Tag: teks negosiasi

  • Apa yang dimaksud dengan tahapan pembukaan dalam teks negosiasi?

    Apa yang dimaksud dengan tahapan pembukaan dalam teks negosiasi?

    Tahapan pembukaan dalam teks negosiasi adalah bagian awal dari proses negosiasi yang bertujuan untuk membangun hubungan positif, menetapkan agenda, dan menciptakan suasana yang kondusif untuk mencapai kesepakatan.

    Pada tahapan ini, para pihak yang terlibat memulai interaksi dan komunikasi untuk menciptakan suasana yang kondusif dan membangun dasar yang baik untuk negosiasi yang produktif.

    Berikut adalah beberapa hal yang biasanya termasuk dalam tahapan pembukaan:

    1. Pengenalan Diri

    Para pihak memperkenalkan diri dan tim, termasuk peran dan tanggung jawab masing-masing. Hal ini membantu menciptakan kejelasan dan mengenal siapa saja yang terlibat dalam negosiasi.

    2. Penyampaian Agenda

    Menguraikan agenda atau topik-topik yang akan dibahas selama negosiasi unuk membantu menjaga fokus dan struktur pertemuan.

    3. Penetapan Aturan Main

    Menyepakati aturan atau pedoman yang akan mengatur jalannya negosiasi, seperti aturan berbicara, durasi pembicaraan, dan etika diskusi.

    4. Pembentukan Suasana Positif

    Upaya untuk menciptakan suasana yang positif dan saling menghormati, misalnya dengan ucapan salam, basa-basi yang sopan, atau komentar positif.

    5. Menyampaikan Tujuan dan Harapan

    Masing-masing pihak menyampaikan tujuan dan harapan mereka dari negosiasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua pihak memahami posisi dan kepentingan satu sama lain.

    Fungsi tahapan pembukaan:

    • Membangun kepercayaan: Tahap ini penting untuk membangun kepercayaan dan rasa hormat antara pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi.
    • Memfokuskan diskusi: Menetapkan agenda dan aturan dasar membantu memastikan bahwa negosiasi tetap fokus pada topik yang relevan dan berjalan dengan lancar.
    • Menciptakan suasana yang kondusif: Suasana yang positif dan bersahabat akan membantu mendorong kerjasama dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
  • Suatu wujud interaksi sosial yang berfungsi untuk mendapatkan penyelesaian bersama di antara pihak-pihak yang terlibat. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari?

    Suatu wujud interaksi sosial yang berfungsi untuk mendapatkan penyelesaian bersama di antara pihak-pihak yang terlibat. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari?

    Jawaban:

    Pernyataan “Suatu wujud interaksi sosial yang berfungsi untuk mendapatkan penyelesaian bersama di antara pihak-pihak yang terlibat” merupakan pengertian dari negosiasi.

    Negosiasi adalah proses komunikasi dua arah yang dilakukan untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak yang terlibat.

    Dalam proses negosiasi, pihak-pihak tersebut melakukan tawar-menawar, diskusi, dan pertukaran informasi untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak yang terlibat.

    Tujuan utama dari negosiasi adalah untuk mencapai kesepakatan yang adil dan saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

    Berikut beberapa ciri-ciri negosiasi:

    • Melibatkan dua pihak atau lebih yang memiliki kepentingan berbeda.
    • Terjadi komunikasi dua arah antara pihak-pihak yang terlibat.
    • Tujuannya untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.
    • Prosesnya dapat berlangsung secara formal maupun informal.

    Tujuan negosiasi:

    • Menyelesaikan masalah atau perselisihan antara dua pihak atau lebih.
    • Menemukan solusi terbaik yang dapat diterima oleh semua pihak.
    • Membangun hubungan yang baik dan saling menghormati antar pihak.
    • Mencapai win-win solution, dimana semua pihak merasa puas dengan hasil negosiasi.
    • Meningkatkan komunikasi dan kerjasama antar pihak.
    • Mencegah terjadinya konflik di masa depan.

    Contoh negosiasi:

    • Perdagangan (misalnya, pembeli dan penjual menawar harga barang)
    • Bisnis (misalnya, dua perusahaan bernegosiasi tentang kontrak kerja sama)
    • Politik (misalnya, dua negara bernegosiasi tentang perjanjian damai)
    • Kehidupan pribadi (misalnya, dua orang tua bernegosiasi tentang jadwal mengasuh anak)
  • Salah Satu Tujuan dari Pembuatan Teks Negosiasi Adalah?

    Salah satu tujuan dari pembuatan teks negosiasi adalah?

    Jawaban:

    Salah satu tujuan utama dari pembuatan teks negosiasi adalah untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

    Teks negosiasi dirancang untuk memfasilitasi proses tawar-menawar, diskusi, dan pertukaran informasi yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak yang terlibat.

    Dengan demikian, tujuan utama dari teks negosiasi adalah untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan memenuhi kepentingan bersama.

    Selain itu, teks negosiasi juga dapat digunakan untuk membangun hubungan yang baik antara pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi serta untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan konflik atau perbedaan pendapat.

    Teks negosiasi biasanya digunakan dalam berbagai situasi, seperti:

    • Perdagangan (misalnya, pembeli dan penjual menawar harga barang)
    • Bisnis (misalnya, dua perusahaan bernegosiasi tentang kontrak kerja sama)
    • Politik (misalnya, dua negara bernegosiasi tentang perjanjian damai)
    • Kehidupan pribadi (misalnya, dua orang tua bernegosiasi tentang jadwal mengasuh anak)

    Berikut beberapa tujuan lainnya:

    • Menyelesaikan masalah atau perselisihan antara dua pihak atau lebih.
    • Menemukan solusi terbaik yang dapat diterima oleh semua pihak.
    • Membangun hubungan yang baik dan saling menghormati antar pihak.
    • Mencapai win-win solution, dimana semua pihak merasa puas dengan hasil negosiasi.
    • Meningkatkan komunikasi dan kerjasama antar pihak.
    • Mencegah terjadinya konflik di masa depan.

    Dengan membuat teks negosiasi yang baik, diharapkan semua pihak yang terlibat dapat mencapai hasil yang memuaskan dan menguntungkan semua pihak.

  • Secara Umum, Struktur Negosiasi dapat Berupa?

    Secara Umum, Struktur Negosiasi dapat Berupa?

    Struktur Negosiasi

    Negosiasi merupakan proses untuk mencapai kesepakatan antara dua pihak atau lebih. Secara umum, struktur negosiasi dapat terdiri dari beberapa tahap berikut:

    1. Orientasi

    Tahap ini merupakan tahap awal negosiasi, di mana pihak-pihak yang terlibat saling memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan mereka dalam negosiasi.

    Selain itu, tahap ini juga dapat digunakan untuk membangun hubungan antar pihak yang terlibat.

    2. Pengajuan

    Pada tahap ini, masing-masing pihak mulai mengajukan tuntutan dan permintaan mereka.

    Tuntutan dan permintaan ini dapat berupa tawaran harga, persyaratan, atau solusi.

    Pihak-pihak yang terlibat juga dapat menjelaskan alasan di balik tuntutan dan permintaan mereka pada tahap ini.

    3. Penawaran

    Setelah tuntutan dan permintaan diajukan, tahap selanjutnya adalah tahap penawaran.

    Di sini, pihak-pihak yang terlibat mulai memberikan penawaran dan solusi untuk mencapai kesepakatan.

    Penawaran dan solusi ini dapat berupa kompromi, konsesi, atau solusi kreatif lainnya.

    Pada tahap ini, penting bagi pihak-pihak yang terlibat untuk melakukan tawar-menawar dan mencari solusi yang dapat diterima oleh semua pihak.

    4. Persetujuan

    Tahap negosiasi selanjutnya adalah tahap persetujuan. Pada tahap ini, pihak-pihak yang terlibat mencapai kesepakatan.

    Kesepakatan ini dapat berupa kontrak, perjanjian, atau MoU. Penting untuk memastikan bahwa semua pihak memahami dan menyetujui isi kesepakatan pada tahap ini.

    5. Penutup

    Tahap terakhir dalam negosiasi adalah tahap penutup. Pada tahap ini, negosiasi ditutup dan pihak-pihak yang terlibat dapat mengucapkan terima kasih dan harapan untuk kerjasama di masa depan.

  • Dalam teks negosiasi, bahasa yang digunakan untuk mengajak pihak lain adalah?

    Dalam teks negosiasi, bahasa yang digunakan untuk mengajak pihak lain adalah?

    Dalam teks negosiasi, bahasa yang digunakan untuk mengajak pihak lain adalah bahasa persuasif.

    Pembahasan:

    Bahasa persuasif adalah bahasa yang digunakan untuk mengajak, membujuk, atau mempengaruhi orang lain agar melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan kita.

    Bahasa persuasif merupakan elemen penting dalam teks negosiasi.

    Penggunaan bahasa yang tepat dan efektif dapat membantu kita untuk meyakinkan pihak lain dan mencapai kesepakatan yang menguntungkan.

    Berikut beberapa tips untuk menggunakan bahasa persuasif dalam teks negosiasi:

    1. Gunakan Kata dan Frasa yang Tepat

    Pilihlah kata dan frasa yang positif, sopan, dan profesional. Hindari kata-kata yang kasar, negatif, atau mengancam.

    Gunakan frasa seperti “ayo”, “marilah”, “sebaiknya”, dan “alangkah baiknya” untuk mengajak dan membujuk pihak lain.

    2. Buat Kalimat yang Logis dan Argumentatif

    Dukung argumen dengan fakta, data, dan contoh yang relevan. Jelaskan secara logis bagaimana tawaran kita dapat memberikan manfaat bagi pihak lain.

    Gunakan kata penghubung seperti “karena”, “sehingga”, dan “oleh karena itu” untuk memperkuat argumen.

    3. Tekankan Keuntungan dan Manfaat

    Fokuslah pada apa yang akan didapatkan pihak lain jika mereka setuju dengan kita. Jelaskan secara detail bagaimana tawaran tersebut dapat membantu mereka.

    Gunakan kata-kata seperti “untung”, “manfaat”, “keuntungan”, dan “nilai tambah” untuk menarik perhatian mereka.

    4. Gunakan Bahasa yang Positif dan Optimis

    Hindari kata-kata negatif seperti “tidak”, “tidak bisa”, dan “tidak mungkin”. Gunakan kata-kata yang positif dan optimis seperti “bisa”, “mungkin”, dan “akan”. Tunjukkan rasa percaya diri dan keyakinan terhadap tawaran kita.

    5. Gunakan Teknik Persuasi Lainnya

    Gunakan teknik persuasi lainnya seperti storytelling, humor, dan testimoni untuk memperkuat argumen. Ceritakan kisah yang menarik tentang bagaimana tawaran kita telah membantu orang lain.

    Gunakan humor untuk mencairkan suasana dan membangun hubungan yang baik dengan pihak lain. Tampilkan testimoni dari orang-orang yang telah puas dengan tawaran kita.

    Contoh Penggunaan Bahasa Persuasif dalam Teks Negosiasi:

    • “Ayo kita duduk bersama untuk membahas kesepakatan ini.”
    • “Marilah kita mencari solusi yang menguntungkan bagi semua pihak.”
    • “Sebaiknya kita mempertimbangkan opsi ini karena memiliki banyak manfaat.”
    • “Alangkah baiknya jika kita dapat mencapai kesepakatan hari ini.”
    • “Tawaran ini akan memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan Anda.”
    • “Kerjasama ini akan membantu kita mencapai tujuan bersama.”
    • “Saya yakin kita dapat menemukan solusi yang memuaskan semua pihak.”

    Dengan menggunakan bahasa persuasif yang tepat dan efektif, kita dapat meningkatkan peluang kita untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan dalam negosiasi.

  • 4 Ciri-Ciri Teks Negosiasi dan Penjelasannya

    4 Ciri-Ciri Teks Negosiasi dan Penjelasannya

    Teks negosiasi adalah teks yang berisi proses penyampaian usul atau tawaran dengan tujuan mencapai kesepakatan bersama. Negosiasi dapat terjadi dalam berbagai konteks, seperti bisnis, perdagangan, politik, dan sosial.

    Ciri-Ciri Teks Negosiasi

    Berikut ini adalah ciri-ciri umum dari teks negosiasi.

    1. Menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan

    Kesepakatan yang saling menguntungkan adalah salah satu tujuan utama dari negosiasi. Kesepakatan ini artinya tidak ada pihak yang dirugikan, dan kedua belah pihak sama-sama merasa puas dengan hasil negosiasi.

    Untuk menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan dalam teks negosiasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

    • Memahami kepentingan masing-masing pihak: Sebelum melakukan negosiasi, penting untuk memahami kepentingan masing-masing pihak. Dengan memahami kepentingan masing-masing pihak, kita dapat mencari solusi yang dapat memenuhi kepentingan kedua belah pihak.
    • Membangun hubungan baik: Hubungan baik antara kedua belah pihak dapat membantu kelancaran negosiasi. Dengan membangun hubungan baik, kita dapat lebih memahami sudut pandang pihak lain dan lebih mudah mencapai kesepakatan.
    • Bersikap fleksibel: Dalam negosiasi, tidak ada pihak yang selalu menang atau kalah. Oleh karena itu, penting untuk bersikap fleksibel dan bersedia berkompromi.
    • Berfokus pada solusi: Negosiasi harus fokus pada solusi, bukan pada masalah. Dengan fokus pada solusi, kita dapat lebih cepat mencapai kesepakatan.

    Berikut adalah beberapa contoh kesepakatan yang saling menguntungkan dalam teks negosiasi:

    • Pembeli dan penjual setuju untuk harga yang sama-sama menguntungkan.
    • Pekerja dan pengusaha setuju pada kenaikan gaji yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.
    • Pemerintah dan investor setuju pada proyek pembangunan yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

    2. Mengarah pada tujuan praktis

    Mengarah pada tujuan praktis dalam teks negosiasi adalah ciri-ciri teks negosiasi yang artinya negosiasi tersebut bertujuan untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

    Tujuan praktis ini biasanya berupa keuntungan, penyelesaian masalah, atau kesepakatan kerja sama.

    Dalam teks negosiasi, tujuan praktis biasanya dicapai melalui proses tawar-menawar antara kedua belah pihak.

    Kedua belah pihak akan saling memberikan dan menerima tawaran untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

    Berikut adalah beberapa contoh tujuan praktis dalam teks negosiasi:

    • Keuntungan: Negosiasi antara pembeli dan penjual bertujuan untuk mencapai kesepakatan harga yang menguntungkan kedua belah pihak.
    • Penyelesaian masalah: Negosiasi antara dua negara bertujuan untuk mencapai kesepakatan perdamaian yang dapat menyelesaikan konflik yang terjadi.
    • Kesepakatan kerja sama: Negosiasi antara dua perusahaan bertujuan untuk mencapai kesepakatan kerja sama yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.

    3. Memprioritaskan pada kepentingan bersama

    Memprioritaskan kepentingan bersama dalam teks negosiasi adalah prinsip penting dalam mencapai kesepakatan yang adil dan berkelanjutan antara pihak-pihak yang terlibat.

    Artinya, dalam proses menyusun teks negosiasi, pihak-pihak yang berpartisipasi lebih menekankan pada hal-hal yang menguntungkan semua pihak, daripada hanya satu pihak atau beberapa pihak saja.

    Berikut adalah beberapa cara untuk memprioritaskan kepentingan bersama dalam teks negosiasi.

    1. Mencari Win-Win Solutions: Pihak-pihak yang terlibat harus berusaha mencari solusi yang menguntungkan semua pihak. Artinya mencari kesepakatan yang memberikan manfaat kepada semua pihak tanpa merugikan pihak lainnya.
    2. Keterbukaan dan Transparansi: Dalam teks negosiasi, informasi harus disajikan secara jujur dan transparan. Semua rincian, termasuk yang berkaitan dengan biaya, jadwal, dan tanggung jawab, harus diungkapkan dengan jelas.
    3. Berkomunikasi dengan Baik: Pihak-pihak yang terlibat harus terbuka untuk berkomunikasi dan berdiskusi untuk memahami kepentingan dan kebutuhan masing-masing. Ini dapat membantu dalam menemukan solusi yang memadai bagi semua pihak.

    4. Menjadi sarana untuk mencari penyelesaian

    Teks negosiasi dapat menjadi sarana yang efektif untuk mencari penyelesaian dalam berbagai situasi.

    Artinya dalam proses negosiasi, teks tersebut tidak hanya mencerminkan perselisihan atau perbedaan pendapat, tetapi juga mencoba untuk menemukan solusi atau kesepakatan yang dapat mengakhiri perselisihan atau memecahkan masalah.

    Berikut adalah beberapa cara bagaimana teks negosiasi dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencari penyelesaian:

    1. Pemetaan Masalah: Dalam teks negosiasi, pihak-pihak yang terlibat dapat merinci masalah atau perbedaan pandangan yang menjadi inti dari negosiasi. Membantu dalam pemahaman bersama tentang apa yang harus diselesaikan.
    2. Proposal Solusi: Teks negosiasi dapat mencakup proposal solusi atau alternatif yang diajukan oleh masing-masing pihak. Sehingga memungkinkan pihak-pihak untuk mulai mencari titik temu atau kesepakatan yang dapat diterima oleh semua.
    3. Negosiasi Poin-Poin Tertentu: Dalam teks negosiasi, pihak-pihak dapat mencantumkan poin-poin atau masalah-masalah tertentu yang perlu dibahas dan dipecahkan. Sehingga membantu dalam fokus dan strukturasi perbincangan.
    4. Kompromi dan Kesepakatan: Teks negosiasi mencerminkan upaya untuk mencapai kompromi atau kesepakatan yang menguntungkan semua pihak yang terlibat. Seperti perubahan atau penyesuaian dalam tawaran awal untuk mencapai kesepakatan yang lebih baik.
  • Tuliskan langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam mengonstruksi teks negosiasi

    Tuliskan langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam mengonstruksi teks negosiasi.

    Langkah-langkah dalam mengonstruksi teks negosiasi adalah:

    1. Menentukan tujuan
    2. Menentukan pihak pihak yang bernegoisasi
    3. Menentukan konflik
    4. Menentukan solusi dan penawaran
    5. Menentukan modal kesepakatan

    Pengertian Teks Negosiasi

    Teks negosiasi secara umum dapat dipahami sebagai sebuah teks dalam bahasa Indonesia yang berisi interaksi sosial antara dua pihak atau lebih untuk mencapai suatu kesepakatan bersama.

    Negosiasi merupakan proses komunikasi yang biasanya terjadi karena adanya perbedaan kepentingan, kebutuhan, atau tujuan yang ingin dicapai oleh masing-masing pihak.

    Melalui negosiasi, setiap pihak berusaha menyampaikan keinginannya secara baik dengan tetap memperhatikan kepentingan pihak lain.

    Inti dari teks negosiasi adalah adanya usaha untuk mencari jalan tengah atau win-win solution sehingga kedua belah pihak merasa diuntungkan.

    Teks ini berbeda dengan teks persuasif atau teks argumentasi karena tujuan akhirnya bukan sekadar meyakinkan, melainkan menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima bersama.

    Misalnya dalam kegiatan jual beli, penjual ingin mendapatkan keuntungan maksimal, sementara pembeli ingin mendapatkan harga terbaik.

    Melalui negosiasi, keduanya dapat menemukan titik temu yang adil, yaitu harga yang disepakati bersama.

    Negosiasi juga tidak terbatas pada transaksi ekonomi saja, melainkan dapat terjadi dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

    Contohnya adalah negosiasi antara siswa dan guru mengenai waktu pengumpulan tugas, antara orang tua dan anak mengenai jam pulang sekolah, bahkan antara perusahaan dan karyawan mengenai kenaikan gaji.

    Semua bentuk interaksi tersebut dapat dituangkan dalam teks negosiasi apabila disajikan dalam bentuk tulisan.

    Dalam sebuah teks negosiasi, kedua belah pihak akan mendapatkan hak dan kewajiban sesuai dengan hasil kesepakatan.

    Kesepakatan yang dihasilkan bersifat mengikat, artinya tidak boleh disesali, diingkari, atau dipermasalahkan di kemudian hari.

    Hal ini menandakan bahwa teks negosiasi tidak hanya mengutamakan komunikasi yang baik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kejujuran, saling menghargai, dan tanggung jawab.

  • Pengertian Teks Negosiasi dan Contohnya

    Pengertian Teks Negosiasi

    Pengertian teks negosiasi secara umum adalah sebuah teks berbahasa Indonesia yang sifatnya adalah interaksi sosial untuk mendapatkan atau mencapai kesepakatan bersama.

    Nantinya, kedua belah pihak akan mendapatkan hak masing-masing sesuai dengan kesepakatan tersebut yang tidak boleh disesali atau dipermasalahkan pada kemudian hari.

    Biasanya, teks negosiasi ini digunakan dalam bentuk tawar menawar antara pedagang dan pembeli.

    Walau tidak selalu begitu, tapi teks negosiasi paling banyak digunakan untuk aktivitas jual beli.

    Sebab, berdialog dalam jual beli termasuk dialog atau teks negosiasi yang paling banyak serta sering terjadi.

    Struktur teks negosiasi

    Orientasi: Pada bagian orientasi, umumnya memuat kalimat atau dialog pembuka. Biasanya salah satu negosiator akan mengucap salam untuk mengawali proses negosiasi.

    • Permintaan: Setelahnya, negosiator akan meminta suatu barang atau jasa kepada pihak lainnya.
    • Pemenuhan : Lalu, pihak lainnya akan memenuhi permintaan negosiator tadi.
    • Penawaran: Di sinilah awal mula terjadi negosiasi yang lumayan rumit dan sengit, biasanya berlangsung agak panjang.
    • Persetujuan: Setelah melakukan negosiasi panjang, akhirnya kedua belah pihak mendapatkan sebuah kesepakatan yang disetujui bersama.
    • Penutup: Biasanya dalam tahapan ini, kedua belah pihak akan mengucapkan terima kasih dan ucapan baik lainnya.

    Contoh teks negosiasi

    Berikut ini adalah beberapa contoh teks negosiasi, antara lain:

    Contoh Teks Negosiasi Jual Beli

    Terjadi negosiasi antara penjual HP dengan Andi. Andi ingin membeli HP untuk bermain game dengan harga sekitar Rp.3.200.000.


    Penjual : “Selamat siang mas, ada yang bisa saya bantu?”
    Andi     : “Saya lagi cari HP game nih mas”
    Penjual : “HP game ya mas? kami ada produk baru dan masih promo mas”
    Andi     : “Wah, tapi modelnya kurang bagus, ada yang lain?”
    Penjual : “Ada mas, ini produk keluaran lama sih, tapi tetep mantep buat game”
    Andi       : “Nah ini modelnya saya suka, berapa harganya?”
    Penjual : “Karena produk lama, nggak ada promonya mas, pas 3,2 juta”
    Andi       : “Saya Cuma ada uang 3 juta nih, nggak boleh kurang ya?”
    Penjual : “Kalau 3 juta yang tadi mas, kalau yang ini gak bisa”
    Andi       : “Tapi, saya sukanya yang ini”
    Penjual : “Yaudah gini aja mas, karena masnya udah seneng juga, tak turunin jadi 3,1 juta gimana”
    Andi       : “Gak ada mas, budget saya Cuma 3 juta kok”
    Penjual : “yaudah deh, bentar ya saya siapkan dulu”
    Andi       : “Oke, makasih mas”

    Contoh Teks Negosiasi Singkat

    Suatu pagi di pasar tradisional, Ibu Fatma Fatma ingin membeli ayam dan terjadilah negosiasi antara pedagang ayam dengan Ibu Fatma Fatma.

    Ibu Fatma            : “Pak saya mau beli ayam, berapa ya harganya?”
    Penjual Ayam    : “Harganya Rp.45.000/kg bu, mau berapa kilo?”
    Ibu Fatma            : “Kok mahal pak, kemarin harganya gak segitu”
    Penjual                 : “Ya buk, naiknya baru tadi pagi, saya cuma ambil untung sedikit bu”
    Ibu Fatma            : “Saya beli 2 kg Rp.75.000 boleh nggak?”
    Penjual                 : “waduh, gak nyampe untung bu”
    Ibu Fatma            : “Kalau nggak boleh saya gak jadi beli”
    Penjual                 : “Yaudah yaudah, bentar tak bungkusin dulu”
    Ibu Fatma            : “Terima kasih pak”