Warga Dusun Lateng, Desa Rogojampi, menggelar tradisi Kenduren Takir Sewu di aula Balai Dusun Lateng, Kampoeng Lebak, pada Kamis (1/1/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar spiritual masyarakat dalam menyambut awal tahun baru 2026.

Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut berlangsung khidmat namun tetap meriah, dengan melibatkan partisipasi warga secara guyup rukun.

Kenduren Takir Sewu menjadi ruang kebersamaan warga dalam merawat tradisi lokal yang sarat nilai keagamaan dan sosial.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan ketua panitia, tahlil, doa bersama, dan ditutup dengan ramah tamah makan bersama.

Momentum ini mempererat tali silaturahmi antarwarga dalam suasana kekeluargaan.

Koordinator kegiatan, Rita, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kenduren Takir Sewu merupakan ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada masyarakat Dusun Lateng dan sekitarnya.

Selain itu, kegiatan ini diniatkan sebagai doa bersama agar di awal tahun 2026 seluruh urusan masyarakat dimudahkan, harapan dan cita-cita dikabulkan, serta kehidupan ke depan senantiasa dilimpahi keberkahan.

“Melalui kenduren ini, kita bersyukur bersama sekaligus memanjatkan doa agar tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik, penuh kelancaran, keselamatan, dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Tahlil dan doa bersama kemudian dipimpin oleh sesepuh Dusun Lateng, Mbah Sabuang, dan diikuti dengan khusyuk oleh seluruh hadirin.

Suasana religius terasa kental ketika doa-doa dipanjatkan sebagai ikhtiar batin mengawali perjalanan di tahun yang baru.

Pada sesi ramah tamah, warga menikmati kebersamaan dengan sajian sebanyak 1.000 takir yang disiapkan panitia.

Beragam kuliner khas Banyuwangi tersaji, mulai dari nasi tumpeng, nasi golong, pecel pitik, ayam kesrut, orem-orem, hingga aneka lauk tradisional lainnya.

Tak ketinggalan jajanan khas seperti kue lapis, lanun, klepon, getuk, awuk, ketan, hingga jajanan poro bungkil.

Seluruh hidangan disajikan menggunakan daun pisang, menambah nuansa tradisi dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas Kenduren Takir Sewu.

Kebersamaan warga tampak semakin hangat saat mereka makan bersama dengan penuh kegembiraan, mencerminkan semangat guyup rukun dan tandang bareng yang telah mengakar kuat di Dusun Lateng.

Kenduren Takir Sewu Lateng Rogojampi

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengajian umum ba’da Magrib bertema “Muhasabah Awal Tahun dan Doa Bersama Meraih Ridho Allah SWT”, yang disampaikan oleh Ustaz H. Andi Hidayat, S.Ag dari Rogojampi.

Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah menjadikan pergantian tahun sebagai momentum introspeksi diri, memperbaiki niat dan akhlak, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui sholat berjamaah, sedekah, dan memperbanyak sholawat.

Melalui tradisi Kenduren Takir Sewu Pinggir Banyu ini, warga Dusun Lateng tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa menyambut tahun baru dapat dilakukan dengan cara yang bermakna, melalui doa, syukur, dan kebersamaan sebagai ikhtiar meraih ridho Allah SWT dan keberkahan di tahun 2026.

Penulis: Andi Budi Setiawan

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.