Kategori: Menurut Para Ahli

  • 10 Pengertian Kuesioner Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Kuesioner Menurut Para Ahli

    Kuesioner adalah alat atau instrumen penelitian yang berisi serangkaian pertanyaan atau pernyataan yang dirancang untuk mendapatkan informasi atau data dari responden.

    Kuesioner dapat berupa formulir tertulis atau elektronik yang diisi oleh responden dengan menjawab pertanyaan yang disajikan.

    Tujuan membuat kuesioner adalah untuk mengumpulkan data atau informasi yang diperlukan dalam penelitian atau survei, seperti preferensi konsumen, perilaku sosial, opini publik, dan sebagainya.

    Kuesioner dapat digunakan dalam berbagai bidang kuesioner penelitian, seperti bisnis, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

    Kuesioner yang baik harus dirancang dengan seksama dan memiliki pertanyaan kuesioner yang jelas, relevan, dan mudah dipahami oleh responden agar dapat menghasilkan data yang akurat dan bermanfaat.

    Pengertian Kuesioner Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kuesioner menurut para ahli.

    1. Nazir

    Kuesioner atau daftar pertanyaan adalah sebuat set pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian, dan tiap pertanyaan merupakan jawaban-jawaban yang mempunyai makna dalam menguji hipotesis. Daftar pertanyaan tersebut dibuat cukup terperinci dan lengkap.

    2. Suharsimi Arikunto

    Kuesioner/angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna.

    3. Sugiyono (2005:162)

    Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan secara tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

    4. Dewa Ketut Sukardi (1983)

    Mendefinisikan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan pada metode penelitian dengan tidak perlu mendatangkan atau memerlukan kedatangan langsung dari sumber data.

    5. Gault RH

    Arti kuesioner adalah seperangkat pernyataan atau pertanyaan yang ditujukan kepada responden.

    6. Bimo Walgito (1987)

    Definisi kuesioner adalah kumpulan pertanyaan dalam sebuah penelitian yang diwajibkan untuk dijawab oleh target atau responden penelitian.

    7. Kusumah (2011:78)

    Angket atau kuesioner merupakan sekumpulan pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada subjek penelitian untuk dikumpulkannya berbagai informasi yang dibutuhkan dalam penelitian.

    8. Azwar (2009:101)

    Menurutnya, kuesioner adalah bentuk instrumen pengumpulan data yang relatif mudah digunakan dan fleksibel.

    9. Komalasari

    Angket atau yang dikenal pula dengan sebuah kuisioner merupakan alat yang secara garis besar terdiri dari tiga bagian yaitu: judul angket, pengantar yang berisi tujuan, atau petunjuk pengisian angket,dan item-item pertanyaan yang berisi opini atau pendapat dan fakta.

    10. Kamus Besar Bahasa Indonesia

    Kuesioner adalah sebuah alat survei atau riset yang terdiri atas sekumpulan pertanyaan tertulis yang bertujuan untuk mendapatkan respon dari dari kelompok yang dipilih melalui wawancara pribadi atau melalui pos.

  • 25 Pengertian Politik Menurut Para Ahli

    25 Pengertian Politik Menurut Para Ahli

    Politik merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

    Melalui politik, manusia dapat mengatur dan menentukan arah kehidupan bersama, baik dalam hal pemerintahan, kekuasaan, maupun kebijakan publik.

    Politik tidak hanya berbicara tentang kekuasaan, tetapi juga mengenai bagaimana kekuasaan itu diperoleh, digunakan, dan dijalankan demi tercapainya kepentingan bersama.

    Pengertian Politik Menurut Para Ahli

    Sebagai ilmu dan praktik sosial, politik memiliki makna yang luas dan beragam tergantung pada sudut pandang para ahli yang menafsirkannya.

    Ada yang memandang politik sebagai seni memerintah, ada pula yang menekankan politik sebagai upaya untuk mencapai kesejahteraan bersama melalui pengambilan keputusan publik.

    Untuk memahami lebih jauh mengenai hakikat politik, berikut ini disajikan pengertian politik menurut para ahli dari berbagai pandangan dan disiplin ilmu

    1. Aristoteles

    Bahwa arti pengertian politik ialah upaya atau cara untuk memperoleh sesuatu yang dikehendaki.

    2. Joice Mitchel

    Pengertian politik ialah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan akal umum masyarakat seluruhnya.

    3. Prof. Miriam Budhiarjo

    Pengertian politik ialah majemuk kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses memilih dari tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu.

    4. Johan Kaspar Blunchli

    Politik ialah ilmu yang memerhatikan dilema kenegaraan, dengan memperjuangkan pengertian dan pemahaman wacana negara dan keadaannya, sifat-sifat dasarnya dalam banyak sekali bentuk atau manifestasi pembangunannya.

    Menurutnya, politik juga menciptakan konsep-konsep pokok wacana negara (state), kekuasaan (power), pengambilan keputusan (decision marking), akal (policy of beleid), dan pembagian (distribution) atau alokasi (allocation).

    5. Roger F. Soltau

    Definisi politik ialah ilmu yang mempelajari negara, tujuan-tujuan negara, dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan itu.

    6. W.A Robson

    Politik ialah ilmu yang mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup dan hasil-hasil.

    7. Paul Janet

    Pengertian politik ialah Ilmu yang mengatur perkembangan negara begitu juga prinsip-prinsip pemerintahan.

    8. Ibnu Aqil

    Politik ialah hal-hal simpel yang mendekati kemaslahatan bagi insan dan lebih jauh dari kerusakan meskipun tidak digariskan oleh Rasulullah SAW.

    9. Andrew Heywood

    Ia membagi pengertian politik menjadi perkiraan yaitu :Politik sebagai seni pemerintahan – Pengertian politik sebagai seni pemerintahan penerapan kendali di dalam masyarakat lewat pembuatan dan pemberdayaan keputusan kolektif.

    10. Franz Magnis Suseno

    Pengertian politik segala kegiatan insan yang berorientasi kepada masyarakat secara keseluruhan, atau yang berorientasi kepada negara.

    Sebuah keputusan disebut keputusan politik apabila diambil dengan memperhatikan kepentingan masyarakat sebagai keseluruhan. Suatu tindakan harus disebut politis apabila menyangkut masyarakat sebagai keseluruhan.

    11. Sri Sumantri

    Pengertian politik berdasarkan Sri Sumantri ialah pelembagaan dari hubungan antar insan yang dilembagakan dalam banyak sekali tubuh politik, baik suprastruktur politik dan infrastruktur politik.

    12. Harold Laswell

    Arti politik ialah ilmu yang mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan.

    13. Ramlan Surbakti

    Politik ialah proses interaksi antara pemerintah dan masyarakat untuk memilih kebaikan bersama bagi masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu.

    14. F. Isjwara

    Politik ialah salah satu usaha untuk memperoleh kekuasaan atau sebagai teknik menjalankan kekuasaan-kekuasaan.

    15. Carl Schmidt

    Pengertian politik berdasarkan Carl Schmidt ialah suatu dunia yang didalamnya orang-orang lebih menciptakan keputusan-keputusan dari pada lembaga-lembaga abstrak.

    16. Maurice Duverger

    Definisi politik berdasarkan Maurice Duverger ialah kekuasaan, kekuatan seluruh jaringan lembaga-lembaga (institusi) yang mempunyai kaitan dengan otoritas, dalam hal ini suasana didominasi beberapa orang atas orang lain.

    17. Wilbur White

    Arti politik ialah ilmu yang mempelajari asal mula, bentuk-bentuk dan proses-proses Negara dan pemerintah.

    18. Ossip K. Flechteim

    Politik ialah ilmu social yang khusus mempelajari sifat dan tujuan dari Negara sejauh Negara merupakan organisasi kekuasaan, beserta sifat dan tujuan gejala-gejala kekuasaan lain yang tak resmi yang sanggup menghipnotis Negara.

    19. Seely dan Stephen Leacock

    Arti politik ialah ilmu yang harmonis dalam menangani pemerintahan.

    20. Adolf Grabowsky

    Politik ialah menilik Negara dalam keadaan bergerak.

    21. Rod Hague

    Definisi politik ialah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan diantara anggota-anggotanya.

    22. Max Weber

    Pengertian politik berdasarkan Max Weber ialah sarana usaha untuk sama-sama melaksanakan politik atau usaha untuk menghipnotis pendistribusian kekuasaan baik di antara Negara-negara maupun diantara aturan dalam suatu Negara.

    23. Cheppy H.Cahyono

    Politik ialah macam-macam kegiatan dalam system politik atau Negara yang menyangkut proses memilih dan sekaligus melaksanakan tujuan-tujuan sistem tersebut

    24. Gabriel A. Almond

    Bahwa politik adalah kegiatan yang berafiliasi dengan kendali pembuatan keputusan publik dalam masyarakat tertentu di wilayah tertentu, di mana kendali ini disokong lewat instrumen yang sifatnya otoritatif (berwenang secara sah) dan koersif (bersifat memaksa).

    25. Kartini Kartolo

    Pengertian politik berdasarkan Kartini Kartolo ialah acara sikap atau proses yang memakai kekuasaan untuk menegakkan peraturan-peraturan dan keputusan-keputusan yang sah berlaku di tengah masyarakat.

  • 23 Pengertian Informasi Menurut Para Ahli

    23 Pengertian Informasi Menurut Para Ahli

    Informasi memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, terutama di era modern yang serba digital seperti sekarang.

    Melalui informasi, seseorang dapat memahami berbagai peristiwa, mengambil keputusan yang tepat, serta mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.

    Informasi juga menjadi dasar utama dalam proses komunikasi, manajemen, dan pengambilan kebijakan di berbagai bidang, baik pendidikan, pemerintahan, maupun bisnis.

    Pengertian Informasi Menurut Para Ahli

    Secara umum, informasi dapat dipahami sebagai hasil dari pengolahan data yang memberikan arti, makna, dan manfaat bagi penggunanya.

    Namun, setiap ahli memiliki pandangan yang berbeda tergantung pada konteks bidang ilmu yang digunakan, seperti manajemen, sistem informasi, atau komunikasi.

    Untuk memahami lebih jelas makna dan hakikat informasi, berikut ini pengertian informasi menurut para ahli dari berbagai sumber dan perspektif.

    1. Raymond McLeod

    Pengertian informasi berdasarkan Raymond McLeod ialah data yang telah diolah menjadi bentuk yang mempunyai arti bagi si akseptor dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saatu ini atau di masa mendatang.

    2. Jogiyanto HM

    Arti informasi merupakan sebuah hasil dari pengolahan data ke dalam bentuk yang lebih bermanfaat bagi penerimanya yang menggambarkan kejadian-kejadian yang kasatmata untuk dipakai dalam pengambilan keputusan.

    3. Romney dan Steinbart (2009)

    Romney dan Steinbart mendefinisikan arti informasi sebagai data yang telah diproses dan diorganisasikan, sehingga sanggup menawarkan arti atau manfaat bagi orang yang menggunakannya.

    4. George R. Terry

    Pengertian informasi berdasarkan George R. Terry merupakan suatu data penting yang menawarkan pengetahuan yang berkhasiat bagi penerimanya.

    5. Azhar Susanto (2004)

    Menurut Azhar Susanto (2004), definisi informasi ialah suatu hasil pengolahan data yang menawarkan arti dan manfaat bagi penerimanya.

    6. Stephen A. Moscove & Mark G. Simkin

    Dalam buku Accounting Information Systems, pengertian informasi adalah suatu bentuk yang nyata, yang mempunyai nilai manfaat, sehingga sanggup dipakai untuk mengambil keputusan.

    7. Tata Sutabri

    Informasi merupakan sebuah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk dipakai dalam proses pengambilan keputusan.

    8. Jogiyanto HM. (1999)

    Definisi informasi merupakan sebuah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berkhasiat dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang kasatmata yang dipakai untuk pengambilan keputusan.

    9. Gelinas & Dull (2012)

    Dalam bukunya, Gelinas dan Dull menyampaikan bahwa pengertian informasi ialah sebuah data yang disajikan dalam bentuk formulir. Data tersebut mempunyai kegunaan dalam pembuatan atau pengambilan keputusan.

    10. McFadden (1999)

    McFadden dkk mengemukakan pendapat yang mendefinisikan pengertian informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang memakai data tersebut.

    11. George H. Bodnar (2000)

    Menurut George H. Bodnar, pengertian informasi secara umum ialah data yang diolah sehingga sanggup dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat”

    12. Lani Sidharta (1995)

    Pengertian informasi secara singkat ialah data yang disajikan dalam bentuk yang berkhasiat untuk dipakai menciptakan suatu keputusan.

    13. Anton M. Meliono (1990)

    Pengertian informasi berdasarkan Anton M. Meliono ialah data yang telah diproses untuk suatu tujuan tertentu, yakni untuk menghasilkan sebuah keputusan.

    14. Gordon B. Davis (1991)

    Arti informasi ialah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan ketika ini atau mendatang.

    15. Barry E. Cushing

    Informasi ialah suatu hal yang memperlihatkan hasil suatu proses pengolahan data. Hasil pengolahan data tersebut terorganisir dan mempunyai manfaat atau berkhasiat bagi penerimanya.

    16. Drs. The Liang Gie

    Informasi ialah keterangan dari rangkaian kata, gambar, kalimat, dan yang lainnya mengandung pengertian, pengetahuan, dan buah pikir lainnya yang sanggup dipakai dalam pembuatan keputusan sempurna sesuatu apa yang ada pada kenyataan.

    17. Robert N. Anthony & John Dearden

    Pengertian informasi ialah sesuatu yang mempunyai sifat kasatmata dari data sehingga sanggup dipakai dalam menambah suatu pengetahuan bagi penerima.

    18. Firmanzah

    Menurut pendapat dari Firmanzah, pengertian informasi secara umum sanggup didefinisikan sebagai data dan angka yang sudah diberi makna dan nilai.

    19. Burch & Strater

    Menurut Burch dan Strater, informasi didefinisikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan data yang ditujukan untuk menawarkan keterangan atau pengetahuan tertentu mengenai suatu hal.

    20. Joner Hasugian

    Informasi ialah sebuah konsep universal dalam jumlah muatan besar yang mencakup banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekam pada sejumlah media.

    21. Kusrini

    Pengertian informasi ialah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan ketika ni atau mendukung sumber informasi.

    22. Robert G. Murd1ck

    Informasi terdiri atas data yang telah diolah atau diproses, atau sebaliknya yang digunakn untuk tujuan klarifikasi atau penerangan, uraian, atau sebgai sebuah dasar untuk pembuatan ramalan atau pembuaatan keputusan.

    23. Kenneth C. Laudon

    Menurut Kenneth C. Laudon, definisi informasi sanggup diartikan sebagai daya yang telah dibuat menjadi sebuah bentuk yang bermanfaat yang sanggup dipakai oleh manusia.

  • 35 Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli

    35 Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli

    Korupsi adalah tindakan yang melibatkan penyalahgunaan kekuasaan atau jabatan oleh individu atau kelompok dalam rangka mendapatkan keuntungan pribadi atau menguntungkan pihak lain secara ilegal.

    Sementara menurut KBBI, pengertian korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan, organisasi, yayasan, dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

    Tindakan korupsi umumnya terjadi di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, bisnis, dan lembaga publik lainnya.

    Korupsi merugikan masyarakat dan negara secara luas.

    Ketika seseorang yang memiliki kekuasaan atau jabatan memanfaatkannya untuk tujuan pribadi, mereka mengkhianati kepercayaan publik dan merugikan kepentingan umum.

    Alhasil, korupsi dapat menghambat pembangunan ekonomi, merusak lembaga-lembaga negara, dan mempengaruhi kualitas pelayanan publik.

    Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian korupsi menurut para ahli.

    1. Alatas (1987)

    Pengertian korupsi berdasarkan Alatas yaitu pencurian yang melalui penipuan dalam situasi yang mengkhianati kepercayaan.

    Korupsi merupakan wujud perbuatan immoral dari dorongan untuk mendapatkan sesuatu menggunakan metode penipuan dan pencurian.

    Poin penting yang harus anda tahu bahwa nepotisme dan korupsi otogenik itu merupakan bentuk korupsi.

    2. Kusuma (2003)

    Korupsi yaitu pemanfaatan kekuasaan untuk mendapat laba pribadi. Bila anda perhatikan dengan secama definisi korupsi ini maka kolusi, dan nepotisme merupakan kepingan dari korupsi atau bentuk korupsi itu sendiri.

    3. Asyumardi Mazhar

    Pengertian korupsi yaitu aneka macam tindakan gelap dan tidak sah (illicit or illegal activities) untuk mendapatkan laba pribadi atau kelompok.

    4. Guy Benveniste

    Guy Benveniste membagi pengertian korupsi menjadi tiga kepingan yaitu korupsi ilegal (corruption illegal), mercenery corruption dan ideological corruption (korupsi ideologis).

    5. Nurdjana (1990)

    Pengertian Korupsi Menurut Nurdjana, korupsi berasal dari bahasa Yunani yaitu “corruptio” yang berarti perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, sanggup disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama materiil, mental dan hukum.

    6. Agus Mulya Karsona (2011 :23)

    Mendefinisikan korupsi sebagai sesuatu perbuatan yang busuk, jahat, dan merusak yang menyangkut perbuatan yang bersifat amoral, sifat dan keadaan yang busuk, menyangkut jabatan instansi atau aparatur pemerintah, penyelewengan kekuasaana dalam jabatan lantaran pemberian, menyangkut factor ekonomi dan politik dan penempatan keluarga atau golongan ke dalam kedinasaan di bawah kekuasan jabatan.

    7. Haryatmoko

    Korupsi yaitu upaya campur tangan menggunakan kemampuan yang didapat dari posisinya untuk menyalahgunakan informasi, keputusan, pengaruh, uang atau kekayaan demi kepentingan laba dirinya.

    8. Brooks

    Menurut Brooks, korupsi yaitu dengan sengaja melaksanakan kesalahan atau melalaikan kiprah yang diketahui sebagai kewajiban, atau tanpa laba yang sedikit banyak bersifat pribadi.

    9. Poerwadarminta

    Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia ia menyimpulkan bahwa korupsi ialah perbuatan yang jelek ibarat penggelapan uang, penerimaan uang sogok dan sebagainya.

    10. Soedarsono

    Ia menyimpulkan bahwa korupsi yaitu penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan sebagai daerah seseorang bekerja untuk kepentingan pribadi atau orang lain.

    11. Kartono (1983)

    Arti Korupsi Menurut Kartono yaitu tingkat laris individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk laba pribadi, dan atau merugikan kepentingan umum dan negara.

    12. Robert Klitgaard

    Korupsi yaitu suatu tingkah laris yang meyimpang dari tugas-tugas resmi jabatannya dalam negara, dimana untuk memperoleh laba status atau uang yang menyangkut diri pribadi (perorangan, keluarga dekat, kelompok sendiri), atau melanggar aturan pelaksanaan yang menyangkut tingkah laris pribadi. Pengertian korupsi yang diungkapkan oleh Robert yaitu korupsi dilihat dari perspektif manajemen negara.

    13. Nathaniel H. Left

    Pengertian Korupsi yaitu suatu cara diluar aturan yang dipakai oleh perseorangan atau golongan-golongan untuk mensugesti tindakan-tindakan birokrasi.

    14. Jose Veloso Abueva

    Korupsi yaitu mempergunakan kekayaan negara (biasanya uang, barang-barang milik negara atau kesempatan) untuk memperkaya diri.

    15. Juniadi Suwartojo (1997)

    Definisi Korupsi Menurut Juniadi Suwartojo yaitu tingkah laris atau tindakan seseorang atau lebih yang melanggar norma-norma yang berlaku dengan menggunakan dan/atau menyalahgunakan kekuasaan atau kesempatan melalui proses pengadaan, penetapan pungutan penerimaan atau pemberian akomodasi atau jasa lainnya yang dilakukan pada acara penerimaan dan/atau pengeluaran uang atau kekayaan, penyimpanan uang atau kekayaan serta dalam perizinan dan/atau jasa lainnya dengan tujuan laba pribadi atau golongannya sehing pribadi atau tidak pribadi merugikan kepentingan dan/atau keuangan negara/masyarakat.

    16. Philip

    Pengertian Korupsi yaitu tingkah laris dan tindakan seseorang pejabat publik yang menyimpang dari tugas-tugas publik formal untuk mendapatkan laba pribadi, atau laba bagi orang yang tertentu yang berkaitan erat dengan pelaku korupsi ibarat keluarga koruptor, karib kerabat koruptor, dan teman koruptor.

    17. Jeremy Pope (2002)

    Bahwa korupsi sebagai penyalahgunaan kekuasaan dan kepercayaan untuk kepentingan pribadi atau sikap tidak memathui prinsip mempertahankan jarak (keeping distance).

    Dalam artian dalam mengambil keputusan (decision making) di bidang ekonomi, apakah ini dilakukan oleh perorangan di sektor swasta atau oleh pejabat publik (elite) , korelasi pribadi (personal relationship) atau keluarga tidak memainkan peranan.

    Dalam pengertian korupsi oleh Jeremy pope ditekankan bahwa korupsi disebabkan oleh lantaran seseorang lalai dalam wacana mempertahankan jarak.

    18. Anwar (2006:10)

    Pengertian Korupsi Menurut Anwar yaitu penyalahgunaan amanah untuk kepentingan pribadi.

    19. Mohtar Mas’oed (1994)

    Korupsi yaitu sikap yang menyimpang dari kewajiban formal suatu jabatan publik lantaran kehendak untuk memperoleh laba hemat atau status bagi diri sendiri, keluarga erat atau klik.

    20. Alfiler (1986)

    Pengertian Korupsi Menurut Alfiler yang disebut sebagai korupsi birokrasi yaitu sebagai suatu sikap yang dirancang yang tolong-menolong merupakan suatu sikap yang menyimpang dari norma-norma yang dibutuhkan yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan imbalan material atau penghargaan lainnya.

    21. Prof R.Subekti, SH. dan Tjitrosudibio

    Pengertian Korupsi Menurut Prof R.Subekti, SH. dan Tjitrosudibio yaitu perbuatan curang tindakan pidana yang sanggup menciptakan rugi keuangan negara dan perusahaan.

    22. Prof. Subekti

    Arti korupsi yaitu suatu tindakan perdana yang memperkaya diri yang secara pribadi merugikan negara atau perekenomian negara.

    23. Jacob Van Klaveren

    Definisi Korupsi Menurut yaitu suatu hal apabila seorang abdi negara (pegawai negeri) yang berjiwa korup menganggap kantor/instansinya sebagai perusahaan dagang, sehingga dalam pekerjaanya diusahakan pendapatannya akan diusahakan semaksimal mungkin.

    24. Huntington (1968)

    Pengertian Korupsi Menurut Huntington yaitu sikap pejabat publik yang menyimpang dari norma-norma yang diterima oleh masyarakat, dan sikap menyimpang ini ditujukan dalam rangka memenuhi kepentingan pribadi.

    25. Dr. Kartini Kartono

    Korupsi yaitu tingkah laris yang menggunakan jabawan dan wewenang guna mengeruk laba pribadi, merugikan kepentingan umum.

    26. Nye, J.S (1967)

    Pengertian Korupsi Menurut Nye, J.S dalam Corruption and political development yaitu sebagai sikap yang menyimpang dari aturan etis formal yang menyangkut tindakan seseorang dalam posisi otoritas publik yang disebabkan oleh motif pertimbangan pribadi, ibarat kekayaan, kekuasaan dan status.

    27. Montesquieu

    Bahwa suatu proses yang disfungsional par execellence dimana suatu sistem politik menjelma sistem yang buruk. Contohnya, suatu monarki menjelma despotisme (Hasibuan).

    28. Rousseau

    Menjelaskan bahwa korupsi disebabkan oleh sistem politik yang salah.

    29. Waterbury (1976)

    Dua pengertian korupsi diajukan oleh Waterbury dalam Corruption, Political stability and development bahwa pengertian korupsi berdasarkan aturan dan pengertian korupsi berdasarkan norma.

    Pengertian korupsi dalam aturan yaitu tingkah laris yang mengurus kepentingan sendiri dengan merugikan orang lain oleh pejabat pemerintah yang pribadi melanggar batas batas aturan atas tingkah laris tersebut.

    Pengertian korupsi berdasarkan norma ialah apabila aturan dilanggar oleh pelaku korupsi ibarat pejabat yang menyalahgunakan kekuasaannya dalam prosesnya. Dalam negara tertentu, dua pengertian korupsi ini disamakan.

    30. Gunnar Myrdal

    Pengertian korupsi yaitu suatu dilema dalam pemerintahan lantaran kebiasaan melaksanakan penyuapan dan ketidakjujuran membuka jalan membongkar korupsi dan tindakan-tindakan penghukuman terhadap pelanggar. Tindakan pemberantasan korupsi biasanya dijadikan pembenar utama terhadap KUP Militer.

    31. Gunnar Myrdal

    Korupsi yaitu suatu dilema dalam pemerintahan lantaran kebiasaan melaksanakan penyuapan dan ketidakjujuran membuka jalan membongkar korupsi dan tindakan-tindakan penghukuman terhadap pelanggar. Tindakan pemberantasan korupsi biasanya dijadikan pembenar utama terhadap KUP Militer.

    32. Syeh Hussein Alatas

    Mengemukan pengertian korupsi, berdasarkan dia korupsi ialah subordinasi kepentingan umum di bawah kepentingan pribadi yang meliputi pelanggaran norma, kiprah dan kesejahteraan umum, yang dilakukan dengan kerahasian, penghianatan, penipuan dan kemasabodohan akan akhir yang diderita oleh rakyat.

    33. S. Hornby

    Definisi Korupsi Menurut S.Hornby yaitu suatu pemberian atau penawaran dan penerimaah hadian berupa suap, serta kebusukan atau keburukan.

    34. Henry Campbell Black

    Pengertian Korupsi yaitu suatu perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menunjukkan suatu laba yang tidak sesuai dengan kewajiban resmi dan hak-hak dari pihak lain.

    35. Fockema Andreae

    Kata “korupsi” berasal dari bahasa latin yaitu “corruptio atau corruptus“. Namun kata “corruptio” itu berasal pula dari kata asal “corrumpere“, yaitu suatu kata dalam bahasa latin yang lebih tua.

    Dari bahasa latin ini kemudian turun ke banyak bahasa Eropa ibarat Inggris yaitu corruption, Prancis yaitu corruption, Belanda yaitu corruptie.

    Dari bahasa Belanda inilah yang kemudian turun ke bahasa Indonesia, sehingga menjadi korupsi.

  • 30 Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

    30 Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

    Investasi menjadi salah satu topik yang kian relevan dalam kehidupan modern.

    Tak hanya menjadi strategi bagi para pelaku bisnis besar, namun juga sudah menjadi bagian dari perencanaan keuangan pribadi.

    Baik itu investasi dalam bentuk saham, properti, maupun aset digital, semuanya bertujuan sama: menciptakan nilai tambah di masa depan.

    Namun sebelum terlalu jauh memahami strategi dan instrumennya, ada baiknya memahami terlebih dahulu apa sebenarnya makna investasi itu sendiri.

    Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

    Di bawah ini tersaji beragam pengertian investasi dari para pakar yang dapat memberikan pemahaman menyeluruh tentang makna sesungguhnya dari aktivitas ekonomi ini.

    1. Menurut Haming dan Basalamah

    Definisi investasi ialah pengeluaran pada ketika kini untuk membeli aktiva real (tanah, rumah, mobil, dan lain-lain) atau juga aktiva keuangan mempunyai tujuan untuk mendapat penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang.

    2. Salim HS dan Budi Sutrisno

    Menurut Salim HS dan Budi Sutrisno, pengertian investasi yakni acara penanaman modal oleh investor, baik investor lokal maupun investor abnormal dalam aneka macam jenis bidang perjuangan yang terbuka untuk investasi.

    3. Mulyadi

    Pengertian investasi berdasarkan Mulyadi merupakan pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapat hasil keuntungan di masa yang akan datang

    4. Sophar Lumbantoruan

    Menurut teori dan pendapat Sophar Lumbantoruan (1996), pengertian investasi yakni penyertaan modal pada perusahaan lain.

    5. Sadono Sukirno

    Arti investasi berdasarkan Sadono Sukirno merupakan sebuah pengeluaran atau pembelanjaan penanam-penanam suatu modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan juga perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan juga jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian.

    6. Boediono

    Pengertian investasi berdasarkan Boediono yakni pengeluaran oleh sektor produsen (swasta) untuk pembelian barang dan jasa untuk menambah stok yang digunakan atau untuk ekspansi pabrik.

    7. James C. Van Horn

    Pengertian investasi yakni kegiatan yang dilangsungkan ialah dengan memanfaatkan kas pada kini ini, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil barang di masa yang akan datang.

    8. Fitz Gerald

    Menurut teori Fitz Gerald, pengertian yakni acara yang berkaitan dengan perjuangan penarikan sumber-sumber untuk yang digunakan untuk mengadakan suatu barang. Dari modal itulah maka akan dihasilkan anutan produk gres di masa yang akan datang.

    9. Henry Simamora

    Investasi yakni suatu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk menambahkan atau pertumbuhan kekayaannya melalui distribusi hasil investasi (misal pedapatan bunga, royalty, deviden, pendapatan sewa dan lain-lain), untuk apresiasi nilai investasi, atau juga untuk manfaat lain bagi suatu perusahaan yang berinvestasi,yang menyerupai manfaat yang diperoleh melalui hubungan dagang.

    10. Tandelilin

    Pengertian investasi berdasarkan Tandelilin (2010) yakni janji atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada ketika ini, dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa datang.

    11. Husnan

    Pengertian investasi berdasarkan Husnan (1996) yakni suatu rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber daya, baik proyek raksasa ataupun proyek kecil untuk memperoleh manfaat pada masa yang akan datang.

    12. Martono dan D.Agus Marjito

    Arti investasi berdasarkan Martono dan D.Agus Marjito (2002) yakni penanaman dana yang dilakukan oleh suatu perusahaan kedalam suatu asset (aktiva) dengan keinginan memperoleh pendapatan dimasa yang akan datang.

    13. Farid Harianto dan Siswanto Sudomo

    Pengertian investasi berdasarkan Farid Harianto dan Siswanto Sudomo (1998) yakni suatu kegiatan menempatkan dana pada suatu atau lebih daru sati aset selama periode tertentu dengan keinginan sanggup memperoleh penghasilan dan atau peningkatan investasi.

    14. Sunariyah

    Investasi yakni penanaman modal untuk satu ataupun lebih aktiva yang dimiliki dan juga biasanya berjangka waktu usang dengan keinginan untuk mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.

    15. Sutha

    Pengertian investasi berdasarkan Sutha (2000) yakni penempatan sejumlah dana dengan keinginan sanggup memelihara, menaikkan nilai, atau menunjukkan return yang positif.

    16. Nanga

    Definisi investasi berdasarkan Nanga (2011) yakni pelengkap higienis terhadap stok kapital yang ada atau bisa juga disebut akumulasi modal

    17. Martalena dan Malinda

    Pengertian investasi berdasarkan Martalena dan Malinda (2011) yakni bentuk penundaan konsumsi di masa kini untuk memperleh konsumsi di masa yang akan datang, dimana didalamnya terkandung unsur risiko ketidakpastian sehingga dibutuhkan kompensasi atas penundaan tersebut.

    18. Jogiyanto

    Pengertian investasi berdasarkan pendapat Jogiyanto di tahun 2010 yakni penundaan konsumsi kini untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama periode waktu tertentu.

    19. Gitman dan Joehnk

    Pengertian investasi yakni suatu sarana dimana dana sanggup ditempatkan dengan keinginan hal tersebut akan menghasilkan pendapatan positif dan/atau menjaga atau meningkatkan nilainya.

    20. Webster

    Pengertian investasi berdasarkan Webster (1999) merupakan penanaman uang dengan keinginan mendapat hasil dan nilai tambah.

    21. Mankiw

    Pengertian investasi berdasarkan Mankiw yakni barang-barang yang dibeli oleh individu ataupun perusahaan untuk menambah persediaan modal mereka.

    22. Deliarnov

    Arti investasi berdasarkan Deliarnov (1995) yakni pengeluaran secara keseluruhan yang meliputi pengeluaran untuk membeli materi baku atau material, mesin-mesin dan peralatan pabrik serta semua modal lain yang diharapkan dalam proses produksi, pengeluaran untuk keperluang bangungan kantor, bangunan kawasan tinggal karyawan dan bangunan konstruksi lainnya, juga perubahan nilai stok atau barang cadangan sebagai akhir dari perubahan jumlah dan harga.

    23. Kamarauddin

    Pengertian investasi berdasarkan Kamarauddin yakni suatu tindakan untuk membeli saham, obligasi atau surat penyertaan lainnya. Bisa juga diartikan sebagai tindakan untuk membeli barang-barang modal atau pemanfaatan dana yang tersedia untuk dipergunakan dalam produksi dengna pendapatan di masa yang akan datang.

    24. M. Suparmoko

    Pengertian investasi berdasarkan M. Suparmoko yakni pengeluaran yang ditujukan untuk menambah atau mempertahankan persediaan kapital (capital stock).

    25. Ensiklopedia Indonesia

    Pengertian investasi berdasarkan Ensiklopedia Indonesia yakni penanaman modal atau penanaman uang dalam proses produksi dengan membeli gedung-gedung, mesin-mesing, bahan-bahan cadangan, penyelenggaraan uang kas serta perkembangannya.

    26. Lypsey

    Pengertian investasi berdasarkan Lypsey (1997) yakni pengeluaran barang yang tidak dikonsumsi ketika ini dimana berdasarkan periode waktunya, investasi terbagi menjadi tiga diantaranya yakni investasi jangka pendek, investasi jangkan menengah, dan investasi jangka panjang.

    27. Kasmir dan Jakfar

    Arti investasi berdasarkan Kasmir dan Jakfar (2012) yakni penanaman modal dalam suatu kegiatan yang mempunyai jangka waktu relatif panjang dalam aneka macam bidan usaha. Penanaman modal yang ditanaman dalam artian sempit berupa proyek tertentu baik yang bersifat fisik ataupun non fisik, menyerupai proyek pendirian pabrik, jalan, jembatan, pembangunan gedung dan proyek penelitian, dan pengembangan.

    28. Sudono

    Menurut Sudono, definisi investasi adalah pengeluaran-pengeluaran untuk membeli barang modal dan sebuah peralatan produksi yang bertujuan untuk mengganti dan menambah suatu barang-barang modal dalam suatu perekonomian yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa di masa depan.

    29. PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)

    Dalam Standar Akuntansi Keuangan per 1 Oktober 2004 pengertian investasi berdasarkan PSAK yakni suatu aktiva yang digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan (acceration of wealth) melalui distribusi hasil investasi (seperti bunga, royalti, dividen dan uang sewa), untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi menyerupai manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan.

    30. Sumanto (2006)

    Investasi merupakan komitmen sejumlah dana suatu periode untuk mendapatkan pendapatan yang diharapkan di masa yang akan datang sebagai kompensasi unit yang diinvestasikan

  • 8 Pengertian Debat Menurut Para Ahli

    8 Pengertian Debat Menurut Para Ahli

    Debat merupakan salah satu bentuk komunikasi lisan yang digunakan untuk mempertahankan pendapat melalui pertukaran argumen secara terstruktur.

    Dalam kegiatan debat, setiap pihak berupaya menyampaikan alasan logis untuk meyakinkan pihak lawan atau audiens.

    Pengertian Debat Menurut Para Ahli

    Berikut ini beberapa pengertian debat menurut para ahli:

    1. Asidi Dipodjojo (Komunikasi Lisan 1982 : 59)

    Debat adalah proses komuunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat. Setiap pihak yang berpendapat akan Menyatakan argumen dan memberikan alasan dengan cara tertentu agar pihak lawan berdebat atau pihak lain yang mendengarkan perdebatan itu yakin dan berpihak kepadanya.

    2. KBBI 2002 : 242

    Debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasa untuk mempertahankan pendapat masing – masing.

    3. G. Sukadi

    Debat pada hakikatnya saling adu argumentasi antarpribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.

    4. Guntur Tarigan (Retorika 1990 : 120)

    Debat pada hakikatnya adalah saling adu argumentasi antarpribadi atau antarkelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan suatu pihak.

    5. Menurut Dori Wuwur (1990)

    Menurut Dori Wuwur dalam buku Retorika (1990), definisi debat adalah saling berkelahi argumentasi antar eksklusif atau antar kelompok insan dengan tujuan mencapai kemenangan untuk satu pihak.

    6. Menurut Kamdhi (1995)

    Arti debat berdasarkan Kamdhi yaitu suatu pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu pokok persoalan dimana masing-masing akseptor memperlihatkan alasan untuk mempertahankan pendapatnya.

    7. Menurut Ensiklopedia

    Pengertian debat berdasarkan Ensiklopedia yaitu aktivitas berkelahi argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok dalam mendiskusikan dan tetapkan persoalan dan perbedaan.

    8. Menurut Wikipedia

    Debat adalah kegiatan berkelahi argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan tetapkan persoalan dan perbedaan.

  • 30 Pengertian Sistem Menurut Para Ahli

    30 Pengertian Sistem Menurut Para Ahli

    Sistem berasal dari bahasa Latin systēma atau bahasa Yunani sustēma yang berarti suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi.

    Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak.

    Menurut KBBI, sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas pencernaan makanan, pernapasan, dan peredaran darah di tubuh.

    Susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dsb. Contoh: pemerintahan negara (demokrasi, totaliter, parlementer, dsb); Metode. Contoh: pendidikan (klasikal, individual, dsb)

    1. C.W. Churchman

    Sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan dengan selaras dan harmonis untuk melaksanakan seperangkat pada tujuan.

    2. L. James Havery

    Sistem merupakan prosedur logis dan rasional guna melakukan atau merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu sama lain.

    3. Henry Prat Fairchild dan Eric Kohler

    Sistem adalah sebuah rangkaian yang saling terkait antara beberapa bagian dari yang terkecil, jika suatu bagian/sub bagian terganggu, maka bagian yang lainnya ikut merasakan ketergangguan tersebut.

    4. Musanef

    Sistem adalah suatu sarana yang menguasai pekerjaan dan keadaan agar mampu menjalankan tugas dengan teratur.

    5. Gordon B. Davis

    Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran dan maksud.

    6. Poerwadarminta

    Sistem adalah sekelompok bagian-bagian berupa alat dan lain sebagainya yang bekerja sama untuk melaksanakan tujuan tertentu.

    7. Salisbury

    Sistem adalah sekelompok bagian atau komponen-komponen yang bekerja sama sebagai suatu kesatuan fungsi.

    8. Murdick, R. G

    Sistem adalah seperangkat elemen-elemen yang membentuk suatu kumpulan dari berbagai prosedur atau berbagai bagan pengolahan untuk mencari sebuah tujuan bersama dengan cara mengoperasikan data maupun barang untuk menghasilkan suatu informasi.

    9. John Mc Manama

    Sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efisien.

    10. Davis, G. B

    Sistem adalah sekumpulan elemen yang beroperasi secara bersama untuk menyelesaikan dan mencapai sasaran tertentu.

    11. A. Hall dan R. Fagen

    Sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan diantara objek tersebut serta hubungan antara sifat yang mereka miliki.

    12. Ludwig Von Bartalanfy

    Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

    13. Colin Cherry

    Sistem adalah suatu keseluruhan yang dibentuk dari banyak bagian dari berbagai macam sifat.

    14 Indrajid

    Sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.

    15. Prajudi

    Sistem adalah suatu jaringan dari prosedur-prosedur yang berkaitan satu sama lain menurut skema atau pola yang bulat untuk menggerakkan suatu fungsi utama.

    16. Sumantri

    Sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang bekerja bersama-sama untuk melakukan suatu maksud.

    17. Andri Kristanto

    Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

    18. Inu Kencana Syafie

    Sistem adalah kesatuan yang utuh dari sesuatu rangkaian yang terikat satu dengan yang lainnya.

    19. Pilecki

    Sistem adalah sekumpulan objek dan menghubungkan objek itu dengan atributnya atau dengan kata lain, sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah bagian-bagian, atribut dari bagian dan hubungan antara bagian dengan atribut.

    20. J.C. Hinggins

    Sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.

    21. Anatol Raporot

    Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.

    22. Robert Allen dan Mark Victor Hansen

    Sistem adalah prosedur yang terorganisir dan mapan yang membuahkan hasil.

    23. Edgar F. Huse dan James L. Bowdict

    Sistem merupakan suatu seri atau rangkaian beberapa bagian yang berhubungan dan bergantung sedemikian rupa, hingga menimbulkan interaksi dan saling pengaruh.

    24. O’brien

    Sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam transformasi yang teratur.

    25. Bertalanffy

    Sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.

    26. Djekky R. Djoht

    Sistem adalah agregasi atau pengelompokan objek-objek yang dipersatukan oleh beberapa bentuk interaksi yang tetap atau saling tergantung, sekelompok unit yang berbeda, yang dikombinasikan sedemikian rupa oleh alam atau oleh seni sehingga membentuk suatu keseluruhan yang integral dan berfungsi, beroperasi, atau bergerak dalam satu kesatuan.

    27. L. Ackof

    Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

    28. Jogianto

    Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

    29. Azhar Susanto

    Sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.

    30. Zulkufli A.M.

    Sistem adalah himpunan suatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, dan saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.

  • 10 Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

    Sejarah merupakan salah satu bidang ilmu yang mempelajari peristiwa dan kejadian yang telah terjadi pada masa lalu.

    Berbagai pandangan dari para ahli menekankan bahwa sejarah bukan sekadar catatan peristiwa, tetapi juga sarana untuk memahami perubahan, perkembangan, dan interaksi manusia dalam kehidupan sosial, politik, budaya, maupun ekonomi.

    Pemahaman sejarah membantu kita melihat bagaimana keputusan, tindakan, dan peristiwa di masa lalu membentuk kondisi saat ini, sekaligus memberi pelajaran untuk masa depan.

    Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

    Berikut ini pengertian sejarah menurut beberapa ahli beserta pandangan mereka tentang makna dan fungsi sejarah dalam kehidupan manusia

    1. Heredotus (484-425 SM)

    Heredotus mendefinisikan sejarah bukan berkembang dan bergerak lurus kedepan dengan tujuan yang pasti, akan tetapi bergerak melingkar yang tinggi dan rendahnya lingkaran disebabkan oleh keadaan manusia itu sendiri.

    2. Ibnu Khaidun (1332-1406 M)

    Ibnu Khaidun mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang manusia dan peradabannya dengan seluruh proses perubahan secara nyata dengan segala sebab dan akibatnya.

    3. R.G Colling Wood (1889-1943)

    R.G Colling Wood mendefinisikan sejarah sebagai penyelidikan tentang hal-hal yang telah dilakukan manusia pada masa yang lampau.

    4. Muhammad Yamin (1903-1962)

    Muhammad Yamin mendefinisikan sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan dari berbagai peristiwa yang dapat dibuktikan.

    Dengan demikian sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang didalamnya mempelajari berbagai peristiwa atau kejadian penting yang telah terjadi dalam kehidupan manusia pada masa lalu yang bisa dibuktikan.

    5. Sartono Kartohardjo (1921-2007 M)

    Sartono Kartohardjo mendefinisikan sejarah pada hakikatnya dibatasi oleh dua hal, yakni sejarah dalam arti objektif dan subjektif.

    Sejarah objektif adalah sejarah yang menunjukkan kejadian atau peristiwa itu sendiri.

    Sedangkan sejarah subjektif adalah sejarah yang dipengaruhi oleh emosi dan pikiran sejarawan atau penulis sejarah tentang suatu peristiwa.

    6. R Mohammad Ali

    R Mohammad Ali mendefinisikan sejarah sebagai berikut dibawah ini :

    • Sejarah adalah keseluruhan perubahan, kejadian, peristiwa dan kenyataan yang memang benar-benar terjadi disekitar kita.
    • Sejarah merupakan cerita tentang perubahan-perubahan itu sendiri.
    • Sejarah yaitu ilmu yang menyelidiki tentang perubahan-perubahan peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

    7. I Gede Widja (1989: 9)

    Sejarah menurut Widja adalah suatu studi yang telah dialami manusia diwaktu lampau dan telah meninggalkan jejak diwaktu sekarang, di mana tekanan perhatian diletakkan, terutama dalam pada aspek peristiwa sendiri.

    Dalam hal ini terutama pada hal yang bersifat khusus dan segi-segi urutan perkembangannya yang disusun dalam cerita sejarah.

    8. Gazalba (1981: 13)

    Sejarah menurut Sidi Gazalba adalah gambaran masa lalu tentang manusia dan sekitarnya sebagai makhluk sosial yang disusun secara ilmiah dan lengkap, meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan, yang memberi pengertian tentang apa yang telah berlalu.

    9. J. Bank

    Berpendapat bahwa Sejarah merupakan semua kejadian atau peristiwa masa lalu. Sejarah untuk memahami perilaku masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

    10. Henry Steele Commager

    Berpendapat bahwa Sejarah merupakan rekaman keseluruhan masa lampau, kesusatraan, hukum, bangunan, pranata sosial, agama, filsafat.

  • 10 Pengertian Kalimat Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Kalimat Menurut Para Ahli

    Kalimat adalah unit bahasa yang terdiri dari satu atau lebih kata yang disusun sedemikian rupa sehingga memiliki makna atau informasi yang dapat dipahami.

    Kalimat memiliki struktur yang terdiri dari subjek, predikat, dan objek atau keterangan.

    Subjek adalah orang, benda, atau hal yang menjadi topik pembicaraan dalam kalimat, sedangkan predikat adalah kata kerja atau frasa yang menyatakan tindakan atau keadaan subjek.

    Objek atau keterangan adalah unsur yang menerangkan lebih lanjut tentang subjek atau predikat.

    Pengertian Kalimat Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah pengertian kalimat menurut para ahli.

    1. Dardjowidojo (1988: 254)

    Menyatakan bahwa kalimat ialah bagian terkecil dari suatu ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan.

    2. Slametmuljana (1969)

    Menjelaskan kalimat sebagai keseluruhan pemakaian kata yang berlagu, disusun menurut sistem bahasa yang bersangkutan; mungkin yang dipakai hanya satu kata, mungkin lebih.

    3. Kridalaksana (2001:92)

    Mengungkapkan kalimat sebagai satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa; klausa bebas yang menjadi bagian kognitif percakapan; satuan proposisi yang merupakan gabungan klausa atau merupakan satu klausa, yang membentuk satuan bebas; jawaban minimal, seruan, salam, dan sebagainya.

    4. Badudu (1994: 3-4)

    Mengungkapkan bahwa sebagai sebuah satuan, kalimat memiliki dimensi bentuk dan dimensi isi. Kalimat harus memenuhi kesatuan bentuk sebab kesatuan bentuk itulah yang menjadikan kesatuan arti kalimat.

    Kalimat yang yang strukturnya benar tentu memiliki kesatuan bentuk sekaligus kesatuan arti. Wujud struktur kalimat adalah rangkaian kata-kata yang disusun berdasarkan aturan-aturan tata kalimat.

    Isi suatu kalimat adalah gagasan yang dibangun oleh rangkaian konsep yang terkandung dalam kata-kata. Jadi, kalimat (yang baik) selalu memiliki struktur yang jelas.

    Setiap unsur yang terdapat di dalamnya harus menempati posisi yang jelas. Setiap unsur yang terdapat di dalamnya harus menempati posisi yang jelas dalam hubungan satu sama lain. Kata-kata itu diurutkan menurut aturan tata kalimat.

    5. Dardjowidjojo (1988:29)

    Menjelaskan bahwa kalimat umumnya berwujud rentetan kata yang disusun sesuai dengan kaidah yang berlaku. Setiap kata termasuk kelas kata atau kategori kata, dan mempunyai fungsi dalam kalimat.

    Pengurutan rentetan kata serta macam kata yang dipakai dalam kalimat menentukan pula macam kalimat yang dihasilkan.

    6. Gorys Keraf

    Gorys Keraf mengemukakan bahwa kalimat adalah bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan. Sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap.

    7. Fachruddin A.E

    Mendefinisikan bahwa kalimat adalah kelompok kata yang mempunyai arti tertentu, terdiri atas subjek dan predikat dan tidak tergantung pada suatu konstruksi gramatikal yang lebih besar.

    8. Sultan Takdir Alisyahbana

    Menjelaskan bahwa kalimat adalah kumpulan kata-kata yang terkecil yang mengandung pikiran lengkap.

    9. Alwi dkk (2000:311)

    Kalimat adalah dalam wujud tulisan, kalimat di ucapkan dalam suara naik-turun dan keras-lembut di sela jeda, di akhiri intonasi akhir yang di ikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan, baik asimilasi bunyi maupun proses fonologis lainnya.

    10. Oxford

    Kalimat adalah Seperangkat kata yang lengkap dengan sendirinya, biasanya berisi subjek dan predikat, menyampaikan pernyataan, pertanyaan, seru, atau perintah, dan terdiri dari klausa utama dan kadang-kadang satu atau lebih klausa subordinat.

  • 8 Fungsi Bahasa Menurut Para Ahli

    8 Fungsi Bahasa Menurut Para Ahli

    Bahasa merupakan salah satu anugerah paling berharga dalam kehidupan manusia. Tanpa bahasa, komunikasi yang efektif akan sangat sulit dilakukan, bahkan hampir mustahil.

    Bahasa bukan sekadar alat tukar informasi, tetapi juga mencerminkan pikiran, perasaan, dan budaya suatu masyarakat.

    Fungsi Bahasa Menurut Para Ahli

    Oleh karena itu, tidak mengherankan jika para ahli bahasa dari berbagai disiplin ilmu telah banyak mengkaji fungsi bahasa dalam kehidupan manusia.

    Fungsi bahasa sangat beragam, tergantung dari sudut pandang dan pendekatan yang digunakan oleh masing-masing ahli.

    1. H. A. K. Halliday

    H. A. K. Halliday dalam bukunya Exploration Of The Function Of Language menyebutkan terdapat tujuh fungsi bahasa sebagai berikut:

    1. Bahasa memerankan fungsi instrumental, yang berarti bahwa bahasa itu merupakan penyebab terjadinya suatu peristiwa. Fungsi ini dapat terlihat jelas pada pemakaian bahasa ketika seseorang memerintah, baik secara langsung maupun tidak.

    2. Bahasa memerankan fungsi untuk mengatur dan mengendalikan berbagai peristiwa. Fungsi ini disebut dengan the regulatory function yang merupakan fungsi untuk mengatur dan mengendalikan orang lain atau untuk menyetir orang lain. Bahasa hukum yang memuat pasal-pasal beserta kandungannya merupakan contoh fungsi bahasa yang berkaitan dengan the regulatory system.

    3. Bahasa juga berfungsi untuk membuat pernyataan, menyampaikan fakta-fakta, pengetahuan, menjelaskan atau menggambarkan realitas yang sebenarnya. Tugas ini disebut the representational function.

    4. Bahasa berfungsi sebagai the interactional function. Artinya, bahwa bahasa bermanfaat untuk melanggengkan komunikasi atau hubungan antar sesama. Agar komunikasi berjalan dengan lancar, maka diperlukan pengetahuan mengenai logat, bahasa, jargon, lelucon, cerita rakyat, adat istiadat dan lain-lain.

    5. Bahasa melakukan fungsi the personal function. Artinya, bahasa merupakan alat untuk mengekspresikan dirinya, mengungkapkan sesuatu tentang dirinya dan sekaligus tentang hal lain. Juga dengan bahasa, manusia dapat mengungkapkan emosinya dan reaksi-reaksi lainnya.

    6. Bahasa merupakan alat untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Artinya bahwa bahasa memerankan fungsi the heuristic function. Fungsi ini sering terwujud dalam bentuk pertanyaan yang memang membutuhkan jawaban seperti: mengapa, bagaimana, dimana dan lain-lain.

    7. Dan yang terakhir, bahasa berfungsi sebagai alat untuk berimajinasi yang juga disebut dengan the imaginative function. Artinya bahwa bahasa mampu menciptakan ide-ide yang non-faktawi seperti ketika mengisahkan cerita-cerita, karya sastra dan lain sebagainya.

    2. Jacobson (1960)

    Menurutnya, terdapat enam fungsi bahasa yaitu: (1) fungsi eksresif atau emotif, (2) fungsi referensial, (3) fungsi estetik atau puistik, (4) fungsi fatik, (5) fungsi metalingual dan (6) fungsi direktif atau konatif.

    3. Karl Buhler

    Karl Buhler menjelaskan pula beberapa fungsi bahasa menurut pendapatnya terbagi menjadi enam bagian sebagai berikut:

    1. Bahasa berfungsi sebagai alat untuk berekspresi

    Yaitu manusia dapat mengungkapkan dirinya lepas dari tujuannya.

    Fungsi ini dapat dilihat pada bahasa-bahasa yang dipakai pengarang dalam sastra, baik novel, cerpen, drama dan lain-lain.

    Yang terpenting pada fungsi ini adalah ide dan gagasan dari pengarang atau penulis.

    Selain itu fungsi ekspresif bahasa dapat dilihat pada pernyataan otoritatif seperti pidato-pidato politik, dokumen-dokumen tokoh, karya ilmiah dan lain-lain.

    2. Bahasa berfungsi untuk memberikan informasi

    Fungsi ini disebut juga dengan the informative function yang sering kita temukan dalam buku-buku pelajaran, surat kabar, majalah dan lain sebaginya. Fungsi ini bercirikan bahasa yang bersifat non-regional, non-idiolek, formal, teknis dan netral.

    3. Bahasa menjalankan fungsi vokatif

    Fungsi ini disebut juga dengan fungsi konatif, fungsi instrumental, fungsi operatif dan fungsi paragmatik.

    Fungsi vokatif dapat terlihat pada pengumuman-pengumuman, petunjuk, publiksi, propaganda, tulisan-tulisan persuasif dan lain sebagainya.

    Yang terbersit dalam fungsi vokatif adalah bahasa merupakan hubungan antara penulis dan pembacanya yang terwujud dalam hubungan gramatika yang telah ditentukan secara sosial ataupun personal.

    Adapun cirinya adalah bahasanya bersifat langsung dan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca atau pendengarnya.

    4. Bahasa menjalankan fungsi estetika

    Fungsi ini berkaitan erat dengan rasa keindahan “sense of beauty” yang mungkin terpancar lewat untaian bunyi pada puisi, lagu dan sebagainya.

    Fungsi ini terwujud, selain dari yang disebutkan sebelumnya, juga melalui ritme, keselarasan, kontras kalimat, klausa dan kata atau diksi.

    Dalam hal bunyi, misalnya aliterasi, anomatope, asonansi, rima, intonasi dan tekanan nada, berperan sekali dalam melahirkan fungsi estetik.

    5. Bahasa memiliki fungsi fatik

    Fungsi fatik lebih diarahkan untuk memelihara hubungan yang akrab dengan lawan bicara.

    Fungsi fatik biasanya hadir dalam frasa-frasa baku dalam bahasa lisan seperti: apa kabar, selamat pagi, selamat berjuang dan sebagainya.

    Adapun dalam bahasa tulis, sering kita temukan fungsi fatik dalam ungkapan seperti: sudah barang tentu, tidak diragukan lagi dan lain sebagainya.

    6. Bahasa menjalankan fungsi metalingual

    Fungsi ini lebih mengacu pada kemampuan bahasa dalam menjelaskan atau menamakan dan juga mengomentari sifat-sifatnya sendiri.

    Dengan kata lain bahwa bahasa bebicara tentang dirinya sendiri.

    Fungsi ini sering diwakili dengan istilah gramatika seperti: menangis itu verba, kapur itu nomina, bagus itu adjektiva dan lain-lain.

    Selain itu terdapat ungkapan-ungkapan seperti: dalam pengertian luas, terkadang hal itu dinamakan, sejujurnya, secara literal dan sebagainya.

    4. Husen Lubis

    Dengan bersandar pada padangan Finocehinario, Husen Lubis membagai fungsi Bahasa menjadi lima bagian, yaitu:

    • Fungsi Interpersonal, adalah kemampuan untuk membina dan menjalin hubungan kerja dan hubungan sosial denqan orang lain. Hubunqan ini membuat hidup kita denqan orang lain menjadi baik dan menyenangkan.
    • Fungsi Direktif, adalah fungsi ini memungkinkan kita untuk mengajukan permintaan, memberi sara, membujuhk, menyakinkan dan sebagainya. Hal ini menjadikan semua keinginan kita bisa dikomunikasikan dengan baik.
    • Fungsi Referensial. Fungsi ini berhubungan dengan kemampuan untuk penulis atau berbicara tentang lingkungan kita yang terdekat dan juga mengenai fungsi metalinguistic.
    • Fungsi Imajinatif. Fungsi ini berhubungan denqan kemampuan untuk menyusun ritme baik bahasa lisan maupun tulis. Tidak semua manusia bisa menerapkan fungsi ini, kecuali bagi mereka yang memiliki talenta terhadap fungsi ini .
    • Fungsi Personal. Fungsi ini berhubungan dengan kemampuan pribadi seseorang untuk mengekspresikan emosinya.

    5. Nababan

    Nababan membagi fungsi bahasa menjadi empat, yaitu :

    • Fungsi kebudayaan.
    • Fungsi kemasyarakatan
    • Fungsi perseorangan
    • Fungsi pendidikan.

    6. Propper

    Pada sumber yang berbeda, propper membagi fungsi bahasa menjadi empat bagian:

    • Stimulus. Artinya bahasa berfungsi sebaaai rangsangan yang dapat mendatangkan suatu respon:
    • Ekspresif. Artinya bahasa dapat dipergunakan untuk menyatakan perasaan, ide kepada orang lain;
    • Deskriptif. Artinya bahasa berfungsi untuk menguraikan, menjelaskan, dan menggambarkan sesuatu kepada orang lain;
    • Argumentatif. Artinya melalui bahasa manusia dapat berargumentasi pada orang lain.

    7. Tinus, Smith, dan Nolan

    Menurut Titus, Smith dan Nolan fungsi bahasa terbagi menjadi empat macam yaitu:

    • Fungsi kognitif, merupakan bahwa bahasa berfungsi untuk menerangkan suatu kebenaran, seperti bahasa ilmu pengetahuan dan filsafat. Karena dalam bahasa ilmu pengetahuan dan filsafat biasanya menggunakan bahasa yang nyata atau benar.
    • Fungsi emotif, bahwa bahasa berfungsi menerangkan aspek emosi atau perasaan terdalam dari manusia. Karena dengan berbahasa manusia mampu berbicara, mampu memberitahukan apa yang dia rasakan, mampu mengutarakan apa yang dia utarakan, mampu memberikan apa yang dia maksud kepada oang lain baik emosi dll.
    • Fungsi imperatif, ialah bahwa bahasa berfungsi memerintah atau mengontrol suatu perilaku, seperti bahasa komando dalam kemiliteran. Sudah jelas bahwa bahasa ini cenderung digunakan untuk bahasa komando.
    • Fungsi seremonial, ialah fungsi menghormati orang lain, berdo’a dan ritual lainnya. Dalam bahasa ini befungsi sebagai bahasa resmi seperti dalam berbahasa ketika melakukan upacara, mendoakan para pahlawan, karena dalam bahasa seremonial atau bahasa resmi yang digunakan ketika dalam melakukan hal seperti itu.

    8. Keraf (2004: 3)

    Keraf engatakan bahwa bahasa mempunyai empat fungsi yaitu : (1) sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri, (2) alat komunikasi, (3) alat mengadakan integrasi dan adaptasi sosial, dan (4) alat mengadakan kontrol sosial.