Tag: unej

  • Satu dari 103 Peserta Terpilih, Mahasiswi UNEJ Ikuti Program Internasional NSP 2025 di Taiwan

    Satu dari 103 Peserta Terpilih, Mahasiswi UNEJ Ikuti Program Internasional NSP 2025 di Taiwan

    Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) di kancah internasional.

    Scientiatari Cahyaning Adhi, mahasiswi angkatan 2023 Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), berhasil terpilih sebagai salah satu peserta New Southbound Policy (NSP) Short-term Study Program 2025 di National Quemoy University (NQU), Taiwan.

    Mahasiswi yang akrab disapa Scien ini menjadi satu dari 103 mahasiswa terpilih dari tujuh negara mitra NSP yang mengikuti program studi internasional bergengsi tersebut.

    Program ini tidak hanya berlangsung di NQU, tetapi juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi ternama di Taiwan, seperti Taipei Medical University, National Chung Hsing University, National Taipei University of Technology, serta National Pingtung University of Science and Technology.

    Selama satu semester penuh, mulai September 2025 hingga Januari 2026, Scien akan menjalani berbagai kegiatan akademik dan nonakademik. Ia akan mempelajari mata kuliah seperti New Southbound Policy, Cross-Strait Relations, Regional Security, dan International Relations.

    Selain itu, peserta juga mengikuti kursus intensif Bahasa Mandarin selama 12 jam per minggu, serta kegiatan kunjungan lapangan dan program kebudayaan untuk mengenal masyarakat Taiwan secara langsung.

    Untuk bisa lolos, Scien harus melewati proses seleksi yang cukup kompetitif, mulai dari tahap administrasi, penilaian motivation letter, hingga wawancara. Ia bersaing dengan ratusan pendaftar dari berbagai negara.

    “Saya merasa sangat bersyukur dan bangga bisa terpilih. Ini adalah tantangan baru sekaligus kesempatan besar untuk berkembang, baik secara personal maupun profesional,” ungkap Scien.

    Ia mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi justru berasal dari sisi mental. Melihat banyaknya peserta dari berbagai latar belakang negara sempat membuatnya ragu.

    Namun, Scien memilih fokus mempersiapkan diri sebaik mungkin, khususnya dalam menyusun motivation letter dan menghadapi wawancara.

    “Dari situ saya sadar, it’s not only hard work, but also having the confidence to believe in yourself,” tuturnya.

    Ketertarikan Scien pada kajian hubungan lintas selat (cross-strait studies) menjadi motivasi utama mengikuti program ini. Menurutnya, program di NQU menawarkan pendekatan yang menghubungkan teori dengan realitas di kawasan.

    “Program di NQU ini unik karena menghubungkan teori dengan konteks nyata di kawasan. Saya harap bisa memperdalam pemahaman sekaligus melatih cara berpikir kritis untuk bekal di masa depan,” jelasnya.

    Lebih jauh, Scien berharap pengalaman internasional yang diperolehnya dapat memberikan kontribusi positif bagi UNEJ.

    Ia ingin berbagi ilmu serta memotivasi mahasiswa lain agar berani mengambil peluang global.

    “Saya ingin berbagi dengan teman-teman, sekaligus memotivasi agar lebih banyak mahasiswa UNEJ berani mengambil peluang internasional,” ujarnya.

    Sebagai penutup, Scien membagikan pesan bagi mahasiswa UNEJ yang ingin mencoba program serupa.

    Menurutnya, keberanian untuk memulai adalah kunci utama. Ia menyarankan agar calon pendaftar tidak terpaku pada kekurangan, seperti kemampuan bahasa atau minimnya sertifikat, melainkan lebih menonjolkan motivasi dan tujuan yang jelas dalam setiap kesempatan. (Humas UNEJ)

  • Riset Doktor Perdana Bioteknologi UNEJ Ungkap Infeksi Ganda Virus Mosaik Tebu demi Ketahanan Pangan Nasional

    Riset Doktor Perdana Bioteknologi UNEJ Ungkap Infeksi Ganda Virus Mosaik Tebu demi Ketahanan Pangan Nasional

    Persoalan rendahnya produktivitas tebu nasional yang berimbas pada ketersediaan gula dalam negeri mendorong lahirnya riset doktoral di bidang Bioteknologi Universitas Jember (UNEJ).

    Penelitian tersebut digagas oleh Dr. Intan Ria Neliana, S.Pd., M.Biotek, yang menjadi lulusan perdana Program Doktor Bioteknologi UNEJ.

    Selama 3,5 tahun penelitian, Intan menelusuri penyebab kompleks penyakit mosaik pada tanaman tebu di sejumlah wilayah Jawa Timur.

    Hasil risetnya mengungkap fakta bahwa penyakit tersebut tidak hanya disebabkan oleh satu jenis virus, melainkan dapat melibatkan infeksi ganda bahkan hingga tiga virus sekaligus.

    Temuan ini menjadi laporan pertama di Indonesia dan memberikan penjelasan ilmiah atas belum optimalnya upaya pengendalian penyakit mosaik selama ini.

    “Hal yang paling menarik bagi saya adalah ketika berhasil membuktikan adanya infeksi double dan triple virus mosaik pada tanaman tebu di perkebunan Jawa Timur,” ungkap Intan.

    “Temuan ini penting karena membuka pemahaman baru tentang kompleksitas penyakit mosaik dan langkah strategis yang perlu dilakukan untuk menanganinya.”

    Dalam disertasinya, Intan mengidentifikasi keberadaan Sugarcane Mosaic Virus (SCMV), Sugarcane Streak Mosaic Virus (SCSMV), serta Sorghum Mosaic Virus (SrMV) pada berbagai varietas tebu di empat lokasi berbeda.

    Dari 61 sampel yang dianalisis menggunakan pendekatan molekuler, mayoritas terinfeksi SCMV dan SCSMV, bahkan beberapa tanaman menunjukkan infeksi ganda dan triple virus yang berdampak pada penurunan kemampuan fotosintesis.

    Tak hanya memetakan persoalan, penelitian ini juga menghadirkan inovasi deteksi dini.

    Intan mengembangkan antibodi poliklonal berbasis protein rekombinan yang mampu mengidentifikasi virus mosaik secara sensitif dan spesifik melalui teknik imunoblotting, Immuno-Capture RT-PCR, serta ELISA.

    Metode ini diharapkan membantu petani mendeteksi penyakit sejak dini untuk mencegah penyebaran lebih luas.

    Sebagai upaya jangka panjang, riset ini turut mengarah pada penguatan ketahanan genetik tebu.

    Melalui teknologi RNA interference (RNAi), Intan berhasil membangun konstruksi plasmid RNAi untuk gen coat protein SCMV dan SCSMV, yang menjadi fondasi pengembangan tanaman tebu dengan ketahanan ganda terhadap virus mosaik.

    Varietas NX-04 yang rentan terhadap penyakit ini pun telah diperbanyak dan dimanfaatkan sebagai bahan awal transformasi genetik.

    Temuan tersebut diharapkan berkontribusi pada peningkatan produktivitas tebu nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di sektor gula.

  • Universitas Jember Latih Guru TK Banyuwangi Kembangkan Media Budaya Osing dengan Memanfaatkan AI

    Universitas Jember Latih Guru TK Banyuwangi Kembangkan Media Budaya Osing dengan Memanfaatkan AI

    Dalam upaya mendorong pelestarian budaya lokal sejak dini, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Jember melaksanakan kegiatan pelatihan bertema “Pengembangan Media Pembelajaran Budaya Osing Berbasis Artificial Intelligence (AI) Sebagai Sarana Pelestarian Budaya Pada Anak Usia Dini”.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Dosen Mengabdi di Desa Asal dan menyasar para pendidik anak usia dini di Kabupaten Banyuwangi.

    Pelatihan yang digelar pada Sabtu, (7/62025) di TK Sayuwiwit ini diikuti oleh guru-guru dari enam lembaga Taman Kanak-Kanak (TK) yang tergabung dalam Gugus 6 Gugus Barong Ider Bumi, Kecamatan Banyuwangi.

    Tujuan utama pelatihan ini adalah membekali para guru TK dengan pengetahuan serta keterampilan dalam menciptakan media pembelajaran digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mengangkat konten budaya lokal khas masyarakat Osing.

    Mengingat anak-anak zaman sekarang sangat akrab dengan teknologi, penggunaan media digital untuk memperkenalkan budaya lokal dinilai sebagai pendekatan yang strategis agar anak-anak tetap terhubung dengan identitas budaya mereka di tengah kemajuan teknologi.

    Sepanjang kegiatan pelatihan, para guru dikenalkan dengan berbagai macam teknologi AI yang bisa dimanfaatkan dalam dunia pendidikan, seperti AI untuk menghasilkan teks cerita, ilustrasi gambar, video, suara, musik, hingga animasi 3D.

    Para peserta tidak hanya menerima penjelasan teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan media pembelajaran yang menarik dan kontekstual dengan bantuan AI.

    Sebagian besar guru telah memiliki pengetahuan dasar tentang pemanfaatan AI, khususnya dalam membuat teks.

    Namun, antusiasme meningkat ketika pemateri dari Universitas Jember memperlihatkan contoh lagu anak bertema budaya lokal Banyuwangi yang dihasilkan dengan bantuan AI.

    Praktik Dosen Mengabdi di Desa Asal
    Praktik Dosen Mengabdi di Banyuwangi (Dok. sastrawacana.id/)

    Dalam sesi praktik, para guru diajak menggali tema-tema khas budaya Banyuwangi, seperti tarian tradisional, makanan khas, bahasa Osing, serta kekayaan alam daerah, untuk kemudian disusun menjadi lagu edukatif yang ramah bagi anak-anak.

    Kemudian, dengan memanfaatkan teknlogi AI generatif juga tercipta melodi lagu indah dengan nuansa ceria.

    Tidak hanya membuat lagu, para guru juga berlatih membuat animasi 3D sederhana yang menampilkan kekayaan flora dan fauna khas Blambangan.

    Animasi flora meliputi berbagai jenis bunga, buah, dan pohon, sedangkan animasi fauna menampilkan keanekaragaman hewan laut Banyuwangi serta satwa liar dari hutan Alas Purwo.

    Media visual interaktif ini dirancang agar dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas, membantu anak mengenali objek-objek budaya dan alam tanpa harus melihatnya secara langsung.

    “Saya sangat terkesan karena ternyata membuat lagu dan animasi bisa dilakukan dengan bantuan AI. Kami jadi lebih dimudahkan dan berikutnya dapat menjadi inspirasi dalam mengajarkan budaya lokal kepada anak menjadi semakin menarik,” ujar Ibu Nanik, salah satu guru TK dari Kecamatan Kebalenan.

    Reski Yulina Widiastuti, selaku ketua tim pengabdian, menegaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini bukan sekadar mengenalkan teknologi AI kepada guru, melainkan memperkenalkannya sebagai alat bantu strategis untuk menggali dan mengembangkan ide-ide kreatif dalam proses pembelajaran berbasis budaya.

    “Dengan AI, guru bisa menciptakan lagu, animasi, cerita interaktif, dan banyak hal lainnya tanpa harus menjadi ahli teknologi,” jelasnya.

    Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi dan kolaborasi antarguru, sehingga tercipta komunitas kreatif yang aktif dalam menciptakan konten pembelajaran yang berakar pada budaya lokal.

    Melalui pelatihan ini, diharapkan para pendidik usia dini di Banyuwangi, khususnya di jenjang TK, dapat meningkatkan kompetensi digital mereka dan menghasilkan media pembelajaran yang edukatif sekaligus memikat.

    Harapannya, guru-guru dapat menjadi pionir dalam upaya pelestarian budaya Osing melalui pendidikan yang inovatif, menyenangkan, dan sejalan dengan perkembangan teknologi masa kini.

  • Mengagumkan, UNEJ Berhasil Raih Akreditasi Unggul hingga 2030

    Mengagumkan, UNEJ Berhasil Raih Akreditasi Unggul hingga 2030

    Universitas Jember (UNEJ) mendapat kado spesial di usia ke-60, dengan prestasi berhasil mempertahankan akreditasi Unggul hingga tahun 2030.

    Pengumuman tersebut disampaikan oleh Rektor UNEJ, Iwan Taruna, saat memimpin upacara peringatan Dies Natalis ke-60 yang berlangsung di lapangan kampus Tegalboto pada 10 November 2024.

    Iwan Taruna menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan semangat gotong royong seluruh civitas akademika UNEJ.

    Keberhasilan ini membuktikan bahwa UNEJ tidak hanya mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain di Indonesia, tetapi juga menunjukkan kualitas yang diakui secara nasional.

    Bahkan, pada pemeringkatan Times Higher Education World University Ranking (THE WUR) 2025, UNEJ berhasil menempati posisi kesepuluh di antara seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia.

    “Alhamdulillah, menapaki usia ke enam puluh tahun, UNEJ berhasil meraih banyak prestasi. Salah satunya dengan keberhasilan mempertahankan akreditasi Unggul hingga tahun 2030. Terima kasih atas kerja sama dan gotong royong yang sudah ditunjukkan semua pihak di UNEJ. Mari pertahankan dan tingkatkan pencapaian ini mengingat tantangan ke depan makin kompleks,” ungkap Iwan Taruna dalam sambutannya.

    Rektor UNEJ ini juga mengajak seluruh keluarga besar universitas untuk menjadikan peringatan Dies Natalis ke-60 sebagai momen refleksi dan evaluasi diri.

    Ia menekankan pentingnya semangat berinovasi dan kreativitas di dunia pendidikan tinggi agar UNEJ dapat terus memberikan kontribusi positif bagi Indonesia, sesuai dengan tema peringatan kali ini, “UNEJ Unggul Menyongsong Indonesia Emas.”

    Iwan Taruna mengingatkan bahwa perjuangan UNEJ dimulai dari kerja keras para pendahulu, seperti Triumvirat dr. R. Achmad, R. Th. Soengedi, dan R. Mas Soerachman yang bersama Bupati Jember pada masa itu, R. Soedjarwo, berjuang keras untuk mendirikan perguruan tinggi di wilayah yang terbilang terpencil.

    Meskipun usaha mereka awalnya diremehkan, berkat semangat persatuan dan gotong royong, UNEJ akhirnya berdiri dan berkembang pesat.

    “Marilah kita terus bersyukur dan melanjutkan perjuangan mereka,” tutup Iwan Taruna.

    Setelah upacara, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Slamin, menjelaskan bahwa keputusan UNEJ mempertahankan akreditasi Unggul tertuang dalam Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor 2719/BAN-PT/PMT1/2024 yang diterbitkan pada 5 November 2024.

    Dalam surat tersebut, BAN-PT menyatakan bahwa UNEJ telah memenuhi sepuluh persyaratan yang ditetapkan, seperti jumlah mahasiswa baru, rasio dosen dengan mahasiswa, jumlah dosen bergelar doktor, dan tingkat kelulusan tepat waktu, sehingga berhak mendapatkan akreditasi Unggul hingga 5 Juli 2030.

  • Kisah Zulfazein Prasetya dalam Program IISMA di University of Szeged, Hungaria

    Kisah Zulfazein Prasetya dalam Program IISMA di University of Szeged, Hungaria

    Zulfazein Prasetya, mahasiswa dari program studi Agribisnis di Fakultas Pertanian Universitas Jember, mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar di luar negeri melalui program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).

    Saat ini, ia menjalani studi di University of Szeged, Hungaria, selama satu semester dalam program IISMA 2024.

    Zein, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa motivasinya untuk mengikuti IISMA adalah untuk mengeksplorasi sistem pendidikan di luar negeri, terutama dalam bidang agribisnis dan pertanian.

    “Aku pengen ngerasain kampus/college life di luar negeri dan belajar bidang studiku yaitu pertanian dan ngeliat bedanya di luar negeri dengan di Indonesia itu seperti apa,” ujarnya pada Minggu (06/10/2024).

    Ia memilih University of Szeged karena ingin menemukan kampus yang menawarkan program studi sesuai dengan minatnya, sehingga proses konversi SKS (Sistem Kredit Semester) menjadi lebih mudah.

    Aku mencari kampus yang menawarkan course yang berkaitan dengan pertanian atau agribisnis supaya nanti proses konversiku lebih mudah, finally aku diterima di Faculty of Agricultural Engineering,” tuturnya dengan penuh semangat.

    Setelah tiga minggu berada di Hungaria, mahasiswa asal Banyuwangi ini menemukan banyak hal menarik.

    Salah satu hal yang paling mencolok adalah keberagaman mahasiswa internasional di kampusnya.

    “Sekitar 20 persen mahasiswa di University of Szeged itu mahasiswa internasional. Jadi selain berkenalan dengan teman-teman dari Hungaria, aku juga bertemu mahasiswa dari seluruh dunia seperti Cina, Nigeria, USA, Laos, Filipina, India, Spanyol, Perancis, dan banyak lagi,” tambahnya.

    Zein juga menyatakan bahwa salah satu hal yang mengejutkan adalah distribusi gedung fakultas di seluruh kota.

    “Yang bikin aku kaget gedung-gedung fakultas di kampusku tersebar di seluruh kota, setiap fakultas disini punya gedung dan alamat sendiri. Mereka act like their own institutions yang berada di bawah naungan University of Szeged as a whole,” imbuhnya.

    Ia juga mengapresiasi sistem pembelajaran di University of Szeged yang mendukung belajar mandiri.

    Zein merasakan perbedaan dalam budaya akademik, terutama dalam hal hubungan sosial antar mahasiswa.

    Ia menemukan bahwa cara bersosialisasi di Indonesia tidak sepenuhnya berlaku di luar negeri.

    Zein juga berbagi beberapa tips untuk mahasiswa yang ingin mendaftar IISMA. Ia menekankan pentingnya mempersiapkan diri dan tidak meremehkan proses seleksi.

    “Cari informasi tentang apa saja yang harus dipersiapkan, bertanya kepada awardee IISMA sebelumnya, serta dosen pembimbing,” sarannya.

    Ia menekankan pentingnya persiapan, mulai dari sertifikat bahasa Inggris hingga dokumen lain yang memerlukan waktu dan biaya.

    “Ini bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng. Selain itu, aktiflah mengikuti event-event yang dapat meningkatkan kualitas diri, karena itu akan membuat kalian lebih menonjol di antara ribuan pendaftar lainnya,” imbuhnya.

  • Dekan FIB UNEJ Sambut 319 Mahasiswa Baru Tahun 2024 dengan Semangat dan Harapan

    Universitas Jember (UNEJ) menyambut kedatangan 319 mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya (FIB) angkatan 2024 dalam upacara pelantikan yang dihadiri Dekan FIB, Prof. Dr. Sukarno, M.Litt.

    Acara tersebut dilaksanakan di Fakultas Ilmu Budaya dan turut dilaporkan oleh Ketua Panitia Seleksi, Prof. Dr. Salamin.

    Mahasiswa baru ini diterima melalui lima jalur seleksi, yaitu SNPT, SNBT, Mandiri, Pascasarjana, dan Mahasiswa Asing.

    Dalam sambutannya, Prof. Sukarno mengingatkan mahasiswa untuk merasa bangga dan bersyukur atas penerimaan mereka di kampus ini. Ia menyampaikan lima poin penting kepada mahasiswa baru:

    1. Sopan Santun: Mahasiswa diharapkan mengedepankan sopan santun, baik dalam interaksi dengan orang tua, dosen, maupun dalam komunikasi sehari-hari, termasuk media sosial.
    2. Kritis: Mahasiswa harus mengembangkan sikap kritis dalam akademik untuk meraih prestasi.
    3. Disiplin: Disiplin waktu dan belajar sangat penting, dengan harapan mahasiswa dapat lulus tepat waktu, yaitu dalam 4 tahun.
    4. Kolaborasi: Kemampuan bekerja sama dan berkolaborasi dalam mencapai prestasi diharapkan menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa.
    5. Doa: Prof. Sukarno juga menekankan pentingnya berdoa sebagai bagian dari usaha meraih sukses.

    Prof. Sukarno juga memperkenalkan pimpinan fakultas, ketua program studi, dan jajaran pimpinan lainnya agar mahasiswa baru dapat mengenal dan berkomunikasi dengan dosen pembimbing mereka.

    Selain itu, ia mengingatkan mahasiswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh berita hoaks.

    Mahasiswa baru FIB UNEJ terdiri dari berbagai jurusan:

    • Sastra Inggris: 86 mahasiswa
    • Sastra Indonesia: 77 mahasiswa
    • Ilmu Sejarah: 70 mahasiswa
    • Televisi dan Film: 86 mahasiswa

    Selanjutnya, mereka akan mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) selama 6 hari, dengan materi meliputi pengenalan kampus, sistem pendidikan, dan berbagai topik penting seperti etika akademik, wawasan kebangsaan, dan kesehatan.

    Di akhir acara, Prof. Sukarno menyematkan tanda peserta PKKMB 2024 kepada perwakilan mahasiswa baru sebagai simbol dimulainya program tersebut. Ia mengajak mahasiswa baru untuk mengikuti PKKMB dengan disiplin dan semangat.

    “Baik, selamat mengikuti PKKMB 2024 semoga senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan untuk suksesnya PKKMB 2024,” tutupnya.

    Sumber: fib.unej.ac.id

  • 6 Fungsi Dewan Penyantun dalam Struktur Organisasi dan Tata Kelola Universitas Jember

    Dewan Penyantun merupakan salah satu elemen penting dalam struktur organisasi dan tata kelola Universitas Jember (UNEJ).

    Secara umum, Dewan Penyantun berperan sebagai badan penasehat yang memberikan pandangan, saran, dan rekomendasi kepada pimpinan universitas terkait pengembangan akademik, pengelolaan sumber daya, serta hubungan dengan berbagai pihak eksternal.

    Berikut adalah beberapa fungsi utama Dewan Penyantun dalam konteks Universitas Jember:

    1. Memberikan Masukan Strategis

    Dewan Penyantun bertugas memberikan masukan dan panduan strategis kepada rektor dan pimpinan universitas dalam menyusun kebijakan dan strategi pengembangan universitas.

    Tugas ini mencakup bidang akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengelolaan sumber daya universitas.

    2. Memfasilitasi Hubungan Eksternal

    Dewan Penyantun berfungsi sebagai jembatan antara universitas dengan berbagai pemangku kepentingan eksternal, seperti pemerintah, industri, alumni, dan masyarakat umum.

    Mereka membantu membangun jaringan dan kerjasama yang dapat mendukung peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan di UNEJ.

    3. Pengawasan dan Evaluasi

    Dewan Penyantun juga berperan dalam pengawasan dan evaluasi kinerja universitas.

    Mereka memberikan penilaian terhadap pencapaian program-program yang dijalankan, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan atau peningkatan yang diperlukan.

    4. Penjaminan Mutu dan Pengembangan Akademik

    Dalam hal penjaminan mutu, Dewan Penyantun memberikan masukan terkait dengan peningkatan kualitas akademik, baik dalam aspek kurikulum, kualitas pengajaran, maupun penelitian.

    Mereka juga memberikan saran untuk pengembangan program studi baru atau inovasi akademik lainnya.

    5. Peningkatan Sumber Daya dan Pendanaan

    Dewan Penyantun turut serta dalam upaya penggalangan dana dan peningkatan sumber daya untuk mendukung berbagai program universitas.

    Mereka dapat membantu universitas dalam mendapatkan dukungan finansial, baik melalui donasi, kerjasama, maupun inisiatif lain yang melibatkan pihak eksternal.

    6. Mendukung Kebijakan Rektor

    Sebagai badan penasehat, Dewan Penyantun memberikan dukungan moral dan intelektual terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh rektor dan pimpinan universitas.

    Mereka membantu memastikan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan visi dan misi universitas serta memenuhi kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan.

    Dengan perannya yang strategis, Dewan Penyantun menjadi salah satu pilar penting dalam tata kelola Universitas Jember yang efektif dan berkelanjutan, serta berkontribusi pada pencapaian visi dan misi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul di tingkat nasional maupun internasional.

  • UNEJ Wajibkan Mahasiswa Baru Membawa Botol Minum Pribadi untuk Dukung Green Campus

    Dalam upaya mengurangi sampah plastik dan mendukung program Green Campus, seluruh mahasiswa baru Universitas Jember (UNEJ) yang disebut sebagai Aruna diwajibkan membawa botol minum (tumbler) berkapasitas 600 ml selama kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang berlangsung dari 19 hingga 23 Agustus 2024.

    Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Fendi Setyawan, menjelaskan bahwa partisipasi aktif dan kebiasaan baik yang dilakukan secara berkelanjutan sangat penting untuk mewujudkan Green Campus.

    “Langkah-langkah kecil seperti membawa botol minum pribadi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.” ujar Fendi usai upacara pembukaan PKKMB di Stadion Universitas Jember, Senin (19/08/2024).

    Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk menciptakan lingkungan kampus yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai, yang sering kali menjadi sumber utama sampah plastik di kampus.

    Lebih lanjut, Fendi menyatakan bahwa inisiatif ini juga bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan pada mahasiswa baru sejak awal.

    Melalui edukasi dan praktik yang diterapkan selama PKKMB, diharapkan pola pikir dan tindakan ramah lingkungan ini dapat menyebar ke masyarakat luas.

    “Kami percaya bahwa perubahan dimulai dari diri sendiri. Dengan melibatkan mahasiswa baru dalam program ini, kita berharap kalian semua dapat menjadi agen perubahan dan menginspirasi orang lain untuk turut serta menjaga lingkungan,” imbuhnya.

    Program ini mendapatkan tanggapan positif dari para mahasiswa baru. Alya, seorang mahasiswa baru dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini.

    “Saya sangat mendukung langkah ini. Sebagai generasi muda, kita harus aware terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Dengan membawa botol minum pribadi, saya merasa ikut berkontribusi dalam mengurangi sampah plastik dan ini bisa menjadi kebiasaan baik untuk seterusnya,” ujarnya.

    Sumber: unej.ac.id

  • Fungsi Senat Universitas dalam Struktur Organisasi dan Tata Kelola Universitas Jember

    Fungsi Senat Universitas dalam Struktur Organisasi dan Tata Kelola Universitas Jember

    Senat Universitas merupakan salah satu organ penting dalam struktur organisasi dan tata kelola Universitas Jember (UNEJ).

    Badan ini memiliki peran strategis dalam menentukan arah dan kebijakan akademik di lingkungan universitas.

    Secara umum, fungsi Senat Universitas adalah:

    1. Penetapan dan Pertimbangan Kebijakan Akademik

    Senat berwenang menetapkan dan memberikan pertimbangan terhadap berbagai kebijakan akademik, mulai dari kurikulum, standar kelulusan, hingga pengembangan program studi baru.

    2. Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Akademik

    Senat juga berfungsi mengawasi pelaksanaan kebijakan akademik yang telah ditetapkan, memastikan bahwa kebijakan tersebut berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

    3. Penyelesaian Masalah Akademik

    Jika ada permasalahan akademik yang kompleks dan memerlukan penyelesaian yang komprehensif, Senat dapat berperan sebagai forum untuk mencari solusi terbaik.

    4. Pembinaan Kehidupan Akademik

    Senat berperan dalam membina kehidupan akademik di lingkungan universitas, termasuk dalam hal pengembangan budaya akademik yang baik dan peningkatan kualitas pembelajaran.

    Dalam konteks Universitas Jember, berdasarkan Statuta UNEJ 2020, Senat UNEJ memiliki fungsi lebih spesifik:

    • Unsur Penyusun Kebijakan: Senat merupakan salah satu unsur penyusun kebijakan yang menjalankan fungsi penetapan dan pertimbangan pelaksanaan kebijakan akademik di lingkungan UNEJ.
    • Kolaborasi dengan Senat Fakultas: Senat Universitas berkolaborasi dengan Senat Fakultas dalam menjalankan fungsi penetapan dan pertimbangan pelaksanaan kebijakan akademik di tingkat fakultas.

    Mengapa Senat Universitas Penting?

    • Demokratisasi Pengambilan Keputusan: Senat melibatkan berbagai unsur akademik dalam pengambilan keputusan, sehingga keputusan yang diambil lebih demokratis dan representatif.
    • Jaminan Mutu Akademik: Dengan adanya Senat, kualitas akademik di universitas dapat terjaga dan terus ditingkatkan.
    • Responsibilitas terhadap Stakeholder: Senat memastikan bahwa kebijakan akademik yang diambil responsif terhadap kebutuhan dan harapan berbagai stakeholder, seperti mahasiswa, dosen, dan masyarakat.

    Kesimpulan

    Senat Universitas Jember memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kualitas dan relevansi pendidikan tinggi di UNEJ.

    Melalui berbagai fungsinya, Senat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan akademik yang kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Sumber: unej.ac.id