Kategori: Islam

  • 5 Cara Bersyukur Kepada Allah Agar Hati Lebih Tenteram

    5 Cara Bersyukur Kepada Allah Agar Hati Lebih Tenteram

    Di dalam ajaran agama Islam, cara bersyukur kepada Allah SWT perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Dengan rasa syukur, kita sebagai umat muslim tidak akan mudah mengeluh terhadap keadaan yang sedang dialami.

    Rasa bersyukur merupakan wujud ungkapan rasa terima kasih seorang hamba kepada Allah SWT atas segala berkah dan nikmat yang telah diberikan.

    Cara Bersyukur Kepada Allah

    Lalu, bagaimana cara kita bersyukur kepada Allah?

    Berikut ini adalah beberapa cara untuk menerapkan rasa bersyukur kita kepada Allah SWT.

    1. Selalu Mengingat Allah SWT

    Cara kita bersyukur kepada Allah yang paling mudah adalah dengan senantiasa mengingat kepada Allah, kapanpun dan dimanapun berada.

    Kita juga harus menyadari bahwa Allah yang menciptakan manusia serta mengatur segala kehidupan dari lahir sampai wafat.

    Ketika mengingat Allah, maka hati kita akan lebih tenteram sehingga tak perlu risau lagi dengan apa yang terjadi karena Allah selalu menemani.

    2. Selalu Mengingat Janji Allah

    Selanjutnya cara untuk bersyukur kepada Allah SWT adalah dengan selalu mengingat akan janji-janji Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

    Ketika kita sabar dan menerima ujian yang telah ditetapkan, maka tiada lain, kecuali kebaikan dan hikmah yang akan kita terima kemudian hari.

    Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat segala bentuk tindakan manusia.

    Tetap bersyukur atas apa yang kita hadapi saat ini karena Allah pasti punya rencana lain yang disiapkan untuk kita.

    Sebab, pada dasarnya segala masalah yang kita alami adalah proses pendewasaan untuk memantaskan kita berada pada level selanjutnya.

    3. Meningkatkan Ketakwaan Kepada Allah SWT

    Bentuk rasa bersyukur tidak hanya dilakukan lewat hati ataupun lisan saja.

    Kita juga perlu mewujudkan dalam tindakan, salah satunya menjadi pribadi yang baik dan pribadi yang bertakwa kepada Allah Swt.

    Oleh karena itu, kita seharusnya menjalankan segala perintah yang telah Allah perintahkan dan menjauhi semua larangan-Nya.

    Misalnya, dengan cara taat dalam menjaga salat lima waktu, melaksanakan zakat fitrah, membaca Al-Qur’an, menjalankan puasa Ramadan dan menjauhi perbuatan maksiat.

    4. Mengingat Jika Berpaling dari Allah Swt

    Cara bersyukur kepada Allah berikutnya adalah dengan selalu mengingat akibat-akibat yang akan terjadi jika kita mengingkari dan bahkan berpaling dari Allah SWT.

    Oleh karena itu, apa pun hal yang kita rasakan, setiap umat muslim haruslah selalu bersyukur dan berserah diri kepada Allah SWT.

    5. Berbagi Kepada yang Berhak

    Jika memiliki rezeki yang lebih, hendaknya berbagi kepada orang yang berhak menerima.

    Seperti kepada fakir miskin, anak yatim, atau menyumbangkan sebagian harta untuk pembangunan masjid, madrasah dan lainnya.

    Kita harus bersyukur karena diberi kelebihan rezeki, mengingat masih banyak diluar sana yang untuk makan pun kesulitan.

    Namun, dibalik rezeki yang kita dapatkan, sesungguhnya ada hak “mereka” yang harus kita berikan.

    Sebab rezeki pun termasuk salah satu cara Allah menguji hamba-Nya.

    Itulah cara bersyukur kepada Allah yang perlu kita pahami dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Bahkan, Allah sudah menjamin bila kita bersyukur maka Allah akan menambah nikmat yang diberikan.

  • Kumpulan Doa untuk Orang Sakit Supaya Cepat Sembuh

    Kumpulan Doa untuk Orang Sakit Supaya Cepat Sembuh

    Dalam mengarungi kehidupan, tentu kita akan mengalami berbagai macam ujian, termasuk sakit.

    Sakit sebenarnya sebuah ujian dan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hambanya.

    Sebab, ketika seorang hamba sedang sakit, maka seketika itu pula Allah menggugurkan dosa-dosa hamba tersebut.

    "Tidaklah menimpa seorang Muslim suatu penyakit, keletihan, kepedihan, kesedihan, hingga kecemasan yang dirasakannya, melainkan dengan semua itu Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya." (HR Muslim).

    "Tidaklah menimpa seorang Muslim suatu bencana berupa penyakit dan yang lainnya melainkan dengan Allah akan menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya." (HR Al. Bukhari)

    Namun, bagaimanapun juga ketika sedang sakit, kita harus berikhtiar untuk kesembuhan.

    Ikhtiar bisa dilakukan dengan upaya medis dan tentu saja berdoa kepada Allah SWT untuk memohon kesembuhan.

    Sebab, tiada yang mampu mengangkat penyakit, kecuali Allah SWT.

    Maka dari itu, berikut ini adalah beberapa kumpulan doa untuk orang sakit supaya cepat sembuh yang sastrawacana.id/ rangkum dari berbagai sumber.

    Kumpulan Doa untuk Orang Sakit Supaya Cepat Sembuh

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

    “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri”

    أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

    As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka.

    Artinya, “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu”

    شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

    Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika.

    Artinya, “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia,”

    Nah, itulah beberapa kumpulan doa untuk orang sakit supaya cepat sembuh. Semoga bermanfaat.

    Sumber: https://islam.nu.or.id/doa/ini-sejumlah-doa-rasulullah-untuk-kesembuhan-orang-sakit-Ltkv2

  • Surat Al Waqiah: Teks Arab, Latin, dan Terjemahan Bahasa Indonesia

    Surat Al Waqiah: Teks Arab, Latin, dan Terjemahan Bahasa Indonesia

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ

    iżā waqa’atil-wāqi’ah
    Apabila terjadi hari Kiamat,

    لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ

    laisa liwaq’atihā kāżibah
    terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal).

    خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ

    khāfiḍatur rāfi’ah
    (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).

    اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ

    iżā rujjatil-arḍu rajjā
    Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

    وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ

    wa bussatil-jibālu bassā
    dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya,

    فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ

    fa kānat habā`am mumbaṡṡā
    maka jadilah ia debu yang beterbangan,

    وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةً ۗ

    wa kuntum azwājan ṡalāṡah
    dan kamu menjadi tiga golongan,

    فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ۗ

    fa aṣ-ḥābul-maimanati mā aṣ-ḥābul-maimanah
    yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu,

    وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ۗ

    wa aṣ-ḥābul-masy`amati mā aṣ-ḥābul-masy`amah
    dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu,

    وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ

    was-sābiqụnas-sābiqụn
    dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga).

    اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ

    ulā`ikal-muqarrabụn
    Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah),

    فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ

    fī jannātin-na’īm
    Berada dalam surga kenikmatan,

    ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ

    ṡullatum minal-awwalīn
    segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

    وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ

    wa qalīlum minal-ākhirīn
    dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.

    عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ

    ‘alā sururim mauḍụnah
    Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,

    مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ

    muttaki`īna ‘alaihā mutaqābilīn
    mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan.

    يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ

    yaṭụfu ‘alaihim wildānum mukhalladụn
    Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,

    بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ

    bi`akwābiw wa abārīqa wa ka`sim mim ma’īn
    dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,

    لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ

    lā yuṣadda’ụna ‘an-hā wa lā yunzifụn
    mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,

    وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ

    wa fākihatim mimmā yatakhayyarụn
    dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih,

    وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ

    wa laḥmi ṭairim mimmā yasytahụn
    dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.

    وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ

    wa ḥụrun ‘īn
    Dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah,

    كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ

    ka`amṡālil-lu`lu`il-maknụn
    laksana mutiara yang tersimpan baik.

    جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

    jazā`am bimā kānụ ya’malụn
    Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.

    لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ

    lā yasma’ụna fīhā lagwaw wa lā ta`ṡīmā
    Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa,

    اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا

    illā qīlan salāman salāmā
    tetapi mereka mendengar ucapan salam.

    وَاَصْحٰبُ الْيَمِينِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ

    wa aṣ-ḥābul-yamīni mā aṣ-ḥābul-yamīn
    Dan golongan kanan, siapakah golongan kanan itu.

    فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ

    fī sidrim makhḍụd
    (Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,

    وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ

    wa ṭal-ḥim manḍụd
    dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),

    وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ

    wa ẓillim mamdụd
    dan naungan yang terbentang luas,

    وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ

    wa mā`im maskụb
    dan air yang mengalir terus-menerus,

    وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ

    wa fākihating kaṡīrah
    dan buah-buahan yang banyak,

    لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ

    lā maqṭụ’atiw wa lā mamnụ’ah
    yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,

    وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ

    wa furusyim marfụ’ah
    dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

    اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ

    innā ansya`nāhunna insyā`ā
    Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung,

    فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ

    fa ja’alnāhunna abkārā
    lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,

    عُرُبًا اَتْرَابًاۙ

    ‘uruban atrābā
    yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya,

    لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ

    li`aṣ-ḥābil-yamīn
    untuk golongan kanan,

    ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ

    ṡullatum minal-awwalīn
    segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

    وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ

    wa ṡullatum minal-ākhirīn
    dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.

    وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ

    wa aṣ-ḥābusy-syimāli mā aṣ-ḥābusy-syimāl
    Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

    فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ

    fī samụmiw wa ḥamīm
    (Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih,

    وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ

    wa ẓillim miy yaḥmụm
    dan naungan asap yang hitam,

    لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ

    lā bāridiw wa lā karīm
    tidak sejuk dan tidak menyenangkan.

    اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ

    innahum kānụ qabla żālika mutrafīn
    Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah,

    وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ

    wa kānụ yuṣirrụna ‘alal-ḥinṡil-‘aẓīm
    dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar,

    وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ

    wa kānụ yaqụlụna a iżā mitnā wa kunnā turābaw wa ‘iẓāman a innā lamab’ụṡụn
    dan mereka berkata, “Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?

    اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ

    a wa ābā`unal-awwalụn
    Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?”

    قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ

    qul innal-awwalīna wal-ākhirīn
    Katakanlah, “(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian,

    لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ

    lamajmụ’ụna ilā mīqāti yaumim ma’lụm
    pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.

    ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ

    ṡumma innakum ayyuhaḍ-ḍāllụnal-mukażżibụn
    Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan!

    لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ

    la`ākilụna min syajarim min zaqqụm
    pasti akan memakan pohon zaqqum,

    فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ

    fa māli`ụna min-hal-buṭụn
    maka akan penuh perutmu dengannya.

    فَشَارِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ

    fa syāribụna ‘alaihi minal-ḥamīm
    Setelah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.

    فَشَارِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ

    fa syāribụna syurbal-hīm
    Maka kamu minum seperti unta (yang sangat haus) minum.

    هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ

    hāżā nuzuluhum yaumad-dīn
    Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.”

    نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ

    naḥnu khalaqnākum falau lā tuṣaddiqụn
    Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?

    اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ

    a fa ra`aitum mā tumnụn
    Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan.

    ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخَالِقُوْنَ

    a antum takhluqụnahū am naḥnul-khāliqụn
    Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?

    نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ

    naḥnu qaddarnā bainakumul-mauta wa mā naḥnu bimasbụqīn
    Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah,

    عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

    ‘alā an nubaddila amṡālakum wa nunsyi`akum fī mā lā ta’lamụn
    untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

    وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ

    wa laqad ‘alimtumun-nasy`atal-ụlā falau lā tażakkarụn
    Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

    اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ

    a fa ra`aitum mā taḥruṡụn
    Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam?

    ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزَّارِعُوْنَ

    a antum tazra’ụnahū am naḥnuz-zāri’ụn
    Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?

    لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ

    lau nasyā`u laja’alnāhu huṭāman fa ẓaltum tafakkahụn
    Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat; maka kamu akan heran tercengang,

    اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ

    innā lamugramụn
    (sambil berkata), “Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian,

    بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ

    bal naḥnu mahrụmụn
    bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun.”

    اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ

    a fa ra`aitumul-mā`allażī tasyrabụn
    Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?

    ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ

    a antum anzaltumụhu minal-muzni am naḥnul-munzilụn
    Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?

    لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ

    lau nasyā`u ja’alnāhu ujājan falau lā tasykurụn
    Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?

    اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ

    a fa ra`aitumun-nārallatī tụrụn
    Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)?

    ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ

    a antum ansya`tum syajaratahā am naḥnul-munsyi`ụn
    Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?

    نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ

    naḥnu ja’alnāhā tażkirataw wa matā’al lil-muqwīn
    Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir.

    فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ

    fa sabbiḥ bismi rabbikal-‘aẓīm
    Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.

    فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ

    fa lā uqsimu bimawāqi’in-nujụm
    Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.

    وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ

    wa innahụ laqasamul lau ta’lamụna ‘aẓīm
    Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui,

    اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ

    innahụ laqur`ānung karīm
    dan (ini) sesungguhnya Al-Qur’an yang sangat mulia,

    فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ

    fī kitābim maknụn
    dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh),

    لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ

    lā yamassuhū illal-muṭahharụn
    tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.

    تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ

    tanzīlum mir rabbil-‘ālamīn
    Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

    اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَ

    a fa bihāżal-ḥadīṡi antum mud-hinụn
    Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur’an),

    وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ

    wa taj’alụna rizqakum annakum tukażżibụn
    dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan(-Nya).

    فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ

    falau lā iżā balagatil-ḥulqụm
    Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan,

    وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ

    wa antum ḥīna`iżin tanẓurụn
    dan kamu ketika itu melihat,

    وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ

    wa naḥnu aqrabu ilaihi mingkum wa lākil lā tubṣirụn
    dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat,

    فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ

    falau lā ing kuntum gaira madīnīn
    maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah),

    تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

    tarji’ụnahā ing kuntum ṣādiqīn
    kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar?

    فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ

    fa ammā ing kāna minal-muqarrabīn
    Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),

    فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ

    fa rauḥuw wa raiḥānuw wa jannatu na’īm
    maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan.

    وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ

    wa ammā ing kāna min aṣ-ḥābil-yamīn
    Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,

    فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ

    fa salāmul laka min aṣ-ḥābil-yamīn
    maka, “Salam bagimu (wahai) dari golongan kanan!” (sambut malaikat).

    وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ

    wa ammā ing kāna minal-mukażżibīnaḍ-ḍāllīn
    Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan dan sesat,

    فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ

    fa nuzulum min ḥamīm
    maka dia disambut siraman air yang mendidih,

    وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ

    wa taṣliyatu jaḥīm
    dan dibakar di dalam neraka.

    اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ

    inna hāżā lahuwa ḥaqqul-yaqīn
    Sungguh, inilah keyakinan yang benar.

    فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ

    fa sabbiḥ bismi rabbikal-‘aẓīm
    Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.

  • Pengertian Tafsir, Takwil dan Terjemah

    Pengertian Tafsir, Takwil dan Terjemah

    1. Pengertian Tafsir

    Tafsir menurut bahasa adalah penjelasan dan menerangkan, Tafsir diambil dari kata Al-Fasr’ yang berarti membuka dan menjelaskan sesuatu yang tertutup.

    Oleh karena itu dalam bahasa arab kata tafsir berarti membuka secara maknawi dengan menjelaskan arti yang tertangkap dari redaksional yang eksplisit (tersurat).

    Maka defenisi Al-Qur’an adalah ilmu yang membahas tentang redaksi-redaksi Al-Qur’an dengan memperhatikan pengertian untuk mencapai pengetahuan tentang apa yang dikehendaki oleh Allah SWT, sesuai dengan kadar kemampuan manusia.

    Adapun tentang pengertian tafsir berdasarkan istilah, para ulama banyak memberikan komentar antara lain sebagai berikut:

    Menurut Al-Kilabi

    Tafsir adalah penjelasan Al-Qur’an dengan menerangkan makna dari tujuan (isyarat).

    Menurut Syekh Al-Jazari

    Tafsir adalah hakekatnya menjelaskan lafazh yang sukar difahami dengan jalan mengemukakan salah satu lafazh yang bersinonim (mendekati) dengan lafazh tersebut.

    Menurut abu Hayyan

    Tafsir adalah ilmu yang mengenai cara pengucapan lafazh Al-Qur’an serta cara mengungkapkan petunjuk kandungan hukum dan makna yang terkandung didalamnya.

    Menurut Az-Zarkasyi

    Tafsir adalah ilmu yang digunakan untuk memahami dan menjelaskan makna-makna Al-Qur’an yang diturunkan pada pada nabi Muhammad SAW, serta mengumpulkan kandungan dan hukum dan hikmahnya.

    2. Pengertian Takwil

    Arti takwil menurut lughat berarti menerangkan, menjelaskan. Adapun arti bahasanya menurut Az-Zarqoni adalah sama dengan tafsir.

    Mengenai arti takwil menurut istilah banyak para ulama memberikan pendapatnya antara lain sebagai berikut:

    Menurut Al-Jurzzani

    Memalingkan suatu lafazh dari makna d’zamirnya terhadap makna yang dikandungnya apabila makna alternative yang dipandang sesuai dengan ketentuan Al-kitab dan As-sunnah.

    Menurut defenisi lain

    Takwil adalah mengenbalikan sesuatu kepada ghayahnya (tujuannya) yakni menerangkan apa yang dimaksud.

    Menurut Khalaf

    Mengalihkan suatu lafazh dari maknanya yang rajin kepada makna yang marjun karena ada indikasi untuk itu.

    Pengertian takwil menurut istilah adalah suatu usaha untuk memahami lafazh-lafazh (ayat-ayat) Al-Qur’an melalui pendekatan pemahaman arti yang dikandung oleh lafazh itu.

    3. Pengertian Terjemah

    Arti terjemah menurut bahasa adalah susunan dari suatu bahasa ke bahasa atau mengganti, menyalin, memindahkan kalimat dari suatu bahasa lain kesuatu bahasa lain.

    Adapun yang dimaksud dengan terjemahan Al-Qur’an adalah seperti dikemukakan oleh “Ash-Shabuni” yakni memindahkan Qur’an kebahasa lain yang bukan bahasa arab dan mencetak terjemah ini kedalam beberapa naskah untuk dibaca orang yang tidak mengerti bahasa arab.

  • 99 Asmaul Husna dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    99 Asmaul Husna dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang baik nan indah. Jika dilihat dari segi bahasa, Asmaul Husna terdiri dari dua kata, yaitu Asma yang berarti nama, kemudian Husna yang berarti baik atau indah. Sehingga jika digabungkan, Asmaul Husna berarti nama-nama Allah yang baik atau indah.

    Dengan mengetahui serangkaian nama-nama baik dari Allah, maka kita bisa meningkatkan keimanan. Sebab, dari nama-nama baik tersebut dijelaskan bahwa sejatinya Allah Maha Segalanya, sehingga tidak ada satupun yang bisa setara dengan-Nya.

    Salah satu contoh Asmaul Husna adalah Al Bashiir yang artinya Maha Melihat. Jadi, sudah seharusnya kita merasa malu dan takut jika ingin melakukan perbuatan dosa karena Allah senantiasa dan selalu melihat apa yang kita lakukan.

    Nah, untuk mengetahui apa saja nama-nama baik Allah lainnya, berikut ini adalah tabel Asmaul Husna dan artinya dalam bahasa Arab dan Indonesia.

    Asmaul Husna

    No. Nama Arab Indonesia
    Allah الله Allah
    1 Ar Rahman الرحمن Yang Maha Pengasih
    2 Ar Rahiim الرحيم Yang Maha Penyayang
    3 Al Malik الملك Yang Maha Merajai
    4 Al Quddus القدوس Yang Maha Suci
    5 As Salaam السلام Yang Maha Memberi Kesejahteraan
    6 Al Mu`min المؤمن Yang Maha Memberi Keamanan
    7 Al Muhaimin المهيمن Yang Maha Mengatur
    8 Al `Aziiz العزيز Yang Maha Perkasa
    9 Al Jabbar الجبار Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
    10 Al Mutakabbir المتكبر Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
    11 Al Khaliq الخالق Yang Maha Pencipta
    12 Al Baari` البارئ Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
    13 Al Mushawwir المصور Yang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)
    14 Al Ghaffaar الغفار Yang Maha Pengampun
    15 Al Qahhaar القهار Yang Maha Memaksa
    16 Al Wahhaab الوهاب Yang Maha Pemberi Karunia
    17 Ar Razzaaq الرزاق Yang Maha Pemberi Rezeki
    18 Al Fattaah الفتاح Yang Maha Pembuka Rahmat
    19 Al `Aliim العليم Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
    20 Al Qaabidh القابض Yang Maha Menyempitkan (makhluk-Nya)
    21 Al Baasith الباسط Yang Maha Melapangkan (makhluk-Nya)
    22 Al Khaafidh الخافض Yang Maha Merendahkan (makhluk-Nya)
    23 Ar Raafi` الرافع Yang Maha Meninggikan (makhluk-Nya)
    24 Al Mu`izz المعز Yang Maha Memuliakan (makhluk-Nya)
    25 Al Mudzil المذل Yang Maha Menghinakan (makhluk-Nya)
    26 Al Samii` السميع Yang Maha Mendengar
    27 Al Bashiir البصير Yang Maha Melihat
    28 Al Hakam الحكم Yang Maha Menetapkan
    29 Al `Adl العدل Yang Maha Adil
    30 Al Lathiif اللطيف Yang Maha Lembut
    31 Al Khabiir الخبير Yang Maha Mengenal
    32 Al Haliim الحليم Yang Maha Penyantun
    33 Al `Azhiim العظيم Yang Maha Agung
    34 Al Ghafuur الغفور Yang Maha Memberi Pengampunan
    35 As Syakuur الشكور Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
    36 Al `Aliy العلى Yang Maha Tinggi
    37 Al Kabiir الكبير Yang Maha Besar
    38 Al Hafizh الحفيظ Yang Maha Memelihara
    39 Al Muqiit المقيت Yang Maha Pemberi Kecukupan
    40 Al Hasiib الحسيب Yang Maha Membuat Perhitungan
    41 Al Jaliil الجليل Yang Maha Luhur
    42 Al Kariim الكريم Yang Maha Pemurah
    43 Ar Raqiib الرقيب Yang Maha Mengawasi
    44 Al Mujiib المجيب Yang Maha Mengabulkan
    45 Al Waasi` الواسع Yang Maha Luas
    46 Al Hakiim الحكيم Yang Maha Maka Bijaksana
    47 Al Waduud الودود Yang Maha Mengasihi
    48 Al Majiid المجيد Yang Maha Mulia
    49 Al Baa`its الباعث Yang Maha Membangkitkan
    50 As Syahiid الشهيد Yang Maha Menyaksikan
    51 Al Haqq الحق Yang Maha Benar
    52 Al Wakiil الوكيل Yang Maha Memelihara
    53 Al Qawiyyu القوى Yang Maha Kuat
    54 Al Matiin المتين Yang Maha Kokoh
    55 Al Waliyy الولى Yang Maha Melindungi
    56 Al Hamiid الحميد Yang Maha Terpuji
    57 Al Muhshii المحصى Yang Maha Mengalkulasi (Menghitung Segala Sesuatu)
    58 Al Mubdi` المبدئ Yang Maha Memulai
    59 Al Mu`iid المعيد Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
    60 Al Muhyii المحيى Yang Maha Menghidupkan
    61 Al Mumiitu المميت Yang Maha Mematikan
    62 Al Hayyu الحي Yang Maha Hidup
    63 Al Qayyuum القيوم Yang Maha Mandiri
    64 Al Waajid الواجد Yang Maha Penemu
    65 Al Maajid الماجد Yang Maha Mulia
    66 Al Wahid الواحد Yang Maha Tunggal
    67 Al Ahad الاحد Yang Maha Esa
    68 As Shamad الصمد Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
    69 Al Qaadir القادر Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
    70 Al Muqtadir المقتدر Yang Maha Berkuasa
    71 Al Muqaddim المقدم Yang Maha Mendahulukan
    72 Al Mu`akkhir المؤخر Yang Maha Mengakhirkan
    73 Al Awwal الأول Yang Maha Awal
    74 Al Aakhir الأخر Yang Maha Akhir
    75 Az Zhaahir الظاهر Yang Maha Nyata
    76 Al Baathin الباطن Yang Maha Ghaib
    77 Al Waali الوالي Yang Maha Memerintah
    78 Al Muta`aalii المتعالي Yang Maha Tinggi
    79 Al Barru البر Yang Maha Penderma (Maha Pemberi Kebajikan)
    80 At Tawwaab التواب Yang Maha Penerima Tobat
    81 Al Muntaqim المنتقم Yang Maha Pemberi Balasan
    82 Al Afuww العفو Yang Maha Pemaaf
    83 Ar Ra`uuf الرؤوف Yang Maha Pengasuh
    84 Malikul Mulk مالك الملك Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
    85 Dzul Jalaali Wal Ikraam ذو الجلال و الإكرام Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
    86 Al Muqsith المقسط Yang Maha Pemberi Keadilan
    87 Al Jamii` الجامع Yang Maha Mengumpulkan
    88 Al Ghaniyy الغنى Yang Maha Kaya
    89 Al Mughnii المغنى Yang Maha Pemberi Kekayaan
    90 Al Maani المانع Yang Maha Mencegah
    91 Ad Dhaar الضار Yang Maha Penimpa Kemudharatan
    92 An Nafii` النافع Yang Maha Memberi Manfaat
    93 An Nuur النور Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
    94 Al Haadii الهادئ Yang Maha Pemberi Petunjuk
    95 Al Badii’ البديع Yang Maha Pencipta Yang Tiada Bandingannya
    96 Al Baaqii الباقي Yang Maha Kekal
    97 Al Waarits الوارث Yang Maha Pewaris
    98 Ar Rasyiid الرشيد Yang Maha Pandai
    99 As Shabuur الصبور Yang Maha Sabar
  • Cara Menyembelih Hewan Kurban dan Doanya

    Cara Menyembelih Hewan Kurban dan Doanya

    Sebentar lagi umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau yang biasa disebut lebaran haji. Dalam ajaran agama Islam, lebaran haji dilakukan dengan menyembelih hewan kurban.

    Berkurban adalah sebuah bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, seperti yang tertera dalam Surat Al Kautsar:

    فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. [الكوثر

    Artinya: "Maka salatlah engkau karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”

    Oleh karenanya, jika kita memiliki rezeki lebih, alangkah baiknya kita berkurban di Hari Raya Idul Adha untuk meningkatkan iman kepada Allah SWT sekaligus menjadi penolong kita di akhirat kelak.

    Nah, bicara tentang kurban, sudah tahukah kamu bagaimana cara menyembelih hewan kurban dan doanya?

    Jika belum, kali ini sastrawacana.id/ akan memberikan informasi lengkap, mari disimak!

    Cara Menyembelih Hewan Kurban

    Ada beberapa tahapan dalam cara menyembelih hewan kurban yang baik dan benar sesuai ajaran Islam. Adapun tahapannya sebagai berikut:

    • Orang yang menyembelih hendaknya adalah orang yang berakal dan berilmu.
    • Pertama, membaca basmalah terlebih dahulu.
    • Selanjutnya, membaca selawat untuk Nabi Muhammad SAW.
    • Kemudian, hewan yang disembelih harus menghadap kiblat.
    • Posisi hewan dibaringkan di atas lambung sebelah kiri dengan posisi leher menghadap kiblat.
    • Setelah posisi benar, kemudian dilanjut dengan membaca takbir tiga kali dan tahmid satu kali (اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ)
    • Selanjutnya, membaca doa menyembelih hewan kurban:اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ (Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm)
    • Hendaknya menggunakan alat sembelih atau pisau yang tajam karena jika pisau yang digunakan tumpul, itu akan menyiksa hewan kurban.

    Nah, itulah doa menyembelih hewan kurban dan caranya. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/ ya!

  • Kumpulan Soal Cerdas Cermat Islam dan Jawabannya

    Kumpulan Soal Cerdas Cermat Islam dan Jawabannya

    Cerdas cermat dalam Islam merujuk pada kemampuan seseorang dalam mengolah informasi secara cepat dan akurat, dengan mempertimbangkan ajaran-ajaran Islam dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

    Game cerdas cermat Islam adalah permainan yang dirancang untuk menguji kemampuan seseorang dalam mengolah informasi dengan cepat dan akurat, serta kemampuan untuk memahami ajaran agama Islam.

    Cerdas cermat game dapat dimainkan oleh individu atau kelompok, dan biasanya terdiri dari berbagai jenis pertanyaan yang terkait dengan ajaran Islam dan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya.

    Contoh lomba cerdas cermat Islam adalah kuis Al-Quran, kuis hadis, kuis sejarah Islam, fikih, sejarah nabi, ketauhidan, tajwid, moral, etika Islam, dan masih banyak lagi.

    Umumnya lomba cerdas cermat dilakukan secara tatap muka, namun di zaman modern ini, terdapat banyak game online cerdas.

    Game cerdas cermat online tersebut dapat dimainkan dengan mudah menggunakan smartphone secara gratis.

    Kumpulan Soal Cerdas Cermat Islam dan Jawabannya

    Berikut ini adalah kumpulan soal-soal cerdas cermat agama Islam beserta jawabannya. Yuk disimak!

    1. Memberi salam hukumnya ________ dan menjawab salam hukumnya ________
    Jawab : Sunah dan Wajib
    2. Amal ibadah yang dikerjakan berpahala, ditinggalkan berdosa disebut hukum_________
    Jawab : Wajib
    3. Shalat berjama’ah boleh dikerjakan paling sedikit 2 orang paling banyak _______
    Jawab : Tidak terbatas / tidak terhingga
    4. Seekor sapi boleh dipergunakan untuk berqurban sebanyak __________
    Jawab : 7 orang
    5. Apakah arti atsolatul jamiah _______________
    Jawab : Marilah kita shalat berjama’ah
    6. shalat jenazah hukumnya _________
    Jawab : Fardu Kifayah
    7. Yang bertugas membagi rizki adalah malaikat __________
    Jawab : Mika’il
    8. Yang bertugas meniup sangkakala adalah malaikat ___________
    Jawab : Isrofil

    CEPAT TEPAT

    1. Peringatan Nuzulul Qur’an diperingari setiap tanggal ________
    Jawab : 17 Ramadhan
    2. Shalat Idul Fitri dikerjakan berapa raka’at ___________
    Jawab : 2 (dua) raka’at
    3. Makhluk Allah yang paling taat adalah ___________
    4. Sebutkan 4 macam kitab Allah yang wajib kita ketahui ___________
    Jawab : Zabur ; Taurat ; Injil ; Al Qur’an

    CEPAT TEPAT

    1. Sebutkan macam-macam Zakat _________
    Jawab : Zakat Mal dan Zakat Fitrah
    2. Bacalah do’a sebelum tidur _________
    Jawab : بِسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْياَ وَ أَمُوْتُ
    3. Bagi yang menjalankan atau mengerjakan akan mendapat pahala sedangkan bagi yang meninggalkan akan mendapat berdosa dan mendapat siksa disebut hukum _______
    Jawab : Wajib
    5. Lafazkan bacaan surat Al Fil ayat 1 _________
    Jawab : Alam taro kaifafa ala ………. dst.
    6. Sebutkan hari-hari yang dilarang berpuasa _______
    Jawab : a. 2 Hari raya
    b. Hari Tasyrik
    7. Hari raya Idul Fitri jatuh pada tanggal _________
    Jawab : 1 Syawwal
    9. Gempa bumi termasuk salah satu contoh kiamat ___________
    Jawab : Kiamat Shughro
    10. Al – Qur’an terdiri dari berapa surat dan berapa ayat ________
    Jawab : 114 surat , 6666 ayat.
    11. Orang-orang yang berhak menerima zakat disebut ___________
    Jawab : Mustahiq
    3. Rosul bersifat tablig. Apa arti dari sifat tablig ?
    Jawab : Menyampaikan wahyu dari Allah
    4. Kita manusia diberi nikmat jasmani tidak ada yang berbeda semua sama. Ini membuktikan bahwa Allah maha _______
    Jawab ; Adil
    5. Pemberian kepada orang lain karena Allah disebut _________
    Jawab : Sodaqoh
    6. Kebaikan dari Allah yang kita terima disebut ________
    Jawab : Nikmat Allah

    CAPAT TEPAT

    1. Agama Islam tidak hanya mementingkan kehidupan di dunia saja tetapi mementingkan kehidupan ________
    Jawab : Didunia dan Akhirat
    2. Pada waktu shalat do’a iftitah dibaca sesudah ________
    Jawab : Takbiratul Ihram
    3. Sebelum nabi Muhammad lahir terjadi suatu peristiwa dimana pasukan Abrahah yang mengendarai gajah akan menghancurkan Ka’abah tetapi maksudnya tidak terkabulkan karena diserang oleh ____________
    Jawab : Burung-burung Ababil
    4. Peristiwa tahun gajah diabadikan oleh Allah dalam Al Qur’an dalam surat ________
    Jawab : Al – Fil
    1. Puasa Ramadhan dikerjakan selama _________
    Jawab : 1 (satu) bulan
    2. Makan terlebih dahulu adalah salah satu dari sunnah shalat __________
    Jawab : Idul Fitri
    4. Al Qur’an diturunkan secara _________
    Jawab : Berangsur-angsur
    7. La ila ha illallah adalah bacaan __________
    Jawab : Tahlil
    9. Sehabis melakukan pekerjaan kita disunahkan membaca _____________
    Jawab : Alhamdulillah

    CEPAT TEPAT

    1. Shalat dimulai dengan _____________ dan diakhiri dengan _________
    Jawab : Dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
    4. Iman yang sempurna ialah diyakini dalam hati diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dalam _________
    Jawab : Perbuatan
    6. Peristiwa turunnya Al Qur’an disebut ____________
    Jawab : Nuzulul Qur’an
    7. Zakat fitrah kita bayarkan setelah selesai mengerjakan ibadah __________
    Jawab : Puasa Ramadhan
    8. Tujuan Allah mengisra’ mi’rajkan nabi Muhammad adalah untuk ________
    Jawab : Menerima perintah Shalat 5 waktu
    9. Tanggal 12 Rabiul awal umat Islam memperingati hari Maulid nabi yaitu hari ________
    Jawab : Kelahiran nabi Muhammad SAW
    1. Umat Islam mengerjakan shalat menghadap kearah ___________
    Jawab : Kiblat
    2. Menggunakan barang atau harta sesuai dengan kebutuhan dan pendapatan disebut ______
    Jawab : Hemat / Tidak boros
    3. Islam adalah agama yang luas pengetahuannya, maka mencari ilmu itu hukumnya _______
    Jawab : Wajib
    4. Semua perkataan dan perbuatan nabi pasti benar, berarti nabi bersifat __________
    Jawab : Sidiq
    9. Bangunan Ka’abah di kota makkah didirikan oleh nabi ___________
    Jawab : Ibrahim dan Ismail

    CEPAT TEPAT

    1. Wahyu yang terakhir diturunkan kepada nabi Muhammad adalah surat __________
    Jawab : Al – Maidah ayat 3
    2. Adn, Firdaus, Naim, Al – Kautsar, Ma’wa adalah salah satu nama lain dari _______
    Jawab : Surga
    4. Surat / ayat Al – Qur’an yang diturunkan di kota mekkah disebut _________
    Jawab : Makiyah
    9. Al – Qur’an di turunkan kepada nabi Muhammad dan Injil kepada __________
    Jawab : Nabi Isa
    10. Menyembelih kurban adalah mengikuti jejak nabi __________
    Jawab : Ibrahim
    1. Jika kita mendengar tetangga mendapat musibah kita ucapkan ________
    Jawab : Innalillahi wainna ilaihi rojiun
    2. Hukum berpuasa pada hari raya adalah _________
    Jawab : Haram
    3. Setelah mengerjakan shalat id disunahkan __________
    Jawab : Bersilaturahmi untuk saling berma’af – ma’afan
    5. Bagi orang sakit yang tidak mampu berdiri boleh mengerjakan shalat dengan ________
    Jawab : Duduk
    6. Shalat pada raka’at berapa seseorang melakukan tahiyat awal _______
    Jawab : 2 (dua)
    7. Nabi dan Rasul yang mendapatkan sebutan ulul azmi adalah _________
    Jawab : Nuh ; Ibrahim ; Musa ; Isa ; Muhammad
    9. Subhanallah adalah lafaz bacaan _________
    Jawab : Tasbih

    CEPAT TEPAT

    1. Hukum membaca Al – Fatihah dalam shalat adalah ____________
    Jawab : Wajib
    4. Nabi dan sekaligus manusia yang pertama adalah ____________
    Adam as.
    7. Shalat berjama’ah paling sedikit dikerjakan oleh __________
    Jawab : 2 (dua) orang
    1. Nabi Muhammad SAW menjadi yatim piatu sejak berumur _____________
    Jawab : 6 (enam) tahun
    2. Mengerjakan shalat 5 (lima) waktu termasuk Rukun Islam yang ke __________
    Jawab : 2 (dua)
    3. Sifat ingkar janji adalah salah satu dari orang yang __________
    Jawab : Munafik
    4. Sebutkan rukun jual beli _____________
    Jawab : Penjual ; Pembeli ; Barang / Uang ; Ijab Qabul
    5. Sebutkan huruf-huruf izhar _____________
    Jawab : أ , ح , ع , هـ , خ , غ
    6. Nabi Muhammad SAW di angkat menjadi Rosul sejak usia ____________
    Jawab : Menerima wahyu pertama (40 tahun)
    7. Shalat yang dikerjakan sendirian disebut shalat _____________
    Jawab : Munfarid
    8. Hutang uang Rp. 10.000,- harus mengembalikan Rp. 12.000,- adalah contoh perbuatan __
    Jawab : Riba
    9. Akhlak yang terpuji disebut akhlak ________
    Jawab : Mahmudah
    10. Wahyu yang pertama kali di terima nabi Muhammad adalah surat ________
    Jawab : Surat Al – Alaq ayat 1 – 5

    CEPAT TEPAT

    1. Nabi Muhammad SAW ikut berdagang dengan pamannya sejak umur ________
    Jawab : 12 (dua belas) tahun
    2. Apa arti shalat berjama’ah __________
    Jawab : Shalat yang dikerjakan bersama-sama
    3. Apa yang dimaksud dengan syirik ___________
    Jawab : Menyekutukan Allah
    4. Berapa lama Al – Qur’an di turunkan __________
    Jawab : 22 tahun, 2 bulan, 22 hari.
    5. Meminjam tanpa izin disebut ____________
    Jawab : Ghasab
    6. Bagaimana tanggapan orang Quraisy terhadap berita tentang peristiwa Isra’ Mi’raj _____
    Jawab : Mencaci maki (dianggap tidak waras dan merupakan khayalan)
    7. Malaikat itu termasuk ghaib. Ghaib artinya ________
    Jawab : Tidak bisa dilihat dan diraba
    8. Berilah 2 buah contoh tentang puasa yang hukumnya haram _________
    Jawab : a. Puasa hari tasyrik
    b. Puasa 2 hari raya
    9. Kita hidup didunia ini perlu mengenal bahasa agar dapat saling __________
    Jawab : Berhubungan
    10. Bacaan iqlab terjadi apabila ___________
    Jawab : Nun Mati bertemu dengan huruf ba’
    11. Bismillahi tawakaltu alallahi la haulawala kuwata illa billa adalah do’a ketika ________
    Jawab : Keluar rumah

    1. Percaya kepada malaikat termasuk rukun _______
    Jawab : Iman kepada ke 2
    2. Setelah nabi Muhammad diangkat menjadi Rosul kehidupan bangsa Arab semakin _____
    Jawab : Baik
    3. Pemuda yang pertama masuk Islam adalah ________
    Jawab : Ali bin Abi Thalib
    4. Assalatu khoirum minannaum adalah bacaan azan pada waktu ________
    Jawab : Subuh
    5. Duduk antara dan sujud bacaannya adalah ___________
    Jawab : Robbilfirli warhamni dst.
    6. Tugas malaikat Malik adalah _____________
    Jawab : Menjaga Neraka
    7. Allah mengutus nabi Muhammad untuk menyempurnakan akhlak __________
    Jawab : Semua umat didunia
    8. Apa yang dimaksud sifat jujur _________
    Jawab : Orang yang berbuat dan berkata dengan sebenarnya
    9. Setelah kita selesai melaksanakan shalat diwajibkan ___________
    Jawab : Berdo’a
    10. Menyembah berhala terjadi pada zaman _________
    Jawab : Jahiliah

    1. Sikap yang perlu dikembangkan dalam hidup bertetangga adalah __________
    Jawab : Saling tolong – menolong
    2. Besarnya zakat fitrah untuk 4 orang sebanyak __________ kg.
    Jawab : 10 Kg
    3. Yang disebut mualaf adalah ___________
    Jawab : Orang yang baru masuk Islam
    4. Malaikat yang bertugas membagi rizki adalah ____________
    Jawab : Mikail
    5. Nabi Muhammad lahir dikota _________, wafat di kota __________
    Jawab : Lahir di Mekah dan wafat di Madinah
    6. Wahyu yang terakhir diturunkan adalah surat ______________
    Jawab : Al Maidah ayat 103
    7. Orang yang beriman menghiasi dirinya dengan __________
    Jawab : Ahlakul karimah
    8. Malam yang lebih utama dari seribu malam adalah ________
    Jawab : Lailatul Qadar
    9. Duduk tawaruk artinya ___________
    Jawab : Duduk tahiyat akhir
    10. Allahummaf tahli abwaba rahmatik adalah do’a ____________
    Jawab : Ketika masuk masjid

    CEPAT TEPAT

    1. Shalat wajib yang surat al fatihah dan surat pendek dibaca dengan suara nyaring adalah __
    Jawab : Magrib, Insya’ dan Subuh
    2. Bulan ramadhan adalah bulan dimana kita umat Islam diwajibkan untuk ______
    Jawab : Berpuasa
    3. Husnuzon termasuk sifat _________
    Jawab : Yang terpuji
    4. Pada malam mulia bulan puasa banyak malaikat turun dipimpin oleh malaikat _________
    Jawab : Jibril
    5. Makan dan minum termasuk yang membatalkan _________
    Jawab : Puasa
    6. Silaturahmi yaitu _________
    Jawab : Mempererat persaudaraan
    7. Puasa adalah salah satu dari rukun __________
    Jawab : Islam
    8. Bacaan tahlil yaitu __________
    Jawab : Laillaha illalloh
    9. Bacaan yang dibaca antara takbir shalat idul fitri adalah baca ____________
    Jawab : Tasbih
    10. Darah, haram dimakan kecuali ___________
    Jawab : Limfa dan hati
    11. Bacaan istigfar berbunyi _____________
    Jawab : Astagfirullah hal adzim

    CEPAT TEPAT

    1. Apabila terlanjur berbuat dosa maka harus segera __________
    Jawab : Bertaubat
    2. Tertawa itu membatalkan ___________
    Jawab : Shalat
    3. Manusia yang merugi yaitu oarang yang tidak _________
    Jawab : Beriman
    4. Panitia zakat disebut ___________
    Jawab : Amil
    5. Tercela – itu – ingkar janji – dalam – Islam _______
    Jawab : Ingkar Janji itu tercela dalam Islam
    6. Segala sesuatu yang buruk yang menimpa manusia adalah kiblat ___________
    Jawab : Diri sendiri
    7. Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat agung oleh karena itu harus kita isi dengan _
    Jawab : Amal – amal yang baik
    8. Malaikat Izrail bertugas __________
    Jawab : Mencabut nyawa
    9. Dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui bidang pendidikan bangsa kita dapat mengolah sumber kekayaan alam yang terdapat dinegara kita untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Itulah sebabnya pemerintah telah memprogramkan _________
    Jawab : Wajib belajar bagi usia anak – anak sekolah
    10. Raja yang pertama dikerajaan Samudera Pasai adalah _________
    Jawab : Sulthan Malik As Shaleh

    CEPAT TEPAT

    1. Perbedaan antara manusia dengan binatang terletak pada ________
    Jawab : Akal
    2. Shalat waktu Dzuhur yang didahului 2 khutbah, nama shalat itu ________
    Jawab : Jum’at
    3. Nuzulul Qur’an diperingati pada tanggal 17 ramadhan. Sedangkan hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diperingati tanggal ________
    Jawab : 17 Agustus
    4. Membiarkan anak yatim terlantar termasuk __________
    Jawab : Pendusta Agama
    5. Susunlah kata – kata dibawah ini sehingga menjadi kalimat yang benar Insya’ Allah – mengucapkan – bila – berjanji – kita. ___________
    Jawab : Bila kita berjanji mengucapkan insya Allah
    6. Seorang laki –laki yang menerima wahyu dari Allah dan harus disampaikan kepada umatnya disebut _______
    Jawab : Rosul
    7. Shalat termasuk perbuatan yang paling tinggi nilainya bagi orang Islam sebab shalat itu juga melatih kita untuk disiplin ________
    Jawab : Waktu
    8. Masjid Istiqlal terletak di __________
    Jawab : Jakarta
    9. Keindahan alam Indonesia adalah pemberian ________
    Jawab : Allah
    10. Dengan Al Qur’an dan Hadits dijelaskan bahwa balasan bagi orang yang beriman dan beramal sholeh serta penuh kenikmatan adalah di ___________
    Jawab : Surga

  • Sa’ad Bin Abi Waqqas, Pembawa Islam ke Negeri Cina

    Sa’ad Bin Abi Waqqas, Pembawa Islam ke Negeri Cina

    Dalam kisah perjuangan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, ada banyak nama yang turut membantu menyebarkan Islam yang biasa disebut sebagai sahabat rasul.

    Dari sekian banyak sahabat, ada satu yang kurang begitu dikenal, tapi besar jasanya dalam penyebaran agama Islam, yaitu Sa’ad Bin Abi Waqqas.

    Siapa Sa’ad Bin Abi Waqqas?

    Ya, Sa’ad Bin Abi Waqqas adalah salah satu sahabat yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.

    Kakeknya yang bernama Wuhaib adalah paman Aminah binti Wahab, ibunda Rasulullah.

    Jadi, selain sebagai sahabat, Sa’ad Bin Abi Waqqas juga merupakan paman nabi sendiri.

    Ia masuk Islam pada usia 17 tahun dan masuk dalam golongan orang-orang yang pertama masuk Islam (Assabiqunal Awwalun).

    Sa’ad Bin Abi Waqqas sudah mengenal Nabi Muhammad sebelum baginda diutus menjadi nabi sehingga ia sangat tahu dengan kejujuran serta kemuliaan Nabi Muhammad SAW.

    Sa’ad Bin Abi Waqqas Adalah Keturunan Bangsawan

    Sa’ad bin Abi Waqqas merupakan keturunan dari Bani Zuhrah, Suku Quraisy.

    Ia adalah seorang anak yang sangat disayangi orang oleh tuanya.

    Ibunya seorang bangsawan bernama Hammah binti Sufyan ibn Abu Umayyah.

    Sebagai keturunan bangsawan, tentu saja ibunya sangat setia kepada tradisi serta agama nenek moyangnya yang menyembah berhala.

    Kendati ia adalah salah satu keturunan yang paling dibanggakan, tapi ia sangat membenci kebiasaan para leluhurnya yang menyembah berhala.

    Penolakannya terhadap praktik menyembah berhala membuat Ibunya cukup terpukul karena ia adalah anak yang paling disayang dan juga dibanggakan.

    Sa’ad Bin Abi Waqqas Punya Akidah dan Iman yang Kuat

    Sama halnya dengan sahabat yang lain, Sa’ad Bin Abi Waqqas juga mendapat tekanan dari keluarga, kerabat, serta lingkungannya karena memeluk Islam.

    Begitu mendengar Sa’ad Bin Abi Waqqas, semua anggota keluarga terkejut, terutama Ibunya.

    Sang ibu teramat sedih seraya berkata, “Wahai Sa’ad, apakah kamu meninggalkan agamamu dan agama nenek moyangmu, lalu kamu mengikuti sebuah agama yang baru? Demi Allah, aku tidak akan mencicipi satu makanan dan minuman pun hingga kamu meninggalkan agama baru itu.”

    Sa’ad menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan agamaku dan tidak akan berpisah darinya.”

    Tenyata bukan hanya omong kosong belaka, sang ibu kemudian bersikeras dengan sikapnya.

    Ibunya tetap tidak mau makan dengan maksud agar Sa’ad melunak sehingga mau kembali kepada ajaran nenek moyang.N

    amun, karena keteguhan iman kepada Allah SWT dan Rasulullah, Sa’ad justru berkata, “Wahai Ibu, demi Allah, andai engkau memiliki tujuh puluh nyawa yang keluar satu demi satu, maka aku tetap tidak akan meninggalkan agamaku untuk selama-lamanya.”

    Mendengar penuturan itu, akhirnya sang ibu mengerti bahwa anaknya tidak akan bisa meninggalkan Islam sehingga Ibunya langsung makan dan minum.

    Sa’ad Bin Abi Waqqas Adalah Pemanah Andal

    Sa’ad adalah orang yang pertama kali melemparkan anak panah dalam berjuang di jalan Allah.

    Dikisahkan bahwa kaum muslimin Makkah sedang mengerjakan salat di lorong-lorong jalan secara sembunyi-sembunyi, tapi diketahui oleh kaum musyrikin sehingga mereka pun diserang.

    Maka saat itulah, Sa’ad bin Abi Waqqash langsung menyerang mereka dengan menggunakan panah hingga mengenai salah seorang kaum musyrikin.

    Itulah darah pertama yang dikisahkan dalam riwayat perjuangan Islam.

    Setelahnya, Sa’ad menjadi orang yang penting dan diakui kemampuannya sehingga hampir dalam semua peperangan, ia selalu tampil memanfaatkan keahliannya demi membela Islam.

    Bahkan, saking bangganya dengan Sa’ad, Rasulullah sampai menjamin dengan jaminan kedua orang tuanya.

    Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Aku tidak pernah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menebus seseorang dengan ayah dan ibunya kecuali Sa’ad. Sungguh dalam Perang Uhud aku mendengar Rasulullah, mengatakan, “Panahlah, wahai Sa’ad…Tebusanmu adalah ayah dan ibuku.” (HR. At Tirmidzi, No. 3755).

    Sa’ad Bin Abi Waqqas Berusia Panjang

    Sa’ad bin Abi Waqqash termasuk salah satu sahabat yang memiliki umur panjang.

    Ia wafat pada usia 83 tahun sehingga ia merasakan masa-masa kepemimpinan Rasulullah, Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar bin Khattab, dan Khalifah Utsman bin Affan.

    Bahkan dalam satu riwayat disebutkan jika Sa’ad pernah berkontribusi dalam pertempuran Qadisiah pada masa khaiifah Umar bin Khattab.

    Meski usianya sudah tak muda lagi, tapi keahliannya berhasil menghantar kaum muslim memenangkan peperangan itu.

    Hingga akhirnya ia terkenal sebagai pembuka jalan bagi penyebaran Islam di Persia.

    Sa’ad Bin Abi Waqqas Memimpin Delegasi ke Cina

    Sa’ad adalah tonggak penyebaran Islam di Negeri Tirai Bambu.

    Khalifah Utsman bin Affan menunjuknya secara langsung untuk memimpin delegasi ke Cina.

    Kemudian ia mulai berdakwah menyebarkan agama Islam puluhan tahun lamanya.

    Selama menyebarkan Islam di Cina, Sa’ad sangat menjunjung tinggi toleransi kepada orang non-muslim sehingga ia bisa diterima oleh kaisar dan masyarakat sekitar.

    Hingga akhirnya pada 742 M dibangun sebuah masjid bernama Masjid Huaisheng atau dikenal dengan Masjid Sa’ad bin Abi Waqqash di Propinsi Guanzhou.

    Diklaim jika masjid seluas 5 hektare itu menjadi salah satu masjid tertua di Cina.

    Sa’ad Bin Abi Waqqas Doanya Mustajab

    Sa’ad bin Abi Waqqash adalah salah satu sahabat nabi yang diberi kemuliaan yaitu doanya mustajab sehingga dikenal dengan mujabud da’wah (orang yang dikabulkan doanya).

    Hal itu dikarenakan Nabi pernah mendoakannya secara langsung.

    “Ya Allah Azza wa Jalla kabulkanlah doanya (Sa`d) jika dia berdoa.”

    Semenjak itu, doa-doa Sa’ad benar-benar mustajab dan terbukti dalam berbagai peristiwa.

    Salah satunya ketika Sa’ad marah kepada Usamah, seseorang yang menyebarkan berita dusta tentang dirinya.

    Dalam keadaan marah, Sa’ad berdoa agar Usamah diberi umur panjang dengan kefakirannya serta penuh cobaan.

    Atas kuasa Allah, doa itu benar-benar terkabul.

  • Kumpulan Kisah Umar Bin Khattab yang Menyentuh Hati

    Kumpulan Kisah Umar Bin Khattab yang Menyentuh Hati

    1. Kisah Hurmuzan dan Umar Bin Khattab

    Dikisahkan, pasukan Islam pernah menaklukkan Persia dan membawa petingginya yang bernama Hurmuzan ke Madinah untuk bertemu Umar Bin Khattab sebelum diadili.

    Sepanjang perjalanan, Hurmuzan yang mengenakan pakaian berbalut emas merasa penasaran dengan kerajaan khalifah Umar karena wilayah kekuasaannya cukup luas.

    Dalam angannya, Umar adalah sosok raja yang mewah dengan perhiasan dan mahkota menempel pada tubuhnya.

    Lantas, Hurmuzan juga membayangkan istana Umar sangat megah, mengingat kekuatannya yang berhasil menaklukan dua pertiga dunia.

    Namun, tak dinyana, angan-angan Hurmuzan tidak sesuai dengan realita. Dia melihat sosok Umar yang sedang tidur beralaskan tikar dan disangga tongkatnya. Melihat fenomena ini, Hurmuzan terkejut seraya berkata:

    “Ini -demi Allah- adalah raja yang baik. Anda telah berbuat adil, sehingga bisa tidur (dengan nyenyak). Demi Allah, sesungguhnya aku telah melayani empat Raja Kisra (Persia) yang memiliki mahkota, tidak ada satu pun di antara mereka yang aku rasakan kehebatan –Izzah nya- melebihi orang yang sedang tidur beralas tongkat ini.”

    Hurmuzan tertegun, seorang khalifah besar yang diakui dunia karena menaklukkan Persia dan Byzantium, ternyata hanya seorang pria sederhana.

    Hurmuzan semakin terkejut ketika mengetahui Umar yang kesehariannya tanpa penjagaan dari pengawal.

    2. Kisah Umar Bin Khattab Bertemu Uskup Sophronius

    Dikutip dari tulisan Mustafa Murrad dalam Kisah Hidup Umar ibn Khattab (2009), khalifah Umar Bin Khattab hendak mengambil kunci Yerusalem tanpa iring-iringan pasukan.

    Sesampainya di sana, Umar langsung bertemu dengan Uskup Sophronius, pengampu Bizantium sekaligus kepala gereja Kristen.

    Dikisahkan, Uskup Sophronius sempat terkejut melihat Umar Bin Khattab karena khalifah ini berbeda dari pemimpin-pemimpin pada umumnya.

    Dari kejauhan, Uskup Sophronius melihat Umar berjalan kaki, sedangkan anak buahnya, Aslam, menaiki unta.

    Bahkan, karena fenomena ini, mulanya orang-orang Yerusalem menganggap Aslam adalah khilafah, sedangkan Umar hanyalah pengawal.

    Namun, setelah mengetahui kebenarannya, semua terkagum-kagum melihat kesederhanaan Umar.

    Kesederhanaan Umar Bin Khattab membuat Uskup Sophronius semakin takjub, terlebih lagi saat ia melihat pakaian Umar yang lusuh, berbanding terbalik dengan pakaiannya yang cukup mewah.

    Sama halnya dengan Uskup Sophronius, orang-orang Kristiani yang menyaksikan itu juga ikut terperangah. Di muka para umatnya, Sophronius yang penuh takzim berseloroh:

    “Lihatlah, sungguh ini adalah kesahajaan dan kegetiran yang telah dikabarkan oleh Danial Sang Nabi ketika ia datang ke tempat ini.” (hlm. 95)

    Ketika waktu salat tiba, Uskup Sophronius menawarkan Umar untuk menunaikan salat di Gereja Makam Kudus yang amat disakralkan oleh umat Kristiani kala itu. Namun, Umar dengan tegas menolak.

    Kedatangan Umar ke Yerusalem adalah untuk menerima penyerahan kota suci itu yang semula adalah daerah sengketa antara Kekaisaran Byzantium (Romawi Timur) yang beribukota di Konstantinopel (Istanbul) dan Kekhalifahan Rasyidin yang berpusat di Madinah.

    3. Kain Umar Bin Khattab Penuh Tambalan

    Dikisahkan pada suatu hari Umar pernah datang terlambat ke Masjid untuk menunaikan salat jumat. Tak seperti biasanya, sehingga merasa bersalah.

    Karena merasa tak enak, Umar tidak gengsi untuk meminta maaf kepada seluruh jamaah dengan menyebutkan alasan bahwa ia harus mencuci pakaian terlebih dahulu sebab tak ada pakaian lain yang bisa ia pakai.

    Dari apa yang ia kenakan pun jamaah saalat jumat tertuju pada kain dengan dua belas tambalan.

    4. Umar Menolak Gaji Tinggi

    Semasa menjadi khalifah atau pemimpin umat pada saat itu, Umar Bin Khattab tidak pernah menerima gaji penuh.

    Dikisahkan jika Umar hanya mengambil sedikit tunjangan untuk dapat makan dan menafkahi keluarga.

    Bahkan, Umar pernah marah besar ketika ada sebuah usulan untuk menaikkan gajinya.

  • 5 Syarat Agar Taubat Kita Diterima Allah SWT

    5 Syarat Agar Taubat Kita Diterima Allah SWT

    Taubat adalah sebuah bentuk penyesalan atas dosa atau kesalahan yang telah dilakukan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

    Taubat juga bisa diartikan sebagai memohon ampunan kepada Allah SWT karena telah melakukan sebuah hal yang dilarang oleh agama.

    Namun, taubat tidak sembarang dilakukan. Sebab, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi terlebih dahulu agar taubat kita diterima oleh Allah SWT.

    Adapun syarat-syaratnya sebagai berikut.

    1. Mengakui Kesalahan

    Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengakui bahwasanya apa yang kita lakukan adalah sebuah kesalahan besar.

    Kita tidak boleh mencatut nama orang lain sebagai pembelaan. Akui saja bahwa dosa yang kita lakukan bersumber dari diri kita sendiri.

    2. Menyesali Perbuatan Dosa

    Setelah kita mengakui bahwasanya kita sudah melakukan hal yang tidak terpuji. Maka kita juga harus menyesalinya.

    Sebab, menyesal adalah salah satu bentuk taubat.

    Ketika kita menyesal dan mengakui bahwa kita salah, maka itu adalah salah satu petunjuk bahwa hati kita sudah terketuk untuk bertaubat.

    3. Memohon Ampun Kepada Allah SWT

    Tidak ada yang maha pengampun kecuali Allah Sang Pencipta.

    Allah akan mengampuni segala kesalahan dan dosa manusia jika manusia itu benar-benar bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.

    Dalam memohon ampun, kita harus benar-benar serius karena Allah sangat tahu apa yang ada dalam pikiran dan hati kita.

    4. Berjanji untuk Tidak Melakukannya Lagi

    Kita juga harus bisa berjanji untuk tidak melakukan perbuatan dosa lagi.

    Sebab, ketika seseorang yang bertaubat, kemudian mengulangi kesalahan lagi, kemudian bertaubat lagi, kemudian terulang lagi, maka Allah akan melemparkan ke dalam neraka jahanam. Naudzubillah!

    5. Perbanyak Amal Soleh

    Tidak cukup hanya dengan berhenti melakukan perbuatan dosa. Kita juga harus perbanyak amal soleh.

    Kita harus tingkatkan ibadah kita sebagai bukti bahwasanya kita benar-benar bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

    Itulah syarat agar taubat kita diterima oleh Allah SWT. Semoga kita menjadi manusia yang senantiasa dalam rahmat dan kasih sayang Sang Pencipta. Aamiin.