Berikut ini adalah bahan dan cara pembuatan pestisida nabati dari buah Bintaro (Cerbera manghas), serta efektivitasnya dalam mengendalikan hama.

Bahan Utama dalam Pestisida Nabati Buah Bintaro

  • Buah Bintaro tua matang (daging buah dan/atau biji) sebagai bahan utama.
  • Kadang ditambahkan bahan lain seperti tembakau, abu kayu, gula merah, dan bawang putih dalam beberapa formulasi tradisional.

Berdasarkan hasil fitokimia dan berbagai kajian ilmiah, bahan aktif utama yang ditemukan dalam buah dan daun Bintaro antara lain:

  • Alkaloid (termasuk cerberin)
  • Saponin
  • Flavonoid
  • Steroid
  • Triterpenoid

Senyawa tersebut bersifat toksik terhadap serangga, antifeedant (menghambat makan hama), dan repellent (mengusir hama).

Baca juga: Dalam pembuatan pestisida jadam sulfur digunakan bahan-bahan berikut

Proporsi dan Formulasi Umum

1. Metode sederhana (Kompas)

  • Laminasi potongan buah Bintaro halus kemudian direndam dalam 5 liter air selama kurang lebih 2 hari
  • Setelah difermentasi, disaring dan digunakan sebagai larutan semprot
  • Dosis aplikasi: sekitar 250 ml per tangki semprot (sekitar 5 liter) / 2–3 kali seminggu

2. Formulasi lain (dengan bahan tambahan)

  • 10 buah Bintaro, 1 kg abu kayu, 50 g tembakau, 100 g gula merah, 10 siung bawang putih, direbus bersama abu kayu selama ~30 menit, disaring setelah dingin.

Efektivitas dan Konsentrasi Optimal

  • Ekstrak buah dan daun Bintaro yang diformulasikan dalam larutan 100 g/L hingga 300 g/L (sekitar 10–30%) menunjukkan mortalitas Spodoptera litura sekitar 40% pada konsentrasi terendah, namun efektivitasnya masih relatif rendah jika dibandingkan pestisida sintetis.
  • Formulasi bubuk atau larutan dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% tidak efektif untuk mengendalikan serangga Callosobruchus pada benih kedelai setelah penyimpanan 4 bulan.
  • Ekstrak buah pada konsentrasi 3%–5% (etanol) efektif membunuh jangkrik (Gryllus sp.) dalam 24 jam pengujian.
  • Ekstrak bagian tanaman seperti daun, batang, buah dan biji pada tingkat konsentrasi tertentu terbukti efektif terhadap hama Riptortus linearis (penyedot polong) pada berbagai konsentrasi hingga 12,5%.
  • Pestisida dari ekstrak daun Bintaro juga terbukti mengurangi kerusakan pada tanaman cabai secara signifikan dalam percobaan tingkat lapang di Kalimantan Selatan.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.