Kategori: Inspirasi

  • UIN Ar-Raniry Kirim Lima Mahasiswa Ikuti Program Student Mobility di Kyoto University Jepang

    UIN Ar-Raniry Kirim Lima Mahasiswa Ikuti Program Student Mobility di Kyoto University Jepang

    Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengirimkan lima mahasiswanya untuk mengikuti program Student Mobility yang diselenggarakan oleh Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) di Kyoto University, Jepang, sejak 17 hingga 23 November 2024.

    Kelima mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program ini adalah Fathiya Rahma, Syarifah Julia Fadhlul, Najmul Akhir, Faiz Ramadhana Surya, dan Muhammad Ariq Althaf.

    Program ini menjadi bagian dari komitmen UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam memperluas pengalaman akademik mahasiswanya di tingkat internasional dan memperkuat kerja sama dengan universitas-universitas terkemuka di dunia.

    Selama seminggu, para mahasiswa mengikuti serangkaian perkuliahan intensif yang dipandu oleh para akademisi terkemuka, di antaranya empat sesi dengan Professor Michael Feener dari CSEAS, satu sesi bersama Professor Frank Korom dari Boston University, serta satu sesi lagi dengan Professor Sumanto Al Qurtuby, seorang fellow di CSEAS dan dosen di King Fadh University.

    Reza Idria, dosen UIN Ar-Raniry yang juga bertugas sebagai koordinator program, berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan lintas budaya dan memperdalam kajian kawasan bagi para mahasiswa. 

    “Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan mereka di bidang studi Asia Tenggara dan membangun jejaring internasional yang penting untuk masa depan mereka,” ungkap Reza.

    Di sisi lain, Saifullah Idris, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Ar-Raniry, yang turut memimpin delegasi, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam mendukung visi UIN Ar-Raniry sebagai universitas bertaraf internasional.

    “Student Mobility Program ini adalah bukti nyata dari komitmen UIN Ar-Raniry untuk menjadi World Class University, sebagaimana dicanangkan oleh Rektor kami, Professor Mujiburrahman. Kami berharap program ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada mahasiswa untuk terus berprestasi di tingkat global,” ujarnya.

    Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program internasional seperti ini adalah bagian dari upaya mewujudkan visi universitas untuk menjadi World Class University.

    Melalui program ini, Rektor berharap para mahasiswa UIN Ar-Raniry dapat mengembangkan peluang kolaborasi akademik internasional serta memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan hubungan antarbangsa.

    “Keberhasilan mahasiswa mengikuti program ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk menjadikan UIN Ar-Raniry unggul dalam dunia pendidikan global. Kami percaya, dengan pengalaman internasional seperti ini, mahasiswa dapat memperluas wawasan dan membawa pulang pengetahuan serta pengalaman yang sangat berharga bagi pengembangan akademik dan riset di kampus kami,” ujar Mujiburrahman.

    Selain mengikuti perkuliahan, para mahasiswa juga akan mengikuti berbagai kegiatan pendukung, seperti kunjungan ke perpustakaan CSEAS, berdiskusi dengan mahasiswa internasional, serta mengeksplorasi budaya Jepang di Kyoto.

  • Made Divayani, Siswi SMK PGRI Rogojampi yang Menoreh Prestasi Tingkat Provinsi

    Made Divayani, Siswi SMK PGRI Rogojampi yang Menoreh Prestasi Tingkat Provinsi

    Made Divayani, seorang gadis asal Banyuwangi, telah membuktikan dirinya  sebagai pelajar berprestasi di SMK PGRI Rogojampi, Banyuwangi.

    Selain menonjol di bidang akademik, Diva juga meraih sejumlah penghargaan di dunia non-akademik, khususnya di dunia model dan fesyen.

    Beberapa prestasi gemilang yang berhasil diraih Diva antara lain, terpilih sebagai Top Model Jawa Timur 2023 dan meraih posisi 5th Runner-Up Putri Remaja Jawa Timur 2023 pada ajang yang diselenggarakan oleh Mas Aris Musaini.

    Ajang ini bertujuan untuk memajukan industri kreatif di bidang jasa kecantikan, fesyen, serta sektor lokal di Jawa Timur.

    Diva juga menorehkan prestasi membanggakan lainnya, yakni menjadi pemenang dalam ajang Miss Putri Cheongsam 2024 yang diadakan oleh Miss Jatim Winner, ajang bergengsi di Jawa Timur yang mengedepankan bidang fashion show.

    Di tingkat kabupaten, gadis kelahiran 2007 ini juga berhasil menjadi finalis dalam Jebeng Thulik Banyuwangi 2023.

    Event tahunan ini merupakan ajang bergengsi yang hanya diikuti oleh putra-putri terbaik Banyuwangi melalui proses seleksi ketat.

    Selain itu, Diva juga aktif sebagai Duta Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi 2023 hingga sekarang.

    Dalam peran ini, Diva mempromosikan produk-produk UMKM lokal melalui konten video, sebagai wujud dedikasinya dalam memajukan sektor ekonomi kreatif dan memperkenalkan budaya daerah Banyuwangi.

    Salah satu pencapaian terbarunya adalah meraih gelar Best Costume pada ajang Banyuwangi Ethno Carnival 2024.

    Prestasi ini semakin mengukuhkan namanya sebagai sosok yang tak hanya berbakat, tetapi juga konsisten dalam berkarir di dunia model dan fashion.

    Kesuksesan Diva tentu tidak terlepas dari dukungan keluarga, sahabat, serta guru-guru di SMK PGRI Rogojampi yang senantiasa memberikan semangat dan motivasi.

    Semua pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolahnya, sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda Banyuwangi memiliki potensi besar untuk bersinar di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

    “Jangan pernah takut bermimpi. Percayalah pada diri sendiri, teruslah bekerja keras, dan jangan lupa berdoa. Dengan usaha dan niat baik, semua impian akan menjadi mungkin. Jadilah versi terbaik dirimu untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, ” ujarnya.

    Segudang prestasi yang ditorehkan Diva membuktikan bahwa generasi muda Banyuwangi memiliki potensi besar untuk bersinar di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

    Penulis: Andi BS

    Editor: Maulana Affandi

  • Membanggakan, SMK PGRI Rogojampi Raih Prestasi di SCOTH Politeknik Negeri Banyuwangi

    Membanggakan, SMK PGRI Rogojampi Raih Prestasi di SCOTH Politeknik Negeri Banyuwangi

    SMK PGRI Rogojampi (SMKPRO) kembali membuktikan keunggulannya dengan meraih prestasi di ajang Seminar and Competition of Tourism Hospitality (SCOTH) yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Banyuwangi (POLIWANGI).

    Kompetisi ini diikuti oleh berbagai SMK se-Kabupaten Banyuwangi pada 19-20 November 2024, bertempat di kampus POLIWANGI, satu-satunya politeknik negeri di Banyuwangi.

    Pada kompetisi cooking tahun ini, tema yang diusung adalah “Sculpting the Value of Contemporary Fusion Cuisine.”

    Kegiatan berlangsung selama dua hari, di mana hari pertama diisi dengan seminar dan gala dinner, sementara hari kedua menjadi puncak kompetisi.

    Tantangan Mystery Box

    Pada hari kedua, peserta dari jurusan Tata Boga menghadapi tantangan mystery box. Dalam tantangan ini, bahan masakan baru diumumkan saat perlombaan dimulai.

    Para peserta hanya memiliki waktu 90 menit untuk mengolah bahan-bahan tersebut menjadi hidangan utama (main course) yang kreatif dan berkualitas.

    Dengan keterampilan dan kreativitasnya, tim SMK PGRI Rogojampi berhasil meraih Juara 3 dalam kompetisi ini.

    Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata kemampuan siswa SMKPRO di bidang kuliner.

    Apresiasi dan Harapan

    Gracia Widyawati, S.Pd., selaku Kepala Program Kuliner SMK PGRI Rogojampi menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan ini.

    Ia memberikan apresiasi kepada siswa peserta lomba, guru pembimbing, serta seluruh elemen sekolah yang mendukung penuh keberhasilan mereka.

    “Kami sangat bangga dengan capaian ini. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa kami mampu bersaing di ajang bergengsi dan menunjukkan kualitas terbaiknya,” ungkap Gracia.

    Kepala sekolah, H. Danang Bagiono, S.Si., juga mengungkapkan harapannya agar kegiatan serupa terus diadakan untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengasah kreativitas dan keterampilan mereka.

    “Semoga ke depan, siswa kami dapat terus mengukir prestasi yang lebih gemilang dan menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk berkembang lebih jauh,” tuturnya.

    Komitmen SMK PGRI Rogojampi

    Sebagai SMK Pusat Keunggulan di bidang hospitality, SMK PGRI Rogojampi terus berkomitmen untuk mempersiapkan siswa dengan keterampilan dan pengalaman praktik terbaik.

    Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan program pembelajaran yang inovatif, sekolah ini bertekad mencetak generasi yang kompeten dan berdaya saing di dunia kuliner dan pariwisata.

    Semakin meningkatnya minat generasi muda di Banyuwangi terhadap dunia kuliner, SMK PGRI Rogojampi optimis dapat terus menghasilkan siswa-siswa berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

  • Membanggakan, SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya Terbitkan Dua Buku Antologi Cerpen Siswa

    Membanggakan, SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya Terbitkan Dua Buku Antologi Cerpen Siswa

    SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya kembali mencetak sejarah baru di dunia pendidikan dengan meluncurkan dua buku antologi cerpen karya siswa kelas XI pada bulan November 2024.

    Buku-buku ini diberi judul Ada Apa di Balik Layar Ponselmu? dan Fragmen Masa Remaja SMA.

    Proyek literasi ini menunjukkan betapa sekolah tersebut tak hanya unggul dalam mencetak siswa-siswi berprestasi akademik, tetapi juga kreatif dan imajinatif.

    Karya tersebut lahir di bawah bimbingan penuh dedikasi dari dua guru inspiratif, Ainul Latifah, S.Pd., dan Dhimas Asih Kusuma Persadha, M.Pd.

    Dengan bimbingan pada pendidik, siswa-siswi mampu mengekspresikan ide-ide mereka melalui tulisan.

    Hasilnya, puluhan cerita pendek yang mengisahkan kehidupan sehari-hari, cinta, hingga cita-cita berhasil dirangkum menjadi dua buku yang menggambarkan realitas masa muda dengan penuh warna.

    Ada Apa di Balik Layar Ponselmu? menggali cerita-cerita yang terinspirasi dari dinamika kehidupan digital siswa.

    Mulai dari perjuangan menemukan jati diri di tengah hiruk-pikuk media sosial hingga kisah persahabatan yang diuji oleh teknologi.

    Buku ini menyentuh tema yang sangat relevan dengan kehidupan generasi muda masa kini.

    Sementara itu, Fragmen Masa Remaja SMA membawa pembaca menyelami berbagai perasaan, tantangan, dan keindahan masa SMA.

    Dari kisah cinta pertama yang penuh gejolak hingga perjuangan menggapai cita-cita di tengah keterbatasan, buku ini menawarkan beragam cerita yang memotret kehidupan remaja dengan jujur dan menyentuh hati.

    Kedua buku ini menjadi bukti bahwa siswa SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang luar biasa.

    Hal ini tidak lepas dari peran para pembimbing yang mendorong siswa untuk menyalurkan ide-ide mereka dengan cara yang positif.

    Setiap tahunnya, pihak sekolah selalu berusaha mengajak siswa untuk berkarya dan mengabadikan hasilnya dalam bentuk buku sebagai salah satu langkah konkret untuk membangun budaya literasi di sekolah kami.

    Kepala sekolah, Elis Santi, M.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap proyek literasi ini.

    Dalam Kata Pengantar di kedua buku tersebut, ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap para siswa dan guru yang terlibat.

    “Terbitnya buku ini bukan hanya pembuktian bahwa SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya mampu mencetak generasi cerdas, tetapi juga kreatif dan penuh imajinasi,” tulis Elis.

    Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyuwangi, Ahmad Jaenuri, S.Pd., M.Pd., turut mengapresiasi lahirnya karya dari siswa-siswi SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya.

    Dalam Kata Pengantar, Ahmad Jaenuri berharap jika karya tersebut bisa menjadi pemantik untuk terus menggali potensi diri yang terpendam.

    Menurutnya, setiap individu memiliki keunikan dan bakat yang berbeda-beda, sehingga langkah yang diambil oleh SMAN 1 Rogojampi sangat tepat.

    “Semoga kumpulan cerpen ini dapat menjadi pemantik bagi kalian untuk terus menggali potensi diri yang terpendam,” tulisnya.

    Dhimas Asih Kusuma Persadha, M.Pd, salah satu guru pembimbing mengungkapkan rasa bangga terhadap anak didiknya.

    Ia berharap kreativitas yang telah terasah ini dapat terus berkembang, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di kehidupan sehari-hari karena setiap kata dapat mengubah dunia.

    “Setiap kata memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Gunakan pena kalian untuk menginspirasi,” harap Dhimas.

    Sementara itu, Ainul Latifah, S.Pd., menambahkan bahwa proses menulis bukan sekadar merangkai kata, tetapi juga mengenali diri sendiri.

    Ia percaya bahwa menulis dapat menjadi alat untuk merefleksikan perasaan dan pengalaman hidup.

    “Menulis bukan hanya sekadar menuangkan kata-kata di atas kertas, tetapi juga sebuah perjalanan untuk mengenali diri sendiri dan dunia sekitar kita,” kata Ainul.

    Proyek literasi ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas siswa, tetapi juga langkah besar dalam upaya meningkatkan budaya literasi di SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya.

    Dengan adanya karya-karya seperti ini, sekolah berharap dapat memberikan inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan mereka.

    Keberhasilan ini menunjukkan bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang cara menyampaikan ide dan gagasan kepada dunia.

    SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya telah membuktikan bahwa mereka mampu menjadi pelopor dalam bidang ini.

    Sebagai institusi pendidikan, sekolah ini berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi.

    Dengan dukungan guru-guru yang berdedikasi dan kepala sekolah yang visioner, tidak diragukan lagi bahwa SMAN 1 Rogojampi akan terus mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan berprestasi.

    Penulis: Maulana Affandi

  • Desa Kemiren Banyuwangi Raih Juara 2 Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024

    Desa Kemiren Banyuwangi Raih Juara 2 Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024

    Kabupaten Banyuwangi kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional.

    Desa Kemiren, yang terletak di Kecamatan Glagah, berhasil meraih Juara 2 dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 kategori Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM).

    Penghargaan ini diterima pada acara Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 yang digelar di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Minggu malam (17/11).

    Plt. Bupati Banyuwangi, Sugirah, hadir langsung untuk menerima penghargaan tersebut yang diserahkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, bersama Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana.

    Kompetisi Ketat di Tingkat Nasional

    Desa Wisata Adat Kemiren bersaing dengan lebih dari 6.000 desa wisata dari seluruh Indonesia.

    Setelah melewati proses seleksi yang ketat, desa ini berhasil masuk dalam 50 besar dan akhirnya meraih posisi runner-up.

    “Kami bersyukur desa-desa di Banyuwangi terus menunjukkan potensinya. Desa Kemiren menjadi bukti bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi, potensi lokal bisa diangkat hingga tingkat nasional,” ujar Sugirah, Selasa (19/11).

    Keberhasilan Berkat Pemberdayaan SDM dan Inovasi

    Kepala Desa Kemiren, M. Arifin, menjelaskan bahwa penghargaan ini diraih berkat upaya konsisten dalam pemberdayaan SDM.

    Program pelatihan UMKM, energi terbarukan, dan tata kelola pariwisata telah memberikan dampak positif bagi perekonomian dan menciptakan lapangan kerja di desa.

    Desa Kemiren juga menjadi pelopor dalam mendukung kesetaraan gender.

    Peran perempuan dalam kegiatan adat dan seni, seperti pertunjukan tari Gandrung dan seni burdah, semakin menonjol.

    “Dengan 40 homestay dan peningkatan jumlah UMKM bersertifikasi, kami optimis desa ini dapat menjadi inspirasi bagi desa wisata lainnya,” tambah Arifin.

    Destinasi Wisata yang Edukatif dan Unik

    Desa Kemiren menawarkan pengalaman wisata yang kaya akan budaya, termasuk edukasi tentang tradisi lokal, kuliner khas di Pesantogan Kemangi, serta eksplorasi rumah adat Osing.

    Selain itu, desa ini juga memanfaatkan teknologi berbasis aplikasi Smart Kampung untuk meningkatkan pelayanan publik.

    Identitas budaya yang kuat, seperti seni Gandrung, angklung paglak, dan mocoan lontar yusup, menjadikan Desa Kemiren sebagai destinasi yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik.

  • Profil Rohmaniah, Penulis Banyuwangi dengan Segudang Karya dan Prestasi

    Profil Rohmaniah, Penulis Banyuwangi dengan Segudang Karya dan Prestasi

    sastrawacana.id/ – Tak ada yang meragukan kecintaan Rohmaniah pada dunia literasi.

    Perjalanan hidupnya penuh jejak sastra dan tulisan yang bermakna, menjadikannya sosok inspiratif di bidang pendidikan sekaligus literasi.

    Sebagai seorang guru sekolah dasar, ia tak hanya mengajar, tetapi juga membangun fondasi literasi yang kokoh bagi anak didiknya dan masyarakat sekitarnya.

    Kecintaan terhadap literasi terlihat sejak Rohmaniah duduk di bangku sekolah dasar.

    Ia ingat sekali puisi pertama yang dibacanya berjudul “Renungan” karya NN.

    Puisi tersebut yang kemudian membuatnya jatuh hati pada puisi untuk pertama kali, hingga ingin membaca puisi lebih banyak lagi.

    Saat duduk di bangku SMA, ia mulai suka membaca buku-buku novel, mulai dari “Siti Nurbaya” karya Marah Roesli (1922), “Salah Asuhan” karya Abdoel Moeis (1928) dan “Tenggelammnya Kapal Van Der Wijck” karya Buya Hamka (1938).

    Tak sampai disitu, beberapa koleksi bukunya saat kuliah “Animal Farm” karya George Orwell (1945), “100 Tahun Kesunyian” karya Gabriel Garcia Marquez (1967) sampai novel tetralogi Laskar Pelangi ia rampungkan semua.

    Lebih dari itu, Rohmaniah juga sangat suka dengan sastra serta ruang lingkupnya.

    Pada tahun 2010, pertama kali ia menulis puisi dengan judul “Ibu” dengan diksi dan makna yang mendalam.

    Ia ingat sekali menulis puisi tersebut di sebuah kantor balai desa dengan momen di waktu senja temaram.

    Rohmaniah adalah sosok pendidik yang suka literasi dan dunia menulis.

    Pikirnya, dengan menulis maka ia akan meninggalkan karya yang bisa dinikmati oleh para pembaca, terlebih untuk anak didiknya nanti.

    Pada tahun 2020, ia menulis buku antologi cerpen berjudul “Putih Abu-Abu” karya penulis komunitas pecinta buku KGBN. Cerpennya berjudul “Adok” dalam bahasa Indonesia artinya “Nenek.”

    Pada tahun 2019, Ia diangkat menjadi PNS dan dinas di SD Negeri 2 Pakistaji. Tepat pada tahun 2023, Ia menyelesaikan pendidikan guru penggerak angkatan 9.

    Prestasi yang diraih diantaranya

    • Puisi Terpilih dalam Lomba Menulis Puisi Tema Pahlawan Nasional oleh KOPIWANGI (2024).
    • Juara 1 Lomba Menulis Puisi Tema Kemerdekaan RI ke-79 (2024).
    • Esai Terbaik Kedua pada Event Menulis Esai Tema Pendidikan Hari Pendidikan Nasional (2024).
    • Top 10 Vlog Merdeka Belajar Universitas Terbuka (2022).
    • Inovator Sehari Bersama Internet (Sabernet) tingkat nasional (2022).

    Aktif juga sebagai narasumber dalam beberapa acara Banyuwangi Ayo Mengajar (BAM) tahun 2022 di SD Negeri 2 Gumuk kecamatan Licin, Temu Pengajar Nusantara (TPN) ke-10 dan ke-11 di SD Negeri Penganjuran.

    Upaya serta kerja keras yang ia lakukan untuk meningkatkan literasi di sekolah tempat mengajar, sehingga bisa membantu meningkatkan rapot literasi sekolah.

    Di samping itu, ia berkolaborasi dengan perpustakaan daerah untuk meningkatkan minat baca peserta didiknya.

    “Seorang guru harus gemar membaca sehingga menjadi contoh untuk peserta didiknya. Salah satu wadah untuk menumbuh kembangkan kompetensi di bidang literasi adalah KOPIWANGI. Di mana KOPIWANGI sebagai katalisator literasi yang ada di Banyuwangi, bisa menjangkau semua elemen warga sekolah” jelas pengagum Chairul Anwar dengan diksi-diksinya yang paten.

    Menurutnya literasi memang tidak sebatas membaca, tapi membaca adalah ruh-nya.

    Penulis: Andi BS

  • Mahasiswa Undiksha Raih Emas di Ajang Nasional Shorinji Kempo 2024

    Mahasiswa Undiksha Raih Emas di Ajang Nasional Shorinji Kempo 2024

    Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Invitasi Cabang Olahraga Mahasiswa 2024 untuk cabang bela diri Shorinji Kempo, yang berlangsung di Jakarta pada 6-8 November lalu.

    Dua mahasiswa anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kempo Undiksha, yaitu Pade Made Mirah Permatasari dari Program Studi Manajemen dan Ida Bagus Kade Budiartawan dari Program Studi Ilmu Keolahragaan, berhasil meraih medali di ajang ini.

    Mereka berdua berada di bawah bimbingan pelatih Jatim Soenandar.

    Mirah dan Budiartawan sukses membawa pulang tiga medali sekaligus: satu medali emas untuk kategori embu berpasangan campuran I/II DAN, satu medali perak untuk randori kelas 60 kg putri, dan satu medali perunggu untuk randori kelas 60 kg putra.

    Jatim Soenandar mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi ini, terlebih dengan waktu persiapan yang cukup singkat.

    Menurutnya, capaian ini tidak hanya mengharumkan nama para atlet tetapi juga membawa kebanggaan bagi Undiksha.

    Selain itu, kontingen Undiksha berhasil meraih peringkat kelima dalam klasemen akhir medali, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

    Dari pihak pimpinan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Hubungan Masyarakat Undiksha, Prof. Dr. I Ketut Sudiana, M.Kes, turut menyambut hangat prestasi para mahasiswa ini.

    “Kami dari pimpinan memberikan apresiasi atas prestasi ini,” ujarnya pada Jumat, 8 November 2024.

    Prof. Sudiana berharap keberhasilan ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan mereka dan bersiap menghadapi ajang-ajang bergengsi lainnya di tingkat nasional maupun internasional.

    Ia juga menegaskan bahwa pimpinan Undiksha memiliki komitmen kuat untuk mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa, termasuk di bidang olahraga kempo. 

    Partisipasi mahasiswa dalam berbagai kejuaraan tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga memperkuat capaian Undiksha dalam Simkatmawa.

    “Tentu prestasi dalam ajang ini dapat mendukung capaian Simkatmawa. Semoga ke depan dapat meraih prestasi yang semakin gemilang lagi,” tutupnya penuh harap.

  • Membanggakan, Tim Undiksha Raih Juara Pertama di Konferensi Internasional ICHBS 2024

    Membanggakan, Tim Undiksha Raih Juara Pertama di Konferensi Internasional ICHBS 2024

    Tim dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) berhasil meraih prestasi internasional dalam acara 1st International Conference on Health and Biology Science (ICHBS) 2024 yang berlangsung dari 25 September hingga Oktober 2024 di Universitas Harapan Bangsa.

    Tim ini terdiri dari beberapa mahasiswa yaitu Made Anggita Abdi Jayanti, Nyoman Gita Laksmi Maharani, Desak Radha Nityanandeshwari, Putu Duta Mahardhika, Made Amanda Cipta Dewi, serta tiga dosen pembimbing dari Prodi Kebidanan: Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini, Putu Irma Pratiwi, dan Dr. Luh Nik Armini.

    Di bawah kepemimpinan Anggita, tim ini berhasil meraih juara pertama dalam kategori Best Method lewat artikel berjudul “Correlation of Age, Body Mass Index, and Age of Menarche with Hemoglobin Levels in Adolescents in Singaraja”.

    Artikel tersebut mengangkat korelasi antara usia, indeks massa tubuh (IMT), dan usia menarche dengan kadar hemoglobin pada remaja di Singaraja.

    Karya ini terinspirasi dari kegiatan pengabdian masyarakat di posyandu remaja yang menemukan masalah anemia ringan hingga sedang pada beberapa remaja, sehingga tim ini terdorong untuk meneliti lebih lanjut masalah tersebut.

    Tim ini mempersiapkan karya mereka dalam waktu dua minggu, dibimbing oleh Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini.

    Bagi Anggita, ini adalah pengalaman pertama di ajang internasional yang mengharuskannya menggunakan bahasa Inggris.

    Meski sempat menghadapi kesulitan, dukungan yang kuat antaranggota tim membuat mereka berhasil melewati tantangan dan meraih prestasi membanggakan ini.

  • UNAIR Raih Peringkat 2 Terbaik di Indonesia, Kado Ulang Tahun ke-70 dengan Prestasi Gemilang

    UNAIR Raih Peringkat 2 Terbaik di Indonesia, Kado Ulang Tahun ke-70 dengan Prestasi Gemilang

    Universitas Airlangga (UNAIR) kembali meraih prestasi yang membanggakan.

    Kali ini, UNAIR berhasil menduduki peringkat kedua sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia menurut Quacquarelli Symonds Asian University Ranking (QS AUR) 2025.

    Pencapaian ini diumumkan secara resmi dalam acara QS Higher Education Summit: Asia Pacific yang digelar di Macau pada Rabu, 6 November 2024.

    Selain meraih posisi kedua terbaik di tingkat nasional, UNAIR juga mencatatkan dirinya di posisi ke-12 di Asia Tenggara dan ke-52 di Asia dengan skor 70.5.

    Dengan peringkat tersebut, UNAIR menunjukkan peningkatan yang signifikan, mengingat sebelumnya pada QS AUR 2024, UNAIR berada pada peringkat ke-15 di Asia Tenggara dan ke-67 di Asia.

    Keberhasilan UNAIR ini tentu tidak terlepas dari penilaian berbagai indikator. Dalam indikator International Student dan International Research Network, UNAIR berhasil meraih peringkat pertama di tingkat nasional.

    Sementara itu, pada indikator Employer Reputation, UNAIR menduduki peringkat kedua terbaik di Indonesia.

    Indikator-indikator ini merupakan tolok ukur utama dalam menilai kualitas dan relevansi pendidikan yang diberikan oleh perguruan tinggi.

    Rektor UNAIR, Prof. Dr. Mohammad Nasih SE MT Ak, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari upaya berkelanjutan UNAIR dalam memperbaiki berbagai aspek, termasuk fasilitas pembelajaran dan penelitian.

    Menurutnya, kualitas laboratorium dan fasilitas riset yang mendukung sangat penting untuk mendukung civitas akademika dalam menghasilkan inovasi dan karya yang berdampak luas.

    “Banyaknya fasilitas riset nanti akan berdampak sangat jelas, academic reputation kita pasti meningkat karena riset sangat diakui. Kalau sarana risetnya berstandar internasional, maka juga akan mendapatkan pengakuan. Termasuk juga joint research dengan mitra luar negeri. Kalau fasilitas kita bagus, pasti mereka juga tertarik,” ujar Prof. Nasih.

    Meskipun demikian, Prof. Nasih menegaskan bahwa peringkat bukanlah tujuan utama bagi UNAIR.

    Bagi dirinya, yang lebih penting adalah dampak nyata yang dihasilkan oleh mahasiswa melalui penelitian, inovasi, serta perbaikan berkelanjutan dalam berbagai aspek pendidikan dan pengajaran.

    “Sekali lagi tujuannya bukan peringkat, tetapi bagaimana penelitian bisa dilakukan sebaik-baiknya. Mahasiswa bisa memanfaatkan fasilitas untuk riset dan berdiskusi dengan baik sehingga muncul inovasi-inovasi baru. Bagi UNAIR yang terpenting adalah selalu ada perbaikan, perbaikan, perbaikan,” tegasnya.

    Kenaikan peringkat UNAIR di tingkat nasional dan Asia ini juga menjadi hadiah istimewa dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-70 yang akan jatuh pada 10 November mendatang.

    Prestasi ini menunjukkan bahwa UNAIR terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan dalam berbagai aspek, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengajaran.

  • MI Darunnajah II Banyuwangi Peringati Hari Pahlawan, Hadirkan Veteran Berpuisi dan Ceritakan Kisah Perjuangan

    MI Darunnajah II Banyuwangi Peringati Hari Pahlawan, Hadirkan Veteran Berpuisi dan Ceritakan Kisah Perjuangan

    Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, MI Darunnajah II Banyuwangi menggelar lomba baca puisi bertema kepahlawanan dan mengundang veteran untuk berbagi cerita sejarah perjuangan Indonesia.

    Acara ini diadakan untuk memperkenalkan sejarah pahlawan kepada siswa serta memotivasi mereka dalam meraih cita-cita, terinspirasi dari semangat para pahlawan.

    Kegiatan yang berlangsung diikuti oleh 17 peserta dari kelas 1 hingga 6 sebagai bagian dari seleksi Porseni MI.

    Acara dimulai dengan penyampaian sejarah perjuangan kemerdekaan oleh veteran Sekretaris LVRI, Suwadi, serta IGB Sudharma, seorang sastrawan realis dan veteran Seroja yang akan menerbitkan buku fiksi berlatar sejarah perang Timor Timur melalui Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Dalam penyampaian materinya, Suwadi menjelaskan bahwa veteran adalah Warga Negara Indonesia yang pernah tergabung dalam satuan bersenjata resmi dan berperang melawan negara asing demi mempertahankan kemerdekaan NKRI.

    Ia menekankan bahwa perang di Indonesia tidak hanya mengandalkan kekuatan senjata, tetapi juga taktik sosial seperti memahami bahasa dan adat istiadat lawan.

    “Penjajahan bukan hanya bersenjata; penjajah juga membuat rakyat kita bodoh dan miskin. Di masa sekarang, mereka menggunakan teknologi komunikasi, dulu breaker untuk kontak, sekarang menggunakan dunia maya,” tutur Suwadi sambil mencontohkan dialog dengan bahasa daerah Timor Timur dalam percakapan tentang tanam jeruk dan panen kopi.

    IGB Sudharma turut memberikan pesan kepada siswa MI Darunnajah II agar generasi muda rajin belajar agar menjadi pemimpin bangsa.

    “Anak-anak harus rajin belajar dan pintar agar menjadi pemimpin bangsa yang meneruskan perjuangan kami, para veteran. Hormati orang tua dan guru, banyak membaca, serta mengikuti informasi dari radio, televisi, dan buku. Bangsa ini butuh generasi cerdas dan pekerja keras, bukan pemalas. Jangan tenggelam dalam HP hingga lupa belajar dan ibadah.”

    Sudharma kemudian membacakan puisi "Pahlawan Tanpa Nama" yang ia tulis khusus malam sebelumnya.

    Meskipun kondisinya kurang sehat, ia tetap semangat bertemu dengan para siswa, menyampaikan pesan perjuangan yang menginspirasi.

    Kepala MI Darunnajah II, Majidah Himmah, S.Ag (anak KH Makshum Syafi'i) melalui Ketua Panitia, Miss Aida Aristia Dewi, S.Pd., berharap para siswa dapat memetik hikmah dari acara ini, salah satunya adalah meresapi semangat perjuangan para pahlawan.

    Diharapkan, siswa memahami bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan oleh para pahlawan masa lalu, tetapi juga bisa dilanjutkan oleh mereka di masa kini dengan berfokus pada pendidikan dan pengembangan diri.

    Sebagai pelajar, mereka diharapkan menempuh pendidikan yang keras untuk mencapai prestasi akademis dan menjadi anak yang sholehah.

    Kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan sejarah bangsa dan kisah perjuangan para pahlawan sehingga siswa menjadi lebih cinta dan bangga sebagai anak Indonesia.

    Acara juga dirangkai dengan kegiatan keagamaan seperti hafalan Al-Qur'an, tahlilan di makam pahlawan yayasan seperti KH Harun dan KH Makhum Syafi'i yang dipimpin oleh Ustadz Nasrudin, S.Ag., lomba baca puisi, fragmen pantomim perobekan bendera biru, serta menyanyikan lagu nasional "Indonesia Pusaka."

    Kepala Madrasah apresiasi terima kasih ke veteran serta siswi prestasi yang mengharumkan nama madrasah dalam event lomba EO Bina Vokalia di Disbudpar dan Komunitas Gotongroyong'45 di Masjid Al Hilal 2 bareng Sanggar Merah Putih'45, JRKBB-JRKI, IWAPI, UMKK Segoro'45 serta Sedulur Teraphys Blambangan yang didukung media sastrawacana.id/ dan jurnalnews.

    Sementara itu, Bung Aguk Darsono, juri lomba sekaligus anggota G2 Mastrip Jatim yang ayahnya ikut bertempur dalam peristiwa 10 November bersama Bung Tomo dan arek-arek Surabaya, berharap agar acara ini bermanfaat bagi siswa MI Darunnajah II.

    Ia menegaskan bahwa momentum peringatan ini dapat memberikan inspirasi kepada siswa untuk terus memelihara semangat perjuangan dan memperkuat karakter diri sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

    “Semoga momentum ini dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi semua pihak, serta semoga semangat perjuangan para pahlawan terus diteruskan oleh generasi muda Indonesia,” ujarnya.

    Perayaan Hari Pahlawan ini melanjutkan tradisi peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober yang lalu, di mana setiap kelas bersama paguyuban menampilkan kuliner, seni adat, busana Nusantara, dan drama bertajuk "Banyuwangi: Indonesia Mini" yang menggambarkan keberagaman dalam harmoni di Bumi Blambangan, sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika. (Q'Nin/AWN)