Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) di kancah internasional.

Scientiatari Cahyaning Adhi, mahasiswi angkatan 2023 Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), berhasil terpilih sebagai salah satu peserta New Southbound Policy (NSP) Short-term Study Program 2025 di National Quemoy University (NQU), Taiwan.

Mahasiswi yang akrab disapa Scien ini menjadi satu dari 103 mahasiswa terpilih dari tujuh negara mitra NSP yang mengikuti program studi internasional bergengsi tersebut.

Program ini tidak hanya berlangsung di NQU, tetapi juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi ternama di Taiwan, seperti Taipei Medical University, National Chung Hsing University, National Taipei University of Technology, serta National Pingtung University of Science and Technology.

Selama satu semester penuh, mulai September 2025 hingga Januari 2026, Scien akan menjalani berbagai kegiatan akademik dan nonakademik. Ia akan mempelajari mata kuliah seperti New Southbound Policy, Cross-Strait Relations, Regional Security, dan International Relations.

Selain itu, peserta juga mengikuti kursus intensif Bahasa Mandarin selama 12 jam per minggu, serta kegiatan kunjungan lapangan dan program kebudayaan untuk mengenal masyarakat Taiwan secara langsung.

Untuk bisa lolos, Scien harus melewati proses seleksi yang cukup kompetitif, mulai dari tahap administrasi, penilaian motivation letter, hingga wawancara. Ia bersaing dengan ratusan pendaftar dari berbagai negara.

“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga bisa terpilih. Ini adalah tantangan baru sekaligus kesempatan besar untuk berkembang, baik secara personal maupun profesional,” ungkap Scien.

Ia mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi justru berasal dari sisi mental. Melihat banyaknya peserta dari berbagai latar belakang negara sempat membuatnya ragu.

Namun, Scien memilih fokus mempersiapkan diri sebaik mungkin, khususnya dalam menyusun motivation letter dan menghadapi wawancara.

“Dari situ saya sadar, it’s not only hard work, but also having the confidence to believe in yourself,” tuturnya.

Ketertarikan Scien pada kajian hubungan lintas selat (cross-strait studies) menjadi motivasi utama mengikuti program ini. Menurutnya, program di NQU menawarkan pendekatan yang menghubungkan teori dengan realitas di kawasan.

“Program di NQU ini unik karena menghubungkan teori dengan konteks nyata di kawasan. Saya harap bisa memperdalam pemahaman sekaligus melatih cara berpikir kritis untuk bekal di masa depan,” jelasnya.

Lebih jauh, Scien berharap pengalaman internasional yang diperolehnya dapat memberikan kontribusi positif bagi UNEJ.

Ia ingin berbagi ilmu serta memotivasi mahasiswa lain agar berani mengambil peluang global.

“Saya ingin berbagi dengan teman-teman, sekaligus memotivasi agar lebih banyak mahasiswa UNEJ berani mengambil peluang internasional,” ujarnya.

Sebagai penutup, Scien membagikan pesan bagi mahasiswa UNEJ yang ingin mencoba program serupa.

Menurutnya, keberanian untuk memulai adalah kunci utama. Ia menyarankan agar calon pendaftar tidak terpaku pada kekurangan, seperti kemampuan bahasa atau minimnya sertifikat, melainkan lebih menonjolkan motivasi dan tujuan yang jelas dalam setiap kesempatan. (Humas UNEJ)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.