Kategori: Pendidikan

  • Pemerintah Luncurkan Sekolah Rakyat, Pendidikan Gratis untuk Anak Kurang Mampu Tanpa Tes Akademik

    Pemerintah Luncurkan Sekolah Rakyat, Pendidikan Gratis untuk Anak Kurang Mampu Tanpa Tes Akademik

    Pemerintah meresmikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Sekolah Rakyat secara serentak di 63 lokasi.

    Program ini bukan sekadar pembukaan sekolah baru, melainkan bagian dari strategi nasional Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan kepada anak-anak keluarga sangat rentan secara ekonomi.

    Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah program negara yang diharapkan dapat menjamin pendidikan bermutu bagi keluarga tidak mampu.

    “Sekolah rakyat adalah strategi besar Pak Presiden Prabowo untuk memutus mata rantai kemiskinan. Sekolah rakyat hadir untuk memberhentikan siklus kemiskinan antar generasi, memperluas pendidikan, menjamin pendidikan yang bermutu untuk keluarga miskin dan miskin ekstrem dan tidak boleh ada yang tertinggal dalam pendidikan,” kata Gus Ipul di lokasi, Senin (14/7).

    Ia juga menambahkan jika proses perekrutan siswa Sekolah Rakyat tidak menggunakan tes akademik.

    Seleksi dilakukan sepenuhnya berdasarkan data ekonomi untuk memastikan bahwa program ini tepat sasaran menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

    “Yang pertama ini tidak ada tes akademik, yang ada adalah pendekatan yang sudah dilakukan sejak awal. Mereka-mereka yang tidak beruntung,” kata Saifullah Yusuf dalam keterangan resminya, Senin (14/7).

    Menurut Gus Ipul, langkah ini diambil agar anak-anak dari latar belakang prasejahtera mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan bermutu.

    Ia menekankan bahwa Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi atas ketimpangan sosial yang selama ini menyebabkan banyak anak dari keluarga miskin tertinggal dari sistem pendidikan formal.

    Kurikulum yang diterapkan di Sekolah Rakyat, lanjut Gus Ipul, tetap mengacu pada standar nasional untuk tingkat SLTP.

    Namun demikian, terdapat tambahan materi khusus berupa pendidikan karakter. Uniknya, seluruh materi pendidikan karakter disampaikan oleh guru-guru yang berasal dari Kementerian Agama.

    “(Kurikulumnya) sama dengan standar kurikulum formal. Tapi ada tambahan untuk pendidikan karakter. Untuk pendidikan karakter semua gurunya dari Kementerian Agama. Jadi kita tidak merekrut guru untuk pendidikan karakter. Sepenuhnya dari Kementerian Agama untuk seluruh siswa, baik siswa agama Islam maupun juga agama-agama yang lain,” ujar Gus Ipul.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, melainkan juga pembangunan karakter dan nilai-nilai toleransi lintas agama sebagai bagian dari pendidikan yang holistik.

    Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan struktural di Indonesia.

    Selain memberikan pendidikan gratis dan berasrama, program ini juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar siswa selama masa belajar.

  • Jelaskan Globalisasi yang Terjadi dalam Bidang Iptek di Indonesia

    Jelaskan Globalisasi yang Terjadi dalam Bidang Iptek di Indonesia

    Globalisasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah proses di mana perkembangan iptek dari berbagai belahan dunia masuk dan memengaruhi kehidupan masyarakat di Indonesia.

    Perkembangan ini tidak hanya mempercepat arus informasi dan inovasi, tetapi juga menciptakan perubahan signifikan dalam sistem pendidikan, dunia industri, hingga pola komunikasi.

    Indonesia yang menjadi bagian dari komunitas global mengalami berbagai dampak positif dan tantangan dari globalisasi iptek. Berikut diantaranya:

    1. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

    Salah satu dampak paling nyata dari globalisasi iptek di Indonesia adalah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

    Internet kini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, memberikan akses cepat terhadap informasi global.

    Munculnya berbagai platform digital seperti media sosial, mesin pencari, dan aplikasi pembelajaran daring membuat masyarakat semakin mudah untuk belajar, berkomunikasi, dan berinovasi.

    Teknologi ini juga mendukung kegiatan ekonomi digital seperti e-commerce dan layanan keuangan berbasis aplikasi.

    2. Transformasi di Dunia Pendidikan

    Globalisasi iptek juga mendorong perubahan signifikan dalam sistem pendidikan di Indonesia.

    Penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran seperti e-learning, video conference, dan platform pembelajaran daring telah menjadi hal yang lumrah, terutama sejak pandemi COVID-19.

    Selain itu, banyak sekolah dan perguruan tinggi menjalin kerja sama internasional dalam bentuk pertukaran pelajar, program beasiswa, serta kolaborasi riset dengan lembaga pendidikan luar negeri.

    Hal ini memperluas wawasan dan memperkuat kualitas pendidikan nasional.

    3. Kemajuan di Sektor Industri dan Ekonomi

    Dalam dunia industri dan ekonomi, globalisasi iptek membuka peluang besar bagi peningkatan efisiensi dan daya saing.

    Banyak perusahaan di Indonesia mulai mengadopsi teknologi mutakhir seperti otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), dan Internet of Things (IoT) dalam proses produksi dan manajemen.

    Di sektor pertanian, teknologi pertanian cerdas (smart farming) mulai diterapkan untuk meningkatkan hasil panen.

    Selain itu, berkembangnya ekosistem startup dan ekonomi digital menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha muda dan inovatif.

    4. Peningkatan Inovasi dan Kreativitas Anak Bangsa

    Globalisasi membawa inspirasi dan peluang bagi anak-anak muda Indonesia untuk berinovasi di berbagai bidang.

    Banyak generasi muda yang memanfaatkan perkembangan iptek untuk menciptakan aplikasi, perangkat lunak, karya ilmiah, bahkan membangun startup teknologi.

    Pemerintah dan sektor swasta juga mendorong perkembangan ini melalui program inkubasi bisnis, kompetisi inovasi, serta pelatihan digital.

    Hal ini menunjukkan bahwa globalisasi dapat menjadi motor penggerak lahirnya talenta-talenta unggul dalam negeri.

    5. Tantangan dan Dampak Negatif Globalisasi Iptek

    Meski membawa banyak manfaat, globalisasi iptek juga menghadirkan tantangan serius.

    Salah satunya adalah ketergantungan terhadap teknologi luar negeri yang dapat melemahkan kemandirian nasional.

    Selain itu, tidak semua daerah memiliki akses yang sama terhadap teknologi, sehingga terjadi kesenjangan digital antara kota dan desa.

    Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai lokal juga dapat memengaruhi karakter generasi muda.

    Tantangan lainnya adalah penyebaran hoaks, kejahatan siber, dan pelanggaran privasi yang semakin meningkat.

  • Jelaskan manfaat dari pusat-pusat keunggulan ekonomi bagi kehidupan kalian

    Jelaskan manfaat dari pusat-pusat keunggulan ekonomi bagi kehidupan kalian

    Pusat-pusat keunggulan ekonomi adalah wilayah atau daerah yang memiliki potensi unggul dalam bidang tertentu, seperti pertanian, industri, pariwisata, perikanan, atau perdagangan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

    Keberadaan pusat-pusat keunggulan ini memberikan banyak manfaat nyata bagi kehidupan kita sehari-hari, baik secara langsung maupun tidak langsung.

    1. Membuka Lapangan Pekerjaan

    Pusat-pusat keunggulan ekonomi menjadi sumber utama penciptaan lapangan kerja.

    Misalnya, di daerah industri, banyak pabrik dan perusahaan berdiri sehingga membutuhkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

    Tentu saja hal ini dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

    2. Meningkatkan Pendapatan Masyarakat

    Dengan adanya kegiatan ekonomi yang berkembang di pusat-pusat keunggulan, masyarakat memiliki lebih banyak peluang untuk mendapatkan penghasilan, baik sebagai karyawan, petani, nelayan, pedagang, maupun pelaku UMKM.

    Pendapatan yang meningkat berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

    3. Mendorong Pembangunan Daerah

    Pusat keunggulan ekonomi dapat menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah sekitarnya.

    Infrastruktur seperti jalan, jembatan, listrik, sekolah, dan fasilitas kesehatan akan dibangun untuk mendukung aktivitas ekonomi, sehingga daerah tersebut menjadi lebih maju dan akses ke berbagai layanan publik menjadi lebih mudah.

    4. Meningkatkan Akses Pendidikan dan Pelatihan

    Di sekitar pusat keunggulan ekonomi, biasanya terdapat berbagai program pelatihan keterampilan atau pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri atau sektor ekonomi yang ada.

    Alhasil bisa sangat bermanfaat bagi generasi muda agar lebih siap masuk ke dunia kerja dan memiliki keterampilan yang relevan.

    5. Menumbuhkan Wirausaha Baru

    Keberadaan pusat ekonomi yang aktif dapat memicu tumbuhnya usaha-usaha kecil dan menengah.

    Misalnya, di daerah pariwisata, banyak masyarakat membuka usaha seperti penginapan, kuliner, kerajinan tangan, dan jasa transportasi. Hal ini turut memperkuat perekonomian lokal.

    6. Menjamin Ketersediaan Barang dan Jasa

    Pusat keunggulan ekonomi juga berperan penting dalam memastikan ketersediaan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

    Contohnya, daerah pertanian menghasilkan bahan pangan, daerah industri menghasilkan barang kebutuhan sehari-hari, dan daerah perdagangan mendistribusikannya ke berbagai wilayah.

    7. Meningkatkan Kesejahteraan dan Kualitas Hidup

    Secara keseluruhan, manfaat dari pusat-pusat keunggulan ekonomi bermuara pada peningkatan kualitas hidup.

    Dengan adanya pekerjaan, penghasilan yang stabil, fasilitas umum yang memadai, serta akses ke pendidikan dan layanan kesehatan, masyarakat dapat hidup lebih sejahtera dan layak.

  • Ruang Pintar Gelar Olimpiade Pendidikan untuk Siswa PAUD hingga SD se-Banyuwangi

    Ruang Pintar Gelar Olimpiade Pendidikan untuk Siswa PAUD hingga SD se-Banyuwangi

    Dalam rangka mendorong peningkatan mutu pendidikan dasar sekaligus menggali potensi peserta didik sejak usia dini, Bimbingan Belajar Ruang Pintar yang dipimpin oleh Mufti Syafri Alfariziqi, S.Pd, akan menggelar ajang bergengsi bertajuk “Olimpiade Ruang Pintar 2025”.

    Kompetisi ini diperuntukkan bagi siswa PAUD/TK dan SD/MI se-Kabupaten Banyuwangi dan akan dilangsungkan pada Minggu, 27 Juli 2025, bertempat di Kampus SMK PGRI Rogojampi.

    Dengan mengusung konsep edukatif sekaligus kompetitif melalui tema “Belajar Pintar, Kompetisi Hebat! Bersama Ruang Pintar”, olimpiade ini akan menghadirkan empat bidang lomba utama, yaitu Matematika, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk jenjang SD/MI kelas 1 hingga 6, serta lomba Mewarnai khusus bagi peserta dari jenjang PAUD/TK.

    “Kegiatan ini dirancang sebagai ruang tumbuh bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan akademik dan non-akademik, sekaligus melatih keberanian serta sportivitas sejak usia dini,” ujar salah satu perwakilan panitia dari Ruang Pintar.

    Untuk menjaga keadilan dan relevansi materi lomba, peserta akan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori sesuai jenjang pendidikan sebagai berikut:

    • Kategori A: SD/MI kelas 1–2
    • Kategori B: SD/MI kelas 3–4
    • Kategori C: SD/MI kelas 5–6
    • Kategori Mewarnai: khusus untuk siswa PAUD/TK

    Rangkaian kegiatan akan dimulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB, dengan sistem ujian berbasis digital untuk bidang studi.

    Setiap peserta wajib membawa perangkat gawai (smartphone) beserta paket data sebagai media ujian.

    Khusus peserta lomba mewarnai akan difasilitasi dengan lembar gambar manual, dan diharapkan membawa alat mewarnai sendiri dari rumah.

    Biaya Terjangkau, Hadiah Menggiurkan

    Olimpiade ini terbuka bagi seluruh siswa PAUD/TK dan SD/MI se-Banyuwangi, dengan biaya pendaftaran yang sangat terjangkau: cukup Rp25.000 untuk satu bidang lomba, atau memilih paket hemat Rp60.000 untuk tiga bidang lomba sekaligus.

    Pembayaran dapat dilakukan dengan mudah melalui sistem QRIS yang telah disediakan.

    Selain menambah pengalaman dan wawasan, peserta juga berkesempatan meraih trofi kejuaraan dan sertifikat resmi tingkat kabupaten.

    Trofi dan sertifikat akan diberikan kepada juara 1, 2, dan 3 dari masing-masing kategori. Bahkan peserta yang belum berhasil meraih juara pun tetap akan mendapatkan sertifikat partisipasi sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka.

    Pendaftaran dan Informasi Lebih Lanjut

    Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan berikut:

    https://forms.gle/QirKZgG6dG39VMWC8

    Peserta juga dapat mendaftar dengan memindai QR Code yang tercantum pada pamflet resmi kegiatan.

    Untuk informasi lebih lanjut, pihak penyelenggara dapat dihubungi melalui nomor admin: 0856-4872-2400, yang siap melayani 24 jam.

    Kegiatan ini turut didukung oleh sejumlah mitra lokal, antara lain SMK PGRI Rogojampi, KOPIWANGI, Embun Bening, iTEM Coffee, Penanuluh, GRASS01, serta media partner sastrawacana.id/.

    Diharapkan, ajang ini menjadi stimulus positif dalam memajukan pendidikan dasar di Banyuwangi dan wilayah sekitarnya.

  • Literasi Jadi Sorotan di Classion 2025: SMKPRO Buktikan Komitmen sebagai Sekolah Literasi Nasional

    Literasi Jadi Sorotan di Classion 2025: SMKPRO Buktikan Komitmen sebagai Sekolah Literasi Nasional

    SMK PGRI Rogojampi menggelar kegiatan classmeeting bertajuk “Classion – Classmeeting & Fusion” dengan mengusung tema “Kolaborasi dan Kompetisi antar Kelas yang Seru & Harmonis” pada Selasa, 17 Juni 2025.

    Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengisi waktu setelah pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Semester (PSAS) Genap selesai.

    Classmeeting tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena menghadirkan kolaborasi antara unsur atletik, seni, dan literasi.

    Peserta didik dari kelas X dan XI berpartisipasi dengan mengirimkan perwakilan dari tiap kelas untuk mengikuti berbagai lomba yang telah dijadwalkan.

    Kegiatan Classion berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 17 hingga 19 Juni 2025, bertempat di kampus SMK PGRI Rogojampi.

    Lomba atletik dan seni dilangsungkan di lapangan sekolah, sementara lomba literasi dipusatkan di aula.

    Salah satu panitia dari OSIS menyampaikan, “Classmeeting tahun ini berbeda dari sebelumnya. Adanya lomba literasi, khususnya cipta dan baca puisi, memberikan kesan tersendiri bagi peserta.”

    Apel pembukaan yang digelar pada pukul 07.00 WIB dipimpin oleh Waka Kesiswaan, Ahmad Misadi, S.P., S.Pd., sebagai pembina sembari memberikan motivasi kepada para peserta.

    Dalam amanatnya ia menyampaikan agar para siswa menjadikan kegiatan classmeeting ini untuk wadah belajar dan berkompetisi secara positif.

    “Jadikan kegiatan classmeeting ini bukan hanya momen untuk kesenangan, tapi juga sebagai wadah belajar dan berkompetisi, melatih sportivitas serta rasa tanggung jawab.”

    Tahun ini, SMK PGRI Rogojampi juga berpartisipasi dalam Program Sekolah Literasi Nasional 2025 yang diadakan oleh Nyalenesaia.

    Hal ini selaras dengan penyelenggaraan lomba literasi cipta dan baca puisi yang memberikan ruang serta peluang bagi peserta didik pecinta literasi untuk semakin bersemangat berkarya.

    Adapun jenis lomba yang digelar dalam Classion 2025 meliputi:

    • Lomba cipta & baca puisi
    • Balap karung
    • Estafet borung
    • Senam
    • Mendongeng
    • Octopus race
    • Estafet sedotan
    • Tari

    Lomba cipta dan baca puisi dilaksanakan dalam dua sesi terpisah. Pada sesi pertama, yaitu lomba cipta puisi, setiap peserta diwajibkan melakukan registrasi sebelum memasuki ruang lomba yang telah ditentukan.

    Dalam ruangan tersebut, peserta hanya diperkenankan membawa bolpoin, sedangkan kertas disediakan langsung oleh panitia.

    Aturan ini diterapkan untuk memastikan bahwa setiap puisi yang ditulis merupakan hasil karya orisinal peserta, tanpa bantuan teknologi apa pun, termasuk kecerdasan buatan (AI), dan sesuai dengan tema yang telah ditentukan.

    Peserta diberikan waktu 40 menit untuk menyelesaikan puisinya. Hasil karya kemudian dikumpulkan untuk dinilai oleh dewan juri.

    Tidak hanya menulis, peserta juga diwajibkan membacakan puisinya dalam sesi kedua lomba baca puisi.

    Penilaian dilakukan berdasarkan dua aspek: kualitas cipta puisi dan performa baca puisi dengan kriteria yang telah ditetapkan.

    Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pendaftar dalam lomba cipta dan baca puisi.

    Fakta ini membuktikan bahwa tingkat literasi di SMK PGRI Rogojampi mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya dan menjadi nilai tambah yang berpengaruh dalam akreditasi sekolah.

    Sesi kedua lomba baca puisi berlangsung meriah dan penuh ketegangan.

    Para peserta tampak antusias, meski tak sedikit yang menunjukkan raut gugup hingga pucat saat naik ke panggung untuk membacakan karya mereka secara langsung.

    Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama: vokal, ekspresi, dan totalitas penampilan.

    Salah satu juri, Andi Budi Setiawan, menyampaikan, “Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah sampai tahap ini. Kalian semua adalah pemenang karena sudah dipercaya sebagai perwakilan kelas. Berikan penampilan terbaik sesuai kriteria yang sudah ditentukan. Selamat berkompetisi!”

    Para peserta benar-benar memberikan performa maksimal.

    Dewan juri pun menghadapi tantangan berat dalam menentukan juara 1, 2, dan 3 karena banyak peserta yang tampil luar biasa dengan vokal yang kuat, ekspresi penuh makna, dan totalitas dalam pembacaan puisi.

    Secara keseluruhan, semua peserta memberikan pertunjukan yang memukau bagi para penonton.

    Lomba baca puisi menjadi penutup kegiatan Classion hari pertama dengan kesan yang mendalam. Pada hari kedua, agenda dilanjutkan dengan lomba mendongeng menggunakan Bahasa Using (bahasa asli masyarakat Banyuwangi).

    Sedangkan hari ketiga akan diisi dengan lomba tari dan puncaknya adalah penyerahan penghargaan (award) kepada para pemenang.

    Kegiatan Classion ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi sehat, melainkan juga sebagai ruang kolaborasi dan ekspresi kreativitas siswa di berbagai bidang. Semangat ini selaras dengan jargon SMKPRO:

    “SMK Bisa! SMK Hebat! SMK PGRI Rogojampi Bisa! Hebat! Siapa Kita? SMKPRO!”

  • Dibuka Pukul 08.17 WIB, Seleksi Hari Anak Nasional 2025 Meriahkan Panggung Kreativitas Anak Usia Dini

    Dibuka Pukul 08.17 WIB, Seleksi Hari Anak Nasional 2025 Meriahkan Panggung Kreativitas Anak Usia Dini

    Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 yang digelar oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Rogojampi pada Senin pagi (26/5).

    Berlangsung di TK Aisyah Bustanul Athfal Rogojampi, kegiatan yang diselenggarakan oleh IGTKI Kecamatan Rogojampi ini diikuti oleh 25 lembaga Taman Kanak-Kanak dan 5 Kelompok Bermain yang tersebar di wilayah kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

    Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Panitia M. Gufron, S.Pd., yang menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini.

    Ia menyapa satu per satu tamu undangan, dewan juri, guru, dan peserta lomba dengan penuh semangat.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, mulai dari orang tua, guru, dewan juri, hingga panitia yang telah bekerja keras. Harapan kami, anak-anak dari Rogojampi bisa menjadi wakil Kabupaten Banyuwangi untuk berkompetisi di tingkat Provinsi Jawa Timur,” ujar Gufron dalam sambutannya.

    Hari Anak Nasional yang rutin diperingati setiap tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak usia dini (PAUD) untuk memberikan ruang ekspresi, eksplorasi, dan unjuk bakat bagi para peserta didik.

    Dalam sambutan kedua, Ketua IGTKI Kecamatan Rogojampi, Sri Isniwati, S.Pd., menjelaskan bahwa HAN merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan secara serempak mulai dari tingkat kecamatan hingga pusat oleh IGTKI.

    “Setiap tahun, bentuk lomba yang diadakan selalu berbeda karena HAN bukan sekadar seremoni, tetapi juga ajang pelatihan kompetensi untuk anak-anak dan para pendidik. Tahun ini, kami ingin lebih banyak menggali aspek budaya, lingkungan, dan kemampuan literasi anak sejak usia dini,” terang Isniwati.

    Kegiatan kemudian dibuka secara resmi pada pukul 08.17 WIB oleh Dian Indriyati, S.Pd., selaku Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) Kecamatan Rogojampi.

    Dalam sambutannya, Dian menyampaikan apresiasi tinggi kepada IGTKI Rogojampi atas kerja keras dan sinergi dalam menyelenggarakan kegiatan ini dengan sangat baik.

    “Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini yang begitu tertib dan edukatif. HAN bukan hanya milik anak-anak, tapi juga momentum bagi kita sebagai pendidik untuk terus belajar dan mengembangkan pendekatan yang kreatif,” ujar Dian yang juga membuka secara simbolis kegiatan HAN.

    Penampilan Tari TK Kemala Bhayangkari
    Penampilan Tari TK Kemala Bhayangkari (Dok. sastrawacana.id/)

    Peringatan HAN tahun ini di Rogojampi menghadirkan beragam cabang lomba yang menarik dan edukatif, seperti: Lomba Bercerita, Lari Rintangan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Kreasi 3M lingkunganm dan 7 Tari Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

    Setiap lomba didesain untuk menumbuhkan kepercayaan diri, kerja sama, kemampuan motorik, serta menanamkan nilai-nilai budaya dan kecintaan terhadap lingkungan.

    Khusus untuk lomba menari, perwakilan Kecamatan Rogojampi diwakili oleh TK Kemala Bhayangkari.

    Mereka menampilkan pertunjukan penuh semangat dan berwarna yang memikat perhatian penonton, memperlihatkan latihan yang matang dan kerja keras yang dilakukan bersama guru dan orang tua.

    Salah satu cabang lomba yang paling menyita perhatian adalah lomba bercerita, di mana anak-anak tampil membawakan cerita-cerita pengalaman pribadinya, seperti saat sedang berlibur ke luar kota.

    Penampilan mereka tidak hanya menampilkan kemampuan bicara di depan umum, tetapi juga ekspresi, intonasi suara, kesesuaian busana, dan penguasaan panggung untuk anak seusia mereka.

    Lomba ini dinilai oleh tiga juri berpengalaman dari berbagai latar belakang seni dan literasi, diantaranya Bung Aguk, seorang budayawan kenamaan Banyuwangi, Sri Umiati, penari senior sekaligus istri dari almarhum maestro tari Banyuwangi, Sumitro Hadi, serta Maulana Affandi, penulis dan pegiat literasi Banyuwangi.

    Menurut para juri, penampilan peserta sangat menggembirakan dan menjadi bukti bahwa geliat literasi di Rogojampi semakin berkembang.

    Namun, mereka juga memberikan beberapa catatan penting agar peserta, terutama para juara, dapat meningkatkan kualitas menjelang kompetisi di tingkat kabupaten.

    “Ada beberapa aspek yang bisa ditingkatkan, seperti penguasaan panggung (blocking), ekspresi wajah, dan pemanfaatan properti. Ini bukan untuk mengurangi nilai, tapi sebagai bekal untuk bisa melangkah lebih jauh di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Bung Aguk.

    Sementara itu, Sri Umiati menegaskan bahwa dalam bercerita, ekspresi harus diperhatikan agar isi dalam cerita dapat tersampaikan.

    “Jadi, ekspresi harus selaras dengan cerita yang disampaikan supaya penonton merasakan hal yang serupa dengan apa yang diceritakan,” tegasnya.

    Sementara itu, Maulana Affandi yang mengingatkan agar para guru memerhatikan juknis lomba, termasuk durasi waktu sehingga dapat menulis naskah yang disesuaikan dengan waktu penampilan.

    “Bagaimanapun itu, setiap perlombaan terikat oleh aturan, sehingga diharapkan para guru dapat memerhatikan juknis sehingga para peserta bisa tampil maksimal,” tandasnya.

    Membentuk Generasi Hebat Sejak Dini
    Kegiatan Hari Anak Nasional 2025 di Kecamatan Rogojampi menjadi refleksi nyata bagaimana pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak, baik secara akademik, emosional, maupun sosial.

    Dengan dukungan dari guru, orang tua, dan pemerintah daerah, anak-anak Rogojampi menunjukkan bahwa mereka siap menjadi generasi hebat Indonesia yang penuh semangat, cerdas, dan cinta budaya.

    Di sisi lain, peringatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan panggung kebanggaan bagi anak-anak untuk tampil dan mendapat ruang yang layak dalam proses pendidikan mereka.

  • Tasyakuran SMK PGRI Rogojampi 2025: Menyulam Kenangan, Menyongsong Masa Depan Penuh Prestasi

    Tasyakuran SMK PGRI Rogojampi 2025: Menyulam Kenangan, Menyongsong Masa Depan Penuh Prestasi

    Di bawah langit pagi yang cerah, halaman SMK PGRI Rogojampi berubah menjadi panggung haru dan kebanggaan.

    Hari ini, SMKPRO menggelar Tasyakuran Siswa Kelas XII Tahun Pelajaran 2024–2025 dengan tema “Bersama Berkarya dan Menginspirasi Menyongsong Masa Depan Penuh Prestasi.”

    Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tasyakuran tahun ini digelar secara sederhana namun sarat makna.

    Dibuka dengan alunan musik tradisional dari ekstrakurikuler Panjak SMKPRO, suasana khidmat langsung menyelimuti hadirin. Lagu Indonesia Raya, Hymne SMK PGRI Rogojampi, dan Hymne Guru pun menggema, menegaskan semangat nasionalisme dan penghormatan kepada para pendidik.

    Hiburan pembuka hadir lewat Tari Wanci Kahuripan, dibawakan oleh tiga siswa yang tampil gemilang sebagai Gandrung.

    Suasana semakin semarak dengan penampilan Falda Avrinda yang menyanyikan dua lagu dengan suara merdunya, menggetarkan hati para hadirin.

    Rangkaian sambutan dimulai oleh Ketua OSIS yang menyampaikan harapan agar kakak-kakak kelas XII terus menjunjung tinggi nama baik almamater tercinta.

    Sambutan berikutnya dari perwakilan kelas XII, Siti Nurhalizah, menggugah perasaan:

    “Terima kasih kepada bapak ibu guru dan karyawan atas dedikasi, kesabaran, dan keikhlasan membimbing kami selama tiga tahun ini. Kami takkan melupakan masa-masa indah yang telah kita lewati bersama.”

    Kepala SMK PGRI Rogojampi, H. Danang Bagiono, S.Si, turut memberikan doa dan pesan.

    “Selamat kepada calon wisudawan. Jadikan ilmu dan pengalaman di SMKPRO sebagai bekal untuk menapaki masa depan. Doa terbaik kami selalu menyertai kalian.”

    Kata-kata penuh makna juga datang dari Ketua PGRI Kabupaten Banyuwangi yang mengutip Kahlil Gibran.

    “Cinta tak pernah tahu kedalamannya hingga datang perpisahan.”

    “Ketika kita jauh, kita baru sadar siapa yang benar-benar kita sayangi.” lanjutnya, sebagai ungkapan yang terasa pas menggambarkan suasana tasyakuran.

    Salah satu momen paling menyentuh adalah prosesi basuh kaki orang tua. Siswa-siswi berprestasi dari setiap jurusan dipanggil ke panggung bersama orang tua mereka.

    Dalam hening, mereka bersimpuh, membasuh kaki orang tua sambil mengucap maaf dan terima kasih. Isak tangis haru pun tak terhindarkan.

    Sebuah momen sakral yang menyatukan cinta, perjuangan, dan restu dalam satu prosesi sederhana namun bermakna.

    Acara berlanjut dengan pemotongan tumpeng oleh kepala sekolah, dilanjutkan pengalungan gordon dan pemberian BTS (Buku Tahunan Sekolah).

    Di sela acara, kuis berhadiah dari panitia membuat suasana kembali hangat dan ceria, dengan antusiasme tinggi dari para calon wisudawan.

    Tasyakuran ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Ketua PGRI Kabupaten Banyuwangi, Ketua BPH Dasmen, Ketua PC PGRI Rogojampi, Forkopimka, Komite Sekolah, Kepala Desa Gitik, hingga perwakilan siswa SMP/MTs se-wilayah kecamatan Rogojampi.

    Menjelang penutupan, paduan suara SMKPRO melantunkan lagu Umbul-umbul Belambangan diikuti Tari Jaran Goyang sebagai penampilan pamungkas.

    Lagu Laskar Pelangi yang dibawakan oleh Nandira menjadi penutup manis, menyemangati para siswa untuk terus bermimpi dan menginspirasi.

    Tasyakuran ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi perayaan atas perjuangan, cinta, dan harapan. Kerja keras seluruh panitia dan OSIS Bhakti Taruna SMKPRO telah menghasilkan acara yang membekas di hati.

    SMK BISA… SMK HEBAT!

    SMKPRO… BISA… HEBAT!

    SIAPA KITA? SMKPRO!

  • SMK PGRI Rogojampi Raih Penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional di Hari Pendidikan Nasional 2025

    SMK PGRI Rogojampi Raih Penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional di Hari Pendidikan Nasional 2025

    Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025, SMK PGRI Rogojampi menggelar apel bendera yang berlangsung khidmat di halaman sekolah pada Jumat pagi (2/5).

    Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta peserta didik SMK PGRI Rogojampi.

    Apel dipimpin langsung oleh Kepala SMK PGRI Rogojampi, H. Danang Bagiono, S.Si, yang sekaligus bertindak sebagai pembina apel.

    Dalam sambutannya, beliau membacakan maklumat resmi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan pentingnya transformasi pendidikan berbasis karakter dan literasi di era digital, peningkatan kualitas guru dan pemerataan akses pendidikan.

    Kepala SMK PGRI Rogojampi, H. Danang Bagiono, S.Si, dalam sambutannya menjelaskan,

    “Maklumat ini menjadi landasan bagi seluruh warga pendidikan, termasuk SMK PGRI Rogojampi, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.”

    Momen spesial dalam apel tersebut adalah prosesi penyerahan piagam Sekolah Aktif Literasi Tahun 2025 dari Nyalanesia kepada SMK PGRI Rogojampi sebagai sekolah peserta Program Skeolah Literasi Nasional Tahun 2024.

    Penghargaan ini diserahkan langsung kepada Kepala Sekolah sebagai bentuk apresiasi atas komitmen sekolah dalam mendorong budaya literasi di lingkungan pendidikan.

    Tidak hanya itu, SMK PGRI Rogojampi juga menerima penghargaan sebagai Juara 1, 2 dan 3 tingkat sekolah Kelas Literasi Baca-Tulis Program Sekolah Literasi Nasional Tahun 2024, menandai pencapaian luar biasa dari siswa-siswi dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar.

    Dimana untuk juara 1, 2 dan 3 karyanya akan di lombakan lagi ke tingkat nasional.

    Guru Koordinator Program Sekolah Literasi SMK PGRI Rogojampi, Andi Budi Setiawan berharap “Program seperti ini bisa kontinu diikuti oleh sekolah, agar memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan literasi di sekolah baik untuk pendidik, kependidikan maupun peserta didik.”

    Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta kelas Baca-Tulis Program Sekolah Literasi Nasional 2024, yang telah mengharumkan nama sekolah di kancah nasional.

    Apel peringatan Hardiknas tahun ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan juga merupakan wujud nyata semangat dan komitmen SMK PGRI Rogojampi dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dan literat, tetapi juga berkarakter kuat.

    Melalui Program Literasi Nasional yang telah dijalankan, SMK PGRI Rogojampi berkomitmen untuk terus mendorong budaya baca, tulis, dan berpikir kritis di kalangan siswa, sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan global.

    Dengan semangat gotong royong dan budaya literasi yang terus kita kembangkan, kita melangkah bersama menuju masa depan pendidikan yang lebih baik, untuk Indonesia yang lebih gemilang.

  • KB dan TK Muslimat Al Abror Lolos Seleksi 100 Besar Kompetisi Inovasi Pendidikan Banyuwangi

    KB dan TK Muslimat Al Abror Lolos Seleksi 100 Besar Kompetisi Inovasi Pendidikan Banyuwangi

    Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2025, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi menggelar Kompetisi Inovasi Satuan Lembaga Pendidikan. Ajang ini diikuti oleh Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Banyuwangi.

    Dari seribu lembaga yang berpartisipasi, sebanyak 100 lembaga berhasil lolos seleksi, termasuk KB dan TK Muslimat Al Abror.

    Menariknya, yayasan ini berhasil meloloskan dua unit sekaligus dalam ajang bergengsi ini.

    Berdiri sejak 2014 di Desa Adat Keboan Aliyan, KB dan TK Muslimat Al Abror sempat menghadapi tantangan besar saat pandemi, hingga nyaris tutup ketika memasuki usia sembilan tahun.

    Namun, semangat kebangkitan kembali membawa lembaga ini bertahan dan kini meraih pencapaian membanggakan.

    Kelompok Bermain Muslimat Al Abror memiliki jumlah peserta didik yang masih terbatas, begitu juga dengan TK-nya yang menempati lahan terbatas hanya beberapa meter persegi.

    Dengan tiga kelas, lima guru, dan dua tenaga kependidikan, lembaga ini terus berjuang meningkatkan kualitas pendidikan.

    “Alhamdulillah, saya bermimpi bisa masuk tiga besar. Jika suatu saat ada yang ingin berbagi pengalaman atau melakukan studi tiru ke lembaga yang masih merintis dengan jumlah peserta didik sedikit, saya ingin menyampaikan: ‘Ojo cilik ati.’ Layani anak negeri dengan hati penuh cinta kasih, sebagaimana Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang kepada hamba-Nya,” ujar Kepala KB Al Abror, Mutiara Sani, S.M. Setiap sore, ia juga mengajar mengaji di TPQ Tholibin Ilmi, Cermean, Singolatren, Singojuruh.

    Sambil memangku salah satu muridnya, Faradila Zhakaylah, yang bercita-cita menjadi polwan, Bu Tiara menjelaskan inovasi yang diusungnya, yaitu ACBK (Amati, Contoh, Biasakan, dan Kolaborasi).

    Strategi ini dirancang untuk membantu anak-anak membentuk karakter positif melalui contoh yang baik serta sinergi dengan seluruh warga belajar dan pemangku kepentingan.

    “Baru setahun mengajar langsung masuk 19 besar? Tentu saya terkejut dan bahagia. Pengalaman mengajar ngaji dan aktif di berbagai kegiatan saat sekolah dan kuliah sangat berpengaruh. Namun, yang paling besar daya picunya adalah sosok yang menggembleng kami dengan segala keterbatasan tetapi tetap penuh syukur, sabar, ikhlas, kasih sayang, dan disiplin, yaitu Bu Ida!” ungkapnya.

    Sosok Bu Ida atau Faridatul Hasanah, S.Pd, merupakan Kepala TK Muslimat Al Abror Aliyan yang inovasinya “Sentuhan Alamku” juga berhasil melaju ke seleksi 30 besar per jenjang.

    Ia juga merupakan kepala sekolah dengan dedikasi tinggi versi YPM, peraih prestasi inovasi PAUD HI tingkat nasional saat mengabdi di lembaga sebelumnya.

    Selain itu, ia adalah seorang Asesor Jatim dan mentor narasumber nasional yang telah berbagi ilmu hingga ke Kangean dan Kalimantan.

    “Saya ikut membidani kelahiran TK ini sekitar satu dasawarsa. Saat situasi mengharuskan saya berpindah lembaga, banyak pihak menawarkan tempat mengabdi baru. Namun, hati saya terpanggil kembali ke Al Abror, meskipun saat itu muridnya sedikit dan belum memiliki prestasi. Bersama tujuh guru dan tenaga kependidikan yang baru, kami harus berpikir keras, cerdas, dan ikhlas. Kini, kepercayaan masyarakat mulai tumbuh, bahkan sebelum tahun ajaran baru dibuka, sudah ada yang menitipkan anak dan cucunya. Alhamdulillah, melalui proses luar biasa ini, Allah menjawab perjuangan kami dengan membawa lembaga ini masuk sebagai salah satu lembaga inovatif dalam rangka menyongsong Hardiknas 2025. Dengan penuh syukur dan rendah hati, kami optimis melangkah lebih jauh untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan di Banyuwangi,” ujarnya.

  • TK Muslimat NU Aliyan Luncurkan Program “Sentuh Alamku” untuk Stimulasi Motorik Anak Usia Dini

    TK Muslimat NU Aliyan Luncurkan Program “Sentuh Alamku” untuk Stimulasi Motorik Anak Usia Dini

    TK Muslimat NU Aliyan memperkenalkan inovasi terbaru dalam dunia pendidikan anak usia dini melalui program “Sentuh Alamku”, sebuah metode pembelajaran berbasis stimulasi motorik yang mengintegrasikan unsur-unsur alam dalam aktivitas belajar.

    Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus dan kasar anak melalui eksplorasi lima elemen utama: batu, kayu, pasir, air, dan angin.

    Latar Belakang Program

    Program “Sentuh Alamku” lahir dari kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih alami dan interaktif dalam mendukung perkembangan anak.

    Studi menunjukkan bahwa banyak anak usia dini mengalami keterlambatan dalam perkembangan motoriknya akibat kurangnya stimulasi yang tepat.

    Dengan pendekatan multisensorik, anak-anak diajak untuk berinteraksi langsung dengan alam, sehingga dapat mengembangkan koordinasi tubuh, kreativitas, keseimbangan emosional, serta kecerdasan intelektual secara lebih optimal.

    Metode dan Aktivitas Program

    Pelaksanaan program “Sentuh Alamku” mencakup berbagai aktivitas inovatif yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna, di antaranya:

    1. Stimulasi Gerakan Lima Jari – Latihan khusus untuk memperkuat otot tangan dan meningkatkan keterampilan motorik halus anak.

    2. SPA Banata (Pijatan Relaksasi) – Terapi sederhana yang dilakukan secara berkala untuk membantu anak lebih rileks, meningkatkan fokus, dan mengurangi stress.

    3. Senam Otak dengan Angin – Aktivitas sensorik yang memanfaatkan angin sebagai elemen stimulasi untuk meningkatkan kesadaran dan kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar.

    4. Eksplorasi Elemen Alam – Anak-anak diajak untuk bermain pasir guna melatih kreativitas, menyusun kayu untuk meningkatkan koordinasi motorik kasar, serta berinteraksi dengan air untuk memperkuat keseimbangan tubuh dan stimulasi sensori.

    Program ini juga melibatkan peran aktif orang tua melalui sesi parenting berkala yang bertujuan untuk membekali orang tua dengan pengetahuan tentang perkembangan anak, sehingga pendampingan di rumah dapat selaras dengan pembelajaran di sekolah.

    Pendekatan holistik ini menjadikan “Sentuh Alamku” lebih dari sekadar program edukasi, tetapi juga sebuah langkah untuk membangun harmoni antara anak, orang tua, dan alam.

    Dampak dan Harapan

    Sejak diterapkan pada Januari 2024, program “Sentuh Alamku” telah menunjukkan dampak positif yang signifikan, seperti:

    • Peningkatan daya tahan tubuh anak melalui aktivitas fisik berbasis alam.
    • Perkembangan kreativitas dan eksplorasi anak yang lebih optimal.
    • Lingkungan belajar yang lebih harmonis, aktif, dan menyenangkan.

    Dengan inovasi ini, TK Muslimat NU Aliyan berharap dapat menjadi pelopor dalam penerapan metode pembelajaran berbasis alam yang efektif.

    Program ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan model pendidikan yang lebih alami dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.

    Kepala TK Muslimat NU Aliyan, Faridatul Hasanah, S.Pd., menuturkan bahwa alam merupakan guru terbaik yang dapat mengajarkan banyak hal untuk anak didik yang tidak bisa digantikan dengan teknologi.

    “Alam memberikan pengalaman nyata yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Ketika anak-anak menyentuh tumbuhan, merasakan hembusan angin, atau bermain dengan air, mereka belajar tentang tekstur, gerakan, dan keseimbangan secara langsung, sehingga membangun koneksi emosional dan fisik yang sangat bermanfaat bagi perkembangan anak,” tutur Kepala TK Muslimat NU Aliyan.

    Lebih lanjut, Faridatul Hasanah, S.Pd., menambahkan jika metode ini dapat tidak hanya mampu membuat anak-anak menjadi kreatif, tapi juga memiliki sisi emosional yang positif dan humanis.

    “Kami yakin dan ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang sehat, harmonis, dan peduli pada alam sekitar,” tutupnya.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ACBK dan TK Muslimat NU Aliyan, silakan hubungi melalui alamat berikut ini:

    Alamat: TK Muslimat NU Aliyan, Desa Aliyan, Dusun Krajan RT 03 RW 01, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.

    Telp/Email: 085232678357/[email protected]

    Media sosial:

    Instagram: tkmnualiyan_kbmnualabror
    TikTok: tkmnualiyan_kbmnualabror
    Facebook: Tkm NU Aliyan
    YouTube: TK Muslimat NU Aliyan