Bagi penulis, dunia jurnalisme adalah ruang baru yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran.

Di tengah keseharian sebagai guru matematika di sebuah SMK swasta di Banyuwangi yang diisi dengan mengajar di kelas, mendampingi bimbingan belajar, serta menulis karya sastra, penulis berusaha tetap menyisihkan waktu untuk menulis berita dan opini.

Aktivitas ini bukan sekadar rutinitas tambahan, melainkan panggilan nurani untuk ikut mengabadikan peristiwa dengan menghadirkan cerita yang bermakna bagi pembaca.

Penulis telah lama menekuni dunia kepenulisan, mulai dari puisi, quote, opini, hingga buku, dengan capaian tiga buku solo serta delapan belas buku antologi fiksi dan nonfiksi.

Tulisan-tulisan tersebut penulis bagikan melalui media sosial, laman pribadi, serta media daring.

Namun, ketika bergabung sebagai jurnalis di media online Sastrawacana, penulis merasakan tantangan yang berbeda.

Menulis berita menuntut kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab yang lebih besar.

Penulis belajar bahwa sebuah peristiwa tidak cukup hanya ditulis, tetapi harus disajikan secara utuh, berimbang, dan bernilai bagi publik.

Sastrawacana, bagi penulis, bukan sekadar media, tapi rumah literasi yang telah berdiri lebih dari sepuluh tahun dan konsisten menyuguhkan konten positif, edukatif, serta inspiratif.

Fokusnya pada pendidikan, literasi, dan prestasi menjadikan media ini sejalan dengan nilai-nilai yang penulis perjuangkan.

Karena itu, penulis memilih untuk menaruh perhatian besar pada pemberitaan seputar literasi dan dunia pendidikan, tentang bagaimana literasi tumbuh di Banyuwangi, tentang prestasi peserta didik, pendidik, sekolah, hingga peristiwa kecil yang sering kali luput dari sorotan.

Di tengah padatnya aktivitas, penulis meyakini bahwa sekecil apa pun momen layak untuk ditulis. Sebab setiap peristiwa memiliki cerita, dan setiap cerita dapat menjadi inspirasi.

Di situlah penulis menemukan makna jurnalisme: dedikasi untuk hadir, merekam, dan menyampaikan nilai-nilai positif kepada masyarakat.

Keyakinan ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Pimpinan Redaksi Sastrawacana, Maulana Affandi, S.S.

Menurutnya, Andi Budi Setiawan, S.Pd a.k.a Penapanuluh merupakan salah satu aset penting bagi Sastrawacana karena konsistensi dalam menulis, khususnya di bidang literasi dan pendidikan.

“konsistensi dalam menulis berita maupun opini yang membuatnya layak memperoleh penghargaan.” ungkap Maulana Affandi.

Penghujung tahun 2025 menjadi momen yang sangat berkesan bagi penulis.

Penghargaan sebagai Jurnalis Produktif Tahun 2025 dari Sastrawacana bukan hanya sebuah pencapaian personal, melainkan pengakuan atas proses panjang yang dijalani dengan kesungguhan dan konsistensi.

Penghargaan ini penulis terima langsung dari Maulana Affandi, sosok yang penulis hormati atas komitmennya menjaga marwah media yang positif dan berorientasi pada literasi.

Penulis sangat tersanjung dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada beliau serta seluruh jajaran redaksi Sastrawacana atas program apresiasi ini.

Bagi penulis, penghargaan ini memiliki makna yang mendalam.

“Penghargaan ini bukan sekadar hadiah di penghujung tahun 2025, melainkan api semangat yang akan terus menyala untuk senantiasa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat lewat berita,” demikian yang selalu penulis yakini.

Apresiasi ini menjadi motivasi tersendiri, bahwa setiap karya yang ditulis dan dirilis mendapatkan tempat serta penghargaan yang layak.

Penghargaan ini semakin menguatkan keyakinan penulis bahwa jurnalisme dan literasi adalah dua sayap yang membantu penulis terbang menggapai tujuan: memberi kontribusi positif bagi masyarakat melalui tulisan.

Sebagai Ketua Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI), semangat ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kerja literasi harus terus diperjuangkan, kapan pun dan di mana pun.

Harapan penulis, program apresiasi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi pemantik semangat bagi jurnalis lainnya untuk giat menulis berita, opini, maupun artikel yang mencerahkan.

Mari bersama-sama menjaga Sastrawacana sebagai ruang bersama untuk menyuguhkan informasi yang positif dan edukatif, serta terus menyalakan api literasi melalui tulisan yang jujur, konsisten, dan bertanggung jawab.

Penulis: Andi Budi Setiawan

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.