Setiap wanita pasti ingin menjadi seorang ibu. Ibu yang melahirkan, merawat, serta menjaga anak-anaknya hingga tumbuh dewasa. Pastinya, sebagai seorang ibu kita ingin yang terbaik untuk anak agar selalu sehat dan tidak mudah sakit.

Sebenarnya, semua ibu memiliki cara tersendiri untuk merawat buah hati mereka. Walaupun menurut kita sudah sangat baik, namun saat bertemu dengan orang lain pasti akan ada perdebatan walau sekecil apapun. Berikut beberapa hal yang sering diperdebatkan saat menjadi ibu adalah sebagai berikut.

Baca juga: 6 Cara Menjadi Orang Tua Terbaik Untuk Anak

1. Melahirkan Normal atau Caesar?

Banyak yang menganggap bahwa seorang wanita dapat dikatakan sebagai ibu yang sempurna jika bisa melahirkan normal. Sebenarnya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, mau melahirkan dengan cara apapun baik normal ataupun caesar, tidak masalah. Sebab, pasti ada alasan lain mengapa harus memilih melahirkan dengan cara caesar. Biasanya, cara ini dilakukan karena kondisi tertentu yang dapat mengancam keselamatan ibu atau janin.

2. Setelah Melahirkan, Yakin Mau Berhenti Kerja?

Banyak wanita yang bekerja di kantoran merasa dilema pasca melahirkan. Sebab, mereka harus memilih antara tetap bekerja atau fokus merawat anak di rumah. Saat kita memilih untuk berhenti bekerja, banyak orang di luar sana yang mengatakan bahwa keputusan tersebut salah dan membuat pernyataan seperti “buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau hanya jadi ibu rumah tangga?”.

Padahal, menjadi seorang ibu rumah tangga bukanlah hal yang memalukan. Justru, akan lebih baik karena dapat memantau tumbuh kembang anak. Seorang ibu yang berpendidikan tinggi juga dapat mencetak anak-anak mereka menjadi generasi yang lebih baik.

Baca juga: 4 Tips Menghadapi Perilaku Anak yang Agresif

3. ASI atau Susu Formula?

Masalah pemberian ASI juga kerap menjadi perdebatan di kalangan ibu-ibu pasca melahirkan. Sebagian besar dari mereka menganggap bahwa pemberian ASI lebih bagus daripada susu formula. Memang benar, tapi perlu diketahui bahwa tidak semua ibu bisa mengeluarkan ASI dengan lancar. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika dibantu oleh susu formula. Akan tetapi, tetap berusaha untuk mengutamakan ASI dibandingkan susu formula.

4. Mendidik Anak Dengan Lembut atau Keras?

Terlalu keras mendidik anak tidaklah bagus untuk pertumbuhan mereka. Umumnya, anak akan merasa trauma ketika orang tua terlalu keras dalam mendidik. Begitupun sebaliknya, terlalu lembut mendidik anak juga tidak bagus karena akan membuat anak tumbuh menajdi pribadi yang manja. Sebaiknya, didik anak sesuai situasi dan kondisi yang berlangsung. Jangan lupa untuk selalu menerapkan sikap disiplin pada anak sejak dini.

5. Mulai Memperkenalkan Gedget atau Tidak?

Gedget merupakan sebuah alat komunikasi yang sangat diminati oleh hampir semua orang. Siapa sih yang tidak punya gadget di jaman sekarang? Walaupun fungsinya sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari, nyatanya gadget menjadi perdebatan bagi ibu-ibu di luar sana. Banyak dari mereka yang memperdebatkan apakah sebaiknya anak boleh diperkenalkan pada gadget atau tidak? Sebagian dari mereka menganggap bahwa gadget merupakan alat yang sebaiknya tidak diperkenalkan pada anak karena dapat mengganggu pertumbuhan mereka.

Namun, tidak sedikit pula yang menganggap bahwa anak perlu mengenal gadget sejak dini agar tidak gaptek alias gagap teknologi. Lantas, mana yang lebih baik? Sebagai ibu kita harus bijak dalam memilih hal-hal yang baik dan buruk untuk anak. Untuk masalah gadget, sebaiknya anak diperkenalkan saat menginjak sekolah menengah pertama. Tentunya, harus tetap kita awasi dan batasi penggunaannya.

Itulah beberapa perdebatan saat seorang wanita sudah menjadi ibu. Jadi, pilihan ada di tanganmu sendiri dan jangan mendengarkan anggapan orang lain jika dirasa tidak benar.

Author  : Eva