Saat pulang dari perjalanan wisata, banyak orang membawa oleh-oleh khas daerah yang disebut sebagai suvenir.
Barang ini bisa berupa gantungan kunci, miniatur bangunan terkenal, kaos khas, atau produk kerajinan lokal lainnya.
Suvenir dianggap sebagai bentuk kenangan atau cendera mata yang mewakili tempat yang telah dikunjungi.
Namun, apa sebenarnya arti kata suvenir menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)?
Apakah suvenir dan souvenir memiliki perbedaan? Mari kita bahas secara lengkap.
Arti Suvenir Menurut KBBI
Menurut KBBI Daring yang dikelola oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, arti kata suvenir adalah:
suvenir /su·ve·nir/ n barang untuk kenang-kenangan (sebagai oleh-oleh, hadiah, dan sebagainya); cendera mata
Dengan definisi tersebut, dapat kita pahami bahwa suvenir adalah benda fisik yang diberikan atau dibeli sebagai pengingat atas suatu peristiwa, tempat, atau pengalaman.
Suvenir biasanya memiliki nilai emosional, simbolis, atau budaya, meskipun secara ekonomi nilainya bisa beragam, dari yang murah hingga mahal.
Contoh penggunaan dalam kalimat:
- “Ia membeli suvenir khas Bali berupa patung kayu ukir.”
- “Setiap tamu undangan menerima suvenir pernikahan sebagai tanda terima kasih.”
- “Toko-toko di kawasan wisata menjual berbagai jenis suvenir lokal.”
Kata suvenir berasal dari bahasa Prancis souvenir, yang berarti “mengingat” atau “kenangan”.
Dalam bahasa Inggris, kata tersebut tetap ditulis souvenir, namun dalam bahasa Indonesia, kata itu telah mengalami penyesuaian ejaan sesuai kaidah penyerapan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia.
Maka dari itu, bentuk yang baku dan benar menurut KBBI adalah “suvenir”, bukan souvenir.
Meski bentuk aslinya masih sering terlihat di toko atau media sosial, penulisan souvenir dianggap tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD) dalam konteks penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Fungsi dan Nilai dari Sebuah Suvenir
Suvenir bukan sekadar barang kecil yang dibeli saat liburan. Ia memiliki beberapa fungsi penting:
1. Pengingat Personal
Suvenir membantu seseorang mengingat pengalaman, tempat, atau peristiwa penting yang pernah dialaminya.
2. Simbol Budaya dan Identitas
Banyak suvenir dibuat dengan mengusung unsur budaya lokal, seperti motif batik, tenun, arsitektur tradisional, atau ikon wisata daerah.
3. Media Promosi
Dalam acara-acara resmi, seminar, atau pernikahan, suvenir berfungsi sebagai alat promosi atau bentuk penghargaan kepada peserta atau tamu.
4. Nilai Ekonomi dan Pariwisata
Industri suvenir mendukung perekonomian lokal, terutama di daerah wisata. Para perajin lokal mendapat penghasilan dari hasil penjualan suvenir kepada wisatawan.
Kesimpulan
Menurut KBBI, suvenir adalah barang kenang-kenangan yang diberikan atau dibeli sebagai cendera mata dari suatu tempat, acara, atau momen khusus.
Kata ini merupakan bentuk baku dalam bahasa Indonesia yang telah diserap dari bahasa asing, dan penulisannya berbeda dari versi aslinya dalam bahasa Inggris.








