Kategori: Islam

  • Kumpulan Dalil Tentang Keadilan dan Artinya

    Kumpulan Dalil Tentang Keadilan dan Artinya

    Adil adalah sebuah hal yang diajarkan dalam Islam. Apapun profesi kita dan bagaimanapun keadaannya kita diajarkan untuk harus berlaku adil kepada siapa saja.

    Terlebih lagi jika kita adalah seorang pemimpin, maka keadilan adalah sebuah kewajiban yang tidak boleh diabaikan.

    Sebab, Islam mengajarkan kita untuk adil yang dibuktikan dengan beberapa dalil berikut ini.

    Dalil Tentang Adil dan Artinya

    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

    Sesungguhnya Allah menyuruhmu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. Dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. – (Q.S An-Nisa: 58)

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَى أَنْتَعْدِلُوا وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

    Wahai orang-orang yang beriman, Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, sekalipun terhadap dirimu sendiri atau terhadap kedua orangtua dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) orang yang kaya ataupun miskin, maka Allah lah yang lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (fakta) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah Maha teliti terhadap segala sesuatu yang kamu kerjakan. – (Q.S An-Nisa: 135)

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

    Wahai orang-orang yang beriman, Jadilah kamu para penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu golongan mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena keadilan itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. – (Q.S Al-Maidah: 8)

    سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ وَإِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَضُرُّوكَ شَيْئًا وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

    Mereka sangat suka mendengar berita bohong, banyak memakan makanan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) mendatangimu (Muhammad untuk meminta putusan), maka berilah mereka putusan atau berpalinglah dari mereka. Dan jika engkau berpaling dari mereka, maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Tetapi jika engkau hendak memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah secara adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat adil. – (Q.S Al-Maidah: 42)

    وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

    Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik, sampai dia mencapai usia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran serta timbangan secara adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dan apabila kamu berbicara, bicaralah dengan adil, sekalipun dia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. – (Q.S Al-An’am: 152)

    قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ * فَرِيقًا هَدَى وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلَالَةُ إِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ

    Katakanlah, “Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Dan hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap shalat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula. (29) Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung selain Allah dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk. (30) – (Q.S Al-A’raf: 29-30)

    وَمِمَّنْ خَلَقْنَا أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ

    Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan, ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan itu pula mereka berlaku adil. – (Q.S Al-A’raf: 181)

    وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلَيْنِ أَحَدُهُمَا أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَى شَيْءٍ وَهُوَ كَلٌّ عَلَى مَوْلَاهُ أَيْنَمَا يُوَجِّهْهُ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍ هَلْ يَسْتَوِي هُوَ وَمَنْ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

    Dan Allah membuat perumpamaan dengan dua orang laki-laki, salah satunya adalah seorang bisu, yang tidak mampu berbuat sesuatu dan dia menjadi beban penanggungnya, ke mana saja dia disuruh (oleh penanggungnya itu), dia sama sekali tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan. Apakah sama orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan dan dia berada di jalan yang lurus?. – (Q.S An-Nahl: 76)

    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

    Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu supaya kamu dapat mengambil pelajaran. – (Q.S An-Nahl: 90)

    وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ

    Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan balasan yang serupa dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang bersabar. – (Q.S An-Nahl: 126)

    وَهَلْ أَتَاكَ نَبَأُ الْخَصْمِ إِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَ * إِذْ دَخَلُوا عَلَى دَاوُودَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ قَالُوا لَا تَخَفْ خَصْمَانِ بَغَى بَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ فَاحْكُمْ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَاهْدِنَا إِلَى سَوَاءِ الصِّرَاطِ

    Dan apakah telah sampai kepadamu berita tentang orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat dinding mihrab? (21) Ketika mereka masuk untuk menemui Dawud lalu dia terkejut melihat kedatangan mereka. Mereka berkata, “Janganlah kamu takut, (Kami) berdua sedang berselisih, sebagian dari kami berbuat zhalim kepada yang lain. Maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran serta tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus. (22) – (Q.S Shad: 21-22)

    يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ

    (Allah berfirman), “Wahai Dawud, Sesungguhnya Kami menjadikan engkau sebagai khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu sehingga akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat siksaan yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” – (Q.S Shad: 26)

    فَلِذَلِكَ فَادْعُ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَقُلْ آمَنْتُ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنْ كِتَابٍ وَأُمِرْتُ لِأَعْدِلَ بَيْنَكُمُ اللَّهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ لَا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ اللَّهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ

    Karena itu, serulah (mereka kepada agama ini) dan istiqamahlah sebagaimana diperintahkan kepadamu. Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah, “Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan untuk menegakkan keadilan di antara kamu. Allah lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amalan-amalan kami dan bagi kamu amalan-amalan kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah akan mengumpulkan kita semua dan kepada-Nya lah tempat kembali”. – (Q.S As-Syura: 15)

    وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

    Dan jika ada dua golongan orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah mereka. Jika salah satu dari keduanya itu berbuat dzalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat dzalim itu, hingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya secara adil. Dan tegakkanlah keadilan, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. – (Q.S Al-Hujurat: 9)

    وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ * أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ * وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ

    Dan Allah telah meninggikan langit dan meletakkan neraca (keadilan), (7) agar kamu tidak melampaui batas terhadap neraca itu, (8) dan tegakkanlah timbangan itu secara adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. (9) – (Q.S Ar-Rahman: 7-9)

    لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

    Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia menegakkan keadilan. Dan Kami menciptakan besi yang memiliki kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. – (Q.S Al-Hadid: 25)

    لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

    Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. – (Q.S Al-Mumtahanah: 8)

  • 7 Keistimewaan Bulan Ramadhan

    7 Keistimewaan Bulan Ramadhan

    Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah yang dinanti-nantikan oleh segenap umat muslim di dunia. Pasalnya, bulan ini menyimpan segudang keistimewaan yang tidak terdapat pada bulan lainnya. Lantas, apa saja keistimewaan bulan Ramadhan? Berikut diantaranya:

    1. Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka

    إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ. وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَ ذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

    “Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682, dihasankan Asy-Syaikh Albani rahimahullahu dalam Al-Misykat no. 1960).

    Dalam hadits di atas, sangat jelas bahwa di bulan Ramadhan, semua setan dan jin jahat dibelenggu. Pintu-pintu neraka pun tertutup rapat, sedangkan pintu-pintu surga terbuka lebar. Maka dari itu, di bulan suci ini segenap umat muslim disarankan untuk memperbanyak ibadah karena nilai pahala yang juga dilipatgandakan.

    2. Dosa Diampuni

    الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

    “Antara shalat yang lima waktu, antara jum’at yang satu dan jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim no. 233)

    مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

    ”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)

    3. Pahala Berlipat Ganda

    كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

    “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

    4. Lailatul Qadar

    لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

    Artinya : “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr:3)

    Malam lailatul qadar hanya ada di bulan Ramadhan. Sebab, alquran pertama kali turun pada bulan suci ini. Maka dari itu, perbanyaklah membaca alquran agar mendapat kemuliaan dari lailatul qadar.

    5. Bulan Mensucikan Diri

    Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk kita mensucikan diri dan menuju kemenangan. Kabar baiknya, ketika kita benar-benar ikhlas menjalankan ibadah puasa karena Allah Ta’ala, maka di hari kemenangan nanti kita seperti bayi yang baru lahir tanpa dosa. Oleh karenanya, jangan sia-siakan kesempatan ini.

    6. Bulan Terbaik untuk Bersedekah

    Di bulan suci Ramadhan, ada banyak momen dan kesempatan kita untuk bersedekah kepada orang yang membutuhkan dan anak yatim. Selain pahala yang berlipat ganda, kita juga akan mendapat barokah yang luar biasa karena setiap doa yang diucapkan secara tulus akan langsung dikabulkan oleh Allah SWT, layaknya doa para fakir miskin dan anak yatim yang kita santuni.

    7. Bulan untuk Introspeksi Diri

    Saat puasa, kita akan menahan makan dan minum mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Ketika buka, kita akan merasakan bagaimana nikmatnya makanan dan minuman serta rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. Momen ini tentunya bisa membuat kita introspeksi diri, jika kita sering membuang-buang makanan ataupun menghambur-hamburkan uang dengan perkara yang tidak penting.

    Nah, itulah beberapa kemuliaan bulan Ramadhan yang tidak ada di bulan-bulan lainnya. Bersyukurlah kita masih bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan sehingga jangan pernah menyia-nyiakannya dengan melakukan hal yang tidak penting, apalagi sampai melanggar aturan Allah SWT. Semoga kita menjadi orang yang selalu dalam lindungan-Nya. Aamin ya rabbal alamin.

  • Surat Al Fajr: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    Surat Al Fajr: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    وَالْفَجْرِ – 89:1

    Wal fajr(i)
    “Demi fajar,”

    وَلَيَالٍ عَشْرٍ – 89:2

    Walayaalin ‘asyr(in)
    “dan malam yang sepuluh,”

    وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ – 89:3

    Wasy-syaf’i wal watr(i)
    “dan yang genap dan yang ganjil,”

    وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ – 89:4

    Wal laili idzaa yasr(i)
    “dan malam bila berlalu.”

    هَلْ فِي ذَٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِي حِجْرٍ – 89:5

    Hal fii dzaalika qasamun lidzii hijr(in)
    “Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.”

    أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ – 89:6

    Alam tara kaifa fa’ala rabbuka bi’aad(in)
    “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad?”

    إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ – 89:7

    Irama dzaatil ‘imaad(i)
    “(yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,”

    الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ – 89:8

    Allatii lam yukhlaq mitsluhaa fiil bilaad(i)
    “yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,”

    وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ – 89:9

    Wa tsamuudal-ladziina jaabuush-shakhra bil waad(i)
    “dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah,”

    وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ – 89:10

    Wafir’auna dziil autaad(i)
    “dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),”

    الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ – 89:11

    Al-ladziina thaghau fiil bilaad(i)
    “yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,”

    فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ – 89:12

    Fa-aktsaruu fiihaal fasaad(a)
    “lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,”

    فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ – 89:13

    Fashabba ‘alaihim rabbuka sautha ‘adzaab(in)
    “karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,”

    إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ – 89:14

    Inna rabbaka labil mirshaad(i)
    “sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.”

    فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ – 89:15

    Fa-ammaal insaanu idzaa maaabtalaahu rabbuhuu fa-akramahu wana’_’amahu fayaquulu rabbii akraman(i)
    “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku.”

    وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ – 89:16

    Wa ammaa idzaa maaabtalaahu faqadara ‘alaihi rizqahuu fayaquulu rabbii ahaanan(i)
    Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.

    كَلَّا ۖ بَل لَّا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ – 89:17

    Kallaa, bal laa tukrimuunal yatiim(a)
    “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim”

    وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ – 89:18

    Walaa tahaadh-dhuuna ‘alaa tha’aamil miskiin(i)
    “dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,”

    وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلًا لَّمًّا – 89:19

    Wa ta’kuluunatturaatsa aklan lammaa(n)
    “dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),”

    وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا – 89:20

    Wa tuhibbuunal maala hubban jammaa(n)
    “dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.”

    كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا – 89:21

    Kallaa, idzaa dukkatil ardhu dakkan dakkaa(n)
    “Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,”

    وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا – 89:22

    Wa jaa-a rabbuka wal malaku shaffan shaffaa(n)
    “dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.”

    وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ – 89:23

    Wa jii-a yauma-idzin bijahannama yauma-idzin yatadzakkarul insaanu wa-annaa lahudz-dzikr(a)
    “Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.”

    يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي – 89:24

    Yaquulu yaa laitanii qaddamtu lihayaatii
    Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.”

    فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ – 89:25

    Fayauma-idzin laa yu’adz-dzibu ‘adzaabahuu ahadun
    “Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya.”

    وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ – 89:26

    Walaa yuutsiqu watsaaqahuu ahad(un)
    “dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.”

    يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ – 89:27

    Yaa ayyatuhaannafsul muthma-innh(tu)
    “Hai jiwa yang tenang.”

    ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً – 89:28

    Irji’ii ilaa rabbiki raadhiyatan mardhii-yatan
    “Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.”

    فَادْخُلِي فِي عِبَادِي – 89:29

    Faadkhulii fii ‘ibaadii
    “Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,”

    وَادْخُلِي جَنَّتِي – 89:30

    Waadkhulii jannatii
    “masuklah ke dalam syurga-Ku.”

  • Surat Al Balad dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat Al Balad dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    لَا أُقْسِمُ بِهَٰذَا الْبَلَدِ – 90:1

    Laa uqsimu bihaadzaal balad(i)

    1. “Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),”

    I swear by this city, Makkah –

    وَأَنتَ حِلٌّ بِهَٰذَا الْبَلَدِ – 90:2

    Wa-anta hillun bihaadzaal balad(i)

    2. “dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,”

    And you, [O Muhammad], are free of restriction in this city –

    وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ – 90:3

    Wawaalidin wa maa walad(a)

    3. “dan demi bapak dan anaknya.”

    And [by] the father and that which was born [of him],

    لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي كَبَدٍ – 90:4

    Laqad khalaqnaal insaana fii kabad(in)

    4. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.”

    We have certainly created man into hardship.

    أَيَحْسَبُ أَن لَّن يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ – 90:5

    Ayahsabu an lan yaqdira ‘alaihi ahadu(n)

    5. “Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya?”

    Does he think that never will anyone overcome him?

    يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًا – 90:6

    Yaquulu ahlaktu maaalan lubad(an)

    6. Dan mengatakan: “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.”

    He says, “I have spent wealth in abundance.”

    أَيَحْسَبُ أَن لَّمْ يَرَهُ أَحَدٌ – 90:7

    Ayahsabu an lam yarahuu ahad(un)

    7. “Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya?”

    Does he think that no one has seen him?

    أَلَمْ نَجْعَل لَّهُ عَيْنَيْنِ – 90:8

    Alam naj’al lahu ‘ainain(i)

    8. “Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata,”

    Have We not made for him two eyes?

    وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ – 90:9

    Wa lisaanan wasyafatain(i)

    9. “lidah dan dua buah bibir.”

    And a tongue and two lips?

    وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ – 90:10

    Wa hadainaahun-najdain(i)

    10. “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan,”

    And have shown him the two ways?

    فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ – 90:11

    Falaaaqtahamal ‘aqabat(a)

    11. “Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.”

    But he has not broken through the difficult pass.

    وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ – 90:12

    Wa maa adraaka maal ‘aqabat(u)

    12. “Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?”

    And what can make you know what is [breaking through] the difficult pass?

    فَكُّ رَقَبَةٍ – 90:13

    Fakku raqabah(tin)

    13. “(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,”

    It is the freeing of a slave

    أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ – 90:14

    Au ith’aamun fii yaumin dzii masghabah(tin)

    14. “atau memberi makan pada hari kelaparan,”

    Or feeding on a day of severe hunger

    يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ – 90:15

    Yatiiman dzaa maqrabah(tin)

    15. (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,”

    An orphan of near relationship

    أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ – 90:16

    Au miskiinan dzaa matrabah(tin)

    16. “atau kepada orang miskin yang sangat fakir.”

    Or a needy person in misery

    ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ – 90:17

    Tsumma kaana minal-ladziina aamanuu watawaashau bish-shabri watawaashau bil marhamah(ti)

    17. “Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.”

    And then being among those who believed and advised one another to patience and advised one another to compassion.

    أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ – 90:18

    Uulaa-ika ashhaabul maimanah(ti)

    18. “Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.”

    Those are the companions of the right.

    وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ – 90:19

    Wal ladziina kafaruu biaayaatinaa hum ashhaabul masyamah(ti)

    19. “Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.”

    But they who disbelieved in Our signs – those are the companions of the left.

    عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ – 90:20

    ‘Alaihim naarun mu’shadah(tu)

    20. “Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.”

    Over them will be fire closed in.

  • Surat Asy Syams dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat Asy Syams dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا – 91:1

    Wasy-syamsi wadhuhaaHaa
    1. “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,”
    By the sun and its brightness

    وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا – 91:2

    Wal qamari idzaa talaaHaa
    2. “dan bulan apabila mengiringinya,”
    And [by] the moon when it follows it

    وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا – 91:3

    Wannahaari idzaa jallaaHaa
    3. “dan siang apabila menampakkannya,”
    And [by] the day when it displays it

    وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا – 91:4

    Wallaili idzaa yaghsyaaHaa
    4.” dan malam apabila menutupinya,”
    And [by] the night when it covers it

    وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا – 91:5

    Wassamaa-i wamaa banaaHaa
    5. “dan langit serta pembinaannya,”
    And [by] the sky and He who constructed it

    وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا – 91:6

    Wal ardhi wamaa thahaaHaa
    6. “dan bumi serta penghamparannya,”
    And [by] the earth and He who spread it

    وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا – 91:7

    Wanafsin wamaa sawwaaHaa
    7. “dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),”
    And [by] the soul and He who proportioned it

    فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا – 91:8

    Fa-alhamaHaa fujuurahaa wataqwaaHaa
    8. “maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.”
    And inspired it [with discernment of] its wickedness and its righteousness,

    قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا – 91:9

    Qad aflaha man zakkaaHaa
    9. “sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,”
    He has succeeded who purifies it,

    وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا – 91:10

    Waqad khaaba man dassaaHaa
    10. “dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”
    And he has failed who instills it [with corruption].

    كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا – 91:11

    Kadz-dzabat tsamuudu bithaghwaaHaa
    11. “(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,”
    Thamud denied [their prophet] by reason of their transgression,

    إِذِ انبَعَثَ أَشْقَاهَا – 91:12

    Idziinba’atsa asyqaaHaa
    12. “ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,”
    When the most wretched of them was sent forth.

    فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا – 91:13

    Faqaala lahum rasuulullahi naaqatallahi wasuqyaaHaa
    13. lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: (“Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya.”
    And the messenger of Allah [Salih] said to them, “[Do not harm] the she-camel of Allah or [prevent her from] her drink.”

    فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُم بِذَنبِهِمْ فَسَوَّاهَا – 91:14

    Fakadz-dzabuuhu fa’aqaruuhaa fadamdama ‘alaihim rabbuhum bidzanbihim fasawwaaHaa
    14. “Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),”
    But they denied him and hamstrung her. So their Lord brought down upon them destruction for their sin and made it equal [upon all of them].

    وَلَا يَخَافُ عُقْبَاهَا – 91:15

    Walaa yakhaafu ‘uqbaaHaa
    15. “dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.”
    And He does not fear the consequence thereof.
  • Surat Al Lail dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat Al Lail dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ – 92:1

    Wal laili idzaa yaghsyaa
    1. “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),”
    By the night when it covers

    وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ – 92:2

    Wan nahaari idzaa tajallaa
    2. “dan siang apabila terang benderang,”
    And [by] the day when it appears

    وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنثَىٰ – 92:3

    Wa maa khalaqadz-dzakara wal untsaa
    3. “dan penciptaan laki-laki dan perempuan,”
    And [by] He who created the male and female,

    إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ – 92:4

    Inna sa’yakum lasyattaa
    4. “sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.”
    Indeed, your efforts are diverse.

    فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ – 92:5

    Fa-ammaa man a’tha waattaqaa
    5. “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,”
    As for he who gives and fears Allah

    وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ – 92:6

    Washaddaqa bil husnaa
    6. “dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga),”
    And believes in the best [reward],

    فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ – 92:7

    Fasanuyassiruhu lilyusraa
    7. “maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.”
    We will ease him toward ease.

    وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ – 92:8

    Wa-ammaa man bakhila waastaghnaa
    8. “Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,”
    But as for he who withholds and considers himself free of need

    وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ – 92:9

    Wa kadz-dzaba bil husnaa
    9. “serta mendustakan pahala terbaik,”
    And denies the best [reward],

    فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ – 92:10

    Fa sanuyassiruhu lil’usraa
    10. “maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.”
    We will ease him toward difficulty.

    وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّىٰ – 92:11

    Wa maa yughnii ‘anhu maa luhuu idzaa taraddaa
    11. “Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.”
    And what will his wealth avail him when he falls?

    إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ – 92:12

    Inna ‘alainaa lalhudaa
    12. “Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,”
    Indeed, [incumbent] upon Us is guidance.

    وَإِنَّ لَنَا لَلْآخِرَةَ وَالْأُولَىٰ – 92:13

    Wa inna lanaa lal-aakhirata wal uulaa
    13. “dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.”
    And indeed, to Us belongs the Hereafter and the first [life].

    فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ – 92:14

    Fa andzartukum naaran talazh-zhaa
    14. “Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.”
    So I have warned you of a Fire which is blazing.

    لَا يَصْلَاهَا إِلَّا الْأَشْقَى – 92:15

    Laa yashlaahaa illaal asyqaa
    15. ” Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,”
    None will [enter to] burn therein except the most wretched one.

    الَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ – 92:16

    Al ladzii kadz-dzaba watawallaa
    16. “yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).”
    Who had denied and turned away.

    وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى – 92:17

    Wa sayujannabuhaal atqaa
    17. “Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,”
    But the righteous one will avoid it –

    الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّىٰ – 92:18

    Al ladzii yu’tii maa lahuu yatazakkaa
    18. “yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,”
    [He] who gives [from] his wealth to purify himself

    وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَىٰ – 92:19

    Wa maa ahadin ‘indahuu min ni’matin tujzaa
    19. “padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,”
    And not [giving] for anyone who has [done him] a favor to be rewarded

    إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ – 92:20

    Illaaabtighaa-a waj-hi rabbihil a’laa
    20. “tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.”
    But only seeking the countenance of his Lord, Most High.

    وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ – 92:21

    walasau fa yardha
    21. “Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.”
    And he is going to be satisfied.
  • Surat Al Insyirah dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat Al Insyirah dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ – 94:1

    Alam nasyrah laka shadrak(a)
    1. “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,”
    Did We not expand for you, [O Muhammad], your chest?

    وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ – 94:2

    Wawadha’naa ‘anka wizrak(a)
    2. “Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,”
    And We removed from you your burden

    الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ – 94:3

    Al-ladzii anqadha zhahrak(a)
    3. “Yang memberatkan punggungmu,”
    Which had weighed upon your back

    وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ – 94:4

    Warafa’naa laka dzikrak(a)
    4. “Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.”
    And raised high for you your repute.

    فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا – 94:5

    Fa-inna ma’al ‘usri yusran
    5. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,”
    For indeed, with hardship [will be] ease.

    إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا – 94:6

    Inna ma’al ‘usri yusran
    6. “sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
    Indeed, with hardship [will be] ease.

    فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ – 94:7

     Fa-idzaa faraghta faanshab
    7. “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,”
    So when you have finished [your duties], then stand up [for worship].

    وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب – 94:8

    Wa-ila rabbika faarghab
    8. “Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”
    And to your Lord direct [your] longing.
  • Surat At Tin dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat At Tin dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ – 95:1

    Wattiini wazzaituun(i)
    1. “Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,”
    By the fig and the olive

    وَطُورِ سِينِينَ – 95:2

    Wa thuuri siiniin(a)
    2. dan demi bukit Sinai,”
    And [by] Mount Sinai

    وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ – 95:3

    Wa haadal baladil amiin(i)
    3. “dan demi kota (Mekah) ini yang aman,”
    And [by] this secure city [Makkah],

    لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ – 95:4

    Laqad halaqnaal insaana fii ahsani taqwiim(i)
    4. “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
    We have certainly created man in the best of stature;

    ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ – 95:5

    Tsumma radadnaahu asfala saafiliin(a)
    5. “Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),”
    Then We return him to the lowest of the low,

    إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ – 95:6

    Illal ladziina aamanuu wa ‘amilush shaalihaati falahum ajrun ghairu mamnuun(in)
    6. “kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.”
    Except for those who believe and do righteous deeds, for they will have a reward uninterrupted.

    فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ – 95:7

    Famaa yukadz-dzibuka ba’du biddiin(i)
    7. “Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?”
    So what yet causes you to deny the Recompense?

    أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ – 95:8

    Alaisallahu bi-ahkamil haakimii(a)
    8. “Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?”
    Is not Allah the most just of judges?
  • Surat Al Alaq dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat Al Alaq dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ – 96:1

    Iqra’ biismi rabbikal ladzii khalaq(a)
    1. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,”
    Recite in the name of your Lord who created –

    خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ – 96:2

    Khalaqal insaana min ‘alaq(in)
    2. “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”
    Created man from a clinging substance.

    اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ – 96:3

    Iqra’ warabbukal akram(u)
    3. “Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,”
    Recite, and your Lord is the most Generous –

    الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ – 96:4

    Al-ladzii ‘allama bil qalam(i)
    4. “Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,”
    Who taught by the pen –

    عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ – 96:5

    ‘Allamal insaana maa lam ya’lam
    5. “Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
    Taught man that which he knew not.

    كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَىٰ – 96:6

    Kalaa innal insaana layathghaa
    6. “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,”
    No! [But] indeed, man transgresses

    أَن رَّآهُ اسْتَغْنَىٰ – 96:7

    An ra-aahuustaghnaa
    7. “karena dia melihat dirinya serba cukup.”
    Because he sees himself self-sufficient.

    إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰ – 96:8

    Inna ilaa rabbikarruj’aa
    8. “Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).”
    Indeed, to your Lord is the return.

    أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَىٰ – 96:9

    Ara-aital ladzii yanhaa
    9. “Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,”
    Have you seen the one who forbids

    عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰ – 96:10

    ‘Abdan idzaa shallaa
    10. “seorang hamba ketika mengerjakan shalat,”
    A servant when he prays?

    أَرَأَيْتَ إِن كَانَ عَلَى الْهُدَىٰ – 96:11

    Ara-aita in kaana ‘alal hudaa
    11. “bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,”
    Have you seen if he is upon guidance

    أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَىٰ – 96:12

    Au amara bittaqwaa
    12. “atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?”
    Or enjoins righteousness?

    أَرَأَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ – 96:13

    Ara-aita in kadz-dzaba watawallaa
    13. “Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?”
    Have you seen if he denies and turns away –

    أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ – 96:14

    Alam ya’lam bi-annallaha yaraa
    14. “Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?”
    Does he not know that Allah sees?

    كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ – 96:15

    Kalaa la-il(n) lam yantahi lanasfa’an binnaashiyat(i)
    15. “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,”
    No! If he does not desist, We will surely drag him by the forelock –

    نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ – 96:16

    Naashiyatin kaadzibatin khaathi-atin
    16. “(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.”
    A lying, sinning forelock.

    فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ – 96:17

    Falyad’u naadiyah(u)
    17. “Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),”
    Then let him call his associates;

    سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ – 96:18

    Sanad’uzzabaaniyata
    18. “kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah,”
    We will call the angels of Hell.

    كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِب – 96:19

    Kallaa laa tuthi’hu waasjud wa-aqtarib
    19. “sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).”
    No! Do not obey him. But prostrate and draw near [to Allah ].
  • Surat Al Qadr dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat Al Qadr dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ – 97:1

    Innaa anzalnaahu fii lailatil qadr(i)
    1. “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.”
    Indeed, We sent the Qur’an down during the Night of Decree.

    وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ – 97:2

    Wamaa adraaka maa lailatul qadr(i)
    2. “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?”
    And what can make you know what is the Night of Decree?

    لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ – 97:3

    Lailatul qadri khairum(n) min alfi syahr(in)
    3. “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
    The Night of Decree is better than a thousand months.

    تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ – 97:4

    Tanazzalul malaa-ikatu warruuhu fiihaa biidzni rabbihim min kulli amr(in)
    4. “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”
    The angels and the Spirit descend therein by permission of their Lord for every matter.

    سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ – 97:5

    Salaamun hiya hattaa mathla’il fajr(i)
    5. “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”
    Peace it is until the emergence of dawn.