Yayasan Inklusi Homeschooling PAUD Mutiara dan PKBM KOPPAT Rogojampi menggelar prosesi pengalungan gordon kelulusan bagi peserta didik di El Hotel Banyuwangi, Sabtu (9/5/2026).
Sebanyak 37 anak PAUD Mutiara resmi menyelesaikan masa taman kanak-kanak dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang MI/SD.
Selain itu, 15 peserta didik PKBM KOPPAT Rogojampi juga dinyatakan lulus Paket B dan Paket C.
Para lulusan berhak menerima ijazah dan pengalungan gordon lembaga yang dilakukan oleh Kepala PAUD Sida Humaeroh, S.Pd., bersama Ketua Yayasan Ellyfatus Sholehah, S.Pd.
Acara penuh kebahagiaan tersebut turut dihadiri perwakilan Himpaudi, perwakilan TK di Rogojampi, Kepala Desa Rogojampi Hj. Jamilah, serta keluarga peserta didik yang tidak ingin melewatkan momen penting dalam perjalanan pendidikan putra-putri mereka.
Dalam prosesi yang dikemas secara menarik oleh Smart TV pimpinan Kang Suroso Gitik itu, sebanyak 120 murid PAUD menampilkan berbagai ekspresi dan kreativitas, mulai dari praktik salat, doa, puji-pujian, hafalan Al-Qur’an, hingga peragaan busana muslim.
Anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi peserta didik juga turut tampil di atas panggung.
“Kami siap mendampingi 4–5 anak berkebutuhan khusus menyesuaikan kemampuan SDM yang ada. Dan bagi yang yatim kami gratiskan,” ujar Ketua Yayasan.
Ia menambahkan, selain program AKSARA, lembaga yang berlokasi di Perumahan Mutiara Concrong tersebut juga berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan sebagai PKBM inklusi yang melayani remaja difabel.
Perwakilan wali murid, Fatma Nila Dewi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh guru dan keluarga besar yayasan.
Menurutnya, PAUD Mutiara bukan sekadar tempat bermain dan belajar, tetapi telah menjadi rumah kedua yang mendukung tumbuh kembang anak-anak dengan penuh cinta dan cerita indah.
“Terima kasih kepada segenap guru dan keluarga yayasan. Doa kami, semoga semuanya dilimpahi kesehatan, umur yang manfaat, rezeki berkah, serta kebahagiaan dunia akhirat,” tuturnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi “Anak Kreasi Pelita untuk Negeriku” yang berlangsung penuh keceriaan dan sarat nilai akhlak mulia.
Momen haru pun terasa saat anak-anak cium tangan guru dan memeluk bunda mereka.
Para guru juga menyalami para wali murid untuk saling memaafkan dan mendoakan, diiringi suasana penuh haru dengan mata berkaca-kaca.
“Peran orang tua amat penting dalam mendukung proses kami menyiapkan mutiara-mutiara ini agar menjadi pelangi keluarga dan pelita negeri,” ujar Sida Humaeroh.
Pembina Yayasan, Drs. Zainul Arifin, tampak bahagia atas keberhasilan para peserta didik yang ia anggap sebagai bagian dari keluarganya sendiri.
Ia menjelaskan, acara kelulusan di hotel ini telah berlangsung untuk ke-16 kalinya dan bukan bertujuan untuk gaya hidup ataupun pamer.
“Kami tidak memiliki gedung aula yang memadai, sehingga hotel menjadi solusi yang praktis. Dan semuanya merupakan hasil musyawarah keluarga besar,” tutur dai sekaligus pegiat sosial, ekonomi kerakyatan, dan pekerja migran tersebut.
Ia juga menyampaikan kemungkinan agenda kelulusan tahun depan akan dikemas lebih berkesan dengan kegiatan menginap di hotel sekaligus outbound parenting.
Acara tasyakuran ditutup dengan petikan gitar dari guru PAUD sekaligus kreator Lukbi yang mengiringi nyanyian seluruh guru PAUD.
Suasana semakin khidmat dengan pembacaan puisi “Layar Kecil Melesat ke Bintang” oleh tutor PKBM yang juga Guru Pendamping Khusus (GPK) Nasional, Yeti Chotiimah, M.Pd









