Menurut (Dick and Carey 2005) analisis instruksional adalah sebagai tahapan proses yang merupakan keseluruhan dari pemaparan bagaimana perancang menentukan komponen utama dari tujuan instruksional melalui kegunaan analisis tujuan (goal analysis), dan bagaimana setiap langkah dalam tujuan tersebut dapat dianalisis untuk mengidentifikasi keterampilan subordinate atau keterampilan prasyarat

Agar lebih jelas tentang analisis instruksional, bisa baca di sini: Pengertian Analisis Instruksional Lengkap

Untuk melakukan analisis intruksional dapat melalui langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Menuliskan kompetensi umum yang telah anda tulis dalam TIU untuk mata pelajaran yang sedang anda kembangkan.
  2. Menulis setiap subkompetensi yang menurut anda menjadi bagian dari kompetensi umum tersebut. Jumlah berkisar antara 5-10 buah.
  3. Menyususn subkompetensi tersebut kedalam suatu daftar dalam urutan yang logis dimulai dari kompetensi umum, subkompetensi yang paling dekat hubungannya dengan kompetensi umum, dan diteruskan mundur sampai subkompetsnsi yang paling jauh dengan subkompetensi umum.
  4. Menambah atau mengurangi subkompetensi tersebut jika diperlukan. Tanamkan dalam pikiran anda bahwa harus berusaha melengkapi subkompetensi tersebut.
  5. Menuliskan setiap subkompetensi tersebut dalam suatu lembar yang berukuran 3 x 5 cm.
  6. Menyusun kartu tersebut diatas meja atau lantai dengan menempatkannya dalam struktur hirarkis, procedural atau pengelompokan menurut kedudukan masing-masing terhadap kartu yang lain. Letakkan secara horizontal untuk kartu yang memiliki struktur procedural atau pengelompokan, dan secara vertical untuk kartu yang memiliki struktur hirarkis.
  7. Jika perlu, tambahkan subkompetensi yang lain yang dianggap perlu atau kurangi yang dianggap lebih.
  8. Menggambar letak setiap subkompetensi tersebut dalam bentuk kotak-kotak pada lembar kertas sesuai dengan letak kartu yang telah disususn.
  9. Meneliti kemungkinan menghubungkan kompetensi umum yang satu dan yang lain atau berbagai subkompetensi yang berada dibawah kompetensi umum yang berbeda.
  10. Memberi nomor urut pada setiap subkompetensi dimulai dari yang terjauh dari kompetensi umum hingga yang terdekat dengan kompetyensi umum.
  11. Mengonsultasikan atau mendiskusikan bagan yang telah disusun dengan teman sejawat untuk mendapat masukan. Hal yang perlu diperhatikan dalam diskusi tersebut adalah