Kategori: Menurut Para Ahli

  • Apa Itu Moral? Simak Pengertian Menurut Ahli dan Contohnya

    Apa Itu Moral? Simak Pengertian Menurut Ahli dan Contohnya

    Dalam kehidupan sehari-hari, moral memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk perilaku dan interaksi kita dengan orang lain.

    Dengan moral yang baik, hubungan kita dengan sesama akan menjadi lebih harmonis sehingga terwujud hubungan yang sehat tanpa perselisihan maupun keributan.

    Nah, sebenarnya apa itu moral dan apa saja contohnya?

    Pada artikel ini, sastrawacana.id/ akan membahas tentang moral yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Yuk disimak!

    Pengertian Moral

    Secara bahasa, moral berasal dari kata mos dalam bahasa Latin, bentuk jamaknya mores, yang berarti tata-cara atau adat-istiadat.

    Sehingga secara etimologi kata “moral” sama dengan etimologi kata “etika” sebab keduanya berasal dari kata yang berarti adat atau kebiasaan.

    Sementara menurut KBBI, arti moral adalah (ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya; akhlak; budi pekerti; susila.

    Moral adalah seperangkat nilai, prinsip, dan norma yang mengatur perilaku serta pandangan hidup seseorang atau suatu kelompok dalam lingkungan masyarakat.

    Moral mencakup pandangan tentang apa yang dianggap benar atau salah, baik atau buruk, serta pedoman etika yang memengaruhi tindakan dan keputusan.

    Kemudian, moral juga mencerminkan karakter dan integritas individu, serta berperan penting dalam membentuk budaya, norma sosial, dan nilai-nilai dalam suatu masyarakat.

    Perilaku moral seseorang tidak didapat sejak lahir, sehingga diperlukan pendidik untuk membantu dalam pembentukan moral.

    Maka dari itu, seorang anak diajarkan moral yang baik oleh orang tua dalam lingkup keluarga serta dalam pendidikan, baik sekolah maupun pesantren.

    Pengertian Moral Menurut Para Ahli

    Berikut ini pengertian moral menurut para ahli.

    1. Widjaja (1985: 154)

    Definisi moral adalah ajaran baik dan buruk tentang perbuatan dan kelakuan (akhlak).

    2. Webster’s New World Dictionary (dalam Maria, 2005: 45)

    Moral dirumuskan sebagai sesuatu yang berkaitan atau ada hubungannya dengan kemampuan menentukan benar salah dan baik buruknya suatu tingkah laku.

    3. Halden dan Richards dalam Sjarkawi (2006:28)

    Pengertian moral sebagai suatu kepekaan dalam pikiran, perasaan, dan tindakan dibandingkan dengan tindakan lain yang tidak hanya berupa kepekaan terhadap prinsip dan aturan.

    4. Grinderdalam Budingsih (2001)

    Mengatakan bahwa moral adalah hal-hal yang berhubungan dengan larangan dan tindakan yang membicarakan salah atau benar.

    5. Susarno dan Roesminingsih (2015)

    Mengatakan jika moral menunjukkan kepada perbuatan yang baik atau benar ataukah yang baik atau salah, yang berperikemanusiaan atau yang jahat, maka etiket hanya berhubungan dengan soal sopan santun.

    6. Suseno dalam (Kurnia, 2015)

    Pengertian moral adalah ukuran baik-buruknya seseorang , baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat dan warga Negara.

    7. Ouska dan Whellan (Kurnia, 2015)

    Definisi moral adalah prinsip baik, buruk yang melekat dalam diri individu/seseorang.

    8. Ar-Rozi (tt) dalam Sudarsono (2010, hal.59)

    Etika atau moral adalah sebagai obat pencahar rohani (spiritual physic), merupakan sebuah penjelasan yang terpercaya mengenai ajaran plato tentang jiwa yang mempunyai tiga bagian untuk menjaga keselarasan dan keseimbangan lurusnya moral spiritual jiwa.

    9. Bagus, 1996: 672)

    Moral yang berasal dari kata latin mos, moris (adat istiadat, kebiasaan, cara, tingkah laku, kelakuan), mores (adat istiadat, kelakuan, tabiat, watak, akhlak, cara hidup).

    10. Atkinson (1969)

    Atkinson (1969) mengemukakan moral atau moralitas merupakan pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan.

    Contoh Moral

    Berikut contoh moral yang baik dan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Jujur: Kepatuhan untuk selalu berbicara yang benar dan tidak berbohong kepada orang lain.
    2. Kehormatan: Menjaga integritas diri dan tidak terlibat dalam tindakan curang atau tidak etis.
    3. Kasih sayang: Memberikan perhatian dan peduli kepada mereka yang membutuhkan, serta menunjukkan empati terhadap penderitaan orang lain.
    4. Keadilan: Memperlakukan semua orang dengan adil, tanpa memandang ras, agama, atau latar belakang sosial.
    5. Kesetiaan: Menepati janji dan komitmen yang telah dibuat kepada orang lain.
    6. Berkasih sayang: Menunjukkan kebaikan dan kepedulian kepada sesama, terutama dalam tindakan sukarela atau amal.
    7. Tanggung jawab: Bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan pribadi, serta kewajiban terhadap keluarga, masyarakat, dan lingkungan.
    8. Pengampunan: Memaafkan kesalahan orang lain dan memberi kesempatan untuk memperbaikinya.
    9. Ketulusan: Menunjukkan niat baik dalam tindakan dan tidak memiliki motif tersembunyi.
    10. Ketoleranan: Menghargai perbedaan dan memahami pandangan orang lain, meskipun berbeda dari yang kita yakini.
    11. Ketekunan: Mengupayakan tujuan dan cita-cita dengan tekun dan pantang menyerah.
    12. Kerendahan hati: Tidak menyombongkan diri atau merasa lebih unggul dari orang lain.
    13. Perlindungan lingkungan: Mengambil langkah-langkah untuk menjaga alam dan lingkungan agar tetap lestari.
    14. Kepedulian terhadap keamanan: Mematuhi aturan dan tindakan yang bertujuan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.
    15. Kepatuhan terhadap hukum: Mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku dalam masyarakat.
  • 7 Pengertian Taklid Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Taklid Menurut Para Ahli

    Taklid adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang merujuk kepada tindakan mengikuti atau meniru apa yang dilakukan atau diucapkan oleh orang lain tanpa memahami atau mempertimbangkan alasan atau argumen di balik tindakan atau ucapan tersebut.

    Dalam konteks agama, taklid sering digunakan untuk menggambarkan tindakan seseorang yang mengikuti pendapat atau ajaran agama tanpa melakukan penelitian atau pemahaman yang mendalam terhadap ajaran tersebut.

    Dalam konteks yang lebih umum, taklid juga dapat merujuk kepada peniruan tanpa pemikiran kritis atau pertimbangan sendiri.

    Pengertian Taklid Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi taklid menurut para ahli.

    1. alKamal Ibn al-Hammam dalam al-Tahrîr

    Taklid ialah beramal berdasarkan pendapat orang lain yang pendapatnya itu tidak merupakan salah satu dalil yang dibenarkan, dan ini dilakukan tanpa berdasarkan dalil.

    2. al-Qaffal

    Pengertian taklid adalah jika seseorang menerima pendapat orang lain tanpa berusaha mencari tahu pendapat tersebut berasal (Safe’i, 2019).

    3. al-Syaukany dalam Irsyâd al-Fukhûl

    Beramal berdasarkan pendapat orang lain tanpa berdasarkan dalil.

    4. Syaikh Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi

    Taklid adalah mengikuti pendapat orang lain tanpa mengerti dalil yang digunakan atas kesahihan pendapat tersebut, walaupun mengetahui tentang kesahihan hujjah taklid itu sendiri.

    5. KBBI

    Arti taklid adalah keyakinan atau kepercayaan kepada suatu paham (pendapat) ahli hukum yang sudah-sudah tanpa mengetahui dasar atau alasannya; peniruan.

    6. Abu Manshur al-Baghdadi

    Menerima pendapat orang lain tanpa hujjah (dalil) yang diungkapkan secara gamblang.

    7. al-Baqilani

    Imam al-Baqilani berpendapat bahwa taklid adalah: ittiba’ (mengikuti) orang yang ittiba’-itu merupakan hujjah, dan tidak berdasarkan ilmu.

  • Poster: Pengertian Menurut Ahli, Fungsi, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

    Pengertian Poster

    Poster adalah gambar atau cetakan yang digunakan untuk menyampaikan pesan, informasi, atau promosi secara visual.

    Biasanya, poster berisi kombinasi teks, gambar, dan grafik yang dirancang untuk menarik perhatian dan menyampaikan pesan dengan jelas dan efektif.

    Poster dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti promosi acara, kampanye sosial, pemasaran produk, atau penyampaian informasi penting kepada masyarakat.

    Poster seringkali dipajang di tempat-tempat umum seperti jalan raya, sekolah, pusat perbelanjaan, dan lokasi strategis lainnya untuk mencapai audiens yang lebih luas. Desain dan konten poster sangat bervariasi tergantung pada tujuan dan target audiensnya.

    Pengertian Poster Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian poster menurut para ahli.

    1. Kustandi dan Sutjipto (2011:50)

    Menyebutkan bahwa poster merupakan media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan singkat, padat, dan impresif, karena ukurannya yang relatif besar.

    2. Hasnun (2006:253)

    Pengertian poster merupakan gambar atau tulisan di atas kertas atau kain yang dipasang di tempat umum berisi pemberitahuan.

    3. Sudjana dan Rivai (2005: 51)

    Poster adalah kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya.

    4. Sabri (dalam Musfiqon, 2012:85)

    Poster merupakan penggambaran yang ditunjukkan sebagai pemberitahuan, peringatan, maupun penggugah selera yang biasanya berisi gambar-gambar.

    5. Sri Anitah (2008:12)

    Poster merupakan suuatu gambar yang mengkombinasikan unsur-unsur visual seperti garis, gambar dan kata kata dengan maksud menarik perhatian serta mengkomunikasikan pesan secara singkat.

    6. Rudi susilana dan Cepi Riana (2009: 14)

    Definisi poster yaitu sajian kombinasi visual yang jelas, menyolok, dan menarik dengan maksud untuk menarik perhatian orang yang lewat.

    7. Sulaeman (Yaszak, Ma’aruf, & Yennita, 2015)

    Poster merupakan sebuah gambar yang besar yang memberi penekanan pada satu atau dua ide pokok sehingga dapat dimengerti dengan hanya melihatnya sepintas.

    8. Sadiman dalam Rumalean (2014)

    Media poster sebagai media pembelajaran dapat berfungsi untuk menarik perhatian peserta didik dan membantu guru membangun suasana belajar di kelas yang kondusif dan menjadi pusat perhatian bagi peserta didik.

    9. Rokhnawati (2008:23)

    Poster merupakan salah satu media publikasi yang terdiri atas tulisan, gambar ataupun kombinasi antara keduanya dengan tujuan memberikan informasi kepada khalayak ramai.

    10. Maryati (2008:88)

    Poster merupakan gambar-gambar yang dirancang sedemikian rupa sehingga menarik perhatian, sedikit menggunakan kata-kata, dicetak pada sehelai kertas/ bahan yang ditempel pada tempat tertentu.

    Fungsi Poster

    Beberapa fungsi poster antara lain sebagai berikut:

    Poster memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:

    1. Media Informasi

    Poster digunakan untuk menyampaikan informasi tertentu kepada audiens seperti informasi tentang acara, produk, layanan, atau pesan penting lainnya.

    2. Promosi

    Poster sering digunakan sebagai alat promosi untuk memasarkan produk, acara, atau layanan. Desain yang menarik dapat membantu menarik perhatian dan menghasilkan minat dari calon konsumen atau peserta.

    3. Edukasi

    Poster dapat digunakan untuk memberikan pengetahuan atau pendidikan kepada audiens. Contohnya, poster di sekolah atau museum yang menjelaskan topik tertentu atau mempromosikan pembelajaran.

    4. Kesadaran Sosial

    Poster sering digunakan dalam kampanye sosial untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu penting seperti kesehatan, lingkungan, atau hak asasi manusia.

    5. Penggalangan Dana

    Poster dapat digunakan untuk menggalang dana atau dukungan untuk tujuan tertentu, seperti amal, yayasan, atau proyek masyarakat.

    6. Dekorasi

    Poster juga digunakan untuk tujuan dekoratif, baik di rumah, kantor, atau tempat-tempat umum. Poster seni atau poster musik sering digunakan untuk menambah suasana.

    7. Pendidikan Visual

    Poster dapat digunakan dalam konteks pendidikan sebagai alat bantu visual untuk membantu siswa memahami konsep-konsep yang diajarkan.

    8. Pengingat

    Poster yang ditempatkan di tempat-tempat yang sering dikunjungi bisa berfungsi sebagai pengingat. Misalnya, poster aturan keselamatan di tempat kerja atau petunjuk tindakan darurat di gedung-gedung umum.

    9. Motivasi

    Poster dengan kutipan-kutipan inspiratif atau gambar motivasional bisa menjadi sumber motivasi dan semangat bagi individu.

    10. Identitas Merek

    Poster dapat membantu membangun identitas merek dengan menampilkan logo, slogan, atau elemen-elemen merek lainnya.

    Beberapa fungsi poster di atas sejalan dengan yang dikemukakan oleh Sudjana dan Rivai (2005:56) yang menyebutkan beberapa fungsi dan tujuan poster, antara lain: (1) sebagai motivasi, (2) sebagai peringatan, dan (3) sebagai pengalaman yang kreatif.

    Ciri-Ciri Poster

    Poster memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan seni desain visual lainnya. Adapun ciri-ciri dari poster adalah sebagai berikut:

    1. Berisi gambar dan tulisan atau kalimat yang sesuai dengan konteks.
    2. Tulisan di dalam poster singkat, padat, dan jelas.
    3. Tulisan di dalam poster bersifat persuasif (ajakan).
    4. Pemberian gambar/photo dan tulisan proposional.
    5. Jika poster digunakan untuk promosi merek, ada identitas seperti logo.
    6. Mengandung tulisan untuk aksi atau ajakan.
    7. Dimuat di tempat-tempat strategis.

    Sementara menurut Arief S. Sadiman (dalam Musfiqon, 2012: 85), ciri-ciri poster yang baik yaitu:

    1. sederhana;
    2. menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok;
    3. berwarna;
    4. slogannya;
    5. tulisannya jelas;
    6. motif dan tulisannya bervariasi.

    Jenis-Jenis Poster

    Adapun jenis-jenis poster adalah sebagai berikut:

    1. Poster Niaga

    Poster niaga adala media komunikasi dalam urusan perniagaan untuk menawarkan suatu barang dan jasa yang memuat informasi tentang kegiatan perdagangan ataupun mempromosikan sesuatu.

    2. Poster Kegiatan

    Poster kegiatan adalah poster yang berisi informasi mengenai suatu acara atau kegiatan dengan tujuan agar ada banyak orang yang hadir dan meramaikan kegiatan tersebut.

    3. Poster Pendidikan

    Poster pendidikan adalah poster edukasi yang bertujuan untuk mendidik dan berisikan tentang hal-hal yang bertemakan pendidikan.

    4. Poster Layanan Masyarakat

    Poster layanan masyarakat adalah media informasi publik yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat, seperti sosialisasi program baru yang di buat oleh pemerintah kepada masyarakat.

  • 10 Pengertian Interaksi Sosial Menurut Ahli, Ciri-Ciri, dan Contohnya

    10 Pengertian Interaksi Sosial Menurut Ahli, Ciri-Ciri, dan Contohnya

    Pengertian Interaksi Sosial

    Interaksi sosial adalah bentuk hubungan dan komunikasi antara individu atau kelompok dalam suatu masyarakat atau lingkungan sosial.

    Interaksi sosial adalah cara dimana manusia berinteraksi, berkomunikasi, dan berhubungan satu sama lain dengan cara bertatap muka langsung, komunikasi verbal dan nonverbal, serta melalui media sosial atau teknologi digital.

    Interaksi sosial memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk dinamika sosial dan budaya masyarakat.

    Melalui interaksi sosial, individu membangun hubungan sosial, memahami norma-norma sosial, memperoleh identitas sosial, dan mengembangkan keterampilan sosial.

    Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian interaksi sosial menurut para ahli.

    1. Walgito (2007)

    Pengertian interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu lain, individu satu dapat mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya, sehingga terdapat hubungan yang saling timbal balik.

    2. Basrowi (20015)

    Interaksi sosial adalah hubungan dinamis yang mempertemukan orang dengan orang, kelompok dengan kelompok, maupun orang dengan kelompok manusia. Bentuknya tidak hanya bersifat kerjasama, tetapi juga berbentuk tindakan, persaingan, pertikaian dan sejenisnya.

    3. Partowisastro (2003)

    Definisi interaksi sosial adalah relasi sosial yang berfungsi menjalin berbagai jenis relasi sosial yang dinamis, baik relasi itu berbentuk antar individu, kelompok dengan kelompok, atau individu dengan kelompok.

    4. Soekanto (2002)

    Mengemukakan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis, yang meliputi hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara perorangan dengan kelompok manusia.

    5. Sarwono dan Meinarno (2009)

    Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara individu dengan individu lain, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok lain.

    6. Gerungan (2006)

    Interaksi sosial adalah proses individu satu dapat menyesuaikan diri secara autoplastis kepada individu yang lain, dimana dirinya dipengaruhi oleh diri yang lain.

    7. Gilin dan Gillin dalam Soekanto (1982)

    Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-perorangan, antara kelompokkelompok manusia maupun antara orang perorangtan dengan kelompok manusia.

    8. Dirdjosisworo dalam Syani (2002: 152)

    Interaksi sosial diartikan sebagai hubungan sosial timbal balik yang dinamis secara perseorangan, antara kelompok, maupun antara orang dengan kelompok manusia.

    9. Ahmadi (2002:54)

    Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya.

    10. Suranto (2011:5)

    Menjelaskan bahwa interaksi sosial merupakan suatu proses hubungan yang dinamis dan saling pengaruh mempengaruhi antar manusia.

    Ciri-Ciri Interaksi Sosial

    Menurut Santosa (2004 : 11), ciri-ciri interaksi sosial adalah adanya hubungan; adanya individu; adanya tujuan; dan adanya hubungan dengan struktur dan fungsi sosial. Adapun penjabarannya sebagai berikut:

    1. Ada hubungan

    Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok.

    2. Ada Individu

    Setiap interaksi sosial menurut tampilnya individu–individu yang melaksanakan hubungan.

    3. Ada Tujuan

    Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.

    4. Ada Hubungan dengan struktur dan fungsi sosial

    Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap–tiap individu memiliki fungsi di dalam kelompoknya.

    Sementara Soekanto dalam Urfa Fajarwati menjelaskan ciri-ciri interaksi sosial adalah sebagai berikut:

    1. Adanya pelaku dengan jumlah lebih dari satu orang.
    2. Adanya komunikasi antar pelaku menggunakan simbolsimbol.
    3. Adanya dimensi waktu (masa lampau, masa kini dan masa mendatang) yang menentukan sikap aksi yang sedang berlangsung.
    4. Adanya tujuan-tujuan tertentu terlepas dari sama tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan oleh pengamat.

    Kemudian, ciri-ciri interaksi sosial menurut charles P. Loomis (Ahli Sosiologi dari Amerika) adalah sebagai berikut:

    1. Jumlah pemeran lebih dari satu orang.
    2. Terjadi komunikasi antara pelaku melalui kontak sosial.
    3. Memiliki maksud atau tujuan yang jelas.
    4. Terdapat dimensi waktu meliputi masa lalu, masa kini dan masa depan.

    Contoh Interaksi Sosial

    Berikut ini adalah beberapa contoh interaksi sosial, antara lain:

    1. Kerjasama antara tim sepak bola dalam sebuah pertandingan.
    2. Diskusi dalam sebuah perusahaan untuk membicarakan hasil pekerjaan.
    3. Transaksi jual beli di pusat perbelanjaan.
    4. Kegiatan belajar mengajar di sekolah.
    5. Debat dalam kontestasi politik.
    6. Orang tua yang menasehati anaknya.
    7. Kerja bakti anggota masyarakat di sebuah daerah.
    8. Saling berjabat tangan ketika bertemu.
    9. Menjenguk teman yang sakit.
    10. Melakukan ibadah bersama di rumah ibadah.
    11. Mengikuti ekstrakurikuler di sekolah.
    12. Kerja sama dalam sebuah proyek atau pekerjaan.
    13. Saling bertegur sapa dengan orang lain.
    14. Kegiatan sosial, seperti membantu orang tidak mampu.
    15. Mengikuti sebuah kompetisi, baik individu maupun kelompok.
    16. Mengikuti organisasi di kampus atau sekolah.
    17. Nongkrong di sebuah tempat bersama teman.
    18. Wawancara kerja.
    19. Pidato pemimpin kepada rakyatnya.
    20. Khutbah di masjid.
  • 10 Pengertian Wirausaha Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Wirausaha Menurut Para Ahli

    Wirausaha adalah seseorang yang menciptakan, mengelola, dan mengembangkan usaha atau bisnis dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

    Wirausaha biasanya bertanggung jawab atas berbagai aspek bisnis, seperti perencanaan, pengorganisasian, pengambilan keputusan, pemasaran, dan pengelolaan sumber daya.

    Seorang wirausaha memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi peluang bisnis, mengatasi tantangan, mengambil risiko, dan berinovasi guna mencapai kesuksesan dalam dunia bisnis.

    Wirausaha memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara karena mereka menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi secara keseluruhan.

    Pengertian Wirausaha Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian wirausaha menurut para ahli.

    1. Kasmir dalam Harmaizar (2009 : 12)

    Pengertian wirausaha adalah orang yang berjiwa berani mengambil risiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi dengan fungsinya sebagai pelaku inovasi atau pencipta kreasi-kreasi baru.

    2. Arif F. Hadipranata

    Arti wirausaha adalah sosok pengambil risiko yang diperlukan untuk mengatur dan mengelola bisnis serta menerima keuntungan financial ataupun non uang.

    3. Filion dalam Suryana, Yayan dan Kartib Bayu (2010 : 16)

    Definisi wirausaha adalah orang yang imajinatif, yang ditandai oleh kemampuannya dalam menetapkan sasaran serta dapat mencapai sasaran-sasaran itu.

    4. Schumpeter dalam Alma (2011 : 9)

    Wirausaha adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru.

    5. Geoffrey G. Meredith et. Al (1995)

    Wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan kesuksesan.

    6. Skinner (1992)

    Wirausaha (interpreneur) merupan seseorang yang mengambil risiko yang diperlukan untuk mengorganisasikan dan mengelola suatu bisnis dan menerima imbalan/balas jasa berupa profit finansial maupun non finansial.

    7. Andrew J Dubrin

    Wirausaha adalah seorang yang bertugas menjalankan dan membangun bisnis secara inovatif.

    8. Kathleen

    Wirausaha adalah orang yang menjalankan, mengatur dan mengambil resiko untuk pekerjaan yang akan dikerjaan selama ada di dunia bisnis.

    9. Jean Baptista Say

    Wirausaha adalah agen menggabungkan bermacam – macam alat produksi dan menemukan nilai produk.

    10. Frank Knight

    Wirausaha adalah orang yang berusaha memecahakn masalah dan memprediksi perubahan pasar. Selain itu siap menghadapi ketidak stabilan dinamika pasar, dan diharuskan melakukan semua fungsi manajerial dasar.

  • 10 Pengertian Kebersihan Menurut Para Ahli

    Kebersihan adalah kondisi bebas dari kotoran, bau tidak sedap, dan hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan atau kenyamanan.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti kebersihan adalah keadaan yang menurut kepercayaan, keyakinan, akal, atau pengetahuan manusia dianggap tidak mengandung noda atau kotoran.

    Adapun kebersihan juga merupakan upaya untuk menjaga lingkungan, tubuh, dan area tempat tinggal agar tetap bersih dan terawat.

    Kebersihan termasuk membersihkan, merawat, dan mengatur segala hal agar terhindar dari penumpukan sampah, bakteri, atau zat-zat berbahaya lainnya.

    Kebersihan juga berperan penting dalam menjaga kesehatan individu dan mencegah penyebaran penyakit.

    Selain itu, kebersihan juga memiliki implikasi sosial dan estetika, karena lingkungan yang bersih mencerminkan rasa tanggung jawab dan perhatian terhadap kesejahteraan bersama.

    Pengertian Kebersihan Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kebersihan menurut para ahli.

    1. Arifin (Hardiana, 2018: 501)

    Kebersihan merupakan suatu keadaan yang tampak bersih, sehat dan indah. Lingkungan yang bersih merupakan hak dasar setiap manusia dalam memperoleh kesehatan dalam penghidupannya.

    2. Hardiana (2018:501)

    Kebersihan lingkungan mempunyai arti sebuah keadaan bebas dari kotoran, termasuk diantaranya, debu, sampah, dan bau.

    3. Iskandar (2018: 81)

    Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum.

    4. Windya Novrita (2005: 37)

    Kebersihan merupakan suatu kondisi yang bebas dari segala kotoran dan pencemaran.

    5. Siagian (2011:3-4)

    Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan tempat awam.

    6. World Health Organization (WHO) (2020)

    Menyatakan bahwa hygiene atau kebersihan adalah tindakan kebersihan yang mengacu pada kondisi untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit.

    7. Nurudeen dan Toyin (2020)

    Personal hygiene atau kebersihan diri merupakan tindakan merawat diri sendiri termasuk dalam memelihara kebersihan bagian tubuh seperti rambut, mata, hidung, mulut, gigi, dan kulit.

    8. Yusuf al-Qardhawi

    Kebersihan adalah salah satu unsur penting dalam perilaku beradab. Islam menganggap kebersihan sebagai suatu sistem peradaban dan ibadah.

    9. Sangian (2011)

    Kata kebersihan berasal dari kata keadaan bersih yang berarti tidak kotor, jernih, suci dan murni.

    10. Tarwoto & Wartonah (2006)

    Kebersihan perorangan (kebersihan diri) adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahtaraan fisik dan psikis.

  • 10 Pengertian Emosional Menurut Para Ahli dan Bentuk-Bentuknya

    Secara harfiah, emosi berasal dari kata “emetus” atau “emouere” yang bermakna suatu dorongan terhadap sesuatu yang lain.

    Sementara menurut KBBI, arti emosional adalah menyentuh perasaan; mengharukan – dengan emosi; beremosi; penuh emosi.

    Emosional adalah keadaan atau kondisi yang berkaitan dengan perasaan dan emosi seseorang, melibatkan reaksi dan pengalaman perasaan seperti sukacita, sedih, marah, cemas, dan lain sebagainya.

    Keadaan emosional dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengalaman, lingkungan, hubungan sosial, serta kondisi fisik dan mental individu.

    Pengertian Emosional Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian emosional menurut para ahli.

    1. Chaplin (1989) dalam Dictionary of Psychology

    Emosi adalah sebagai suatu keadaan yang terangsang dari organisme mancakup perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku.

    2. Sudarsono (1993)

    Emosi adalah Suatu keadaan yang kompleks dari organisme seperti tergugahnya perasaan yang disertai dengan perubahan-perubahan dalam organ tubuh yang sifatnya luas, biasanya ditambahi dengan perasaan yang kuat yang mengarah ke suatu bentuk tingkah laku atau perilaku tertentu.

    3. Darwis (2006:18)

    Mendefinisikan emosi sebagai suatu gejala psiko-fisiologis yang menimbulkan efek pada persepsi, sikap, dan tingkah laku, serta mengejawantah dalam bentuk ekspresi tertentu.

    4. Franken (Baihaqi dkk, 2007)

    Menjelaskan bahwa emosi merupakan hasil interaksi antara faktor subyektif (proses kognitif), faktor lingkungan (hasil belajar), dan faktor biologik (proses hormonal).

    5. Zuhairini

    Mendefinisikan emosi sebagai suatu perasaan yang timbul melebihi batas yang kadang tidak dapat dikuasai oleh diri sendiri dan berakibat putusnya hubungan pribadi dengan dunia luar.

    6. Damsimo

    Berpendapat bahwa emosi adalah reaksi positif ataupun negatif terhadap objek, peristiwa, atau situasi-situasi yang diterima atau dirasakan individu.

    7. William Kames (dalam Wegde, 1995)

    Emosi adalah kecenderungan untuk memiliki perasaan yang khas bila kita berhadapan dengan objek tertentu dalam lingkungannya.

    8. Crow & Crow (1962)

    Mengartikan emosi sebagai suatu keadaan yang bergejolak pada diri individu yang berfungsi sebagai inner adjustment (penyesuaian dari dalam) terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan hidup.

    9. English and English

    Emosi adalah “A complex feeling state accompanied by characteristic motor and glandular activities” (suatu keadaan perasaan yang kompleks yang disertai karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris).

    10. Sarlito Wirawan Sarwono

    Mengatakan emosi merupakan “setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai warna afektif baik pada tingkat lemah (dangkal) maupun pada tingkat yang luas (mendalam).

    Bentuk-Bentuk Emosi

    Daniel Goleman (1995) Dalam M. Ali dan M. Asrori (2008:62-63) mengidentifikasi beberapa bentuk emosi, antara lain:

    1. Amarah

    Meliputi brutal, mengamuk, benci, marah besar, jengkel, kesal hati, terganggu, rasa pahit, berang, tersinggung, bermusuhan, tindak kekerasan, dan kebencian patologis.

    2. Kesedihan

    Meliputi pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihani diri, kesepian, ditolak, putus asa, depresi.

    3. Rasa takut

    Meliputi cemas, takut, gugup, khawatir, waswas, perasaan takut sekali, sedih, waspada, tidak tenang, ngeri, kecut, panik, dan pobia

    4. Kenikmatan

    Meliputi kebahagiaan, gembira, ringan puas, riang, senang, terhibur, bangga, kenikmatan indrawi, takjub, terpesona, puas, rasa terpenuhi, girang, senang sekali, dan mania.

    5. Cinta

    Meliputi penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kasmaran, dan kasih sayang.

    6. Terkejut

    Meliputi terkesiap, takjub, terpana.

    7. Jengkel

    Meliputi hina, jijik, muak, mual, benci, tidak suka, dan mau muntah.

    8. Malu

    Meliputi rasa bersalah, malu hati, kesal hati, menyesal, hina, aib, dan hati hancur lebur.

  • 18 Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

    18 Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

    Secara harfiah, manajemen berasal dari bahasa inggris “Management” yang berarti pengelolaan atau tata laksanaan.

    Sementara menurut KBBI, arti manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.

    Pengertian Manajemen

    Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian sumber daya dan aktivitas dalam suatu organisasi atau bisnis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    Tujuan dari manajemen adalah mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia, seperti manusia, waktu, uang, dan materi, agar organisasi dapat beroperasi secara efisien dan efektif.

    Manajemen melibatkan pengambilan keputusan, alokasi sumber daya, pengelolaan tim dan individu, serta pemantauan hasil untuk memastikan pencapaian tujuan yang diinginkan.

    Ini merupakan fungsi penting dalam mengarahkan, mengkoordinasikan, dan mengawasi berbagai aspek operasional dalam suatu entitas.

    Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian manajemen menurut para ahli.

    1. Sarinah & Mardalena (2017:7)

    Pengertian manajemen adalah suatu proses dalam rangka mencapai tujun dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.

    2. Hery (2018:7)

    Manajemen merupakan proses mengkoordinir kegiatan pekerjaan secara efisien dan efektif, dengan dan melalui orang lain.

    3. Ramdan, T., & Sufyani, M. A. (2019:20)

    Manajemen adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang pengelolaan sumber daya organisasi secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.

    4. Kristiawan dkk (2017)

    Manajemen merupakan ilmu dan seni dalam mengatur, mengendalikan, mengkomunikasikan dan memanfaatkan semua sumber daya yang ada dalam organisasi dengan memanfaatkan fungsi-fungsi manajemen agar organisasi dapat mencapai tujuan secara efektif dan efesien.

    5. Mary Parker Follett dalam bukunya Said (2017:4)

    Manajemen sebagai “the art of getting done through people”. Manajemen sebagai seni untuk mewujudkan tujuan-tujuan organisasi dengan menggunakan seni dalam memimpin untuk mempengaruhi orang lain.

    6. Davidson, dkk dalam bukunya Said (2017:6) dalam (Rustika,2021)

    Manajemen adalah sekumpulan aktivitas untuk menggerakkan sumber daya dalam organisasi yaitu human resources, financial resources, physical resources dan information resources guna mencapai tujuan organisasi dengan efektif dan efisien melalui perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumber daya organisasi.

    7. Afandi (2018:1)

    Manajemen merupakan sekumpulan orang yang memiliki tujuan organisasi yang sama, sehingga dalam proses pencapaiannya melaksanakan fungsi perencanaan, pengorganisasian, kepegaiwaian, kepemimpinan, dan pengawasan dengan memanfaatkan sumber daya yang telah tersedia.

    8. t G. R. Terry (2018:2) yang dialih bahasakan oleh R. Supomo dan Eti Nurhayati

    Manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai 18 sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.

    9. Drs. Oey Liang Lee dalam (Sucahyowati, 2017)

    Definisi manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    10. Lawrence A. Appley dalam (Sucahyowati, 2017)

    Pengertian manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.

    11. Drs. Malayu S.P Hasibuan (2009 : 3)

    Manajemen adalah ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

    12. Robbins dan Coutler (2015)

    Mendefinisikan manajemen melibatkan aktivitas–aktivitas koordinasi dan pengawasan terhadap pekerjaan orang lain sehingga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan secara efisien dan efektif.

    13. Oey Liang Lee dalam Hari Sucahyowati (2017)

    Mendefinisikan manajemen adalah seni ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan dari pada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    14. Ridhotullah dan Jauhar (2015)

    Manajemen merupakan sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui serangkaian kegiatan yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian orang serta sumber daya organisasi lainnya.

    15. Andri Feriyanto dan Endang Shynta Triana (2015)

    Manajemen adalah suatu proses penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam rangka penerapan tujuan dan sebagai kemampuan atau keterampilan orang yang menduduki jabatan manajerial untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan orang lain.

    16. Rusdiana (2014:17)

    Manajemen adalah proses bekerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efektif dan efisien dengan menggunakan orang-orang melalui perencanaan (planning), pengaturan (organizing), kepemimpinan (leading), dan pengendalian (controlling) dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

    17. Ratno Purnomo dan Willy Abdillah (2014:15)

    Manajemen adalah proses kerja dengan menggunakan orang dan sumber daya untuk mencapai tujuan. Manajer yang cakap melakukan hal tersebut dengan efektif dan efisien.

    18. Andrew F. Sikula

    Manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan mengkoordinasikan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien.

  • 15 Pengertian Manajemen Operasional Menurut Para Ahli

    Manajemen Operasional adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian semua kegiatan operasional yang terlibat dalam menjalankan suatu bisnis atau organisasi.

    Tujuan dari manajemen operasional adalah untuk memastikan bahwa semua proses, sumber daya, dan aktivitas berjalan efisien dan efektif guna mencapai tujuan bisnis secara optimal.

    Ini melibatkan pengelolaan aspek-aspek seperti produksi, pengadaan, distribusi, pengendalian kualitas, pengelolaan persediaan, serta proses-proses sehari-hari yang terkait dengan operasi inti suatu organisasi.

    Dengan mengelola operasi dengan baik, perusahaan dapat mengoptimalkan produktivitas, mengurangi biaya, dan meningkatkan kinerja.

    Pengertian Manajemen Operasional Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian manajemen operasional menurut para ahli.

    1. Herjanto (2008)

    Pengertian manajemen operasional adalah suatu proses yang berkesinambungan dan efektif dalam menggunakan fungsi fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.

    2. Heizer dan Rander (2009:4)

    Menyatakan bahwa manajemen operasional ialah sebuah serangkaian kegiatan yang menghasilkan sebuah nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah suatu input menjadi output.

    3. Stevenson (2009:4)

    Menyatakan bahwa manajemen operasional ialah sebuah sistem manajemen atau serangkaian proses dalam suatu pembuatan produk atau penyediaan jasa.

    4. Pontas M. Pardede (2003 : 13)

    Manajemen operasi dan produksi secara umum dapat diartikan sebagai pengarahan dan pengendalian berbagai kegiatan yang mengolah berbagai jenis sumberdaya untuk membuat barangbarang atau jasa tertentu.

    5. Sofjan Assauri (2004 : 12)

    Manajemen produksi dan operasi merupakan proses pencapaian dan pengoptimalisasian sumber-sumber daya untuk memproduksi atau menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang berguna sebagai usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

    6. Richard B Chase (1998)

    Manajemen operasional didefinisikan sebagai desain, operasi dan perbaikan sistem produksi yang menciptakan barang dan jasa utama perusahaan.

    7. Evans dan Collier (2007:5)

    Manajemen Operasional adalah sebuah ilmu dan seni untuk memastikan bahwa suatu barang dan jasa diciptakan dan berhasil dikirim ke suatu pelanggan.

    8.  Daft (2006:216)

    Manajemen Operasional ialah suatu bidang manajemen yang mengkhususkan pada suatu produksi barang, serta menggunakan sebuah alat dan teknik khusus untuk memecahkan masalah produksi.

    9. Prasetya dan Lukiastuti (2011:2)

    Manajemen operasi adalah serangkaian aktivitas yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output. Kegiatan menghasilkan barang dan jasa berlangsung di semua organisasi, baik perusahaan manufaktur maupun jasa.

    10. Wijaya et al dalam (Parinduri et al.,2020:2)

    Dalam pelaksanaan kegiatan produksi perusahaan, diperlukan manajerial yang berguna untuk menerakan keputusan-keputusan dalam upaya pengaturan dan pengkoordinasian penggunaan sumber daya dari kegiatan produksi yang dikenal sebagai manajemen operasional.

    11. Parinduri, dkk (2020:2)

    Definisi manajeman operasional adalah suatu bentuk dari pengelolaan yang menyeluruh dan optimal pada sebuah masalah tenaga kerja, barang, mesin, peralatan, bahan baku, atau produk apapun yang bisa dijadikan sebuah barang atau jasa yang bisa diperjual belikan.

    12. James Evans dan David Collier dalam Ambarwati (2021:10)

    Pengertian manajemen opeasional adalah ilmu dan seni untuk memastikan bahwa barang dan jasa diciptakan dan berhasil dikirim ke pelanggan.

    13. Subagyo dalam Ambarwati (2021:9)

    Manajemen operasional adalah penerapan ilmu manajemen untuk mengatur seluruh kegiatan produksi atau operasional agar dapat dilakukan secara efisien.

    14. Julyanthry et al (2020:7)

    Manajemen operasional secara sederhana dapat diartikan sebagai kegiatan mengelola sumber daya manajemen yaitu mengubah input menjadi output dalam rangka menambah nilai guna suatu barang secara efektif dan efisien.

    15. Rony E. Utama et al (2019:14)

    Manajemen operasional merupakan proses pengambilan keputusan tentang penggunaan sumber daya dari kegiatan produksi dalam rangka menghasilkan barang atau jasa sehingga mencapai sasaran, yaitu tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat mutu, dengan alokasi biaya yang efisien dan efektif.

  • 12 Pengertian Moral Menurut Para Ahli

    12 Pengertian Moral Menurut Para Ahli

    Moral adalah seperangkat nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan norma-norma yang mengatur perilaku dan interaksi antara individu dalam masyarakat.

    Moral mencakup pandangan tentang apa yang benar dan salah, adil dan tidak adil, serta baik dan buruk. Nilai-nilai moral sering kali berakar dalam budaya, agama, dan norma-norma sosial yang ada dalam suatu masyarakat.

    Konsep moral membantu mengarahkan tindakan dan keputusan kita dalam berbagai situasi, serta memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan integritas seseorang.

    Secara etimologis, kata moral berasal dari kata mos dalam bahasa Latin, bentuk jamaknya mores, yang artinya adalah tata-cara atau adat-istiadat.

    Sementara menurut KBBI (1989: 592), moral diartikan sebagai akhlak, budi pekerti, atau susila.

    Pengertian Moral Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian moral menurut para ahli.

    1. Bertenz (2007: 4)

    Menjelaskan definisi arti kata moral berasal dari bahasa latin mos (jamak: mores) yang berarti: kebiasaan, adat. Dalam bahasa Inggris dan bahasa lain, termasuk bahasa Indonesia, kata mores masih dipakai dalam arti yang sama.

    2. Menurut Suseno (1987: 19)

    Kata moral selalu mengacu pada baik-buruknya manusia sebagai manusia.

    3. Darmadi (2009: 50)

    Secara etimologis kata moral berasal dari bahasa latin yaitu “Mores” yang berasal dari suku kata “Mos”. Mores berarti adat-istiadat, kelakuan, tabiat, watak, akhlak, yang kemudian artinya berkembang menjadi sebagai kebiasaan dalam bertingkah laku yang baik.

    4. Widjaja (1985: 154)

    Menyatakan bahwa moral adalah ajaran baik dan buruk tentang perbuatan dan kelakuan (akhlak).

    5. Al-Ghazali (1994: 31)

    Mengemukakan pengertian akhlak, sebagai padanan kata moral, sebagai perangai (watak, tabiat) yang menetap kuat dalam jiwa manusia dan merupakan sumber timbulnya perbuatan tertentu dari dirinya secara mudah dan ringan, tanpa perlu dipikirkan dan direncanakan sebelumnya.

    6. Syahidin (2009 : 239)

    Moral merupakan penjabaran nilai, tapi tidak seoperasional etika.

    7. Daradjat dalam Ernawati (2005 : 21)

    Pengertian moral adalah tata cara, adat istiadat, kebiasaan, akhlak, kelakuan, kesusilaan, berupa nilai yang sebenarnya bagi manuisa yang sesuai dengan ukuran-ukuran (nilai-nilai) masyarakat, yang ditimbulkan dari hati dan bukan paksaan dari luar yang disertai pula oleh rasa tanggung jawab atas kelakuan (tindakan tersebut).

    8. Muhammad (2008 : 69)

    Bahwa nilai moral adalah nilai atau hasil perbuatan yang baik. Dengan demikian, moral merupakan kendali dalam bertingkah laku.

    9. Webster’s New World Dictionary (dalam Maria, 2005: 45)

    Moral dirumuskan sebagai sesuatu yang berkaitan atau ada hubungannya dengan kemampuan menentukan benar salah dan baik buruknya suatu tingkah laku.

    10. Halden dan Richards dalam Sjarkawi (2006:28)

    Merumuskan pengertian moral sebagai suatu kepekaan dalam pikiran, perasaan, dan tindakan dibandingkan dengan tindakan lain yang tidak hanya berupa kepekaan terhadap prinsip dan aturan.

    11. Grinder dalam Budingsih (2001)

    Mengatakan bahwa moral adalah hal-hal yang berhubungan dengan larangan dan tindakan yang
    membicarakan salah atau benar.

    12. Susarno dan Roesminingsih (2015)

    Mengatakan jika moral menunjukkan kepada perbuatan yang baik atau benar ataukah yang baik atau salah, yang berperikemanusiaan atau yang jahat, maka etiket hanya berhubungan dengan soal sopan santun.