Kategori: Islam

  • Surat Al Bayyinah dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat Al Bayyinah dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ – 98:1

    Lam yakunil-ladziina kafaruu min ahlil kitaabi wal musyrikiina munfakkiina hattaa ta`tiyahumul bayyinat(u)

    1. “Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

    رَسُولٌ مِّنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُّطَهَّرَةً – 98:2

    Rasuulun minallahi yatluu shuhufan muthahharah(tan)

    2. “(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran),”

    فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ – 98:3

    Fiihaa kutubun qayyimah(tun)

    3. “di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus.”

    وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ – 98:4

    Wamaa tafarraqal-ladziina uutuul kitaaba illaa min ba’di maa jaa-at-humul bayyinah(tu)

    4. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.”

    وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ – 98:5

    Wamaa umiruu illaa liya’buduullaha mukhlishiina lahuddiina hunafaa-a wayuqiimuush-shalaata wayu`tuuzzakaata wadzaalika diinul qayyimah(ti)

    5. “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”

    إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ – 98:6

    Innal-ladziina kafaruu min ahlil kitaabi wal musyrikiina fii naari jahannama khaalidiina fiihaa uulaa-ika hum syarrul baryyah(ti)

    6. “Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

    إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ – 98:7

    innalladzii na amanu wa’amilushalihati ulaa ika hum khoirul bariyyah

    7. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.”

    جَزَاؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ – 98:8

    Jazaa uhum ‘inda rabbihim jannaatu ‘adnin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiihaa abadan, radhiyallahu ‘anhum waradhuu ‘anhu dzaalika liman khasyia rabbah(u)

    8. “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.”

  • Surat Al Zalzalah: Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahan Indonesia

    Surat Al Zalzalah: Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahan Indonesia

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)

    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا – 99:1

    Idzaa zulzilatil ardhu zilzaalahaa

    “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),”

    وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا – 99:2

    Wa akhrajatil ardhu atsqaalahaa

    “dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,”

    وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا – 99:3

    Wa qaalal insaanu maa lahaa

    dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”,

    يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا – 99:4

    Yaumaidzin tuhadditsu akhbaarahaa

    “pada hari itu bumi menceritakan beritanya,”

    بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا – 99:5

    Bi-anna rabbaka auhaa lahaa

    “karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.”

    يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ – 99:6

    Yaumaidzinn yashdurun naasu aystaatan liyurau a’maalahun

    “Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,”

    فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ – 99:7

    Faman ya’mal mitsqaala dzarratin khairan yarah(u)

    “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

    وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ – 99:8

    Wa man Ya’mal mitsqaala dzarratin syarran yarah(u)

    “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”

  • Surat Al Adiyat: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    Surat Al Adiyat: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا – 100:1

    Wal ‘aadiyaati dhabha(n)
    “Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,”

    فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا – 100:2

    Fal muuriyaati qadha(n)
    “dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),”

    فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا – 100:3

    Fal mughiiraati shubha(n)
    “dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,”

    فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا – 100:4

    Fa atsarna bihii naq’a(n)
    “maka ia menerbangkan debu,”

    فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا – 100:5

    Fa wasathna bihii jam’a(n)
    “dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,”

    إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ – 100:6

    Innal insaana lirabbihii lakanuud(un)
    “sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,”

    وَإِنَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ – 100:7

    Wa innahuu ‘alaa dzaalika lasyahiid(un)
    “dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,”

    وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ – 100:8

    Wa innahuu lihubbil khairai lasyadiid(un)
    “dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta”

    أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ – 100:9

    Afalaa ya’lamu idzaa bu’tsira maa fiil qubuur(i)
    “Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,”

    وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ – 100:10

    Wa hush-shila maa fiish-shuduur(i)
    “dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,”

    إِنَّ رَبَّهُم بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّخَبِيرٌ – 100:11

    Inna rabbahum bihim yauma-idzil lakhabiir(u)
    “sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.”

  • Surat Al Qariah dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat Al Qariah dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    الْقَارِعَةُ – 101:1

    Al-qaari’at(u)
    1. “Hari Kiamat,”
    The Striking Calamity

    مَا الْقَارِعَةُ –101:2

    Maal qaari’at(u)
    2. “apakah hari Kiamat itu?”
    What is the Striking Calamity?

    وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ – 101:3

    Wamaa adraaka maal qaari’at(u)
    3. “Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?”
    And what can make you know what is the Striking Calamity?

    يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ – 101:4

    Yauma yakuunun-naasu kal faraasyil mabtsuuts(i)
    4. “Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,”
    It is the Day when people will be like moths, dispersed,

    وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ – 101:5

    Watakuunul jibaalu kal ‘ihnil manfuusy(i)
    5. “dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”
    And the mountains will be like wool, fluffed up.

    فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ – 101:6

    Fa-ammaa man tsaqulat mawaaziinuh(u)
    6. “Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,”
    Then as for one whose scales are heavy [with good deeds],

    فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ – 101:7

    Fahuwa fii ‘iisyatir(n) raadhiyat(in)
    7. “maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.”
    He will be in a pleasant life.

    وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ – 101:8

    Wa-ammaa man khaffat mawaaziinuh(u)
    8. “Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,”
    But as for one whose scales are light,

    فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ – 101:9

    Fa-ummuhu haawiyat(un)
    9. “maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.”
    His refuge will be an abyss.

    وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ – 101:10

    Wamaa adraaka maa hiyah
    10. “Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?”
    And what can make you know what that is?

    نَارٌ حَامِيَةٌ – 101:11

    Naarun haamiyat(un)
    11. “(Yaitu) api yang sangat panas.”
    It is a Fire, intensely hot.

  • Surat At Takatsur: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    Surat At Takatsur: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ – 102:1

    Al Haakumut takaatsur(u)
    “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,”

    حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ – 102:2

    Hattaa zurtumul maqaabir(a)
    “sampai kamu masuk ke dalam kubur.”

    كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ – 102:3

    Kallaa saufa ta’lamuun(a)
    “Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),”

    ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ – 102:4

    Tsumma kallaa saufa ta’lamuun(a)
    “dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.”

    كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ – 102:5

    Kallaa lau ta’lamuuna ‘ilmal yaqiin(i)
    “Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,”

    لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ – 102:6

    Latarawunnal jahiima(a)
    “niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,”

    ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ – 102:7

    Tsumma latarawunnahaa ‘ainal yaqiin(i)
    “dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin.”

    ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ – 102:8

    Tsumma latus-alunna yaumaidzin ‘anin na’iim(i)
    “kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).”

  • Surat Al Ashr: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    Surat Al Ashr: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    وَالْعَصْرِ – 103:1

    Wal ‘ashr(i)
    “Demi masa.”

    إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ – 103:2

    Innal insaana lafii khusr(in)
    “Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,”

    إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ – 103:3

    Illal-ladziina aamanuu wa ‘amiluush-shalihaati wa tawaashau bilhaqqi wa tawaashaubish-shabr(i)
    “kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

  • Surat Al Humazah: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    Surat Al Humazah: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ – 104:1

    Wailul(n) likulli humazatil(n) lumazat(in)
    “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,”

    الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ – 104:2

    Al-ladzii jama’a maa law(n) wa’addadah(u)
    “yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,”

    يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ – 104:3

    Yahsabu anna maa lahuu akhladah(u)
    “dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,”

    كَلَّا ۖ لَيُنبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ – 104:4

    Kallaa layunbadzanna fiil huthamat(i)
    “sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.”

    وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ – 104:5

    Wamaa adraaka maal huthamat(u)
    “Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?”

    نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ – 104:6

    Naarullahil muuqadat(u)
    “(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,”

    الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ – 104:7

    Allatii tath-thali’u ‘alal af-idat(i)
    “yang (membakar) sampai ke hati.”

    إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ – 104:8

    Innahaa ‘alaihim mu`shadat(un)
    “Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,”
    Indeed, Hellfire will be closed down upon them

    فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ – 104:9

    Fii ‘amadim(n) mumad-dadat(i)
    “(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.”

  • Surat Al Fil: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    Surat Al Fil: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ – 105:1

    Alam tara kaifa fa’ala rabbuka bi-ashhaabil fiil(i)
    “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara

    أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ – 105:2

    Alam yaj’al kaidahum fii tadhliil(in)
    “Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?”

    وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ – 105:3

    Wa-arsala ‘alaihim thairan abaabiil(a)
    “dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,”

    تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ – 105:4

    Tarmiihim bihijaaratim(n) min sijjiil(in)
    “yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,”

    فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ – 105:5

    Faja’alahum ka’ashfim(n) ma`kuul(i)
    “lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”

  • Surat Al Quraisy: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    Surat Al Quraisy: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ – 106:1

    Li-iilaafi quraisyin
    “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,”

    إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ – 106:2

    Ilaafihim rihlatasy-syitaa-i wash-shaif(i)
    “(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.”

    فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ – 106:3

    Falya’buduu rabba haadzal bait(i)
    “Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).”

    الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ –106:4

    Al ladzii ath’amahum minjuu’in wa aamanahum min khauf(i)
    “Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.”

  • Surat Al Ma’un dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

     

    أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ – 107:1

    Ara-aital-ladzii yukadz-dzibu biddiin(i)
    1. “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?”
    Have you seen the one who denies the Recompense?

     

    فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ – 107:2

    Fadzaalikal-ladzii yadu’-‘ul yatiim(a)
    2. “Itulah orang yang menghardik anak yatim,”
    For that is the one who drives away the orphan

     

    وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ – 107:3

    Walaa yahudh-dhu ‘alaa tha’aamil miskiin(i)
    3. “dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”
    And does not encourage the feeding of the poor.

     

    فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ – 107:4

    Fawailul(n)-lilmushalliin(a)
    4. “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,”
    So woe to those who pray

     

    الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ – 107:5

    Al ladziina hum ‘an shalaatihim saahuun(a)
    5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,”
    [But] who are heedless of their prayer –

     

    الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ – 107:6

    Al ladziina hum yuraa-uun(a)
    6. “orang-orang yang berbuat riya,”
    Those who make show [of their deeds]

     

    وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ – 107:7

    Wayamna’uunal maa’uun(a)
    7. “dan enggan (menolong dengan) barang berguna.”
    And withhold [simple] assistance.