Kategori: Pendidikan

  • Bimbel Taman Belajar Indonesia, Solusi untuk Masa Depan Gemilang Anak

    Bimbel Taman Belajar Indonesia, Solusi untuk Masa Depan Gemilang Anak

    Taman Belajar Indonesia merupakan bimbingan belajar yang didirikan oleh Shandy Noor Susanto sejak tahun 2010 berlokasi di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

    Sebelum menggunakan nama Taman Belajar Indonesia, bimbel ini hanya tersedia satu ruang tamu dan beberapa peserta didik ruang tamu dalam kegiatan pembelajaran.

    Seiring berjalannya waktu, bimbel ini semakin eksis dan dikenal oleh masyarakat luas, kendati sebelumnya sempat hiatus karena pandemi Covid 19.

    Nama Taman Belajar Indonesia baru rilis di akhir tahun 2022 karena mengusung konsep sebaga tempat yang menyenangkan bagi anak-anak.

    “Nama Taman Belajar Indonesia diambil karena sarana atau tempat belajar seharusnya dibikin senyaman mungkin sebagaimana taman, di samping itu juga didampingi oleh tutor yang ramah serta profesional sehingga bisa maksimal dalam menyerap pembelajaran. Dimana tutor bukan hanya sebagai pengajar namun bisa juga menjadi teman belajar” jelas Shandy Noor Susanto, S.Pd.

    Bimbel Taman Belajar Indonesia memberikan fasilitas bimbel mulai dari SD/MI, SMP/MTs sampai SMA/SMK/MA.

    Mulai dari kelas calistung, mapel (IPA/IPS dll), matematika, Bahasa Inggris, fisika, kimia, biologi, Bahasa Arab, komputer, dan kelas menulis.

    Sementara kelasnya terbagi menjadi dua, yaitu kelas privat dan reguler atau kelompok.

    Bimbel yang beralamat di Dusun Gurit RT. 01/ RW. 03 Desa Pengatigan, Rogojampi ini memiliki jam operasional mulai pukul 14.00 s.d. 21.00 WIB.

    Bimbel Taman Belajar Indonesia menyediakan 8 tutor muda andal serta profesional di bidangnya karena sesuai kualifikasi linier dengan ijasah yang diampu.

    Dengan metode yang menyenangkan, para tutor Taman Belajar Indonesia juga dikenal ramah dalam membersamai peserta didik saat proses pembelajaran.

    Hal ini terbukti, dalam beberapa tahun terakhir jumlah peserta didik meningkat drastis.

    Kegiatan bimbel berjalan dengan sistem pembelajaran yang memotivasi, bermakna, mendalam, dan menyenangkan bagi peserta didik.

    Dengan pondasi tersebut, peserta didik dapat lebih mudah menguasai konsep materi yang dipelajari, sesuai dengan tagline Taman Belajar Indoensia “Learn In Fun Way”.

    Prestasi yang diraih bimbel Taman Belajar Indonesia melahirkan alumni yang banyak diterima di PTN.

    Salah satu alumni yang diterima di Universitas Gajah Mada, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Fisika atas nama I Gede Kenard V.

    Harapannya, Bimbel Taman Belajar Indonesia ikut berperan dalam mensukseskan pendidikan bagi generasi bangsa, melahirkan lulusan yang dapat memaksimalkan potensinya untuk bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi hingga berkarir setinggi-tingginya.

    Penulis: Andi BS

  • Dies Natalis ke-40 SMAN 1 Rogojampi Berlangsung Meriah dengan Segudang Prestasi Siswa

    Dies Natalis ke-40 SMAN 1 Rogojampi Berlangsung Meriah dengan Segudang Prestasi Siswa

    SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya merayakan Dies Natalis ke-40 dengan semangat “Man Jadda Wajadda” dan tagline inspiratif “Maju Bersama Hebat Semua.”

    Perayaan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 November 2024, di lingkungan sekolah yang menjadi rumah bagi siswa-siswi berbakat dari kelas X hingga XII.

    Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Elis Santi, M.Pd, SMAN 1 Rogojampi telah menjadi salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Banyuwangi.

    Sebagai informasi, Elis Santi, M.Pd, merupakan Kepala Sekolah Berprestasi Kategori Kepemimpinan Koordinatif dan Kolaboratif (kelompok SMA & PKPLK) dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi.

    Perayaan Dies Natalis ini dikemas dalam rangkaian acara yang berfokus pada kreativitas, kebersamaan, dan apresiasi terhadap bakat siswa. Berikut jadwal kegiatannya:

    1. Hari Pertama: Gelar Karya P5 (Selasa, 19 November 2024)

    Kegiatan dibuka dengan Gelar Karya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang diikuti siswa kelas X dan XI.

    Acara ini menjadi ajang unjuk gigi para siswa dalam menampilkan proyek-proyek inovatif dan kreatif yang mendukung semangat Kurikulum Merdeka.

    2. Hari Kedua: Jalan Sehat & Kompetisi Kreatif (Rabu, 20 November 2024)

    Hari kedua dimulai dengan kegiatan Jalan Sehat yang diikuti oleh seluruh warga sekolah, menciptakan momen kebersamaan sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan.

    Setelah itu, giliran siswa-siswi berbakat kelas X dan XI yang memukau dengan penampilan band mereka. Suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize menarik dari sponsor acara.

    Salah satu momen yang paling dinantikan adalah Penobatan Putra Putri SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya.

    Para peserta tampil penuh percaya diri di atas catwalk dengan mengenakan busana khas yang mencerminkan karakter mereka masing-masing.

    Di sela-sela acara, terdapat bazar makanan dan minuman hasil kreativitas siswa kelas X.

    Beragam produk kuliner yang kekinian turut memeriahkan suasana, sekaligus menunjukkan kemampuan siswa dalam berwirausaha.

    3. Hari Ketiga: Acara Puncak & Guest Star (Kamis, 21 November 2024)

    Acara puncak Dies Natalis ke-40 menghadirkan Rizwan Fadillah, putra ketiga komedian ternama Entis Sutisna (Sule), sebagai guest star.

    Kehadirannya menambah semarak perayaan yang dikhususkan untuk warga SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya.

    Momen ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang sekolah selama empat dekade dalam dunia pendidikan.

    Selama 40 tahun berdiri, SMAN 1 Rogojampi telah mencatatkan berbagai prestasi membanggakan di tingkat nasional, antara lain:

    • Juara 2 Lomba Fotografi Tingkat Nasional oleh Himpunan Mahasiswa Gizi Kesehatan UGM.
    • The Best Director Banyuwangi Short Movie Festival 2024 oleh Media Rekam DKB.
    • Juara 2 dan Favorit Photo Contest IPB dengan tema Daily Life in Rural Area.
    • Juara 2 Olimpiade Nasional Bahasa Indonesia dan Juara 1 Fisika di STIKES Science Olympiad 2024.

    Prestasi ini menjadi bukti dedikasi sekolah dalam mendukung bakat dan potensi siswa di berbagai bidang.

    Dengan semangat “Man Jadda Wajadda,” SMAN 1 Rogojampi berkomitmen untuk terus mencetak siswa-siswi berprestasi yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga siap bersaing di tingkat global.

    Sekolah ini juga berupaya untuk mengikuti perkembangan zaman melalui implementasi kurikulum yang relevan dan mendukung kreativitas siswa.

  • MI Islamiyah Rogojampi Borong Juara dalam Ajang Pemilihan Jebeng Thulik Cilik 2024

    MI Islamiyah Rogojampi Borong Juara dalam Ajang Pemilihan Jebeng Thulik Cilik 2024

    sastrawacana.id/ – MI Islimiyah Rogojampi merupakan madrasah favorit yang ada di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

    Bukan hanya diminati oleh masyarakat di Rogojampi saja, namun beberapa kecamatan lain, mulai dari Kabat, Blimbingsari, Singojuruh dan Songgon.

    Selama ini, segudang prestasi telah diraih MI Islamiyah Rogojampi baik bidang akademik maupun non akademik.

    Hal ini tidak terlepas dari peran Kepala Madrasah, pendidik, tenaga pendidik dan komite sekolah dalam berkomitmen untuk memajukan MI Islamiyah Rogojampi.

    Terbaru, MI Islamiyah Rogojampi menjadi juara dalam ajang Pemilihan Jebeng Thulik Cilik 2024 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Jebeng Thulik Banyuwangi, didukung oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, pada 17 November 2024 di auditorium STIKES Banyuwangi.

    Pemilihan Jebeng Thulik Cilik 2024 terdiri dari beberapa kategori, diantaranya kategori TK, kategori SD A (Kelas 1-3), kategori SD B (Kelas 4-6), dan kategori SMP.

    Nur Kholifah, S.Pd.I selaku koordinator peserta Jebeng Thulik MI Islamiyah menerangkan ada 9 peserta dari MI Islamiyah yang ikut serta dalam event tersebut.

    Para peserta cukup antusias dalam mengikuti latihan persiapan event jebeng thulik ini. Kurang lebih 3 pekan durasi waktu latihan berjalan.

    “Alhamdulillah kepala MI Islamiyah Rogojampi, bapak Nur Khoriri, SH sangat mendukung sekali kegiatan ini. Tidak tanggung-tanggung, MI Islamiyah mendatangkan pelatih dari luar yang berkompeten di bidang fashion dan model agar memperoleh hasil yang maksimal. Tidak sampai disitu saja MI Islamiyah Rogojampi juga mendatangkan alumni yang pernah berprestasi di ajang serupa untuk memberikan semangat dan dukungan kepada adik kelasnya” tutur Nur Kholifah.

    Pada hari pelaksanaan Pemilihan Jebeng Thulik Cilik 2024 ini, semua peserta diminta untuk tampil satu persatu berjalan di atas panggung dengan menggunakan pakaian khas Banyuwangi, Jebeng & Thulik dengan masing-masing gaya khas peserta.

    Setelah semua peserta unjuk gigi, kemudian dipilih 5 besar dan 1 juara favorit masing-masing kategori.

    MI Islamiya Rogojampi menyabet beberapa juara dalam beberapa kategori diantaranya:

    • Juara Jebeng Cilik kategori SD B: RIKA NUR ANGGRAINI dari kelas 6 Al khawarizmi
    • Juara Wakil 1 Thulik Cilik kategori SD A : ALFARIZQI KHAIRAN ADIWANGSA RADHANA dari Kelas 1 Al Ghazali
    • Juara Harapan 1 Thulik Cilik kategori SD A: REFLI AHSAN MUBAROQI dari Kelas 2 Jalaluddin Rumi
    • Juara harapan 2 thulik cilik kategori dari SD A: QAISAR ALGHANI PRAMONO dari Kelas 2 Salman Alfarisi.

    Pencapaian ini menjadi sebuah prestasi yang cukup membanggakan, sekaligus membuktikan bahwa MI Islamiyah Rogojampi terus menjadi sekolah yang berprestasi.

    Adapun kesuksesan yang diraih tidak terlepas dari semua elemen madrasah, mulai dari Kepala Madrasah, dewan guru dan juga komite sekolah.

    Dalam hal ini, wali murid juga menjadi figur yang berjasa dalam mendukung anak-anaknya di kegiatan Jebeng Thulik Cilik.

    Madrasah berharap dalam kegiatan Jebeng Thulik Cilik ini bisa meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap budaya lokal yang ada di Banyuwangi, mulai dari pakaian adat, Bahasa Using dan juga adat yang ada di Banyuwangi.

    Selanjutnya bisa mempertahankan prestasi yang sudah diraih pada tahun 2024 ini dan meningkatkan prestasi pada tahun selanjutnya.

  • Tari Kolosal Tanah Air Nusantara Meriahkan Puncak Festival Kebangsaan Banyuwangi 2024

    Tari Kolosal Tanah Air Nusantara Meriahkan Puncak Festival Kebangsaan Banyuwangi 2024

    Pagelaran Seni yang menjadi puncak acara dalam Festival Kebangsaan, digelar pada malam Minggu (Sabtu, 16/11/2024) pukul 18.00 WIB Di Gesibu Taman Blambangan Banyuwangi.

    Acara serimonial yang dipandu oleh Mbak Mamiek, MC Kondang dari Banyuwangi, diawali dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para yatim piatu, kemudian disambung dengan tari Sekar Mayang dari Sanggar Tari Lang-Lang Buana asuhan Sabar Harianto.

    Keunikan acara ini terasa saat doa disampaikan dalam dua bahasa: Bahasa Indonesia dan Bahasa Osing. Doa dalam Bahasa Osing dipimpin oleh Kang Usik, sesepuh masyarakat Osing dari Desa Adat Kemiren.

    Menariknya, dalam pembawaan doa dalam bahasa Osing ini adalah sahutan spontan “Amin.. !” dari para penonton ketika Kang Usik berdoa bagi penyelesaian segala topik permasalahan yang umumnya dialami oleh warga masyarakat, menjadikan sesi ini menjadi lebih hangat dan interaktif.

    Sambutan pertama disampaikan oleh Plt Bakesbangpol Banyuwangi, Drs. R. Agus Mulyono, M.Si., yang mengapresiasi peran berbagai kelompok masyarakat dalam menjaga persatuan dan harmoni di Banyuwangi.

    Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman yang telah terjalin lama di Banyuwangi.

    Selanjutnya, Mohamad Yanuarto Bramuda, S.Sos., MBA., mewakili Kepala Daerah, mengulas sejarah upaya pelestarian budaya Banyuwangi, termasuk penetapan pakaian adat Osing sebagai seragam resmi ASN dan sekolah.

    Puncak acara bertema “Kembang Setaman Harmoni Nusantara” menghadirkan Tari Kolosal “Tanah Air Nusantara”.

    Tarian ini menjadi simbol keberagaman budaya di Banyuwangi, melibatkan unsur seni dari berbagai suku, seperti Jawa, Madura, Papua, Mandar, Melayu, Arab, dan Tionghoa.

    Nuansa budaya Osing menjadi penutup pertunjukan dengan kehadiran tokoh Menakjinggo dan para pengawalnya yang menyampaikan pesan kerukunan untuk Banyuwangi.

    Penampilan kolosal ini memukau dengan gerak tari, kostum berwarna-warni, permainan lampu, dan efek kembang api yang mempesona.

    Dibawakan oleh Sanggar Lang-Lang Buana, tari ini sukses menggambarkan keindahan harmoni Nusantara, sekaligus menjadi penutup luar biasa untuk Festival Kebangsaan 2024.

  • Bawaslu Banyuwangi Gelar Sosialisasi Pengawasan Pilkada Serentak 2024 dengan Pelaku UMKM

    Bawaslu Banyuwangi Gelar Sosialisasi Pengawasan Pilkada Serentak 2024 dengan Pelaku UMKM

    Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi menggelar acara sosialisasi dengan tema “Pemberdayaan Pelaku UMKM dalam Pengawasan Partisipatif PILKADA Serentak 2024” di Hotel Kokoon Banyuwangi pada Minggu (17/11/2024).

    Acara yang dihadiri oleh 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini bertujuan untuk memperkuat peran aktif masyarakat, khususnya pelaku UMKM dalam memastikan Pilkada yang sehat, jujur, dan adil di Banyuwangi.

    Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Banyuwangi, Adrianus Yansen Pale menekankan betapa pentingnya peran pelaku UMKM dalam menjaga integritas Pemilu.

    “Kami berharap peserta yang hadir bisa mengajak jejaring mereka untuk mengawasi jalannya Pilkada, memastikan prosesnya sehat, jujur, dan adil,” kata Adrianus dengan penuh semangat.

    Sosialisasi ini juga diwarnai dengan kehadiran narasumber dari kalangan pelaku UMKM, yaitu Lucia Damayanti, pemilik brand “Minimarketnya Orang Pintar”.

    Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh Galang Romadon dari Bawaslu, Lucia berbagi pengalaman mengenai pengelolaan UMKM sekaligus membahas bagaimana sektor ini dapat berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi di Banyuwangi.

    Ia juga menekankan bahwa pelaku UMKM tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga harus peka terhadap dinamika sosial yang terjadi di sekitar mereka, terutama dalam konteks pemilu.

    Pada sesi penutup, Galang Romadon memberikan edukasi kepada peserta mengenai langkah-langkah yang dapat diambil masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan Pilkada.

    “Pilkada yang transparan dan adil hanya bisa terwujud jika kita semua berperan aktif,” tegas Galang.

    Melalui sosialisasi ini, Bawaslu Banyuwangi berharap para pelaku UMKM dapat menjadi mitra strategis dalam memastikan Pilkada Serentak 2024 berjalan dengan lancar, berintegritas, dan sesuai dengan prinsip demokrasi yang sejati.

    Dengan melibatkan masyarakat, terutama pelaku UMKM yang memiliki kedekatan dengan berbagai lapisan masyarakat, Bawaslu berharap pengawasan partisipatif ini akan semakin memperkuat kualitas demokrasi di Banyuwangi.

  • Mengupas Beragam Tantangan Pancasila dalam Talkshow Forum Pembauran Kebangsaan

    Mengupas Beragam Tantangan Pancasila dalam Talkshow Forum Pembauran Kebangsaan

    Festival Kebangsaan Kabupaten Banyuwangi 2024 resmi dimulai pada Jumat, 15 November 2024, di Gesibu Blambangan, Banyuwangi.

    Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi, R. Agus Mulyono, M.Si., yang diikuti dengan jabat tangan bersama tokoh adat, perwakilan etnis, dan pegiat pembauran kebangsaan.

    Festival ini mengangkat tema “Kembang Setaman Harmoni Nusantara” sebagai simbol keberagaman yang menjadi ciri khas Kabupaten Banyuwangi.

    Dalam sambutannya, R. Agus Mulyono menyampaikan bahwa festival ini adalah bentuk nyata semangat kebersamaan dan harmoni di bumi Blambangan.

    “Festival ini menjadi sarana silaturahmi yang sangat dinantikan oleh pelaku adat dan tradisi etnis di Banyuwangi,” ujarnya.

    Diskusi Kebangsaan yang Membangun Dialog

    Rangkaian acara dimulai dengan Talkshow Kebangsaan yang menghadirkan perwakilan lintas etnis dan suku di Banyuwangi.

    Diskusi ini dipandu oleh Bung Aguk Wahyu Nuryadi dan menghadirkan Kadek Yudiana, M.Pd., seorang akademisi dari Untag 1945 Banyuwangi sebagai pemantik diskusi.

    Kadek yang juga penulis buku Desa Kebangsaan Patoman, menyoroti lima tantangan dalam kehidupan lintas etnis di era globalisasi, seperti menjaga kearifan lokal, menangkal gerakan intoleransi, serta pentingnya pendidikan yang bebas dari perundungan.

    “Bagaimana di era global tetap junjung kearifan lokal, di era medsos yang gerus tatap muka, gerakan intoleransi, pendidikan yang penuh perundungan di Merdeka Belajar serta penegakan supremasi hukum yang bersumber ke UUD 1945,” tutur pria asal Kintamani Bali ini.

    Peserta diskusi yang berjumlah 45 orang dibagi ke dalam lima kelompok lintas etnis untuk mendalami topik-topik tersebut.

    Setiap kelompok berdiskusi selama 17 menit sebelum mempresentasikan hasilnya.

    Aspirasi mereka mencerminkan semangat kebersamaan. Amiruddin, dengan logat Madura yang khas, menegaskan pentingnya keamanan dan kenyamanan bersama.

    Sementara itu, Hamdan yang mengenakan gamis, mengingatkan akan nilai saling mengenal dan tolong-menolong antar sesama manusia.

    Mega Kotto dan Qurrota A’Yunin, mewakili budaya Minang dan Borneo menyarankan sosialisasi bijak lewat media sosial dan ide kreatif seperti drama kolosal lintas suku.

    “Prosesnya akan menciptakan harmonisasi yang indah,” ungkap Mega.

    Imaniar dengan gaya khas Bataknya, menekankan peran pendidikan dalam membangun saling pengertian dan menghormati, seraya mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak bangsa.

    Sanusi Marhaedi dari Suku Osing menggarisbawahi pentingnya generasi muda memahami sejarah dan melestarikan tradisi lokal.

    Ia mengusulkan kunjungan antar suku saat gelaran tradisi atau ritual adat untuk mempererat hubungan.

    Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Banyuwangi menyambut baik ide-ide ini, sekaligus menegaskan target pembentukan lima Desa Kebangsaan di Banyuwangi sebagai langkah konkret menjaga harmoni sosial.

    Ragam Seni dan Kuliner Nusantara

    Setelah sesi diskusi, acara dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni.

    Tari Topeng Sumenep dari Desa Bayu, Songgon membuka panggung, diikuti oleh penampilan Tari Dayak Kalimantan oleh santriwati MI Darunnajah 2 yang dipimpin Majidatul Himmah, S.Ag.

    Ada pula fragmen drama berjudul Banyuwangi: Indonesia Mini dan undhoroso Osing.

    Salah satu momen yang menarik adalah pembacaan puisi dalam tiga bahasa berjudul Indonesia Setong oleh Yeti Chotimah, seorang guru sains dari SMPN 3 Rogojampi yang juga dikenal berprestasi di seni budaya.

    Para penampil lainnya, seperti Salwa dari SDN Sobo dengan Puisi Osing serta siswi SMPN 1 Giri dengan Gending Banyuwangi turut memeriahkan acara.

    Keberagaman seni yang ditampilkan mendapatkan apresiasi luar biasa dari ratusan peserta yang hadir.

    Stand-stand etnis dan UMKM turut menjadi daya tarik tersendiri.

    Di antaranya adalah stand Suku Osing yang menyajikan rujak kecut, jajan tradisional dan kopi khas Osing.

    Ada juga stand Minang yang menawarkan sate Padang dan busana adat untuk dipakai berfoto.

    Stand-stand lainnya mewakili berbagai etnis seperti Jawa, Arab, Tionghoa, Batak, Mandar, dan Kalimantan, memberikan pengunjung pengalaman kuliner dan budaya yang beragam.

    Puncak Acara: Harmoni dalam Seni dan Doa

    Festival ini akan mencapai puncaknya pada Sabtu, 16 November 2024 dengan pelantikan Ketua FPK Banyuwangi untuk masa bakti ketiga.

    Acara puncak akan diisi oleh sendratari Pelangi Nusantara yang dipersembahkan oleh Sanggar Lang-lang Buana, serta doa bersama dari tokoh adat.

    Selain itu, festival ini diharapkan mampu memperkuat semangat Pancasila di tengah dinamika sosial, baik di internal maupun eksternal komunitas suku etnis.

    “Kita punya peran penting dalam mengisi kemerdekaan serta keberlanjutan pembangunan yang ditandai Musrenbang serta pesta demokrasi pemilu berbagai tingkatan untuk kejayaan NKRI,” tegas Ketua FPK yang juga dosen Universitas Banyuwangi (Uniba). (AW/AWN)

  • Dalam penentuan apakah harus membayar atau menolak suatu klaim

    Dalam penentuan apakah harus membayar atau menolak suatu klaim, penilai mengikuti prosedur penyelesaian dengan empat langkah pokok, jelaskan langkah-langkah tersebut.

    Jawaban:

    Dalam menentukan apakah perusahaan harus membayar atau menolak suatu klaim, penilai mengikuti prosedur penyelesaian dengan empat langkah berikut:

    1. Pemberitahuan Klaim

    Langkah pertama adalah pemberitahuan klaim oleh pemegang polis kepada perusahaan asuransi.

    Pemegang polis harus melaporkan kejadian yang mengakibatkan klaim secepat mungkin.

    Pemberitahuan ini biasanya harus sesuai dengan prosedur dan waktu yang ditetapkan dalam polis.

    Tahap ini memungkinkan perusahaan asuransi untuk memulai proses evaluasi klaim dan mempersiapkan tindakan investigasi jika diperlukan.

    2. Bukti Klaim

    Setelah pemberitahuan, pemegang polis diminta untuk memberikan bukti klaim yang mendukung kejadian yang diklaim.

    Bukti ini bisa berupa dokumen seperti laporan kerusakan, faktur, catatan medis, laporan kepolisian, foto, atau video.

    Penilai klaim memeriksa apakah dokumen-dokumen yang diajukan memenuhi syarat yang diatur dalam polis.

    Bukti yang kuat dan lengkap mempermudah proses klaim dan memastikan klaim tersebut valid.

    3. Penyelidikan Klaim

    Pada tahap ini, penilai klaim melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memverifikasi kebenaran klaim.

    Penyelidikan dapat melibatkan peninjauan lokasi, wawancara dengan saksi, pengecekan dokumen tambahan, atau kerja sama dengan pihak ketiga.

    Tujuan dari penyelidikan adalah untuk memastikan bahwa klaim sesuai dengan syarat dalam polis dan tidak ada unsur kecurangan atau ketidaksesuaian yang dapat memengaruhi keputusan klaim.

    4. Penyelesaian Klaim

    Setelah penyelidikan selesai dan penilai klaim memiliki cukup informasi, perusahaan akan memutuskan untuk menyetujui atau menolak klaim.

    Jika klaim disetujui, perusahaan akan menentukan jumlah pembayaran sesuai dengan ketentuan polis dan mengurus administrasi penyelesaian klaim.

    Jika klaim ditolak, perusahaan wajib memberi penjelasan kepada pemegang polis mengenai alasan penolakan sesuai dengan ketentuan dalam polis.

    Penjelasan ini memungkinkan pemegang polis untuk memahami alasan di balik keputusan dan memberikan opsi jika ingin mengajukan banding atau solusi lebih lanjut.

  • Lomba Puisi Meriahkan Dies Natalis ke-41 SMP Negeri 1 Glenmore dengan Semangat Literasi dan Kreativitas Siswa

    Lomba Puisi Meriahkan Dies Natalis ke-41 SMP Negeri 1 Glenmore dengan Semangat Literasi dan Kreativitas Siswa

    Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-41, SMP Negeri 1 Glenmore menggelar berbagai acara lomba yang dapat diikuti oleh peserta didik mulai dari jenjang SD/MI hingga SMP.

    Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 4 hingga 9 November 2024, dengan mengusung tema SPENSANIA dan tagline ‘Tunjukkan Aksimu, Raih Prestasimu’.

    Lomba yang diselenggarakan memiliki berbagai kategori, baik individu maupun kelompok.

    Beberapa jenis lomba yang diadakan antara lain Market Day, Pantomim, Puisi, E-Sport, Clash of Champions, Run 5Km, Pioneering, Hadang, dan Futsal.

    Puncak acara SPENSANIA akan berlangsung pada 9 November 2024.

    Di sela-sela kegiatan tersebut, peserta didik SMP Negeri 1 Glenmore juga membuka bazar dan pameran produk yang menampilkan berbagai macam hasil karya siswa, mulai dari makanan dan minuman hingga produk-produk kreatif lainnya.

    Terdapat berbagai stand yang menyuguhkan jajanan tradisional yang dikemas secara modern, serta minuman kekinian yang patut untuk dicicipi.

    Semua produk yang dipamerkan merupakan hasil karya peserta didik SMP Negeri 1 Glenmore.

    Menurut Joko Sugiharto, S.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Glenmore, Dies Natalis ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan.

    Tujuan dari lomba-lomba ini adalah untuk menumbuhkan semangat dan sportifitas di kalangan peserta didik.

    Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melatih jiwa kewirausahaan para siswa, agar kelak mereka dapat menjadi entrepreneur yang sukses.

    Dalam bazar, para peserta didik diajarkan mulai dari perencanaan, promosi produk, proses produksi, hingga penjualan produk.

    Pada hari Kamis (7/11), juga diadakan lomba Baca Puisi tingkat SD/MI sederajat yang diikuti oleh peserta didik dari beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

    Lomba ini dilanjutkan dengan lomba Baca Puisi tingkat SMP.

    Peni Lestari, S.Pd., selaku Koordinator Lomba Baca Puisi, mengatakan, “Event ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi peserta didik yang memiliki bakat dan minat di bidang sastra, khususnya dalam membaca puisi.”

    Hal ini merupakan bagian dari komitmen SMP Negeri 1 Glenmore untuk meningkatkan literasi serta memperkuat penguasaan bahasa dan sastra di kalangan peserta didik.

    Peserta lomba Baca Puisi menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam membacakan puisi-puisi mereka.

    Kriteria penilaian lomba ini mencakup penghayatan, ekspresi, vokal, dan totalitas dalam membawakan puisi.

    Para peserta membawakan puisi dengan semangat dan ekspresi yang mendalam, sehingga mampu memukau penonton.

    Dewan juri lomba Baca Puisi terdiri dari Andi Budi Setiawan, Ketua Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI), Samsuri, anggota Komunitas Paras Blambangan sekaligus purna guru SMP Negeri 1 Glenmore, dan Akira Luhaning Walaranti, guru bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Glenmore.

    Karena banyaknya penampilan peserta yang luar biasa hebat, dewan juri mengaku kesulitan dalam menentukan siapa yang pantas keluar sebagai juara.

    Pada akhir kegiatan, tepatnya pada 9 November 2024, akan diumumkan para pemenang dari masing-masing lomba.

    Pemberian hadiah akan dilakukan dengan mengundang peserta lomba beserta para pembimbing untuk hadir dalam acara tersebut.

    Kegiatan ini akan ditutup dengan penampilan ekstrakurikuler dari SMP Negeri 1 Glenmore sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta dan sebagai ajang promosi kepada masyarakat umum, khususnya SD/MI yang ada di wilayah Kecamatan Glenmore.

  • Perkins Internasional Gelar Seminar Dukungan Anak Berkebutuhan Khusus di Banyuwangi

    Perkins Internasional Gelar Seminar Dukungan Anak Berkebutuhan Khusus di Banyuwangi

    Perkins Internasional yang telah lama berkomitmen untuk mendukung Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kembali menggelar acara akbar di Hotel Aston Banyuwangi, pada 4-5 November 2024.

    Acara ini melibatkan berbagai pihak dan fokus pada seminar serta lokakarya yang menjalin kerjasama antara orangtua dan guru dalam menyusun Program Individual yang berpusat pada anak.

    Mrs. Chen Min Parerra, perwakilan dari Las Vegas, USA, yang bertugas di wilayah Asia Pasifik menyampaikan rasa cintanya terhadap Banyuwangi dalam sebuah sambutan yang diterjemahkan oleh Candra Padmasvasti dan JBI Firdaus Alvian.

    “Saya lama mendengar, maka saya sayang Banyuwangi,” ujar Chen Min Parerra.

    Dalam pidatonya, ia mengharapkan agar guru tidak hanya berperan di sekolah, tetapi juga di rumah, seperti dalam aktivitas panen atau memasak.

    “Penting untuk menjaga kualitas pendidikan agar anak-anak mandiri dan mampu menjaga keselamatan diri. Mereka harus dapat bermain, bekerja, dan berkontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.

    Chen Min juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kaum disabilitas.

    Sutikno, S.Pd., M.Pd., Kabid Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa Banyuwangi telah mengambil langkah signifikan untuk kaum disabilitas melalui berbagai inovasi, seperti Festival Kita Bisa serta produk hukum berupa Perda dan peraturan bupati.

    Kepala Dinas Pendidikan Wilayah Jawa Timur di Banyuwangi yang bertanggung jawab atas SMA/SMK dan SLB, juga memberikan pesan kepada orangtua yang memiliki anak difabel.

    Ia mengingatkan agar tidak berkecil hati dan selalu bersyukur.

    “Allah Yang Maha Sempurna pasti memberikan hikmah bagi kita yang bersabar dan terus berdoa. Tugas kami adalah melayani dan bersinergi untuk semua!” ujarnya dengan penuh semangat seraya salut kepada Yayasan Matahati pimpinan Masfufah, M.Pd yang menggelar acara Perkins se-Jawa Bali di Banyuwangi.

    Fanti, seorang ibu yang membawa anaknya penyandang tunarungu menekankan pentingnya peran guru dalam mendampingi siswa di rumah, serta mendorong orangtua untuk berkomunikasi aktif dengan guru mengenai perkembangan anak.

    “Jangan ajari saya untuk sabar. Saya terus belajar untuk bersyukur!” kata Pipit, yang memiliki putra tunadaksa.

    Sementara itu, Ketua Aura Lentera, Nurhadi Windoyo (tunanetra), menekankan bahwa pendidikan bagi orangtua dengan anak cacat sangat penting untuk masa depan anak-anak mereka.

    Acara ini menandai langkah positif dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan anak berkebutuhan khusus di Banyuwangi, memberikan harapan bagi orangtua dan anak-anak untuk masa depan yang lebih baik. (AW/Q’Nin)

  • Memukau, Siswa Ekskul Teater SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi Menghipnotis Penonton di Peringatan Hari Pahlawan Banyuwangi

    Memukau, Siswa Ekskul Teater SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi Menghipnotis Penonton di Peringatan Hari Pahlawan Banyuwangi

    Siswa ekstra kurikuler teater SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi tampil menawan dalam acara peringatan Hari Pahlawan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Komunitas Gotong Royong 45, Asosiasi Usaha Mikro Kecil Koperasi Sinergi Gotong Royong 45 (Asosiasi UMKK Segoro 45), Sanggar Merah Putih 45, dan Jaringan Radio Komunitas dan Broadcast Banyuwangi (JRKBB).

    Acara yang diselenggarakan pada Minggu, 3 November 2024 di Masjid Al Hilal 2 ini bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia sekaligus mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menghargai sejarah bangsa.

    Dalam penampilannya, enam siswa ekskul teater yang didampingi oleh Rifkian Kurniawan selaku guru menyuguhkan teatrikal puisi berjudul “Merdekaku Merdekamu”.

    Terbilang sukses, mereka berhasil menggambarkan bagaimana perjuangan para pahlawan yang gugur dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

    Melalui ekspresi dan penjiwaan yang mendalam, penampilan mereka tidak hanya memukau, tetapi juga berhasil mengharukan hati seluruh penonton yang hadir, bahkan tak sedikit yang mengurai air mata.

    Teatrikal puisi yang diperagakan oleh enam siswa tersebut juga menjadi pengingat bagi generasi muda yang saat ini sering terlena dengan dunia maya, sehingga cenderung melupakan sejarah bangsanya.

    Dengan iringan lagu “Tanah Airku”, suasana semakin terbangun, menghipnotis penonton dan membangkitkan semangat nasionalisme, khususnya di kalangan generasi muda.

    Budayawan dan praktisi teater kawakan, Bung Aguk, memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan siswa SMK Muhammadiyah 6.

    Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan dan penting untuk mengingatkan generasi muda akan sejarah bangsanya.

    Bung Aguk juga memuji kemampuan akting dan penjiwaan siswa yang mampu menarik perhatian serta emosi penonton.

    “Penjiwaannya dapat, penampilan kalian bisa membuat penonton hanyut ke dalam cerita pencipta literasinya,” paparnya.

    Selain itu, Bung Aguk juga menuturkan bahwa penampilan dari para siswa SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi berhasil menggugah rasa nasionalisme yang saat ini mulai memudar di kalangan remaja.

    “Penampilan ini mampu menggugah rasa nasionalisme yang mungkin mulai memudar di kalangan anak muda,” terang Bung Aguk Wahyu Nuryadi yang saat ini aktif melatih literasi dan dolanan teater di berbagai sekolah, sekaligus baru saja mengikuti Jambore Sastra Asia Tenggara.

    Sementara itu, sutradara sekaligus pelatih ekstra kurikuler teater SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, Maulana Affandi menyatakan rasa bangga atas pencapaian anak didiknya.

    Ia berharap agar para siswa tidak hanya berperan di atas panggung, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.

    “Harapan saya adalah anak-anak ini tidak hanya menjadi pemeran yang baik di atas panggung, tetapi juga bisa menginternalisasi nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari. Mereka harus menyadari bahwa seni dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan moral,” ujarnya.

    Sebagai informasi tambahan, SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi dikenal memiliki prestasi yang membanggakan di bidang teater.

    Sekolah ini pernah meraih juara 1 dalam lomba Porfesi pada tahun 2023 tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Banyuwangi.

    Prestasi tersebut menunjukkan bakat siswa dalam seni peran serta dukungan dari pihak sekolah untuk menumbuhkan potensi yang dimiliki oleh siswa.

    Saat ini, SMK Muhammadiyah 6 juga sedang fokus pada peningkatan bakat dan minat siswa dalam bidang seni dan literasi melalui berbagai program yang dirancang untuk menggali potensi siswa.