Kategori: Menurut Para Ahli

  • 13 Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

    13 Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

    Pengertian kepemimpinan secara umum

    Kepemimpinan adalah sebuah kemampuan dalam memengaruhi orang atau kelompok untuk bertindak seperti apa yang diharapkan dalam rangka mencapai tujuan.

    Adapun kepemimpinan juga sering disebut dengan seni, sebab kepemimpinan selalu cenderung dengan keindahan. Semakin indah nilai seseorang, maka semakin dia mampu memimpin banyak orang.

    Selain itu, kepemimpinan juga bisa dikatakan sebagai sebuah motivasi untuk melakukan sesuatu bersama-sama agar mencapai suatu tujuan tertentu.

    Yang digunakan untuk bisa memimpin banyak kalangan adalah etika, ilmu, moral, nilai, status, serta tingkah laku.

    Ketika seseorang dianggap baik oleh orang lain, maka sejatinya dia sudah memiliki jiwa kepemimpinan.

    Pengertian kepemimpinan menurut para ahli

    1. Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003)

    Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni yang mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.

    2. Menurut Young (dalam Kartono, 2003)

    Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.

    3. Menurut George R. Terry (1972:458)

    Kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi.

    4. Menurut Ralph M. Stogdill dalam Sutarto (1998b:13)

    Kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan sekelompok orang yang terorganisasi dalam usaha mereka menetapkan dan mencapai tujuan.

    5. Menurut Stoner

    Kepemimpinan adalah suatu proses mengenai pengarahan dan usaha untuk mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan anggota kelompok.

    6. Menurut Sutarto (1998b:25)

    Kepemimpinan adalah rangkaian kegiatan penataan berupa kemampuan mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    7. Menurut Rauch dan Behling (1984:46)

    Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasikan ke arah pencapaian tujuan.

    8. Menurut Jacobs dan Jacques (1990:281)

    Kepemimpinan adalah sebuah proses memberi arti terhadap usaha kolektif, dan mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran.

    9. Menurut Hemhiel dan Coons (1957:7)

    Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang akan dicapai bersama (shared goal).

    10. Menurut Wahjosumidjo (1987:11)

    Kepemimpinan pada hakikatnya adalah suatu yang melekat pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu seperti: kepribadian (personality), kemampuan (ability) dan kesanggupan (capability).

    Kepemimpinan juga sebagai rangkaian kegiatan (activity) pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan (posisi) serta gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri. Kepemimpinan adalah proses antar hubungan atau interaksi antara pemimpin, pengikut, dan situasi.

    11. Wexley dan Yuki (1977)

    Kepemimpinan mengandung arti mempengaruhi orang lain untuk lebih berusaha mengarahkan tenaga, dalam tugasnya atau merubah tingkah laku mereka.

    12. Ott (1996)

    Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses hubungan antar pribadi yang di dalamnya seseorang mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan khususnya perilaku orang lain. 5) Locke et.al. (1991), mendefinisikan kepemimpinan merupakan proses membujuk orang lain untuk mengambil langkah menuju suatu sasaran bersama.

    13. Koontz dan O’donnel

    Mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi sekelompok orang sehingga mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompoknya.

  • 5 Pengertian Masyarakat Madani Menurut Para Ahli

    5 Pengertian Masyarakat Madani Menurut Para Ahli

    Pengertian Masyarakat Madani Secara Umum

    Pengertian masyarakat madani adalah sekelompok masyarakat beradab yang menjunjung tinggi norma dan nilai-nilai kemanusiaan.

    Masyarakat madani juga memegang erat budaya sosial yang santun dalam kehidupan sehari-hari.

    Pencetus pertama masyarakat madani adalah Anwar ibrahim yang kala itu menjabat sebagai perdana menteri Malaysia.

    Konsep masyarakat madani sendiri pada dasarnya merujuk pada sistem sosial yang memiliki asas dan konsep menjamin berlangsungnya kestabilan masyarakat dan hak asasi manusia.

    Jangankan kepada sesama manusia, kepada hewan pun mereka (masyarakat madani) memerlakukan sebaik mungkin, walau itu hewan buruannya.

    Oleh karenanya, masyarakat madani menjadi salah satu inspirasi akan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

    Pengertian Masyarakat Madani Menurut Para Ahli

    1. Thomas payne

    Masyarakat madani adalah sebuah wadah atau tempat untuk mengembangkan kreativitas maupun kepribadian seseorang menjadi lebih maju dan tanpa ada paksaan.

    2. Nurcholish Madjid

    Masyarakat madani adalah sebuah implementasi dari nilai moral dan aturan aturan hukum yang ada didalam sebuah masyarakat yang pada kekhalifahan umat islam pasca hijrahnya Nabi besar Muhammad SAW ke Madinah.

    3. Rahardjo

    Masyarakat madani adalah sebuah cerminan kehidupa masyarakat yang bekerja sama di dalam membangun sebuah hubungan solidaritas dan sosial masyarakat berdasarka pada integrasi sosial.

    4. Muhammad A.S Hikam

    Masyarakat madani adalah masyarakat yang memiliki kehidupan sosial terorganisasi dengan baik. Terorganisasi disini dapat ditandai adanya sifat keswasembadaan, kesukarelaan, dan kemandirian kelompok masyarakat pada negara yang dilindungi nilai-nilai dan aturan hukum yang berlaku.

    5. PBB

    Masyarakat madani adalah kelompok masyarakat yang menjunjung tinggi norma dan nilai nilai demokrasi serta menghargai HAM yang dimiliki orang lain.

  • Pengertian Filsafat Administrasi Secara Etimologi

    Pengertian Filsafat Administrasi

    Secara etimologi (Bahasa), kata ‘filsafat’ berasal dari bahasa Yunani, yaitu philosophia.

    Kata philosophia ini dalam bahasa Arab disebut falsafah, dalam bahasa Inggris disebut philosophy, dan dalam bahasa Indonesia disebut filsafat.

    Philosophia sendiri terbentuk dari dua kata, yaitu ‘philo’ yang artinya cinta dan ‘shophia’ yang berarti kebijaksanaan.

    Dengan demikian, philoshopia atau filsafat, jika diartikan secara etimologi, maka artinya adalah cinta kebijaksanaan.

    Menurut Masykur Arif Rahman, kata cinta kebijaksanaan ini mempunyai arti sangat luas. Cinta bisa berarti cita-cita atau keinginan.

    Orang yang memiliki cinta atau keinginan akan berusaha menggapai sesuatu yang ia inginkan, atau akan berusaha meraih yang dicintai.

    Sedangkan kebijaksaan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki beberapa pengertian, yaitu selalu menggunakan akal budi (pengalaman dan pengetahuannya), arif, cakap, cermat, pandai, dan hari-hati.

    Dari beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kebijaksanaan adalah pengetahuan dan kepandaian yang mendalam.

    Jadi, secara sederhana “cinta kebijaksanaan” atau filsafat dapat dipahami sebagai keinginan untuk mengetahui segala sesuatu secara mendalam.

    Adapun pengertian filsafat secara terminologis atau istilah merujuk pada beberapa pendapat beberapa ahli yang mencoba mendefinisikan istilah filsafat.

    Plato mendefinisikan filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan yang asli.

    Sedangkan Aristoteles memberikan pengertian filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat keindahan).

    Dengan memerhatikan batasan-batasan yang tentunya masih banyak yang belum dicantumkan

    Dapat ditarik benang merahnya sebagai kesimpulan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu yang ada secara mendalam dengan mempergunakan akal sampai pada hakikatnya.

    Sejalan dengan pembahasan di atas, maka pengertian filsafat administrasi adalah proses berpikir secara matang, berstruktur, dan mendalam terhadap hakikat dan makna yang terkandung dalam materi ilmu administrasi.

    Nah, itulah penjelasan singkat tentang filsafat administrasi. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Pengertian Rasionalisme Menurut Para Ahli dan Tokoh-Tokohnya

    Pengertian Rasionalisme

    Rasionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa sumber pengetahuan satu-satunya yang paling benar adalah rasio (akal budi).

    Rasionalisme sendiri merupakan paham filsafat yang mengatakan bahwa akal (resen) adalah modal serta alat terpenting dalam memperoleh pengatahuan.

    Jika empiresme mengatakan bahwa pengetahuan diperoleh dengan alam mengalami objek empiris, maka rasionalisme mengajarkan bahwa pengetahuan diperoleh dengan cara berpikir menurut kaidah-kaidah logis atau kaidah-kaidah logika.

    Usaha manusia untuk memberi kemandirian kepada akal sebagaimana yang telah dirintis oleh para pemikir renaisans, masih berlanjut terus sampai abad ke-17.

    Abad ke-17 adalah era dimulainya pemikiran-pemikiran kefilsafatan dalam artian yang sebenarnya.

    Semakin lama manusia semakin menaruh kepercayaan yang besar terhadap kemampuan akal, bahkan diyakini bahwa dengan kemampuan akal, segala macam persoalan dapat dijelaskan, semua permasalahan dapat dipahami dan dipecahkan, termasuk seluruh masalah kemanusiaan.

    Keyakinan yang berlebihan terhadap kemampuan akal telah berimplikasi kepada perang terhadap mereka yang malas mempergunakan akalnya, terhadap kepercayaan yang bersifat dogmatis seperti yang terjadi pada abad pertengahan, terhadap norma-norma yang bersifat tradisi dan terhadap apa saja yang tidak masuk akal termasuk keyakinan-keyakinan dan serta semua anggapan yang tidak rasional.

    Dengan kekuasaan akal tersebut, orang berharap akan lahir suatu dunia baru yang lebih sempurna, dipimpin dan dikendalikan oleh akal sehat manusia. Kepercayaan terhadap akal ini sangat jelas terlihat dalam bidang filsafat.

    Tokoh-Tokoh Rasionalisme

    Perkembangan rasionalisme tidak lepas dari kontribusi sejumlah tokoh besar yang gagasannya telah membentuk fondasi kuat dalam sejarah pemikiran filsafat.

    Berikut ini adalah beberapa tokoh utama dalam aliran rasionalisme beserta sumbangsih pemikiran mereka.

    1. Deskartes ( 1596-1650)

    Descartes lahir pada tahun 1596 dan meninggal pada tahun 1650. Dalam bukunya yang berjudul di caurs deia methode ( 1537) dan meditations ( 1642)  ia menuangkan metodenya yang terkenal itu, metode ini juga sering disebut cogito Descartes, atau metode catigo saja.

    Ia mengetahui bahwa tidak mudah meyakinkan tokooh-tokoh gereja. Bahwa dasar filsafat vharuslah rasio (akal) untuk meyakinkan orang bahwa dasar filsafat haruslah akal, ia menyusun argumentasi yang sangat terkenal.

    2. Spinoza ( 1632-1677 M)

    Spinoza dilahirkan pada tahun 1632 dan meninggal dunia pada tahun 1677 M. Nama aslinya adalah banich SPINOZA. Setelah ia mengucilkan dirinya dari agama yahudi, ia mengubah namanya menjadi benedictus de Spinoza dan hidup di pinggiran kota.

    3. Lleibniz (1646-1716)

    Gotifried willheim von Leibniz lahir pada tahun 11646 dan meninggal pada tahun 1718. Ia merupakan seorang filosofi Jerman  yang membantu pejabat tinggi Negara. Pusat metafisikanya adalah ide tentang substansi yang dikembangkan dalam konsep monad.

  • Pengertian Transhumanisme Menurut Para Ahli

    Pengertian Transhumanisme Menurut Para Ahli

    Definisi Transhumanisme

    Transhumanisme adalah istilah yang pertama kali digunakan oleh ahli biologi Julian Huxley (saudara dari penulis Aldous Huxley) pada tahun 1957.

    Dia mendefinisikannya sebagai “manusia yang tersisa, tapi melampaui dirinya dengan mewujudkan kemungkinan baru dan untuk kodrat manusiawi”

    Transhumanisme didefinisikan sebagai kepercayaan seseorang terhadap sesuatu yang sangat jauh ke depan.

    Dimana manusia berpikir bahwa kehidupan bisa dan akan ditingkatkan untuk dibuat lebih baik melalui sains dan pada akhirnya manusia akan berubah menjadi orang transhuman atau posthuman.

    Bahkan, ada pula yang menyebutkan jika paham paham transhumanis cukup membahayakan bagi peradaban.

    Sebab mereka memaksa manusia untuk percaya bahwa melalui sains, setiap manusia bisa hidup semaunya sendiri, misalnya hidup abadi atau kekal selamanya, baik dengan cara apapun itu.

    Ketika dibincangkan lebih gamblang, transhumanisme bukan sekedar sebuah gerakan intelektual atau sebuah visi liar sains dan teknologi. Ia adalah sebuah keniscayaan kemanusiaan yang senantiasa rindu akan transendensi hidup.

    Transhumanisme Menurut Para Ahli

    1. Nick Bostrom (2003)

    Mengingatkan setiap orang tentang Transhumanisme (Transhumanism),  yakni suatu cara berpikir tentang masa depan yang dilandasi oleh adanya pengembangan teknologi secara komparatif.

    Pesan penting dari transhumanisme sendiri adalah sebuah peringatan atas adanya potensi teknologi di masa depan yang memungkinkan teknologi mengambil alih keterbatasan manusia, termasuk menggunakan alat teknologi untuk memperbaiki kondisi manusia dan lingkungan eksternalnya, bahkan kondisi organisme manusia itu sendiri.

    2. I. J. Good (1965)

    Meramalkan bahwa suatu hari mesin akan belajar bagaimana membuat diri mereka lebih cerdas. Begitu ini terjadi, pengetahuan mereka akan meningkat sedemikian cepat sehingga “ledakan intelijen” akan terjadi dan kecerdasan mesin akan membuat intelejen manusia jauh tertinggal.

    3. Julian Huxley(1957)

    Mendefinisikannya transhumanisme adalah sebagai kumpulan manusia yang tersisa, tapi berusaha melampaui dirinya dengan mewujudkan kemungkinan baru dan untuk kodrat manusiawi.

  • 66 Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

    66 Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

    Pengertian Puisi

    Mungkin semura orang sudah sering melihat, mendengar, dan menikmati puisi. Tapi, tidak semua mengerti apa itu puisi.

    Mereka hanya bisa menikmati atau bahkan mencipta tanpa mengetahui makna dan maksud dari puisi itu sendiri.

    Lantas, apa itu puisi?

    Jadi, secara sederhana bisa disebutkan jika puisi adalah sebuah karya sastra yang terikat oleh aturan tertentu.

    Adapun aturannya seperti irama, ritma, pemilihan diksi, dan penyusunan bait. Ketika sebuah karya berhasil memenuhi aturan-aturan tersebut, maka karya itu layak dikatakan sebagai puisi.

    Walau demikian, puisi itu lahir bukan dari teori, tapi dari buah pikir dan ide seseorang.

    Dimana seseorang harus bisa mencurahkan isi hatinya, mencurahkan apa yang dirasa ke dalam goresan pena sehingga menjadi rajutan kata yang indah.

    Kesuksesan puisi sendiri tidak memiliki tolak ukur yang pasti. Hanya saja, karya sastra yang baik itu adalah karya yang maksud dan tujuannya sampai kepada pembaca.

    Dengan mengikuti pola itu, bisa dijelaskan jika puisi yang dirajut penulis haruslah dipahami oleh pembaca agar pembaca bisa merasakan apa yang sedang penulis rasakan.

    Puisi sendiri sudah mengalami perkembangan demi perkembangan, hingga memiliki banyak jenisnya.

    Kalau diringkas, puisi itu terbagi menjadi dua, yakni puisi lama dan puisi baru. Keduanya sama-sama karya sastra, hanya saja yang membedakannya adalah aturan.

    Puisi lama biasanya masih menggunakan aturan-aturan tertentu dalam penciptaannya. Sedangkan puisi baru adalah kebalikan dari puisi lama, di mana dalam penciptaannya tidak lagi terikat dengan aturan-aturan tersebut.

    Kesimpulan

    Secara umum, puisi bisa diartikan sebagai ekspresi dan perasaan penulis untuk mencurahkan isi hatinya dengan mengikuti aturan yang berlaku, seperti irama, ritma, lirik, diksi, serta penggunaan bait untuk menciptakan sebuah estetika berbahasa yang padu.

    Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian puisi menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Menurut Tjahjono

    Pengertian puisi secara umum merupakan pembentuk, pembangun atau pembuat, karena memang pada dasarnya dengan menciptakan sebuah puisi maka seorang penyair telah membangun, membuat atau membentuk sebuah dunia baru, secara lahir maupun batin.

    2. Menurut Lawrence Ferlinghetti

    Pengertian puisi menurut Lawrence Ferlinghetti diandaikan sebagai suara musim panas di tengah hujan orang tertawa di balik jendela menutup jalan sempit.

    3. Menurut Samuel Johnson

    Arti puisi merupakan seubah karya tulis seni penyatuan kesenangan dengan kebenaran melalui sentuhan imajinasi yang bernalar.

    4. Menurut Putu Arya Tirtawirya

    Putu Arya Tirtawirya mengungkapkan pendapat bahwa puisi merupakan suatu ungkapan secara implisit dan samar, dengan makna yang tersirat, dimana kata-katanya condong pada suatu makna konotatif.

    5. Menurut Jason Stone

    Puisi bertujuan untuk mengekspresikan perasaan dan ide-ide dengan cepat dan mengesankan, untuk berbagi perasaan dan ide dengan sahabat dan juga dengan mati dan dengan orang-orang untung datang setelah kami.

    6. Menurut Matthew Arnold

    Puisi menurut Matthew Arnold adalah satu-satunya cara yang paling indah, impresif, dan yang paling efektif untuk mendendangkan sesuatu.

    7. Menurut Robert Pinsky

    Pengertian puisi menurut Robert Pinsky adalah karya seni kuno, lebih tua dari komputer, lebih tua dari mesin cetak, lebih tua dari menulis dan jauh lebih tua dari prosa.

    8. Menurut Dylan Thomas

    Menurut Dylan Thomas, puisi adalah apa yang membuat seseorang bisa tertawa atau menangis serta apa yang membuat seseorang ingin melakukan ini atau itu atau tidak sama sekali.

    9. Menurut Aristoteles

    Pengertian puisi menurut Aristoteles adalah fragmen yang ada penyair yang menggambarkan tiga genre puisi adalah epik, komik, yang tragis dan mengembangkan aturan untuk membedakan puisi kualitas tertinggi setiap genre, berdasarkan tujuan yang mendasari genre.

    10. Menurut William Shakespeare

    Pengertian puisi menurut William Shakespeare adalah puisi lirik karena membingungkan berbagai bentuk, seperti perbuatan rumit dengan emosi sendiri dan pandangan penulis.

    11. Menurut Parrine

    Pengertian puisi menurut Parrine merupakan bentuk sastra yang paling padat dan terkonsentrasi. Kepadatan komposisi tersebut ditandai dengan pemakaian sedikit kata, namun mengungkap lebih banyak hal.

    12. Menurut Sumardi

    Pengertian puisi menurut Sumardi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipersingkat, dipadatkan bahasanya dan diberi irama sesuai bunyi yang padu dengan pemilihan kata kiasan yang bersifat imajinatif.

    13. Menurut Herman Waluyo

    Definisi puisi berdasarkan pendapat Herman Waluyo dapat diartikan sebagai karya sastra tertulis yang paling awal ditulis manusia dalam sejarah serta sebagai bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dalam sebuah struktur fisik dan batinnya.

    14. Menurut Najid

    Najid mendefinisikan puisi termasuk salah satu bentuk karya sastra. Puisi adalah jenis sastra imajinatif yang mengutamakan unsur fiksionalitas, nilai seni dan rekayasa bahasa.

    15. Menurut Daniel Ward

    Definisi puisi berdasarkan pendapat dari Daniel Ward diartikan sebagai kenikmatan dalam menonton teater dengan aksi panggung yang spektakuler.

    16. Menurut Shahnon Ahmad

    Pengertian puisi berdasarkan pendapat ahli Shahnon Ahmad merupakan unsur-unsur berupa emosi, imajinasi, pemikiran, ide, nada, irama, kesan panca indera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan dan perasaan yang bercampur baur.

    17. Menurut Thomas Carlye

    Thomas Carlye mengemukakan pendapat bahwa pengertian puisi secara umum adalah ungkapan pikiran yang disampaikan secara musikalisasi.

    18. Menurut Pradopo

    Arti puisi menurut Pradopo merupakan sebuah rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, diubah dalam wujud yang paling berkesan.

    19. Menurut Herbert Spencer

    Pengertian puisi sesuai dengan pendapat Herbert Spencer yaitu bentuk pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan keindahan.

    20. Menurut Harold Bloom

    Menurut Harold Bloom, puisi pada dasarnya merupakan sebuah bahasa kiasan, terkonsentrasi sehingga menjadi bentuk ekspresif dan menggugah.

    21. Menurut Shelley

    Puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup seperti peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai.

    22. Menurut Paul Valery

    Definisi puisi menurut Paul Valery merupakan sebuah seni yang didasarkan pada bahasa, namun puisi memiliki makna yang lebih umum yang sulit untuk menentukannya. Puisi juga bertujuan mengungkapkan keadaan pikiran tertentu

    23. Menurut Ratih Mihardja

    Pengertian puisi dapat diartikan sebagai sebuah seni tertulis dimana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan atau selain arti semantiknya.

    24. Menurut Zulfahnur

    Puisi adalah ekspresi pengalaman batin dan jiwa seseorang tentang kehidupan manusia, alam dan Tuhan dengan media bahasa yang indah yang secara terpadu dan utuh dipadatkan kata-katanya, disusun dalam bentuk teks.

    25. Menurut James Reeves

    Menurut pendapat dari James Reeves, definisi puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh dengan daya pikat pemilihan kata.

    26. Menurut Watt-Dunton

    Puisi dapat diartikan sebagai suatu ekpresi yang kongkret dan yang sifatnya artistik dari sebuah pikiran manusia dalam bahasa emosional dan berirama.

    27. Menurut Edgar Allan Poe

    Pengertian puisi merupakan ciptaan tentang sesuatu keindahan dalam bentuk berirama dimana cita rasa adalah unsur yang diutamakan.

    28. Menurut Samuel Taylor Coleridge

    Pengertian puisi merupakan kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baikna, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat hubungannya dan sebagainya.

    29. Menurut Samad Said

    Pengertian puisi merupakan suatu pernyataan dan pandangan hidup seorang penyair yang memandang sesuatu peristiwa alam dengan ketajaman perasaannya.

    30. Menurut Wallace Steven

    Pengertian puisi berdasarkan pendapat dari Wallace Steven merupakan sebuah kenikmatan dalam kata dengan sarana kata-kata.

    31. Menurut Dresden

    Pengertian puisi menurut Dresden adalah sebuah dunia dalam kata. Isi yang terkandung di dalam puisi merupakan cerminan pengalaman, pengetahuan dan perasaan penyair yang membentuk sebuah dunia bernama puisi.

    32. Menurut William Wordsworth

    Pengertian puisi menurut pendapat William Wordsworth adalah peluapan yang spontan dari perasaan-perasaan yang penuh daya, memperoleh asalnya dari emosi atau rasa yang dikumpulkan kembali dalam kedamaian.

    33. Menurut H.B. Jassin

    H.B. Jassin berpendapat bahwa arti puisi secara umum yaitu suatu pengucapan dengan sebuah perasaan yang di dalamnya mengandung suatu fikiran-fikiran dan sebuah tanggapan-tanggapan.

    34. Menurut Carol

    Carol berpendapat bahwa pengertian puisi menurutnya adalah pakaian perasaan atau karya sastra darimana kata-kata tampaknya dibuat khusus dari memori atau keinginan.

    35. Menurut Kamus Sastra Sudjiman

    Pengertian puisi adalah suatu ragam sastra yang bahasanya terikat oleh suatu irama, matra, rima, serta sesuatu dalam penyusunan larik dan bait.

    36. Menurut Ralph Waldo Emerson

    Menurut Ralph Waldo Emerson, arti puisi adalah sebuah pengajaran sebanyak mungkin dengan kata-kata yang lebih sedikit.

    37. Menurut Steve Borne

    Berdasarkan pendapat Steve Borne, arti kata puisi didefinisikan seperti seseorang yang sedang kerasukan, tetapi kata-kata indah dilontarkan.

    38. Menurut Hasanuddin

    Puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif penyair yang masih abstrak dikonkretkan, untuk mengkonkretkan peristiwa-peristiwa yang telah ada di dalam pikiran dan perasaan penyair dan puisi merupakan sarananya.

    39. Menurut Tarigan

    Pengertian puisi menurut Tarigan adalah pengucapan dengan perasaasn, berbeda dengan prosa yang diungkapkan melalui pengucapan dengan pikiran.

    40. Menurut Edwin Arlington Robinson

    Pengertian puisi berdasarkan Edwin Arlington Robinson adalah suatu bahasa yang akan disampaikan sesuatu yang tidak hendak dinyatakan, tidak diperkirakan sama dan ada puisi yang benar atau sebaliknya.

    41. Menurut Semi

    Puisi dapat diumpamakan sebagai suatu pernyataan yang menyenangkan yang muncul dari suatu kemampuan, penyairnya melihat sesuatu secara antusias dengan jurus yang tepat. Penyair mempertimbangkan secara matang apa yang dilihatnya, kemudian mengungkapkan hasil penglihatannya tanpa terlalu berkecendrungan untuk mempermasalahkannya.

    42. Menurut Vicil C. Coulter

    Puisi merupakan teknologi, dengan menggunakan tubuh manusia sebagai media perantara, berevolusi untuk keperluan spesifik untuk menahan hal dalam memori, baik dalam maupun di luar rentang kehidupan individu, untuk mencapai intensitas dan daya tarik sensual.

    43. Menurut Adam Stelle

    Pengertian puisi menurut Adam Stelle adalah susunan not musik yang berasal dari jiwa dan berirama hingga membuat orang yang mendengarnya akan terlelap.

    44. Menurut Muhammad H. Salleh

    Puisi dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk karya sastra yang kental dengan musik bahasa serta suatu kebijaksanaan oleh si penyair dan tradisinya.

    45. Menurut Djososuroto

    Berdasarkan pendapat dari Djososuroto, pengertian puisi dapat diartikan sebagai hal yang berkaitan dengan mencari dan melukiskan yang diidamkan.

    46. Menurut Lescelles Abercrombie

    Puisi adalah ekspresi dari pengalaman imajinatif, yang hanya bernilai serta berlaku dalam pengucapan atau pernyataan yang bersifat kemasyarakatan yang diutarakan dengan bahasa yang mempergunakan setiap rencana yang matang serta bermanfaat.

    47. Menurut Antilan Purba

    Pengertian puisi menurut pendapat dari Antilan Purba mendefinisikan puisi sebagai salah satu karya sastra yang bersifat tradisional.

    48. Menurut Usman Awang

    Arti puisi berdasarkan pendapat Usman Awang yaitu bukanlah suatu nyanyian orang putus asa yang mencari suatu ketenangan dan kepuasan dalam puisi yang ditulisnya.

    49. Menurut Mulyana

    Sementara menurut Mulyana, puisi merupakan sintesis dari berbagai peristiwa yang tersaring semurni-murninya dan berbagai proses jiwa yang mencari hakikat pengalamannya, tersusun dengan sistem korespondensi dalam salah satu bentuk.

    50. Menurut Andrew Bradley

    Menurut Andrew Bradley, puisi terdiri daripada rangkaian pengalaman tentang bunyi, gambar, pemikiran dan emosi yang kita alami sewaktu kita membacanya dengan cara sepuitis mungkin.

    51. Menurut Matius Hollis

    Matius Hollis mengungkapkan bahwa puisi adalah bulletin masyarakat, layaknya musim semi meninggalkan catatan bagi orang lain untuk menemukan keinginan untuk memiliki mereka jatuh ke tangan yang salah.

    52. Menurut Kawirian

    Puisi menurut Kawirian diibaratkan seperti saat sedang memainkan sebuah alat dengan ekspresi yang luar biasa di atas panggung.

    53. Menurut John Keats

    Puisi menurut John Keats didefinisikan sebagai suatu usaha untuk membaca indah dari membayangkan suatu narasi proses pemikiran yang bersifat logis. Ia tidak menyiratkan sebuah puisi yang tidak masuk akal atau tidak memiliki narasi.

    54. Menurut Riffaterre

    Berdasarkan pendapat dari Riffaterre, puisi itu selalu berubah-ubah sesuai dengan evolusi selera dan perubahan konsepsi estetikanya.

    55. Menurut Anne Rouse

    Definisi puisi menurut Anne Rouse adalah intensitas di pusat kehidupan, dan tentang kerumitan berekspresi tanpa apresiasi dari mereka, orang yang dikutuk untuk emosi sederhana dan eskpresi mentah.

    56. Menurut Frieda Hughes

    Puisi merupakan cara berkomunkasi yang luas dari pikiran dan perasaan dengan berkonsentrasi mereka menjadi minimal, atau bahkan titik tunggal yang menggambarkan keseluruhan.

    57. Menurut Dick Hartono

    Pengertian puisi adalah karya sastra yang terdiri dari unsur-unsur penting yaitu unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Unsur tematik puisi lebih menunjuk ke arah struktur batin puisi, sementara unsur sintaksis menunjuk ke arah struktur fisik puisi.

    58. Menurut Charles Baudelaire

    Pengertian puisi adalah karya sastra yang merupakan ekspresi konkret dan bersifat artistik yang berasal dari kehidupan manusia.

    59. Menurut Waluyo

    Menurut Waluyo, pengertian puisi merupakan sebuah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan sebuah kata-kata kias atau imajinatif.

    60. Menurut W.H. Auden

    Menurut pendapat dari W.H. Auden, arti dan definisi puisi secara umum adalah sebuah ekspresi yang bening dari perasaan yang berbaur.

    61. Menurut Rahmat Joko Pradopo

    Puisi merupakan bentuk ekspresi pemikiran yang membangkitkan perasaan, ia mampu membangkitkan imajinasi panca indera dalam suasana yang berirama.

    62. Menurut Schmitt dan Viala

    Schmitt dan Viala menuliskan bahwa masyarakat Yunani memahami puisi sebagai seni menciptakan bahasa yang berbeda dari pemakaian bahasa sehari-hari.

    63. Menurut Burhan Nurgiyantoro

    Arti puisi merupakan genre sastra yang sangat memperhatikan pemilihan aspek kebahasaan, efek keindahan dari puisi diperoleh dari pemilihan bahasa terutama aspek diksi yang menyangkut unsur bunyi, bentuk dan makna puisi itu sendiri.

    64. Menurut Umberto Eco

    Menurut Umberto Eco, karya puisi bukanlah masalah perasaan, namun merupakan masalah bahasa. Puisi adalah bahasa yang menciptakan perasaan.

    65. Menurut Aminuddin

    Menurut Aminuddin, arti puisi berasal dari kata bahasa Yunani yaitu pocima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan. Puisi diartikan sebagai proses membuat dan pembuatan karena lewat puisi, pada dasarnya seseorang telah menciptakan suatu dunia tersendiri, yang berisi pesan atau gambaran suasana tertentu, baik fisik maupun batin.

    66. Menurut Hudson

    Arti puisi menurut Hudson adalah salah satu cabang sastra yang menggunakan kata-kata sebagai media penyampaian untuk membuahkan ilusi dan imajinasi, seperti halnya lukisan yang menggunakan garis dan warna dalam menggambarkan gagasan pelukisnya.

  • Pengertian Budaya dan Sifat Kebudayaan Menurut Para Ahli

    Pengertian Budaya

    Budaya adalah sebuah opini, ide, gagasan, buah pemikiran yang diimplementasikan bersama oleh kelompok orang secara turun-menurun, generasi ke generasi dari nenek moyang atau pendahulunya.

    Bicara tentang budaya, kadang tidak ada habisnya. Sebab, budaya itu sifatnya unik yang terbentuk dari banyak unsur.

    Adapun unsur budaya eperti agama, suku, politik, adat-istiadat, bahasan, seni, dan masih banyak unsur lainnya.

    Ketika semua unsur itu disatukan, maka muncullah sebuah gagasan yang disebut budaya. Oleh karenanya, budaya juga bisa dipandang dengan berbagai sudut pandang berbeda, tergantung dari kemampuan berpikir setiap pelakunya.

    Dengan anggapan seperti itu, secara tidak langsung juga menjelaskan jika budaya sifatnya adalah dinamis, dapat berubah, dan menerima adanya masukan sehingga dikenal sebuah istilah yang bernama akulturasi.

    Pengertian Budaya Menurut Para Ahli

    Untuk lebih jelas, berikut adalah beberapa definisi budaya menurut para ahli.

    1. Budaya Menurut Koentjaraningrat

    Budaya adalah suatu sistem gagasan dan rasa, tindakan serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya dengan belajar.

    2. Budaya Menurut E.B. Taylor

    Budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.

    3. Budaya Menurut Kluckhohn dan Kelly

    Budaya adalah semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu, sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia.

    4. Budaya Menurut Linton

    Budaya adalah keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.

    5. Kamus Besar Bahasa Indonesia

    Budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Secara tata bahasa, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia.

    Sifat Sifat Budaya

    1. Etnosentis

    Sifat etnosentris adalah sebuah sifat kebudayaan merasa bahwa kebudayaannya adalah yang terbaik, jika dibandingkan dengan budaya-budaya yang lainnya.

    Etnosentrisme cenderung memandang rendah orang-orang yang dianggap asing, etnosentrisme memandang dan mengukur budaya asing dengan budayanya sendiri.

    2. Universal

    Kebudayaan universal adalah kebudayaan yang selalu mencari jawaban atas problematika masyarakat, bukan apologi terhadap kesenian, tidak pula apriori terhadap politisasi massa.

    Tetapi, lebih merujuk pada rasionalitas untuk menjangkau perkembangan masyarakat majemuk Indonesia di masa depan.

    3. Akulturasi

    Akulturasi adalah suatu proses sosial yang muncul manakala suatu kelompok manusia dan kebudayaan tertentu bertemu dengan unsur dari suatu kebudayaan asing.

    Lambat laun, kebudayaan asing itu akan diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri menghilangkan unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.

    Singkatnya, akulturasi bisa disebut sebagai campuran dua budaya yang membentuk sebuah budaya baru.

    4. Adaptif

    Sifat adaptif beranggapan bahwa kebudayaan adalah suatu mekansime yang dapat menyesuaikan diri. Kebudayaan adalah sebuah keberhasilan mekanisme bagi setiap manusia.

    Lantas, kebudayaan memberi manusia sebuah keuntungan selektif yang beguna untuk bertahan hidup terhadap bentuk kehidupan yang lain.

    5. Dinamis

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kebudayaan itu tidak statis, tapi dinamis yang selalu berubah-ubah.

    Sebab, semakin hari akan ada unsur baru yang bisa bersahat dengna kebudayaan, bahkan bisa menggerus posisinya. Maka dari itu, lingkungan juga berpengaruh dalam perubahan kebudayaan secara lambat laun.

    Itulah beberapa pengertian budaya dan sifat kebudayaan menurut para ahli yang harus kita ketahui sebagai manusia yang sadar akan kebudayaan.

  • Pengertian Sastra Nusantara Menurut Para Ahli

    Pengertian Sastra Nusantara Menurut Para Ahli

    Pengertian Sastra Nusantara Menurut Para Ahli

    Istilah Nusantara pertama kali dipakai oleh kerajaan Majapahit untuk menyebut daerah-daerah kekuasaannya.

    1. Vlekke (1958 : 15)

    Kata Nusantara sendiri merujuk pada periode khusus ketika Indonesia dikuasai oleh Majapahit, khususnya ketika kerajaan ini berada di bawah kendali patih besarnya, Gajah Mada. Majapahit adalah negara kesatuan Indonesia di masa silam.

    2. Hamidy (1994 : 7)

    Bahasa tanpa sastra bagaikan jasat tanpa ruh. Bahasa tidak punya semangat jika tidak ada muatan sastra.

    Sastralah yang membuat bahasa menjadi hidup. Dalam sastralah terkesan harapan dan cita-cita masyarakatnya Sastra Nusantara tidak berdiri sendiri, ia terbentuk dari sinkretis antar daerah-daerah di wilayah nusantara.

    Bahasa tanpa sastra bagaikan jasat tanpa ruh. Bahasa tidak punya semangat jika tidak ada muatan sastra. Sastralah yang membuat bahasa menjadi hidup. Dalam sastralah terkesan harapan dan cita-cita masyarakatnya

    3. Djamaris (2001 : 151)

    Bahwa dalam Sastra Nusantara terdapat sastra Jawa, sastra Sunda, sastra Bali, sastra lombok, dan sastra Madura seperti Babad Tanah Jawi, Babad Blambangan, Cerita Dipati Ukur, Sejarah Suka Pura, Babad Buleleng, Babad Lombok, dan Babad Madura.

    Sastra Nusantara juga biasa disebut sebagai sastra daerah. Sastra daerah merupakan bagian dari sastra nusantara yang mewakili kemajemukan daerah yang ada di Indonesia.

    Karya sastra daerah berkembang di daerah dan diungkapkan dengan menggunakan bahasa daerah. Sastra daerah juga mempunyai kedudukan di tengah masyarakat.

    4. Koentjaraningrat (2005 : 20)

    Sastra merupakan salah satu jenis kesenian selain seni musik, seni rupa, seni patung, seni menggambar, dan seni pertunjukan.

    Sastra Daerah adalah ciptaan masyarakat pada masa lampau atau mendahului penciptaan sastra Indonesia moderen.

    5. Tuloli, 2001 : 209)

    Sastra daerah dapat dimasukkan sebagai satu aspek budaya Indonesia yang memperkaya budaya nasional dan menjadi alternatif kedua yang perlu dipertimbangkan dan dikembangkan selain sastra Indonesia.

    Itulah pengertian sastra nusantara menurut para ahli. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Pengertian Etnografi Menurut Para Ahli

    Pengertian Etnografi Menurut Para Ahli

    Pengertian Etnografi

    Secara bahasa, kata etnografi merupakan istilah yang berasal dari Bahaya Yunani ‘ethos’ yang artinya deskripsi mengenai orang, suku, bangsa yang diuraikan dengan tulisan.

    Kemudian, secara harfiah bisa disebut bahwa etnografi adalah budaya dalam perspektif keilmuan.

    Istilah etnografi sendiri adalah sub cabang dari antropologi, yang artinya lahir dan merupakan embrio dari keilmuan antropologi.

    Diperkirakan bidang kajian ini lahir pada tahun 1800-an manakalah masa kerajaan di Indonesia yang sedang berupaya dalam memperebutkan daerah kekuasan serta hasil alam, berupa rempah-rempah.

    Menurut KBBI, makna etnografi adalah: deskripsi tentang kebudayaan suku-suku bangsa, ilmu tentang pelukisan kebudayaan suku-suku bangsa yang hidup tersebar di muka bumi

    Pengertian Etnografi Menurut Para Ahli

    Namun, ada peranan dan maksud lain dari kelahiran etnografi sendiri. Seperti pengertian etnografi menurut para ahli berikut ini.

    1. Michael H. Agar (1986:12-24)

    Memberikan tawaran baru tentang penelitian etnografi dengan dilandasi oleh pemikiran fenomenologi, mengutip pendapat Giddens (1976), adalah inti dari proses mediasi kerangka pemikiran.

    “Hakikat dari suatu mediasi tertentu akan bergantung dari hakikat tradisi dimana terjadi kontak penelitian lapangan”.

    2. Charles Winnick (1915:193)

    Mendefinisikan etnografi sebagai the study of individual cultures, it is primarily adescriptvie and non interpretative study.

    3. Roger M. Keesing (1989:250)

    Mendefinisikan etnogarafi sebagai pembuatan dokumentasi dan analisis budaya tertentu dengan mengadakan penelitian lapangan.

    Artinya dalam mendefinisikan suatu kebudayaan seorang etnografer (peneliti etnografi) juga menganalisis.

    4. Richards dkk, (1985)

    Etnografi adalah kajian tentang kehidupan dan kebudayaan suatu masyarakat atau etnik, misalnya tentang adat-istiadat, kebiasaan, hukum, seni, religi, bahasa.

    Bidang kajian vang sangat berdekatan dengan etnografi adalah etnologi, yaitu kajian perbandingan tentang kebudayaan dari berbagai masyarakat atau kelompok

    5. Wolcott (1977)

    Arti Etnografi adalah suatu metode khusus atau satu set metode yang di dalamnya terdapat berbagai bentuk yang mempunyai karakteristik tertentu, termasuk partisipasi etnografer, memahami dan mengikuti kehidupan sehari-hari dari seseorang dalam periode yang lama, melihat apa yang terjadi, mendengarkan apa yang dikatakan, bertanya kepada mereka, dan pada kenyataannya mengumpulkan data apa saja yang ada.

    Nah, itulah beberapa definisi etnografi menurut para ahli. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • 13 Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

    13 Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

    Pengertian Diksi

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Kbbi), diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti apa yang diharapkan).

    Diksi atau sering juga disebut pilihan kata, penggunaan diksi berhubungan dengan ketetapan penggunaan kata, setiap kata memilki makna tertentu yang berbeda dengan makna yang lainnya.

    Walaupun ada beberapa kata yang sekilas memilki makna yang hampir sama, tetapi sebenarnya masing-masing memilki perbedaan.

    Seorang pengarang ketika menentukan kata dalam menulis tentunya tidak asal dalam memilih.

    Namun demikian kata yang akan dipilih itu akan diikuti dengan berbagai hal yang melingkupinya.

    Hal tersebut menyangkut di mana, kapan, dan tujuannya apa menggunakan kata tersebut.

    Semua itu dimaksudkan untuk memberi corak atau warna agar menarik perhatian pembaca, dengan syarat maksud atau pesan yang ingin disampaikan pengarang itu bisa tersampaikan ke pembaca.

    Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian diksi menurut para ahli, diantaranya:

    1. Keraf (2008: 22-23)

    Diksi adalah pilihan kata atau diksi jauh lebih luas dari apa yang dipantulkan oleh hubungan kata-kata itu. Istilah ini bukan saja dipergunakan untuk menyatakan kata-kata mana yang dipakai untuk mengungkapkan suatu ide atau gagasan, tetapi juga meliputi fraseologi, gaya bahasa, dan ungkapan.

    2. Widyamartaya (1990: 45)

    Pendapat lain dikemukakan oleh Widyamartaya (1990: 45) yang menjelaskan bahwa diksi atau pilihan kata adalah kemampuan seseorang membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikannya dan kemampuan tersebut hendaknya disesuaikan dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat dan pendengar atau pembaca.

    3. Enre (1988: 102)

    Menjelaskan bahwa diksi ialah pilihan kata dan penggunaan kata secara tepat untuk mewakili pikiran dan perasaan yang ingin dinyatakan dalam pola suatu kalimat.

    4. Achmadi (1990: 136)

    Memberikan definisi diksi adalah seleksi kata-kata untuk mengekspresikan ide atau gagasan dan perasaan.

    5. Mustakim (1994: 41)

    Membedakan antara istilah pemilihan kata dan pilihan kata. Pemilihan kata adalah proses atau tindakan memilih kata yang dapat mengungkap gagasan secara tepat, sedangkan pilihan kata adalah hasil proses atau tindakan tersebut.

    6. Harimurti

    Diksi adalah pilihan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek tertentu dalam berbicara di depan umum atau dalam mengarang.

    7. Susilo Mansurudin

    Susilo Mansurudin berpendapat pengertian diksi adalah pilihan kata. Pemakaian atau pemilihan diksi yang tepat, benar dan cermat bisa membantu memberi nilai pada suatu kata. Pilihan diksi yang sesuai dengan kata lain akan mencegah terjadinya kesalahan penafsiran yang berbeda.

    8. Triningsih

    Triningsih (2018, hlm. 15) menyatakan, bahwa diksi atau pilihan kata merupakan ketepatan seseorang dalam memilih dan menggunakan kata sesuai dengan situasi dan kondisi. Artinya, seorang penulis harus mampu memilih kata agar informasi yang disampaikan tidak ambigu atau tepat.

    9. Finoza

    Finoza (2018, hlm. 137) menyatakan, bahwa pilihan kata atau diksi pada dasarnya adalah hasil upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam kalimat, alinea, serta wacana.

    10. Aminudin

    Aminudin (1995: 215) menyatakan fungsi diksi adalah menimbulkan keindahan yang menyangkut aspek bentuk sebagaimana dikreasikan penuturnya, dan menampilkan gambaran suasana.

    11. Pradopo

    Menurut Pradopo (1990: 93) pembaca dapat menikmati diksi yang dikreasikan oleh pengarang. Fungsi diksi adalah dapat menimbulkan tanggapan pikiran pembaca karena ada makna lain yang muncul dibalik kata itu.

    12. Siswono

    Kemudian Siswono (2014:07) mengemukakan diksi merupakan pilihan kata terhadap bahasa-bahasa yang dikuasai oleh penutur.

    Satuan pilihan kata yang terdapat pada pengertian diksi berstruktur gramatikal demikian, berupa polimorfemis bersteam pilih yang berkategori kelas kata verba, hal ini memarkahi aktivitas memilih.

    Yaitu memilih kata, lalu kapan penutur melakukannya yaitu saat sedang bertutur, baik yang tampak maupun tidak tampak, wujud bertutur yang tampak misalnya tuturan lisan dan tulis, sedangkan wujud bertutur yang tidak tampak karena masih terjadi di alam mental adalah berfikir.

    13. Awalludin

    Menurut Awalludin (2017:19) diksi merupakan pilihan kata. Artinya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Oleh sebab itu, diksi ini menjadi salah satu unsur yang sangat penting, baik dalam dunia tulis-menulis maupun dalam dunia tutur yang kita gunakan sehari-hari.