BANYUWANGI — Musyawarah Daerah (Musda) III Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Banyuwangi secara aklamasi dan mufakat menetapkan duet H. Mujiono, SH sebagai Ketua Umum dan Achmad Sururudin, SE, M.Si, M.Pd sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) masa khidmat 2026–2030.

Musda digelar pada Ahad (28/12/2025) atau bertepatan dengan 8 Rajab 1447 H di Hotel Aston Banyuwangi.

Sidang Musda dipimpin Alim Sulaiman, M.Pd, Sekretaris Umum BKPRMI Wilayah Jawa Timur.

Setelah kepengurusan demisioner dinyatakan berakhir, pimpinan sidang membuka peluang pencalonan Ketua Umum kepada peserta Musda yang terdiri dari jajaran DPD dan perwakilan 25 DPK kecamatan.

Namun, tidak satu pun peserta mengajukan diri. Situasi tersebut kemudian disikapi oleh utusan DPK Rogojampi, Singojuruh, dan Kalipuro yang mengusulkan skema keberlanjutan kepemimpinan.

Mereka mengusulkan agar Achmad Sururudin, mantan Ketua Umum dua periode untuk ditetapkan sebagai Ketua MPD, sementara H. Mujiono dipercaya sebagai Ketua Umum.

Usulan tersebut diterima secara aklamasi oleh seluruh peserta Musda.

Dalam sambutannya, H. Mujiono mengawali dengan ungkapan haru.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan mengemban amanah sebagai pimpinan organisasi yang bergerak dalam pemakmuran masjid dan pembinaan generasi, dengan ikon nasional Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) yang digelar berjenjang setiap dua tahun.

“Baik, saya menerima amanat ini dengan syarat dukungan dari semuanya, termasuk tim formatur yang ditunjuk, agar bersama-sama memajukan organisasi,” ujarnya, yang langsung disambut hangat oleh hadirin.

Musda III BKPRMI Banyuwangi mengusung tema besar Kaderisasi Mujahid Pemakmuran Masjid dan Pembinaan Generasi Qur’ani.

Kegiatan ini dihadiri peserta pemilik suara dari 25 kecamatan, tujuh Direktur Daerah, Sekretaris Umum DPW BKPRMI Jawa Timur, unsur Forkopimda, serta perwakilan ormas dan lembaga keislaman seperti DMI, MUI, LPTQ, Kementerian Agama, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat.

Pembukaan Musda diwarnai paduan suara para ustadzah Pondok Pesantren Safinda di bawah bimbingan Ustadzah Siti Ruqoyah, S.Pd, yang juga pengurus DPW LPKS-BKPRMI Jatim.

Panitia turut menayangkan kilas balik aktivitas BKPRMI Banyuwangi selama empat hingga lima tahun terakhir dalam bentuk foto dan video.

Musda secara resmi dibuka oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Banyuwangi, Yusdi Irawan, SE, M.Si, mewakili Bupati Banyuwangi.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kontribusi BKPRMI dalam menjaga Banyuwangi tetap kondusif dan berprestasi.

Sementara itu, Achmad Sururudin yang telah memimpin BKPRMI Banyuwangi selama dua periode menyatakan kesiapannya menyerahkan estafet kepemimpinan.

Ia berharap pelantikan kepengurusan baru dapat dilaksanakan sebelum Ramadan, serta merencanakan kirab santri pada 1 Muharram sebagai bagian dari syiar dakwah.

Dari aspek kaderisasi, Direktur LPSDM BKPRMI, KH. Achmad Zakariya, menegaskan pentingnya penguatan program BCM, metode ngaji paham makna yang menyenangkan, serta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi remaja masjid, mushalla, sekolah, dan kampus.

“Kami bermimpi lahir pengurus muda BKPRMI usia 33–45 tahun dari desa ke desa,” ungkapnya.

Musda ini juga menjadi ruang silaturahmi lintas generasi dengan menghadirkan para pendiri BKPRMI Banyuwangi sejak gerakan awal 1990-an, sekaligus doa bersama untuk para mujahid dakwah yang telah wafat, khususnya Ustadz Jazir Jogokariyan dan KH. As’ad Human, pelopor metode Iqra’ yang mendunia. (Affandi)

Penulis: Maulana Affandi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.