Tag: teks

  • Pola Penyajian Teks Biografi Dapat Dilihat Berdasarkan?

    Pola Penyajian Teks Biografi Dapat Dilihat Berdasarkan?

    Teks biografi adalah jenis teks yang mengisahkan kehidupan seseorang dari lahir hingga kondisi terkini yang mencakup berbagai aspek seperti latar belakang, pendidikan, karier, pencapaian, dan kontribusi yang telah diberikan.

    Tujuan teks biografi adalah untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kehidupan dan kontribusi individu tersebut kepada masyarakat, budaya, atau bidang tertentu.

    Teks biografi biasanya disusun berdasarkan fakta dan informasi yang diperoleh dari penelitian dan wawancara, serta disajikan dengan narasi yang koheren dan terstruktur.

    Adapun pola penyajian teks biografi dapat dilihat berdasarkan beberapa aspek, yaitu:

    1. Alur Cerita

    • Alur Kronologis: Menyajikan kisah hidup tokoh secara berurutan dari masa kecil hingga masa tuanya.
    • Alur Maju Mundur: Menyajikan kisah hidup tokoh dengan berpindah-pindah waktu, dari masa lampau ke masa kini dan sebaliknya.
    • Alur Campuran: Menggabungkan alur kronologis dan alur maju mundur.

    2. Sudut Pandang

    • Sudut Pandang Orang Pertama: Tokoh menceritakan kisah hidupnya sendiri.
    • Sudut Pandang Orang Ketiga: Penulis menceritakan kisah hidup tokoh dari sudut pandang orang lain.
    • Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu: Penulis mengetahui semua informasi tentang tokoh, termasuk pikiran dan perasaannya.

    3. Fokus Penceritaan

    • Fokus pada Prestasi: Menceritakan prestasi dan pencapaian tokoh dalam hidupnya.
    • Fokus pada Perjuangan: Menceritakan perjuangan dan pengorbanan tokoh dalam mencapai tujuannya.
    • Fokus pada Kepribadian: Menceritakan kepribadian dan karakter tokoh.
    • Fokus pada Latar Belakang: Menceritakan latar belakang kehidupan tokoh, seperti keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosialnya.

    4. Gaya Penulisan

    • Gaya Deskriptif: Menggambarkan peristiwa dan keadaan secara terperinci.
    • Gaya Naratif: Menceritakan peristiwa secara kronologis.
    • Gaya Eksposisi: Menjelaskan informasi tentang tokoh dan kehidupannya.
    • Gaya Argumentatif: Menjelaskan pendapat atau keyakinan penulis tentang tokoh.

    5. Penggunaan Bahasa

    • Bahasa Formal: Menggunakan bahasa yang baku dan resmi.
    • Bahasa Informal: Menggunakan bahasa yang santai dan tidak resmi.
    • Bahasa Campuran: Menggabungkan bahasa formal dan bahasa informal.

    Pola penyajian teks biografi dapat berbeda-beda tergantung pada tujuan penulisan, jenis tokoh, dan media publikasinya.

    Penulis dapat memilih pola penyajian yang paling sesuai untuk menyampaikan kisah hidup tokoh dengan cara yang menarik dan informatif bagi pembacanya.

    Berikut adalah beberapa elemen yang biasanya ada dalam teks biografi:

    1. Pendahuluan: Bagian awal teks biografi yang memperkenalkan subjek biografi, mencantumkan informasi dasar seperti nama, tanggal lahir, tempat lahir, dan latar belakang pendidikan atau karier singkat.

    2. Latar Belakang Hidup: Bagian ini menjelaskan tentang kehidupan awal subjek biografi, keluarga, masa kecil, pendidikan, dan pengalaman awal yang mempengaruhi perkembangan pribadi dan profesional subjek.

    3. Perjalanan Hidup dan Karier: Menjelaskan perjalanan hidup subjek, termasuk pencapaian, pengalaman, dan peristiwa penting yang terjadi dalam kehidupan pribadi dan karier subjek.

    4. Pengaruh dan Kontribusi: Menyajikan informasi mengenai bagaimana subjek biografi telah mempengaruhi dan berkontribusi terhadap bidang atau komunitas tertentu, serta dampak positif yang telah dihasilkan.

    5. Kesimpulan: Bagian penutup yang merangkum informasi utama dalam teks biografi dan memberikan gambaran keseluruhan tentang kehidupan dan kontribusi subjek.

  • Manakah di bawah ini yang termasuk ke dalam contoh judul teks cerita sejarah, kecuali?

    Manakah di bawah ini yang termasuk ke dalam contoh judul teks cerita sejarah, kecuali?

    A. Ken Arok dan Ken Dedes
    B. Kancil dan Buaya
    C. Bandung Lautan Api
    D. Operasi Trikora
    E. Pertempuran Surabaya 10 November 1945

    Jawaban:

    B. Kancil dan Buaya

    Pembahasan:

    Karena judul tersebut tidak mencerminkan sebuah cerita sejarah, melainkan lebih cocok untuk cerita rakyat atau dongeng.

    Sementara itu, yang lainnya merupakan contoh judul teks cerita sejarah yang mengacu pada peristiwa atau tokoh-tokoh sejarah yang signifikan

    Judul B merupakan contoh judul cerita fiksi yang tidak berdasarkan sejarah. Cerita Kancil dan Buaya adalah cerita rakyat yang tidak memiliki bukti sejarah yang kuat.

    Berikut adalah beberapa contoh judul teks cerita sejarah lainnya:

    • Masa Kejayaan Kerajaan Majapahit
    • Perjuangan Pangeran Diponegoro Melawan Penjajah Belanda
    • Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
    • Tragedi G30S dan Peristiwa 1965
    • Reformasi 1998: Sebuah Titik Balik Sejarah Indonesia

    Selain judul B, keempat judul tersebut merupakan contoh judul teks cerita sejarah yang menggambarkan peristiwa, tokoh, atau operasi militer yang terjadi dalam konteks sejarah Indonesia.

    Sedangkan judul “Kancil dan Buaya” tidak mengacu pada peristiwa sejarah nyata, melainkan lebih cocok untuk dongeng atau cerita rakyat.

  • Di dalam teks eksplanasi secara umum membahas tentang berbagai fenomena sebagai berikut, kecuali?

    Di dalam teks eksplanasi secara umum membahas tentang berbagai fenomena sebagai berikut, kecuali?

    A. Fenomena alam
    B. Fenomena sosial
    C. Fenomena ekonomi kerakyatan
    D. Fenomena kawin cerai artis
    E. Fenomena pendidikan

    Jawaban:

    D. Fenomena kawin cerai artis

    Pembahasan:

    Fenomena kawin cerai artis cenderung menjadi subjek dari jenis laporan hiburan atau berita selebriti, bukan topik umum yang sering dibahas dalam teks eksplanasi yang cenderung lebih berfokus pada fenomena yang bersifat alam, sosial, ekonomi, atau pendidikan

    Teks eksplanasi umumnya membahas fenomena yang memiliki dampak luas dan berkaitan dengan kehidupan banyak orang.

    Fenomena kawin cerai artis, meskipun menarik perhatian publik, tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat secara luas.

    Berikut adalah beberapa contoh fenomena yang umumnya dibahas dalam teks eksplanasi:

    • Fenomena alam: Gempa bumi, tsunami, gunung meletus, pelangi, gerhana.
    • Fenomena sosial: Kemiskinan, kriminalitas, tawuran, pernikahan dini, migrasi.
    • Fenomena ekonomi: Inflasi, deflasi, pengangguran, kemiskinan, pasar gelap.
    • Fenomena pendidikan: Sistem pendidikan, kurikulum, mutu pendidikan, kenakalan remaja, putus sekolah.

    Fenomena kawin cerai artis lebih cocok dibahas dalam teks berita atau gosip, bukan teks eksplanasi.

  • Teks yang berisi langkah-langkah yang sistematis yang sesuai dengan aturan untuk mencapai suatu tujuan disebut dengan teks?

    Teks yang berisi langkah-langkah yang sistematis yang sesuai dengan aturan untuk mencapai suatu tujuan disebut dengan teks?

    A. Deskriptif
    B. cerita fantasi
    C. prosedur
    D. eksposisi

    Jawaban:

    C. prosedur

    Pembahasan:

    Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah yang sistematis dan sesuai dengan aturan untuk mencapai suatu tujuan.

    Teks ini biasanya digunakan untuk memberikan instruksi tentang cara melakukan sesuatu, seperti memasak, membuat kerajinan tangan, atau menggunakan alat elektronik.

    Hal ini memungkinkan pembaca untuk mengikuti instruksi tersebut dengan mudah untuk mencapai tujuan tertentu.

    Ciri-ciri teks prosedur:

    • Menggunakan kalimat imperatif (perintah), seperti “campurkan tepung dan air”, “tekan tombol power”, atau “oleskan krim pada wajah”.
    • Menggunakan urutan waktu yang logis untuk menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan.
    • Menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.

    Contoh teks prosedur:

    • Resep masakan
    • Panduan penggunaan alat elektronik
    • Cara-cara membuat kerajinan tangan
    • Petunjuk keselamatan kerja

    Contoh teks prosedur resep masakan:

    Judul: Cara Membuat Teh Hijau yang Segar

    Bahan:

    • 1 sendok teh daun teh hijau
    • Air panas (sekitar 250 ml)
    • Gula atau madu (opsional)

    Langkah-langkah:

    1. Panaskan air hingga mendidih.
    2. Siapkan satu sendok teh daun teh hijau dalam gelas atau teko.
    3. Tuangkan air panas ke atas daun teh hijau.
    4. Biarkan daun teh meresap dalam air panas selama 2-3 menit.
    5. Saring teh hijau dengan menggunakan saringan atau penyaring teh.
    6. Tambahkan gula atau madu sesuai dengan selera Anda (opsional).
    7. Aduk hingga gula larut (jika ditambahkan).
    8. Teh hijau siap disajikan. Nikmati dengan segar!

    Dalam contoh di atas, teks prosedur memberikan langkah-langkah yang jelas dan sistematis tentang cara membuat teh hijau yang segar.

    Dengan mengikuti instruksi ini, pembaca diharapkan dapat mencapai tujuan untuk membuat teh hijau yang nikmat dan menyegarkan.

  • Teks cerita sejarah dapat dikategorikan sebagai teks naratif apabila?

    Teks cerita sejarah dapat dikategorikan sebagai teks naratif apabila?

    A. Disajikan dengan simbolisasi verbal
    B. Menggunakan urutan peristiwa
    C. Menceritakan fakta sejarah
    D. Mengangkat peristiwa penting
    E. Menceritakan asal usul suatu daerah

    Jawaban:

    B. Menggunakan urutan peristiwa

    Pembahasan:

    Teks naratif dan teks cerita sejarah memiliki keterkaitan erat.

    Teks naratif berfokus pada penceritaan suatu kejadian atau peristiwa secara runtut, sedangkan teks cerita sejarah yang baik juga harus menyajikan peristiwa sejarah berdasarkan urutan waktu terjadinya.

    Hal ini berarti teks cerita sejarah dapat dikategorikan sebagai teks naratif.

    Dengan menggunakan urutan peristiwa, teks cerita sejarah menjadi lebih mudah dipahami dan para pembaca bisa mengikuti alur perkembangan peristiwa sejarah tersebut.

    Selain itu, penggunaan urutan peristiwa juga membantu pembaca untuk memahami hubungan sebab akibat antar peristiwa dan bagaimana peristiwa-peristiwa tersebut saling terkait.

    Oleh karena itu, teks cerita sejarah yang baik haruslah menggunakan urutan peristiwa untuk menceritakan peristiwa sejarah secara runtut dan mudah dipahami.

    Penggunaan urutan peristiwa dalam teks cerita sejarah bukan hanya untuk memudahkan pemahaman pembaca, tetapi juga untuk menjaga akurat dan objektivitas cerita.

    Dengan menyajikan peristiwa berdasarkan urutan waktu terjadinya, penulis teks cerita sejarah dapat menghindari bias dan interpretasi pribadi.

    Hal ini penting karena teks cerita sejarah bertujuan untuk menyajikan fakta sejarah secara objektif dan apa adanya.

    Selain itu, penggunaan urutan peristiwa juga membantu pembaca untuk menganalisis dan menginterpretasikan peristiwa sejarah dengan lebih mudah.

    Dengan memahami urutan peristiwa, pembaca dapat melihat bagaimana peristiwa-peristiwa tersebut saling terkait dan bagaimana peristiwa-peristiwa tersebut telah membentuk masa kini.

  • Artikel yang mampu mewakili opini maupun sikap media terhadap suatu isu yaitu?

    Artikel yang mampu mewakili opini maupun sikap media terhadap suatu isu yaitu?

    Jawaban:

    Artikel yang mampu mewakili opini maupun sikap media terhadap suatu isu yaitu editorial.

    Editorial atau tajuk rencana adalah artikel yang ditulis oleh redaksi media untuk mengungkapkan pendapat dan sikap resmi media terhadap suatu isu aktual, fenomenal, dan kontroversial.

    Isi dari editorial ditulis oleh redaksi atau tim senior pengedit sebuah media massa untuk menyampaikan opini dan sikap resmi media tersebut terhadap suatu isu tertentu.

    Ciri-ciri editorial:

    1. Menggunakan gaya bahasa argumentatif dan persuasif: Editorial bertujuan untuk meyakinkan pembaca terhadap sudut pandang yang disampaikan media.

    2. Didukung fakta dan data: Editorial yang baik tidak hanya berisi opini, tetapi juga menyertakan fakta dan data untuk memperkuat argumen.

    3. Sikap tegas dan jelas: Editorial menyampaikan opini media secara lugas dan tidak ambigu.

    4. Bahasa baku dan mudah dipahami: Meskipun membahas isu berat, editorial ditulis dengan bahasa yang formal namun tetap bisa dipahami pembaca umum.

    5. Dipublikasi di tempat-tempat menonjol: Editorial biasanya ditempatkan pada halaman khusus opini atau bahkan halaman depan media tersebut.

    Isu yang sering dibahas dalam editorial:

    • Politik: Pemilihan umum, kebijakan pemerintah, isu internasional.
    • Ekonomi: Krisis ekonomi, kebijakan moneter, inflasi.
    • Sosial: Kemiskinan, pendidikan, kesehatan.
    • Lingkungan: Pencemaran, perubahan iklim, bencana alam.
  • Suatu wujud interaksi sosial yang berfungsi untuk mendapatkan penyelesaian bersama di antara pihak-pihak yang terlibat. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari?

    Suatu wujud interaksi sosial yang berfungsi untuk mendapatkan penyelesaian bersama di antara pihak-pihak yang terlibat. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari?

    Jawaban:

    Pernyataan “Suatu wujud interaksi sosial yang berfungsi untuk mendapatkan penyelesaian bersama di antara pihak-pihak yang terlibat” merupakan pengertian dari negosiasi.

    Negosiasi adalah proses komunikasi dua arah yang dilakukan untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak yang terlibat.

    Dalam proses negosiasi, pihak-pihak tersebut melakukan tawar-menawar, diskusi, dan pertukaran informasi untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak yang terlibat.

    Tujuan utama dari negosiasi adalah untuk mencapai kesepakatan yang adil dan saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

    Berikut beberapa ciri-ciri negosiasi:

    • Melibatkan dua pihak atau lebih yang memiliki kepentingan berbeda.
    • Terjadi komunikasi dua arah antara pihak-pihak yang terlibat.
    • Tujuannya untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.
    • Prosesnya dapat berlangsung secara formal maupun informal.

    Tujuan negosiasi:

    • Menyelesaikan masalah atau perselisihan antara dua pihak atau lebih.
    • Menemukan solusi terbaik yang dapat diterima oleh semua pihak.
    • Membangun hubungan yang baik dan saling menghormati antar pihak.
    • Mencapai win-win solution, dimana semua pihak merasa puas dengan hasil negosiasi.
    • Meningkatkan komunikasi dan kerjasama antar pihak.
    • Mencegah terjadinya konflik di masa depan.

    Contoh negosiasi:

    • Perdagangan (misalnya, pembeli dan penjual menawar harga barang)
    • Bisnis (misalnya, dua perusahaan bernegosiasi tentang kontrak kerja sama)
    • Politik (misalnya, dua negara bernegosiasi tentang perjanjian damai)
    • Kehidupan pribadi (misalnya, dua orang tua bernegosiasi tentang jadwal mengasuh anak)
  • Semua orang dapat menyusun berita baik media elektronik maupun media cetak. Salah satu contoh teks eksposisi dapat dilihat di?

    Semua orang dapat menyusun berita baik media elektronik maupun media cetak. Salah satu contoh teks eksposisi dapat dilihat di?

    Jawaban:

    Benar, semua orang dapat menyusun berita baik untuk media elektronik maupun media cetak. Salah satu contoh teks eksposisi yang dapat dilihat adalah berita di surat kabar, situs web berita, atau siaran berita di televisi.

    Teks eksposisi adalah jenis teks nonfiksi yang bertujuan untuk menjelaskan atau memaparkan suatu informasi atau pengetahuan kepada pembaca dengan gaya penulisan yang singkat, padat, dan akurat.

    Ciri-ciri teks eksposisi yang terdapat dalam berita:

    • Menjelaskan informasi berdasarkan fakta dengan objektif dan netral.
    • Memiliki struktur yang jelas, seperti tesis, argumentasi, dan penegasan ulang.
    • Menggunakan bahasa yang baku dan mudah dipahami.
    • Menyajikan informasi secara ringkas, padat, dan akurat.

    Tujuan utama teks eksposisi adalah:

    • Memberikan informasi kepada pembaca tentang suatu topik.
    • Menjelaskan suatu proses atau cara kerja sesuatu.
    • Mendefinisikan suatu istilah atau konsep.
    • Menjelaskan hubungan sebab akibat antara dua peristiwa atau lebih.
    • Memberikan argumentasi untuk mendukung suatu pendapat.

    Jenis-jenis teks eksposisi:

    • Teks eksposisi definisi: Bertujuan untuk menjelaskan makna suatu istilah atau konsep.
    • Teks eksposisi klasifikasi: Bertujuan untuk mengelompokkan suatu hal berdasarkan kategori tertentu.
    • Teks eksposisi proses: Bertujuan untuk menjelaskan suatu proses atau cara kerja sesuatu.
    • Teks eksposisi analisis: Bertujuan untuk menguraikan suatu hal menjadi bagian-bagian kecil dan menjelaskan hubungan antar bagian tersebut.
    • Teks eksposisi argumentasi: Bertujuan untuk mengemukakan pendapat dan argumentasi untuk mendukung pendapat tersebut.

    Contoh teks eksposisi:

    Judul: 5 Manfaat Menggunakan Skincare Lokal untuk Kesehatan Kulit

    Tesis: Penggunaan skincare lokal kini semakin digemari masyarakat karena menawarkan berbagai manfaat.

    Argumentasi:

    • Harga lebih terjangkau: Skincare lokal umumnya memiliki harga yang lebih murah dibandingkan produk impor.
    • Bahan baku berkualitas: Banyak skincare lokal yang menggunakan bahan baku alami dan berkualitas tinggi yang cocok untuk kulit orang Indonesia.
    • Mendukung industri kreatif lokal: Membeli skincare lokal berarti turut membantu perkembangan industri kreatif di Indonesia.
    • Lebih mudah ditemukan: Skincare lokal lebih mudah ditemukan di toko-toko kosmetik dan online shop di Indonesia.
    • Ramah lingkungan: Banyak produk skincare lokal yang menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan dan sustainable.
    • Penegasan ulang: Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, tidak heran jika skincare lokal kini semakin digemari masyarakat.

    Selain berita, contoh teks eksposisi lainnya juga dapat ditemukan dalam artikel, buku teks, dan berbagai jenis teks lainnya yang bertujuan untuk menjelaskan informasi.

    Semoga penjelasan ini membantu!

  • Salah Satu Tujuan dari Pembuatan Teks Negosiasi Adalah?

    Salah satu tujuan dari pembuatan teks negosiasi adalah?

    Jawaban:

    Salah satu tujuan utama dari pembuatan teks negosiasi adalah untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

    Teks negosiasi dirancang untuk memfasilitasi proses tawar-menawar, diskusi, dan pertukaran informasi yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak yang terlibat.

    Dengan demikian, tujuan utama dari teks negosiasi adalah untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan memenuhi kepentingan bersama.

    Selain itu, teks negosiasi juga dapat digunakan untuk membangun hubungan yang baik antara pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi serta untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan konflik atau perbedaan pendapat.

    Teks negosiasi biasanya digunakan dalam berbagai situasi, seperti:

    • Perdagangan (misalnya, pembeli dan penjual menawar harga barang)
    • Bisnis (misalnya, dua perusahaan bernegosiasi tentang kontrak kerja sama)
    • Politik (misalnya, dua negara bernegosiasi tentang perjanjian damai)
    • Kehidupan pribadi (misalnya, dua orang tua bernegosiasi tentang jadwal mengasuh anak)

    Berikut beberapa tujuan lainnya:

    • Menyelesaikan masalah atau perselisihan antara dua pihak atau lebih.
    • Menemukan solusi terbaik yang dapat diterima oleh semua pihak.
    • Membangun hubungan yang baik dan saling menghormati antar pihak.
    • Mencapai win-win solution, dimana semua pihak merasa puas dengan hasil negosiasi.
    • Meningkatkan komunikasi dan kerjasama antar pihak.
    • Mencegah terjadinya konflik di masa depan.

    Dengan membuat teks negosiasi yang baik, diharapkan semua pihak yang terlibat dapat mencapai hasil yang memuaskan dan menguntungkan semua pihak.

  • Tuliskan Tujuan Teks Prosedur, Simak Jawabannya di Sini

    Teks prosedur adalah jenis teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan untuk melakukan sesuatu.

    Teks ini bertujuan untuk memberikan panduan kepada pembaca tentang cara menyelesaikan suatu tugas dengan benar dan efisien.

    Ciri-ciri teks prosedur:

    • Mengandung langkah-langkah atau tahapan yang urut dan logis.
    • Menggunakan kalimat imperatif atau perintah.
    • Menggunakan kata-kata yang jelas dan mudah dipahami.
    • Dapat disertai dengan gambar atau diagram untuk memperjelas langkah-langkah.

    Teks prosedur memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:

    1. Memberikan petunjuk

    Teks prosedur bertujuan untuk memberikan petunjuk atau instruksi kepada pembaca tentang cara melakukan sesuatu. Petunjuk ini harus jelas, ringkas, dan mudah dipahami.

    2. Membantu menyelesaikan tugas

    Teks prosedur membantu pembaca untuk menyelesaikan tugas dengan benar dan efisien. Dengan mengikuti langkah-langkah yang tertera dalam teks prosedur, pembaca dapat mencapai hasil yang diinginkan.

    3. Menjelaskan proses

    Teks prosedur menjelaskan proses atau cara kerja sesuatu. Penjelasan ini dapat membantu pembaca untuk memahami cara kerja sesuatu dan meningkatkan pengetahuan mereka.

    4. Meningkatkan keamanan

    Teks prosedur dapat meningkatkan keamanan dengan memberikan petunjuk tentang cara menggunakan alat atau bahan berbahaya dengan aman.

    5. Menjaga konsistensi

    Teks prosedur membantu menjaga konsistensi dalam melakukan sesuatu. Dengan mengikuti langkah-langkah yang sama setiap kali, hasil yang diperoleh akan selalu sama.

    6. Menghemat waktu dan tenaga

    Teks prosedur dapat menghemat waktu dan tenaga dengan memberikan cara yang efisien untuk menyelesaikan tugas.

    7. Meningkatkan profesionalisme

    Penggunaan teks prosedur dapat meningkatkan profesionalisme dalam suatu organisasi dengan memastikan bahwa semua orang mengikuti prosedur yang sama.

    Secara umum, teks prosedur bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas dan ringkas tentang cara melakukan sesuatu.