Kategori: Inspirasi

  • Pelatihan Entrepreneur PROMAHADESA di Kemiren: Optimasi Media Sosial untuk UMKM

    Pelatihan Entrepreneur PROMAHADESA di Kemiren: Optimasi Media Sosial untuk UMKM

    Desa Kemiren menggelar pelatihan entrepreneurship dalam rangkaian kegiatan PROMAHADESA (Program Mahasiswa Berdesa) Universitas Jember pada Jumat, 18 Oktober 2024.

    Pelatihan ini diisi oleh narasumber Maulana Affandi, founder Rumah Kreatif Lintang dan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat setempat, termasuk Kepala Desa Kemiren Muhammad Arifin, Ketua BPD Agus Humaidi, Sekretaris Desa Suprianto, serta Ketua HIPAM Levis.

    Pelatihan bertajuk “Pelatihan Entrepreneurship” ini merupakan bagian dari kontribusi kelompok mahasiswa yang telah mengabdi selama beberapa bulan di Desa Kemiren.

    Acara dibuka dengan sambutan hangat dari ketua panitia, Indriana Laili yang juga mewakili kelompok mahasiswa dalam pamitannya kepada masyarakat.

    Dalam sambutannya, Indriana mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan masyarakat selama pengabdian mereka di Kemiren yang selama ini dikenal sebagai desa dengan produk kopi unggulan.

    Selama pengabdian, kelompok mahasiswa ini tak hanya memberikan pelatihan tetapi juga membantu masyarakat setempat untuk mengembangkan UMKM dengan mengajarkan cara membuat masker dan sabun dari kopi.

    Inisiatif tersebut diambil karena potensi kopi Kemiren yang sudah diakui secara luas dan mahasiswa berharap agar produk-produk tersebut bisa menjadi inovasi baru yang meningkatkan perekonomian warga.

    Maulana Affandi dan Kepala Desa Kemiren
    Maulana Affandi dan Kepala Desa Kemiren (Dok. sastrawacana.id/)

    Kepala Desa Kemiren Muhammad Arifin juga memberikan apresiasi kepada para mahasiswa.

    Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan upaya mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat Kemiren, khususnya dalam hal pengembangan usaha kecil menengah (UMKM).

    Menurut Arifin, pelatihan semacam ini sangat penting bagi masyarakat desa untuk menghadapi tantangan ekonomi masa kini.

    "Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa karena telah mengabdi untuk masyarakat selama ini," ujarnya.

    Ia juga berharap agar masyarakat dapat benar-benar mempraktikan ilmu yang selama ini didapat dari program PROMAHADESA.

    Pada sesi inti, yakni pelatihan entrepreneurship oleh Maulana Affandi, founder Rumah Kreatif Lintang yang memiliki pengalaman luas dalam bidang wirausaha dan pemberdayaan masyarakat.

    Dalam materinya, ia mengupas tuntas bagaimana media sosial dapat dioptimalkan untuk promosi produk UMKM.

    Menurutnya, internet dan media sosial adalah alat yang efektif dan murah untuk meningkatkan visibilitas produk.

    “Jika harus menyewa tempat usaha, biayanya cukup besar, namun dengan media sosial, kita dapat menjangkau lebih banyak orang secara gratis,” kata Affandi.

    Affandi juga memberikan panduan praktis mengenai cara membuat dan mengoptimalkan akun media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook.

    Ia menjelaskan pentingnya konsistensi dalam mengelola akun media sosial, termasuk cara memposting konten yang menarik perhatian calon pelanggan, interaksi dengan followers, serta penggunaan hashtag yang relevan untuk meningkatkan keterlihatan konten.

    Pelatihan ini tidak hanya berupa teori, tetapi juga dilengkapi dengan contoh-contoh praktis yang mudah diikuti oleh peserta.

    Para peserta terlihat antusias, terutama saat Affandi membagikan tips-tips bagaimana meningkatkan engagement dan menjaring pelanggan baru melalui strategi promosi di dunia digital.

    Maulana Affandi dan Tokoh Masyarakat Kemiren

    Pada akhir sesi, Maulana Affandi memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya.

    Beberapa pertanyaan yang diajukan mendapatkan respon positif dari Affandi dan peserta yang berhasil memberikan jawaban terbaik mendapat doorprize menarik sebagai bentuk apresiasi.

    Acara berlangsung dengan sukses dan penuh semangat, meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.

    Pelatihan ini menutup rangkaian kegiatan pengabdian kelompok mahasiswa di Kemiren yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat setempat.

    Harapannya, masyarakat Kemiren dapat terus mengembangkan UMKM mereka, terutama dalam memanfaatkan potensi media sosial untuk memasarkan produk-produk unggulan desa, seperti kopi dan produk turunannya.

  • Kisah Zulfazein Prasetya dalam Program IISMA di University of Szeged, Hungaria

    Kisah Zulfazein Prasetya dalam Program IISMA di University of Szeged, Hungaria

    Zulfazein Prasetya, mahasiswa dari program studi Agribisnis di Fakultas Pertanian Universitas Jember, mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar di luar negeri melalui program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).

    Saat ini, ia menjalani studi di University of Szeged, Hungaria, selama satu semester dalam program IISMA 2024.

    Zein, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa motivasinya untuk mengikuti IISMA adalah untuk mengeksplorasi sistem pendidikan di luar negeri, terutama dalam bidang agribisnis dan pertanian.

    “Aku pengen ngerasain kampus/college life di luar negeri dan belajar bidang studiku yaitu pertanian dan ngeliat bedanya di luar negeri dengan di Indonesia itu seperti apa,” ujarnya pada Minggu (06/10/2024).

    Ia memilih University of Szeged karena ingin menemukan kampus yang menawarkan program studi sesuai dengan minatnya, sehingga proses konversi SKS (Sistem Kredit Semester) menjadi lebih mudah.

    Aku mencari kampus yang menawarkan course yang berkaitan dengan pertanian atau agribisnis supaya nanti proses konversiku lebih mudah, finally aku diterima di Faculty of Agricultural Engineering,” tuturnya dengan penuh semangat.

    Setelah tiga minggu berada di Hungaria, mahasiswa asal Banyuwangi ini menemukan banyak hal menarik.

    Salah satu hal yang paling mencolok adalah keberagaman mahasiswa internasional di kampusnya.

    “Sekitar 20 persen mahasiswa di University of Szeged itu mahasiswa internasional. Jadi selain berkenalan dengan teman-teman dari Hungaria, aku juga bertemu mahasiswa dari seluruh dunia seperti Cina, Nigeria, USA, Laos, Filipina, India, Spanyol, Perancis, dan banyak lagi,” tambahnya.

    Zein juga menyatakan bahwa salah satu hal yang mengejutkan adalah distribusi gedung fakultas di seluruh kota.

    “Yang bikin aku kaget gedung-gedung fakultas di kampusku tersebar di seluruh kota, setiap fakultas disini punya gedung dan alamat sendiri. Mereka act like their own institutions yang berada di bawah naungan University of Szeged as a whole,” imbuhnya.

    Ia juga mengapresiasi sistem pembelajaran di University of Szeged yang mendukung belajar mandiri.

    Zein merasakan perbedaan dalam budaya akademik, terutama dalam hal hubungan sosial antar mahasiswa.

    Ia menemukan bahwa cara bersosialisasi di Indonesia tidak sepenuhnya berlaku di luar negeri.

    Zein juga berbagi beberapa tips untuk mahasiswa yang ingin mendaftar IISMA. Ia menekankan pentingnya mempersiapkan diri dan tidak meremehkan proses seleksi.

    “Cari informasi tentang apa saja yang harus dipersiapkan, bertanya kepada awardee IISMA sebelumnya, serta dosen pembimbing,” sarannya.

    Ia menekankan pentingnya persiapan, mulai dari sertifikat bahasa Inggris hingga dokumen lain yang memerlukan waktu dan biaya.

    “Ini bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng. Selain itu, aktiflah mengikuti event-event yang dapat meningkatkan kualitas diri, karena itu akan membuat kalian lebih menonjol di antara ribuan pendaftar lainnya,” imbuhnya.

  • Belajar Memaknai Cinta dan Kehidupan dengan Veteran IGB. Sudharma

    Sekira pukul 16.17 WIB tanggal 15 Agustus 2024, aku dan Bung Aguk Darsono (budayawan Banyuwangi) sowan ke rumah IGB. Sudharma, seorang veteran yang pengabdian dan jasanya besar bagi tanah air.

    Setibanya, kami menunggu beberapa waktu di teras, barulah beliau keluar menyambut dengan hangat dengan busana Muslim lengkap.

    Kesan pertama tidak ada yang spesial, aku menganggap beliau layaknya orang sepuh pada umumnya.

    Sebab, dari sekian banyak yang kutemui, nampaknya busana Muslim mungkin jadi kostum favorit bagi setiap lansia.

    Ketika dipersilakan masuk ke ruang tamu, aku mulai melihat beberapa pigura yang tertata rapi di dinding.

    Gus Dharma muda tampak gagah, tangguh, dengan kepalan tangan yang gempal. Terkesan sosok pemberani.

    Benar adanya, beliau adalah seorang atlet bela diri. Bahkan, pernah menjadi pelatih jiutinsido ketika masih aktif berseragam.

    Namun, meski tampak gagah, beliau tetaplah manusia yang memiliki nurani, begitu gumamku.

    Layaknya mendapat intuisi, Bung Aguk langsung membuka obrolan yang menjawab gumamku tadi.

    “Jadi, beliau ini suka literasi, banyak menulis cerpen dan puisi,” katanya, sembari memegang tangan Gus Dharma.

    Aku mulai terkesima. Gus Dharma mengaku sudah menulis banyak puisi sejak usia remaja.

    Tambah takjub saat beliau mengatakan semua puisinya yang ditulis tangan itu masih tersimpan rapi.

    Di tengah obrolan hangat itu, tiba-tiba pandanganku kembali tertuju ke dinding tempat pigura terpampang.

    Semuanya foto hitam putih, tapi cuma satu itu yang berupa lukisan, letaknya pun di atas fotonya sendiri.

    Aku pun mulai penasaran. Seketika aku bertanya, “Itu siapa, Pak?”

    Beliau diam sejenak beberapa detik, lalu menjawab “Almarhum istri saya”.

    Setelah beliau menjawab, justru aku yang terdiam.

    Beliau kemudian berceritera tentang perjuangannya bersama istri yang membuatku hanyut.

    Aku sedang duduk di ruang tamu, Rabu (15/8/2024), tapi seolah terseret ke dimensi Gus Dharma pada era 70-an.

    Seakan di nanarku, ada proyektor besar yang mengisahkan bagaimana manisnya kehidupan mereka kala itu.

    Aku “tersesat” dalam dimensi waktu, untungnya ada ucapan Gus Dharma yang bisa membuatku kembali pada dimensi ini.

    “Saya pengin mati,” katanya.

    “Hah?, ucapku refleks terbelalak.

    Diulang lagi, “Kalau dikehendaki, sebetulnya saya sudah pengin mati saja,”.

    Tentu sebagai orang yang “takut mati” sepertiku, ada pertanyaan besar yang terlintas di benak.

    “Maaf, kenapa, Pak?”

    Tak terucap sepatah katapun, beliau hanya menjawab dengan senyuman.

    Waktu menunjukkan pukul 16.45 WIB, langit tampak memerah, beberapa saat lagi TOA masjid berkumandang.

    Tentu ini waktu krusial bagi tamu yang biasanya menjadi kesimpulan dari proses kunjung–berkunjung.

    Benar, beliau sempat melihat jam di ponsel genggamnya, kemudian kembali berujar singkat.

    “Setiap manusia itu dipenuhi dosa, termasuk saya. Jadi, apa yang kita cari kalau bukan ampunan-Nya,” ucap Gus Dharma.

    Buk!
    Gus Dharma berhasil meninju jiwa saya tanpa perlu mengepalkan tangannya.

    Saya sedikit tergoncang mendengar ucapan tersebut.

    TOA Masjid pun terdengar, beliau tampak tak nyaman, seperti gelisah.

    Bung Aguk kemudian mengakhiri pertemuan ini, kami pamit pulang.

    Di perjalanan, Bung Aguk bercerita jika Gus Dharma adalah orang yang tekun beribadah.

    “Kalau mendengar azan, beliau langsung bergegas untuk salat,” katanya.

    “Bung, kenal Pak Dharma sejak kapan?” tanyaku.

    “Lama dan sangat dekat. Beliau dan Almarhum istri menganggapku sebagai anak. Akupun menganggap mereka sebagai orang tuaku sendiri,” jawabnya.

    “Bertamu ke Pak Dharma sebaiknya tidak di waktu magrib–isya,” imbuhnya.

    Tanpa perlu menjelaskan, akupun langsung mengerti.

    Dan yang semula kuanggap biasa-biasa saja mengenai kostumnya, ternyata salah besar.

    Gus Dharma mengenakan busana Muslim bukan hanya soal kenyamanan, tapi sebagai persiapan menanti waktu untuk menghadap Sang Pencipta.

    Maulana Affandi, 16/8/2024.

  • 10 Contoh Kerajinan dari Kulit Jagung, Kreatif dan Bermanfaat

    10 Contoh Kerajinan dari Kulit Jagung, Kreatif dan Bermanfaat

    Kerajinan dari kulit jagung merupakan salah satu kerajinan tangan yang populer di Indonesia.

    Kerajinan ini umumnya terbuat dari kulit jagung yang diolah menjadi bahan yang kuat dan tahan lama.

    Kulit jagung yang sudah dikeringkan kemudian dipotong-potong dan dijahit dengan tangan atau mesin jahit untuk membentuk berbagai bentuk dan ukuran.

    Proses pembuatan kerajinan dari kulit jagung dimulai dengan memisahkan kulit jagung dari bijinya dan kemudian dibersihkan.

    Kemudian kulit jagung dijemur dan dikeringkan di bawah sinar matahari. Setelah kulit jagung benar-benar kering, kulit tersebut dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

    Contoh Kerajinan dari Kulit Jagung

    Berikut ini adalah beberapa contoh kerajinan dari kulit jagung.

    1. Dompet

    Dompet dari kulit jagung adalah salah satu kerajinan tangan yang paling umum.

    Dompet ini biasanya memiliki bentuk sederhana dan ukuran yang kecil sehingga mudah dibawa ke mana saja.

    Kulit jagung yang digunakan untuk membuat dompet biasanya dipotong tipis dan dijahit dengan benang tahan lama.

    2. Tas

    Tas dari kulit jagung juga sangat populer sebagai alternatif tas kulit yang lebih mahal.

    Tas kulit jagung biasanya diproduksi dalam berbagai ukuran dan model, dari tas selempang kecil hingga tas ransel yang lebih besar.

    Tas kulit jagung juga biasanya diberi aksesoris tambahan seperti tali atau rantai sebagai hiasan.

    3. Sandal

    Sandal dari kulit jagung umumnya dibuat dengan teknik anyaman atau plester.

    Kulit jagung diolah dan dibentuk menjadi lapisan-lapisan tipis yang kemudian dianyam atau diplesetkan untuk membentuk alas sandal.

    Sandal dari kulit jagung biasanya sangat nyaman digunakan dan cocok untuk dipakai saat bersantai di rumah.

    4. Hiasan dinding

    Kulit jagung juga dapat dijadikan bahan untuk membuat hiasan dinding.

    Hiasan dinding dari kulit jagung biasanya berupa lukisan atau gambar yang diukir pada kulit jagung yang dipotong sesuai ukuran dan bentuk yang diinginkan.

    Hiasan dinding dari kulit jagung biasanya mempunyai nuansa etnik dan dapat menambah nilai estetika ruangan.

    5. Tempat pensil

    Tempat pensil dari kulit jagung biasanya dibuat dengan cara memotong kulit jagung yang telah diolah menjadi ukuran kecil dan kemudian dijahit untuk membentuk kotak-kotak kecil.

    Tempat pensil ini biasanya dapat menampung beberapa pensil dan pensil warna, dan cocok digunakan untuk anak-anak sekolah atau mahasiswa.

    6. Topi

    Topi dari kulit jagung adalah salah satu kerajinan tangan yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri.

    Topi ini biasanya dibuat dengan teknik anyaman dan dihiasi dengan tambahan aksesoris seperti tali dan manik-manik.

    Topi dari kulit jagung cocok digunakan untuk melengkapi busana yang santai dan casual.

    7. Gantungan kunci

    Gantungan kunci dari kulit jagung biasanya dibuat dengan memotong kulit jagung menjadi ukuran kecil dan dijahit bersama-sama.

    Gantungan kunci ini bisa dibuat dalam berbagai bentuk dan model yang lucu dan unik, seperti bentuk binatang atau bentuk makanan.

    Gantungan kunci dari kulit jagung juga bisa menjadi souvenir atau hadiah yang unik dan bermanfaat.

    8. Souvenir

    Kerajinan dari kulit jagung juga cocok dijadikan sebagai souvenir khas daerah atau suvenir pernikahan.

    Souvenir dari kulit jagung bisa berupa dompet kecil, tempat pensil, atau gantungan kunci dengan hiasan nama atau logo yang terkait dengan acara atau tempat tersebut.

    Souvenir dari kulit jagung juga bisa menjadi cendera mata yang kreatif dan bermanfaat.

    9. Aksesoris fashion

    Kulit jagung yang diolah dengan teknik yang tepat bisa dijadikan sebagai aksesoris fashion yang menarik.

    Misalnya, kulit jagung bisa dibentuk menjadi anting-anting, gelang, atau kalung yang unik dan estetis.

    Aksesoris fashion dari kulit jagung juga bisa dipadukan dengan bahan-bahan lain seperti kain atau logam untuk menciptakan tampilan yang lebih menarik.

    10. Kerajinan seni

    Kulit jagung juga bisa dijadikan bahan untuk membuat karya seni yang unik dan menarik. Misalnya, kulit jagung bisa diukir untuk menciptakan gambar atau lukisan yang berkesan.

    Seniman atau pelukis bisa menggabungkan teknik ukir pada kulit jagung dengan teknik melukis untuk menciptakan karya seni yang unik dan bermakna.

    Itulah beberapa contoh kerajinan dari kulit jagung yang bisa dijadikan inspirasi untuk membuat kerajinan tangan yang unik dan bermanfaat.

    Kulit jagung adalah bahan yang mudah didapat dan murah, sehingga cocok digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat kerajinan tangan.

    Dengan kreativitas dan keahlian, kulit jagung bisa diolah menjadi berbagai macam kerajinan tangan yang menarik dan bermanfaat.

  • 7 Tokoh Dunia yang Pernah Putus Sekolah Tapi Raih Sukses Besar

    Pendidikan memang menjadi salah satu pilar yang bisa menghantarkan seseorang menuju kesuksesan. Namun, pendidikan bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan.

    Pasalnya, masih ada faktor lain yang mempengaruhi kesuksesan orang, meliputi kerja keras, kreativitas, relasi, ide cemerlang, pengalaman, dan masih banyak lagi.

    Hal itu dibuktikan dengan beberapa tokoh di bawah ini yang mana mereka pernah putus sekolah, tapi berhasil menciptakan karya yang membuat nama mereka melejit dan dikenal oleh semua orang.

    Siapa saja tokoh tersebut? Berikut diantaranya.

    1. Kolonel Harland Sanders

    Siapa sangka tokoh pendiri Kentucky Fried Chicken ini tidak pernah merasakan bangku perkuliahan.

    Bahkan, sejak usia 6 tahun, Ayahnya meninggal sehingga ia harus memasak dan mengurus rumah seorang diri karena Ibunya bekerja.

    Hingga akhirnya ia putus sekolah dan bekerja di beberapa tempat, seperti kapal uap, pemadam kebakaran, hingga perusahaan asuransi.

    Kemudian pengalaman memasaknya dari kecil itulah yang menjadi modal besar hingga akhirnya dia bisa mendirikan perusahaan makanan cepat saji terbesar di dunia, yaitu KFC.

    2. Walt Disney

    Walt Disney adalah tokoh besar pendiri The Walt Disney Company, perusahaan yang bergerak dalam bidang industri hiburan dan media.

    Namun, di balik kesuksesannya di dunia hiburan, ternyata Walt Disney pernah putus sekolah.

    Dikutip dari laman Biography, Walt Disney pernah putus sekolah saat usia 16 tahun karena menjadi tentara.

    Karena masih terlalu belia, dia ditugaskan menjadi seorang sopir ambulan yang seluruh permukaan mobilnya dipenuhi animasi kartun.

    Dari situlah ia mulai terinspirasi untuk membuat karakter-karakter kartun dan mulai mendirikan usahanya.

    Dikabarkan jika Walt Disney pernah kursus malam di Academy of Fine Arts di Chicago sehingga dia memiliki kemampuan seni yang akhirnya membawanya menjadi tokoh hiburan dunia.

    3. Thomas Alva Edison

    Thomas Alva Edison adalah seorang penemu dan pengusaha yang bisa dibilang paling produktif.

    Tercatat, lebih dari 1.000 hak paten atas namanya. Di antara banyak karya, yang paling fenomenal adalah bola lampu listrik dan fonograf.

    Dinukil dari NPS, Edison pernah putus sekolah sehingga ia harus menempuh pendidikan formal selama 3 bulan.

    Beruntung, Ibunya adalah seorang guru sehingga Edison bisa mendapat pendidikan dari rumah.

    4. John D. Rockefeller

    John D. Rockefeller adalah seorang pebisnis ulung asal Amerika Serikat yang menghasilkan miliaran dolar dari usahanya, yaitu Standard Oil Company.

    Dikutip dari laman Britannica, Rockfeller pernah putus sekolah dan mengambil kursus bisnis di Folsom Mercantile College.

    Setelah usahanya mulai menuai kesuksesan, ia kemudian memiliki perhatian lebih dengan pendidikan dunia dan menghibahkan sejumlah uangnya untuk mendirikan Universitas sekaligus memberi beasiswa bagi siswa berprestasi.

    5.  Steve Jobs

    Siapa yang tidak kenal dengan Steve Jobs? Dia adalah pendiri perusahaan Apple yang kini tengah merajai pasar gadget dunia.

    Namun, di balik kesuksesannya, ternyata Steve Jobs pernah memiliki riwayat pendidikan yang kurang apik.

    Dinukil dari laman Biography, Steve Jobs pernah menempuh pendidikan di Reed College di Portland, Oregon, tetapi ia hanya 1 semester saja, dia keluar.

    Kemudian, Jobs belajar spiritualisme Timur di India hingga ia kembali ke Amerika Serikat dan menemui Steve Wozniak untuk memulai bisnis bersama.

    6. Diana Spencer

    Diana adalah seorang penyanyi sekaligus istri pertama dari Charles, Pangeran Wales, anak sulung dari Ratu Elizabeth II.

    Dilansir dari laman Business Insider, Diana Spencer pernah gagal dalam ujian O-Level (ujian untuk gadis berusia 16 tahun di Inggris untuk menentukan tingkat pendidikan).

    Kemudian ia meninggalkan West Heath dan sekolah di Swiss selama beberapa waktu.

    Tak dinyana, ternyata wanita yang pernah gagal dalam ujian ini kemudian menjadi seorang tokoh yang amat terkenal hingga pada 1981, Diana bertunangan dengan Pangeran Charles.

    7. Jack Dorsey

    Jack Dorsey adalah pendiri Twitter, salah satu media sosial dengan pengguna terbanyak di dunia.

    Jack Dorsey sangat tertarik dengan dunia software dan komputer dari kecil hingga ia memutuskan untuk kuliah di Missouri University of Science and Technology.

    Namun, tak berapa lama, ia pindah ke New York University. Di sinilah ia mengembangkan minatnya dan kemudian berhasil menciptakan Twitter.

    Karena terlalu fokus dengan karyanya, Jack Dorsey tidak fokus kuliah hingga ia berhenti tengah jalan.

    Namun, siapa sangka ternyata karyanya sangat fenomenal dan membuatnya menjadi salah satu tokoh besar dunia.

    Nah, itulah sederet tokoh besar yang tidak lulus kuliah.

    Dari kisah-kisah itu kita bisa mengambil kesimpulan bahwa putus sekolah atau tidak kuliah bukanlah penghambat untuk menuju kesuksesan.

    Jadi, tetap semangat untuk berkarya, ya! Jangan lupa share artikel sastrawacana.id/ untuk berbagi semangat kepada semua orang.