Tag: tips

  • 4 Tips Memikat Hati Seseorang pada Pandangan Pertama

    Apakah kalian percaya dengan ungkapan cinta pertama? Perlu diketahui bahwa cinta pada pandangan pertama memang benar adanya dan sudah banyak fakta yang membenarkan hal tersebut.

    Tapi, jatuh cinta pada pandangan pertama pun tidak serta merta hadir tanpa sebuah alasan yang tepat sesuai dengan prinsip dasar “sebab-akibat”.

    Lantas, yang perlu kita ketahui dan cari tahu, apakah sebab yang menjadikan cinta tersebut muncul pada pandangan pertama?

    Hal ini penting, sebab cinta pada pandangan pertama tidak hanya ditujukan kepada lawan jenis, melainkan bisa juga ditujukan kepada relasi atau partner berbisnis.

    Cara Memikat Orang Pada Pandangan Pertama

    Nah, untuk lebih jelasanya, simak tips berikut agar kalian mampu memikat orang yang dituju pada saat pandangan pertama.

    1. Penampilan

    Pada dasarnya hampir setiap orang akan terlihat lebih elegan dan berwibawa jika mengenakan pakaian yang rapi.

    Sebab, dari cara berpakaian akan terlihat bagaimana karakter dan kepribadian orang tersebut. Dengan berpenampilan rapi, secara tidak langsung kita sudah menghipnotis orang lain untuk lebih memerhatikan kita.

    Semakin sering seseorang memerhatikan kita, sudah berarti semakin dia tertarik kepada kita. Logika sederhananya seperti itu.

    Jadi, usahakanlah kenakan pakaian yang rapi saat pertemuan pertama dengan seseorang.

    2. Cara Bicara

    Seperti ungkapan yang mengatakan “Diam adalah Emas”. Jangan terlalu banyak bicara jika dirasa tidak perlu atau tidak penting.

    Usahakan berbicaralah mengenai topik yang sedang dibincangkan dan jangan lari ke topik lain. Lantas, jangan terlalu diam.

    Sebab, dengan terlalu diam menunjukkan bahwa kita orang yang mudah dituntun dan tidak memiliki pola berpikir sendiri.

    Penting juga, jangan pernah memotong pembicaraan orang lain, sebab bagaimanapun etika harus tetap kita perhatikan.

    3. Perilaku

    Dalam hal apapun, kesopanan adalah hal yang tidak bisa ditawar walau sedikitpun. Tunjukkan bahwa kita adalah orang yang memiliki tingkat kesopanan tinggi.

    Dengan begitu, orang lain akan menganggap kita sebagai orang yang sangat berkualitas.

    Cara duduk, cara mendengarkan orang berbicara, cara menyampaikan argumen, dan berbagai macam hal lain.

    Termasuk cara kita tersenyum dan tertawa. Semua harus dalam ruang lingkup kesopanan dan tidak menganggu orang lain.

    Membuat orang lain nyaman dengan kita akan memicu lahirnya cinta yang akan menimbulkan efek baik.

    4. Pola Pikir

    Ini sering terjadi, di mana seseorang merasa enggan dengan tema pembahasan yang sedang dibicarakan lantas ia melakukan hal-hal yang tidak semestinya dilakukan.

    Misal saat kita sedang disuguhkan dengan topik perbincangan yang sama sekali tidak penting, alangkah baiknya kita tetap menghargainya.

    Jangan pernah melakukan sesuatu yang bermaksud untuk menghentikan topik pembicaraan tersebut, seperti memainkan handphone atau bahkan pura-pura mengantuk.

    Karena tidak semua orang yang kita anggap bodoh adalah benar-benar bodoh. Kadang mereka sengaja seolah-olah bodoh untuk mengetahui reaksi kita.

  • Bahagia itu Sederhana, Benarkah Begitu?

    Mungkin kita kerap membaca serta mendengar ungkapan yang mengatakan bahwa “Bahagia itu Sederhana” dari berbagai media informasi. Hebatnya lagi, banyak orang yang setuju dengan ungkapan tersebut tanpa mencari tahu terlebih dahulu di mana letak kesederhanaannya.

    Tapi itulah yang terjadi saat ini, bahagianya manusia millennia memang sangat sederhana, terlebih kesederhanaan itu selalu terbungkus rapi pada rak jejaring sosial.

    Perlu diketahui, kebahagiaan dan kesenangan itu berbeda. Jadi, jangan samakan arti dari kedua kata tersebut. Jika kita lebih jeli, saat ini merupakan era di mana anak muda sudah mulai ke luar dari koridor privasinya sendiri.

    Hampir segala sesuatu yang dialami selalu dipamerkan pada jagad maya, baik itu kegiatan positif maupun kegiatan negative. Tapi itu adalah hak yang tidak boleh dicampuri oleh orang lain, sekalipun atas dasar peduli.

    Menurut teori psikologi, manusia yang sering mengumbar kebahagiaannya kepada publik menandakan manusia tersebut tidak seutuhnya bahagia. Benarkah begitu? Mungkin benar, mungkin juga tidak salah.

    Sebab, banyak faktor yang mempengaruhi manusia untuk mengumbar kebahagiaannya kepada publik, salah satunya adalah ingin menunjukkan kepada someone atau bahkan kepada seluruh temannya bahwa ia bahagia.

    Hal tersebut patut diakui, dia ingin menunjukkan bahwasanya saat ini dia telah bahagia bila dibandingkan dengan dulu.

    Contoh lain, ada yang mengumbar foto mesranya bersama pasangan baru dengan caption “Bahagia itu sederhana, melupakan masa lalu dan menggapai masa depan dengan kamu”. Jika ditelisik lebih dalam, ada makna semiotika pada caption yang “aneh” tersebut.

    Jikalau memang sudah bahagia, buat apa menunjukkannya kepada orang lain? Lantas buat apa masih membahas masa lalu? Atau hanya ingin bersembunyi dari rasa rindu? Entahlah, itu hanya opini yang ambigu mendekati pasti.

    Penulis : Maulana Affandi

  • Ingin Menulis Novel Remaja? Perhatikan Hal Penting ini!

    Dunia literasi memang tidak akan ada habisnya. Pada setiap masa pasti bermunculan penulis-penulis berbakat yang siap menciptakan sebuah karya Sastra.

    Karya-karya Sastra tersebut tentunya memiliki kategori yang berbeda. Namun, secara umum karya Sastra dapat dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu fiksi dan nonfiksi.

    Contoh karya nonfiksi adalah pengembangan diri, how to, motivasi, dan sejenisnya. Sedangkan contoh karya fiksi adalah puisi, cerpen, novel, roman. Walau berbeda tapi kedua jenis karya Sastra tersebut haruslah memiliki konsep yang tidak menyesatkan pembaca.

    Oleh karena itu, perlu adanya sebuah penelitian saat hendak menulis karya Sastra yang nantinya akan mengedukasi orang banyak.

    Belakangan ini, buku bacaan yang sedang laris di Indonesia adalah novel. Novel sendiri memiliki arti sebuah karangan prosa yang menceritakan kehidupan seseorang lengkap dengan watak, alur, konflik, dan penyelesaian.

    Novel adalah sebuah karangan kompleks yang teridiri dari ratusan halaman. Walau terkesan membosankan karena harus membaca ratusan halaman, nyatanya kedudukan Novel tidak bisa dijatuhkan. Tetap laris dan tetap dinikmati oleh kaula muda maupun dewasa.

    Dikutip dari beberapa sumber, bahwasanya penikmat novel di Indonesia mayoritas adalah perempuan. Maka dari itu, sebagai penulis Novel haruslah jeli melihat fenomena tersebut.

    Jika mayoritas pembaca Novel adalah perempuan, maka penulis hendaknya mengarang sebuah tokoh laki-laki dengan karakter yang kuat. Karena tokoh laki-laki dalam Novel adalah tokoh yang paling diperhatikan oleh setiap pembaca perempuan.

    Semakin mampu menguatkan tokoh dan karakter laki-laki dalam karangannya, semakin pula membuat para pembaca terhipnotis dengan isi karangan tersebut.

    Tentunya, mereka (perempuan) akan merekomendasikan Novel tersebut ke rekan sehobinya. Semakin sering direkomendasikan, semakin banyak pula Novel tersebut terjual. Sehingga memberikan benefit bagi penulis (materi maupun nama).

    Jadi, saat menulis sebuah Novel hendaknya memperhatikan tokoh laki-laki dan menguatkan karakternya hingga para pembaca merasa terpuaskan dengan adanya tokoh tersebut. Tidak sampai disitu saja, unsur-unsur lainnya juga harus diperhatikan seperti alur, latar, konflik, dan penyelesaian.

    Penulis : Maulana Affandi

  • Copywriter: Penyihir Kata? Simak Penjelasannya!

    Mungkin telinga kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah Copywriter. Namun, tidak semua orang paham mengenai makna dan manfaatnya.

    ntuk memberi pemahaman kepada klahayak ramai, maka artikel kali ini akan membahas secara sederhana mengenai arti dari Copywriter dan apa saja manfaatnya.

    Sebelum masuk pada pembahasan Copywriter, kita harus mengetahui terlebih dahulu bahwasanya Copywriter merupakan sebuah profesi yang dikategorikan sebagai marketing.

    Namun, bukan marketing seperti umumnya (tradisional), tetapi marketing yang bergerak di dunia online atau yang lebih akrab disebut Digital Marketing.

    Apakah berbeda?

    Fungsi Digital Marketing dan marketing tradisional pada umumnya sama! Mereka sama-sama mengenalkan produk, memasarkan, mencari konsumen, dan tujuan akhir adalah menjual. Namun, ruang lingkupnya yang berbeda.

    Jika marketing tradisional hanya dapat mencakup daerah tertentu dari segi pasarnya, maka Digital Marketing mampu menjaring pasar yang lebih luas (tentunya di dunia online) dengan beberapa cara dan strategi.

    Kembali ke pembahasan utama mengenai Copywriter. Sekarang kita sudah mengetahui seorang Copywriter tidak lain adalah sebuah profesi marketing di dunia online.

    Jadi, sebagai seorang Copywriter harus pandai menela’ah trend online dan juga harus aktif berselancar di dunia internet.

    Sebab, dari trend-trend yang sekarang sedang digandrungi, seorang Digital Marketing dapat masuk dan menyelinap ke dalam trend tersebut untuk menjaring pasar yang lebih luas.

    Selain itu, profesi Copywriter harus pandai bermain kata dan bahasa, karena kalimat-kalimat yang digunakan pada naskah yang ditulis harus dan wajib bersifat persuasif, yaitu mengajak dan mempengaruhi pembaca (calon pembeli).

    Sederhananya, mengerti tentang SEO Friendly. Banyak yang mengatakan bahwa Copywriter merupakan penyihir kata,, karena memang seperti itu faktanya. Merubah kalimat biasa, menjadi kalimat yang persuasif dan mengajak.

    Seorang Copywriter harus pandai melihat dan membidik pasar yang akan dituju. Karena jika salah sasaran, semua akan sia-sia. Tulisan yang sudah tirangkai sebaik mungkin juga tidak ada artinya lagi karena salah sasaran.

    Contoh saat akan menjual kosmetik kecantikan, maka pasar yang dituju adalah perempuan. Tidak sampai disitu, tidak semua perempuan memerlukan kosmetik kecantikan. Jadi, jawabannya adalah target pasar adalah perempuan kisaran usia 16-40 tahun.

    Setelah mengetahui target dan pasar yang dituju, barulah kata demi kata disihir menjadi sebuah kalimat yang sangat indah dan sifatnya persuatif.

    Jadi, jangan heran jika banyak orang yang awalnya enggan lantas berubah pikiran dan bernafsu ingin membeli sebuah produk karena telah membaca caption atau kalimat sihir dari seorang Copywriter. Begitulah penjelasan singkat mengenai Copywriter sang penyihir kata. Semoga artikel ini bermanfaat.

    Penulis   : Maulana Affandi

  • Lulusan Sastra, Mau Kerja Apa?

    Patut diakui, tidak semua jurusan di bangku perkuliahan selalu mendapat pandangan baik bagi sebagian orang dalam mengejar karirnya nanti.

    Seolah dukun, mereka yang tidak mengerti apa-apa kerap mempertanyakan hal yang sebenarnya tidak perlu dipertanyakan.

    Terlebih pada Mahasiswa yang berada pada jurusan yang tidak umum dan jarang diminati, seperti Sastra.

    Banyak orang sering bertanya “Kamu kuliah jurusan Sastra, mau jadi apa?”

    Begitulah kira-kira pertanyaan menyesatkan yang sering dilontarkan oleh orang-orang yang tidak paham esensi Sastra.

    Setiap orang memiliki hak dan tanggungjawab atas mimpinya sendiri. Begitu pula Mahasiswa.

    Setiap Mahasiswa selalu memiliki angan dan cita-cita saat yang sangat tinggi.

    Jadi, jika pertanyaan aneh tersebut sering dilontarkan, secara tidak langsung akan melumpuhkan angan yang telah dirajut setinggi mungkin.

    Mungkin menurut sebagian orang, prospek dari Sastra hanyalah berkutat pada penulisan. Memang benar, itu dasarnya.

    Akan tetapi, ada hal di dalam Sastra yang jarang diketahui oleh orang di luar sana.

    Anak Sastra cenderung memiliki kemampuan tata bahasa dan verbal yang baik.

    Selain itu, anak Sastra juga memiliki tingkat sensitivitas tinggi pada bunyi atau tatanan bahasa.

    Cakap berbahasa dan memiliki kemampuan jitu dalam menangkap maksud omongan orang lain. Ingat, kecerdasan orang bisa dinilai dari cara bicaranya.

    Kalau anak Sastra mampu mengatur pola kalimat yang diucapkannya, itu sudah menandakan tingkat kecerdasan anak Sastra yang tidak perlu diragukan lagi.

    “Ujung-ujungnya jadi penulis, mau makan apa?”

    Kadang juga celetukkan tersebut keluar dari bibir orang yang merasa dia lebih hebat dibandingkan anak Sastra.

    Perlu diketahui, J.K Rowling sempat dinobatkan menjadi wanita terkaya karena tulisannya.

    Tidak hanya dia, banyak penulis dalam maupun luar negeri yang bisa mensejahterakan hidupnya dalam urusan financial.

    Dan, satu hal lagi yang paling penting dan jarang disadari oleh banyak orang.

    Penulis adalah pekerjaan mulia, sebab dengan menulis berarti orang tersebut sudah ikut berkontribusi dalam peradaban untuk merubah pola pikir manusia.

    Pada dasarnya, karya tulis merupakan sebuah senjata termahal dalam dunia pendidikan.

    Sehingga banyak orang yang mengatakan jika buku adalah jendela dunia. Lantas siapa yang menciptakan buku jika bukan penulis?

    Bayangkan saja, jika penulis mampu merubah pola pikir jutaan orang dengan karyanya, apakah hal tersebut sia-sia?Tentu saja tidak!

    Dan, apa yang bisa dikenang dari manusia saat sudah tiada? Satu-satunya jawaban adalah karya.

    Selain menjadi penulis buku, masih banyak progress baik bagi Mahasiswa Sastra dalam mencapai karirnya.

    Seperti CopyWriter, Jurnalis, Psikologi, Digital Marketing, Editor, Lembaga Pendidikan, Sutradara, Blogger, Aktor, Penyunting Naskah, Penulis Skenario, Dubes, dan masih banyak yang lainnya.

    Jadi, jangan sampai semangat yang telah membara redup begitu saja karena ucapan-ucapan tidak sehat dari orang-orang yang tidak mengerti esensi Sastra.

    Author : Maulana Affandi

  • Move On dengan Menulis – Tutup Luka itu Sebelum Mati Rasa

    Setiap manusia pasti memiliki hasrat dan keinginan untuk memiliki sebuah hubungan yang harmonis dan penuh dengan cinta. Saling menyayangi dan saling memberi topangan saat dibutuhkan. Saling mendengarkan saat ada sebuah rangkaian kata yang dilantunkan. Saling memijak saat kaki tak mampu lagi beranjak.

    Tapi, kadang harapan dan angan tersebut sirna. Kebahagiaan yang didambakan berujung kesedihan dan penderitaan.

    Ditinggal oleh kekasih memang menyayat hati dan meninggalkan luka yang cukup dalam. Luka tersebut tentunya sangat susah untuk ditambal. Jangankan untuk sembuh, menghilangkan nyeri karena kontraksinya saja terasa sangat sulit. Sehingga muncul pikiran-pikiran yang tidak rasional demi menghilangkan rasa nyeri tersebut.

    Sudah menjadi rahasia umum, saat mengalami putus cinta kebanyakan orang melakukan hal yang bisa mengobati luka namun sifatnya hanya sementara. Mencari kebahagiaan yang semu dan tidak ada kejelasan apakah kebahagiaan tersebut dapat membalut luka tersebut.

    Sebab, luka di dalam hati adalah luka yang serius dan tidak bisa disepelekan. Ingat, tidak bisa disepelekan. Jadi, jangan melakukan hal yang tidak masuk akal hanya untuk melupakan rasa sakit pada luka itu sedangkan luka dalam itu belumlah sembuh total.

    Menulislah. Ya, menulis. Mungkin kisah dan keluh kesah yang dirasakan mampu tertuang dalam rajutan kata. Melampiaskan ke goresan yang tak menambah luka.

    Ungkapkan segala isi hati kepada buku yang siap menjaga rahasia tentang cerita dan kronologi terjadinya luka tersebut. Setelah semua kegundahan dalam hati mampu tertuang kepada penjaga amanat terbaik yaitu buku, maka rasa nyeri pada luka itu akan sedikit menghilang.

    Saat rasa nyeri tersebut mulai menghilang, langkah terakhir adalah dengan menambal luka itu dan menunggu seseorang yang siap memberi perban sebagai pelindung agar luka tersebut tidak semakin parah karena gangguan-gangguan luar.

    Menunggu? Tidak! Seseorang pembawa perban tidak akan datang jika tidak dicari. Semakin lama menunggu, luka itu akan semakin membusuk sehingga bisa mati rasa. Pilihannya, membiarkan luka itu tetap ada atau membusukkan luka itu sehingga mati rasa? Tentu tidak keduanya.

    Pilihan yang tepat adalah mencoba memperbaiki diri dengan membuang segala keburukan ke dalam buku dengan tulisan. Saat semua keburukan sudah dituangkan ke dalam buku, tutup buku itu rapat-rapat agar aromanya tidak terendus selagi luka belum terobati.

    Lantas, carilah orang yang siap memberi perban untuk mengobati luka tersebut. Jangan biarkan luka itu terus berkembang sehingga membuat mati rasa.

    Penulis : Maulana Affandi

  • Cara Menulis Kata Asing yang Belum di Indonesiakan

    Cara Menulis Kata Asing yang Belum di Indonesiakan

    Dalam Penulisan kata asing yang belum di Indonesiakan kita harus mengikuti kaidah – kaidah Ejaan yang berlaku di Indonesia.

    Kata – kata asing yang ejaanya belum di sesuaikan dengan ejaan Bahasa Indonesia, maka kata – kata asing tersebut harus ditulis dengan huruf miring.

    Contohnya seperti:

    1. Kata asing sophisticated berbeda dengan kata Indonesia canggih.

    2. Dewasa ini banyak perusahaan yang go public.

    3. Politik devide et impera merupakan politik penjajah yang pernah digunakan untuk memecah belah persatuan bangsa Indonesia.

    Akan tetapi, kata – kata serapan seperti sistem, efektif, struktur, konglomerat dan efisien tidak dituliskan dengan huruf miring.

    Hal ini disebabkan karena di samping sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia, ejaannya pun telah di sesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia.

    Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa kata – kata serapan tersebut sudah di perlakukan seperti halnya kata –kata asli Bahasa Indonesia.

    Kata serapan (kata asing) yang masuk ke dalam Bahasa Indonesia melalui empat cara antara lain adalah sebagai berikut:

    Adaptasi

    Cara adaptasi yaitu dengan cara mengambil makna yang terkandung di dalam kata asing tersebut, sedangkan dalam penulisanya di sesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia. Sebagai Contoh pada kata “Pluralization” menjadi “pluralisasi”.

    Adopsi

    Cara Adopsi yaitu dengan cara mengambil keseluruhan kata asing tersebut tanpa diganti sedikitpun. Contoh seperti : plaza, supermarket, mall dan lain – lain.

    Kreasi

    Cara Kreasi yaitu dengan cara mengambil konsep dasar yang terdapat di dalam kata asing tersebut.

    Misalnya, kata yang dalam bahasa asingnya ditulis dalam dua atau tiga kata, sedangkan di dalam bahasa Indonesia hanya dituliskan dengan satu kata. Contoh seperti: “Spare parts” berubah menjadi “suku cadang”.

    Penerjemahan

    Penerjemah yaitu dengan cara mengambil konsep yang terkandung di dalam bahasa asing tersebut, setelah itu kata tersebut dicari padanannya di dalam bahasa Indonesia. Contohnya seperti : “Try out” berubah menjadi “uji coba”.

  • Cara Membuat Esai yang Baik dan Contoh Esai

    Cara Membuat Esai yang Baik dan Contoh Esai

    Cara Membuat Esai

    Essay adalah sebuah tulisan yang mengandung opini, pandangan, atau ekspresi pribadi mengenai sebuah hal yang sedang berlangsung di masyarakat. Agar maksud yang ingin disampaikan dalam sebuah essay bisa tesampaikan dengan baik, maka sebuah essay harus ditulis dengan sebaik mungkin. Berikut ini adalah cara membuat essay yang baik:

    1. Tentukan tema yang menarik

    Sebelum menulis sebuah essay, tentukan terlebih dahulu essay apa yang ingin Anda tulis. Sebuah tema yang bagus akan mempengaruhi isi keseluruhan essay tersebut. Oleh karena itu, pilihlah tema yang sedang hangat – hangatnya terjadi, sehingga para pembaca mau meluangkan waktunya untuk membaca essay yang akan Anda tulis.

    2. Lakukan research

    Setelah mendapatkan tema, lakukanlah research melaui buku atau internet tentang tema tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendukung argument – argument yang ingin Anda tulis di dalam essay, sehingga pendapat Anda akan semakin kuat. Jika essay Anda didukung dengan data seperti, fakta, contoh, teori, dan lain – lain, maka esaay tersebut akan menjadi bagus. Sebaliknya, jika essay Anda tidak memiliki data – data pendukung, tulisan Anda ini akan dianggap omong kosong dan orang – orang tidak akan percaya dengan essay yang Anda buat.

    3. Membuat outline

    Membuat kerangka atau outline sangat berguna ketika membuat sebuah karya tulis. Hal ini dilakukan untuk menyususn ide – ide yang ingin diungkapkan. Selain itu, dengan outline, tulisan Anda tidak akan keluar dari ide atau tema, sehingga essay Anda akan koherence dan logis.

    4. Memperhatikan pemilihan kata

    Essay yang baik adalah essay yang menggunakan bahasa yang baik, karena essay adalah karya tulis formal. Oleh karena itu gunakanlah bahasa – bahasa yang formal. Disamping itu, Anda juga perlu mempertimbangkan siapa calon pembaca essay. Jika calon pembaca essay Anda adalah para intelektual, gunakanlah bahasa intelektual pula. Sebaliknya, jika calon pembaca adalah masyarakat umum, gunakanlah bahasa umum, tetapi tetap menggunakan bahasa formal. Hal ini dilakukan untuk membuat essay Anda selain bagus secara struktur, juga baik secara konteks, karena mudah dipahami.

    5. Kerjakan

    Setelah hal – hal di atas telah selesai dilakukan, mulailah menulis. Dalam menulis essay ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu:

    A. Introduction.

    Introduction adalah bagian awal essay, Bagian ini mengungkapkan hal yang akan dibahas di dalam sebuah essay. Selain itu, di dalam introduction juga terdapat statement Anda tentang suatu pemasalahan yang akan dibahas, tulislah statement tersebut dengan bahasa yang bisa menimbulkan pertanyaan dan keingintahuan dari pembaca untuk mencari tahu alasan – alasan tentang statement tersebut.

    B. Isi.

    Bagian selanjunya adalah isi. Bagian ini mengandung garis besar keseluruhan isi essay. Tulislah dengan mengacu pada point – point pada outline yang telah dibuat. Kembangkanlah point – point tersebut dan jangan lupa untuk memberikan pendukung berupa data agar opini Anda tidak lemah.

    C. Penutup.

    Bagian selanjutnya adalah penutup. Bagian ini berupa konklusi atau kesimpulan dari essay. Tulislah kembali point – point pada bagian isi dengan bahasa lain dan dalam satu kalimat. Sebuah kesimpulan harus mewakili isi essay tersebut dan janganlah memunculkan ide atau topik baru pada bagain penutup.

    6. Judul

    Judul juga penting dalam membuat essay. Judul yang baik adalah judul yang bisa memikat perhatian orang lain, sehingga mereka tertarik untuk membacanya.

    Contoh Esai

    Kebut Membawa Maut

    Akhir – akhir ini sering sekali terjadi kecelakaan di jalan raya, terutama pada musim mudik atau menjelang lebaran. Kecelakaan – kecelakaan tersebut disebabkan oleh banyak faktor, seperti faktor kelelahan, mengantuk, kebut-kebutan, mesin yang tidak fit, dan lain – lain. Namun, dari banyaknya faktor tersebut, kebut-kebutan adalah faktor yang paling berbahaya diantara semua faktor – faktor lainnya.

    Menurut data yang diperoleh dari kepolisian dan jasa raharja, pada tahun lalu terjadi 1900 kasus kecelakaan di jalan raya akibat kebut-kebutan. kebut-kebutan di jalan raya sangatlah berbahaya karena menyebabkan kerugian baik bagi diri senidri maupun orang lain. Untuk meyakinkan statement di atas, berikut ini adalah dua paragaf yang membahas tentang kerugian akibat kebut-kebutan di jalan raya.

    Yang pertama adalah, kebut-kebutan bisa mencelakai diri sendiri dan orang – orang terkasih. Mengendari kendaraan di luar batas normal akan menyebabkab kecelakaan, sehingga melukai diri sendiri dan orang – orang terkasih yang ada di dalam mobil. Bahkan tidak hanya melukai, tetapi juga bisa mengambil nyawa mereka yang kebut-kebutan di jalan raya. Data dari kepolisian juga mengungkapkan bahwa dari 1900 kasus kecelakaan akibat kebut-kebutan, sekitar 5034 orang meninggal dunia.

    Kedua, kebut-kebutan bisa mencelakai orang lain, khusunya pejalan kaki. Para pengemudi yang memacu kendaraannya di luar batas bisa kehilangan control akan kendaraanya, sehingga akan menabarak para pejalan kaki. Contohnya kasus yang terjadi di Tugu Tani, Jakarta lima tahun lalu, sebanyak 17 orang meninggal dunia, dan 20 lainya luka – luka, akibat tertabrak mobil yang dikendarai oleh seorang wanita.

    Oleh karena itu, kebut-kebutan bisa menyebabkan kecelakaan dan mengantarkan kematian di jalan raya, tidak hanya bagi pengemudi, tetapi juga bagi orang lain yang ikut menggunakan jalan raya yang tidak bersalah.

  • Kumpulan Quote Inspiratif

    1. “Janji-janji adalah hutang. Jika tak kau penuhi ia akan menjelma kenang yang mencarimu ke mana saja kau bertualang”

    2. “Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketikadia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta”

    3. “Bersyukurlah atas marahnya seseorang padamu sebab ia peduli. Karena ketika ia diam, kau telah kehilangannya”

    4. “Hidup kita seperti sebuah taman, cabutlah gulmanya dan siramlah air kepadanya bunganya”

    5. “Rasa sakit membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup”

    6. “Jika kita ingin menggantungkan harapan yang besar. Maka kita harus siap untuk menanggung kekecewaan yang besar pula”

    7. “Sebenarnya orang sukses dan gagal memiliki persamaan, yaitu sama-sama konsisten! Yang satu konsisten dengan tujuan, yang satu lagi konsisten cari alasan, yang manakah Anda?”

    8. “Mulai melangkah! Targetmu mungkin tinggi dan sulit, tapi semakin kamu malas memulai, sempitnya waktu akan semakin membuat target itu lebih sulit. Semakin cepat kamu memulai langkahmu, semakin kamu punya waktu untuk atasi kesulitanmu”

    9. “Jangan pernah menyepelekan apapun yang kamu miliki, karena mungkin yang kamu miliki itu sangat diinginkan oleh orang lain”

    10. “Saat orang-orang berusaha menjatuhkanmu, itu tandanya kamu berada di level lebih tinggi dari mereka”

  • Menulis Adalah Cara Menangani Malas Belajar

    Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman nih. Bagi kalian yang sangat susah dan merasa malas untuk belajar, mungkin cara saya ini dapat menjadi alternatif untuk menanganinya.

    Belajar itu selalu diidentikkan dengan membaca, membaca, dan membaca. Namun, tak jarang orang yang enggan untuk membaca.

    Jangankan membaca, menyentuh buku dan membukanya saja sudah tidak ada hasrat. Membaca karena paksaan atau keadaan tertekan pasti tidak akan bermanfaat bagi kita dan hanya menimbulkan depresi.

    Nah, sama seperti saya dulu. Saya akan belajar jika telah terjadi tragedi antara saya dan orang tua. Lambat laun saya merasa prestasi saya mulai menurun karena kurangnya minat belajar.

    Setelah nilai-nilai semakin anjlok dan terjun bebas, saya mulai sadar akan pentingnya belajar. Mulai dari situlah saya membulatkan niat untuk giat belajar supaya nilai tidak tambah terjun bebas hilang terbawa angin.

    Setelah keinginan hati sudah dimantapkan, kendala yang terjadi adalah tentang selera. Saya yang sudah terbiasa malas membaca tetap enggan untuk menyentuh buku bacaan atau buku paket.

    Awalnya saya bertanya dalam hati “bagaimana saya bisa mengerti dengan pelajaran jika saya tidak membaca?”. Semakin dipaksa, semakin rusak mood untuk belajar. Akhirnya saya menyiasatinya dengan MENULIS.

    Menulis merupakan alternative bagi yang sangat susah untuk membaca. Menulis memang tidak mudah, karena kadang kita bingung dengan apa yang akan kita tulis.

    Namun, menulis juga menjadi hal yang sangat sederhana apabila kita penuh penghayatan dan rasa ikhlas. Menulis dapat dilakukan kapan saja sesuai keinginan kita, biasanya orang yang mulai suka menulis akan terus menulis dengan tekun.

    Orang menulis sudah pasti membaca apa yang dia tulis. Jadi kebiasaan menulis tanpa sadar membuat kita tulus membaca walaupun kita adalah orang yang sangat malas untuk membaca.

    Menulis bukan cuma hanya satu topik, banyak yang dapat ditulis. Seperti puisi, cerpen, pengalaman pribadi, dan sebagainya.

    Orang yang sering menulis dan terus menulis biasanya berganti-ganti topik tulisan karena dia bosan dengan topik yang sama. Jadi untuk teman-teman yang malas belajar (membaca), menulislah mulai sekarang.

    Tulis tulisan yang menurut kalian bermanfaat atau tulis apa saja yang ingin kalian tulis asalkan sifatnya positif.

    Untung-untung jika tulisan kita dilirik salah satu penerbit atau media cetak dan akhirnya diterbitkan. Setelah cukup banyak tulisan yang ditulis, nanti kalian akan terbiasa dan akan sangat merasakan betapa nikmatnya menulis dan betapa luar biasa manfaatnya tanpa kita sadari.

    Nah, semoga pengalaman saya bermanfaat untuk kalian semua. Ingat, seringlah menulis agar tidak salah tulis dan seringlah membaca agar tidak salah baca.