Kegiatan Seleksi Festival Bahasa Ibu dan Literasi Using sekaligus Porseni Satkordikcam Srono digelar pada 1 November 2025 di SDN Model.

Acara ini merupakan bentuk sinergi antara Dinas Pendidikan dan Balai Bahasa Jawa Timur, serta diikuti sekitar 400 pelajar SD dan SMP se-Kabupaten Banyuwangi.

Beragam lomba utama diselenggarakan dalam ajang ini, antara lain Baca Puisi, Pidato, Nembang, Bercerita, Menulis Cerita Pendek, Melawak Ngewer, dan Aksara Using.

Selain itu, di beberapa kecamatan juga diadakan tunjukkan, audisi, dan seleksi Memengan Sandiwara untuk tingkat SD maupun Guslah.

Festival Bahasa Ibu dan Literasi Using Srono 2025

Kegiatan kreatif dari PKG Seni turut meramaikan acara, seperti cerita bergambar dan story telling Bahasa Inggris, yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di SDN 4 Kebaman Srono pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Dalam sambutan pembukaannya, Koordinator Satkordikcam Kecamatan Srono, Sri Wahyuni, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia dan para guru pembina yang telah mempersiapkan peserta terbaik untuk mewakili Kecamatan Srono di tingkat kabupaten.

“Kami berharap anak-anak Srono bisa menjadi duta terbaik hingga ke tingkat provinsi dan nasional, berkumpul bersama para jawara bahasa daerah dari seluruh Nusantara,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua K3S Srono, Yuni Angelia, S.Pd, menegaskan semangat para peserta untuk berprestasi.

“Kami bertekad menjadi juara di tingkat kabupaten dan siap menjadi duta bahasa Using ke Jakarta. Kami siap mendampingi talenta Banyuwangi bertemu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,” ungkapnya penuh semangat.

Sementara itu, Sekretaris Panitia, Hendri Fidiyastuti, S.Pd, melaporkan bahwa jumlah peserta mencapai 256 orang.

Para pemenang nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan, termasuk persiapan untuk Porseni, seperti menari bersama pembina sekaligus koreografer Bu Profita dan Bu Novi, yang sebelumnya sukses membawa tarian Gandrung ke Istana Negara.

Selain itu, kegiatan cipta dan baca puisi juga akan melalui proses audisi, mengangkat tema adat dan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat.

Ketua Panitia, Rosie Ardiansyah Putra, S.Pd, menambahkan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat kekompakan dan gotong royong dari PKG, KKG, dan K3S, yang saling mendukung satu sama lain dalam berbagai event berkelanjutan.

Setelah seluruh lomba selesai, panitia bersama dewan juri yang terdiri dari guru dan profesional mengumumkan para pemenang.

Suasana penutupan berlangsung meriah dan penuh kebahagiaan karena hasil lomba dinilai merata dan layak, menjadikan mereka sebagai duta terbaik Srono 2025.

Penulis: Bung Aguk

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.