Kategori: Menurut Para Ahli

  • Pengertian Evaluasi Kinerja Menurut Para Ahli

    Pengertian Evaluasi Kinerja

    Evaluasi kinerja atau penilaian prestasi karyawan yang dikemukakan Leon C. Menggison (1981:310) dalam Mangkunegara (2000:69) adalah sebagai berikut: ”Penilaian prestasi kerja (Performance Appraisal) adalah suatu proses yang digunakan pimpinan untuk menentukan apakah seorang karyawan melakukan pekerjaannya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya”.

    Evaluasi Kinerja Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian evaluasi kinerja menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Andrew E. Sikula (1981:2005)

    Yang dikutip oleh Mangkunegara (2000:69) mengemukakan bahwa penilaian pegawai merupakan evaluasi yang sistematis dari pekerjaan pegawai dan potensi yang dapat dikembangkan.

    2. Menurut Siswanto (2001:35)

    Penilaian kinerja adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh Manajemen/penyelia penilai untuk menilai kinerja tenaga kerja dengan cara membandingkan kinerja atas kinerja dengan uraian/deskripsi pekerjaan dalam suatu periode tertentu biasanya setiap akhir tahun.

    3. Anderson dan Clancy (1991)

    Mendefinisikan pengukuran kinerja sebagai: “Feedback from the accountant to management that provides information about how well the actions represent the plans; it also identifies where managers may need to make corrections or adjustments in future planning andcontrolling activities”.

    4. Anthony, Banker, Kaplan, dan Young (1997)

    Mendefinisikan pengukuran kinerja sebagai: “the activity of measuring the performance of an activity or the value chain”.

    5. Mangkunegara (2005:47)

    Menyimpulkan bahwa pengukuran atau penilaian kinerja adalah tindakan pengukuran yang dilakukan terhadap berbagai aktivitas dalam rantai nilai yang ada pada perusahaan.

    Hasil pengukuran tersebut digunakan sebagai umpan balik yang memberikan informasi tentang prestasi, pelaksanaan suatu rencana dan apa yang diperlukan perusahaan dalam penyesuaian-penyesuaian dan pengendalian.

    Nah, dari beberapa pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa evaluasi kinerja adalah penilaian yang dilakukan secara sistematis untuk mengetahui hasil pekerjaan karyawan dan kinerja organisasi.

    Selain itu, evaluasi kinerja dilakukan untuk menentukan kebutuhan pelatihan kerja secara tepat, memberikan tanggung jawab yang sesuai kepada karyawan.

    Sehingga dapat melaksanakan pekerjaan yang lebih baik di masa mendatang dan sebagai dasar untuk menentukan kebijakan dalam hal promosi jabatan atau penentuan imbalan.

    Tujuan Evaluasi Kinerja

    Tujuan evaluasi kinerja adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja organisasi melalui peningkatan kinerja dari SDM organisasi.

    Secara lebih spesifik, tujuan dari evaluasi kinerja sebagaimana dikemukakan Sunyoto (1999:1) yang dikutip oleh Mangkunegara (2005:10) adalah:

    1. Meningkatkan sikap dan rasa pengertian antara karyawan tentang dalam sebuah perusahaan.

    2. Mengakui dan memberi apresiasi hasil kerja seorang karyawan, sehingga mereka termotivasi untuk berbuat yang lebih baik, atau sekurang-kurangnya berprestasi sama dengan prestasi yang terdahulu.

    3. Memberikan peluang kepada karyawan untuk mendiskusikan keinginan dan aspirasinya dan meningkatkan kepedulian terhadap karier atau pekerjaan yang di embannya sekarang.

    4. Mendefinisikan atau merumuskan kembali sasaran masa depan, sehingga karyawan termotivasi untuk berprestasi sesuai dengan potensinya.

    5. Memeriksa rencana pelaksanaan dan pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan pelatihan, khusus rencana diklat, dan kemudian menyetujui rencana itu jika tidak ada hal-hal yang perlu diubah.

    Pihak yang Mengevaluasi Kinerja

    Penilaian kinerja terhadap tenaga kerja biasanya dilakukan oleh pihak manajemen atau pegawai yang berwenang untuk memberikan penilaian terhadap tenaga kerja yang bersangkutan.

    Biasanya penilaian langsung dari atasan secara hirarki atau juga bisa dari pihak lain yang diberikan wewenang atau ditunjuk langsung untuk memberikan penilaian.

    Hasil penilaian kinerja tersebut disampaikan kepada pihak manajemen tenaga kerja untuk mendapatkan kajian dalam rangka keperluan selanjutnya, baik yang berhubungan dengan pribadi tenaga kerja yang bersangkutan maupun yang berhubungan dengan perusahaan.

    Proses Evaluasi Kinerja

    Dalam melakukan penilaian kinerja terhadap seorang tenaga kerja, pihak yang berwenang dalam memberikan penilaian seringkali menghadapi dua alternatif pilihan yang harus diambil:

    1. Penilaian Berdasarkan Deskripsi Pekerjaan

    Jadi, setiap tenaga kerja akan dievaluasi oleh pihak yang telah ditetapkan dengan melihat deskripsi pekerjaan yang telah diberikan.

    Apakah tenaga kerja tersebut mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, atau lebih baik, atau bahkan lebih buruk dari deskripsi pekerjaan yang telah disepakati.

    Deskripsi pekerjaan itulah yang dijadikan acuan dalam menilai dan mengevaluasi kinerja karyawan dalam sebuah perusahaan.

    2. Penilaian Berdasarkan Harapan Pribadi

    Tidak hanya dituntut dengan deskripsi pekerjaan saja, setiap karyawan juga memiliki harapan-harapan pribadi yang diperjuangkan.

    Landasan itu juga menjadi salah satu acuan dalam proses evaluasi kinerja. Adapun harapan bisa berupa pencapaian yang ingin dilakukan.

    Bisa juga harapan yang diinginkan dari perusahaan, misalnya kenaikan upah/gaji, kenaikan jabatan, atau kenaikan tunjangan, dan lain sebagainya.

  • Pengertian Industri Kreatif Menurut Para Ahli

    Pengertian Industri Kreatif Menurut Para Ahli

    Pengertian Industri Kreatif

    Perkembangan ekonomi kian hari semakin berkembang. Hal tersebut dibuktikan dengan begitu banyaknya jenis industri baru bermunculan untuk mencoba bersaing merebut pasar nasional.

    Dengan begitu, persaingan pun akan semakin ketat sehingga setiap pelaku ekonomi harus lebih menyiapkan strategi yang jitu untuk dapat bertahan dari ketatnya persaingan tersebut.

    Sebab, di dalam sebuah persaingan atau kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Begitu pula dengan kompetisi di bidang ekonomi.

    Namun, baru-baru ini ada satu jenis industri yang digadang memiliki prospek baik dan mampu bersaing di pasar nasional. Yap, industri tersebut adalah industri kreatif.

    Tahukah kamu, apa itu industri kreatif?

    Sesuai dengan namanya, industri kreatif adalah sebuah jenis bidang usaha yang memanfaatkan kreativitas sebagai bahan dasar utama.

    Industri kreatif Indonesia juga sering disebut sebagai industri budaya, yang mana setiap pelakunya kebanyakan mengusung kearifan lokal dalam konsep atau tema yang dituangkan ke dalam karya.

    Pengertian Industri Kreatif Menurut Para Ahli

    Adapun definisi industri kreatif menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Simatupang

    Pengertian industri kreatif adalah yang mengandalkan keterampilan, talenta, dan kreativitas yang berpotensi dalam meningkatkan kesejahteraan.

    2. Howkins

    Arti industri kreatif adalah industri yang mempunyai ciri-ciri keunggulan pada sisi kreativitas dalam menghasilkan berbagai desain kreatif yang melekat pada produk barang atau jasa yang dihasilkan.

    3. UK DCMS Task Force

    Industri kreatif adalah industri yang berasal dari kreativitas individu yang secara potensial mampu untuk menciptakan kekayaan dan lapangan pekerjaan melalui eksploitasi dan pembangkitan daya cipta dan kekayaan intelektual individu tersebut.

    4. Departemen Perdagangan RI Tahun 2009

    Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan keterampilan, kreativitas, dan bakat yang dimiliki individu dalam menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan. Industri ini akan berfokus untuk memberdayakan daya cipta dan daya kreasi suatu individu.

    Nah, itulah pengertian industri kreatif secara umum dan menurut para ahli. Sekarang sudah paham, kan? Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Definisi Teori Feminisme Menurut Para Ahli

    Definisi Teori Feminisme Menurut Para Ahli

    Teori Feminisme

    Feminisme berasal dari bahasa latin “femina”, yang artinya memiliki sifat keperempuanan.

    Sehingga secara bahasa, feminisme dapat diartikan sebagai gerakan yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum wanita dan pria.

    Feminisme sendiri diawali oleh ketimpangan posisi perempuan dibandingkan.

    Seperti yang kita ketahui, perempuan berada pada posisi di bawah laki-laki, baik dalam hak maupun kewajiban.

    Akibat persepsi tersebut, maka muncullah berbagai upaya untuk mengkaji penyebab ketimpangan tersebut untuk menemukan solusi agar terjadi penyetaraan terhadap hak perempuan dan laki-laki.

    Feminisme memperjuangkan dua hal yang selama ini tidak dimiliki oleh kaum perempuan pada umumnya, yaitu persamaan derajat dan otonomi untuk menentukan apa yang baik bagi dirinya.

    Kedudukan perempuan dalam masyarakat lebih rendah dari laki-laki, bahkan mereka dianggap sebagai “the second sex”.

    Hal ini menunjukan adanya semacam diskriminasi gender yang membandingkan antara laki-laki dan perempuan.

    Salah satu contohnya adalah urusan pendidikan dan perekonomian.

    Teori Feminisme Menurut Para Ahli

    Adapun definisi teori fenimisme menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. June Hannam (2007:22)

    Di dalam buku Feminism, kata feminisme bisa diartikan sebagai: A recognition of an imbalance of power between the  sexes, with woman in a subordinate role to men (Pengakuan tentang ketidakseimbangan kekuatan antaradua jenis kelamin, dengan peranan wanita berada dibawah pria).

    2. Marry Wallstonecraff

    Dalam bukunya The Right of Woman pada tahun 1972 mengartikan Feminisme adalah suatu gerakan emansipasi wanita, gerakan dengan lantang menyuarakan tentang perbaikan kedudukan wanita dan menolak perbedaan derajat antara laki-laki dan wanita.

    3. Rich (dalam Djajanegara 2000:29)

    Menyatakan bahwa suatu kritik sastra feminis yang radikal pertama-tama akan mengaggap karya sastra sebagai ungkapan tentang cara hidup  kita dulu dan sekarang.

    4. Geofe (dalam Sugihastuti dan Suharto, 2005:61)

    Feminisme merupakan kegiatan terorganisasi yang memperjuangkan hak-hak dan kepentingan perempuan. Jika perempuan memiliki hak yang sederajat dengan laki-laki, berarti perempuan bebas menentukan dirinya sendiri sebagaimana yang dilakukan oleh laki-laki selama ini.

    5. Irhomi (dalam Sugihastuti dan Suharto, 2005:61)

    Pengertian feminisme adalah gerakan kaum perempuan untuk memperoleh otonomi atau kebebasan menentukan dirinya sendiri.

    6. Marry Wallstonecraff

    Dalam bukunya The Right of Woman pada tahun 1972 mengartikan Feminisme merupakan suatu gerakan emansipasi wanita, gerakan dengan lantang menyuarakan tentang perbaikan kedudukan wanita dan menolak perbedaan derajat antara laki-laki dan wanita.

    7. Fakih (2001:84– 98)

    Feminisme memiliki beberapa empat alira yang paling menonjol, yaitu feminisme liberal, feminisme radikal, feminisme marxis, dan feminisme sosial.

  • Pengertian Psikologi Sastra Menurut Para Ahli

    Pengertian Psikologi Sastra Menurut Para Ahli

    Pengertian Psikologi Sastra

    Psikologi Sastra adalah analisis teks dengan mempertimbangkan relevansi dan peranan studi psikologis.

    Artinya, psikologi turut berperan penting dalam menganalisis sebuah karya sastra dengan bekerja dari sudut kejiwaan karya sastra tersebut baik dari unsur pengarang, tokoh, maupun pembacanya.

    Dengan dipusatkannya perhatian pada tokoh-tokoh, maka akan dapat dianalisis konflik batin yang terkandung dalam karya sastra.

    Jadi, Secara umum dapat disimpulkan bahwa hubungan antara sastra dan psikologi sangat erat hingga melebur dan melahirkan ilmu baru yang disebut dengan “Psikologi Sastra”.

    Pengertian Psikologi Sastra Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian psikologi sastra menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Ratna (2004:62 dan 344)

    Teori psikologi yang paling banyak diacu dalam pendekatan psikologi atau yang paling dominan dalam analisis karya sastra adalah teori Psikoanalisis Sigmund Freud.

    2. Freud (2002:3)

    Psikoanalisis ialah sebuah metode perawatan medis bagi orang-orang yang menderita gangguan syaraf. Psikoanalisis merupakan suatu jenis terapi yang bertujuan untuk mengobati seseorang yang mengalami penyimpangan mental dan syaraf.

    3. Fudyartanta (2005:17)

    Psikoanalisis merupakan psikologi ketidak-sadaran, perhatian-perhatiannya tertuju ke arah bidang-bidang motivasi, emosi, konflik, simpton-simpton neurotik, mimpi-mimpi, dan sifat-sifat karakter.

    Psikologi sastra memberikan perhatian pada masalah yang berkaitan dengan unsur-unsur kejiwaan tokoh-tokoh fiksional yang terkandung dalam sastra.

    Aspek-aspek kemanusiaan inilah yang merupakan objek utama psikologi sastra sebab semata-mata dalam diri manusia itulah aspek kejiwaan dicangkokkan dan diinvestasikan.

    4. Ratna (2004: 344)

    Penelitian psikologi sastra dilakukan melalui dua cara. Pertama, melalui pemahaman teori-teori psikologi kemudian diadakan analisis terhadap suatu karya sastra.

    Kedua, dengan terlebih dahulu menentukan sebuah karya sastra sebagai objek penelitian, kemudian ditentukan teori-teori psikologi yang dianggap relefan untuk melakukan analisis

    Fiksi psikologi sastra adalah salah satu aliran sastra yang berusaha mengeksplorasi pikiran sang tokoh utama, terutama pada bagian yang terdalam yaitu alam bawah sadar. Fiksi psikologis sering mengunakan teknik bernama “arus kesadaran”.

    Istilah ini ditemukan oleh William James pada tahun 1890 dan digunakan untuk mengambarkan kepingan-kepingan inspirasi, gagasan, kenangan dan sensasi yang membentuk kesadaran manusia (Stanton, 2007: 134).

  • 5 Pengertian Kodikologi Menurut Para Ahli

    5 Pengertian Kodikologi Menurut Para Ahli

    Pengertian Kodikologi

    Kodikologi adalah bidang ilmu yang biasanya bekerja sama dengan bidang ilmu filologi. Jika filologi mengkhususkan pada pemahaman isi teks/kandungan teks, kodikologi khusus membahas seluk-beluk dan segala aspek sejarah naskah.

    Sejarah naskah yang meliputi tempat penulisan, perkiraan penulis naskah, jenis dan asal kertas, bentuk dan asal cap kertas, jenis tulisan, gambar/ilustrasi, hiasan/illuminasi, dan lain-lain.

    Istilah kodikologi berasal dari kata Latin ‘codex’ (bentuk tunggal; bentuk jamak ‘codies’) yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi ‘naskah’, bukan menjadi ‘kodeks’.

    Tugas kodikologi adalah mengetahui sejarah naskah, sejarah koleksi naskah, meneliti tempat-tempat naskah, menyusun katalog, nyusun daftar katalog naskah, menyusuri perdagangan naskah, sampai pada penggunaan naskah-naskah itu.

    Siapakah yang pertama kali menggunakan istilah kodikologi?

    Jos M.M. Hermans dan Gerda C. Huisman dalam bukunya berjudul De Descriptione Codicum (1979/1980) menyatakanbahwa istilah codicologie mula-mula diperkenalkan oleh seorang ahli bahasa Yunarti, Alphonse Dain, dalam kuliah-kuliahnya di Ecole Normale Superieure, Paris, pada bulan Februari 1944.

    Istilah itu dikenal di kalangan yang lebih luas melalui karyanya Les Manuscrits yang diterbitkan pada tahun 1949.

    Pengertian Kodikologi Menurut Para Ahli

    Adapun arti kodikologi menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Mulyadi (1994:1)

    mengatakan kata ’caudex’ atau ‘codex’ dalam bahasa Latin menunjukkan hubungan pemanfaatan kayu sebagai alas tulis yang pada dasarnya kata itu berarti ‘teras batang pohon’.

    2. Robson (1978:26) dalam Mulyadi (1994:2)

    Menyebut kodikologi sebagai ‘pelajaran naskah’. Kodikologi mempelajari seluk-beluk semua aspek naskah, antara lain bahan, umur, tempat penulisan, dan perkiraan penulis naskah (1985:55).

    3. Hermans dan Huisman (1979/1980:6) dalam Mulyadi (1994:2)

    Menjelaskan bahwa kodikologi (codicologie) diusulkan oleh seorang ahli bahasa Yunani, Alphonse Dain, dalam kuliah-kuliahnya di Ecole Normale Superieure, Paris, pada bulan Februari 1944. Istilah ini baru terkenal pada tahun 1949, ketika karyanya, Les Manuscrits, diterbitkan untuk pertama kali pada tahun tersebut.

    4. Dain (1975:76) dalam Mulyadi (1994:2)

    Kodikologi ialah ilmu mengenai naskah-naskah dan bukan ilmu yang mempelajari apa yang tertulis di dalam naskah. Ditambahkannya pula bahwa walaupun kata ini baru, ilmu kodikologi sendiri bukanlah ilmu yang baru.

    5. Dain, 1975:77 dalam (Mulyadi, 1994:2)

    Tugas kodikologi antara lain ialah sejarah naskah, sejarah koleksi naskah, penelitian mengenai tempat naskah-naskah yang sebenarnya, masalah penyusunan katalog, penyusunan daftar katalog, perdagangan naskah, dan penggunaan naskah-naskah itu.

  • Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli dan Fungsinya

    Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli dan Fungsinya

    Pengertian Komunikasi

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti tidak akan terlepas dengan yang namanya komunikasi.

    Sebab, komunikasi adalah satu-satunya cara yang bisa kita gunakan untuk berinteraksi dengan orang lain.

    Mengingat bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup seorang diri, maka fungsi komunikasi sangat penting dalam kelangsungan hidup setiap manusia.

    Dalam teori, komunikasi dapat dikatakan sebagai proses memindahkan, mentransfer, dan memberi informasi dari satu pihak kepada pihak yang lain (satu orang kepada orang lain).

    Cara memindahkan informasi ini tidak hanya berupa verbal saja, tapi juga bisa dengan menggunakan media lain, misalnya sikap, tingkah laku, gestur, serta gerak tubuh seperti tatapan mata.

    Kemudian, ukuran komunikasi bisa dilihat dari banyak informasi yang berhasil disampaikan.

    Ketika pihak kedua berhasil menerima informasi dari pihak pertama secara baik, maka komunikasi dapat dikatakan sukses, alias berhasil. Begitu pula sebaliknya.

    Sebab, banyak terjadi miskomunikasi (komunikasi yang tidak baik atau gagal).

    Di mana kedua belah pihak tidak dapat menerima informasi, apalagi mencernanya sehingg terjadi selisih paham yang tentunya bisa membuat runyam.

    Lantas, apa fungsi komunikasi? Simak informasinya berikut ini.

    Fungsi Komunikasi Menurut Para Ahli

    1. Gordon I. Zimmerman et al

    Tujuan komunikasi dibagi menjadi dua kategori.

    Pertama, kita berkomunikasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang penting bagi kebutuhan kita – untuk memberi makan dan pakaian kepada diri-sendiri, memuaskan kepenasaran kita akan lingkungan, dan menikmati hidup.

    Kedua, kita berkomunikasi untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain.

    2. Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson

    Komunikasi mempunyai dua fungsi umum. Pertama, untuk kelangsungan hidup diri-sendiri yang meliputi: keselamatan fisik, meningkatkan kesadaran pribadi, menampilkan diri kita sendiri kepada orang lain dan mencapai ambisi pribadi.

    Kedua, untuk kelangsungan hidup masyarakat, tepatnya untuk memperbaiki hubungan sosial dan mengembangkan keberadaan suatu masyarakat.

    3. Rudolf F. Verderber

    Komunikasi mempunyai dua fungsi. Pertama adalah fungsi sosial, yakni untuk memelihara hubungan dengan orang lain. Kedua adalah fungsi pengambilan keputusan, yakni untuk memutuskan dalam sebuah tindakan.

    4. Thomas M. Scheidel

    Kita berkomunikasi terutama untuk menyatakan dan mendukung identitas-diri, untuk membangun kontak social dengan orang di sekitar kita, dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa, berpikir, atau berperilaku seperti yang kita inginkan.

  • Pengertian Tekstologi Secara Umum dan Menurut Para Ahli

    Pengertian Tekstologi Secara Umum dan Menurut Para Ahli

    Dalam bidang keilmuan sastra, khususnya Sastra Indonesia, ada satu disiplin ilmu yang bernama tekstologi. Ilmu ini juga sering dijadikan mata kuliah inti dalam akademik sastra.

    Nah, agar lebih jelas, mari kita bahas apa yang dimaksud dengan tekstologi secara umum dan menurut para ahli berikut ini.

    Pengertian Tekstologi Secara Umum

    Dari segi bahasa, tekstologi bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang teks.

    Lalu, jika dikaji lebih luas lagi, tekstologi tidak hanya mempelajari tentang teks saja, tapi juga seluk beluk tentang bahasa meliputi sejarah teks dalam sebuah karya sastra.

    Pengertian Tekstologi Menurut Para Ahli

    Dalam teori lain, Prof. Oman pernah mengemukakan jika tekstologi itu hampir sama dengan filologi. Kedua ilmu tersebut mempelajari bagaimana sejarah serta proses terjadinya teks sehingga muncul dalam bentuk tulisan.

    Kendati terkesan sama, namun hakikatnya kedua ilmu tersebut memiliki. Hal ini dapat dilihat dari cakupan ilmu masing-masing.

    Dimana, tekstologi lebih mempelajari proses terjadinya teks serta silsilah penurunannya dalam sebuah karya yang berupa tulisan.

    Salah satu tokoh literasi yang bernama De Haan (dalam Baried, 1994:58) mengemukakan bahwa teks bisa terjadi akibat beberapa kemungkinan, diantaranya:

    1. Aslinya teks itu hanya ada dalam ingatan pengarang atau pembawa cerita, atau tukang cerita. Setiap terjadi penurunan teks maka akan terjadi variasi teks.

    2. Aslinya berupa teks tertulis yang masih memungknkan berubahan, atau karena memerlukan kebebasan seni.

    3. Aslinya merupakan teks yang tidak mengizinkan kebebasan dalam pembawaanya.

    Sedangkan menurut Lichacev dalam Undang. A Darsa:2015 mengemukakan bahwa tekstologi adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk-beluk teks, meliputi penjelmaan dan penurunan teks dalam sebuah naskah, penafsiran, serta pemahamannya.

    Kesimpulan

    Jadi, bila disimpulkan, arti dari tekstologi adalah ilmu yang mempelajari tentang teks secara mendalam pada karya sastra, meliputi sejarah terjadinya teks, proses terjadinya teks, serta bagaimana pelafalan itu menjadi sebuah teks yang bisa tersusun rapi menjadi naskah atau bacaan.

  • Pengertian Sinematografi Secara Umum dan Menurut Para Ahli

    Pengertian Sinematografi Secara Umum dan Menurut Para Ahli

    Beberapa tahun belakangan ini, dunia multimedia sedang naik daun. Hal tersebut dibuktikan dengan sistem akademis yang menempatkan sinematografi dalam kurikulum utamanya.

    Banyak yang menggandrungi bidang ini. Tidak hanya pelajar saja, tapi masyarakat luas juga cukup aktif dalam mencipta karya dalam sinematografi.

    Apalagi pertumbuhan teknologi digital semakin masif, pengguna internet semakin drastis peningkatannya.

    Bahkan, banyak yang menyebutkan jika 70 persen masyarakat Indonesia saat ini sudah online, alias menggunakan internet.

    Maka dari itu tak heran jika begitu banyak bermunculan creator-creator video dalam bidang sinematografi yang mencoba untuk berkarya dalam platform sosial seperti Youtube dan Instagram.

    Tapi apa arti sebenarnya dari sinematografi? Walaupun banyak yang bergelut di dalamnya, namun tak sedikit yang masih samar alias tidak mengetahui definisi sesungguhnya.

    Nah, supaya lebih jelas, berikut adalah pengertian sinematografi secara umum dan menurut para ahli.

    Pengertian Sinematografi Secara Umum

    Sinematografi berasal dari bahasa Inggris, yaitu Cinematography yang diadopsi dari bahasa latin “kinema” yang berarti “gambar”.

    Jadi, secara bahasa bisa dijelaskan bahwa Sinematografi adalah ilmu yang mempelajari dan membahas tentang teknik menangkap gambar.

    Kemudian, gambar-gambar yang berhasil ditangkap tersebut akan digabungkan menjadi sebuah rentenan gambar yang memiliki jalan cerita sesuai ide dari creator.

    Secara konsep objeknya, sinematografi mirip dengan fotografi, yang menangkap pantulan cahaya pada sebuah objek.

    Perbadaannya adalah jika fotografi hanya menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap gambar ganda untuk digabungkan menjadi beberapa gambar yang memiliki jalan cerita.

    Lantas, apa hubungannya sinematografi dengan film?

    Tidak sedikit yang beranggapan jika sinematografi hanya mengambil gambar, bukan video. Penting untuk diketahui, secara harfiah atau konsep keilmuan, video adalah melukis gerak dengan cahaya, atau lebih mudah disebut sebagai gambar yang bergerak.

    Jadi, sebenarnya sama-sama gambar, hanya saja perbedaannya jika pada film, gambar yang ditangkap adalah gambar hidup yang bergerak.

    Namun, semakin ke sini perkembangan sinematografi semakin pesat. Dibuktikan dengan munculnya berbagai macam alat sinema modern yang bisa mendukung dalam penggarapan film sehingga bisa menciptakan karya yang luar biasa.

    Pengertian Sinematografi Menurut Para Ahli

    Berikut ini beberapa definisi sinematografi menurut para ahli.

    1. Sutrisno, (1993: 1)

    Film merupakan rangkaian gambar yang diproyeksikan dengan kecepatan 24 bingkai perdetik sehingga gambar tampak hidup. Setiap gambar dari rangkaian tersebut dengan mudah dapat kita kenal dengan mata telanjang.

    2. Azhar Arsyad, (2003: 48)

    Film bergerak dengan cepat dan bergantian sehingga memberikan visual yang kontinyu.

    Kemampuan film melukiskan gambar hidup dan suara memberinya daya tarik tersendiri. Media ini pada umumnya digunakan untuk tujuan-tujuan hiburan, dokumentasi, dan pendidikan.

    Ia dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan ketrampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu dan mempengaruhi sikap.

    3. Aep Kusnawan, (Et,al: 98-99)

    Sedangkan yang dimaksud dengan film dalam penelitian ini adalah yang diproduksi secara khusus untuk dipertunjukkan di gedung-gedung bioskop. Film jenis ini juga disebut dengan film teatrikal (threatical film).

    4.  Sumarno, (1994: 4)

    Film adalah gambar hidup dari seonggok seluloid dan dipertontonkan melalui proyektor. Dimana sekarang produksi film tidak hanya menggunakan pita seluloid (proses kimia), tetapi memanfaatkan teknologi video (proses elektronik) namun keduanya tetap sama yaitu gambar hidup.

    5. KBBI, (2002: 316)

    Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI), film berarti (1) selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif (yang akan dibuat potret) / untuk tempat gambar positif (yang akan dimainkan dalam bioskop) (2) lakon (cerita) gambar hidup.

    Nah, itulah pengertian sinematografi secara umum maupun menurut para ahli. Sekarang sudah tahu, kan? Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • 12 Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli

    12 Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli

    Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli

    Berikut adalah beberapa pengertian demokrasi menurut para ahli, diantaranya:

    1. Menurut Hannry B. Mayo

    Dalam demokrasi suatu kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang secara efektif diawasi oleh rakyat melalui berbagai macam pemilihan yang dilakukan berdasarkan pada prinsip kesamaan politik serta diselenggarakan dalam suasana dimana kebebasan politik terjadi.

    2. Menurut Charles Costello

    Dalam kontek kontemporer, demokrasi merupakan suatu sistem sosial serta politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-kekuasaan pemerintah yang dibatasi oleh hukum serta kebiasaan dalam melindungi hak-hak individu warga negara.

    3. Menurut John L Esposito

    Demokrasi merupakan suatu bentuk pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat. Oleh karenanya, rakyat memiliki hak untuk ikut berpartisipasi, baik berperan aktif maupun pada saat melakukan pengontrolan terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

    4. Pengertian Demokrasi Menurut Sidney Hook

    Demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan-keputusan pemerintah yang penting secara langsung atau tidak didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa.

    5. Menurut Abraham Lincoln

    Dalam pidato Gettyburgnya, Presiden Amerika Serikat yang ke-16 Abraham Lincoln menyatakan bahwa demokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

    Dari pengertian tersebut bisa disimpulkan bahwa rakyat merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam suatu pemerintahan, dimana masing-masing dari mereka memiliki hak dalam memperoleh kesempatan serta hak dalam bersuara yang sama dalam upaya mengatur kebijakan pemerintahan. Dalam sitem ini, keputusan diambil berdasarkan hasil suara terbanyak.

    6. Menurut C.F. Strong

    Definisi demokrasi merupakan suatu bentuk pemerintahan dimana kebanyakan dari anggota dewan yang berasal dari masyarakat turut serta dalam kegiatan politik yang berdasarkan pada sistem perwakilan, dimana pada akhirnya pemerintah dapat menjamin serta mempertanggungjawabkan segala tindakannya pada mayoritas tersebut.

    7. Menurut Samuel Hutington

    Demokrasi akan tercipta apabila para pemberi keputusan yang kuat dalam suatu sistem pemerintahan dipilih melalui suatu proses pemilihan umum yang jujur dan adil secara berkala.

    Di dalam sistem tersebut, para kandidat atau calon pemimpin bebas untuk melakukan persaingan guna memperolah suara. Selain itu, negara yang telah berusia dewasa berhak untuk memberikan suara dalam sistem tersebut.

    8. Menurut International Commission of Journalist

    Arti demokrasi merupakan suatu bentuk sistem pemerintahan dimana warga negara memiliki hak untuk ikut membuat keputusan-keputusan politik melalui wakil-wakil rakyat yang mereka pilih dan yang bertanggung jawab kepada mereka melalui sebuah pemilihan yang bebas.

    9. Menurut Abdul Ghani Ar Rahhal

    Dalam bukunya yang berjudul Al Islamiyyin wa Sarah Ad Dimuqrathiyya, Abdul Ghani Ar Rahhal menyatakan bahwa demokrasi adalah suatu bentuk kekuasaan rakyat oleh rakyat.dengan kata lain rakyat adalah sumber kekuasaan.

    Beliau juga menyakan bahwa plato adalah orang yang pertama kali mengungkapkan tentang teori demokrasi, dimana sumber kekuasaan adalah keinginan yang satu dan bukan majemuk.

    Seorang penulis lain bernama Muhammad Quthb dalam bukunya yang berjudul Madzahib Fikriyyah Mu’ashirah juga menyatakan hal yang sama tentang definisi demokrasi.

    10. Menurut Affan Gaffar

    Terdapat 2 makna demokrasi menurut Affan Gaffar, yaitu :

    1. Demokrasi yang secara ideal ingin diwujudkan oleh negara yang disebut sebagai demikrasi normatif.
    2. Demokrasi yang terwujud dalam dunia politik yang disebut sebagai demokrasi empirik.

    11. Pengertian Demokrasi Menurut Joseph A. Schumpeter

    Sebuah sistem politik disebut demokratis sejauh para pengabil keputusan kolektifnya yang paling kuat dipilih melalui pemilu periodik, dimana hampir semua orang dewasa berhak memilih. Dalam hal ini demokrasi mencakup dua dimensi, yaitu: (1) Persaingan; dan (2) Partisipasi.

    12. Pengertian Demokrasi Menurut Sarjen

    Setiap sistem demokrasi selalu didasrkan pad aide bahwa warga negara seharusnya terlibat dalam hal tertentu di bidang pembuatan keputusan politik, baik secara langsung maupun melalui wakil pilihan mereka di lembaga perwakilan.

  • 15 Pengertian Pemimpin Menurut Para Ahli

    15 Pengertian Pemimpin Menurut Para Ahli

    Pemimpin merupakan sosok yang memegang peranan penting dalam mengarahkan, membimbing, dan mempengaruhi kelompok atau organisasi menuju tujuan yang telah ditetapkan.

    Peran seorang pemimpin tidak hanya terbatas pada jabatan formal, tetapi juga mencakup kemampuan interpersonal, etika, serta pengaruh yang mampu membentuk sikap dan perilaku para pengikutnya.

    Dalam kajian ilmu sosial dan manajemen, banyak pakar yang memberikan pandangan dan definisi beragam tentang arti seorang pemimpin.

    Pemahaman ini penting untuk menggambarkan esensi kepemimpinan yang tidak hanya berfokus pada kekuasaan, tetapi juga pada tanggung jawab dan pengaruh moral.

    Pengertian Pemimpin Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian pemimpin yang dikemukakan oleh para ahli dari berbagai bidang ilmu.

    Setiap definisi menunjukkan perspektif yang berbeda-beda, mulai dari penekanan pada kemampuan mempengaruhi, pengambilan inisiatif, sampai pada peran strategis dalam kelompok atau organisasi.

    Dengan memahami berbagai sudut pandang ini, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kompleksitas peran seorang pemimpin dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan organisasi.

    1. Ahmad Rusli

    Dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan Pendidikan (1999) menyatakan pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan.

    2. Kartini Kartono (1994: 33)

    Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kclebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.

    3. Miftha Thoha dalam bukunya Prilaku Organisasi (1983 : 255)

    Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, artinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya.

    4. Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994 : 33)

    Pemimpin dalam pengertian ialah seorang yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise, kekuasaan dan posisi.

    Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan akseptansi/ penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.

    5. N. Cooley (1902)

    Pemimpin itu selalu merupakan titik pusat dari suatu kecenderungan, dan pada kesempatan lain, semua gerakan sosial kalau diamati secara cermat akan akan ditemukan kecenderungan yang memiliki titik pusat.

    6. Sam Walton

    Pemimpin besar akan berusaha menanamkan rasa percaya diri pada para pendukung. Jika orang memiliki percaya diri tinggi, maka kita akan terkejut pada hasil luar biasa yang akan mereka raih.

    7. Rosalynn Carter

    “Seorang pemimpin biasa membawa orang lain ke tempat yang ingin mereka tuju”. Seorang pemimpin yang luar biasa membawa para pendukung ke tempat yang mungkin tidak ingin mereka tuju, tetapi yang harus mereka tuju.

    8. Ahmad Rusli

    Dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan Pendidikan (1999)Pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan.

    9. Jim Collin

    Mendefinisikan pemimpin memiliki beberapa tingkatan, terendah adalah pemimipin yang andal, kemudian pemimpin yang menjadi bagian dalam tim, lalu pemimpin yang memiliki visi, tingkat yang paling tinggi adalah pemimpin yang bekerja bukan berdasarkan ego pribadi, tetapi untuk kebaikan organisasi dan bawahannya.

    10. Redl dalam “Group Emotion and Leadership”

    Pemimpin adalah seorang yang menjadi titik pusat yang mengintegrasikan kelompok.

    11. Modern Dictionary Of Sociology (1996)

    Pemimpin (leader) adalah seseorang yang menempati peranan sentral atau posisi dominan dan pengaruh dalam kelompok (a person who occupies a central role or position of dominance and influence in a group).

    12. J.I. Brown dalam “ Psychology and the Social Order”

    Pemimpin tidak dapat dipisahkan dengan kelompok, tetapi dapat dipandang sebagai suatu posisi yang memiliki potensi yang tinggi dibidangnya.

    13. C.N. Cooley dalam “ The Man Nature and the Social Order’

    Pemimpin itu selalu merupakan titik pusat dari suatu kecenderungan, dan sebaliknya, semua gerakan sosial, kalau diamat-amati secara cermat, akan ditemukan didalamnya kecenderungan-kecenderungan yang mempunyai titik pusat.

    14. Kenry Pratt Fairchild dalam “Dictionary of Sociologi and Related Sciences”

    Pemimpin dapat dibedakan dalam 2 arti :Pemimpin arti luas, seorang yang memimpin dengan cara mengambil inisiatif tingkah laku masyarakat secara mengarahkan, mengorganisir atau mengawasi usaha-usaha orang lain baik atas dasar prestasi, kekuasaan atau kedudukan.

    Pemimpin arti sempit, seseorang yang memimpin dengan alat-alat yang menyakinkan, sehingga para pengikut menerimanya secara suka rela.

    15. Dr. Phil. Astrid S. Susanto

    Pemimpin adalah orang yang dianggap mempunyai pengaruh terhadap sekelompok orang banyak.