Kategori: Berita

  • Bung Aguk dan Mbok Yeti Bimbing Pelatihan Literasi Digital untuk Murid MTSN 6 Banyuwangi Menjadi Penulis Berita

    Bung Aguk dan Mbok Yeti Bimbing Pelatihan Literasi Digital untuk Murid MTSN 6 Banyuwangi Menjadi Penulis Berita

    MTSN 6 Banyuwangi mengadakan Pelatihan Literasi Digital untuk Kelas Unggulan kelas 7 dan duta perpustakaan pada Rabu (09/10/24).

    Acara tersebut dibuka dengan menyanyikan Mars MTSN 6 Banyuwangi, yang merupakan karya Waka Kesiswaan H. Saewan, M.Pd, dan diaransemen oleh guru Bahasa Indonesia, Atief Novendi, S.Pd.

    Mars ini menjadi ciri khas semangat madrasah, selaras dengan visi misi yang diusung.

    Ketua Panitia, Rizal Feridiansyah, S.Ag, mengungkapkan bahwa selama tahun ajaran 2024-2025 akan ada lima pelatihan yang diselenggarakan.

    Pelatihan Literasi Digital ini berlangsung selama tiga hari dan akan diadakan kembali pada awal semester ganjil tahun depan.

    Ia berharap, melalui pelatihan ini, para peserta dapat menjadi kontributor majalah digital sekolah di Glenmore, yang selama ini dikelola oleh para guru.

    Kepala Madrasah, Kholiq Masduki, S.Pd, M.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran media digital dan media sosial saat ini.

    “Kita harus bisa menjadi pegiat literasi yang positif, bukan sekadar penonton,” ujarnya.

    Ia menyebutkan program “1 Hari 1 Berita” yang diharapkan dapat diimplementasikan oleh guru dan murid, dengan bantuan dari Bung Aguk Wahyu Nuryadi, seorang jurnalis senior, dan Yeti Chotimah, M.Pd, seorang penulis buku dan Google Master yang juga telah menerbitkan buku digital “Wastra Batik dalam Sehelai Kain”.

    Kedua narasumber ini diharapkan dapat menularkan semangat literasi kepada para peserta untuk berkontribusi dalam media cetak maupun online, khususnya majalah digital sekolah.

    Selain itu, Kholiq Masduki mengungkapkan kebanggaannya bahwa MTSN 6 Banyuwangi akan dikunjungi oleh 4-5 penyair dari Festival Jambore Sastra Asia Tenggara pada 25 Oktober mendatang.

    Kedua narasumber yang merupakan pasangan suami-istri juga merupakan penyair yang lolos kurasi festival tersebut.

    Waka Kurikulum MTSN 6, Rusmi Indriyani, M.Pd, mengungkapkan kegembiraannya atas kehadiran narasumber inspiratif yang diharapkan dapat membawa energi positif bagi warga sekolah.

    “Semangat iqro’ dan merdeka belajar di era globalisasi ini akan terus kita galakkan,” tutupnya dengan salam literasi, “bergerak dan berdaya!”.

  • Syafaat Serahkan Buku Catatan Perjalanan Petugas Haji 2024 kepada Tim Irjen Kemenag di Banyuwangi

    Syafaat Serahkan Buku Catatan Perjalanan Petugas Haji 2024 kepada Tim Irjen Kemenag di Banyuwangi

    Dalam acara yang sederhana namun bermakna, Syafaat, seorang petugas haji tahun 2024, menyerahkan Buku Catatan Kecil Perjalanan Petugas Haji kepada Tim Irjen Kementerian Agama, Muh. Taqiyudin dan Adha Anggaini.

    Penyerahan tersebut berlangsung di ruang PTSP Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, pada Selasa (08/10/2024), bertepatan Taqiyudin sedang melaksanakan tugas di daerah tersebut.

    Perkenalan Syafaat dengan Taqiyudin terjadi saat keduanya bertugas sebagai Dalgas (Pengendali Petugas) di Terminal Jiyad, Makkah.

    Kala itu, mereka tengah menjalankan tugas untuk membantu jamaah yang membutuhkan dukungan, terutama setelah menyelesaikan ibadah thawaf.

    Salah satu momen penting terjadi ketika Taqiyudin dan timnya membantu jamaah dari kelompok SUB-58 yang menggunakan kursi roda setelah thawaf.

    Jamaah tersebut kemudian diantar kembali ke hotel Bilal di kawasan Misfalah.

    Pada saat yang sama, Syafaat bertugas mendampingi jamaahnya yang masih melaksanakan thawaf, menjadikannya saksi dari berbagai situasi yang mengharukan di tanah suci.

    Buku Catatan Kecil yang disusun oleh Syafaat mencatat berbagai pengalaman berharga yang diperolehnya selama bertugas sebagai petugas haji.

    Buku ini mengandung catatan tantangan-tantangan yang dihadapi, pelajaran yang dipetik, dan berbagai refleksi tentang tugas mulia tersebut.

    Syafaat mengungkapkan harapannya bahwa pengalaman ini bisa memberikan manfaat dan menjadi sumber inspirasi bagi rekan-rekannya.

    Ia juga berharap buku ini mampu mendorong petugas haji lainnya untuk terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah di masa mendatang.

    Muh. Taqiyudin sangat mengapresiasi dedikasi Syafaat yang telah menuangkan pengalamannya dalam bentuk catatan yang mendalam.

    “Buku ini bukan sekadar catatan perjalanan, tetapi juga menggambarkan dedikasi dan komitmen kita dalam melayani jamaah,” ungkap Taqiyudin.

    Bagi Syafaat, Buku Catatan Kecil ini bukan hanya sekadar dokumentasi pengalaman pribadi, tetapi juga cerminan dari kolaborasi yang harmonis antara petugas haji.

    Melalui buku ini, ia menekankan pentingnya kerjasama dan dukungan antara petugas demi memberikan layanan terbaik selama musim haji.

    Ia juga menyatakan bahwa silaturahmi antar petugas haji tidak boleh berhenti ketika musim haji selesai, melainkan harus terus dilanjutkan untuk menjaga solidaritas dan semangat melayani.

    Syafaat menyampaikan bahwa selain tugas formal yang diemban, ia merasa terpanggil untuk terus memberikan bimbingan dan bantuan kepada jamaah.

    Ia menekankan pentingnya pengabdian berkelanjutan kepada jamaah, baik yang sedang dalam perjalanan ibadah maupun yang baru bersiap untuk berangkat.

    Penyerahan Buku Catatan Kecil Perjalanan Petugas Haji ini menegaskan bahwa setiap pengalaman, sekecil apapun, memiliki nilai yang bisa dibagikan.

    Syafaat berharap karya sederhana namun penuh makna ini dapat menjadi pelajaran dan motivasi bagi para petugas haji di masa depan.

    Selain itu, diharap juga karyanya dapat menginspirasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan haji, demi tercapainya pengalaman ibadah yang semakin baik bagi para jamaah. (Syaf)

  • Perpustakaan Nasional Salurkan Hibah Buku untuk 38 Penerima di Pamekasan

    Perpustakaan Nasional (Perpusnas) kembali memberikan hibah buku kepada perpustakaan di Pamekasan, dengan total 38 penerima yang terdiri dari berbagai lembaga.

    Hibah ini mencakup tiga taman bacaan masyarakat (TBM), 31 perpustakaan desa (perpusdes), dan empat perpustakaan kelurahan.

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Pamekasan, Achmad Sjaifudin, menyampaikan bahwa pihaknya aktif melakukan pembinaan terhadap perpustakaan.

    Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini, perpustakaan di Pamekasan juga menerima hibah buku dari Perpusnas.

    ”Hibah tahun ini diberikan langsung oleh Perpusnas ke perpustakaan di bawah,” katanya pada Selasa (1/10/2024).

    Bantuan ini ditujukan untuk pengembangan sarana dan prasarana perpustakaan, serta untuk meningkatkan potensi literasi di masyarakat.

    “Tahun ini ada 38 lembaga yang mendapatkan itu,” tambahnya.

    Setiap perpustakaan akan mendapatkan 1.000 buku beserta rak. Saat ini, yang telah disalurkan baru berupa rak buku, sementara untuk buku-buku masih menunggu laporan lebih lanjut.

    “Bentuk bantuan ini berupa buku dan rak,” jelasnya.

    Achmad menginformasikan bahwa bantuan tersebut langsung disalurkan ke masing-masing perpustakaan penerima.

    Hingga kini, baru satu perpustakaan yang memberikan laporan tentang bantuan tersebut, sedangkan 37 perpustakaan lainnya masih belum memberikan informasi.

    ”Yang lain kami belum mendapat laporan. Waktunya kami belum tahu karena buku ini langsung ke perpustkaan terkait,” paparnya.

    Salah satu penerima hibah, Ketua Komunitas Mandhala Senom Pamekasan, Ach. Rofiq, menyatakan bahwa komunitasnya telah menerima bantuan tersebut.

    Bantuan ini kini digunakan untuk bahan bacaan bagi anak-anak didik di komunitas serta untuk kegiatan pengembangan literasi.

    ”Memang bertahap penyalurannya. Rak dulu baru buku. Alhamdulillah datang semua 1.000 buku, tapi memang kecil,” tuturnya.

    Sumber: Radar Madura

  • Dinas Perpustakaan DIY Gelar Bedah Buku untuk Tingkatkan Minat Baca dan Edukasi Masyarakat

    Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, bekerja sama dengan DPRD DIY mengadakan acara bedah buku yang bertajuk Langkah Bijak dalam Mendidik Anak di Pedukuhan Kragilan, Sinduadi, Mlati, Sleman, pada Jumat (4/10/2024).

    Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan minat baca tetapi juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

    Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, menjelaskan bahwa sejak tahun 2022, Pemerintah Daerah DIY telah meraih predikat sebagai provinsi dengan tingkat minat baca terbaik di Indonesia. Prestasi ini terus diupayakan untuk dipertahankan, salah satunya melalui kegiatan bedah buku.

    “Bedah buku digelar di seluruh DIY. Tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga menyasar pedukuhan-pedukuhan,” ungkap Anton saat menjadi narasumber dalam acara tersebut di Kragilan.

    Meskipun berada di peringkat teratas, budaya membaca di DIY masih kurang dari 1% dari total jumlah penduduk.

    Oleh karena itu, peningkatan budaya membaca sangat penting agar masyarakat semakin gemar membaca buku dan menambah pengetahuan serta wawasan mereka.

    Anton juga menambahkan bahwa program bedah buku ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga sebagai media sosialisasi dan edukasi terkait masalah yang dihadapi masyarakat serta solusinya.

    Tema bedah buku pun bervariasi. Dalam acara di Kragilan ini, tema yang diangkat berfokus pada pengasuhan anak, yang sangat relevan mengingat perkembangan teknologi dan informasi yang mempengaruhi cara orang tua mendidik anak.

    Pustakawan Ahli Muda DPAD DIY, Trilastiti Suryaningtyas, menyatakan bahwa program bedah buku ini terlaksana berkat kerja sama dengan anggota DPRD DIY dalam upaya meningkatkan budaya membaca di Bumi Mataram.

    Kegiatan bedah buku merupakan salah satu program untuk meningkatkan minat baca masyarakat. DPAD DIY juga memiliki berbagai program lain, seperti kunjungan ke perpustakaan.

    Menurut Trilastiti, koleksi yang tersedia di DPAD DIY sangat beragam. Di kantor DPAD DIY juga terdapat program bioskop enam dimensi dan diorama yang menggambarkan sejarah perkembangan DIY.

    “Kami juga mengembangkan perpustakaan digital melalui I-Jogja. Mudah-mudahan dengan berbagai program yang dimiliki, maka budaya membaca di masyarakat bisa terus ditingkatkan,” tutupnya.

    Sumber: Harianjogja

  • Kementerian PPPA Dorong Kemandirian Anak Melalui Buku Cerita ‘Bisa atau Tidak, Ya?

    Kementerian PPPA Dorong Kemandirian Anak Melalui Buku Cerita ‘Bisa atau Tidak, Ya?

    Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menekankan pentingnya mengajarkan kemandirian kepada anak dan memberikan keteladanan dalam membentuk karakter mereka sejak dini.

    “Buku ini memberikan kita gambaran tentang cara anak untuk berperilaku mandiri. Namun tetap, anak memerlukan pendampingan orang tua. Contoh keteladanan menjadi penting bagi anak untuk pembentukan karakter sejak dini dan buku ini menyajikan hal itu,” ujar Amurwani Dwi Lestariningsih, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Pendidikan Kementerian PPPA, di Jakarta pada hari Kamis.

    Buku yang dimaksud adalah “Bisa atau Tidak, Ya?”, yang diterbitkan oleh Tanoto Foundation bekerja sama dengan Kementerian PPPA.

    Amurwani juga menekankan peran orang tua atau pengasuh dalam memenuhi segala kebutuhan anak sebagai fondasi utama bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Anak-anak cenderung belajar meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya.

    “Kami menyambut baik terbitnya buku ini yang mendukung Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, memberi penegasan bahwa setiap anak wajib dijamin, dipenuhi, dan dilindungi hak-haknya, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang serta berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan,” tambah Amurwani.

    Sementara itu, Margaretha Ari Widowati, Head of Learning Environment Tanoto Foundation, berharap buku ini dapat membantu anak-anak dalam mengembangkan kemandirian dan meningkatkan literasi sejak dini.

    “Kami berharap selain dapat membantu anak menjadi mandiri, juga dapat meningkatkan literasi anak sejak dini dengan buku bacaan berkualitas,” ujarnya.

    Pada hari Kamis, Kementerian PPPA, bersama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), serta Tanoto Foundation, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kemandirian anak-anak melalui pembacaan buku “Bisa atau Tidak, Ya?”.

    Buku ini bercerita tentang dua kakak beradik. Tora, yang sudah duduk di bangku sekolah dasar, menunjukkan kemandirian dalam aktivitas sehari-harinya.

    Kemandirian Tora kemudian menginspirasi Tania, adiknya yang masih di taman kanak-kanak, untuk belajar mandiri dalam menjalani kehidupannya.

  • Fakultas Syariah UIN KHAS Jember dan USIM Malaysia Jalin Kerja Sama Pertukaran Dosen dan Mahasiswa

    Fakultas Syariah UIN KHAS Jember dan USIM Malaysia Jalin Kerja Sama Pertukaran Dosen dan Mahasiswa

    Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mengadakan program Overseas Student Mobility & International Islamic Comparative Study 2024 di tiga negara.

    Sebagai bagian dari program tersebut, pimpinan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember menjalin kerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan menghadiri International Conference pada Jumat (4/10/2024).

    Kunjungan ini bertujuan untuk membahas peluang kerja sama dalam berbagai bidang, seperti pertukaran dosen dan mahasiswa.

    Delegasi dari Fakultas Syariah UIN KHAS Jember dipimpin oleh Dekan Wildani Hefni, didampingi oleh Wakil Dekan bidang Akademik Busriyanti, Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Ahmadiono, Koordinator Program Studi Hukum Keluarga Inayatul Anisah, Kabag TU Hesti Widyo Palupi, serta para mahasiswa peserta program Overseas Student Mobility 2024.

    Mereka disambut oleh pimpinan USIM, antara lain timbalan Dekan Fakulti Syariah dan Undang-Undang USIM Ahmad Zaki Saleh, Ketua Program Studi Fikih dan Fatwa Muhamad Nasir Abdul Majid, Ketua Program Syariah dan Halal Setiawan, Penyelaras Ziswasah Zaharudin Zakariya, dan perwakilan unit riset serta publikasi Fakulti Syariah dan Undang-Undang USIM Nabilah.

    Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Wildani Hefni, menyatakan bahwa kerja sama ini adalah langkah awal untuk meningkatkan kemampuan akademik dan riset, sejalan dengan visi internasionalisasi UIN KHAS Jember.

    Ia mengungkapkan beberapa inisiatif penting, seperti rencana pertukaran dosen dan mahasiswa, publikasi bersama, serta program magang selama enam bulan dalam skema Merdeka Belajar-Kurikulum Merdeka.

    “Kami percaya bahwa kerja sama ini dapat memperkuat hubungan akademik antara UIN KHAS Jember dan USIM, terutama antara Fakultas Syariah UIN KHAS Jember dan Fakulti Syariah dan Undang-Undang USIM Malaysia dalam dalam bidang riset, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada Masyarakat. Ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan reputasi akademik dan rekognisi global Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, setelah sukses perolehan akreditasi unggul di Fakultas Syariah UIN KHAS Jember,” ujar Wildani.

    Ia menambahkan bahwa kerja sama ini penting sebagai fondasi pengembangan akademik dan kelembagaan di Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

    Wildani berharap kolaborasi dengan USIM dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan studi syariah dan perundang-undangan.

    Sementara itu, timbalan Dekan Fakulti Syariah dan Undang-Undang USIM, Prof. Ahmad Zaki Saleh, memberikan tanggapan positif terhadap kerja sama tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk memperkuat pendidikan dan riset di kedua universitas.

    “USIM sangat terbuka untuk bekerja sama dalam berbagai bidang, terutama dalam kajian syariah dan undang-undang. Kami melihat potensi besar dari kemitraan ini,” ujar Prof. Sharifudin.

    Pertemuan ini diakhiri dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara USIM dan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember sebagai dasar untuk kerja sama lebih lanjut.

    Acara ini dilanjutkan dengan International Conference yang membahas topik “Islamic Law and Modern Challenges: Navigating Tradition, Technology, and Globalization.

    Sumber: Kemenag

  • Gus Makki Menyusuri Kalibaru dengan Sepeda Motor, Warga Curhat Jalan Rusak dan Pupuk Sulit

    Gus Makki Menyusuri Kalibaru dengan Sepeda Motor, Warga Curhat Jalan Rusak dan Pupuk Sulit

    Calon Bupati (Cabup) Banyuwangi nomor urut 2, KH. Ali Makki Zaini terus aktif menjalin silaturahmi dengan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah pinggiran.

    Kegiatan ini dilakukannya sebagai bagian dari komitmen untuk mendengar langsung berbagai permasalahan yang dihadapi warga serta mencari solusi yang tepat.

    Pada Jumat, 27 September 2024, Gus Makki, sapaan akrab KH. Ali Makki Zaini, mengunjungi sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Kalibaru.

    Salah satu wilayah yang dikunjungi Gus Makki adalah Dusun Krajan, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru.

    Dalam kunjungan tersebut, Gus Makki bertemu dengan berbagai elemen masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka secara langsung.

    Salah satu warga yang menyampaikan keluhannya adalah Tosa, seorang warga berusia 50 tahun.

    Dalam pertemuan itu, Tosa menyampaikan beberapa persoalan yang dihadapi oleh masyarakat setempat, terutama terkait infrastruktur dan kebutuhan dasar yang belum terpenuhi.

    Tosa mengungkapkan bahwa hingga saat ini kampungnya belum dilengkapi dengan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).

    Kondisi ini menyebabkan lingkungan mereka menjadi gelap di malam hari, yang berdampak pada keamanan dan kenyamanan warga.

    Selain itu, Tosa juga menyoroti beberapa jalan di desanya yang masih dalam kondisi rusak dan belum tersentuh pembangunan.

    Hal ini menurutnya sangat menghambat mobilitas warga, terutama bagi mereka yang bergantung pada akses jalan tersebut untuk keperluan sehari-hari.

    Selain persoalan infrastruktur, Tosa juga menyampaikan masalah lain yang cukup krusial, yaitu kesulitan mendapatkan pupuk subsidi.

    Menurutnya, tidak hanya dia, tetapi juga banyak warga lain yang merasa kesulitan dalam memperoleh pupuk subsidi yang sangat diperlukan untuk mendukung sektor pertanian di daerah tersebut.

    Masalah pupuk ini, jika dibiarkan bisa berdampak pada produktivitas pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut.

    Mendengar keluhan tersebut, Gus Makki dengan tegas memberikan tanggapannya.

    Ia menyatakan komitmennya untuk segera mengupayakan pembangunan LPJU jika terpilih sebagai Bupati Banyuwangi.

    Menurutnya, penerangan jalan merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang tidak boleh diabaikan, karena berpengaruh langsung pada kenyamanan dan keselamatan warga, khususnya pada malam hari.

    Selain itu, terkait keluhan mengenai sulitnya akses pupuk subsidi, Gus Makki menegaskan bahwa dalam pemerintahannya nanti, ia akan menjamin distribusi pupuk subsidi yang lebih transparan dan adil.

    Ia berjanji akan membuka semua informasi mengenai distribusi pupuk sehingga petani di seluruh pelosok Banyuwangi bisa mendapatkan akses yang sama.

    “Soal memperbaiki infrastruktur secara bertahap akan dipercepat, termasuk pembangunan LPJU. Soal pupuk, kami akan tegas dan transparan dalam pendistribusian agar semua petani bisa menjangkau pupuk,” ujar Gus Makki, dikutip dai RRI.

    Menurutnya, pupuk adalah salah satu kunci utama untuk menjaga ketahanan pangan, khususnya di Banyuwangi yang dikenal sebagai salah satu daerah agraris di Indonesia.

    Tidak hanya mendengarkan keluhan warga di Dusun Krajan, Gus Makki juga melanjutkan kunjungannya ke wilayah lain yang berada di lereng Gunung Raung, tepatnya di Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru.

    Dalam kunjungannya ke daerah ini, Gus Makki menunjukkan dedikasi dan kepeduliannya terhadap kondisi infrastruktur di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

    Dengan menunggangi sepeda motor, ia menyusuri jalan-jalan yang rusak dan memantau secara langsung kondisi di lapangan.

    Kunjungan ini menunjukkan komitmen Gus Makki untuk tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga memberikan perhatian penuh kepada daerah-daerah terpencil yang sering kali luput dari perhatian pemerintah.

    Dengan mendatangi langsung warga di wilayah-wilayah ini, Gus Makki berharap bisa memahami lebih dalam kebutuhan masyarakat dan memberikan solusi yang tepat sesuai dengan kondisi di lapangan.

    Melalui berbagai kunjungannya, Gus Makki berusaha untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan menegaskan kembali komitmennya untuk membawa perubahan nyata bagi Banyuwangi, khususnya di bidang infrastruktur dan ketahanan pangan.

  • Pertemuan Guyub Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45: Optimalisasi Media Sosial untuk Kemajuan Usaha

    Pertemuan Guyub Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45: Optimalisasi Media Sosial untuk Kemajuan Usaha

    sastrawacana.id/ – Asosiasi UMKK (Usaha Mikro Kecil Koperasi) Sinergi Gotong Royong 45 menggelar pertemuan dan pembekalan di teras Masjid Al Hilal 2 Banyuwangi, Minggu, 29 September 2024, sekira pukul 13.00 WIB,

    Dipandu oleh Qurota Ayunin, acara yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan ini menghadirkan Maulana Afandi, seorang praktisi digital profesional dan pemilik Penerbit Lintang, sebagai narasumber utama.

    Dafik Ismail, selaku ketua Koperasi Sinergi Gotong Royong 45, menyampaikan laporan perkembangan koperasi dan berbagai aktivitas usaha yang telah dirintis untuk mendukung anggota.

    Ia menegaskan pentingnya gotong royong dalam memperkuat koperasi sebagai wadah pengembangan usaha bagi para pelaku UMKM.

    Sambutan selanjutnya disampaikan oleh ketua Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45, Faizah, pemilik usaha dengan brand Zahrawangi Fashion dan produk kuliner arabian Nasi Mandi.

    Faizah mengimbau agar para anggora asosiasi aktif untuk membagikan berbagai aktivitas dan kegiatan Asosiasi UMKK di media sosialnya masing-masing.

    Selanjutnya, Bung Aguk Darsono, pembina Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45 memberikan wejangan penting bagi seluruh anggota koperasi.

    Ia menekankan bahwa kebersamaan dan kekompakan di antara anggota adalah kunci keberhasilan dalam berjuang dan mengembangkan usaha, baik untuk kepentingan keluarga maupun komunitas.

    Dalam sesi utama, Maulana Afandi memberikan pembekalan tentang cara mengoptimalkan penggunaan media sosial (Medsos) bagi para pelaku usaha.

    Maulana berbagi tips tentang bagaimana membangun citra bisnis di platform digital, serta memanfaatkan akun Medsos seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan WhatsApp untuk memperluas jangkauan pelanggan.

    Andre Waluyo, yang juga pengurus media online Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45, turut mengingatkan para anggota tentang pentingnya setiap pelaku bisnis memiliki “Keyword Bisnis”.

    Menurut Andre, keyword bisnis ini akan memudahkan calon customer dan kolega untuk menemukan profil bisnis dan informasi kontak melalui pencarian online.

    Dengan begitu, akses terhadap kartu nama digital dan profil usaha menjadi lebih mudah dan cepat, memberikan keuntungan bagi perkembangan bisnis di era digital.

    Salah satu peserta, Linda dari Karangrejo yang memiliki usaha Kue Bolen menyampaikan apresiasi terhadap acara ini.

    Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru tentang strategi pemasaran digital.

    Usaha bolennya yang telah menembus pasar luar kota seperti Malang, Surabaya, dan Jakarta melalui penjualan di grup WhatsApp, kini juga mulai menjajal platform TikTok untuk memperluas jangkauan.

    Dengan pembekalan yang diterimanya, ia berharap penjualan melalui media sosial akan semakin efektif.

    Acara ini tidak hanya memberikan wawasan digital yang penting bagi para pelaku usaha, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dan gotong royong di antara anggota koperasi.

    Dengan adanya bimbingan terkait penggunaan media sosial dan keyword bisnis, diharapkan usaha para anggota semakin berkembang dan dikenal di pasar yang lebih luas.

  • Wisata Hati Pajero.one ke Panti Jompo Sahabat Dhuafa Banyuwangi,Berbagi Kasih Kepada Lansia

    Wisata Hati Pajero.one ke Panti Jompo Sahabat Dhuafa Banyuwangi,Berbagi Kasih Kepada Lansia

    Yayasan Sahabat Dhuafa Banyuwangi yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, melayani masyarakat melalui dua lembaga, yaitu Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan Panti Jompo.

    LKSA Sahabat Dhuafa bekerja sama dengan toko modern Indahmart, menampung 25 anak yatim piatu dengan bimbingan guru mengaji dan pengajar bahasa Inggris dari Banyuwangi dan Madura.

    Selain itu, yayasan ini juga mengelola Panti Jompo yang telah beroperasi selama dua tahun dan menampung 15 lansia serta sepasang suami istri di perbatasan Blambangan, Tapanrejo, dan Kebaman-Srono.

    Menurut ketua panti, Sumiati, sebagian besar lansia yang tinggal di panti jompo ini berasal dari Lumajang, Probolinggo, Situbondo, dan beberapa kecamatan di Banyuwangi.

    Mereka diantaranya adalah orang tua yang tidak lagi bisa dirawat oleh keluarganya karena keterbatasan fisik, seperti lumpuh, sakit, atau tunanetra.

    Mbah Marianah (72), salah satu penghuni asli Desa Blambangan adalah salah satu contohnya. Meskipun pernah menikah empat kali, ia tidak memiliki anak dan merasa tenang tinggal di panti ini.

    “Jika ada yang meninggal, mereka akan dimakamkan di kampung halaman sesuai dengan keterangan dari desa asalnya,” jelas Sumiati.

    Hingga saat ini, panti jompo Sahabat Dhuafa mendapat bantuan rutin dari nelayan Muncar dalam bentuk ikan dan donasi uang.

    Namun, panti ini masih membutuhkan dukungan tambahan, seperti kursi roda khusus untuk lansia, tongkat alarm bagi tunanetra, dan popok kemasan (pampers).

    Sumiati berharap lebih banyak relawan yang dapat membantu, terutama untuk mengurus lansia yang membutuhkan bantuan fisik, seperti mengangkat mereka ke toilet.

    “Kami perlu bantuan kursi roda yang ada lubang untuk BAB, tongkat alarm untuk yang tunanetra serta pampers amat kewalahan. Juga relawan yang perlu angkat dan gendong untuk yang mau ke toilet,” imbuhnya.

    Sementara pembina yayasan, Sistim Indra Kurniawan menyampaikan jika LKSA berfokus untuk menyiapkan tumbuh kembang kader bangsa dan agama. Sedangkan panti jompo untuk menyiapkan kembali ke haribaan.

    “Semua niatnya ibadah dan kemanusiaan.Dan berharap yayasannya bisa menjadi wisata hati yang membuat senyum bahagia semuanya!”

    Pada Minggu (15/09/24), panti jompo ini menerima kunjungan dari komunitas Pajero.one yang datang dari berbagai daerah, termasuk Bekasi, Surabaya, dan Bali. Mereka berbagi donasi dan makanan untuk para lansia.

    “Ini adalah kunjungan perdana kami, dan kami merasa senang dapat membantu saat para lansia sangat membutuhkan,” ujar I Ngurah Ardian, salah satu anggota komunitas dengan nama gaul Biwa’st.

    Komunitas Pajero.one, melalui H. Irvant asal Surabaya, menuturkan bahwa mereka rutin mengadakan kegiatan bakti sosial dan tur tahunan di berbagai tempat di Jawa dan Bali.

    Kali ini, melalui anggota asal Banyuwangi, Kang Pandu dari Watubuncul, Banjarsari, Glagah, mereka merasa terpanggil untuk berbagi setelah melihat kondisi panti jompo ini di media sosial.

    Selain itu, Ketua Rumah Kebangsaan, Hakim Said, SH., melalui sekretarisnya, Joko Setiono, S.Kep., Ns., SHt., menyatakan bahwa mereka akan menggalang relawan sosial di setiap kecamatan untuk mendukung panti ini.

    Kemudian, pihaknya juga menggalakkan 3 KO, yakni Komunikasi, Koordinasi dan Kondusif dengan APH maupun pejabat pemeritah guna menciptakan wilayah yang aman dan nyaman.

    Mereka juga berkomitmen untuk mewujudkan suasana yang kondusif di wilayah tersebut, sembari berkoordinasi dengan aparat dan pejabat setempat.

    “Dalam waktu dekat, kami akan menggalang bantuan dari para dermawan untuk memenuhi kebutuhan panti jompo ini,” ucap Joko.

    Di waktu bersamaan, Aguk Wahyu Nuryadi dari Forum Banyuwangi Sehat (FBS) yang dibina oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi dengan pimpinan harian Kepala Bappeda dan Dinkes juga mengunjungi panti.

    “Kebetulan Muncar termasuk wilayah dampingan kami, panti ini bisa jadi andalan titik pantau tim kabupaten sehat nasional,” ujarnya.

    Aguk Wahyu Nuryadi juga menjadwalkan anjangsana untuk Paguyuban Lansia Gotong-Royong’45, termasuk fans radio komunitas dan forum peduli disabilitas Aura Lentera, serta Yayasan Gerontologi untuk wisata hati dalam waktu dekat.

    Selain untuk menghibur penghuni Panti Jompo, nantinya juga akan diagendakan untuk membuat film pendek yang menyebut Panti Jompo ini masuk dalam Tatanan Sosial Sehat.

    Beberapa rancangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sosial yang sehat. (Bung Aguk/Maulana Affandi) ***

  • Sejarah Kunjungan Paus ke Indonesia: Dari Paus Paulus VI hingga Paus Fransiskus 2024

    Paus Fransiskus dikabarkan akan mengunjungi Indonesia, yang langsung menjadi sorotan dan pembicaraan di berbagai platform media sosial.

    Kunjungan ini merupakan bagian dari perjalanan Apostolik Paus ke Asia Pasifik yang akan berlangsung dari tanggal 2 hingga 13 September 2024.

    Indonesia dijadwalkan menjadi negara pertama yang akan dikunjungi Paus Fransiskus dalam rangkaian perjalanannya tersebut.

    Paus Fransiskus diperkirakan akan tiba di Jakarta pada tanggal 3 September 2024.

    Kedatangan ini disambut dengan antusiasme tinggi dari umat Katolik di Indonesia, di mana puluhan ribu umat diperkirakan akan menghadiri berbagai acara yang akan diadakan selama kunjungan Paus.

    Kunjungan ini juga mengingatkan kita pada sejarah, di mana Indonesia sebelumnya telah menjadi tujuan bagi dua Paus sebelumnya, yaitu Paus Paulus VI pada Desember 1970 dan Paus Yohanes Paulus II pada Oktober 1989.

    Dengan demikian, Paus Fransiskus akan menjadi Paus ketiga yang berkunjung ke Indonesia dalam kurun waktu lebih dari tiga dekade.

    Kunjungan Paus Paulus VI ke Indonesia pada 1970

    Paus Paulus VI mengunjungi Indonesia pada September 1970, di era pemerintahan Presiden Soeharto.

    Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menghadiri Konferensi Uskup Pan-Asia di Manila, Filipina, serta Konferensi Uskup Australia dan Oceania di Sydney, Australia.

    Paus Paulus VI disambut hangat oleh Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto di Lapangan Terbang Kemayoran, Jakarta, sebelum diarahkan menuju Kedutaan Besar Vatikan.

    Keesokan harinya, setelah menjalankan serangkaian acara keagamaan, Paus Paulus VI melanjutkan perjalanannya ke Filipina dan Australia.

    Kunjungan kedua Paus Paulus VI ke Indonesia terjadi pada Desember 1970, kali ini dalam kapasitas yang lebih formal dan resmi.

    Kunjungan ini kembali mendapat sambutan hangat dari Presiden Soeharto dan para pemimpin negara lainnya.

    Kunjungan Paus Yohanes Paulus II pada 1989

    Pada tahun 1989, Paus Yohanes Paulus II melakukan kunjungan bersejarah ke Indonesia di tengah meningkatnya ketegangan antara Indonesia dan Timor Timur.

    Isu pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berkembang kala itu hampir membuat Paus membatalkan kunjungannya.

    Namun, setelah perundingan lebih lanjut antara pemerintah Indonesia dan pihak Vatikan, Paus Yohanes Paulus II memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya ke Indonesia pada Oktober 1989.

    Dalam kunjungannya, Paus Yohanes Paulus II berkeliling ke beberapa daerah di Indonesia seperti Medan, Yogyakarta, Jakarta, Maumere, dan Dili, untuk mengadakan berbagai acara keagamaan.

    Sebelum meninggalkan Indonesia, Paus sempat berpamitan dengan Presiden Soeharto di Istana Merdeka.

    Paus Fransiskus dan Kunjungan Resminya ke Indonesia pada 2024

    Kini di tahun 2024, Paus Fransiskus akan mengikuti jejak pendahulunya dengan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada tanggal 3 hingga 6 September 2024.

    Untuk menyambut kedatangan Paus, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) telah membentuk panitia khusus dan mengorganisir ratusan relawan untuk membantu kelancaran berbagai acara yang akan digelar selama kunjungan tersebut.

    Kunjungan Paus Fransiskus ini bukan hanya menjadi momen bersejarah bagi umat Katolik di Indonesia, tetapi juga menjadi lambang dari hubungan yang semakin erat antara Vatikan dan Indonesia.

    Sumber: Antara, CNBC, Detik, Tribunnews