Hiponim merupakan salah satu konsep penting dalam ilmu semantik yang berkaitan dengan hubungan makna antarkata.

Secara umum, hiponim menggambarkan hubungan antara kata yang lebih khusus dengan kata yang lebih umum.

Untuk memahami makna dan ruang lingkup istilah ini secara lebih komprehensif, berbagai ahli bahasa telah memberikan definisi yang beragam sesuai dengan pendekatan dan kerangka teoritis masing-masing.

Pengertian Hiponim Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pandangan beberapa ahli mengenai pengertian hiponim

1. Menurut Verhaar (2001:396)

Pengertian hiponim adalah hubungan antara yang lebih kecil (secara ekstensional) dan yang lebih besar (secara ekstensional juga).

2. Menurut Chaer (2013:100)

Menjelaskan bahwa konsep hiponim dan hipernim mengandaikan adanya kelas bawahan dan kelas atasan, adanya makna sebuah kata yang berada di bawah makna kata lainnya.

3. Menurut Depdiknas (2012:99)

Hiponim adalah bentuk yang maknanya terangkum dalam hipernim, atau subordinatnya, atau superordinatnya, yang mempunyai makna yang lebih luas.

4. Menurut Djajasudarma (2008:48)

Hiponim yaitu hubungan makna yang mengandung pengertian hierarki.

5. Sumarlam (2003: 45)

Hiponim merupakan satuan bahasa dari kata, frasa dan kalimat yang maknanya dinilai sebagai bagian dari makna unit bahasa lainnya.

6. Palmer (1983: 78)

Hiponim mencakup relasi logis pada entilamen yang berarti bahwa jika hiponimnya sudah dikatakan maka bisa dibayangkan nama kelompoknya dan apabila nama kelompok sudah disebutkan, maka hiponimnya bisa disebutkan.

7. Edi Subroto (1995: 25)

Hiponim memperlihatkan hubungan antara kata yang sifatnya vertikal (atas – bawah) ataupun hubungan antara klasifikas dengan anggota-anggota yang menjadi anggota kelompok maupun bawahannya.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.