Kategori: Berita

  • FKKS Sempu Gelar Sosialisasi di Desa Karangsari: Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Desa Sehat

    Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) sebagai bagian dari Forum Banyuwangi Sehat (FBS) mengadakan sosialisasi di Balai Desa Karangsari, Sempu, Banyuwangi, pada Rabu (14/8/2024).

    Adapun acara tersebut dihadiri oleh Ketua FKKS Sempu, PMK Kecamatan Sempu, PKK Kecamatan Sempu, PKK Desa Karangsari, serta Pemerintah Desa Karangsari yang diwakili oleh Kepala Desa Agus Firmanto, SE.

    Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh peserta, kemudian sambutan oleh Agus Nurwakhid, ST selaku Kasi PMK, dilanjut Kepala Desa Karang Karangsari Agus Firmanto, SE.

    Dalam sambutannya, Agus Nurwakhid, ST mengapresiasi Pemerintahan Desa Karangsari karena telah memberi fasilitas tempat untuk menggelar kegiatan.

    Ia juga menyampaikan amanat dari Camat Sempu yang berhalangan hadir karena ada kegiatan lain. Camat berpesan kepada peserta agar kegiatan ini bisa dicermati dan diperhatikan hingga selesai.

    “Pesan dan salam dari Camat agar peserta dapat mencermati sosialisasi hingga selesai,” tuturnya.

    Sementara itu, Agus Firmanto, SE selaku Kepala Desa Karangsari meminta maaf kepada peserta dan penyelenggara jika ada kekurangan dalam memfasilitasi kegiatan tersebut.

    Ia mengatakan jika Pemdes Karangsari sangat mendukung komunikasi kegiatan positif dan menyehatkan.

    Kemudian, Agus Firmanto, SE menjelaskan bahwa Pemdes Karangsari juga telah menerapkan beberapa kegiatan positif yang bertujuan untuk mewujudkan desa sehat, salah satunya menyanjikan jingle yang rutin diikuti oleh seluruh aparatur pemerintahan desa.

    “Desa Karangsari juga rutin melakukan kegiatan positif. Jam 07.15 WIB doa pagi, dilanjutkan menyanyikan jingle dan diakhiri dengan diskusi dengan para Kasun,” ujarnya.

    Di akhir sambutannya, Agus Firmanto SE juga mengabarkan bahwa Desa Karangsari akan menggelar jalan sehat pada hari Minggu, (18/8/2024).

    Jalan sehat dengan rute 2 kilometer tersebut bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang sehat bagi masyarakat.

    Adapun untuk menarik minat masyarakat, pihaknya telah menyediakan doorprize berupa satu unit sepeda motor dan beberapa hadiah menarik lainnya.

    Untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas, Agus Firmanto, SE mengimbau kepada linmas dan keamanan desa agar mampu menjaga kondusifitas serta memberi arahan yang humanis kepada pengguna jalan raya.

    Usai sambutan, kegiatan sosialiasi diisi oleh Dewi Anggorowati dari FBS. Sebelum memulai materinya, Dewi mengapresiasi Desa Karangsari yang memiliki jingle sendiri.

    “Sehat itu bukan hanya fisik, tapi juga mental. Seperti jingle, menandakan Desa Karangsari punya mental yang sehat. Semoga desa lain juga punya jingle sendiri,” ujarnya.

    Dalam materinya, Dewi menjelaskan ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memujudkan kota sehat, antara lain:

    1. Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri
    2. Pemukiman dan Fasilitas Umum
    3. Pasar
    4. Satuan Pendidikan
    5. Pariwisata
    6. Transportasi dan Tertib Lalu Lintas Jalan
    7. Perkantoran dan Perindustrian
    8. Perlindungan Sosial
    9. Pencegahan dan Penanganan Bencana

    Dewi mengimbau kepada PKK Kecamatan Sempu dan Desa Karangsari untuk memaksimalkan program yang ada kemudian didokumentasikan via media sosial agar ada jejak digitalnya.

    “Tidak perlu buat program baru, tapi program yang ada dimaksimalkan dan didokumentasikan, seperti posyandu, pencegahan stunting, dan sebagainya,” ujarnya.

    Dewi juga sempat menceritakan bagaimana sejarah Forum Banyuwangi Sehat (FBS) yang sudah terbentuk sejak tahun 2011 lalu dan pernah meraih prestasi pada tahun 2015.

    Senada dengan Dewi, pemateri kedua, Hendy Setiyantoro, SKep.Ns menjelaskan prosedur bagaimana mewujudkan desa sehat. Ia juga memberi kiat agar dapat memaksimalkan program kesehatan yang telah dijalankan.

    Kemudian, Hendy juga sedikit menyinggung tentang indikator desa bisa dikatakan sehat, salah satunya adalah seberapa tinggi angka keselamatan ibu melahirkan.

    Di akhir sesi, Agus Nur Wahyudi dari FBS menambahkan agar tercipta sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan desa yang sehat.

    “Karena ini menyangkut banyak hal, maka lebih baik jika sinergi dikembangkan dan melakukan kolaborasi dengan pihak lain,” ujarnya. ***

  • Makrab Imadikom Universitas Amikom Yogyakarta: Kuatkan Peran Mahasiswa Jaga Kamtibmas Kondusif Jelang Pilkada Serentak

    sastrawacana.id/ – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ratusan ribu mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) di Jogja memiliki peran strategis untuk menyukseskan pesta demokrasi dengan ikut menciptakan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

    Salah satu peran penting itu adalah mencegah beredarnya hoaks di masyarakat dengan memilih dan memilah informasi yang baik sebelum disebarluaskan.

    Hal itu disampaikan oleh Ketua Ikatan Mahasiswa Bidikmisi dan KIP-K Amikom (Imadikom) Universitas Amikom Yogyakarta Muhamad Reyhan saat Malam Keakraban (Makrab) dengan tema ‘Satu Keluarga, Seribu Mimpi’, Senin-Selasa 29-30 Juli 2024, di Wisma Kepodang di Jalan Astorenggo (Kaliurang KM.22) RT.08/RW.19, Kaliurang Barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman, DIY.

    Reyhan menuturkan, kegiatan makrab ini ingin membekali anggota Imadikom angkatan 2023 dengan jiwa kepemimpinan yang baik supaya bisa memimpin Imadikom di masa depan dan memimpin diri sendiri agar meraih prestasi yang membanggakan kampus baik di kancah nasional maupun internasional.

    Menurut Reyhan, jiwa kepemimpinan mahasiswa diperlukan saat terjun langsung di masyarakat, di tengah arus pemikiran yang berbeda-beda dan derasnya informasi mahasiswa harus mampu menyaring sebelum menyebarkannya. “Sehingga dia bisa menjadi contoh yang baik bagi warga,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Rabu 31 Juli 2024.

    Direktur Direktorat Kemahasiswaan Universitas Amikom Yogyakarta Suyatmi, S.E., M.M. mengapresiasi kegiatan makrab dengan materi kepemimpinan ini untuk keberlanjutan organisasi Imadikom ke depan.

    Melalui momentum ini mahasiswa diharapkan juga bisa membantu pemerintah untuk menyukseskan pilkada di DIY.

    “Sharing session dengan materi Kepemimpinan dari Kepolisian Daerah (Polda) DIY ini diharapkan bisa menjadi bekal bagi mahasiswa saat terjun di masyarakat setelah lulus,” ungkapnya.

    Apriyansyah Koordinator Divisi Acara Makrab mengatakan, kegiatan yang diinisiasi oleh Imadikom ini merupakan langkah nyata organisasi dalam membentuk kader-kader masa depan yang siap menjadi pemimpin Imadikom.

    Kolaborasi dengan Polda DIY dalam materi kepemimpinan juga membuka wawasan peserta untuk terus memberikan dampak yang luas dan menjadi pemimpin visioner di masa depan.

    “Harapannya, para kader dapat terus berkolaborasi dan menciptakan hal-hal positif yang berdampak luas,” kata dia, didampingi anggota Imadikom Arif Setiawan dan Devi Setyo Wihastuti.

    Sebelumnya, pembukaan makrab menghadirkan narasumber Kasubdit 3 Ditintelkam Polda DIY Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wahyu Dwi Nugroho, S.E. yang memberikan materi ‘Kepemimpinan’ di Aula Business Student Center (BSC) Universitas Amikom Yogyakarta di Jalan Padjadjaran (Ring Road Utara), Ngringin, Condongcatur, Depok, Sleman, DIY.

    Wahyu menyampaikan, Polda DIY memiliki tanggung jawab untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Yogyakarta supaya kegiatan pariwisata dan pendidikan bisa berjalan dengan lancar dan nyaman.

    “Di sinilah peran mahasiswa untuk mewujudkan kamtibmas dibutuhkan,” ujarnya.

    Apalagi, mahasiswa di Jogja berasal dari seluruh Indonesia. Kebinekaan/keberagamaan ini harus dijaga dengan toleransi dan saling menghargai.

    “Diawali dari lingkungan kampus, selanjutnya akan menjadi contoh bagi masyarakat,” jelasnya.

    Terkait maraknya penyebaran hoaks dan meme di media sosial (medsos) yang rentan memicu konflik, wajib diwaspadai oleh mahasiswa adalah konten penyebaran paham radikal, propaganda teroris, kejahatan siber, pornografi dan judi online (judol).

    Wahyu mengharapkan peran mahasiswa menangkal penyebaran hoaks di medsos dan ikut mengedukasi penggunaan medsos secara bijak kepada masyarakat. “Terutama menjelang pilkada serentak di DIY,” terangnya.

    Saat pilkada, mahasiswa harus menjalankan perannya sebagai kontrol politik, penyampai aspirasi dan penyambung lidah rakyat melalui saluran yang telah disediakan oleh pemerintah.

    Tentunya dengan tetap menghormati dan memperhatikan hak-hak orang lain, misalnya hak pengguna jalan saat mahasiswa melakukan aksi damai turun ke jalan.

    “Mahasiswa jika ingin melakukan aksi damai turun ke jalan, wajib memberikan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian,” katanya.

    Program Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi)/Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) adalah skema bantuan biaya pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Tinggi dari pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat berprestasi/memiliki potensi akademik baik, namun memiliki kendala/hambatan ekonomi untuk menempuh pendidikan di PT.

  • Ratusan Finalis Festival Sastra Banyuwangi 2024 Tampil Memukau di SMPN2 Gambiran

    Para finalis Festival Sastra Kabupaten Banyuwangi 2024 yang berhasil lolos seleksi dihadirkan untuk penilaian secara langsung pada Selasa, 23 Juli 2024 di SMPN 2 Gambiran.

    Sebelumnya, sekira 700 siswa SMP se-Kabupaten Banyuwangi mengikuti seleksi berbagai perlombaan Festival Sastra 2024 yang dilangsungkan sejak tanggal 8 Juli 2024 hingga 20 Juli 2024.

    Kemudian, panitia beserta segenap juri menyeleksi karya serta penampilan siswa yang diunggah melalui Google Meet dan Youtube untuk mencari 50 finalis dari masing-masing cabang lomba.

    Barulah, masing-masing finalis tersebut diberi undangan untuk tampil secara langsung pada tanggal 23 Juli 2024 di SMPN 2 Gambiran.

    Sebelum perlombaan para finalis dilangsungkan, semuanya dikumpulkan di aula untuk mendapat arahan serta motivasi dari panitia, termasuk dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi.

    Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Kabid Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Didik Eko Wahyudi memberi apresiasi kepada para peserta yang berhasil lolos menjadi finalis.

    Ia berpesan agar para finalis tetap semangat dalam berkarya untuk memajukan bangsa, khususnya Kabupaten Banyuwangi.

    Setelah sambutan dan diberi informasi terkait teknis lomba, para peserta kemudian memasuki ruangan masing-masing sesuai dengan cabang lomba yang diikuti.

    Sebelum masuk ke ruangan, para finalis melakukan pendaftaran ulang dan mendapatkan kaos yang bisa digunakan saat tampil di depan dewan juri.

    Kemudian, dari 50 finalis masing-masing cabang perlombaan tersebut, dipilih 5 terbaik (juara 1, 2, 3, harapan 1, harapan 2) untuk tampil di Awarding Festival Sastra 2024.

    Salah satu juri dalam Festival Sastra 2024, Bung Aguk menyampaikan bahwa para finalis memang peserta yang terpilih sehingga tampil cukup memukau.

    “Penampilan para finalis bagus-bagus, memukau, kami bangga,” ujarnya.

    Tak sampai di situ, Bung Aguk juga sedikit memberi nasihat dan berbagi pengalamannya dalam dunia literasi sebagai bekal untuk para peserta.

    Menurut jadwal awal, Awarding Festival Sastra 2024 akan diselenggarakan pada tanggal 25 Juli 2024 di RTH Maron Genteng.

    Namun, menurut informasi yang disebar oleh panitia, acara Awarding ditunda pekan depan dan para peserta diharap menunggu informasi selanjutnya. **

  • Gala Desa Voli Bupati Cup 2024 Gambiran Disambut Meriah oleh Antusias Warga

    sastrawacana.id/ – Dalam rangka mencari bibit pemain voli berbakat, Pemerintah Daerah Banyuwangi kembali mengadakan Gala Desa yang diikuti oleh setiap kecamatan, salah satunya Kecamatan Gambiran.

    Di Gambiran sendiri ada enam desa yang turut berkontestasi untuk memperebutkan Piala Bupati.

    Kontestasi voli skala Kabupaten ini disambut meriah oleh warga Gambiran, terlihat dari antusias masyarakat dalam laga perdana pada Senin, 22 Juli 2024.

    Adapun dalam laga perdana tersebut diisi dengan pertandingan antara tim Desa Jajag Putri melawan tim Desa Gambiran Putri. Sementara untuk pemain putra, ada tim Desa Purwodadi melawan tim Desa Yosomulyo.

    Menurut jadwal, babak penyisihan turnamen antar Desa ini akan berlangsung sampai tanggal 26 Juli 2024 dan babak final akan dilangsungkan pada tanggal 27 Juli 2024.

    Setelahnya, pemenang akan diadu kembali dengan pemenang dari masing-masing Kecamatan.

    Tak hanya masyarakat setempat, beberapa tokoh juga turut hadir pada hari pertama pembukaan Bupati Cup, seperti Forpimka Kecamatan Gambiran serta Kepala Desa se-Kecamatan Gambiran.

    Forpimka Kecamatan Gambiran dan Kades se-Kecamatan Gambiran memberi apresiasi kepada para pemain serta masyarakat yang antusias mendukung pelaksanaan event dari Pemda tersebut.

    Menurut informasi yang dihimpun, Kecamatan Gambiran sudah dua kali mengikuti turnamen tarkam ini, sebelumnya tahun 2023 lalu.

    Mengingat cukup banyak bibit muda voli yang bertalenta, alhasil Gambiran kembali menjadi Kecamatan yang cukup diperhitungkan pada turnamen tahun ini.

    Dalam kesempatan yang sama, Sekdes Desa Gambiran, Binar, juga turut mengapresiasi diadakannya gala voli seperti ini.

    Menurutnya, turnamen seperti ini memberi ruang sekaligus wadah kepada para pemain voli, baik yang muda maupun profesional.

    Diharapkan nantinya dapat memunculkan bibit-bibit baru yang dapat memajukan bidang olahraga banyuwangi, khususnya voli.

    “Harapannya ya agar voli Banyuwangi semakin maju, muncul bibit-bibit baru yang bisa menjadi atlet profesional,” tandasnya.

    Binar menambahkan bahwa di Gambiran memang sudah ada beberapa atlet voli berbakat, bahkan ada juga yang sudah berlaga di tingkat lokal maupun Provinsi. **

  • Grand Opening Taman Baca Al Djawahir Hadirkan Bakti Sosial Sedulur Terapis Blambangan

    Dalam rangka peresmian Taman Baca Al Djawahir pada Minggu, (21/7/2024) di Gambiran, tuan rumah turut menghadirkan para terapis profesional Banyuwangi yang tergabung dalam Sedulur Terapis Blambangan.

    Para terapis tersebut mengadakan bakti sosial dengan memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat.

    Ada beberapa metode pengobatan yang tersedia, seperti bekam, gurah, akupuntur, pijat urat, totok saraf, hingga rukiah.

    Taman Baca Al Djawahir sendiri merupakan sebuah perpustakaan untuk warga desa yang diinisiasi oleh Djawahir, pria berusia 80 tahun.

    Meski memasuki usia senja, tapi semangatnya untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa tak pernah padam.

    Dengan kegigihan dan kebulatan tekad, ia mencoba merangkul beberapa pihak, termasuk pemerintahan desa setempat. Alhasil, cita-citanya pun menjadi kenyataan.

    Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar Taman Baca tersebut bisa menjadi peninggalan yang terbaik dan dikenang oleh anak cucu serta masyarakat sekitar.

    “Saya berharap Taman Baca ini bisa menjadi tempat belajar yang nyaman untuk anak-anak. Semoga peninggalan saya ini bisa dikenang oleh anak, cucu, dan masyarakat,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh Ketua BPD Desa Gambiran, Atmorjo, S.Pd yang mengatakan bahwa Taman Baca Al Djawahir adalah konsep yang sangat berguna di era modern saat ini.

    Menurutnya, buku adalah jendela dunia, sehingga kebiasaan membaca buku harus dimulai sejak kecil agar masyarakat memiliki pengetahuan dan wawasan yang cukup dalam mengarungi kehidupan.

    Ketua BPD juga menambahkan bahwa semakin banyak membaca, maka seseorang akan merasa bodoh dan semakin ingin membaca untuk mendapat pengetahuan lainnya.

    Selain itu, hadir juga para pegiat literasi Banyuwangi, diantaranya Maulana Affandi, Bung Aguk, dan Yeti Chotimah, hingga perwakilan dari Rumah Sakit Al Huda, Yusron.

    Dalam kesempatan yang sama, Maulana Affandi memberi apresiasi kepada Djawahir karena telah peduli kepada dunia literasi.

    Kemudian, ia juga menambahkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para terapis yang sudah bersedia melayani masyarakat sebagai bentuk kegiatan sosial.

    Lantas, Yeti Chotimah menambahkan bahwa literasi mampu mengantarkan seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih dikenal dunia.

    Yeti mencontohkan dirinya yang mampu bertemu dengan para petinggi negara karena literasi dan karya tulis yang diciptakan.

    Di akhir acara, Bung Aguk sebagai pegiat literasi dan sekaligus pembawa acara mengenalkan Koperasi Gotong Royong 45 yang merupakan wadah bagi para pelaku UMKM di Banyuwangi sekaligus beberapa produk yang ditawarkan. **

  • Festival Sastra Banyuwangi 2024 Digelar, Simak Perlombaan dan Rentetan Acaranya

    Festival Sastra Banyuwangi 2024 yang mengusung tema “Banyuwangi Bersastra Menggali Potensi Merajut Harmoni” diisi dengan berbagai macam perlombaan literasi bagi siswa SMP/sederajat se-Kabuptan Banyuwangi.

    Adapun beberapa lomba yang diadakan seperti lomba Cipta Puisi Bahasa Indonesia, Cipta Puisi Bahasa Using (khusus guru), Baca Puisi (Bahasa Indonesia dan Using), Cipta Pentigraf, Cipta Geguritan, Cipta Cerpen, hingga Story Telling (Bahasa Inggris).

    Dalam rangka menyukseskan Festival Sastra 2024, Dinas Pendidikan dan segenap panitia melakukan technical meeting via Zoom, Rabu (17/7/2023) untuk membagikan informasi dan teknis perlombaan kepada para peserta.

    Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Kabid Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Didik Eko Wahyudi menyampaikan beberapa pesan kepada panitia penyelenggara, terutama soal netralitas juri.

    Dalam techninal meeting yang dipandu oleh Yeti Chotimah, Didik memberi pesan agar juri yang dipilih dalam perlombaan ini memiliki kompetensi serta tidak ada kepentingan apapun hingga dapat memberi nilai secara objektif.

    “Juri harus benar-benar kompeten dan tidak berpihak,” ucapnya.

    Selain membahas juri, panitia juga membagikan informasi terkait rentetan acara dan disiplin yang harus dipatuhi oleh setiap peserta.

    Salah satu hal penting yang patut diingat peserta adalah karya harus original, tidak mengandung unsur pornografi dan menyinggung SARA.

    Peserta yang sudah mengirim karyanya via Google Meet dan Youtube akan dikurasi dan dijuri pada tanggal 20-21 Juli 2024.

    Nantinya, akan ada 50 finalis yang dinyatakan lolos oleh panitia melalui grup WhatsApp Festival Sastra 2024, sehingga setiap perwakilan sekolah diimbau menyimak informasi yang disebar melalui grup.

    Kemudian, 50 finalis tersebut akan tampil di babak final pada tanggal 23 Juli 2024 di di SMPN 2 Gambiran.

    Sehari setelahnya, pada tanggal 25 Juli 2024 para pemenang akan diumumkan oleh panitia pada acara Awarding Festival Sastra 2024 yang akan digelar di RTH Maron Genteng.

    Kejuaraan akan diambil juara 1, 2, 3, harapan 1, dan harapan 2. Setiap pemenang (kecuali Cipta Puisi Bahasa Using bagi guru) akan mendapat tropi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan panitia penyelenggara Festival Sastra 2024. **

  • Mengenal Apa Itu SSA 24 Jam yang Sedang Viral di Jember

    Baru-baru ini informasi seputar SSA 24 jam di Jember seliweran di media sosial, seperti Instagram dan Tiktok.

    Salah satu penyebab viralnya SSA 24 jam adalah memicu kontroversi, dimana ada pihak yang setuju dan tidak setuju.

    Apa itu SSA 24 jam?

    SSA 24 jam adalah Sistem Satu Arah selama 24 jam yang diberlakukan pemerintah setempat dalam mengatasi kemacetan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan berkendara.

    Dalam hal ini, SSA 24 jam akan diberlakukan di empat ruas jalan kawasan Unej, yaitu Jalan Jawa, Kalimantan, Mastrip, dan Jalan Riau.

    SSA 24 jam Jember masih dalam proses uji coba yang rencananya akan dilakukan selama sebulan.

    Sebelumnya, uji coba ini hanya dilakukan pada jam-jam tertentu, namun sejak Sabtu (28/10/2023), SSA diberlakukan selama 24 jam penuh.

    Jika nanti ternyata didapati SSA 24 jam berhasil mengatasi masalah kemacetan, maka ada potensi akan diterapkan secara permanen di kawasan Kampus Jember tersebut.

    Namun, kendati hasilnya cukup baik dalam kelancaran lalu lintas, tak menutup kemungkinan juga akan ada opsi lain dari pemerintah setempat, melalui Dishub.

    Sebab, saat ini masih dalam tahapan uji coba yang belum diketahui bagaimana keputusan finalnya nanti.

    Dalam tahapan uji coba ini, ada beberapa aturan yang coba diterapkan, seperti posisi parkir sepanjang Jalan Jawa dan marka parkir, tujuannya agar tidak ada lagi yang parkir sembarangan.

    Kemudian, pihak Dishub juga sudah saling berkomunikasi dengan pihak kampus terkait uji coba program baru ini.

    Kendati menuai berbagai kritik, baik secara langsung maupun di media sosial, pihak penyelenggara uji coba SSA 24 jam akan menjadikan kritik tersebut sebagai masukan serta mengucapkan terima kasih kepada semua pihak.

  • Berkaca Dari Kasus Motivator JE, Sulitnya Mencegah Pelecehan Seksual di Sekolah

    Berkaca Dari Kasus Motivator JE, Sulitnya Mencegah Pelecehan Seksual di Sekolah

    Kasus pelecehan seksual di dunia pendidikan terus saja terjadi.

    Selain dilakukan oleh oknum guru, pelaku bahkan ada yang berkedok sebagai motivator, salah satunya adalah Motivator JE alias Julianto Eka Putra.

    Sepanjang tahun 2022 lalu ada banyak laporan kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan sekolah.

    Seperti kasus yang menyeret seorang motivator sekaligus pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

    Kasus yang melibatkan sosok JE ini memerlukan waktu yang cukup panjang hingga akhirnya ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas kasus kekerasan seksual.

    Kasusnya sendiri pertama kali dilaporkan pada 29 Mei 2021 lalu oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

    Namun, yang lebih mencengangkan lagi, ternyata kasus tersebut diduga sudah terjadi sejak 2009.

    Peristiwa pelecehan itu dialami oleh para korbannya saat masih duduk di bangku sekolah, yang artinya rata-rata korban masih berusia 15 tahun.

    Korban baru berani melaporkan apa yang dialaminya pada 2021.

    Kelakukan motivator JE ini menjadi suatu fenomena dimana seseorang yang memberi pengajaran juga bisa dengan semena-mena melakukan praktik kekerasan seksual kepada murid-muridnya.

    Tak hanya JE, peristiwa ini juga terjadi di instansi atau sekolah-sekolah lain yang bahkan melibatkan guru spiritual atau agama.

    Makna Kekerasan Seksual Dalam Dunia Pendidikan

    Kekerasan seksual yang terjadi dalam dunia pendidikan berarti perilaku yang mengarah kepada pelanggaran hak asasi manusia di lembaga pendidikan.

    Makna kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan merupakan sebuah hukuman yang amat terasa bagi siswa sehingga siswa menjadi merasakan sakit, baik itu secara fisik maupun psikologis.

    Lalu mengapa peristiwa itu seringkali terulang?

    Menurut pakar hukum pidana dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Agustinus Pohan, menilai bahwa para tenaga pengajar nekat melakukan pelecehan hingga kekerasan seksual kepada muridnya karena mereka merasa memiliki kekuasaan.

    Sudah jelas ini adalah penyalahgunaan kewibawaan dan kedudukannya untuk mempengaruhi murid-muridnya sehingga percaya bahwa sang guru bisa memberikan perlindungan dan kebaikan.

    Apa yang dipercayai anak-anak ini menjadi titik lemah yang bisa dimanfaatkan beberapa oknum guru.

    Terlebih adanya kekuasaan tadi membuat para pelaku tak segan melakukan tindakan biadabnya itu.

    Dirinya meyakini jika para korbannya berada di bawah kendalinya. Selain itu, ia juga meyakini jika korban tidak akan berani untuk melapor karena merasa segan dan takut.

    Bagaimana Bisa Seorang Motivator Melakukan Pelecehan?

    Pandangan yang diutarakan Agustinus tersebut selaras dengan apa yang dilakukan oleh motivator JE.

    Sebagai seorang pengajar sekaligus motivator, ia melakukan kejahatan itu kepada belasan bahkan mungkin puluhan murid di sekolah yang didirikannya.

    Dengan kekuasaan tersebut, ia bahkan melakukan perbuatan bejatnya itu tidak hanya di lingkungan sekolah.

    Menurut pengakuan korban, JE juga melecehkan murid-muridnya saat berada di luar negeri.

    Sosok JE juga dikenal sebagai seorang pebisnis yang menjalankan sistem bisnis Multi Level Marketing (MLM).

    Dari bisnisnya itu ia berhasil mendirikan sekolah SPI, yang merupakan sekolah gratis untuk anak-anak yatim dan piatu.

    Berdasarkan keterangan dari Ketua Komnas PA Aris Merdeka Sirait, korban dari motivator JE ini dibawa jalan-jalan ke luar negeri, naik kapal pesiar dengan dalih sebagai bentuk hadiah karena menjadi siswa berprestasi.

    Namun, yang terjadi justru JE semakin leluasa melecehkan korbannya.

    “Mereka itu dibuat kamuflase lah seperti itu. Hadiah kepada anak-anak yang dianggap prestasi oleh Julianto. Dibawalah jalan-jalan ke Singapore, dibawalah jalan-jalan ke Malaysia, dibawalah jalan-jalan naik kapal pesiar, dibawa ke Eropa dan sebagainya. Tetapi terjadilah peristiwa di sana di luar negeri juga. Bahkan di rumah pribadi pelaku,” Jelas Arist kepada CNN Indonesia.

    Bahkan dari satu korban, JE bisa melakukan kejahatannya sebanyak 10 hingga 15 kali. Korban dirudapaksa dan mendapat bentuk tindak kekerasan seksual lainnya.

    Bagaimana seorang motivator JE bisa melakukan kejahatan itu terhadap para muridnya karena kekuasaan tadi.

    Adanya relasi kuasa yang tidak sebanding antara guru dan murid menyebabkan peristiwa itu kerap kali terulang.

    Korban kekerasan seksual juga sering kali berada di bawah ancaman sang pelaku.

    Inilah yang mengapa korban sangat sulit untuk langsung melaporkan kekerasan yang menimpanya, ditambah dampak psikis yang diterima korban.

    Apa yang Bisa Mencegah Kasus Kekerasan Seksual?

    Berkaca dari kasus kekerasan seksual oleh motivator JE, tentu kita berharap tidak akan ada lagi peristiwa serupa.

    Namun, untuk memberantas predator di dalam lembaga pendidikan bukan perkara yang mudah.

    Beberapa cara mungkin bisa dilakukan demi mencegah kejahatan seksual, yaitu dengan meningkatkan mutu dan kualitas keamanan sekolah.

    Selain itu, pihak sekolah juga harus memperketat kualifikasi terhadap staf pengajar.

    Sebuah lembaga pendidikan harus memperhatikan budaya sekolah yang akan dibangun di lingkungan internal, dan berinisiatif memberikan psikoedukasi seksual sejak dini.

    Sementara dari secara hukum sudah terdapat larangan kekerasan seksual di dunia pendidikan yang diatur dalam pasal 76D.

    Peraturan tersebut berbunyi setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman, kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain.

    Siapa saja yang melanggar akan dikenakan sanksi hukum pidana penjara paling sedikit 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak sebesar Rp5 miliar.

    Tidak hanya itu, orang tua juga berperan dalam memberikan keamanan melalui pemahaman tentang seks dan etika pergaulan.

    Anak perlu diberikan pengenalan pendidikan tentang seks dan etika pergaulan sejak duduk di bangku sekolah.

    Sebab, kasus pelecehan seksual saat ini sungguh memprihatinkan karena terjadi di banyak tempat yang dianggap aman dan nyaman.

    Bahkan seseorang yang dinilai profesional seperti motivator JE justru memberikan rasa trauma kepada muridnya.

    Di sisi lain, pemerintah harus dapat memberikan penanganan kekerasan seksual terhadap anak dengan melakukan pendampingan untuk pemulihan trauma, memberikan pelayanan konseling hingga memberikan bantuan keadilan.

    Sumber:

    https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220708104010-12-818871/kronologi-kasus-kekerasan-seksual-oleh-motivator-je

    https://www.liputan6.com/news/read/4682508/ini-penyebab-pelecehan-seksual-di-sekolah-sering-terulang

  • 5 Kasus Korupsi Paling Besar di Dunia

    5 Kasus Korupsi Paling Besar di Dunia

    Korupsi Terbesar di Dunia

    Korupsi adalah sebuah tindakan penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara untuk kepentingan pribadi.

    Uang yang harusnya digunakan untuk kemakmuran negara dan masyarakat, justru 'ditilep' oleh oknum koruptor yang tak bertanggungjawab.

    Dampak yang ditimbulkan dari praktik korupsi sangat besar karena berhubungan dengan nasib orang banyak.

    Apalagi negara yang jumlah penduduknya padat seperti Indonesia. Jika kasus korupsi terus berlanjut, maka kesejahteraan rakyat menjadi taruhannya.

    Nah, bicara tentang kasus korupsi, kali ini sastrawacana.id/ telah merangkum beberapa skandal koruspi paling parah di dunia yang ceritanya akan terus dicatat oleh sejarah. Berikut diantaranya:

    1. Kasus Korupsi Mantan Presiden Nigeria Sani Abacha

    Sani Abacha merupakan presiden diktator yang memimpin Nigeria sejak tahun 1993 hingga kematiannya pada tahun 1998.

    Dilansir dari laman Quartz, selama 5 tahun memerintah terjadi banyak skandal korupsi yang akhirnya terungkap setelah kematiannya.

    Tak tanggung-tanggung, uang yang ia korupsi sekitar Rp43 triliun sampai Rp72 triliun dalam kurs rupiah.

    Lalu pada tahun 2014, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengungkapkan bahwa mereka membekukan US$458 juta (Rp6,6 triliun) dana gelap yang disembunyikan Sani Abacha di berbagai penjuru dunia.

    Dari praktik korupsi itu, Nigeria harus berjuang untuk memulihkan kondisi ekonomi kembali.

    2. Kasus Korupsi Mantan Presiden Peru Alberto Fujimori

    Mantan Presiden Peru Alberto Fujimori merupakan salah satu pemimpin yang terlibat kasus korupsi dan pelanggaran HAM.

    Menurut Transparency International, ia menggunakan lebih dari 75 persen anggaran Badan Intelijen Nasional untuk menyuap hakim, politis, dan media.

    Alberto Fujimori ingin selalu memiliki citra bersih di publik selama masa kepemimpinannya. Padahal, sebenarnya ia sangat melanggar HAM.

    Fujimori pernah melakukan pembunuhan kepada para gerilyawan dan diduga menggelapkan dana publik sekitar US$600 juta (Rp8,7 triliun).

    3. Kasus Korupsi Mantan Perdana Menteri Ukraina

    Mantan Perdana Menteri ke-5 Ukraina, Pavlo Ivanovych Lazarenko diduga menyedot dana sejumlah US$200 juta (Rp2,9 triliun) dari kas negara, menurut perhitungan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Dana tersebut ia salurkan ke rekening Bank di Polandia, Antigua, dan Swiss.

    Kemudian dicuci lewat perusahaan kulit Amerika untuk membeli properti.

    Menurut laporan BBC, Pavlo Ivanovych Lazarenko ditahan oleh otoritas Swiss karena tuduhan pencucian uang.

    4. Kasus Korupsi Mantan Presiden Kongo Mobutu Sese Seko

    Mobutu Sese Seko adalah mantan presiden Republik Kongo pada tahun 1965-1997.

    Semasa menjabat, ia melakukan banyak tindak kasus korupsi yang menyebabkan negara mengalami kerugian besar.

    Dilaporkan ia telah menggelapkan dana negara sekitar USD 5 miliar.

    Akibatnya, hutang, devaluasi, dan inflasi menjadi tinggi.

    Hingga akhirnya pada tahun 1997 ia dilempar dari bangku kekuasaan oleh pasukan pemberontak dan pada tahun yang sama ia meninggal dunia.

    Kini, namanya dikenang sebagai pemimpin terkorup di dunia.

    5. Kasus Korupsi Mantan Presiden Serbia Slobodan Milosevic

    Slobodan Milosevic adalah mantan presiden Serbia (1989-1997) dan Republik Federal Yugoslavia (1997-2000).

    Pada tahun 2001, Slobodan Milosevic ditangkap atas tuduhan penggelapan uang negara dan penyalahgunaan kekuasaan.

    Milosevic diserahkan ke pengadilan kejahatan perang PBB di Den Haag dan didakwa melakukan kejahatan kemanusiaan serta penggunaan dana secara ilegal senilai 2,1 miliar dolar AS.

    Namun, sebelum persidangan berakhir, ia meninggal terlebih dahulu.

    Nah, itulah beberapa sejarah kasus korupsi paling besar di dunia.

    Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuanmu.

    Jangan pernah lupakan sejarah, ya!