Kategori: Menurut Para Ahli

  • 10 Pengertian Data Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Data Menurut Para Ahli

    Secara harfiah, data berasal dari bahasa Yunani yaitu Datum yang artinya fakta.

    Sementara menurut KBBI, arti data adalah sebagai berikut:

    • keterangan yang benar dan nyata: pengumpulan.
    • keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan).
    • informasi dalam bentuk yang dapat diproses oleh komputer, seperti representasi digital dari teks, angka, gambar grafis, atau suara.

    Jadi, secara umum pengertian data adalah kumpulan fakta, informasi, atau hasil pengamatan yang dikumpulkan melalui pengukuran, pengamatan, atau sumber lainnya.

    Data dapat berupa angka, kata-kata, gambar, suara, atau bentuk lainnya yang dapat direkam atau diperoleh.

    Data memiliki peran penting dalam menyediakan dasar informasi untuk analisis, pengambilan keputusan, dan pemahaman tentang suatu fenomena atau situasi.

    Pengertian Data Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian data menurut para ahli.

    1. Drs. Jhon J. Longkutoy

    Data adalah suatu istilah majemuk dari fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol, gambar, angka, huruf yang menunjukan suatu ide, objek, kondisi atau situasi dan lainnya.

    2. Bernard (2012 : p130)

    Pengertian data adalah fakta kasar mengenai orang, tempat, kejadian dan sesuatu yang penting diorganisasikan.

    3. Williams dan Sawyer (2007 : p25)

    Definisi data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang diolah menjadi informasi.

    4. Pendit (1992)

    Data adalah hasil observasi langsung terhadap suatu kejadian, yang merupakan perlambangan yang mewakili objek atau konsep dalam dunia nyata.

    5. Ralston dan Reilly (Chamidi, 2004: 314)

    Data didefinisikan sebagai fakta atau apa yang dikatakan sebagai hasil dari suatu observasi terhadap fenomena alam.

    6. Arikunto (2002)

    Data merupakan segala fakta dan angka yang dapat dijadikan bahanuntuk menyusun suatu informasi, sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data yangdipakai untuk suatu keperluan.

    7. Wahyudi (2008:2)

    Data adalah informasi yang telah diterjemahkan ke dalam bentukyang lebih sederhana untuk melakukan suatu proses. Sehubungan dengan komputer saat ini danmedia transmisi, data adalah informasi diubah menjadi bentuk digital biner.

    8. Margono (2010:11)

    Data adalah fakta yang tidak sedang digunakan pada proses keputusan, biasanya dicatat dandiarsipkan tanpa maksud untuk segera diambil kembali untuk pengambilan keputusan.

    9. Wawan dan Munir (2006)

    Data adalah nilai yang merepresentasikan deskripsi dari suatu objek atau kejadian (event).

    10. Inmon (2005)

    Data adalah sebuah rekaman dari fakta-fakta, konsep-konsep, atau instruksiinstruksi pada media penyimpanan untuk komunikasi perolehan, dan pemrosesan dengan cara otomatis dan presentasi sebagai informasi yang dapat dimengerti oleh manusia.

  • 15 Pengertian Kelompok Sosial Menurut Para Ahli

    15 Pengertian Kelompok Sosial Menurut Para Ahli

    Secara umum, kelompok sosial adalah sekelompok individu yang saling berinteraksi dan terhubung dalam suatu lingkungan

    Kelompok sosial dapat memiliki karakteristik yang beragam, termasuk tujuan yang sama, norma dan nilai bersama, serta peran dan struktur yang terorganisir.

    Kelompok sosial sering kali memiliki norma-norma, nilai-nilai, dan aturan yang diikuti oleh anggotanya.

    Hal ini membantu mengatur perilaku dan interaksi dalam kelompok, serta membentuk identitas dan keanggotaan. Contoh kelompok sosial meliputi keluarga, teman, komunitas, organisasi, dan masyarakat.

    Interaksi antara anggota kelompok sosial dapat beragam, mulai dari komunikasi sehari-hari hingga kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.

    Pengertian Kelompok Sosial Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kelompok sosial menurut para ahli.

    1. Sherif and Sherif (1956)

    Kelompok sosial adalah suatu unit sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur, dan norma-norma tertentu yang khas bagi kelompok itu.

    2. Joseph S. Roucek & Roland S. Warren

    Kelompok sosial adalah suatu kelompok yang meliputi dua atau lebih manusia yang diantara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya/orang lain secara keseluruhan.

    3. Roland Freedman Cs

    Definisi kelompok sosial adalah organisasi terdiri atas 2 (dua) atau lebih individu yang tergantung oleh ikatan-ikatan suatu sistem ukuran-ukuran kelakuan yang diterima dan disetujui oleh semua anggotanya.

    4. Soejono Soekanto (2006:104)

    Kelompok sosial atau social group adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama, karena adanya hubungan di antara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong.

    5. Sarwono (2009)

    Mendefinisikan kelompok sebagai sekelompok (dua orang atau lebih) yang memiliki persepsi sebagai satu kesatuan serta memiliki perasaan sebagai bagian dari kelompok, memiliki tujuan bersama dan saling ketergantungan satu sama lain.

    6. Polak (2004)

    Pengertian kelompok sosial adalah satu group, yaitu sejumlah orang yang ada antara hubungan satu sama lain dan hubungan itu bersifat sebagai sebuah struktur.

    7. Jhonson & Jhonson (Sarwono 2009)

    Mengatakan bahwa kelompok adalah dua atau lebih individu berinteraksi secara langsung, peduli dengan hubungannya dalam sebuah grup, saling peduli antara anggota grup, dan saling peduli dengan ketergantungan positif untuk berusaha mencapai tujuan bersama.

    8. Schein (2003)

    Memberikan pengertian kelompok sebagai sejumlah orang yang berbagi nilai (share) terhadap pandangan yang sama dari suatu masalah dan mengembangkan penyelesaian share tersebut.

    9. Purwasih, dkk (2018:48)

    Mngemukakan pengertian kelompok sosial adalah kumpulan individu yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya dan saling berinteraksi. Tiap-tiap anggota kelompok sosial saling memperhatikan dan berhubungan satu sama lain.

    10. Hendropuspito dalam Waluya (2009)

    Arti kelompok sosial adalah suatu kumpulan nyata, teratur, dan tetap dari orang-orang yang melaksanakan peranannya yang saling berkaitan guna mencapai tujuan yang sama.

    11. Abdul Syani (2007)

    Istilah kelompok mempunyai pengertian sebagai suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi, dimana dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama.

    12. Bruce J Cohen (1997)

    Kelompok adalah sejumlah orang yang berinteraksi secara bersama-sama dan memiliki kesadaran keanggotaan yang didasarkan pada kehendak-kehendak prilaku yang disepakati.

    13. Jusman Iskandar (2003)

    Kelompok juga dapat didefinisikan sebagai setiap kumpulan yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi.

    14. Huky (1987)

    Kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi.

    15. George Homans

    Kelompok sosial yaitu kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi & memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi & berhubungan timbal balik.

  • 10 Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

    Secara harfiah, akuntansi berasal dari bahasa Inggris, yaitu accounting yang artinya menghitung.

    Sementara menurut KBBI, arti akuntansi adalah sebagai berikut:

    • teori dan praktik perakunan, termasuk tanggung jawab, prinsip, standar, kelaziman (kebiasaan), dan semua kegiatannya.
    • hal yang berhubungan dengan akuntan.
    • seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu kesatuan ekonomi.

    Jadi secara umum, akuntansi adalah suatu sistem yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan, menganalisis, dan menyajikan informasi keuangan suatu perusahaan atau organisasi.

    Tujuan utama akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang valid berdasarkan data, dapat dipercaya, dan berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi.

    Dalam praktiknya, akuntansi melibatkan proses mencatat transaksi keuangan, menyusun laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.

    Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian akuntansi menurut para ahli.

    1. Paul Gradi (2017)

    Akuntansi yaitu sebagai fungsi organisasi secara sistematis, dapat dipercaya dan original dalam mencatat, mengklasifikasi, memproses, membuat ikhtisar, menganalisa, menginterprestasi seluruh transaksi dan kejadian serta karakter keuangan yang terjadi dalam operasional perusahaan sebagai pertanggungjawaban atas kinerjanya.

    2. Sumarsan (2017:1)

    Akuntansi adalah suatu seni untuk mengumpulkan, mengidentifikasi, mengklasifikasikan, mencatat transaksi, serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan, sehingga dapat menghasilkan informasi keuangan atau suatu laporan keuangan yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

    3. Menurut Bahri (2016:2)

    Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan pelaporan atas suatu transaksi dengan cara sedemikian rupa, sistematis dari segi isi, dan berdasarkan standar yang diakui umum.

    4. Warren, dkk (2009 : 9)

    Secara umum, akuntansi ( Accounting) dapat diartikan sebagai sistem informasi yang menyediakan laporan untuk para pemangku kepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.

    5. Thomas Sumarsan (2011 : 2)

    Definisi akuntansi adalah suatu seni untuk mengumpulkan, mengidentifikasikan, mengklasifikasikan, mencatat transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan, sehingga dapat menghasilkan informasi, yaitu laporan keuangan yang dapat digunakan olehpihak-pihak yang berkepentingan.

    6. Rudianto (2009:14)

    Akuntansi adalah aktivitas mengumpulkan, menganalisis, menyajikan dalam bentuk angka, mengklasifikasikan, mencatat, meringkas, dan melaporkan aktivitas/transaksi perusahaan dalam bentuk informasi keuangan.

    7. Rizal Effendi. (2013:1)

    Akuntansi merupakan proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran serta pelaporan informasi keuangan dalam ukuran moneter (uang) dalam suatu perusahaan atau organisasi yang ditujukan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka pengambilan keputusan.

    8. American Accounting Association dalam Soemarso (2018:5)

    Mendefinisikan akuntansi sebagai proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

    9. Setyowati dkk (2015:1)

    Akuntansi adalah suatu proses pelacakan, pencatatan, dengan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa, salah satunya adalah transaksi yang berhubungan dengan aset.

    10. Hery (2015:6)

    Akuntansi dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem informasi yang memberikan laporan kepada para pengguna informasi akuntansi atau kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan (stakeholders) terhadap hasil kinerja dan kondisi keuangan perusahaan.

  • 10 Pengertian Pelayanan Prima Menurut Para Ahli

    Pelayanan prima adalah suatu pendekatan dalam memberikan layanan kepada pelanggan yang bertujuan untuk memberikan pengalaman yang sangat baik dan memuaskan.

    Pelayanan prima melibatkan sikap dan tindakan yang proaktif dalam memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan dengan cara yang profesional, ramah, efisien, dan berkualitas.

    Hal ini meliputi berbagai aspek, seperti keramahan, responsif, penyelesaian masalah, kecepatan, perhatian, dan keberlanjutan.

    Pelayanan prima bertujuan untuk menciptakan hubungan yang baik antara penyedia layanan dan pelanggan, sehingga pelanggan merasa dihargai, puas, dan memiliki keinginan untuk kembali menggunakan layanan tersebut.

    Pengertian Pelayanan Prima Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian pelayanan prima menurut para ahli.

    1. Suwithi dalam (Frimayasa & Administrasi, 2017)

    Pelayanan prima adalah pelayanan yang terbaik yang diberikan kepada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal berdasarkan standard dan prosedur pelayanan.

    2. Semil dalam (Zulkarnain Wildan dan Sumarsono, 2018)

    Kata pelayanan prima dalam bahasa inggris keseharian tidak disebut sebagai premium service, tetapi disebut dengan excellent service (pelayanan yang unggul, baik sekali) atau service excellent (keunggulan pelayanan, pelayanan dengan mutu yang baik sekali).

    3. Zaenal Mukarom dan Wijaya Laksana (2018)

    Pelayanan prima merupakan terjemahan istilah “service excellent” yang secarah harfiah berarti pelayanan terbaik atau sangat baik. Disebut sangat baik atau terbaik karena sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku atau dimiliki instansi pemberi layanan.

    4. Freddy (2017)

    Pelayanan prima adalah suatu pelayanan terbaik dalam memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan. Dengan kata lain pelayan prima merupakan suatu pelayanan yang memenuhi standar kualitas yang sudah ditentukan.

    5. Firmansyah (2016)

    Pelayanan prima adalah pelayanan yang baik dan memuaskan pelanggan atau masyarakat atau pemangku kepentingan lainnya; upaya memenuhi kebutuhan atau permintaan; menyiapkan, mengurus yang diperlukan secara prima, sehingga pelanggan mendapatkan sesuatu yang melebihi harapannya.

    6. Pratomo & Shaff (2000:107)

    Pelayanan Prima adalah rasa keperdulian organisasi yang berorientasi keuntungan (profit oriented) atau organisasi yang berorientasi sosial (nonprofit) terhadap pelanggan yang ditunjukkan dengan adanya sikap, perhatian, dan tindakan nyata, sehingga pelanggan merasa nyaman dengan pelayanan prima yang diberikan.

    7. Maddy (2009:8)

    Pengertian pelayanan Prima (Excellent Service) adalah suatu pelayanan yang terbaik dalam memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan.

    8. Barata (2003; 30)

    Pelayanan adalah suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antara seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan kepuasan pelanggan.

    9. Daviddow dan Uttal (1989)

    Pelayanan merupakan kegiatan/keuntungan yang ditawarkan oleh organisasi atau perorangan kepada konsumen/costomer yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki.

    10. Prasetyawati (dalam Putra, 2019)

    Definisi pelayanan prima adalah upaya maksimal terbaik yang diberikan sehingga dapat memenuhi kebutuhan sesuai keinginan pengguna jasa.

  • Apa Arti Iso Nyawang Raiso Nyanding? Ini Penjelasannya

    Iso nyawang raiso nyanding merupakan ungkapan dalam bahasa Jawa yang memiliki arti “Bisa melihat, tapi tidak bisa mendampingi.”

    Ungkapan ini menggambarkan situasi dimana seseorang mampu melihat atau menyaksikan sosok orang yang dicintai, tetapi tidak bisa menemani atau mendampingi.

    Ungkapan ini menjadi populer ketika menjadi judul lagu yang dinyanyikan oleh beberapa penyanyi nasional.

    Makna yang lebih dalam lagi dari kalimat iso nyawang raiso nyanding adalah menggambarkan rasa cinta yang mendalam, namun dipendam seorang diri.

    Sebab, seseorang tersebut sadar bahwa cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Sehingga, ia hanya bisa mencintai secara diam-diam, meski sebetulnya rasa ingin memiliki sedang membuncah.

    Ungkapan Jawa yang berisi tentang patah hati biasanya karena perbedaan status sosial sehingga sepasang kekasih tidak dapat hidup bersama.

    Dalam budaya Jawa, terdapat banyak ungkapan dan peribahasa yang mengandung kearifan dan pengetahuan lokal.

    Ungkapan Jawa adalah kumpulan frasa atau peribahasa yang berasal dari bahasa Jawa dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat Jawa.

    Ungkapan Jawa sering kali digunakan untuk menyampaikan nasihat, memberikan motivasi, atau menggambarkan situasi tertentu dengan cara yang padat dan bermakna.

    Penggunaan ungkapan ini juga menjadi bagian dari interaksi sosial yang menguatkan ikatan komunitas dan memberikan identitas budaya yang kuat.

    Berikut ini adalah beberapa contoh lain ungkapan dalam Bahasa Jawa yang berisikan unsur cinta.

    “Ora sembarang uwong bisa ngerti ati.” – Tidak semua orang dapat memahami hati.

    “Kudu koyo klambi nempel, karo wong sing kok bakal.” – Harus seperti pakaian yang menempel, dengan orang yang akan menjadi pasangan hidup.

    “Ngelmu iku pambudi cinta, apa sing golek, sing eling, sing ngerteni.” – Ilmu itu teman setia cinta, yang mencari, yang mengingat, yang saling mengerti.

    “Gendhing iku koyo lungiting asmoro, ora ngombe ora pedot.” – Gending itu seperti air asmara, tidak minum tidak sirna.

    “Cinta ana ing lathi, dening sejati.” – Cinta ada dalam hati, oleh yang tulus.

    “Cinta iku kaya udan, ora bisa diredakake.” – Cinta itu seperti hujan, tidak bisa ditahan.

    “Cinta iku gumantunge tresno, ora kedadean.” – Cinta adalah ikatan kasih sayang yang tidak berakhir.

  • 10 Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli

    Perilaku konsumen adalah tindakan, sikap, dan keputusan yang diambil oleh individu dalam proses memilih, membeli, dan menggunakan produk atau layanan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya.

    Perilaku konsumen mencakup semua aspek yang terlibat dalam proses pembelian, seperti penelusuran informasi, evaluasi produk, pengambilan keputusan, dan tindakan setelah pembelian.

    Perilaku konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor psikologis, sosial, budaya, dan situasional.

    Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi preferensi, persepsi, sikap, dan keyakinan konsumen terhadap produk atau merek tertentu.

    Misalnya, motivasi, persepsi nilai, sikap terhadap merek, norma sosial, dan pengaruh kelompok dapat mempengaruhi perilaku konsumen.

    Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian perilaku konsumen menurut para ahli, antara lain:

    1. Swasta dan Handoko (dalam Adnan,2019)

    Perilaku konsumen adalah sebagai kegiatan individu yang secara langsung telibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang-barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan dan persiapan penentu kegiatan-kegiatan tersebut.

    2. The American Marketing Association dalam Peter dan Olson (2013)

    Mendefinisikan perilaku konsumen sebagai dinamika interaksi antara pengaruh dan kesadaran perilaku dan lingkungan tempat manusia melakukan pertukaran aspek- aspek kehidupan.

    3. Engel (2010)

    Pengertian perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses mendahului dan menyusul tindakan ini.

    4. Kotler dan Keller (2008:166)

    Definisi perilaku konsumen adalah studi tentang bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.

    5. Mowen dan Minor (Sangadji dan Sopiah, 2013 : 7)

    Perilaku konsumen adalah studi unitunit dan proses pembuatan keputusan yang terlibat dalam penerimaan, penggunaan dan pembelian, dan penentuan barang, jasa dan ide.

    6. Harman Malau (2017:217)

    Perilaku konsumen adalah tingkah laku tentang individu, kelompok, atau organisasi dan proses yang mereka gunakan untuk memilih, mengamankan, menggunakan, dan membuang produk, jasa, pengalaman, atau ide untuk kepuasan.

    7. Kosasih, et al. (2013) dalam Miauw (2016)

    Perilaku konsumen adalah tentang bagaimana individu, kelompok, ataupun organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.

    8. Setiadi (2015:2)

    Arti perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengonsumsi, dan menghabiskan produk atau jasa, termasuk proses keputusan yag mendahului dan menyusuli tindakan ini.

    9. Firmansyah (2018)

    Pengertian perilaku konsumen adalah sebuah kegiatan yang berkaitan erat dengan suatu proses pembelian barang atau jasa.

    10. Griffin (Hanum & Hidayat, 2017)

    Perilaku konsumen adalah semua kegiatan psikologi yang mendorong tindakan pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan halhal di atas atau kegiatan mengevaluasi.

  • Pengertian Wangsalan, Sandiasma, Candrasengkala, dan Purwakanthi dalam Sastra Daerah

    Sastra daerah adalah bentuk sastra yang berkembang di suatu daerah atau wilayah tertentu dengan menggunakan bahasa atau dialek yang khas serta mengangkat tema dan nilai-nilai lokal.

    Sastra daerah mencerminkan identitas budaya suatu daerah dan menjadi sarana penting untuk memperkuat dan melestarikan warisan budaya serta keberagaman bahasa dan budaya di Indonesia.

    Melalui karya sastra daerah, cerita-cerita, puisi, drama, atau lagu-lagu tradisional dapat diabadikan dan diwariskan dari generasi ke generasi.

    Salah satu contoh adalah Sastra Jawa yang memiliki banyak jenis sastra daerah seperti wangsalan, candrasangkala, sandiasma, dan purwakhanti.

    Untuk mengetahui arti beberapa jenis sastra daerah tersebut, simak informasinya berikut ini.

    Pengertian Wangsalan

    Wangsalan adalah semacam teka-teki yang berbentuk kalimat, dimana kelompok kalimat tertentu merupakan teka-tekinya, kemudian kelompok kalimat selanjutnya mengandung jawaban.

    Wangsalan sendiri biasanya diucapkan sebagai pesan moral yang menyampaikan informasi tentang peutah atau nasihat dari leluhur untuk kebaikan.

    Contoh wangsalan:

    Kursi goyang sikile papat
    Nek berjuang ja golek pangkat

    Artinya:

    Kursi goyang punya kaki empat
    Kalau berjuang jangan hanya mencari pangkat

    Pengertian Sandiasma

    Sandiasma terdiri dari dua kata, yaitu sandi yang artinya rahasia dan asma yang artinya nama. Sehingga sandiasma dapat diartikan sebagai nama pengarang yang disembunyikan atau dirahasiakan.

    Penempatan sandiasma biasanya terdapat dalam suku kata pertama pada setiap baris, akhir pedhotan, permulaan pedhotan, atau dalam sebaris bait tembang.

    Gaya pemilihan diksi adalah hak sepenuhnya dari pengarang sehingga karya memiliki karakteristik dan memiliki nilai seni yang tinggi.

    Contoh Sandiasma

    Berikut ini adalah contoh sandiasma dalam puisi Jawa.

    Sinau iku kewajibane bocah
    Ing sekolah lan umah
    Tumindak becik iku polahe
    Ing sekolah lan umah

    Pada contoh tersebut, denting berbunyi S I T I. Maka, sandiasmanya adalah SITI.

    Pengertian Candrasengkala

    Candrasengkala adalah kata-kata yang digunakan untuk menyatakan tahun berapa sebuah kalimat atau kelompok kata.

    Cara membacanya adalah dari kiri ke kanan atau menurut orang Jawab, dari belakang ke muka, namun untuk membaca terjemahannya terbalik yaitu dari kanan ke kiri.

    Contoh Candrasengkala

    Semisal menjelaskan keruntuhan Majapahit yang ditandai dengan kata-kata sebagai berikut:

    Sirna ulang kertaning bumi.

    Maksud dari candrasengkala di atas adalah Majapahit runtuh pada 1400 yang berasal dari kata bumi (=1), kertaning (dari kata kerta=4), ilang (=0), dan sirna (=0).

    Pengertian Purwakanthi

    Purwakanthi guru sastra adalah penerimaan yang teratur dalam hal memilih dan menyusun kata. Hal yang termasuk dalam purwakhanti ini adalah aliterasi (runtun konsonan) dan asonansi (runtun vokal).

    Contoh Purwakhanti

    • Tata titi tutug ratag, tanggung tertib.
    • Taberi nastiti lan ngati-ati, mesthi bakal dadi.
    • Slumam slumun slamet, Salamun nyemplung kali plung, slulup slelep-slelep oleh slepi isi klobot, njumbul bul klambine teles bles.

    Referensi:
    Mengenal Bentuk-Bentuk Sastra Daerah, Dra. Asri Sundari, M.Si (2013)

  • 10 Pengertian Yayasan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Yayasan Menurut Para Ahli

    Yayasan adalah suatu badan hukum yang didirikan oleh satu atau beberapa orang dengan tujuan melakukan kegiatan sosial, amal, pendidikan, keagamaan, atau tujuan lain.

    Yayasan didirikan berdasarkan akta notaris dan harus memenuhi persyaratan dan prosedur yang ditetapkan dalam undang-undang.

    Biasanya, yayasan memiliki struktur organisasi yang terdiri dari pengurus, pembina, dan anggota.

    Pengurus yayasan bertanggung jawab atas pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan yayasan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

    Pengertian Yayasan Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian yayasan menurut para ahli.

    1. Poerwadarminta (2009:25)

    Badan yang didirikan dengan maksud mengusahakan sesuatu seperti sekolah dan sebagainya (sebagai badan hukum bermodal, tetapi tidak mempunyai anggota).

    2. Zainul Bahri (2009)

    Definisi yayasan sebagai suatu badan hukum yang didirikan untuk memberikan bantuan untuk tujuan sosial.

    3. C.S.T. Kansil dan Christine S.T. Kansil

    Pengertian yayasan atau Stichting (Belanda), suatu badan hukum yang melakukan kegiatan dalam bidang sosial.

    4. Subekti

    Menyatakan bahwa arti yayasan adalah badan hukum di bawah pimpinan suatu badan pengurus dengan tujuan sosial dan tujuan tertentu yang legal.

    5. Undang-undang Nomor 16 Tahun 2001

    Yayasan adalah badan hukum yang tidak mempunyai anggota yang didirikan dengan pemisahan kekayaan pendirinya, dan tidak diarahkan kepada pencapaian keuntungan, melainkan untuk tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan.

    6. KBBI

    Pengertian yayasan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah badan hukum yang tidak mempunyai anggota, dikelola oleh sebuah pengurus dan didirikan untuk tujuan sosial.

    7. Mr. Paul Scholten

    Badan hukum yang dilahirkan oleh suatu pernyataan sepihak, dan pernyataan itu harus berisikan pemisahan suatu kekayaan untuk suatu tujuan tertentu, dengan penunjukan bagaimanakah kekayaan itu diurus dan digunakan.

    8. Van Apeldoorn

    Pengertian Yayasan adalah harta benda yang mempunyai tujuan yang tertentu, tetapi dengan tiada yang empunya.

    9. Breigsten

    Yayasan adalah suatu badan hukum yang didirikan dengan suatu perbuatan hukum, yang tidak bertujuan untuk membagikan harta kekayaan dan penghasilannya kepada Pendiri ataupun penguasanya di dalam Yayasan atau kepada orang-orang lain, terkecuali sepanjang yang mengenai terakhir ini, yang demikian adalah untuk kegunaan tujuan ideal.

    10. Yan Pramadya Puspa (1996: 925)

    Yayasan adalah suatu paguyuban atau badan yang pendiriannya disahkan dengan akte hukum atau akte yang di sahkan oleh notaris, dimana yayasan itu aktivitasnya bergerak dibidang sosial, misalnya mendirikan sesuatu atau sekolah.

  • 10 Pengertian Hukum Adat Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Hukum Adat Menurut Para Ahli

    Hukum adat adalah kumpulan aturan dan norma-norma yang diakui dan dijalankan oleh suatu komunitas atau masyarakat tertentu berdasarkan tradisi, kebiasaan, dan adat istiadat mereka.

    Hukum adat telah ada sejak zaman dahulu dan merupakan warisan budaya yang turun-temurun dari generasi ke generasi.

    Hukum adat berfungsi sebagai sistem hukum yang mengatur kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan keagamaan dalam masyarakat yang mengamalkannya.

    Aturan-aturan dalam hukum adat dibentuk oleh tradisi, nilai-nilai, dan kepercayaan yang diyakini oleh masyarakat tersebut.

    Hukum adat mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti perkawinan, warisan, pertanian, perburuan, pemukiman, adat istiadat dalam upacara adat, dan lain sebagainya.

    Hukum adat juga memainkan peran penting dalam penyelesaian sengketa antarindividu atau kelompok dalam masyarakat adat.

    Pengertian Hukum Adat Menurut Para Ahli

    Agar memahami apa itu hukum adat lebih jelas, simak pendapat serta teori hukum adat menurut beberapa ahli berikut ini.

    1. Van Vallenhoven

    Himpunan peraturan tentang perilaku yang berlaku bagi orang pribumi dan timur asing pada satu pihak yang mempunyai sanksi (karena bersifat hukum) dan pada pihak lain berada dalam keadaan tidak dikodifikasikan (karena adat).

    2. Soepomo

    Pengertian hukum adat menurut Soepomo adalah sinomim dari hukum yang tidak tertulis di dalam peraturan legislative (statuary law), hukum yang hidup sebagai konvensi di badan-badan hukum Negara (Parlemen, Dewan Propinsi dan sebagainya), hukum yang hidup sebagai peraturan kebiasaan yang dipertahankan di dalam pergaulan hidup, baik di kota maupun di desa-desa.

    3. Soekanto

    Komplek adat adat inilah yang kebanyakan tidak dikitabkan, tidak dikodifikasikan dan bersifat paksaan mempunyai sanksi (dari itu hukum), jadi mempunyai akibat hukum, komplek ini disebut Hukum Adat.

    4. Soeripto

    Hukum adat adalah semua aturan-aturan/ peraturanperaturan adat tingkah laku yang bersifat hukum di segala kehidupan orang Indonesia, yang pada umumnya tidak tertulis yang oleh masyarakat dianggap patut dan mengikat para anggota masyarakat, yang bersifat hukum oleh karena ada kesadaran keadilan umum, bahwa aturan-aturan/ peraturan itu harus dipertahankan oleh petugas hukum dan petugas masyarakat dengan upaya paksa atau ancaman hukuman (sanksi).

    5. Hardjito Notopuro

    Definisi Hukum Adat adalah hukum tidak tertulis, hukum kebiasaan dengan ciri khas yang merupakan pedoman kehidupan rakyat dalam menyelenggarakan tata kedilan dan kesejahteran masyarakat dan bersifat kekeluargaan.

    6. Suroyo Wignjodipuro

    Hukum adat adalah suatu kompleks norma-norma yang bersumber apada perasaan keadilan rakyat yang selalu berkembang serta meliputi peraturan tingkat laku manusia dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat, sebagian besar tidak tertulis, karena mempunyai akibat hukum (sanksi).

    7. Mr. B. Terhaar Bzn

    Hukum adat adalah keseluruhan peraturan yang menjelma dalam keputusan-keputusan dari kepala-kepala adat dan berlaku secara spontan dalam masyarakat.

    8. Mr. Cornelis van Vollen Hoven

    Arti hukum adat adalah keseluruhan aturan tingkah laku masyarakat yang berlaku dan mempunyai sanksi dan belum dikodifikasikan.

    9. Mr. J.H.P. Bellefroit

    Hukum adat sebagai peraturan-peraturan hidup yang meskipun tidak diundangkan oleh penguasa, tetapi tetap dihormati dan ditaati oleh rakyat dengan keyakinan bahwa peraturan-peraturan tersebut berlaku sebagai hukum.

    10. Prof. Dr. Hazairin

    Hukum adat adalah endapan kesusilaan dalam masyarakat yaitu kaidah kaidah kesusialaan yang kebenarannya telah mendapat pengakuan umum dalam masyarakat itu.

  • 10 Pengertian Hukum Internasional Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Hukum Internasional Menurut Para Ahli

    Hukum internasional adalah kumpulan aturan dan prinsip yang mengatur hubungan antara negara-negara di tingkat internasional.

    Hukum ini meliputi norma-norma yang ditetapkan melalui perjanjian internasional, praktik negara-negara, serta prinsip-prinsip umum yang diakui oleh masyarakat internasional.

    Hukum internasional menegaskan hak dan kewajiban negara-negara dalam berinteraksi satu sama lain, termasuk dalam hal perdamaian, keamanan, perdagangan internasional, perlindungan lingkungan, hak asasi manusia, dan sejumlah bidang lainnya.

    Tujuan utama dari hukum internasional adalah mempromosikan kerjasama, memelihara stabilitas, dan menjaga perdamaian di antara negara-negara.

    Pengertian Hukum Internasional Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian hukum internasional menurut para ahli.

    1. Mochtar Kusumaatmadja

    Pengertian hukum Internasional menurut Mochtar Kusumaatmadja adalah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara (hubungan internasional) yang bukan bersifat perdata.

    2. Chaler Cheny Hyde

    Hukum Internasional menurut Chaler Cheny Hyde adalah sekumpulan hukum yang sebagian besar terdiri atas prinsip-prinsip dan peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh negara-negara.

    3. Sugeng Istianto

    Definisi hukum Internasional menurut Sugeng Istianto adalah kumpulan ketentuan hukum yang menyelesaikan masalah antar individu-individu yang pada saat yang sama tunduk pada yurisdiksi dua negara atau lebih yang berbeda.

    4. J.G. Strke

    Hukum internasional menurut J.G. Strke adalah sekumpulan Hukum (Body of Law)yang sebagian besar terdiri dari asas-asas dan karena itu biasanya ditaati dalam hubungan Negara-negara satu sama lain.

    5. Wirjono Prodjodikoro

    Hukum internasional menurut Wirjono Prodjodikoro adalah hukum yang mengatur perhubungan hukum antara pelbagai bangsa di pelbagai negara sebagai perbedaan daripada istilah.

    6. Brierly

    Hukum internasional menurut Brierly adalah sekumpulan aturan dan asas untuk berbuat sesuatuyang mengikat negara-negara beradab di dalam hubungan mereka dengan jalan lain.

    7. Ivan E. Shearer

    Hukum internasional menurut Ivan E. Shearer adalah sekumpulan peraturan hukum yang sebagian besar mengatur tentang prinsip-prinsip dan aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh negara-negara.

    8. Rebecca M. Wallace

    Hukum internasional menurut Rebecca M. Wallace adalah peraturan dan norma yang mengatur tindakan negara-negara dan entitas lain.

    9. Hugo de Groot

    Hukum internasional menurut Hugo de Groot adalah hukum yang berdasarkan kemauan bebas dan persetujuan sebagian atau keseluruhan negara.

    10. Andi Tenripadang

    Hukum Internasional adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas yang berskala internasional.