Kategori: Menurut Para Ahli

  • Pengertian Kode, Alih Kode dan Campur Kode Menurut Para Ahli

    Pengertian Kode, Alih Kode dan Campur Kode Menurut Para Ahli

    Pengertian Kode

    Sebelum kita membahas perbedaan alih kode dan campur kode, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu definisi dari kode itu sendiri.

    Jadi, kode adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut salah satu varian di dalam hierarki kebahasaan.

    Sehingga selain kode yang mengacu kepada bahasa (seperti bahasa Inggris, Belanda, Jepang, Indonesia), juga varian kelas sosial disebut dialek sosial atau sosiolek (misalnya: bahasa Jawa halus dan kasar).

    Tidak luput juga meliputi varian ragam dan gaya dirangkum dalam laras bahasa (gaya sopan, gaya hormat, atau gaya santai), dan varian kegunaan atau register (bahasa pidato, bahasa doa, dan bahasa sehari-hari).

    Pengertian Kode Menurut Para Ahli

    Berikut ini beberapa definisi kode menurut para ahli.

    1. Menurut Poedjosoedarmo (1982:30)

    Kode merupakan suatu sistem tutur yang penerapan unsur bahasanya mempunyai ciri khas sesuai dengan latar belakang penutur dengan lawan tutur, dan situasi tutur yang ada. Jadi dalam kode itu terdapat unsur bahasa seperti kalimat, kata, morfem, dan fonem.

    2. Apple (1976)

    Mendefinisikan alih kode sebagai “gejala peralihan pemakaian bahasa karena berubahnya situasi”. Contohnya ada dua orang Sunda yang berbincang dengan menggunakan bahasa Sunda. Kemudian setelah beberapa menit datang orang Bali yang tidak bisa menggunakan bahasa Sunda, sehingga mereka bertiga memakai bahasa indonesia.

    3. Hymes (1878: 103)

    Alih kode itu bukan hanya terjadi antar bahasa, tetapi dapat juga terjadi antara ragam-ragam atau gaya-gaya yang terdapat dalam satu bahasa. Yaitu misalnya perubahan antara ragam santai dan ragam resmi bahasa indonesia.

    Alih KodeAlih kode (code switching) adalah peristiwa peralihan dari satu kode ke kode yang lain. Misalnya penutur menggunakan bahasa Indonesia, kemudian beralih menggunakan bahasa Jawa/bahasa lainnya.

    Alih kode juga menjadi salah satu aspek ketergantungan bahasa (languagedependency) dalam masyarakat multilingual. Dalam masyarakat multilingual, ditemui fakta bahwa sangat sulit seorang penutur mutlak hanya menggunakan satu bahasa.

    Alih Kode Menurut Para Ahli

    Beirkut ini beberapa definisi alih kode menurut para ahli.

    1. Nababan (1984:31)

    Menyatakan bahwa konsep alih kode ini mencakup juga kejadian pada waktu kita beralih dari satu ragam bahasa yang satu ke ragam yang lain. Misalnya, ragam formal ke ragam santai, dari kromo inggil (bahasa jawa) ke bahasa ngoko dan lain sebagainya.

    2. Kridalaksana (1982:7)

    Mengemukakan bahwa penggunaan variasi bahasa lain untuk menyesuaikan diri dengan peran atau situasi lain, atau karena adanya partisipasi lain disebut alih kode

    3. Holmes (2001:35)

    Menegaskan bahwa suatu alih kode mencerminkan dimensi jarak sosial, hubungan status, atau tingkat formalitas interaksi para penutur.

    4. Suwito (1985:67)

    Menyebutkan bahwa kode adalah salah satu variasi dalam hierarki kebahasaan. Selanjutnya diberi ilustrasi, misalnya kita mengatakan bahwa “manusia adalah makhluk-makhluk berbahasa (homo lingual)”.

    Campur Kode

    Campur kode (code-mixing) terjadi apabila seorang penutur menggunakan suatu bahasa secara dominan mendukung suatu tuturan disisipi dengan unsur bahasa lainnya.

    Hal ini biasanya berhubungan dengan karakteristk penutur, seperti latar belakang sosial, tingkat pendidikan, rasa keagamaan.

    Campur Kode Menurut Para Ahli

    Berikut ini beberapa definisi campur kode menurut para ahli.

    1. Nababan (1984:32)

    Mengatakan campur kode adalah suatu keadaan berbahasa dimana orang mencampur dua (atau lebih) bahasa atau ragam bahasa dalam suatu tindak tutur.

    2. Sumarsono (2004:202)

    Menjelaskan kata-kata yang sudah mengalami proses adaptasi dalam suatu bahasa bukan lagi kata-kata yang mengalami gejala interfensi, bukan pula alih kode, apalagi campur kode.

  • Pengertian Resensi Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Resensi Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Definisi Resensi

    Resensi adalah sebuah ulasan atau penilaian terhadap suatu karya, baik berupa buku, film, atau karya lainya.

    Kata resensi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere.

    Artinya dengan meresensi, maka seseorang akan melihat, menimbang, atau menilai karya tersebut.

    Dalam bahasa Belanda, resensi dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah review.

    Namun, dari ketiga istilah tersebut tetap mengacu pada hal yang sama, yaitu mengulas buku.

    Resensi Menurut Para Ahli

    Menurut Saryono (1997:56) pengertian resensi adalah sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai sebuah buku.

    Isinya meliputi laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya buku tersebut. Dalam resensi, biasanya dilengkapi/didukung dengan ilustrasi buku, misalnya foto buku atau cover.

    Menurut WJS Poerwadarminta (dalam romli, 2003: 75) arti resensi secara bahasa adalah sebagai pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut.

    Dimana orang yang meresensi akan memberikan dorongan kepada masyarakat tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan seberapa manfaatnya buku tersebut.

    Resensi juga berkaitan dengan literasi novel, yaitu kemampuan individu untuk memahami, menganalisis, dan mengevaluasi sebuah novel dengan baik.

    Kemampuan ini meliputi pemahaman terhadap alur cerita, karakter tokoh, tema, dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui novel tersebut.

    Sehingga secara sederhana, resensi bisa dikatakan sebagai sebuah tindakan yang memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik suatu buku.

    Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resensi adalah:

    pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku: majalah itu memuat — buku-buku yang baru terbit
    pendapat atau pertimbangan redaksi tentang hasil kesenian, kesusastraan, dan sebagainya

    Jenis Jenis Resensi

    Secara umum, resensi terbagi menjadi tiga jenis, diantaranya:

    • Resensi Informatif, yaitu resensi yang hanya menyampaikan isi secara singkat dan umum dari keseluruhan isi buku.
    • Resensi Deskriptif, yaitu resensi yang mengulas secara detail pada tiap bagian atau bab dalam buku.
    • Resensi Kritis, yaitu resensi yang berbentuk ulasan terperinci dengan metodologi penelitian. Isi dari resensi kritis biasanya cukup tajam dan objektif dalam menilai sebuah buku.

    Struktur Resensi

    Ada beberapa struktur resensi, berikut diantaranya:

    • Identitas, yang mencakup judul buku, penerbit, pengaran, tahun terbit, tebal halaman.
    • Orientasi, yaitu penjelasan tentang kelebihan buku, misalnya penghargaan yang pernah diraih.
    • Sinopsis, yaitu ringkasan yang menggambarkan isi cerita tentang buku tersebut.
    • Analisis, yaitu paparan tentang keberadaan unsur-unsur cerita, seperti tema, watak, penokohan, latar, dan alur.
    • Evaluasi, yaitu paparan tentang kelebihan dan kekurangan suatu karya.

    Unsur Resensi

    Dalam resensi novel atau buku, diperlukan unsur-unsur resensi yang harus dipenuhi, sebagai berikut:

    1. Judul Resensi

    Judul sebuah resensi harus mempunyai korelasi dengan isi resensi. Tidak lupa juga, judul resensi harus dibuat semenarik mungkin agar bisa memberikan nilai tersendiri.

    2. Menyusun Data Buku

    Selanjutnya adalah menyusun data buku. Adapun hal yang dapat dilakukan dalam penyusunan data buku adalah sebagai berikut.

    • Judul
    • Pengarang
    • Penerbit
    • Tahun terbit beserta cetakannya
    • Dimensi buku
    • Harga

    3. Isi Resensi Buku

    Isi resensi biasanya selalu berisi tentang sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan singkat yang dianggap penting. Tidak lupa juga, perlu dicantumkan kelebihan serta kelemahan buku.

    4. Penutup Resensi Buku

    Pada bagian penutup resensi, bisa diisi dengan kesimpulan yang berisi aalasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan.

    Manfaat Resensi

    Adapun beberapa manfaat resensi adalah sebagai berikut:

    1. Bahan Pertimbangan

    Memberikan gambaran umum kepada pembaca tentang suatu karya dan memengaruhi mereka atas karya tersebut. Sehingga mereka mendapat pertimbangan apakah layak untuk membeli/tidak, membaca/tidak.

    2. Nilai Materi

    Menjadi sumber penghasilan. Sebab begitu banyak penerbit yang menginginkan buku-buku terbitannya di resensi hingga bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas.

    3. Promosi Buku

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, resensi bisa membuat sebuah karya menjadi lebih dikenal masyarakat luas. Maka dari itu, banyak penulis/penerbit yang menginginkan jika karya terbarunya diresensi.

    4. Melatih Kreativitas

    Meresensi buku juga bisa melatih kreativitas seseorang. Di mana, kata-kata yang digunakan haruslah yang baik dan benar sehingga bisa diterima oleh masyarakat luas.

    Ciri Ciri Resensi

    Apa saja ciri-ciri resensi? Berikut diantaranya:

    • Terdapat judul resensi.
    • Memberikan identitas buku secara lengkap.
    • Ada sinopsis atau ulasan buku.
    • Menyajikan kelebihan dan kelemahan buku.
    • Penggunaan bahasa yang baik dan benar.
    • Memberi masukan, kritik, dan saran kepada penulis.
    • Memberi apresiasi atas sebuah karya tulis.
    • Menilai karya sastra secara objektif.

    Tujuan & Manfaat Resensi

    Adapun tujuan dan manfaat resensi adalah sebagai berikut.

    • Membantu pembaca untuk mengetahui gambaran umum sebuah buku secara ringkas.
    • Mengetahui kelebihan dan kelemahan buku yang diresensi.
    • Mengetahui latar belakang penulis dan alasan buku itu dibuat.
    • Menguji kualitas sebuah karya dan membandingkan dengan karya lainnnya.
    • Memberi masukan kepada penulis yang berupa kritik dan saran.
    • Mengajak untuk berdiskusi tentang karya yang diresensi.
    • Memberikan pemahaman secara komprehensif kepada pembaca.

    Contoh Resensi

    Berikut adalah contoh resensi buku yang berjudul Serpihan Masa Lalu karya Utami Panca Dewi.

    Judul : Serpihan Masa Lalu
    Penulis : Utami Panca Dewi
    Penerbit : Nuansa
    Cetakan : Pertama, 2016
    Tebal : 155 halaman
    ISBN : 978-602-73112-7-5

    Novel remaja ini bercerita tentang perjalanan seorang wanita bernama Dara.

    Sejak kepergian ibunya, Dara menjadi anak yang pendiam. Tentunya hal membuat itu ayahnya, Farid menjadi prihatin.

    Ayahnya yang berprofesi sebagai dokter berinisiatif mengajak Dara mengunjungi Rumah Singgah Bina Insani, yang sekaligus panti asuhan bagi anak-anak yang kurang beruntung, milik Bu Respati.

    Dokter Farid ingin Dara memiliki keceriaan kembali seperti sebelum ditinggal ibunya.

    Diawali dengan memperkenalkan diri di kelas barunya, banyak anak panti yang meminta Dara menjelaskan cara penyelesaian soal-soal IPA.

    Sebab, Dara merupakan siswi paling cerdas di kelas XI IPA 2. Dia mampu menjelaskan soal-soal secara mudah, melebihi teman-teman sekelasnya.

    Melihat keceerdasan Darai, Bu Respati mintanya menjadi guru atau pengajar mata pelajaran IPA bagi anak-anak panti.

    Kebetulan Rumah Singgah itu belum memiliki guru IPA dan Dara menyetujuinya. Jadi, setiap Jumat sore, Dara memberi pelajaran IPA pada anak-anak panti.

    Setelah berbulan-bulan mengajar di Rumah Singgah, akhirnya Dara sadar akan passion-nya. Seketika Dara ingin menjadi guru.

    Dia benar-benar menikmati momen saat berada di tengah anak-anak panti tersebut.

    Dia merasa jika menemukan kepuasan ketika murid-muridnya bisa memahami materi yang dijelaskannya. Bisa dikatakan sebagai sebuah kebanggaan tersendiri.

    Tentu saja cita-cita ini bertolak belakang dengan keinginan dokter Farid, ayahnya.

    Sebagai seorang dokter senior, Farid ingin Dara menjadi dokter juga agar dapat menggantikan mengelola klinik tersebut.

    Banyak pihak yang heran dengan cita-cita Dara. Salah satunya adalah Ruben, kakak kelasnya yang diam-diam menyukai Dara.

    Namun, Dara tetap teguh dengan harapannya. Dia menganggap bahwa setiap anak bebas memilih jalan yang diinginkan tanpa harus memenuhi permintaan orang tuanya.

    Padahal Dara memiliki rasa kepada Ruben. Tapi, Dara memilih mengubur perasaannya karena cita-citanya tersebut.

    Selain itu, dia juga memikirkan perasaan Mela, sepupu Dara, juga menyukai Ruben.

    Karena orang tua Mela baru saja bercerai, Mela harus pindah tempat tinggal dan sekolah. Terlebih lagi Mela mengidap thallasemia.

    Dara tak ingin sepupunya bersedih. Jika bersama Ruben bisa membuat Mela bahagia, Dara rela mengesampingkan perasaannya, walau harus sedikit terluka.

    Di sisi lain, Dara juga tertarik pada Ale, seorang remaja seusianya yang menjadi penjaja koran di lampu merah.

    Adik Ale, Adelia, seorang berkebutuhan khusus merupakan salah satu anak asuh Rumah Singgah Bina Insani, murid Dara.

    Setelah ayahnya meninggal, Ale berjuang membesarkan adiknya. Dia rela putus sekolah asal adiknya bisa mengenyam pendidikan.

    Dokter Farid tidak senang melihat kedekatan Dara dengan Ale.

    Menurutnya, anak jalanan seperti Ale yang berambut gondrong tidak punya sopan santun dan tidak punya masa depan sehingga tidak layak untuk dicintai.

    Apalagi mengetahui Dara terlambat pulang karena pergi bersama Ale, makin beranglah Dokter Farid.

    Untuk menjauhkan anak kesayangannya dari Ale, Farid mengizinkan Dara mengambil program studi Pendidikan Biologi di Yogyakarta.

    Bagi Dara, tak masalah dijauhkan dari Ale, selama tidak dilarang menjadi guru. Sebab, cita-citanya sudah bulat menjadi seorang guru yang berguna bagi setiap anak.

  • 9 Pengertian Apresiasi Menurut Para Ahli

    Pengertian Apresiasi

    Jelaskan pengertian apresiasi? Apresiasi adalah sebuah bentuk penghargaan kepada suatu karya seni dan sastra yang dihasilkan dari proses pengamatan, penglihatan, pendengaran, dan penjiwaan.

    Menurut bahasa, apresiasi berasal dari bahasa latin, yaitu “Apreciatio” yang artinya menghargai. Sedangkan secara terminologi, arti apreasiasi adalah proses penilaian seorang ahli terhadap sesuatu.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti apreasiasi adalah:

    apresiasi/ap·re·si·a·si/ /aprésiasi/ n 1 kesadaran terhadap nilai seni dan budaya; 2 penilaian (penghargaan) terhadap sesuatu; 3 kenaikan nilai barang karena harga pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah;

    Pengertian Apresiasi Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian apresiasi menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Alfred North Whitehead

    Apresiasi adalah proses pengapresiasian terhadap sebuah hal yang dilakukan oleh seseorang dalam sebuah kegiatan guna mendapatkan suatu hal, dan berpartisipasi di dalamnya dengan penilaian secara keseluruhan.

    2. Effendi

    Pengertian apresiasi menurut Effendi merupakan aktivitas menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra.

    3. Aminuddin

    Berdasarkan pandangan Aminuddin, apresiasi mengandung makna pengenalan melalui perasaan atau pun kepekaan batin dan pengakuan terhadap unsur-unsur keindahan yang diungkapkan oleh pengarangnya.

    4. Albert R. Candler

    Definisi apresiasi merupakan kegiatan mengartikan serta menyadari sepenuhnya seluk beluk karya seni, serta menjadi sensitif mengenai gejala estetis dan artistik, sehingga dapat menikmati dan menilai karya tersebut secara semestinya.

    Dalam aktivitas mengapresiasi, seorang penghayat melaksanakan aktivitas pencarian pengalaman estetis, sehingga motivasi yang timbul adalah motivasi pengalaman estetis (berupa kepuasan kontemplatif dan intuitif).

    5. Elliyati

    Berdasarkan pandangan Elliyati, apresiasi merupakan setiap kegiatan mengakrabi karya sastra secara bersungguh-sungguh. Berkaitan dengan hal itu, apresiasi membutuhkan kesungguhan penikmat sastra untuk mengenali, menghargai, dan menghayati, sehingga ia dapat menemukan penjiwaan yang benar-benar dalam.

    6. Effendi (1973)

    Apresiasi adalah sebuah aktifitas atau kegiatan untuk menggauli sastra yang diciptakan dengan ketulusan hati dan kesungguhan hingga dihasilkan karya yang menumbuhkan pengertian, kepekaan, kritis, penghargaan, dan kepekaan rasa yang cukup baik terhadap hasil cipta sastra.

    7. John Dewey

    Apa itu apresiasi? Definisi apresiasi adalah menikmati sebuah kesenangan atau pengalaman terhadap sesuatu.

    8. Jarret

    Definisi apresiasi adalah perhatian seseorang terhadap sesuatu yang bisa berupa ketertarikan, kesenangan, dan pemanfaatan terhadap sesuatu tersebut.

    9. Hornby

    Pengertian apresiasi menurut Horby apresiasi mengacu kepada pengertian pengenalan dan pemahaman yang tepat, pertimbangan, penilaian, dan pernyataan yang memberikan penilaian.

    Tujuan Apresiasi

    Apresiasi dilakukan bukan tanpa alasan. Adapun tujuan apresiasi adalah sebagai berikut:

    • Memberi penghargaan positif kepada sastrawan dan seniman.
    • Mengembangkan nilai estetika dari karya seni dan karya sastra.
    • Meningkatkan kemampuan imajinasi dan kreativitas para seniman.
    • Untuk menyempurnakan sebuah karya.
    • Memberi semangat agar seniman terus berkarya.
    • Memperbaiki karya agar menjadi lebih baik.
    • Mendukung/menghargai karya.
    • Menjelaskan kepada publik bahwa karya tersebut layak dikonsumsi/tidak.
    • Memberi masukan kepada seniman dan sastrawan.
  • Pengertian dan Ciri Ciri Masyarakat Menurut Para Ahli

    Pengertian dan Ciri Ciri Masyarakat Menurut Para Ahli

    Pengertian Masyarakat

    Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.

    Lebih sederhana lagi, masyakarat bisa diartikan sebagai kelompok manusia yang hidup secara bersama-sama di suatu tempat dan membentuk sistem dengan alamiah.

    Ditelisik dari bahasa, kata “masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu “musyarak” yang artinya hubungan atau interaksi.

    Maka jika dilihat dari segi bahasa, definisi masyarakat adalah kelompok manusia yang hidup bersama-sama di suatu tempat dan saling berinteraksi dalam komunitas yang tertata sistemnya.

    Pengertian Masyarakat Menurut Para Ahli

    Berikut adalah beberapa pengertian masyarakat menurut para ahli, diantaranya:

    1. Selo Sumardjan

    Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.

    2. Karl Marx

    Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.

    3. Emile Durkheim

    Masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.

    4. Paul B. Horton & C. Hunt

    Masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.

    5. Max Weber

    Pengertian Masyarakat adalah suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.

    6. Ralph Linton (1968)

    Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.

    Ciri Ciri Masyarakat

    Soerjono Soekanto menjelaskan ciri-ciri masyarakat adalah sebagai berikut:

    • Beranggotakan minimal dua orang.
    • Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.
    • Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat.
    • Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat.
  • 8 Definisi Teater Menurut Para Ahli

    8 Definisi Teater Menurut Para Ahli

    Definisi Teater

    Teater berasal dari bahasa Yunani, “theatereatron” (bahasa Inggris, Seeing Place) yang artinya tempat atau gedung pertunjukan.

    Dalam pengertian yang lebih luas, teater bisa diartikan sebagai pertunjukan yang dilakukan di hadapan orang banyak dalam sebuah ruangan atau gedung.

    Teater dapat dikatakan sebagai manifestasi dari aktivitas naluriah, seperti misalnya anak-anak yang berperan sebagai ayah atau ibu.

    Selain itu, teater juga merupakan manifestasi pembentukan strata sosial kemanusiaan yang berhubungan dengan masalah ritual.

    Misalnya, upacara adat maupun upacara kenegaraan, keduanya memiliki unsur-unsur teatrikal dan bermakna filosofis.

    Definisi Teater Menurut Para Ahli

    Adapun pengertin teater menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Harymawan (1993)

    Secara khusus teater mengacu kepada aktivitas melakukan kegiatan dalam seni pertunjukan (to act) sehingga tindak tanduk pemain di atas pentas disebut acting. Istilah acting diambil dari kata Yunani “dran” yang berarti, berbuat, berlaku, atau beraksi. Karena aktivitas beraksi ini maka para pemain pria dalam teater disebut actor dan pemain wanita disebut actress.

    2. Moulton

    Teater adalah kisah hidup yang dilukiskan dalam bentuk gerakan (life presented in action).

    3. Balthazar Vallhagen

    Menurut Balthazar Vallhagen, drama adalah sebuah kesenian yang melukiskan sifat dan watak manusia dengan gerakan.

    4. Budianta, dkk (2002)

    Menurut Budianta, dkk, drama adalah genre sastra dimana penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya percakapan atau dialog diantara para tokoh yang ada.

    5. Ferdinand Brunetierre

    Menurut Ferdinand Brunetierre, sebuah drama harus melahirkan sebuah kehendak dengan action atau gerak.

    6. Tim Matrix Media Literata

    Drama adalah bentuk kisahan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) yang dipentaskan.

    7. Wildan

    Drama adalah komposisi berdasarkan beberapa cabang seni, sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.

    8. Anne Civardi

    Drama adalah sebuah kisah yang diceritakan melalui kata-kata dan gerakan.

  • 7 Pengertian Logika Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Logika Menurut Para Ahli

    Pengertian Logika

    Logika berasal dari bahasa Yunani, yaitu “logos“ yang berarti kata atau pikiran. Diperkenalkan pertama kali oleh Aristoteles lewat karyanya yang berjudul The Organon yang berarti alat.

    Maksudnya adalah alat untuk berpikir. Lebih jauh logos diartikan sebagai pikiran yang benar.

    Menurut KBBI, logika adalah: pengetahuan tentang kaidah berpikir; jalan pikiran yang masuk akal: keterangan saksi tidak ada — nya;

    Pengertian Logika Menurut Para Ahli

    Adapun definisi logika menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. The Liang Gie

    Dalam buku Dictionary of Logic (Kamus Logika) menyebutkan: Logika adalah bidang pengetahuan dalam lingkungan filsafat yang mempelajari secara teratur asas-asas dan aturan-aturan penalaran yang betul (correct reasoning).

    2. Mundiri

    Dalam bukunya menyebutkan logika didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah.

    3. Jan Hendrik Rapar (1996 : 5)

    Logika adalah suatau pertimbangan akal atau pikiran yang diatur lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.

    4. Soekadijo (1983-1994 : 3)

    Definisi logika adalah suatu metode atau cara yang di hasilkan untuk tujuan meneliti ketepatan nenalar.

    5. William Alston

    Pengertian logika adalah studi tentang penyimpulan, secara lebih ceramat usaha untuk mennetapkan ukuran-ukuran guna memisahkan penyimpulan yang sah dan tidak sah.

    6. Aristoteles

    Pengertian logika adalah ajaran tentang berpikir yang secara ilmiah membicarakan bentuk pikiran itu sendiri dan hukum-hukum yang menguasai pikiran.

    7. Secara etimologis

    Logika adalah istilah yang dibentuk dari kata logikos yang berasal dari kata benda logos. Kata logos berarti: sesuatu yang diutarakan, suatu pertimbangan akal (fikiran), kata, atau ungkapan lewat bahasa.

  • Penjelasan Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

    Penjelasan Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

    Definisi Penelitian Kualitatif

    Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan metode yang ada (Moleong, 2011).

    Informan pada penelitian kualitatif berjumlah minimal 5-6 orang (Streubert & Carpenter, 2003).

    Dalam teori lain, (Sugiyono, 2005) menjelaskan jika penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci.

    Metode Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

    Adapun penjelasan metode penelitian kualitatif menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Saryono (2010)

    Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh social yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatif.

    2. Sugiyono (2011)

    Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya eksperimen).

    Dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan tri-anggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

    3. Sugiyono (2010:3)

    Mengemukakan bawa metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian merupakan cara yang digunakan untuk mendapatkan data sesuai dengan kebutuhan.

    4. Nasution (2003:5)

    Penelitian kualitatif pada hakikatnya ialah mengamati orang dalam lingkungan hidupnya, berinteraksi dengan mereka, berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya.

    Pada pendapat lain, Nasution juga mengemukakan bahwa penelitian kualitatif disebut juga penelitian naturalistik.

    Disebut kualitatif karena sifat data yang dikumpulkan bercorak kualitatif, bukan kuantitatif, karena tidak menggunakan alat-alat pengukur.

    Disebut naturalistik karena situasi lapangan penelitian bersifat “natural” atau wajar, sebagaimana adanya, tanpa dimanipulasi, diatur dengan eksperimen atau test.

    5. Christianingsih (2007: 89)

    Mengungkapkan bahwa “Penelitian merupakan instrumen utama (key instrumen) untuk mengumpulkan dan menginterpretasi data dalam penelitian kualitatif”.

    Perbedaan Penelitian Kualitatif dengan Penelitian Kuantitatif

    Menurut Williams (1988), ada 5 pandangan dasar perbedaan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif Kelima pendangan dasar perbedaan tersebut antara lain:

    1. Bersifat realitas, pendekatan kuantitatif melihat realitas sebagai tunggal, konkrit, teramati, serta dapat difragmentasi. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat realitas ganda (majemuk), hasil konstruksi dalam pandangan holistik. Sehingga peneliti kuantitatif lebih spesifik, percaya langsung pada obyek generalis, meragukan dan mencari fenomena pada obyek yang realitas.

    2. Interaksi antara peneliti dengan obyek penelitiannya, pendekatan kuantitatif melihat sebagai independen, dualistik bahkan mekanistik. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat sebagai proses interaktif, tidak terpisahkan bahkan partisipasif.

    3. Posibilitas generalis, pendekatan kuantitatif bebas dari ikatan konteks dan waktu (nomothetic statements), sedangkan pendekatan kualitatif terikat dari ikatan konteks dan waktu (idiographic statements).

    4. Posibilitas kausal, pendekatan kuantitatif selalu memisahkan antara sebab riil temporal simultan yang mendahuluinya sebelum akhirnya melahirkan akibat-akibatnya. Sedangkan pendekatan kualitatif selalu mustahilkan usaha memisahkan sebab dengan akibat, apalagi secara simultan.

    5. Peranan nilai, pendekatan kuantitatif melihat segala sesuatu bebas nilai, obyektif dan harus seperti apa adanya. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat segala sesuatu tidak pernah bebas nilai, termasuk si peneliti yang subyektif.

    Tujuan Penelitian Kualitatif

    Menurut Kriyantono, tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menjelaskan suatu fenomena dengan sedalam-dalamnya dengan cara pengumpulan data yang sedalam-dalamnya pula, yang menunjukkan pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti.

    Etika penelitian kualitatif:

    1. Informed consent, hal ini ditujukan agar informan dalam penelitian ini mengetahui maksud dan tujuan penelitian. Mahasiswa yang mau dan bersedia menjadi informan dalam penelitian ini menandatangani lembar informed consent yang disediakan. Jika mahasiswa menolak untuk menjadi informan, maka peneliti pun tidak memaksakan.

    2. Privacy, sebelum melakukan wawancara peneliti meminta izin terlebih dahulu kepada informan untuk mewawancarai secara mendalam tentang pengalaman mahasiswi dalam mengatasi nyeri dysmenorrhea dengan kompres hangat.

    3. Confidentiality, informasi yang diberikan oleh informan dijaga kerahasiaannya oleh peneliti. Informasi tersebut hanya akan diketahui oleh peneliti dan pembimbing atas persetujuan informan dan hanya sekelompok data tertentu yang disajikan sebagai hasil penelitian, kemudian data rekaman dihapus jika sudah tidak diperlukan lagi.

    4. Selfdetermination, informan bisa mengajukan keberatan dan mengundurkan diri untuk berpartisipasi dalam penelitian ini.

    5. Anonimity (tanpa nama), untuk menjaga kerahasiaan identitas informan, maka peneliti tidak mencantumkan nama asli informan melainkan peneliti menggunakan kode atau inisial untuk menunjuk informan.

    6. Protection from discomfort, peneliti berusaha menjaga kenyamananinforman dengan melakukan wawancara di tempat dan waktu yang ditentukan informan.

    Instrumen Penelitian

    Moleong (2011) menjelaskan bahwa instrumen atau alat penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri.

    Peran peneliti pada pendekatan penelitian kualitatif dalam pengumpulan data di lapangan adalah sebagai instrumen penelitian.

    Peneliti bertugas menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, menyajikan (display) data, melakukan verifikasi dan membuat kesimpulan dari temuan di lapangan sebagai jawaban dari masalah yang diteliti.

    Prosedur Analisis Data

    Pengolahan data pada penelitian ini dimulai dengan pendokumentasian data dengan menyusun data-data hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan berupa rekaman dan catatan lapangan, kemudian mengubahnya menjadi bentuk transkrip wawancara.

    Selanjutnya peneliti memberi kode untuk mempermudah proses analisis data dengan memberikan garis bawah dan kode untuk kata-kata kunci yang diperoleh dari transkrip wawancara tersebut.

    Setelah kata-kata kunci didapat, peneliti mengambil arti dari setiap kata kunci dan mengelompokkannya menjadi beberapa kategori.

    Selanjutnya kategori-kategori yang sejenis dikelompokkan dalam satu tema dan dibagi dalam tujuan khusus.

    Informasi dianalisis secara manual yang disusun untuk menemukan alternatif pemecahan masalah.

  • 9 Pengertian Semiotika Menurut Para Ahli

    Pengertian Semiotika

    Semiotika adalah suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda. Tanda-tanda adalah perangkat yang dipakai dalam upaya berusaha mencari jalan di kehidupan ini, di tengah-tengah manusia dan bersama dengan manusia.

    Istilah semiotika secara etimologis berasal dari kata Yunani semeion yang berarti “tanda”.

    Tanda itu sendiri didefinisikan sebagai sesuatu yang atas dasar konvesi sosial yang terbangun sebelumnya, dapat mewakili sesuatu yang lain.

    Dan secara terminologis, semiotika dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari sederetan luas obyek-obyek, peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda (Eco, 1979 dalam Sobur, 2001).

    Pengertian Semiotika Menurut Para Ahli

    Untuk memahami ruang lingkup dan pendekatan dalam ilmu ini, sejumlah ahli telah mengemukakan definisi dan pandangan mereka tentang apa itu semiotika. Berikut adalah pengertian semiotika menurut para ahli.

    1. Berger

    Menurut Berger, semiotika memiliki dua tokoh, yakni Ferdinand de Saussure (1857-1913) dan Charles Sander Peirce (1839-1914). Kedua tokoh tersebut mengembangkan ilmu semiotika secara terpisah dan tidak mengenal satu sama lain.

    Saussure di Eropa dan Peirce di Amerika Serikat. Latar belakang keilmuan adalah linguistik, sedangkan Peirce filsafat. Saussure menyebut ilmu yang dikembangkannya semiologi (semiology).

    Semiologi menurut Saussure seperti dikutip Hidayat, didasarkan pada anggapan bahwa selama perbuatan dan tingkah laku manusia membawa makna atau selama berfungsi sebagai tanda, harus ada di belakangnya sistem perbedaan dan konvensi yang memungkinkan makna itu. Di mana ada tanda di sana ada sistem (Hidayat, 1998:26).

    2. Peirce

    Sedangkan Peirce menyebut ilmu yang dibangunnya semiotika (semiotics). Bagi Peirce yang ahli filsafat dan logika, penalaran manusia senantiasa dilakukan lewat tanda. Artinya, manusia hanya dapat bernalar lewat tanda.

    Dalam pikirannya, logika sama dengan semiotika dan semiotika dapat ditetapkan pada segala macam tanda (Berger, 2000:11-22). Dalam perkembangan selanjutnya, istilah semiotika lebih populer daripada semiologi.

    Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda (sign), berfungsi tanda, dan produksi makna. Tanda adalah sesuatu yang bagi seseorang berarti sesuatu yang lain.

    3. Zoest

    Dalam pandangan Zoest, segala sesuatu yang dapat diamati atau dibuat teramati dapat disebut tanda. Karena itu, tanda tidaklah terbatas pada benda.

    Adanya peristiwa, tidak adanya peristiwa, struktur yang ditemukan adalah sesuatu, suatu kebiasaan, semua ini dapat disebut benda.

    Sebuah bendera kecil, sebuah isyarat tangan, sebuah kata, suatu keheningan, suatu kebiasaan makan, sebuah gejala mode, suatu gerak syaraf, peristiwa memerahnya wajah, suatu kesukaan tertentu, letak bintang tertentu, suatu sikap, setangkah bunga, rambut uban, sikap diam membisu, gagap.

    Bicara cepat, berjalan sempoyongan, menatap, api, putih, bentuk bersudut tajam, kecepatan, kesabaran, kegilaan, kekhawatiran, kelengahan semuanya itu dianggap sebagai tanda (Zoest, 1993:18).

    4. Saussure

    Seperti dikutip Pradopi (1991:54) tanda sebagai kesatuan dari dua bidang yang tidak dapat dipisahkan seperti halnya selembar kertas. Di mana ada tanda di sana ada sistem.

    Artinya, sebuah tanda (berwujud kata atau gambar) mempunyai dua aspek yang ditangkap oleh indra kita yang disebut dengan signifier, bidang penanda atau bentuk dan aspek lainnya yang disebut signified, bidang petanda atau konsep atau makna

    Aspek kedua terkandung di dalam aspek pertama. Jadi petanda merupakan konsep atau apa yang dipresentasikan oleh aspek pertama.

    Lebih lanjut dikatakannya bahwa penanda terletak pada tingkatan ungkapan (level of expression) dan mempunyai wujud atau merupakan bagian fisik seperti bunyi, huruf, kata, gambar, warna, obyek, dan sebagainya.

    Pertanda terletak pada level of content (tingkatan isi atau gagasan) dari apa yang diungkapkan melalui tingkatan ungkapan. Hubungan antara kedua unsur melahirkan makna.

    Tanda akan selalu mengacu pada (mewakili) sesuatu hal (benda) yang lain yang disebut reerent. Lampu merah mengacu pada jalan berhenti. Wajah cerah mengacu pada kebahagiaan.

    Air mata mengacu pada kesedihan. Apalagi hubungan antara tanda dan yang diacu terjadi, maka dalam benak orang yang melihat atau mendengar akan timbul penertian (Eco, 1979:59).

    5. Barthes

    Seperti dikutip Iriantara dan Ibrahim (2005:118:119) mengemukakan teorinya tentang makna konotatif. Ia berpendapat bahwa konotasi dipakai untuk menjelaskan salah satu dari tiga cara kerja tanda dalam tatanan pertandaan kedua.

    Konotasi menggambarkan interaksi yang berlangsung tatkala tanda bertemu dengan perasaan atau emosi penggunaannya dan nilai-nilai kulturalnya. Ini terjadi tatkala makna bergerak menuju subjektif atau setidaknya intersubjektif.

    Semuanya itu berlangsung ketika interpretant dipengaruhi sama banyaknya oleh penafsir dan objek atau tanda.

    Bagi barthes, faktor penting dalam konotasi adalah penanda dalam tatanan pertama. Penanda tatanan pertama merupakan tanda konotasi.

    Jika teori itu dikaitkan dengan desain komunikasi visual (DKV), maka setiap pesan DKV merupakan pertemuan antara signifier (lapisan ungkapan) dan signified (lapisan makna).

    Lewat unsur verbal dan visual (non verbal), diperoleh dua tingkatan makna, yakni makna denotatif yang didapat pada semiosis tingkat pertama dan makna dekatan semiotik terletak pada tingkat kedua atau pada tingkat signified, makna pesan dapat dipahami secara utuh (Barthes, 1998:172-173).

    6. Noth (1995:44)

    Tanda bunyi seperti tiupan peluit, terompet, genderang, suara manusia, dering telepon, tanda tulisan, di antaranya huruf dan angka juga tanda gambar berbentuk rambu lalu lintas, dan masih banyak ragamnya.

    7. Piliang (1998:262).

    Berdasarkan pandangan semiotika, bila seluruh praktek sosial dapat dianggap sebagai fenomena bahasa, maka semuanya dapat juga dipandang sebagai tanda. Hal ini dimungkinkan karena luasnya pengertian tanda itu sendiri.

    8. Roland Barthes

    Teori ini dikemukakan oleh Roland Barthes (1915-1980), dalam teorinya tersebut Barthes mengembangkan semiotika menjadi 2 tingkatan pertandaan, yaitu tingkat denotasi dan konotasi.

    Denotasi adalah tingkat pertandaan yang menjelaskan hubungan penanda dan petanda pada realitas, menghasilkan makna eksplisit, langsung, dan pasti.

    Konotasi adalah tingkat pertandaan yang menjelaskan hubungan penanda dan petanda yang di dalamnya beroperasi makna yang tidak eksplisit, tidak langsung, dan tidak pasti (Yusita Kusumarini, 2006).

    9. Umberto Eco

    Stephen W. Littlejohn (1996) menyebut Umberto Eco sebagai ahli semiotikan yang menghasilkan salah satu teori mengenai tanda yang paling komprehensif dan kontemporer.

    Menurut Littlejohn, teori Eco penting karena ia mengintegrasikan teori-teori semiotika sebelumnya dan membawa semiotika secara lebih mendalam (Sobur, 2006).

    Eco menganggap tugas ahli semiotika bagaikan menjelajahi hutan, dan ingin memusatkan perhatian pada modifikasi sistem tanda. Eco kemudian mengubah konsep tanda menjadi konsep fungsi tanda.

    Eco menyimbulkan bahwa “satu tanda bukanlah entitas semiotik yang dapat ditawar, melainkan suatu tempat pertemuan bagi unsur-unsur independen (yang berasal dari dua sistem berbeda dari dua tingkat yang berbeda yakni ungkapan dan isi, dan bertemu atas dasar hubungan pengkodean”.

  • 8 Pengertian Musikalisasi Puisi Menurut Para Ahli

    Pengertian Musikalisasi Puisi

    Musikalisasi puisi adalah pembacaan puisi yang diiringi dengan musik, atau pemberian titinada pada baris-baris puisi sehingga menjadi sebuah karya yang tak hanya diucapkan saja, tapi juga dinyanyikan.

    Pada dasarnya, musikalisasi puisi adalah mengkolaborasikan antara sastra dan musik yang menciptakan sebuah harmonisasi dan keindahan bagi pelantun maupun pendengar.

    Jadi dapat disimpulkan jika musikalisasi puisi adalah pembacaan puisi dengan intonasi dan diiringi dengan musik secara dominan yang bertujuan agar pendengar lebih memahami maksud yang terkandung di dalam puisi tersebut.

    Pengertian Musikalisasi Puisi Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian musikalisasi menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Lukman Hakim

    Musikalisasi puisi adalah upaya untuk menonjolkan unsur musikal, sehingga sebagai karya sastra bebentuk puisi dapat lebih jelas lagi di depan khalayaknya, unsur musikal merupakan jembatan bagi khalayak untuk berhubungan dengan sajak.

    2. Dedi S. Putra

    Musikalisasi puisi adalah ungkapan musikal, instrument, melodi, dan nyayian ucapan. yang memiliki nuansa makna kata ekplisit dan implisit. Penghayatan menjadikan puisi mendapat kemampuan ekstra untuk berkomunikasi karena pencarian yang diciptakan.

    3. Andrie S. Putra

    Musikalsasi puisi adalah satu bentuk ekpresi sastra, puisi dengan melibatkan beberapa unsur seni, seperti irama, bunyi, musik, gerak, dan tari.

    4. Antilan Purba

    Musikalisasi puisi adalah sebuah cara dan kegiatan yang mengubah puisi menjadi lagu.

    5. Brani Nasution

    Musikalisasi puisi adalah memusikan atau mengubah citra puitik menjadi musikal dari sebuah puisi.

    6.  Agus S. Sarjono

    Musikalisasi puisi adalah mengubah musiklaitas pada puisi menjadi lebih tersa, menjadi suatu musik yang bisa didengar.

    7. Fikar W. Eda

    Puisi musikalisasi merupakan salah satu bentuk ekpresi yang lain, yakni menggunakan unsur-unsur bunyi yang lebih kuat untuk mengekpresikan puisi. Kalau selama ini puisi dibaca secara oral.

    Musikalisasi puisi ini merupakan salah satu bentuk ekpresi yang lain, yang disampaikan dengan menggunakan medium musik atau instrumen musikalisasi adalah salah satu bentuk ekspresi alternative yang bagus untuk memahami karya sastra.

    8. Kamus Kata-kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia

    Musikalisasi puisi adalah sebuah hal untuk menjadikan puisi agar bersifat musik.

  • Pengertian Pencucian Uang Menurut Para Ahli

    Pengertian Pencucian Uang Menurut Para Ahli

    Pengertian Pencucian Uang (Money Laundering)

    Tidak ada definisi yang seragam dan komperhensif tentang pencucian uang atau money loundering.

    Sebab, masing-masing wilayah atau negara memiliki definisi mengenai pencucian uang sesuai dengan terminologi kejahatan menurut hukum negara yang bersangkutan.

    Tetapi semua negara sepakat, bahwa pencucian uang adalah sebuah tindakan yang melanggar aturan dan hukum.

    Sehingga pemberantasan pencucian uang sangat penting untuk melawan tindak pidana terorisme, bisnis narkoba, penipuan ataupun korupsi.

    Secara umum, pengertian atau definisi tersebut tidak jauh berbeda satu sama lain. Adapun definisi yang umum adalah sebagai berikut:

    Black’s Law Dictionary memberikan pengertian pencucian uang sebagai term used ti describe investment or of other transfer of money flowing from rocketeeting, drug transaction, and other illegal sources into legitimate channels so that is original source cannot be traced.

    Pencucian uang merupakan suatu cara menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan yang diperoleh dari hasil tindak pidana sehingga nampak seolah-olah harta kekayaan dari hasil tindak pidana tersebut sebagai hasil kegiatan yang sah.

    Pencucian uang adalah istilah untuk menggambarkan investasi dibidang-bidang melalui jalur yang salah, sehingga uang tersebut tidak dapat diketahui lagi asal usulnya.

    Pencucian uang adalah proses menghapus jejak asal uang hasil kegiatan illegal atau kejahatan melalui serangkaian kegiatan investasi atau transfer yang dilakukan berkali-kali.

    Tujuannya untuk mendapatkan status legal untuk uang yang diinvestasikan atau dimusnahkan ke dalam sistem keuangan.

    Pengertian Pencucian Uang Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian pencucian uang menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Welling

    Pencucian uang adalah proses penyembunyian keberadaan sumber tidak sah atau aplikasi pendapat tidak sah, sehingga pendapatan itu menjadi sah.

    2. Fraser

    Pencucian uang adalah sebuah proses yang sungguh sederhana di mana uang kotor di proses atau dicuci melalui sumber yang sah atau bersih sehingga orang dapat menikmati keuntungan tidak halal itu dengan aman.

    3. Prof.Dr. M.Giovanoli

    Money laundering merupakan proses dan dengan csra seperti itu, maka aset yang di peroleh dari tindak pidana dimanipulasikan sedemikian rupa sehingga aset tersebut seolah berasal dari sumber yang sah.

    4. Mr.J. Koers

    Money laundering merupakan suatu cara untuk mengedarkan hasil kejahatan ke dalam suatu peredaran yang sah dan menutupi asal-usul tersebut

    5. Byung-Ki Lee

    Money laundering merupakan proses memindahkan kekayaan yang diperoleh dari aktivitas yang melawan hukum menjadi modal yang sah.