Kategori: Menurut Para Ahli

  • 15 Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

    15 Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

    Ideologi adalah sebuah sistem pemikiran yang menyeluruh dan sistematis.

    Ideologi mencakup gagasan, ide, keyakinan, dan prinsip yang mendasari pandangan hidup perorangan, kelompok, atau masyarakat tentang cara pandang mereka terhadap dunia dan arah yang ingin mereka capai.

    Ideologi ibarat kompas yang mengarahkan dan membantu menentukan tindakan dalam berbagai aspek kehidupan.

    Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian ideologi menurut para ahli.

    1. Hasan (2002: 212)

    Ideologi merupakan suatu ilmu yang berkaitan dengan cita-cita yang terdiri atas seperangkat gagasan-gagasan atau pemikiran manusia mengenai citacita politik, doktrin atau ajaran, nilai-nilai yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

    2. Samuel Becker (1984: 69)

    Ideologi merupakan “cara kita mempersepsi dunia kita dan diri kita; ideologi mengontrol apa yang kita lihat sebagai sesuatu yang “alami”.

    3. Williams (1977: 109)

    Ideologi itu sebagai sebuah bentuk yang relatif formal dan mengartikulasikan sistem makna, nilai-nilai dan kepercayaan, ataupun semacamnya yang diabstraksikan sebagai sebuah “pandangan dunia” atau “pandanganan kelas”.

    4. Beckers (1984: 69)

    Sebuah ideologi merupakan suatu bentuk setting, diintegrasikan dalam bingkai referensi, di mana di dalamnya melewati masing-masing dari kita untuk melihat dunia dan yang mengatur tindakan kita semua”.

    5. Sobur (2004: 64)

    Ideologi adalah pikiran yang mengungkapkan, nilai, orientasi, dan kecenderungan yang saling melengkapi sehingga membentuk perspektif-perspektif ide yang diungkapkan melalui komunikasi dengan media teknologi dan komunikasi antar pribadi.

    6. Syafiie (2001: 61)

    Definisi ideologi adalah sistem pedoman hidup yang menjadi cita-cita untuk dicapai oleh sebagian besar individu dalam masyarakat yang bersifat khusus, disusun secara sadar oleh tokoh pemikir negara serta kemudian menyebarluaskannya dengan resmi.

    7. Syamsudin (2009: 98)

    Arti ideologi adalah keseluruhan prinsip atau norma yang berlaku dalam suatu masyarakat yang meliputi berbagai aspek, seperti sosial politik, ekonomi, budaya, dan hankam.

    8. W. White (dalam Kansil, 2005:27)

    Ideologi ialah soal cita-cita mengenai berbagai macam masalah politik dan ekonomi filsafat sosial yang sering dilaksanakan bagi suatu rencana yang sistematis tentang cita-cita yang dijalankan oleh kelompok atau lapisan masyarakat.

    9. Franz Magnis Suseno (1992 : 230)

    Ideologi juga dilihat sebagai sarana kelas atau kelompok sosial tertentu yang berkuasa untuk melegitimasikan
    kekuasaannya.

    10. Louis Althuser

    Ideologi adalah suatu gagasan yang spekulatif namun tetapi ideologi tersebut bukan gagasan palsu dikarenakan gagasan spekulatif itu bukan dimaksudkan untuk menggambarkan suatu realitas melainkan untuk dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana semestinya manusia itu dapat menjalani hidupnya.

    11. Soerjanto Poespowardoyo

    Ideologi ialah sebagai kompleks pengetahuan serta juga macam-macam nilai, yang secara universal menjadi landasan bagi seseorang atau juga masyarakat untuk dapat memahami jagat raya serta juga bumi seisinya dan juga menentukan sikap dasar untuk dapat mengolahnya.

    12. M. Sastra Prateja

    Ideologi ialah sebagai seperangkat gagasan atau juga pemikiran yang berorientasi pada suatu tindakan yang diorganisir dan menjadi suatu sistem yang teratur.

    13. Mubyarto

    Ideologi adalah sejumlah doktrin, kepercayaan, dan simbol-simbol sekelompok masyarakat suatu bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman kerja (atau perjuangan) untuk mencapai tujuan masyarakat atau bangsa itu.

    14. A.S. Hornby

    Ideologi adalah seperangkat gagasan yang membentuk landasan teori ekonomi dan politik atau yang dipegangi oleh seorang atau sekelompok orang.

    15. Frans Magnis Suseno

    Menjelaskan bahwa ideologi sebagai suatu sistem pemikiran yang dapat dibedakan menjadi ideologi tertutup dan ideologi terbuka.

  • 10 Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

    Pendidikan adalah suatu proses sistematis yang melibatkan transfer pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai, dan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya.

    Proses ini mencakup serangkaian kegiatan formal dan informal yang bertujuan untuk mengembangkan potensi individu dan memberikan landasan bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka.

    Pendidikan dapat terjadi di berbagai konteks, termasuk sekolah, universitas, pelatihan profesional, dan pengalaman sehari-hari.

    Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian pendidikan menurut para ahli.

    1. Ki Hajar Dewantara

    Pengertian pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

    2. Prof. Dr. M.J Langeveld

    Pengertian pendidikan ialah pemberian bimbingan dan bantuan rohani bagi yang masih memerlukannya.

    3. Crow and crow

    Definisi pendidikan dalah proses yang berisi berbagai macam kegiatan yang cocok bagi individu untuk kehidupan sosialnya dan membantu meneruskan adat dan budaya serta kelembagaan sosial dari generasi kegenerasi.

    4. Prof. Zaharai Idris

    Pendidikan ialah serangkaian kegiatan komunikasi yang bertujuan, antara manusia dewasa dengan si anak didik secara tatap muka atau dengan menggunakan media dalam rangka memberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya.

    5. H. Horne

    Pendidikan adalah proses yang di lakukan terus menerus dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.

    6. Ahmad D. Marimba

    Pendidikan adalah bimbingan atau bimbingan secara sadar oleh pendidik terdapat perkembangan jasmani dan rohani terdidik menuju terbentuknya keperibadian yang utama.

    7. Stella Van Petten Henderson

    Arti pendidikan adalah kombinasi pertumbuhan, perkembangan diri dan warisan sosial.

    8. Carter V. Good

    Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan individu dalam sikap dan perilaku bermasyarakat. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh suatu lingkungan yang terorganisir, seperti rumah atau sekolah, sehingga dapat mencapai perkembangan diri dan kecakapan sosial.

    9. Menurut UU No. 20 tahun 2003

    Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

    10. Driyarkara (1980: 66-67)

    Ilmu pendidikan adalah pemikiran ilmiah, yakni pemikiran yang bersifat kritis, memiliki metode, dan tersusun secara sistematis tentang pendidikan.

  • Bagaimana Pengertian Historiografi Menurut Soedjatmoko?

    Pengertian historiografi menurut soedjatmoko adalah titik puncak dari aktivitas riset oleh sejarawan. Dalam metodologi sejarah, historiografi ialah bagian terakhirnya. Langkah terakhir, namun langkah tersebut merupakan langkah paling berat.

    Sementara secara bahasa, historiografi berasal dari dua kata, yaitu “history” yang berarti sejarah dan “graph” yang berarti tulisan. Menurut KBBI, historiografi artinya adalah penelitian sejarah.

    Siapa Soedjatmoko?

    Soedjatmoko adalah tokoh sejarawan Indonesia yang lahir pada 10 januari tahun 1922 di Sawahlunto, Sumatera Barat.

    Soedjatmoko merupakan intelektual dalam berbagai bidang keilmuan, seperti sosial, filsafat, ekonomi, kebudayaan, dan sejarah Indonesia.

    Pemikiran Soedjatmoko tentang sejarah Indonesia meliputi konsepsi ide, teori dan metodologi, serta orientasi.

    Pengertian Historiografi Menurut Para Ahli

    1. Menurut Susanto Zuhdi

    Historiografi merupakan“ Terdapat 2 penafsiran menimpa historiografi ialah awal langkah terakhir dalam tata cara sejarah ataupun penyusunan sejarah serta kedua tinjauan atas hasil karya tulis sejarah”( Mulyana A., 2009).

    2. Prof Dr Ismaun M.Pd

    Historiografi berarti pelukisan sejarah, gambaran sejarah tentang peristiwa yang terjadi pada masalalu yang disebutsejarah.

    3. Prof Dr Helius Sjamsudin M.A

    Suatu Sintesis yang dihasilkan oleh sejarawan dari seluruh hasil penelitiannya atau penemuannya itu dalam suatu penulisan utuh.

    4. Drs Haryono, M.Pd

    Historiografi merupakan suatu kisah masa lampau yang direkontruksi oleh sejarawan berdasarkan fakta yang ada.

    5. Prof A Daliman, M.Pd

    Penulisan sejarah (historiografi) menjadi sarana mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian yang diungkapkan , diuji (verifikasi) dan diinterpretasi.

    6. Susanto Zuhdi

    Ada dua pengertian mengenai historiografi yaitu pertama langkah terakhir dalam metode sejarah atau penulisan sejarah dan kedua tinjauan atas hasil karya tulis sejarah.

    7. Drs Sugiyanto, M Hum

    Historiografi ialah puncak aktivitas riset sejarah sehabis memilah subjek yang diminati dalam riset sejarah, setelah itu mencari sumber- sumber serta menafsirkan data yang tercantum di dalamnya.

  • 5 Pengertian Sastra Nusantara Menurut Para Ahli

    5 Pengertian Sastra Nusantara Menurut Para Ahli

    Pengertian Sastra Nusantara Menurut Para Ahli

    Istilah Nusantara pertama kali dipakai oleh kerajaan Majapahit untuk menyebut daerah-daerah kekuasaannya.

    1. Vlekke (1958 : 15)

    Kata Nusantara sendiri merujuk pada periode khusus ketika Indonesia dikuasai oleh Majapahit, khususnya ketika kerajaan ini berada di bawah kendali patih besarnya, Gajah Mada. Majapahit adalah negara kesatuan Indonesia di masa silam.

    2. Hamidy (1994 : 7)

    Bahasa tanpa sastra bagaikan jasat tanpa ruh. Bahasa tidak punya semangat jika tidak ada muatan sastra.

    Sastralah yang membuat bahasa menjadi hidup. Dalam sastralah terkesan harapan dan cita-cita masyarakatnya Sastra Nusantara tidak berdiri sendiri, ia terbentuk dari sinkretis antar daerah-daerah di wilayah nusantara.

    Bahasa tanpa sastra bagaikan jasat tanpa ruh. Bahasa tidak punya semangat jika tidak ada muatan sastra. Sastralah yang membuat bahasa menjadi hidup. Dalam sastralah terkesan harapan dan cita-cita masyarakatnya

    3. Djamaris (2001 : 151)

    Bahwa dalam Sastra Nusantara terdapat sastra Jawa, sastra Sunda, sastra Bali, sastra lombok, dan sastra Madura seperti Babad Tanah Jawi, Babad Blambangan, Cerita Dipati Ukur, Sejarah Suka Pura, Babad Buleleng, Babad Lombok, dan Babad Madura.

    Sastra Nusantara juga biasa disebut sebagai sastra daerah. Sastra daerah merupakan bagian dari sastra nusantara yang mewakili kemajemukan daerah yang ada di Indonesia.

    Karya sastra daerah berkembang di daerah dan diungkapkan dengan menggunakan bahasa daerah. Sastra daerah juga mempunyai kedudukan di tengah masyarakat.

    4. Koentjaraningrat (2005 : 20)

    Sastra merupakan salah satu jenis kesenian selain seni musik, seni rupa, seni patung, seni menggambar, dan seni pertunjukan.

    Sastra Daerah adalah ciptaan masyarakat pada masa lampau atau mendahului penciptaan sastra Indonesia moderen.

    5. Tuloli, 2001 : 209)

    Sastra daerah dapat dimasukkan sebagai satu aspek budaya Indonesia yang memperkaya budaya nasional dan menjadi alternatif kedua yang perlu dipertimbangkan dan dikembangkan selain sastra Indonesia.

    Itulah pengertian sastra nusantara menurut para ahli. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya di sastrawacana.id/.

  • 10 Pengertian Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

    Kewarganegaraan adalah status hukum yang menandakan bahwa seseorang diakui sebagai warga negara atau anggota suatu negara tertentu.

    Kewarganegaraan memberikan hak dan kewajiban tertentu kepada individu dalam negara tersebut, seperti hak untuk tinggal dan bekerja, hak untuk memilih dalam pemilihan umum, dan perlindungan hukum yang diberikan oleh pemerintah negara tersebut.

    Kewarganegaraan juga dapat memengaruhi akses individu ke layanan dan manfaat sosial, serta kewajiban untuk membayar pajak.

    Kewarganegaraan dapat diperoleh melalui kelahiran, pernikahan, atau melalui proses hukum seperti naturalisasi.

    Pengertian Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kewarganegaraan menurut para ahli.

    1. Daryono

    Kewarganegaraan adalah isi pokok yang mencakup hak dan kewajiban warga Negara. Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus: Negara ) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga Negara.

    2. Wolhoff

    Kewarganegaraan ialah keanggotaan suatu bangsa tertentu yakni sejumlah manusia yang terikat dengan yang lainnya karena kesatuan bahasa kehidupan social-budaya serta kesadaran nasionalnya.

    3. Ko Swaw Sik ( 1957 )

    Kewarganegaraan ialah ikatan hukum antara Negara dan seseorang. Ikatan itu menjadi suatu “kontrak politis” antara Negara yang mendapat status sebagai Negara yang berdaulat dan diakui karena memiliki tata Negara. Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan.

    4. Daman

    Kewarganegaraan istilah hal-hal yang berhubungan dengan penduduk suatu bangsa.

    5. Graham Murdock ( 1994 )

    Kewarganegaraan ialah hak untuk berpartisipasi secara utuh dalam berbagai pola struktur social, politik dan kehidupan kultural serta untuk membantu menciptakan bentuk-bentuk yang selanjutnya dengan begitu maka memperbesar ide-ide.

    6. R. Parman

    Kewarganegaraan ialah suatu hal-hal yang berhubungan dengan penduduk suatu bangsa.

    7. Soemantri

    Kewarganegaraan ialah sesuatu yang berhubungan dengan manusia sebagai individu dalam suatu perkumpulan yang terorganisir dalam hubungan dengan Negara.

    8. Mr. Wiyanto Dwijo Hardjono, S.Pd.

    Kewarganegaraan ialah keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus:Negara) yang dengannya membawa hak untuk berprestasi dalam kegiatan-kegiatan politik.

    9. Stanley E. Ptnord dan Etner F.Peliger

    Kewarganegaraan ialah studi yang berhubungan dengan tugas-tugas pemerintahan dan hak-kewajiban warga Negara.

    10. KBBI

    Menurut Kbbi, Kewarganegaraan adalah yang berhubungan dengan warga negara; keanggotaan sebagai warga negara.

    Itulah beberapa pengertian kewarganegaraan menurut para ahli. Baca artikel pendidikan lainnya di sastrawacana.id/.

  • 15 Pengertian Statistika Menurut Para Ahli

    15 Pengertian Statistika Menurut Para Ahli

    Statistika adalah cabang ilmu yang berkaitan dengan pengumpulan, analisis, interpretasi, penyajian, dan pengorganisasian data.

    Tujuan utama statistika adalah untuk menyajikan data dengan cara yang dapat dipahami, mengidentifikasi pola atau tren dalam data, dan membuat kesimpulan atau prediksi berdasarkan informasi yang tersedia.

    Statistika digunakan dalam berbagai bidang, termasuk ilmu sosial, ilmu ekonomi, ilmu politik, ilmu alam, kedokteran, bisnis, dan banyak lagi.

    Statistik dapat membantu dalam pengambilan keputusan, pengujian hipotesis, pemodelan data, dan evaluasi hasil eksperimen atau penelitian.

    Pengertian Statistika Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian statistika menurut para ahli.

    1. Prof. Dr. Sudjana, M.A., M.Sc

    Pengertian statistika adalah suatu pengetahuan yang berkaitan dengan metode pengumpulan data, pengolahan data, analisisnya, serta penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilaksanakan.

    2. Anderson & Bancroft

    Statistika adalah ilmu dan seni perkembangan dan metode yang paling efektif untuk pengumpulan, pentabulasian, dan interpretasi data kuantitatif sedemikian rupa, sehingga kesalahan dalam kesimpulan dan estimasi dapat diperkirakan dengan penggunaan penalaran induktif yang didasarkan pada matematik probabilitas (peluang).

    3. Prof. Dr.H.Agus Irianto

    Pengertian statistik adalah sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan (analisis), penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka dengan menggunakan suatu asumsi-asumsi tertentu.

    4. Croxton dan Cowden

    Arti statistika adalah metode untuk mengumpulkan, mengelola, menyajikan dan menginterpretasikan data yang berwujud angka.

    5. Marguerrite F. Hall (1892)

    Pengertian statistika menurut Marguerrite F. Hall (1892) merupakan suatu teknik yangdigunakan untuk mengumpulkan data, menganalisa data dan menyimpulkan dan mengadakan penafsiran data yang berbentuk angka.

    6. Sigit Nugroho (2007)

    Pengertian statistika menurut Sigit Nugroho (2007) adalah hasil-hasil pengolahan dan analisisdata. Statistik dapat berupa mean, modus, median, dan sebagainya. Statistik dapat digunakanuntuk menyatakan kesimpulan data berbentuk bilangan yang disusun dalam bentuk tabel ataudiagram yang menggambarkan karakteristik data.

    7. Siregar (2004)

    Atatistika adalah ilmu yang mempelajari cara-caramendeteksi suatu objek, mendeskripsikan objek, dan menganalisis setiap aspek-aspek yangmempengaruhi objek, untuk dismpulkan secara ilmiah tentang keberadaan objek, sebagai pedoman sains atau pengambilan keputusan.

    8. Subana & Sudrajat (2000)

    Definisi statistika menurut Sudrajat merupakan ilmu pengetahuan mengenai cara dan aturandalam hal pengumpulan data, pengolahan, analisa, penarikan keseimpulan, penyajian dan publikasi dari kata-kata yang berbentuk angka.

    9. William Mendenhall

    Statistika adalah salah satu bidang sains yang berhubungan denganekstrasi informasi dari sebuah data numerik dan digunakan untuk membuat keputusan darisuatu populasi darimana data itu didapatkan.

    10. Somantri (2006:18)

    Statistik diartikan sebagai kumpulan fakta yang berbentuk angka-angka yang disusun dalam bentuk daftar atau tabel yang menggambarkan suatu persoalan.

    11. Gasperz (1989:18)

    Kata statistik dipakai untuk menyatakan kumpulan fakta, umumnya berbentuk angka yang disusun dalam tabel dan atau diagram, yang menggambarkan suatu persoalan.

    12. Pasaribu (1975:18)

    Mengatakan ada tiga pengertian statistik, yaitu:

    1. Statistik merupakan seonggokan atau sekumpulan angka-angka yang menerangkan sesuatu, baik yang sudah tersusun di dalam daftar yang teratur atau grafik maupun belum.
    2. Statistik adalah kumpulan dari cara-cara dan aturan-aturan mengenai pengumpulan data (keterangan mengenai sesuatu), penganalisaan dan interpretasi data yang berbentuk angka-angka.
    3. Statistik adalah bilangan-bilangan yang menerangkan sifat (characteristic) dari sekumpulan data (pengamatan).

    13. Furqon (1999:3)

    Istilah statistik digunakan untuk menunjukkan ukuran-ukuran, angka, grafik atau tabel sebagai hasil dari statistika.

    14. Modenhall

    Statistik merupakan salah satu bidang sains yang berhubungan dengan ekstraksi informasi dari sebuah data numerik dan digunakan untuk membuat keputusandari suatu populasi darimana data itu didapatkan.

    15. Kendall & Stuart

    Statistik merupakan cabang dari metode ilmiah yang berkaitan denganpengumpulan data yang dikumpulkan dengan mengukur sifat-sifat dari populasi yang ditemukan.

  • 15 Pengertian Strategi Menurut Para Ahli

    Strategi adalah rencana atau langkah-langkah yang dirancang dengan tujuan mencapai tujuan tertentu atau mengatasi masalah tertentu.

    Strategi dapat digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam bisnis, militer, politik, dan kehidupan sehari-hari.

    Secara bahasa, kata strategi berasal dari kata Yunani, yaitu strategos atau strategeia (stratus: militer dan ag: memimpin), yang artinya seni atau ilmu untuk menjadi jenderal.

    Konsep ini berkaitan dengan zaman dahulu yang penuh gejolak dan diwarnai dengan peperangan, dimana tugas jenderal adalah sebagai pemimpin untuk memenangkan peperangan.

    Sementara menurut KBBI, arti strategi adalah sebagai berikut:

    • ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa(-bangsa) untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai
    • ilmu dan seni memimpin bala tentara untuk menghadapi musuh dalam perang, dalam kondisi yang menguntungkan: sebagai komandan ia memang menguasai betul — seorang perwira di medan perang
    • rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus
    • tempat yang baik menurut siasat perang

    Pengertian Strategi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian strategi menurut para ahli.

    1. Jauch dan Glueck (2000)

    Strategi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.

    2. Clausewitz

    Strategi adalah seni memenangkan perang melalui pertempuran. Strategi adalah rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan. Strategi mencakup kegiatan utama yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

    3. Alfred Chandler

    Strategi adalah penetapan sasaran dan arahan tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

    4. Kenneth Andrew

    Definisi strategi adalah pola sasaran, maksud atau tujuan kebijakan serta rencana.

    5. Buzzel dan Gale

    Strategi adalah kebijakan dan keputusan kunci yang digunakan untuk manajemen, yang memiliki dampak besar pada kinerja keuangan.

    6. Stephanie K. Marrus

    Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.

    7. Hamel dan Prahalad

    Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan.

    8. Porter

    Pengertian strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing.

    9. Quinn (1990)

    Strategi adalah pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan, kebijakan dan aksi utama dalam hubungan yang kohesif.

    10. Anthony, Parrewe dan Kacmar (1999)

    Strategi dapat didefinisikan sebagai formulasi misi dan tujuan organisasi, termasuk di dalamnya adalah rencana aksi (action plans) untuk mencapai tujuan tersebut dengan secara eksplisit mempertimbangkan kondisi persaingan dan pengaruh-pengaruh kekuatan di luar organisasi yang secara langsung atau tidak berpengaruh terhadap kelangsungan organisasi.

    11. Rangkuti (1998:4)

    Menyatakan bahwa strategi merupakan respon secara terus-menerus maupun adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi.

    12. Bryson (2001:189-190)

    Menjelaskan bahwa strategi dapat dipandang sebagai pola tujuan, kebijakan, progam tindakan, keputusan atau alokasi sumber daya yang mendefinisikan bagaimna organisasi itu, apa yang dilakukan dan mengapa organisasi melakukannya.

    13. Morrisey

    Strategi ialah proses untuk menentukan arah yang harus dituju oleh perusahaan supaya dapat tercapai segala misinya.

    14. Pearce dan Robinson

    Strategi adalah rencana main dari suatu perusahaan, yang mencerminkan kesadaran suatu perusahaan mengenai kapan, dimana dan bagaimana ia harus bersaing dalam menghadapi lawan dengan maksud dan tujuan tertentu.

    15. Johnson dan Scholes

    Strategi ialah arah dan ruang lingkup dari sebuah organisasi atau lembaga dalam jangka panjang yang mencapai keuntungan melalui konfigurasi dari sumber daya dalam lingkungan yang menantang, demi memenuhi kebuthan pasar dan suatu kepentingan.

  • 15 Pengertian Masyarakat Menurut Para Ahli

    Masyarakat adalah sekelompok individu yang hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan saling berinteraksi satu sama lain.

    Secara istilah, masyarakat berasal dari Bahasa Arab, yaitu syaraka yang berarti (ikut serta dan berpartisipasi). Sementara dalam Bahasa Inggris, istilah masyarakat adalah society yang berasal dari kata Latin socius (kawan).

    Dalam masyarakat, orang-orang ini memiliki norma-norma, nilai-nilai, aturan, dan struktur sosial yang mengatur cara mereka berperilaku, berkomunikasi, dan berinteraksi satu sama lain.

    Dengan demikian, masyarakat adalah entitas sosial yang mencakup berbagai aspek kehidupan manusia dan memiliki peran penting dalam membentuk identitas antara individu di dalamnya.

    Pengertian Masyarakat Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian masyarakat menurut para ahli.

    1. Mac lver dan Page (dalam Soerjono Soekanto 2006: 22)

    Pengertian masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan, tata cara, dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok, penggolongan, dan pengawasan tingkah laku serta kebiasaan-kebiasaan manusia.

    2. Ralph Linton (dalam Soerjono Soekanto, 2006: 22)

    Masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja bersama cukup lama, sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas batas yang dirumuskan dengan jelas.

    3. Emile Durkheim (dalam Soleman B. Taneko, 1984: 11)

    Definisi masyarakat merupakan suatu kenyataan yang obyektif secara mandiri, bebas dari individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.

    4. Selo Soemardjan (dalam Soerjono Soekanto, 2006: 22)

    Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan dan mereka mempunyai kesamaan wilayah, identitas, mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang diikat oleh kesamaan.

    5. Max Weber

    Masyarakat adalah suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.

    6. Horton dalam M. Zaini Hasan dkk, (1996 : 12-13)

    Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang relatif mandiri, yang hidup bersama-sama dalam waktu relatif lama mendiami kawasan tertentu, memiliki kebudayaan relatif lama, serta melakukan aktivitas yang cukup lama pada kelompok tersebut.

    7. M. Zaini Hasan dkk, (1996 : 247)

    Masyarakat adalah sekelompok orang yang hidup dalam suatu wilayah tertentu, yang memiliki pembagian kerja yang berfungsi khusus dan saling tergantung (interdependent), dan memiliki sistem sosial budaya yang mengatur kegiatan para anggota, yang memiliki kesadaran akan kesatuan dan perasaan memiliki, serta mampu untuk bertindak dengan cara yang teratur.

    8. Maclver dalam Harsojo, (1999 : 127)

    Masyarakat adalah “satu sistem dari cara kerja dan prosedur, dari otoritas dan saling bantu-membantu yang meliputi kelompok-kelompok dan pembagian sosial lain, sistem dan pengawasan tingkah laku manusia dan kebebasan.

    9. Koentjaraningrat dalam Usman Pelly dkk, (1994 : 29)

    Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh rasa identitas bersama.

    10. Kingsley Davis dalam Soerjono Soekanto, (1982 : 266)

    Arti masyarakat adalah “sistem hubungan dalam arti hubungan antara organisasiorganisasi, dan bukan hubungan antar sel-sel.

    11. Banks, Clegg dan Stewart dalam M. Zaini Hasan dkk, (1996 : 79)

    Masyarakat adalah suatu kelompok hidup manusia disuatu wilayah tertentu, yang telah berlangsung dari generasi ke generasi, dan sedikit banyak independen (self sufficient) terhadap kelompok hidup lainnya.

    12. Soetomo (2009)

    Masyarakat adalah suatu kesatuan yang selalu berubah yang hidup karena proses masyarakat. Masyarakat terbentuk melalui hasil interaksi yang kontinyu antar individu. Dalam kehidupan bermasyarakat selalu dijumpai saling pengaruh mempengaruhi antar kehidupan individu dengan kehidupan bermasyarakat.

    13. Karl Marx

    Masyarakat menurut Karl Marx adalah suatu struktur yang mengalami ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.

    14. Simanjuntak (2016)

    Masyarakat adalah kumpulan manusia yang mengadakan hubungan satu sama lain baik secara perorangan maupun secara kelompok untuk mencapai kepentingan bersama maupun yang bertentangan didalam suati ruang, peristiwa, waktu, dan tempat yang sering juga disebut common and latent interest.

    15. Syani (1987: 30)

    Masyarakat berasal dari bahasa Arab musyarakat, yang artinya bersama-sama, kemudian berubah menjadi masyarakat yang artinya berkumpul bersama, hidup bersama dengan saling berhubungan dan saling mempengaruhi, selanjutnya mendapat kesepakatan menjadi masyarakat.

  • 12 Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

    12 Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

    Filsafat adalah disiplin ilmu yang mempertanyakan dan mengkaji pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang eksistensi, pengetahuan, nilai-nilai, etika, logika, dan berbagai aspek kehidupan manusia.

    Secara harfiah, filsafat diambil dari Bahasa Arab yaitu falsafah. Sementara secara etimologis, filsafat berasal dari bahasa Yunani filosofia, merupakan bentukan dari philos atau filo dan sophia atau sofia.

    Filsafat mencoba untuk memahami dunia dan pemikiran manusia dengan cara yang lebih mendalam dan abstrak daripada disiplin ilmu lainnya.

    Filsuf, orang yang mempelajari filsafat, mencoba untuk merumuskan argumen-argumen rasional dan konsep-konsep filosofis yang dapat membantu kita memahami dunia dan makna kehidupan.

    Filsafat juga sering kali melibatkan analisis kritis terhadap gagasan-gagasan dan keyakinan-konsep yang kita pegang, serta mencari pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai moral dan etika.

    Dengan kata lain, filsafat adalah usaha berpikir secara kritis dan reflektif tentang pertanyaan-pertanyaan dasar yang mendasari pengetahuan dan kehidupan manusia.

    Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian filsafat menurut para ahli.

    1. Plato (427-348 SM)

    Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mencapai kebenaran yang asli, karena kebenaran mutlak ditangan Tuhan atau disingkat dengan pengetahuan tentang segala yang ada.

    2. Aristoteles (384-322 SM)

    Filsafat ialah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, sosial budaya, dan estetika atau menyelidiki sebab dan asas segala benda.

    3. Cicero (106 – 43 SM)

    Filsafat ialah induk dari segala ilmu pengetahuan, sesuatu yang diciptakan Tuhan.

    4. Al- Farabi (950 SM)

    Filsafat adalah pengetahuan tentang yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakikatnya yang sebenarnya.

    5. Rene Descrates (1590-1650)

    Filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan.

    6. W.J.S Poerwadarminta

    Pengertian filsafat adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai sebabsebab, asas-asas hukum dan sebagainya daripada segala yang ada dalam alam semesta ataupun mengetahui kebenaran dan arti “adanya” sesuatu.

    7. Prof. Dr. Fuad Hasan

    Filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akaranya suatu hal yang hendak dipermasalahkan.

    8. Fichte

    Filsafat adalah ilmu dari ilmu-ilmu yakni ilmu yang umum yang menjadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan suatu bidang atau jenis kenyataan, sedangkan filsafat membicarakan seluruh bidang dan seluruh jenis.

    9. Herbert Spencer (1820-1903M)

    Kewajiban filsafat adalah mengerjakan pengertian-pengertian yang dipakai oleh ilmu-ilmu lain.

    10. Harun Hadiwijono

    Definisi filsafat adalah usaha manusia dengan akalnya untuk memperoleh suatu pandangan dunia dan hidup yang memuaskan hati.

    11. Paul Natorp

    Filsafat sebagai ilmu dasar yang hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan jalan menunjukkan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya.

    12. Gazalba (1992:24)

    Kesimpulan berfilsafat adalah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran, tentang segala sesuatu yang dimasalahkan, dengan berpikir secara radikal, sistematis, dan universal.

    Referensi:

    repository.iainbengkulu.ac.id
    uncp.ac.id
    repository.uinsu.ac.id
    repository.isi-ska.ac.id

  • 9 Pengertian Komputerisasi Menurut Para Ahli

    9 Pengertian Komputerisasi Menurut Para Ahli

    Komputerisasi adalah pemanfaat komputer dan teknologi untuk melakukan suatu pekerjaan yang biasanya dilakukan secara manual menjadi otomatis.

    Menurut KBBI, arti komputerisasi adalah penggunaan komputer (dalam menghitung, mengolah data, dan sebagainya) secara besar-besaran.

    Komputerisasi dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta mengurangi kesalahan dan human error. Sehingga komputerisasi dapat diterapkan di berbagai bidang, seperti bisnis, pendidikan, dan pemerintahan

    Komputerisasi telah menjadi bagian penting dari kehidupan modern, dan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.

    Pengertian Komputerisasi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian komputerisasi menurut para ahli.

    1. Mohammad Faisal Amir (2006 : 10)

    Definisi komputerisasi merupakan satu metode pengolahan data dengan komputer sebagai alat utama.

    2. Teguh Wahyono (2004: 49)

    Arti komputerisasi adalah kegiatan pengelolaan data yang dilakukan sebagian besarnya menggunakan komputer sebagai alat bantu.

    3. Hartono Jogiyanto (2002)

    Komputerisasi adalah alat pengolah data yang mampu mengerjakan dengan kecepatan dan ketelitian yang sangat tinggi dan mampu mengerjakan berbagai proses dengan keterlibatan manusia yang minimum.

    4. Sutabri (2016:103)

    Sistem komputerisasi adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan menghasilkan output dibawah pengawasan suatu langkah instruksi program yang tersimpan di memori.

    5. Jogiyanto (2009:77)

    Sistem komputerisasi adalah penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam kegiatan pengolahan data yang dilakukan secara manual. Data diubah menggunakan komputer yang sudah di program sebelumnya, pengolahan data ini dimulai dengan perekam hingga pada sampai pencetakan laporan.

    6. Nana Mulyana (2004:5)

    Komputerisasi adalah suatu sistem elekronika yang bekerja secara otomatis untuk mengolah data secara cepat, tepat, dan akurat serta dapat menerima, menyimpan data, dan menghasilkan suatu informasi berdasarkan instruksi atau program tang telah diberikan.

    7. Robert H. Blissmer (1985)

    Komputerisasi adalah sebuah seremoni elektronik yg memiliki kemampuan jalankan sekian banyak kemestian berpasangan seperti mengantongi input, memroses input, menaruh perintah-perintah dan sediakan output dekat wujud informasi.

    8. Donald H. Sanderes (1985)

    Komputerisasi adalah sistem elektronik yg mempunyai kemampuan yang merupakan pemanipulasi data bersama serentak dan serasi berulang terarah dan diorganisasikan biar dengan cara automatic dapat terkena dan menaruh data adalah juga sebagai input, seterusnya dapat memprosesnya, dan maka membuahkan output pada pemeriksaan semenjak langkah-langkah komando acara kepada Operating sistem yg terpendam di didalam medianpenyimpanan.

    9. Zulkifli Amsyah (2003: 117)

    Komputerisasi adalah alat pengolahan data elekronik tidak bersifat mekanis (mesin) dan dapat merekam dan mengolah data dari yang sederhana sampai yang paling rumit menjadi informasi.