bernama Sukartono yang menikah dengan seorang gadis cantik dan cerdas bernama Sumartini.

    Awalnya, mereka tidak saling mencintai, namun karena memiliki kepentingan masing-masing, akhirnya keduanya sepakat untuk menikah.

    Sukartono (Tono) merasa bahwa Sumartini adalah orang yang cocok mendampinginya dengan melihat kecantikan serta kecerdasan yang dimiliki oleh Sumartini. Sedangkan Sumartini menikahi Sukartono dengan alasan ia ingin melupakan masa lalunya.

    Namun apa dikata, rumah tangga mereka tidak harmonis. Hampir setiap hari mereka bertengkar. Bahkan saling tak menyapa, alias diam tak berbicara, walau tinggal serumah.

    Sukartono adalah seorang dokter yang sangat profesional. Ia bekerja dengan disiplin tanpa kenal lelah. Bahkan, sifatnya yang dermawan juga sering membebaskan biaya untuk pasien yang tidak mampu.

    Namun, pengabdian Sukartono pada pekerjaanya telah membuatnya menomorduakan keluarga. Sumartini merasa diabaikan dan beranggapan bahwa suaminya lebih mencintai pekerjaan daripada dirinya.

    Jangankan untuk bermanja-manja, untuk komunikasi saja seakan tidak pernah ada waktu. Hari-hari mereka sering dilalui dengan pertengkaran. Sumartini merasa tidak dianggap oleh Sukartono.

    Hingga pada akhirnya, suatu hari Sukartono menerima telpon bahwa ada seorang pasien yang sedang sakit keras. Ia diminta menemui pasienya di suatu hotel. Dengan sigapnya, Sukartono pun memenuhi panggilan tersebut.

    Sesampainya di hotel, Sukartono terkejut bahwa pasienya adalah Siti Hayati, alias Rohaya yang merupakan teman sekolah dan sahabat masa kecilnya.

    Sembari memeriksa, Rohaya bercerita kepada Sukartono bahwa ia dipaksa nikah oleh orang tuanya dengan pria yang tidak dicintainya. Akhirnya Rohaya memutuskan untuk menjadi seorang janda dan pindah ke Jakarta.

    Dalam perasaan, sebenarnya Rohaya secara diam-diam telah mengagumi dan jatuh hati pada Sukartono. Itulah yang membuatnya mencari keberadaan Sukartono.

    Setelah bertemu, Rohaya kemudian memuai aksinya untuk rmerayu Sukartono. Semula Sukartono tidak terpengaruh dengan rayuan Rohaya. Tetapi karena terus diberi pujian, akhirnya ia mulai simpati kepada Rohaya.

    Sukartono merasa bahwa Rohaya bisa memberikan ketenangan hati yang selama ini tidak didapatkan dari Sumartini.

    Selang beberapa waktu. Sumartini mengetahui bahwa Sukartono ada hubungan lebih dengan Rohaya. Akhirnya Sumartini murka, kemudian pergi ke hotel tempat Rohaya menginap untuk melabraknya.

    Namun, setibanya di hotel, Sumartini tak jadi marah karena perasaannya luluh oleh kelembutan hati dan keramahan Rohaya.

    Setelah pulang dari hotel tempat Rohayah menginap, Sumartini berintrospeksi diri. Ia merasa terlalu kasar pada suaminya dan tidak bisa memberikan rasa kasih sayang seperti yang diinginkan suaminya. Hingga akhirnya ia memantapkan hati untuk berpisah dengan Sukartono.

    Mendengar keputusan itu, Sukartono langsung menolak. Namun, Sumartini tetap kukuh dengan keputusannya hingga akhirnya Sukartono tak kuasa untuk mencegahnya. Mereka pun bercerai

    Sukartono gundah, ditambah lagi ketika mengetahui bahwa Rohaya telah pergi dan meninggalkan sebuah surat yang menyatakan perasaanya pada Sukartono.

    Hingga akhirnya, Sukartono memilih untuk mengabdikan diri pada sebuah panti asuhan. Di tempat tersebut ia merasa tenang karena bisa membantu orang lain.