Perspektif dalam seni rupa adalah cara atau teknik untuk menggambarkan objek pada bidang dua dimensi (seperti kertas, kanvas, atau layar) agar tampak memiliki kedalaman, jarak, dan ruang, seolah-olah berada dalam tiga dimensi.
Perspektif berasal dari kata Italia “Prospettiva” yang berarti pandangan atau sudut pandang. Menurut Leonardo da Vinci, perspektif merupakan sesuatu yang alami, yakni perubahan dari relief datar menjadi relief ruang.
Secara sederhana, perspektif dapat dipahami sebagai teknik dengan sistem matematika untuk memproyeksikan bentuk tiga dimensi ke dalam bidang dua dimensi, seperti kertas atau kanvas.
Melalui teknik ini, seniman dapat menggambar objek secara realistis pada bidang datar, sehingga tampak memiliki ruang dan kedalaman.
Selain itu, perspektif juga memungkinkan penggambaran objek secara geometris dari berbagai sisi, seperti atas, bawah, samping, maupun depan.
Dengan kata lain, perspektif digunakan untuk menciptakan ilusi ruang sehingga gambar terlihat lebih nyata dan proporsional.
Teknik perspektif sudah dikenal sejak masa Yunani Kuno sebagai cara untuk menampilkan kesan tiga dimensi pada bidang dua dimensi.
Pada abad ke-15, Paolo Uccello dianggap sebagai tokoh penting yang mempelopori penggunaan perspektif dalam seni lukis.
Perkembangannya kemudian disempurnakan lebih jauh oleh para seniman Renaisans, di antaranya Leonardo da Vinci dan Andrea Mantegna.






