Tag: rogojampi

  • Ancak dan Kembang Ndog Warnai Peringatan Maulid Nabi di Masjid Baiturrahiem Rogojampi

    Ancak dan Kembang Ndog Warnai Peringatan Maulid Nabi di Masjid Baiturrahiem Rogojampi

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Besar Baiturrahiem Rogojampi, Banyuwangi, kembali menghadirkan tradisi ancak berkat dan kembang ndog yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

    Tradisi tersebut menjadi bagian dari kemeriahan peringatan 12 Rabiul Awal 1448 H yang digelar Rabu, 25 Agustus 2026.

    Ketua Takmir Masjid Baiturrahiem Rogojampi, Dr. H. Lukman Hakim, S. Ag, M. HI., mengatakan tradisi tersebut merupakan warisan baik yang dikembangkan para leluhur dan ulama Banyuwangi.

    Tradisi yang telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara itu, menurutnya, menjadi salah satu komitmen takmir untuk terus dilestarikan.

    “Yang jelas remaja masjid meng filter hiasan yang menyerupai barong, ogoh -ogoh maupun patung semacam berhala untuk menjaga Tauhid kita. Wabil khusus pasti ada sholawatan, berjanji asrokolan,” ungkap Lukman Hakim yang juga rektor Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi ini.

    Selain menjaga tradisi, rangkaian Maulid Nabi juga diisi dengan sholawatan dan kegiatan yang mengajak jamaah untuk meneladani kehidupan Rasulullah Muhammad SAW.

    Salah satu panitia, M. Fahris, S. Pd., menyampaikan bahwa panitia telah menyiapkan ratusan paket berkat untuk dibagikan kepada jamaah yang hadir.

    Anak-anak juga mendapatkan bagian dalam pembagian tersebut.

    “Kami juga menyiapkan 300 paket berkat. Jadi semua dapat termasuk anak+anak.Ada kembang ndoq sewu jadi semua bahagia senang memaknai kelahiran Rasulullah yang kita cintai dan rindukan,” tutur Pembina PMR dan UKS SMPN 3 Rogojampi tersebut.

    Peringatan Maulid Nabi tersebut juga menjadi kesempatan bagi sejumlah jamaah dari luar daerah untuk kembali merasakan suasana muludan yang pernah mereka alami pada masa kecil.

    Jamaah dari Bali dan Madura disebut turut hadir dalam kegiatan tersebut.

    Ahmad Cacuk Zuhri, salah seorang jamaah, mengungkapkan kedatangan mereka untuk mengenang suasana muludan tersebut terasa seperti mudik saat Lebaran.

    “Alhamdulillah dapat berkat nasi dan kue kesukaan istri sesuai amal dan perbuatan,” ucapnya sambil senyum.

    Sementara itu, pemerhati sejarah, seni dan budaya Yeti Chotimah, M. Art., menjelaskan sejarah tradisi kembang Ndog yang turut dipertahankan dalam peringatan Maulid Nabi tersebut.

    Menurutnya, tradisi kembang Ndog dipelopori KH Faqih, ulama asal Cemoro, Balak, Songgon yang telah menjadi pengurus PBNU sebelum Proklamasi Kemerdekaan.

    Tradisi tersebut juga memiliki filosofi yang menggambarkan nilai-nilai dalam ajaran Islam.

    Cangkang telur diibaratkan sebagai Islam, bagian putih telur sebagai iman, sedangkan kuning telur dimaknai sebagai ihsan.

    “Diharapkan telur Bebek yang diibaratkan beramal secara rahasia tanpa riya’ karena bebek setelah bertelur diam. Sedang ayam usai bertelur selalu koar berkokok bahwasanya habis memberi faedah manfaat ke makluk lainnya,” terang Ketua MGMP Bahasa Using SMP ini yang banyak menulis buku berbagai genre.

    Rangkaian kenduri selamatan kemudian diakhiri dengan doa yang dipimpin Imam Besar Masjid Baiturrahiem, KH. Hayatudin.

    Doa tersebut berisi harapan agar jamaah menjadi hamba yang saleh dan kelak diakui sebagai umat Rasulullah Muhammad SAW.

    Doa juga dipanjatkan agar berbagai persoalan sosial dan ekonomi mendapatkan solusi terbaik, diberikan kesehatan dan umur yang penuh keberkahan, serta dapat kembali ke pangkuan Ilahi Robbi dalam keadaan husnul khatimah. (Aguk Wahyu Nuryadi)

  • TK Aisyiyah Bustanul Athfal Rogojampi Lepas 37 Siswa, Usung Tema Ukir Asa Generasi Mulia

    TK Aisyiyah Bustanul Athfal Rogojampi Lepas 37 Siswa, Usung Tema Ukir Asa Generasi Mulia

    Rogojampi – Suasana haru dan kebanggaan mewarnai acara Pelepasan Siswa-Siswi Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Rogojampi yang digelar pada Sabtu (20/6).

    Dengan mengusung tema “Ukir Asa Generasi Mulia”, lembaga pendidikan anak usia dini tersebut melepas 37 siswa yang telah menyelesaikan masa belajar mereka dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

    Acara berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan berbagai penampilan kreasi siswa yang berhasil memukau para tamu undangan dan wali murid.

    Kegiatan diawali dengan penampilan drum band yang dimainkan oleh siswa-siswi TK Aisyiyah Bustanul Athfal Rogojampi.

    Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan dari para hadirin.

    Kemudian acara dilanjutkan dengan Tari Gandrung yang dibawakan secara apik oleh para siswa.

    Tarian khas Banyuwangi tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan budaya lokal kepada anak-anak sejak usia dini.

    Selain itu, para hafiz dan hafizah cilik juga menampilkan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an yang menunjukkan hasil pembelajaran keagamaan selama mereka menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

    Berbagai penampilan lainnya turut memeriahkan acara, mulai dari hafalan doa-doa harian, hadits, hingga sejumlah pertunjukan edukatif yang menggambarkan kreativitas dan keberanian anak-anak tampil di depan publik.

    Salah satu penampilan yang menyita perhatian adalah pentas teater bertema “Semangat Menunaikan Ibadah Haji”.

    Dengan penuh penghayatan, para siswa memerankan rangkaian perjalanan ibadah haji yang sarat nilai pendidikan dan keislaman.

    Penampilan tersebut berhasil mengundang decak kagum para tamu undangan dan mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

    Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal Rogojampi, Kholidah, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pelepasan siswa tahun ini.

    Ia menjelaskan bahwa selama menempuh pendidikan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal, anak-anak tidak hanya dibekali kemampuan akademik dasar, tetapi juga pendidikan karakter dan keagamaan.

    “Alhamdulillah, anak-anak telah dibekali kemampuan baca tulis, pembelajaran shalat, hafalan surat-surat pendek, hadits, doa-doa sehari-hari, serta dasar-dasar pemahaman untuk menjadi anak-anak yang saleh dan salehah,” ujarnya.

    Menurut Kholidah, pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter anak.

    Oleh karena itu, sekolah berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia.

    Dalam kesempatan tersebut, Kholidah berpesan kepada seluruh siswa agar terus semangat belajar dan menjaga nama baik almamater di mana pun mereka melanjutkan pendidikan.

    “Jagalah nama baik TK Aisyiyah Bustanul Athfal Rogojampi, hormati orang tua dan guru, serta terus rajin belajar agar dapat meraih cita-cita yang diinginkan,” pesannya.

    Ia juga berharap silaturahim yang telah terjalin antara sekolah, siswa, dan wali murid dapat terus berlanjut meskipun anak-anak telah menyelesaikan pendidikan di tingkat taman kanak-kanak.

    Pada kesempatan itu pula, Kholidah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wali murid apabila selama proses pendidikan terdapat kekurangan maupun kekhilafan dari pihak sekolah.

    Acara pelepasan turut dihadiri Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Rogojampi, PCM Rogojampi, Majelis PAUDDASMEN, perwakilan AUMKES RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, SMP Muhammadiyah 11 Rogojampi, SD Kreatif Muhammadiyah 19 Rogojampi, TK Dinar Nasyi’ah 2 Lateng, serta Pengasuh LKSA Khusnul Khotimah Muhammadiyah Rogojampi.

    Kehadiran berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

    Tema “Ukir Asa Generasi Mulia” yang diangkat pada kegiatan ini mencerminkan harapan besar agar para lulusan mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat.

    Sejalan dengan semangat dakwah Muhammadiyah, pendidikan dipandang sebagai sarana penting dalam membentuk generasi beriman, berilmu, dan berkemajuan.

    Melalui pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, diharapkan anak-anak mampu melanjutkan perjalanan belajar dengan semangat yang tinggi serta menjadi generasi penerus yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.

    Acara ditutup dengan doa bersama dan prosesi pelepasan siswa yang berlangsung penuh haru.

    Kebahagiaan para orang tua berpadu dengan rasa bangga para guru yang telah mendampingi tumbuh kembang anak-anak selama menempuh pendidikan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Rogojampi.

  • PAUD Mutiara dan PKBM KOPPAT Rogojampi Gelar Prosesi Kelulusan Penuh Haru di Banyuwangi

    PAUD Mutiara dan PKBM KOPPAT Rogojampi Gelar Prosesi Kelulusan Penuh Haru di Banyuwangi

    Yayasan Inklusi Homeschooling PAUD Mutiara dan PKBM KOPPAT Rogojampi menggelar prosesi pengalungan gordon kelulusan bagi peserta didik di El Hotel Banyuwangi, Sabtu (9/5/2026).

    Sebanyak 37 anak PAUD Mutiara resmi menyelesaikan masa taman kanak-kanak dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang MI/SD.

    Selain itu, 15 peserta didik PKBM KOPPAT Rogojampi juga dinyatakan lulus Paket B dan Paket C.

    Para lulusan berhak menerima ijazah dan pengalungan gordon lembaga yang dilakukan oleh Kepala PAUD Sida Humaeroh, S.Pd., bersama Ketua Yayasan Ellyfatus Sholehah, S.Pd.

    Acara penuh kebahagiaan tersebut turut dihadiri perwakilan Himpaudi, perwakilan TK di Rogojampi, Kepala Desa Rogojampi Hj. Jamilah, serta keluarga peserta didik yang tidak ingin melewatkan momen penting dalam perjalanan pendidikan putra-putri mereka.

    Dalam prosesi yang dikemas secara menarik oleh Smart TV pimpinan Kang Suroso Gitik itu, sebanyak 120 murid PAUD menampilkan berbagai ekspresi dan kreativitas, mulai dari praktik salat, doa, puji-pujian, hafalan Al-Qur’an, hingga peragaan busana muslim.

    Anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi peserta didik juga turut tampil di atas panggung.

    “Kami siap mendampingi 4–5 anak berkebutuhan khusus menyesuaikan kemampuan SDM yang ada. Dan bagi yang yatim kami gratiskan,” ujar Ketua Yayasan.

    Ia menambahkan, selain program AKSARA, lembaga yang berlokasi di Perumahan Mutiara Concrong tersebut juga berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan sebagai PKBM inklusi yang melayani remaja difabel.

    Perwakilan wali murid, Fatma Nila Dewi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh guru dan keluarga besar yayasan.

    Menurutnya, PAUD Mutiara bukan sekadar tempat bermain dan belajar, tetapi telah menjadi rumah kedua yang mendukung tumbuh kembang anak-anak dengan penuh cinta dan cerita indah.

    “Terima kasih kepada segenap guru dan keluarga yayasan. Doa kami, semoga semuanya dilimpahi kesehatan, umur yang manfaat, rezeki berkah, serta kebahagiaan dunia akhirat,” tuturnya.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi “Anak Kreasi Pelita untuk Negeriku” yang berlangsung penuh keceriaan dan sarat nilai akhlak mulia.

    Momen haru pun terasa saat anak-anak cium tangan guru dan memeluk bunda mereka.

    Para guru juga menyalami para wali murid untuk saling memaafkan dan mendoakan, diiringi suasana penuh haru dengan mata berkaca-kaca.

    “Peran orang tua amat penting dalam mendukung proses kami menyiapkan mutiara-mutiara ini agar menjadi pelangi keluarga dan pelita negeri,” ujar Sida Humaeroh.

    Pembina Yayasan, Drs. Zainul Arifin, tampak bahagia atas keberhasilan para peserta didik yang ia anggap sebagai bagian dari keluarganya sendiri.

    Ia menjelaskan, acara kelulusan di hotel ini telah berlangsung untuk ke-16 kalinya dan bukan bertujuan untuk gaya hidup ataupun pamer.

    “Kami tidak memiliki gedung aula yang memadai, sehingga hotel menjadi solusi yang praktis. Dan semuanya merupakan hasil musyawarah keluarga besar,” tutur dai sekaligus pegiat sosial, ekonomi kerakyatan, dan pekerja migran tersebut.

    Ia juga menyampaikan kemungkinan agenda kelulusan tahun depan akan dikemas lebih berkesan dengan kegiatan menginap di hotel sekaligus outbound parenting.

    Acara tasyakuran ditutup dengan petikan gitar dari guru PAUD sekaligus kreator Lukbi yang mengiringi nyanyian seluruh guru PAUD.

    Suasana semakin khidmat dengan pembacaan puisi “Layar Kecil Melesat ke Bintang” oleh tutor PKBM yang juga Guru Pendamping Khusus (GPK) Nasional, Yeti Chotiimah, M.Pd

  • Literasi Digital: Saat Kata-Kata Menemukan Sayapnya di MTs Maulana Ishaq Kabat

    Literasi Digital: Saat Kata-Kata Menemukan Sayapnya di MTs Maulana Ishaq Kabat

    Di sebuah ruang yang tak lagi dibatasi dinding dan jarak, kata-kata menemukan jalannya untuk tumbuh.

    Dari layar-layar kecil yang menyala di sudut-sudut sekolah dasar hingga madrasah ibtidaiyah se-Banyuwangi, suara anak-anak bergetar, mengalir, lalu menjelma makna.

    Di sanalah Festival Literasi Season 2 yang digelar MTs Maulana Ishaq Kabat berlangsung—bukan sekadar lomba, melainkan perayaan bahasa yang hidup.

    Mengusung tema “Berani Bicara, Indah Berkata, Hebat Bercerita”, festival ini seperti membuka gerbang bagi imajinasi untuk berjalan lebih jauh.

    Teknologi bukan lagi sekadar alat, melainkan jembatan yang mempertemukan keberanian dan ekspresi.

    Melalui rekaman video, para peserta menuturkan dunia mereka—dalam pidato yang tegas, puisi yang lirih, dan dongeng yang berdenyut hangat.

    Kepala MTs Maulana Ishaq Kabat, Rustam Effendi, S.Pd.I., melihat lebih dari sekadar inovasi. Ia menyaksikan sebuah gerakan yang perlahan tumbuh dari keberanian kecil anak-anak yang belajar bersuara.

    “Ini bukan hanya tentang lomba. Ini tentang bagaimana anak-anak belajar percaya pada suaranya sendiri,” ujarnya, dengan nada yang menyimpan harapan panjang.

    Di balik layar penilaian, para juri membaca bukan hanya kata, tetapi juga getar yang menyertainya.

    H. Syafaat bersama Joko Wiyono dan Andi Budi Setiawan menjadi saksi bagaimana bahasa tumbuh dalam tubuh generasi muda—kadang gugup, kadang gemilang, namun selalu jujur.

    Dalam pesan penutupnya, Syafaat mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah puncak, melainkan jalan yang terus berlanjut.

    “Yang terpenting bukan siapa yang berdiri di atas podium, tetapi siapa yang mampu menyampaikan makna dengan utuh—dengan hati yang hadir di setiap kata,” tuturnya.

    Festival ini pun menghadirkan wajah baru literasi: bersanding dengan dunia digital, bergaul dengan algoritma, bahkan diuji oleh jumlah suka dan penonton di platform seperti TikTok.

    Namun di balik angka-angka itu, tetap ada ruh yang tak tergantikan—kejujuran dalam bercerita.

    Pada akhirnya, panggung itu menemukan pemenangnya. MI Darul Falah Gombolirang menjulang sebagai Juara Umum, sementara SDN 3 Macan Putih dipeluk oleh riuh dukungan sebagai Juara Favorit.

    Tetapi lebih dari itu, setiap peserta pulang membawa sesuatu yang tak kasatmata: keberanian yang tumbuh, bahasa yang menemukan bentuknya, dan mimpi yang mulai percaya diri untuk diucapkan.

    Festival ini menjadi bukti bahwa di tengah derasnya arus teknologi, kata-kata tidak tenggelam. Ia justru menemukan sayapnya—terbang lebih jauh, menyapa lebih banyak hati.

    Dan dari Kabat, sebuah pesan sederhana berangkat: bahwa masa depan tidak hanya dibangun oleh mereka yang pandai berbicara, tetapi oleh mereka yang mampu merawat makna di dalam setiap kata yang diucapkannya.

  • Warga Muhammadiyah Padati Lapangan Ahmad Dahlan Rogojampi, Salat Idul Fitri 1447 H Berlangsung Khusyuk dan Tertib

    Warga Muhammadiyah Padati Lapangan Ahmad Dahlan Rogojampi, Salat Idul Fitri 1447 H Berlangsung Khusyuk dan Tertib

    Pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rogojampi berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan ketertiban di lapangan Ahmad Dahlan Rogojampi pada Jumat pagi, (20/3).

    Sejak fajar mulai menyingsing, para jemaah dari berbagai wilayah di sekitar Rogojampi telah berdatangan dan memadati area lapangan.

    Mereka hadir dengan penuh antusias, mengenakan pakaian muslim yang didominasi warna putih, sehingga menciptakan suasana yang bersih, damai, dan sarat dengan nuansa kebersamaan serta kebahagiaan di hari kemenangan.

    Bertindak sebagai khatib, Ustaz Haji Suharyo AP, S.H yang juga Penasehat PDM Lumajang. Sementara itu, imam salat adalah Ustadz Khairil Anwar, S.Ag.

    Dalam khutbahnya, Suharyo menyampaikan makna Idul Fitri sebagai momentum kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.

    Ia mengajak jemaah menjadikan Idul Fitri sebagai sarana kembali kepada fitrah, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

    “Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.

    Suharyo juga mengingatkan sejumlah amalan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW selama Ramadan agar tetap dijaga pada bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya.

    Amalan tersebut meliputi salat tahajud dan salat malam lainnya, membaca Al-Qur’an, berdzikir, meningkatkan kepedulian sosial, menjaga lisan, menjaga wudu, serta menjaga hati agar tetap selaras dengan nilai-nilai keimanan.

    Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan umat di tengah berbagai tantangan zaman.

    Dalam doa penutup, ia berharap seluruh jemaah dapat meningkat derajatnya menjadi insan bertakwa setelah Ramadan, serta diberi kesempatan kembali bertemu dengan Ramadan di tahun mendatang.

    Pelaksanaan salat berlangsung tertib dan lancar dengan dukungan panitia PCM Rogojampi, mulai dari pengaturan saf hingga pengamanan dan kebersihan.

    Kegiatan ditutup dengan saling bersalaman antarjemaah, menciptakan suasana hangat sebagai simbol saling memaafkan di hari yang fitri.

  • IKSASS Peringati Nuzulul Qur’an dan Haul Majemuk di Masjid Baitul Muttaqin Lugjag Rogojampi

    IKSASS Peringati Nuzulul Qur’an dan Haul Majemuk di Masjid Baitul Muttaqin Lugjag Rogojampi

    Keluarga Besar Ikatan Santri Salafiyah Sukorejo Situbondo (IKSASS) mengisi rangkaian kegiatan Ramadhan dengan memperingati Nuzulul Qur’an dan Haul Majemuk.

    Kegiatan tersebut digelar di Masjid Baitul Muttaqin Lugjag, Pengatigan, Kecamatan Rogojampi pada Sabtu, 7 Maret 2026 atau bertepatan dengan 17 Ramadhan.

    Acara ini juga dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri para santri, alumni, serta masyarakat sekitar.

    Ustadz Faruq atas nama takmir masjid menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah dan warga yang telah menyambut para tamu dengan baik.

    Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan masih terdapat kekurangan.

    “Mohon maaf bila suguh, gupuh, dan lungguh kami ada yang kurang berkenan,” ungkap santri KH Yusuf Muhammad Jember yang saat ini mengajar di MI Islamiyah Rogojampi.

    Ia juga menyampaikan bahwa banyak alumni MI Islamiyah Rogojampi yang melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Sukorejo pada masa kepengasuhan KHR As’ad Syamsul Arifin.

    Sementara itu, alumni angkatan tahun 1970-an, Syech HM Ikrom asal Temenggungan, berharap para santri dapat tumbuh menjadi insan yang berkualitas.

    Menurutnya, santri harus mampu berpikir inspiratif, memiliki kekuatan ekonomi, serta menjaga tradisi silaturahmi dan kekompakan antarsesama.

    “Jaga pesan kiai dan jaga marwah pondok,” pesan mantan anggota DPRD yang juga aktif di Rumah Kebangsaan, sebuah forum yang bergerak dalam penguatan persatuan lintas suku, agama, dan berbagai elemen masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, KHR Achmad Azaim Ibrahimy sebenarnya dijadwalkan hadir.

    Namun karena adanya udzur yang mendesak dan mendadak, beliau tidak dapat menghadiri acara sehingga diwakilkan oleh Lora Abdul Quddus.

    Dalam taushiyahnya, Lora Abdul Quddus menyampaikan tentang mukjizat Al-Qur’an serta pentingnya menjaga amanat para kiai.

    Ia menegaskan bahwa keberkahan ilmu yang diperoleh selama mondok di pesantren harus terus dijaga agar dapat memberikan manfaat yang maksimal ketika para santri terjun ke tengah masyarakat.

    Pada sesi doa, acara dipimpin oleh Ustadz Mistari selaku Ketua IKSASS Rayon Banyuwangi.

    Sementara itu, Dr. H. Lukman Hakim turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengajian tersebut.

    Ia juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan serupa akan dilanjutkan di Muncar pada tanggal 26, yang insya Allah akan dihadiri langsung oleh pengasuh.

    Selain itu, Lukman Hakim mengungkapkan bahwa tahun ini IKSASS memiliki target untuk memiliki kantor yang berlokasi di dekat Masjid Cheng Ho Sumberrejo.

    Ia pun berharap adanya partisipasi dari para santri dan alumni untuk mewujudkan rencana tersebut.

    “Mari berkhidmat kepada organisasi dan pondok pesantren demi keberkahan ilmu serta kehidupan beragama dan berbangsa,” tutur Rektor Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi sekaligus mantan Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi tersebut.

  • Perkuat Media NU di Era Digital, MWC NU Rogojampi dan YPIA Rogojampi Gelar Lokakarya Jurnalistik Berbasis AI

    Perkuat Media NU di Era Digital, MWC NU Rogojampi dan YPIA Rogojampi Gelar Lokakarya Jurnalistik Berbasis AI

    sastrawacana.id/ – Dalam rangka memperingati Harlah ke-100 Masehi Nahdlatul Ulama, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Rogojampi bersama Yayasan Pendidikan Islam Ahlussunah WalJama'ah (YPIA) Rogojampi bekerja sama dengan Media sastrawacana.id/ menggelar Lokakarya Jurnalistik Digital NU bertema Inovasi Penulisan Berita dan Dokumentasi NU Berbasis Artificial Intelligence.

    Kegiatan ini dilaksanakan di MI Islamiyah Rogojampi, Ahad (8/2/2026).

    Lokakarya yang dimulai pukul 08.30 WIB ini diikuti puluhan peserta, mayoritas dari kalangan kader muda NU, termasuk perwakilan IPNU, IPPNU ISNU, pengurus ranting NU se-Kecamatan Rogojampi, serta operator dan kepala sekolah lembaga pendidikan di bawah naungan YPIA Rogojampi.

    Hadir pula jajaran syuriah dan tanfidziyah MWC NU Rogojampi, pengurus YPIA, serta perwakilan lembaga pendidikan mulai dari TKM Khodijah 2, MI Islamiyah Rogojampi, MTs Rogojampi, hingga SMA Sultan Agung Rogojampi.

    Kegiatan diawali dengan khutbah iftitah yang disampaikan oleh Rois Syuriah MWC NU Rogojampi, Kyai. Faturrozaq Ahdini.

    Dalam pesannya, Kyai Faturrozaq menekankan pentingnya tanggung jawab moral warga NU di era digital.

    Ia menyebutkan tiga hal yang menjadi tanda rahmat Allah SWT kepada manusia, yakni menjaga lisan dan tulisan, mengenali zaman atau era yang sedang dihadapi, serta istiqamah di jalan Ahlussunnah wal Jamaah.

    “Di era digital dan kecerdasan buatan, menjaga ucapan dan tulisan menjadi sangat penting. Jari jemari kita hari ini bisa menjadi ladang pahala, tetapi juga bisa menjadi sumber masalah jika tidak dijaga,” pesan Kyai Faturrozaq singkat namun reflektif.

    Ketua Pengurus YPIA Rogojampi, Drs. H. Moh. Dimyati, MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa literasi digital merupakan kebutuhan mendesak, terutama bagi generasi muda NU.

    Ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi tidak bisa dihindari, sehingga harus direspons dengan sikap bijak dan bertanggung jawab.

    “Generasi muda NU harus sadar teknologi. Kita sudah berada di era digital. Media harus digunakan secara bijak, karena apa yang keluar dari mulut dan tulisan kita akan dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya mekanisme kontrol editorial, agar setiap berita yang dipublikasikan benar, jelas, dan membawa manfaat.

    Sementara itu, Nanang Khoriri, SH, yang mewakili Ketua Tanfidziyah MWC NU Rogojampi, menyoroti Artificial Intelligence (AI) sebagai fenomena yang memiliki manfaat sekaligus risiko.

    Menurutnya, warga NU tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus selangkah lebih maju dalam memahami dan memanfaatkan AI, khususnya dalam pengelolaan media dan informasi.

    “AI punya kelebihan dan kelemahan. Karena itu, kita harus bijak dalam menggunakan media sosial dan teknologi, agar tidak terjebak arus informasi yang menyesatkan,” tegasnya.

    Lokakarya ini menghadirkan Maulana Affandi Digital Specialist Lintang Academy sebagai narasumber utama.

    Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia hingga tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan.

    Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang besar bagi NU untuk memperkuat dakwah dan narasi keumatan melalui media digital.

    Ia menjelaskan secara teknis pemanfaatan AI dalam penulisan berita dan konten.

    Mulai dari proses ide, penyusunan prompt yang tepat, hingga menghasilkan draft awal yang kemudian harus diedit dan diverifikasi oleh manusia.

    “AI bukan pengganti jurnalis. Ide, arah, dan nilai tetap menjadi tanggung jawab manusia. Hasil AI hanyalah bahan mentah yang wajib disunting agar layak konsumsi publik,” jelasnya.

    Dalam sesi diskusi, peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan, terutama terkait penggunaan AI untuk menulis berita NU secara cepat dan praktis tanpa meninggalkan kaidah jurnalistik.

    Maulana menegaskan bahwa manusia tetap menjadi pengendali utama, sedangkan AI hanyalah alat bantu yang bisa diarahkan sesuai kebutuhan.

    Menjelang akhir sesi pertama, peserta diajak praktik langsung menulis berita dengan bantuan AI.

    Praktik ini memberikan pengalaman nyata bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara efektif, asalkan digunakan secara etis dan bertanggung jawab.

    Narasumber kedua, Andi BS sebagai Jurnas sastrawacana.id/, menekankan bahwa menulis berita NU adalah bentuk khidmah.

    andi budi setiawan mwcnu rogojampi

    Ia mengingatkan pentingnya prinsip kejujuran, kejelasan, dan kemanfaatan, serta penggunaan pola dasar 5W+1H.

    Ia juga mengajak peserta mengangkat kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan budaya NU, serta menghindari kabar provokatif dan praktik salin-tempel.

    Sebagai tindak lanjut, peserta diberi tugas menulis berita tentang kegiatan di lingkungan masing-masing dalam waktu 1×24 jam untuk dikumpulkan kepada panitia sebagai produk lokakarya.

    Salah satu peserta menyampaikan, “Saya sangat mendukung kegiatan lokakarya jurnalistik semacam ini. Materinya padat dan sangat bermanfaat, membantu menulis berita secara mudah, cepat, dan praktis.”

    Panitia berharap lokakarya ini menjadi langkah awal penguatan media NU di Rogojampi, sekaligus mendorong keberlanjutan pengelolaan media online mwcnurogojampi.com dan ypiarogojampi.mwcnurogojampi.com sebagai sarana dakwah, literasi, dan syiar NU yang berdampak luas bagi masyarakat Rogojampi dan Banyuwangi.

  • PC ISNU Banyuwangi Gelar Lingkar Diskusi Teladani Jejak Perjuangan Gus Dur

    PC ISNU Banyuwangi Gelar Lingkar Diskusi Teladani Jejak Perjuangan Gus Dur

    Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Banyuwangi melalui Seksi Sosial Humaniora kembali melaksanakan kegiatan Lingkar Diskusi sebagai bagian dari ikhtiar penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.

    Diskusi yang mengusung tajuk “Kembali Meneladani Jejak Perjuangan dan Nilai Pedoman KH Abdurrahman Wahid” ini digelar pada Selasa malam, 27 Januari 2026, bertempat di Masjid At-Ta’awun, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi.

    Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Seksi Sosial Humaniora PC ISNU Banyuwangi, Ginanjar Prastyanto, yang didampingi oleh Mohamad Soleh Kurniawan, yang juga aktivis di DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi.

    Lingkar diskusi ini merupakan gelombang ke-3 setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Kecamatan Kalipuro dan Kecamatan Pesanggaran.

    Konsistensi pelaksanaan diskusi ini menjadi bukti komitmen PC ISNU Banyuwangi dalam menghadirkan ruang dialektika intelektual yang sehat dan inklusif di tengah masyarakat.

    Dalam sambutannya, Ginanjar Prastyanto menyampaikan bahwa figur KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan sosok yang relevan untuk terus dikaji dan diteladani, terutama di tengah tantangan sosial dan keagamaan saat ini.

    Menurutnya, nilai-nilai moderasi beragama, pluralisme, serta kelapangan dada yang diperjuangkan Gus Dur merupakan pedoman penting bagi generasi sekarang dalam menjaga persatuan dan harmoni sosial.

    “Gus Dur mengajarkan kepada kita bahwa Islam harus hadir sebagai rahmat bagi semua, bukan sebagai sumber konflik. Moderasi, sikap terbuka, dan penghormatan terhadap perbedaan adalah warisan besar yang harus terus kita rawat,” ungkap Ginanjar.

    Diskusi malam itu berlangsung dinamis dengan pembahasan mendalam seputar keteladanan Gus Dur dalam merawat keberagaman, memperjuangkan keadilan sosial, serta keberaniannya dalam membela kelompok-kelompok minoritas.

    Para peserta juga diajak merefleksikan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam konteks lokal Banyuwangi.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU Rogojampi, Irfan Hidayat, beserta jajaran pengurus.

    Kehadiran PAC ISNU Rogojampi menambah semarak diskusi sekaligus memperkuat sinergi antarstruktur organisasi ISNU di tingkat cabang dan anak cabang.

    Melalui lingkar diskusi ini, PC ISNU Banyuwangi berharap dapat terus menumbuhkan kesadaran kritis, memperkuat karakter intelektual kader, serta menjaga spirit perjuangan Gus Dur agar tetap hidup dan membumi di tengah masyarakat.

    Kegiatan serupa direncanakan akan terus berlanjut di kecamatan lain sebagai bagian dari gerakan intelektual dan sosial ISNU Banyuwangi.

  • English TOEFL Junior dan Robotic Competition Meriahkan Dies Natalis ke-33 SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi

    English TOEFL Junior dan Robotic Competition Meriahkan Dies Natalis ke-33 SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi

    SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi menggelar English TOEFL Junior Competition dan Robotic Competition dalam rangka Dies Natalis ke-33, dengan mengusung tema “Tumbuh dalam Kebersamaan, Maju dalam Perubahan”, Sabtu (21/1/2026).

    Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMP/MTS sederajat se-Kabupaten Banyuwangi.

    Kepala SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi, Fahima Sholatin, M.Pd., menyampaikan bahwa peringatan dies natalis tahun ini dirancang untuk membangkitkan semangat pelajar dalam mengenali potensi diri, khususnya di bidang bahasa internasional dan teknologi berbasis robotika.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kepercayaan diri pelajar sejak dini dalam berbahasa Inggris sekaligus mengenal perkembangan teknologi robotik,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak dua hari sebelumnya dengan pelatihan robotika kepada 10 SMP binaan SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi.

    Para siswa dilatih merakit robot secara mandiri, yang kemudian dilombakan pada hari puncak kegiatan.

    Robot hasil karya peserta tersebut selanjutnya dihibahkan kepada sekolah masing-masing sebagai upaya mendorong semangat belajar robotika.

    Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Eko Budi Santoso, S.Sos., M.M.

    Dalam sambutannya, Eko mengapresiasi langkah SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi yang dinilai tepat dalam mengarahkan pelajar SMP/MTS untuk mengenal kemampuan berbahasa Inggris dan teknologi robotik di era digital.

    “Daripada waktu habis untuk aktivitas gawai yang kurang bermanfaat, kegiatan seperti ini justru mendorong pelajar keluar dari zona nyaman dan mengenal ilmu pengetahuan serta teknologi yang berguna bagi masa depan mereka,” katanya.

    Eko juga menekankan pentingnya kompetisi sebagai sarana mengukur kemampuan diri, memperluas jejaring pertemanan, serta menumbuhkan motivasi belajar sejak dini.

    “Masa depan adalah milik mereka yang bersungguh-sungguh belajar,” tegasnya.

    Pembukaan acara ditandai dengan pembacaan basmalah dan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya kompetisi.

    Pernyataan Eko, “Kalian semua adalah pemenang dan kalianlah juaranya,” disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi serta Kasubbag Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Banyuwangi.

    Selain peserta lomba, para guru pembimbing dan orang tua juga hadir memberikan dukungan moral dan doa.

    Rangkaian acara pembukaan dimeriahkan dengan penampilan Paduan Suara Gita Suara Barista, dilanjutkan tari Gandrung yang disambut antusias oleh seluruh hadirin.

    Usai pembukaan, peserta diarahkan ke ruang kompetisi untuk mengikuti lomba dengan sistem penilaian yang ketat dan terukur, termasuk penggunaan perangkat digital dalam pelaksanaan ujian.

    Sebanyak 104 peserta mengikuti English TOEFL Junior Competition, sementara 12 peserta berkompetisi dalam Robotic Competition.

    Para pemenang memperebutkan tropi, uang pembinaan, dan sertifikat, dengan total hadiah mencapai sekitar Rp5 juta.

    Untuk kategori robotika, ditetapkan juara I, II, dan III, sedangkan TOEFL Junior Competition menetapkan juara I, II, III, serta Harapan I, II, dan III.

  • Kontingen MI Islamiyah Rogojampi Tembus Nasional di KOMPERASIA 2 UNESA

    Kontingen MI Islamiyah Rogojampi Tembus Nasional di KOMPERASIA 2 UNESA

    Kontingen MI Islamiyah Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, menorehkan prestasi membanggakan di ajang KOMPERASIA 2 (Kompetisi Pelajar Juara Indonesia ke-2) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Andima Smarthouse.

    Kompetisi bergengsi tersebut dilaksanakan secara luring pada Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

    Dalam keikutsertaan perdananya di tingkat nasional, MI Islamiyah Rogojampi berhasil membawa pulang tiga medali dari bidang akademik berbeda.

    Prestasi tersebut diraih oleh Ilman Rasyid Abdillah yang meraih medali perak bidang Bahasa Inggris, Hafiz Maulana Ishak yang memperoleh medali perunggu bidang Matematika, serta Brama Alaric Zeroun Al Faizullah yang menyabet medali perunggu bidang Sains.

    Ketiganya merupakan siswa kelas 6 MI Islamiyah Rogojampi yang mengikuti lomba secara individu.

    Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Para siswa menjalani persiapan intensif selama sekitar dua hingga tiga bulan.

    Selama pelaksanaan lomba di Surabaya, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari pihak sekolah dan orang tua.

    Pendampingan pembinaan akademik di sekolah oleh para pembina sesuai bidang lomba, yakni M.S. Rahdiyan Syah Tuasikal, S.Pd. (Bahasa Inggris), Mohamad Nurhadi, S.Pd. (Matematika), dan Maria Ulfa, S.Pd. (Sains).

    Peran pembina dan dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan diri, disiplin belajar, serta ketangguhan mental siswa saat berkompetisi di tingkat nasional.

    Pihak sekolah menyampaikan harapan agar capaian ini menjadi pemantik semangat belajar bagi seluruh siswa.

    Prestasi yang diraih diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga menjadi motivasi berkelanjutan agar peserta didik tumbuh sebagai anak-anak yang berprestasi, berkarakter, dan mampu memenuhi harapan orang tua serta sekolah.

    Prestasi di KOMPERASIA 2 ini sekaligus menegaskan komitmen MI Islamiyah Rogojampi dalam mendorong budaya kompetitif yang sehat dan edukatif.

    Keberhasilan menembus ajang nasional pada keikutsertaan pertama menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat, dukungan lembaga, dan semangat belajar yang kuat, siswa madrasah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.