Kategori: Pendidikan

  • KB Muslimat NU Al-Abror Luncurkan Program Inovatif ACBK untuk Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

    KB Muslimat NU Al-Abror Luncurkan Program Inovatif ACBK untuk Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

    KB Muslimat NU Al-Abror dengan bangga memperkenalkan program pendidikan karakter inovatif bertajuk ACBK (Ajarkan, Contohkan, Biasakan, Kolaborasikan).

    Program ini dirancang khusus untuk menanamkan nilai-nilai karakter mulia pada anak usia dini melalui pendekatan praktis, terstruktur, dan kolaboratif yang melibatkan guru, orang tua, serta lingkungan sekitar.

    Program ini diterapkan dalam dua tahap, yakni 27 karakter dalam tiga bulan pertama dan tambahan 27 karakter dalam tiga bulan berikutnya, sehingga totalnya mencapai 54 karakter yang tertanam dalam diri anak.

    Empat Pilar Metode ACBK

    Metode ACBK menjadi terobosan dalam pendidikan karakter dengan empat pilar utama, antara lain:

    1. Ajarkan – Anak-anak diberikan pemahaman tentang nilai-nilai karakter seperti mandiri, disiplin, dan sopan santun melalui cerita, diskusi, dan kegiatan interaktif.

    2. Contohkan – Guru dan orang tua menjadi teladan dengan menunjukkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbicara dengan santun dan berempati terhadap orang lain.

    3. Biasakan – Anak-anak dilatih untuk melakukan kebiasaan baik setiap hari, seperti menyusun sepatu dengan rapi, mencuci tangan sebelum makan, serta berbagi dengan teman.

    4. Kolaborasikan – Orang tua dilibatkan secara aktif melalui workshop parenting dan kelas orang tua, sehingga pembelajaran karakter dapat berlanjut di rumah.

    Dalam praktiknya, ACBK mengintegrasikan nilai-nilai seperti kemandirian, disiplin, sopan santun, empati, dan gotong royong melalui aktivitas berbasis pengalaman.

    Keunggulan Program ACBK

    Anak-anak diajak untuk memahami konsep karakter melalui penjelasan sederhana, menyaksikan contoh nyata seperti guru yang berbicara dengan lembut atau orang tua yang menunjukkan sikap peduli, serta membiasakan diri dengan rutinitas positif.

    Salah satu keunggulan utama metode ini adalah integrasi nilai-nilai karakter dalam rutinitas sehari-hari anak.

    Dengan pendekatan berbasis praktik, anak-anak secara alami terbiasa menerapkan sikap positif seperti menghormati sesama, mencintai lingkungan, serta menunjukkan gotong royong dan empati dalam keseharian mereka.

    Setelah diterapkan, program ACBK telah menunjukkan dampak positif, antara lain:

    • Peningkatan disiplin dan kemandirian anak dalam menjalankan kebiasaan baik sehari-hari.
    • Keterlibatan aktif orang tua dalam membentuk karakter anak melalui program parenting.
    • Terbentuknya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang karakter anak.

    Kepala KB Muslimat NU Al-Abror, Mutiara Sani, S.M., menyatakan bahwa metode ACBK merupakan wujud komitmen sekolah dalam mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

    Diharapkan, metode ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam menanamkan karakter sejak dini.

    “Program ACBK bukan sekadar teori, tetapi pendekatan nyata yang mengubah kebiasaan anak menjadi lebih baik setiap hari. Kami ingin anak-anak tumbuh dengan akhlak mulia dan sikap positif yang alami, bukan dipaksakan,” ujar Kepala KB Muslimat NU Al-Abror.

    Sejak diterapkan, program ini telah menunjukkan dampak signifikan. Anak-anak menunjukkan peningkatan disiplin, kemandirian, dan kemampuan bersosialisasi, sementara orang tua melaporkan keterlibatan mereka yang semakin aktif dalam mendampingi perkembangan karakter anak.

    Keunggulan ACBK terletak pada pendekatan holistik yang menggabungkan pembelajaran di sekolah dan rumah, menjadikan nilai-nilai positif sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari anak.

    KB Muslimat NU Al-Abror berharap program ACBK dapat menjadi model pendidikan karakter yang menginspirasi lembaga lain di Indonesia.

    Dengan mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan, lembaga ini berkomitmen untuk terus berinovasi demi pendidikan yang berkualitas.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ACBK, silakan hubungi langsung melalui:

    Kontak: 085232678357

    Alamat: KB Muslimat NU Al-Abror, Dusunn Krajan RT 03 RW 01, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.

    Media Sosial:

    Instagram: tkmnualiyan_kbmnualabror
    TikTok: tkmnualiyan_kbmnualabror
    Facebook: Tkm NU Aliyan
    Youtube: TK Muslimat NU Aliyan

  • MGMP IPA MTs Selenggarakan Workshop Penyusunan Ebook Multimoda dengan Pendekatan Deep Learning

    MGMP IPA MTs Selenggarakan Workshop Penyusunan Ebook Multimoda dengan Pendekatan Deep Learning

    Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di Madrasah Tsanawiyah (MTs), MGMP IPA MTs yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar workshop pembuatan modul dan buku pengayaan IPA Deep Learning berbasis Ebook Multimoda.

    Sebanyak 56 guru IPA MTs dan MTsN Se-Kabupaten Banyuwangi mengikuti kegiatan workshop tersebut secara luring dan daring yang berlangsung selama 7 hari, mulai dari tanggal 20 – 26 Februari 2025.

    Kegiatan yang digelar secara hybrid dan puncaknya dilaksanakan di MTsN 3 Banyuwangi ini membuahkan karya modul IPA dalam bentuk ebook berbasis deep learning.

    Acara dibuka oleh Kepala MTsN 3 Banyuwangi, Drs. Nur Khozin, M.Pd.I yang juga merupakan ketua KKM MTs Kabupaten Banyuwangi.

    Dalam sambutannya, Nur Khozin mengungkapkan kegembiraannya atas terselenggaranya workshop yang sejalan dengan upaya Kemendikbud dalam memperdalam pembelajaran berbasis kebutuhan murid melalui pendekatan deep learning.

    Ketua MGMP IPA MTs, Rusmi Indriyani, M.Pd menyampaikan apresiasi bahwa kegiatan ini bisa menjadi ajang silaturahmi dan saling berbagi ilmu pengetahuan.

    "Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan sinergi, silaturahmi, dan transfer ilmu pengetahuan akan terus terjaga setelah sekian lama mengalami kekosongan pertemuan yang biasanya rutin diadakan satu semester minimal satu kali," tutur pegiat literasi nasional yang saat ini menjabat Waka Kurikulum di MTsN 6 Glenmore.

    Narasumber workshop, Yeti Chotimah, M.Pd., yang juga pustakawan sastrawacana.id/ serta ambassador Ebook Multimoda Jatim, menyampaikan rasa bangganya karena dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan guru-guru IPA MTs.

    Salah satu karya Ebook multimoda yang telah disusun oleh Yeti Chotimah berjudul "Wastra Nusantara", yang telah dibaca ratusan orang dan telah mendapatkan ESBN.

    Muzayyanah, S.Pd., guru MTs Pesanggaran Banyuwangi sekaligus peserta pelatihan, menyampaikan bahwa pelatihan yang melibatkan guru secara aktif seperti ini sangat membangkitkan semangat dan menghasilkan produk nyata dari pembelajaran.

    Selain itu, narasumber juga memberikan bonus dengan mengenalkan beberapa game edukasi berbasis IT, seperti Wordwall dan Liveworksheet, yang sangat disukai oleh murid.

    "Apalagi narasumber juga mengenalkan kami dengan lab maya. Dimana lab maya tersebut bisa kami manfaatkan seolah langsung praktek. Hal ini memungkinkan sekolah yang belum mempunyai lab IPA atau alatnya terbatas, dapat memanfaatkan lab maya untuk mengajak murid melakukan kegiatan praktikum," Ujar alumni FKIP Biologi Unej.

    Workshop ini menginspirasi Eva Sholehah, S.P. dari MTsN 10 Rogojampi bahwa guru-guru IPA, IT, maupun mata pelajaran lainnya dapat berinovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang menyenangkan serta mendorong semangat belajar siswa dengan memanfaatkan gawai secara efektif.

    "Kami tertarik hadirkan narasumber di madrasah kami untuk murid materinya membuat karya cerita bergambar sedang gurunya yang seru tanpa jenuh yakni ragam game dan ice breaking," tutupnya.

  • Parenting di SMPN 3 Rogojampi, Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Akhlakul Karimah dan Prestasi

    Parenting di SMPN 3 Rogojampi, Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Akhlakul Karimah dan Prestasi

    Menjadi orang tua adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan.

    Untuk mencapai kebahagiaan, diperlukan pemahaman dan strategi yang tepat, serta penyesuaian dengan usia anak dan arahan dalam lingkungan pergaulan.

    Tak lupa pula, keteladanan dalam keluarga menjadi kunci utama dalam membentuk anak yang berakhlakul karimah.

    Hal ini disampaikan oleh mentor parenting, Wahyu Eko Febrianto, M.Pd., dari MGMP PAI yang sehari-hari mengajar di SMPN 2 Kluncing Licin.

    Wahyu yang pernah berbagi ilmu dengan kepala sekolah di Bengkulu serta menjadi narasumber IHT di berbagai sekolah, menekankan bahwa kunci sukses anak terletak pada doa seorang ibu.

    Selama menuntut ilmu di Malang, ia juga mengabdikan diri di ma’had pondok pesantren.

    Dalam sesi parenting yang diperuntukkan bagi orang tua siswa kelas 7 dan 8, Wahyu menyelingi materinya dengan icebreaking dan kuis interaktif.

    Ia juga membahas pola asuh OPDA (Otoriter, Permisif, Demokratis, dan Abai) menyesuaikannya dengan potensi unik yang dimiliki setiap anak.

    Plt. Kepala SMPN 3 Rogojampi, Dra. Hj. Sri Utami, menegaskan bahwa parenting merupakan upaya sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung kebaikan serta prestasi anak.

    Oleh karena itu, kegiatan parenting rutin diadakan dengan narasumber yang berbeda-beda.

    Hasil dari sinergi ini telah membuahkan prestasi siswa SMPN 3 Rogojampi hingga tingkat nasional, berkat ketelatenan guru pembina serta dukungan orang tua dan komite sekolah.

    “Tahun ini kami mengikuti program SOBAT, yaitu Sekolah Orang Tua Hebat yang berkolaborasi dengan Bidang Keluarga Berencana dan Dinas Pendidikan. Saat ini, sudah ada 26 wali murid yang mendaftar dengan didampingi oleh 5 guru pembimbing. Kebetulan, beberapa kegiatan ekstrakurikuler kami seperti PIK-R, PMR, dan Pramuka juga telah berprestasi hingga tingkat provinsi,” ungkap Bu Sri yang memiliki latar belakang sebagai guru matematika.

    Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Muslih, S.Ag., turut mengapresiasi dukungan orang tua yang membantu inovasi Madin hingga memperoleh penghargaan dari Kemenag sebagai sekolah yang mengembangkan budaya religius.

    Ia juga menginformasikan bahwa SMPN 3 Rogojampi akan menyelenggarakan Pondok Ramadan pada 17-22 Maret, dengan buku panduan Sertifikasi Taqwa yang memuat materi “Kebiasaan Indonesia Hebat”.

    “Setiap tahun, kami juga memiliki momen berbagi zakat fitrah. Tahun ini, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 25 Maret. Selain mendapatkan kupon zakat fitrah, penerima manfaat juga berhak memilih busana pantas pakai yang telah disumbangkan oleh warga sekolah dan dipajang di gazebo,” tambahnya.

    Ketua Komite Sekolah, Ir. Isnain, menyambut baik kegiatan parenting ini karena selaras dengan visi dan misi sekolah dalam meningkatkan partisipasi orang tua untuk mendukung anak agar berakhlakul karimah dan berprestasi.

    Ia juga mengingatkan bahwa bekerja keras demi pendidikan anak merupakan bentuk amal jariyah yang pahalanya sama dengan ibadah lainnya.

    “Kami senang bisa belajar lebih sabar dan memahami anak. Materinya bagus dan menyenangkan!” ujar Ketut Arya, wali murid kelas 7E, setelah mendengarkan paparan narasumber.

    Sementara itu, wali murid kelas 8D, Ustadzah Nur Farihah, berharap kegiatan parenting ini bisa menjadi agenda rutin, mengingat pentingnya ilmu pengasuhan dalam menghadapi tantangan mendidik anak di era milenial.

  • Sosialisasi P4GN di Desa Bayu, Mengenang Perjuangan dan Pesan Terakhir Pak Wiji Misto

    Sosialisasi P4GN di Desa Bayu, Mengenang Perjuangan dan Pesan Terakhir Pak Wiji Misto

    Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) digelar di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, pada Minggu (5/1/2024).

    Acara ini diinisiasi oleh Komunitas Seni Topeng Madura “Laras Mustiko Jalmo” dan Padepokan Tri Suryo Mustiko, bekerja sama dengan Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo (RKBK) Banyuwangi dan Yayasan Anti Narkotika Lapor Pulih Sehat Sejahtera (LPSS) Banyuwangi.

    Kegiatan ini juga melibatkan tiga pilar Desa Bayu, Kanit Binmas Polsek Songgon, serta warga desa setempat.

    Sosialisasi dihadiri oleh puluhan warga, anggota sanggar, petani kopi, peternak kambing, tokoh agama, aparat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan komunitas seni budaya.

    Semua pihak hadir untuk bersama-sama mewujudkan Banyuwangi Bersinar (Bersih dari Narkoba).

    Acara dimulai dengan sambutan Ketua Sanggar Moh. Soleh yang diwakili oleh Ketua Panitia, Misto alias Pak Wiji.

    Pak Wiji adalah sosok yang dikenal karena memiliki putri bernama Wiji yang kini mondok di Sragi.

    Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kanit Binmas Polsek Songgon, Aiptu Anton, dan Kepala Desa Bayu, Yulia Herlina, ST.

    Dalam rangkaian acara tersebut, Hakim Said, SH, Ketua Yayasan Anti Narkotika LPSS sekaligus Founder RKBK Banyuwangi, memberikan edukasi hukum terkait penyalahgunaan narkoba.

    Materi tentang bahaya narkoba serta solusi rehabilitasi disampaikan oleh Ns. Rudi Purwantoro, S.Kep.

    Acara semakin meriah dengan hiburan seni budaya, termasuk tari topeng khas suku Madura yang memukau penonton.

    Pramoe Soekarno Shakti, seorang seniman dan budayawan Banyuwangi, turut menyuarakan perlawanan terhadap narkoba melalui pembacaan puisi bertema Narkoba.

    Doa penutup dibacakan oleh KH. Moh. Ikrom Hasan, Ketua Paguyuban Joko Thole yang merupakan wadah Suku Madura di Banyuwangi.

    KH. Moh. Ikrom Hasan juga dikenal sebagai tokoh politik, mantan Ketua PPP, dan anggota DPRD Banyuwangi selama tiga periode.

    Ketua Panitia yang diwakili Misto alias Pak Wiji menyampaikan bahwa acara ini adalah bukti nyata semangat masyarakat Desa Bayu dalam memerangi narkoba.

    “Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut agar generasi muda terhindar dari bahaya narkoba, dan bisa menjadi keteladanan bagi semua pihak. Saya titip seni topeng dari leluhur kami di Sumenep untuk dilestarikan dan mendapat perhatian dari desa maupun pemerintah daerah,” ucapnya penuh haru sambil memegangi ulu hati.

    Tak lama setelah menyampaikan pesan tersebut, Pak Wiji mengeluh sakit perut. Panitia segera memanggil dokter, dan setelah acara selesai, beliau dibawa ke Puskesmas Songgon.

    Sebelum itu, Pak Wiji sempat menitipkan udeng Banyuwangi yang bertahun-tahun ia kenakan kepada Moh. Soleh sambil berkata, “Kita yang udik di Banyuwangi harus mau gandrung dan kacong jebing jadi jebeng thulik!”

    Namun, nasib berkata lain. Pak Wiji mengembuskan napas terakhirnya di IGD Puskesmas Songgon. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi semua pihak.

    Moh. Soleh, dalam takziah yang dihadiri oleh Bung Aguk, menyampaikan, “Kami merasa kehilangan. Tolong jaringan sinergi yang dibangun almarhum terus dijaga dan dilanjutkan.”

    Sementara itu, Kepala Desa Bayu, Yulia Herlina, ST, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini, terutama Komunitas Seni Topeng Madura “Laras Mustiko” dan Padepokan Tri Suryo Mustiko sebagai penggagas sosialisasi P4GN.

    “Komitmen Desa Bayu untuk mendukung program Banyuwangi Bersinar adalah nyata. Kami siap menjadi desa yang menjadi contoh dalam upaya memberantas narkoba,” tegas Yulia, kepala desa berdarah Madura ini.

    Penulis: Aguk/Hakim Said

  • Banyuwangi Rayakan Hari Disabilitas Internasional dengan Semangat Inklusi dan Prestasi

    Banyuwangi Rayakan Hari Disabilitas Internasional dengan Semangat Inklusi dan Prestasi

    Yayasan Aura Lentera Indonesia menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional dengan acara Grand Awarding yang spektakuler.

    Acara ini berlangsung selama dua hari, pada 21-22 Desember 2024, dengan melibatkan berbagai pihak seperti Muspida, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial PP&KB, Disbudpar, Diskominfo & Persandian, Pudam, serta utusan lintas komunitas difabel, termasuk USAID ERAT yang baru saja menyelesaikan pelatihan informasi bagi penyandang disabilitas.

    Ketua Yayasan Aura Lentera, Nurhadi Windoyo yang mengenakan kaca mata hitam pada malam itu, menyampaikan dengan penuh kebanggaan bahwa Banyuwangi menjadi satu-satunya wilayah di dunia yang menggelar rangkaian perayaan Hari Disabilitas Internasional, yang jatuh pada 3 Desember, secara lengkap dan beragam.

    “Dimulai dari Festival Kita Bisa Sekolah Inklusi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Resepsi Kreasi dan Peduli Difabel oleh Dinas Sosial di Asrama YKPTI, kegiatan oleh PPDI di Desa Benelan Lor Kabat, pelatihan kolaborasi USAID Erat dengan Diskominfo, talkshow bersama JTV & Kominfo, Sosialisasi BPJS Kesehatan, hingga Lokalatih Keterbukaan Informasi Publik oleh Aura Lentera di Hotel Santika pada 17 Desember. Puncaknya, kami menggelar pelatihan dan lomba tingkat nasional, termasuk lomba fiksi pentigraf, baca puisi, dan menyanyi, yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah seperti Lampung, Riau, Bontang, Tangerang, Semarang, Mojokerto, dan Jember,” jelas Nurhadi, seorang guru komputer Braille di SLB Negeri A Banyuwangi yang juga mantan Ketua PERTUNI dan pernah tampil di program Kick Andy.

    Dalam acara yang disiarkan secara langsung melalui LPPL Blambangan FM Kominfo ini, Nurhadi juga mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak, baik dari SKPD Pemkab, BUMD, perusahaan swasta, maupun donatur individu yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan semangat gotong royong.

    Khairul Hidayat, S.Sos, Kabid Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Bencana, memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Aura Lentera atas dedikasinya selama 17 tahun dalam mempromosikan SDM dan UMKM sahabat inklusi serta memperjuangkan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.

    “Kami bangga atas prestasi dan kreasi luar biasa dari komunitas ini. Selama ini, kerja sama kami dengan Aura Lentera sangat baik, dan ke depannya, kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan langkah konkret agar komunitas ini semakin bergerak dan berdaya,” tutur Khairul, yang sebelumnya juga pernah menjadi Pembina Forum Banyuwangi Sehat saat bertugas di Bappeda.

    Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap bahwa rangkaian kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mendukung penyandang disabilitas dan mendorong partisipasi aktif dalam mewujudkan inklusi sosial.

    Pada hari kedua, rangkaian acara berlanjut di panggung kreatif Selasar BCS-CFD-BCM Blambangan, di mana diadakan pelatihan mobilitas bagi pendamping mitra netra oleh Moh. Safarudi.

    Selain itu, ada pula pelatihan bahasa isyarat untuk pendamping tunarungu yang dipandu oleh pengurus Gerkatin dan Taliwangi, yaitu Abdullah dan Ricky, dengan pendampingan tiga juru bicara isyarat: Firdaus, Nabila, dan Rensa, yang merupakan guru SLB Negeri C Banyuwangi.

    Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana edukasi, kolaborasi, dan penguatan kesadaran publik terhadap pentingnya kesetaraan dan dukungan nyata bagi penyandang disabilitas di Banyuwangi. (Yeti Ch/Aguk)

  • Semarak P5 dan Classmeeting SMP Negeri 2 Rogojampi: Peringati HARJABA ke-253 dengan Pasar Inovasi Kewirausahaan dan Lomba Olahraga

    Semarak P5 dan Classmeeting SMP Negeri 2 Rogojampi: Peringati HARJABA ke-253 dengan Pasar Inovasi Kewirausahaan dan Lomba Olahraga

    Di penghujung semester ganjil tahun ajaran 2024-2025 SMP Negeri 2 Rogojampi mengadakan kegiatan P5 dan Classmeeting yang dilaksanakan mulai tanggal 17-19 Desember 2024 sekaligus memperingati Hari Jadi Banyuwangi (HARJABA) yang ke-253.

    Dalam kegiatan P5 kali ini mengangkat tema Pasar Inovasi Kewirausahaan (PIK). Kegiatan berupa bazar kuliner dan minuman kekinian yang diikuti peserta dari kelas 7, 8 dan 9.

    Bazar kuliner dan minuman dibuka mulai pukul 07.00 Wib sampai selesai.

    Berbeda dengan kegiatan bazar umumnya pengunjung tidak menggunakan uang untuk membeli produk. Namun dengan menggunakan kupon sebagai alat pembayaran.

    Untuk jenis kupon minuman senilai Rp3.000, sedangkan kupon makanan berat senilai Rp7.000.

    Kupon telah disiapkan oleh kelas masing-masing bisa dibeli oleh peserta didik di kelas itu terlebih dulu sebelum kegiatan bazar berlangsung. Dalam waktu kurang lebih 3 jam semua produk ludes terjual.

    “Di momen bazar kali, saya sangat senang dan bersemangat sekali. Karena saya dan teman-teman bisa belajar menjadi seorang wirausaha. Mulai dari cara membuat produk, packing produk sampai mempromosikan dan menjual produk. Ini kesempatan baik buat kami untuk belajar menjadi wirausaha yang sukses” jelas Nayla peserta bazar kelas 7.

    Untuk kegiatan Classmeeting ada lomba Futsal dan bola Voli yang diikuti peserta kelas 7, 8 dan 9.

    Tim yang bertanding sangat antusias sekali meski lapangan diguyur hujan. Di tengah hujan mereka tetap semangat bertanding.

    “Apa yang menjadi harapan dan keinginan saya sudah terwujud. Di momen HARJABA kali ini kami bisa melaksanakan kegiatan P5 sekaligus Classmeting. Kegiatan P5 Bertujuan untuk mencetak jiwa kewirausahaan peserta didik. Anak-anak bisa belajar wirausaha dengan baik sebagai praktik baik budaya positif sekolah. Selain itu Classmeting bertujuan menggali potensi dibidang olah raga dan praktik baik untuk kegiatan ekskul yang ada” jelas Marhenyantoro, S.Pd., SH., MM, selaku Kepala SMP Negeri 2 Rogojampi.

    Beberapa prestasi SMP Negeri 2 Rogojampi di bidang non akademik diantaranya Juara 2 tingkat pelajar se-kabupaten Banyuwangi.

    Lomba Hadrah Juara tingkat 2 se-kabupaten.

    Bahkan untuk lomba karate, tari, musik tradisional dan fashion pernah menjadi juara tingkat Nasional.

    Ketua panitia pada kegiatan P5 kali ini digawangi Rendi Black. Sedangkan ketua panitia kegiatan Clasmeeting digawangi oleh Hari Pusdika Trisno Putra merupakan Guru Penggerak Angkatan 3.

    Penulis: Andi Budi Setiawan

  • Pelatihan Menulis Puisi MI Darun Najah II, Majidatul Himmah: Menulislah untuk Dikenang dan Menjadi Ilmu yang Bermanfaat

    Pelatihan Menulis Puisi MI Darun Najah II, Majidatul Himmah: Menulislah untuk Dikenang dan Menjadi Ilmu yang Bermanfaat

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap literasi, MI Darun Najah II Banyuwangi menggelar pelatihan Menulis puisi bagi siswi.

    Kegiatan yang melibatkan 99 siswi ini menghadirkan dua orang narasumber, yaitu H. Syafaat, S.H, M.H.I (Ketua Yayasan Lentera Sastra) dan Maulana Affandi, S.S (Pemred Penerbit Lintang & media Sastrawacana)

    Dalam sambutannya, Kepala Madrasah, Majidatul Himmah. S. Ag  mengingatkan jika karya dapat membuat seseorang dikenang dan menjadi amal jariyah jika tulisan itu dimanfaatkan  orang banyak, sehingga ia mengajak kepada setiap siswi untuk berkarya.

    “Tanpa karya, seseorang akan dilupakan. Maka kita harus menulis, agar nama kita dikenang selamanya,” paparnya.

    Pemateri pertama, Syafaat menjelaskan pengetahuan dasar tentang puisi dan memberi motivasi agar para siswi dapat berkarya.

    Kemudian, Syafaat juga menegaskan bahwa tidak ada tulisan yang jelek, sehingga ia menyeru kepada siswi agar tidak malu dengan tulisannya.

    “Tidak ada tulisan yang jelek, semua karya itu bagus. Jadi jangan malu, ya!” tegasnya.

    Tak hanya itu, Syafaat juga berbagi buku ‘Hebat Bersama Ummat’ pada siswa yang bisa menjawab pertanyaan, yaitu Hawa Ummu Salamah yang punya prestasi Hafidz, serta Adelia yang punya prestasi baca puisi di event Porseni, event Komunitas Gotongroyong45 dan finalis lomba se Jawa Bali di Bustanul Makmur 2023.

    Pemateri selanjutnya, Maulana Affandi yang merupakan alumni Fakultas Sastra UNEJ menggiring siswi interaktif untuk ungkapkan perasaan dan tuangkan dalam puisi.

    “Itu kenapa puisi disebut ungkapan hati atau curhat dalam bentuk tulisan yang indah, tapi cukup beberapa bait saja, nggak sampai jadi pentigraf atau cerpen bahkan novel,” paparnya.

    Affandi mengajarkan beberapa trik menulis puisi bagi siswi madrasah, salah satunya adalah menulis daftar kata yang berkaitan dengan tema atau topik yang diangkat.

    Dengan beberapa trik yang diberikan, siswi menjadi lebih mudah dalam menulis puisi.

    Setelah dialog interaktif, Maulana Affandi mengajak para siswi untuk praktik menulis puisi dengan menekankan agar menulis dengan hasil pemikiran sendiri, bukan mencontek atau duplikasi.

    Di sesi akhir, Bung Aguk yang turut hadir juga memberi arahan kepada para siswi, sekaligus membantu mereka dalam mengoreksi puisi yang ditulis.

    Kegiatan yang dipandu Miss Aida dan Yusqi  serta dinotulensi Ust Bagas itu, akhirnya menghasilkan karya puisi spontan dengan waktu relatif cepat.

    “Harapannya saat perpisahan akhir tahun ajaran akan terbit buku kedua ‘Petualangan  Penaku’ karya guru dan siswi tentang cerita dan puisi!” tutur Miss Aida yang diamanati pengembangan literasi dan kesiswaan ini.

    Sebagai iformasi tambahan, madrasah dengan program unggulan hafidzah ini, memiliki ekstra puisi, pantomin, pidato, nasyid, renang, MTQ kaligrafi .

    Di akhir pelatihan, siswi yang ikut lomba menulis surat ke Bupati dikumpulkan via Kepala Madrasah untuk selanjutnya dikirim ke Radar Banyuwangi sebelum deadline jelang Asyar.

    Penulis: Maulana Affandi/Aguk

  • SMK PGRI Rogojampi Rayakan HARJABA ke-253 dengan Lomba Celatu Using, Nguri-nguri Budaya dan Semangat Kebersamaan

    SMK PGRI Rogojampi Rayakan HARJABA ke-253 dengan Lomba Celatu Using, Nguri-nguri Budaya dan Semangat Kebersamaan

    Dalam rangka memperingati Hari Jadi Banyuwangi (HARJABA) yang ke-253, SMK PGRI Rogojampi mengadakan Classmeeting Lomba Celatu Using & Dongeng Using dan beberapa lomba ketangkasan.

    Classmeeting dilaksanakan mulai tanggal 16 – 18 Desember 2024 di kampus SMK PGRI Rogojampi Pusat Keunggulan yang diikuti oleh peserta didik kelas X-XI.

    Di hari sebelumnya, Sabtu tanggal 14 Desember 2024 ada kegiatan P5 untuk kelas XI, yaitu lomba paduan suara dengan lagu wajib Umbul-Umbul Blambangan dan lagu pilihan lagu Banyuwangi.

    Para peserta kompak serta mengenakan pakaian adat Banyuwangi melantunkan lagu Umbul-Umbul Blambangan dengan merdunya sebagai simbol semangat lare-lare Banyuwangi.

    Classmeeting dimulai hari Senin tanggal 16 Desember 2024 diawali dengan upacara pembukaan dilanjutkan lomba Celatu Using dari peserta kelas X-XI di Aula SMK PGRI Rogojampi.

    Pada lomba celatu perdana ini, sangat luar biasa antusias dari peserta yang mewakili kelas masing-masing dengan menggunakan pakaian adat khas Banyuwangi.

    Lomba Celatu Using dan dongeng Bahasa Using mengambil tema ‘Membangun Kebersamaan Diri Lestarikan Budaya Banyuwangi.’

    Seluruh peserta lomba celatu fasih dalam menggunakan dialog Using. Hal ini terlihat dari dialog yang dipakai selama lomba berlangsung.

    Dimana logat Using dari masing-masing daerah memiliki ciri khas yang berbeda. Sesekali peserta melontarkan wangsalan dan basanan (pantun Bahasa Using).

    Hadir dalam acara lomba celatu sebagai juri, yaitu Andi Budi Setiawan selaku Ketua Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPI WANGI) dan Eko Wahyudi (Cak Ndut Arweter) dari Komunitas Osing Pelestari Adat dan Tradisi (KOPAT).

    Pada tanggal 17 Desember 2024 kegiatan lomba dongeng Bahasa Osing yang diselingi dengan lomba-lomba ketangkasan siswa.

    Tepat di akhir kegiatan tanggal 18 Desember 2024 nanti, akan diadakan acara pentas seni dan pengumuman juara classmeeting.

    “Momen classmeeting kali ini kita manfaatkan untuk nguri-nguri bahasa osing lewat lomba celatu dan dongeng bahasa osing. Ini sebagai bentuk komitmen SMK PGRI Rogojampi dalam melestarikan budaya bahasa osing. Kalau tidak kita siapa lagi. Kalo tidak sekarang kapan lagi” jelas Qomaruzzaman (Gus Qomar) selaku ketua panitia.

  • MI Darun Najah II Banyuwangi, Madrasah dengan Segudang Prestasi di Bidang Literasi

    MI Darun Najah II Banyuwangi, Madrasah dengan Segudang Prestasi di Bidang Literasi

    MI Darun Najah II Banyuwangi merupakan salah satu madrasah dengan pencapaian terbaik dalam bidang literasi di Kabupaten Banyuwangi.

    Dengan berbagai prestasi yang diraih oleh para siswi, madrasah ini semakin memantapkan posisinya sebagai percontohan pendidikan literasi di sekolah.

    Sejumlah penghargaan berhasil diraih oleh para siswi MI Darun Najah 2, seperti juara lomba puisi, bercerita, dan pidato di tingkat kabupaten.

    Hal ini mencerminkan komitmen MI Darun Najah II Banyuwangi dalam membentuk generasi yang unggul di bidang literasi.

    Maulana Affandi, pemimpin redaksi Penerbit Lintang Banyuwangi, berkunjung ke MI Darun Najah II pada Sabtu (14/12/2024).

    Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan Kepala Madrasah, Majidatul Himmah, S.Ag., untuk membahas berbagai program literasi yang telah diterapkan di madrasah ini.

    Affandi juga memberikan kenang-kenangan berupa buku terbitan Penerbit Lintang Banyuwangi sebagai dukungan atas semangat literasi yang digalakkan di sana.

    Keberhasilan MI Darun Najah 2 Banyuwangi di bidang literasi tidak terlepas dari berbagai program unggulan yang diterapkannya.

    Salah satu program unggulannya adalah Gerbang (Gemar Berbahasa Asing), inisiatif dari Kementerian Agama Banyuwangi.

    “Setiap hari Rabu, anak-anak berbahasa Inggris, mulai dari masuk gerbang hingga di kelas, untuk membiasakan mereka menggunakan bahasa Inggris,” ujar Kepala Madrasah.

    Selain itu, setiap siswi diwajibkan mengikuti ekstrakurikuler tahfiz Quran. Kepala Madrasah menyebut bahwa keberhasilan para siswi juga dipengaruhi oleh barokah dari membaca Al-Quran setiap hari.

    “Mungkin salah satu rahasia keberhasilan siswi adalah barokah dari Al-Quran. Dengan membaca dan menghafalnya, para siswi menjadi lebih disiplin dan cerdas,” tuturnya.

    Keberhasilan literasi di MI Darun Najah II juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, salah satunya Yayasan Lentera Sastra yang digawangi oleh Syafaat.

    Sebagai penggerak literasi di Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Syafaat sering memberikan pelatihan kepada para siswi.

    Ia menekankan pentingnya literasi dalam membentuk generasi madrasah yang cerdas dan berwawasan luas.

    “Sudah dua buku yang diterbitkan oleh para siswi MI Darun Najah II. Dalam pelatihan, kami memberikan panduan sehari penuh, lalu anak-anak langsung menulis cerita berdasarkan pengalaman mereka,” ungkap Syafaat.

    Buku berjudul Petualangan Penaku adalah salah satu hasil kolaborasi antara MI Darun Najah 2 dan Yayasan Lentera Sastra.

    Buku ini memuat cerita-cerita dari para siswi yang mengangkat kehidupan mereka sehari-hari.

    Sementara itu, Aida Aristia Dewi, S.Pd., salah satu guru di MI Darun Najah II, juga turut berperan aktif dalam menggerakkan semangat literasi.

    Sebagai pegiat sastra dan pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris, ia kerap menggunakan puisi sebagai medium untuk meningkatkan minat siswi dalam membaca dan menulis.

    “Kami anggap puisi sebagai kegiatan literasi yang menyenangkan. Harapannya, ketika siswi mulai menyukai puisi, mereka akan gemar membaca,” jelas Aida.

    Selain mengajarkan puisi, Aida juga mendorong siswi untuk menulis karya-karya kreatif yang nantinya dapat diterbitkan sebagai buku.

    Komitmennya dalam bidang literasi menjadikannya salah satu figur penting di MI Darun Najah 2 Banyuwangi.

    Hal senada juga disampaikan oleh Bung Aguk, seorang budayawan dan pengajar puisi di MI Darun Najah II yang turut berkontribusi dalam memajukan literasi di madrasah.

    Ia menuturkan bahwa anak-anak yang mendalami ilmu agama cenderung lebih cerdas dan mampu memahami pelajaran dengan lebih baik.

    “Mereka yang mempelajari ilmu agama memiliki daya tangkap yang lebih tajam dalam memahami pelajaran,” terangnya, sembari mengenalkan salah satu murid berprestasi bernama Nayla.

    Hal ini menunjukkan sinergi antara pendidikan agama dan literasi dalam membentuk karakter para siswi MI Darun Najah 2.

    Dengan berbagai program unggulan, dukungan guru, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, MI Darun Najah II Banyuwangi terus menjadi inspirasi dalam dunia pendidikan.

    Madrasah ini tidak hanya mencetak generasi berprestasi di bidang literasi, tetapi juga generasi yang unggul dalam nilai-nilai agama.

  • Memaknai Hari Disabilitas Nasional, BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi untuk Komunitas Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

    Memaknai Hari Disabilitas Nasional, BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi untuk Komunitas Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

    Memaknai Hari Disabilitas Nasional, BPJS Kesehatan sosialisasi program kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada berbagai komunitas penyandang disabilitas di Ruang Rindu pada Selasa, (10/12/24).

    Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Kabupaten Banyuwangi melalui Kabid Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Bencana Khoirul Hidayat  menyampaikan hendaknya semua warga ikut JKN BPJS Kesehatan.

    Ia menekankan pentingnya mendaftar sebagai peserta sejak dalam kondisi sehat, baik melalui perusahaan maupun secara mandiri, karena pembiayaan pengobatan saat sakit bisa sangat tinggi.

    “Bila tak mampu maka hubungi desa untuk jadi Peserta Bantuan Iuran (PBI) yang dibayari Pemda atau kementerian!” tuturnya, seraya sampaikan inovasi kartu Gandrung dan program istimewa untuk warga yang berkebutuhan khusus.

    Sesi penyampaian materi dilanjutkan oleh Kabid Peningkatan Mutu Kepesertaan BPJS Kesehatan wilayah Banyuwangi dan Situbondo, Hangki Kurniawan.

    Ia membuka ruang untuk para peserta berbagi pengalaman selama menjadi anggota BPJS Kesehatan.

    Beberapa peserta, seperti Kurnia DMI, Nabila JBI, Windoyo dari komunitas Aura Lentera, serta Untung Baidowi, menceritakan pengalaman mereka menggunakan layanan BPJS Kesehatan di klinik, puskesmas, hingga rumah sakit rujukan

    “Prinsipnya gotong royong dan selain di kantor ada balai desa tempat layanan serta aplikasi Pandawa 08118165165. Di tiap rumah sakit juga ada nomer BPJS 1 untuk konsultasi dan keluhan!” tuturnya ramah seraya berbagi souvenir mug dan payung.

    Robin Febrianto, relawan Yayasan Aura Lentera menyampaikan sosialisasi ini penting karena di lapangan banyak penyandang ragam difabel yang mengalami kendala mulai dari desa hingga rumah sakit.

    Harapannya semua pengurus berbagai komunitas bisa teruskan informasi ini ke anggota berikut keluarganya!” jelasnya seraya infokan pihaknya mau adakan HDI dengan lomba menyanyi,  aca puisi dan menulis cerpen bagi difabel tingkat nasional yang dipusatkan di Banyuwangi 20-22 Desember 2024.