Kategori: Pendidikan

  • Keren! Universitas Negeri Malang Terapkan Smart Gate Super Canggih, Parkir Cukup Tempel KTM

    Keren! Universitas Negeri Malang Terapkan Smart Gate Super Canggih, Parkir Cukup Tempel KTM

    Universitas Negeri Malang (UM) resmi meluncurkan sistem Smart Gate pada Kamis (24/7/2025) sebagai bagian dari inovasi layanan kampus.

    Sistem ini mengintegrasikan pendataan plat nomor kendaraan, kartu identitas berteknologi RFID, dan pembayaran parkir non-tunai melalui QRIS.

    Dalam tahap awal implementasi, seluruh sivitas akademika UM, baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan diwajibkan mendaftarkan maksimal dua nomor polisi (nopol) kendaraan.

    “Setiap orang didata maksimal dua plat nomor (motor dan mobil), dosen, petugas, dan mahasiswa satu plat nomor. Data ini digunakan untuk akses masuk,” jelas Wakil Rektor II UM.

    Pengguna internal yang telah terdaftar akan dibebaskan dari biaya parkir.

    Sementara itu, bagi tamu kampus, tarif parkir ditetapkan sebesar Rp3.000 untuk sepeda motor, Rp5.000 untuk mobil, dan Rp20.000 untuk bus, dengan pembayaran dilakukan secara cashless menggunakan QRIS.

    Untuk mendukung sistem ini, UM mencetak 45.000 kartu identitas mahasiswa (KTM) dan kartu pegawai yang dilengkapi dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), berlaku untuk mahasiswa angkatan 2020-2025.

    “Mahasiswa cukup menempelkan KTM untuk membuka portal. Warga UM memiliki akses khusus, sementara masyarakat umum hanya diizinkan masuk 10-15 menit,” tambahnya.

    Sistem Smart Gate telah diimplementasikan di seluruh fakultas, kecuali Fakultas MIPA yang masih menggunakan mesin ATM terintegrasi dengan KTM.

    Pembayaran parkir juga dapat dilakukan di berbagai titik, mulai dari gerbang masuk hingga area dalam kampus.

    UM juga menyiapkan masa uji coba selama satu bulan, di mana pengguna diminta melakukan scan barcode QRIS, sebagaimana sistem yang lazim digunakan di pusat perbelanjaan.

    Vendor yang bekerja sama dengan UM akan bertanggung jawab atas perawatan dan pemeliharaan mesin selama enam bulan setelah instalasi.

    Di sisi lain, sistem ini juga memperkuat aspek keamanan kampus. Sudah ada tiga kasus kriminalitas bermotor yang berhasil terdeteksi melalui CCTV di pintu masuk Smart Gate.

    Hal ini membuktikan efektivitas sistem dalam mencegah tindakan kriminal dan sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 16, yaitu perdamaian, keadilan, dan institusi yang tangguh.

    UM turut melakukan sosialisasi penggunaan Smart Gate melalui video informatif yang diunggah ke platform YouTube.

    Peluncuran resmi sistem bagi mahasiswa baru dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2025. Sementara itu, petugas parkir di masing-masing fakultas akan diberdayakan secara optimal dalam masa transisi dan penerapan sistem.

    Dengan sistem Smart Gate ini, Universitas Negeri Malang tak hanya meningkatkan efisiensi dan keamanan akses, tetapi juga memperkuat komitmennya terhadap transformasi digital dan pelayanan berbasis teknologi.

    Model parkir dan kontrol akses berbasis digital ini diharapkan menjadi rujukan bagi kampus-kampus lain dalam pengembangan ekosistem smart campus yang berkelanjutan.

    Sumber: um.ac.id

  • Kemenag Luncurkan 183 Kuota Beasiswa Zakat Indonesia untuk 21 Kampus

    Kemenag Luncurkan 183 Kuota Beasiswa Zakat Indonesia untuk 21 Kampus

    Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi meluncurkan Program Beasiswa Zakat Indonesia (B-Zakat) tahun 2025.

    Pada tahap awal, sebanyak 183 kuota beasiswa disiapkan untuk jenjang S1 di 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mitra.

    Peluncuran program ini menandai kolaborasi perdana antara Kemenag, BAZNAS, dan 18 LAZ di seluruh Indonesia dalam penyelenggaraan beasiswa berbasis dana zakat. Kuota tersebut masih bersifat dinamis dan memungkinkan untuk bertambah.

    Program B-Zakat mulai melakukan tahapan seleksi penerima beasiswa. Hasil seleksi administrasi telah diumumkan melalui akun pendaftar di laman resmi: http://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id.

    Para peserta yang lolos akan mengikuti tahap wawancara daring pada 28–31 Juli 2025.

    Pedoman dan informasi teknis wawancara dikirimkan melalui akun masing-masing, serta kontak dan email yang telah didaftarkan.

    Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa inisiasi program ini dilatarbelakangi oleh upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari kelompok mustahiq.

    B-Zakat digagas untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat yang kurang mampu dalam kategori mustahiq.

    Beasiswa ini diberikan kepada keluarga muslim dengan kategori fakir, miskin dan fi sabilillah.

    Menurut Waryono, selama ini beberapa LAZ telah memiliki program beasiswa tetapi bersifat parsial. Ada yang hanya memberikan bantuan penulisan tugas akhir, ada juga yang memberi beasiswa hanya dari semester 5 ke atas.

    “Bersinerginya sejumlahn LAZ didesain memberikan beasiswa full scholarship dari semester 1-hingga 8 (lulus)”, terang Waryono usai rapat seleksi administrative B-Zakat di Jakarta.

    Lebih jauh, program B-Zakat 2025 diklaim menjadi wujud transformasi pengelolaan zakat dari pendekatan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif. Inisiatif ini juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam hal pengentasan kemiskinan dan pemerataan pendidikan.

    Dalam pelaksanaannya, Direktorat Zakat dan Wakaf (Zawa) Ditjen Bimas Islam Kemenag RI menggandeng Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kemenag.

    Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menyebutkan bahwa animo pendaftar pada gelombang pertama cukup tinggi. Ada 1.357 pendaftar program B-Zakat dan 507 di antaranya dinyatakan lolos seleksi administrasi.

    Menurut Ruchman, seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel, dengan mempertimbangkan kelengkapan serta keabsahan dokumen sesuai syarat program.

    Daftar 21 Kampus Mitra Program B-Zakat 2025

    Berikut adalah daftar 21 kampus mitra yang akan menjadi tempat studi para penerima beasiswa B-Zakat:

    1. UIN Sunan Gunung Djati Bandung

    2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

    3. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

    4. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    5. UIN Walisongo Semarang

    6. UIN Sunan Ampel Surabaya

    7. UIN Alaudin Makasar

    8. UIN Profesor Kyai Haji Saifudin Zuhri

    9. UIN Raden Fatah Palembang

    10. UIN Imam Bonjol Padang

    11. Institut Pertanian Bogor

    12. Universitas Pendidikan Indonesia

    13. Universitas Diponegoro

    14. Universitas Hasanudin

    15. Institut Teknologi Bandung

    16. Universitas Brawijaya

    17. Universitas Indonesia

    18. Universitas Airlangga

    19. Universitas Padjadjaran

    20. Universitas Gajah Mada

    21. Institut Teknologi Sepuluh Nopember

    Program B-Zakat menjadi bukti nyata kontribusi zakat terhadap pembangunan pendidikan nasional.

    Sumber: uinsgd.ac.id

  • 201 Dosen Pemula Ikuti PKDP 2025, DIKTIS Kemenag Tekankan Moderasi dan Profesionalisme

    201 Dosen Pemula Ikuti PKDP 2025, DIKTIS Kemenag Tekankan Moderasi dan Profesionalisme

    Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Program Pengembangan Kapasitas Dosen Pemula (PKDP) 2025.

    Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Minggu hingga Selasa (27-29 Juli 2025), bertempat di Hotel Nemuru, Ciputat, Tangerang Selatan.

    PKDP merupakan program tahunan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dasar dosen pemula di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), termasuk dosen dari Direktorat Bimbingan Masyarakat (Bimas) Budha.

    Total peserta yang mengikuti short course ini mencapai 201 orang dari wilayah DKI Jakarta dan Banten.

    Kegiatan resmi dibuka pada Minggu (27/7) oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saifuddin Jahar, Ph.D., yang turut memberikan arahan.

    Dalam sambutannya, Prof. Asep menyampaikan pentingnya penyegaran dan pembaruan wawasan keilmuan dosen agar mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.

    “Saat ini dan ke depan, tantangan dosen terus berkembang. Karena tugas sebagai profesional, dosen harus mendampingi dalam konteks keilmuan dan perspektif mahasiswa. Mari hidupkan kembali inovasi dan kolaborasi di bidang akademik dan non akademik. Selamat mengikuti kegiatan, selamat belajar,” jelasnya.

    Turut hadir dalam pembukaan acara antara lain Wakil Rektor II UIN Jakarta, Prof. Dr. Imam Subchi, MA, Dekan FISIP Prof. Dr. Dzuriyyatun Toyyibah, dan Wakil Dekan FITK Salamah Agung, Ph.D.

    Ketua LPM UIN Jakarta, Prof. Khamami Zada, dalam laporannya menjelaskan bahwa PKDP merupakan salah satu prasyarat penting bagi dosen untuk mengikuti program sertifikasi dosen (serdos).

    “PKDP ini sebagai salah satu syarat untuk dosen bisa mendapatkan sertifikasi dosen (serdos). Agar efektif dan efisien, kegiatan ini ada online dan offline selama 2 minggu termasuk ujian untuk semua peserta,” jelasnya.

    PKDP 2025 berlangsung dengan skema blended learning. Kegiatan dibagi ke dalam tiga fase, yaitu In Service Course (ISC) berupa pendampingan pembelajaran luring, On the Job Course (OJC) sebagai pendampingan pembelajaran daring, dan ISC II yang berupa evaluasi presentasi proyek hasil pendampingan secara daring.

    Selama kegiatan, para peserta akan memperoleh materi terkait kebijakan kompetensi dosen, perencanaan dan model pembelajaran, moderasi beragama, penulisan karya ilmiah, serta paradigma integrasi keilmuan di lingkungan PTKI.

    PKDP juga menegaskan komitmen inklusivitas dalam pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. Kegiatan ini membuka ruang penguatan moderasi beragama, khususnya bagi dosen dari komunitas agama minoritas seperti Budha.

    Hal ini menunjukkan bahwa Kementerian Agama RI melalui DIKTIS tidak hanya fokus pada penguatan akademik, tetapi juga pada nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman dalam pendidikan.

    Dengan penyelenggaraan PKDP 2025, DIKTIS Kemenag RI bersama UIN Jakarta menunjukkan peran strategis dalam mencetak dosen-dosen muda yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki pemahaman kebangsaan dan keagamaan yang moderat.

    Sumber: uinjkt.ac.id

  • Indonesia Raih Empat Medali Perunggu di International Mathematical Olympiad 2025

    Indonesia Raih Empat Medali Perunggu di International Mathematical Olympiad 2025

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda berprestasi melalui program pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.

    Hasil pembinaan tersebut kembali membuahkan prestasi di kancah internasional.

    Pada ajang International Mathematical Olympiad (IMO) ke-66 tahun 2025 yang berlangsung di Sunshine Coast, Queensland, Australia, tanggal 10–20 Juli 2025, tim Indonesia berhasil meraih empat medali perunggu dan dua Honorable Mention.

    Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh peserta dari 110 negara di seluruh dunia.

    Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian para siswa.

    Ia menyebut keberhasilan ini sebagai buah dari proses seleksi dan pembinaan yang tersusun secara sistematis.

    “Selamat atas prestasi gemilang yang adik-adik capai. Kami sangat bangga karena perjalanan menuju ajang ini tidak mudah. Semoga adik-adik terus menjadi talenta yang menginspirasi dan berkarakter,” ujar Irene.

    Empat peraih medali perunggu Indonesia adalah:

    • Janssen Edyth Lim (SMAK Immanuel Pontianak)
    • Raymond Christopher Tanto (SMAK Kalam Kudus Sukoharjo)
    • Jesreel Hasiholan Sigalingging (SMAS Kristen 5 BPK Penabur Jakarta)
    • Louis Wilson Gunawan (SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta)

    Sementara itu, dua peserta yang meraih Honorable Mention adalah Leonardo Valerian (SMA Darma Yudha, Riau) dan Danica Odelia (SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong)

    Dalam ajang IMO 2025 ini, delegasi Indonesia didampingi oleh Nanang Susyanto dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai ketua tim dan Aleams Barra dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai wakil ketua tim.

    Nanang menyampaikan bahwa skor tim Indonesia tahun ini meningkat sebanyak 11 poin atau sekitar 4,4 persen dibanding tahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya perkembangan signifikan dalam sistem pembinaan nasional.

    Ia berharap prestasi ini menjadi pendorong semangat untuk memperkuat strategi pembinaan ke depan agar bisa meraih hasil lebih baik lagi pada ajang IMO berikutnya.

    Sebagai informasi, IMO merupakan kompetisi matematika tingkat menengah tertua dan paling prestisius di dunia.

    Keberhasilan Indonesia dalam ajang ini kembali menegaskan bahwa dengan pembinaan yang tepat dan dukungan berkelanjutan, pelajar Indonesia mampu bersaing dan berjaya di panggung internasional.

  • Empat Siswa Terbaik Indonesia Wakili Tanah Air di Olimpiade Informatika Internasional 2025

    Empat Siswa Terbaik Indonesia Wakili Tanah Air di Olimpiade Informatika Internasional 2025

    Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirimkan empat siswa terbaik Indonesia untuk berlaga di ajang bergengsi International Olympiad in Informatics (IOI) 2025.

    Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Sabtu (26/7), menyampaikan bahwa kompetisi tersebut digelar di Sucre, Bolivia mulai tanggal 27 Juli hingga 3 Agustus 2025.

    Lebih dari 650 peserta dari 98 negara akan ambil bagian dalam kompetisi tingkat dunia ini.

    “Semua siswa yang terpilih di IOI ini sudah melalui proses yang sangat panjang mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga tahap pembinaan. Kami yakin adik-adik dapat meraih prestasi yang membanggakan,” ujar Irene.

    Keempat siswa terpilih tersebut merupakan hasil binaan langsung dari Puspresnas. Mereka adalah:

    • Aufan Ahmad Mumtaza dari SMAS Al-Irsyad Satya
    • Kelven Nathanael dari SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya
    • Hanif Achdan Pietoyo dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta
    • Nathan Allan dari SMA Kanisius Jakarta

    Dukungan juga datang dari Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, yang mengapresiasi pencapaian para siswa.

    “Selamat kepada adik-adik yang telah terpilih menjadi delegasi Indonesia. Proses sampai bisa mewakili Indonesia di ajang Internasional ini tentu tidak mudah. Selamat berjuang dan raih hasil yang terbaik,” katanya.

    Dalam ajang ini, para siswa juga akan didampingi oleh tim pembina, yaitu Ammar Fathin Sabili dari Universitas Indonesia sebagai Team Leader dan Joel Gunawan dari Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) sebagai Deputy Leader.

    “Kami optimistis punya peluang, semoga semua siswa mendapat semua medali. Besar harapannya mereka juga mendapat medali emas,” kata Ammar

    Sebagai informasi, IOI adalah ajang kompetisi internasional di bidang informatika yang menekankan kemampuan pemrograman (coding) dan penyelesaian masalah algoritmik tingkat tinggi.

    Sumber: Antara

  • Gubernur Jatim Apresiasi Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Ponorogo

    Gubernur Jatim Apresiasi Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Ponorogo

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi terhadap kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 di Ponorogo yang akan memulai proses belajar mengajar pada tanggal 1 Agustus 2025.

    Dalam kunjungan ke lokasi di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Tambakbayan pada Sabtu, 26 Juli lalu, Khofifah menyampaikan bahwa sekolah ini sangat representatif, berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektare dan sudah dilengkapi fasilitas seperti ruang kelas, asrama, laboratorium, dan lapangan olahraga.

    “Sekolah Rakyat di Ponorogo ini sangat lengkap, luas, dan siap mencetak anak-anak hebat. Mulai dari kelas, asrama, lapangan olahraga, hingga laboratorium sudah disiapkan dengan baik,” kata Khofifah dalam keterangan di Ponorogo, Minggu.

    Khofifah menyebut Ponorogo sebagai salah satu dari dua daerah di Jawa Timur, selain Banyuwangi, yang telah menerapkan sistem Sekolah Rakyat terintegrasi dari tingkat SD hingga SMA.

    SR Terintegrasi 5 ini direncanakan menampung sebanyak 125 siswa dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terbagi atas 25 siswa SD, 50 siswa SMP, dan 50 siswa SMA.

    Khofifah juga menyoroti sistem boarding school yang diterapkan sebagai kekuatan dalam membentuk karakter dan disiplin siswa.

    Ia meminta pengelola untuk menyusun jadwal harian yang mencakup jam tidur, belajar malam, hingga olahraga pagi, misalnya senam pagi selama 30 menit serta pembinaan karakter lewat kerja sama dengan TNI dan Polri.

    “Senam pagi 30 menit misalnya, akan melatih kedisiplinan dan pembinaan fisik sejak dini. Pembinaan karakter juga bisa diperkuat dengan pendampingan dari TNI dan Polri,” ujarnya.

    Selain itu, dia berharap penguatan kemampuan Bahasa Inggris melalui kolaborasi dengan lembaga di Kampung Inggris, Pare, Kediri.

    Tak hanya itu, Khofifah mendorong siswa untuk bermimpi besar, apakah menjadi profesional seperti dokter, guru, polisi, atau bahkan bupati/gubernur, serta meminta wali murid tetap memberikan dukungan moral.

    “Kalian bisa jadi dokter, guru, polisi, tentara, bahkan bupati atau gubernur. Jangan takut bermimpi tinggi,” paparnya.

    Kepala SR Terintegrasi 5 Ponorogo, Devitri Candrawati, menyampaikan bahwa revitalisasi gedung hampir selesai dan berbagai bantuan seperti kasur serta peralatan belajar sudah mulai tiba.

    Pemerintah Kabupaten Ponorogo menargetkan pembangunan tahap akhir rampung sebelum 1 Agustus. Rencana serupa juga disiapkan untuk Kecamatan Jenangan pada tahun berikutnya, dengan luas lahan mencapai 8 hektare.

    Sumber: Antara

  • Pemerintah Salurkan Bantuan Rp4,3 Miliar untuk Penguatan Pendidikan Keagamaan di Riau

    Pemerintah Salurkan Bantuan Rp4,3 Miliar untuk Penguatan Pendidikan Keagamaan di Riau

    Dalam rangka memperkuat pendidikan keagamaan di Provinsi Riau, pemerintah pusat melalui Komisi VIII DPR RI memberikan bantuan senilai Rp4.369.000.000 atau Rp4,3 miliar.

    Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang.

    Ia didampingi oleh perwakilan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama RI, dan diterima secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, MPd, pada Jumat, 25 Juli 2025.

    Tak hanya itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Pesantren juga memberikan tambahan bantuan sebesar Rp650 juta yang meliputi dua program utama, yaitu Inkubasi Bisnis Pesantren dan Sanitasi Pesantren Tahun 2025.

    “Kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan Komisi VIII DPR RI terhadap lembaga pendidikan keagamaan di Riau. Bantuan ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk penguatan pesantren,” ujar Muliardi.

    Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata dari upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren serta meningkatkan taraf hidup santri, khususnya dalam hal pengelolaan lingkungan dan sanitasi.

    Di sisi lain, Marwan Dasopang menegaskan bahwa pemberian bantuan ini mencerminkan komitmen negara dalam memastikan bahwa pendidikan agama, terutama di lingkungan pesantren, tidak tertinggal dalam hal fasilitas dan pengembangan ekonomi.

    “Pondok pesantren telah eksis sebelum Indonesia merdeka dan menjadi bagian dari perjuangan bangsa. Sudah sepatutnya mendapat perhatian negara. Kini saatnya pesantren diakui sebagai lembaga pendidikan formal, sejalan dengan visi Presiden tentang penguatan SDM Indonesia,” tegasnya.

    Ia turut menambahkan bahwa bantuan tersebut bukan hanya sebatas regulasi di atas kertas, tetapi merupakan bentuk dukungan nyata negara yang langsung menyasar lembaga pendidikan keagamaan.

    Marwan juga memberikan dorongan agar Direktorat Jenderal Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di bawah Kementerian Agama diperkuat baik dari segi struktur kelembagaan maupun alokasi anggaran.

    Sumber: riau.go.id

  • Dukung Pendidikan Agama, Pemkab Sidrap Dapat Apresiasi dari Menteri Agama RI

    Dukung Pendidikan Agama, Pemkab Sidrap Dapat Apresiasi dari Menteri Agama RI

    Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) atas keseriusannya dalam memperkuat pendidikan berbasis agama di wilayah tersebut.

    Hal ini disampaikan saat bersilaturahmi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap di Villa An Nur yang berlokasi di Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, pada Jumat, 25 Juli 2025.

    Dalam sambutan resminya, Prof. Nasaruddin menilai bahwa langkah konkret yang diambil Pemkab Sidrap, seperti pengembangan madrasah, pendirian pondok pesantren, dan rumah tahfidz, merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang memiliki akhlak terpuji serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang kuat.

    “Kami menyambut baik komitmen Pemkab Sidrap dalam penguatan pendidikan agama. Ini adalah langkah penting untuk membangun generasi yang kuat iman dan akhlaknya,” ujar Menag.

    Ia juga menyoroti peran spiritualitas dalam mendukung kemajuan daerah. Menurutnya, keberkahan tidak semata berasal dari kemajuan teknologi, melainkan juga dari kekuatan doa dan keikhlasan masyarakatnya.

    “Buka semua pintu langit, karena rezeki dari langit itu seperti hujan yang menghidupkan bumi,” imbuhnya dengan penuh semangat.

    Di kesempatan yang sama, Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan dukungan dari Menteri Agama terhadap perkembangan pendidikan agama di Kabupaten Sidrap.

    “Kami berkomitmen memperkuat pendidikan agama sebagai fondasi membangun masyarakat Sidrap yang religius dan berdaya saing,” tegas Syaharuddin.

    Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, terdapat 89 rumah tahfidz dan 19 pondok pesantren yang aktif di Sidrap.

    Pemerintah daerah pun terus berupaya untuk mendorong pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan Islam di seluruh pelosok.

    Tidak hanya itu, Bupati juga menyampaikan berbagai pencapaian lainnya, termasuk di bidang pertanian.

    Dengan capaian produksi gabah sebanyak 350 ribu ton dalam satu kali panen, Sidrap menargetkan produksi satu juta ton per tahun melalui sistem tiga kali panen, yang berpotensi menciptakan nilai ekonomi sebesar Rp7,1 triliun.

    “Ini semua berkat doa para guru dan ulama. Sidrap siap menjadi lumbung beras, lumbung telur, energi terbarukan, dan pusat para penghafal Al-Qur’an serta ulama nasional,” pungkasnya.

    Dalam kegiatan tersebut, turut hadir istri Menteri Agama yang juga menjabat sebagai Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag RI, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, beserta sejumlah staf ahli dan pejabat eselon I Kementerian Agama. Kedatangan rombongan disambut oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, Kepala Kemenag Sidrap, H. Muhammad Idris Usman, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh-tokoh masyarakat.

    Setelah acara silaturahmi di Sidrap, Menag RI beserta rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Wajo untuk menghadiri wisuda santri di Pondok Pesantren As’Adiyah sekaligus meluncurkan Kurikulum Cinta.

    Sumber: Kemenag

  • Apa Pengertian Gerakan Meloncat Menurut KBBI? Ini Jawabannya

    Apa Pengertian Gerakan Meloncat Menurut KBBI? Ini Jawabannya

    Istilah meloncat sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat membahas aktivitas fisik, olahraga, atau gerakan tubuh.

    Dalam dunia pendidikan jasmani, gerakan meloncat merupakan salah satu bentuk latihan dasar yang penting untuk melatih kelincahan, kekuatan, dan koordinasi tubuh.

    Namun, untuk memahami makna kata ini secara tepat, mari kita bahas apa pengertian gerakan meloncat menurut KBBI.

    Pengertian Meloncat Menurut KBBI

    Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata meloncat didefinisikan sebagai berikut:

    meloncat /me·lon·cat/ v melompat ke atas (ke depan dan sebagainya).

    Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa meloncat adalah suatu gerakan tubuh yang dilakukan dengan menghentakkan kaki ke tanah untuk mengangkat tubuh ke atas atau ke arah tertentu, baik ke depan, ke samping, maupun ke belakang.

    Gerakan ini umumnya dilakukan dalam satu hentakan dan bertujuan untuk berpindah tempat atau melewati rintangan.

    Sementara itu, jika kita merujuk pada pengertian gerakan meloncat, maka maksudnya adalah aksi tubuh yang dilakukan dengan melompat dari satu titik ke titik lain menggunakan kekuatan otot kaki, terutama untuk menghasilkan lompatan yang tinggi atau jauh.

    Gerakan Meloncat dalam Konteks Olahraga dan Pendidikan Jasmani

    Gerakan meloncat termasuk dalam salah satu bentuk gerakan lokomotor, yaitu gerakan berpindah tempat.

    Dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah, anak-anak sejak dini sudah dikenalkan dengan berbagai bentuk gerakan dasar, termasuk meloncat.

    Beberapa contoh aktivitas olahraga yang melibatkan gerakan meloncat, antara lain:

    • Loncat tali (skipping)
    • Meloncat melewati rintangan
    • Lompat jauh dan lompat tinggi
    • Latihan plyometric dalam kebugaran

    Gerakan meloncat tidak hanya mengandalkan kekuatan otot kaki, tetapi juga koordinasi antara tangan, kepala, dan keseimbangan tubuh agar lompatan lebih maksimal.

    Manfaat Gerakan Meloncat

    Melakukan latihan gerakan meloncat secara rutin memiliki banyak manfaat bagi tubuh, antara lain:

    1. Meningkatkan kekuatan otot kaki

    Gerakan meloncat melatih otot paha, betis, dan pinggul untuk menjadi lebih kuat.

    2. Melatih koordinasi dan keseimbangan

    Agar bisa meloncat dengan baik, tubuh harus mampu menjaga keseimbangan dan mengatur ritme gerakan.

    3. Meningkatkan daya tahan dan kebugaran

    Aktivitas meloncat bisa meningkatkan stamina dan sistem kardiovaskular.

    4. Melatih konsentrasi dan refleks tubuh

    Dalam permainan atau olahraga kompetitif, gerakan meloncat bisa melatih kecepatan reaksi.

    Kesalahan Umum: Meloncat vs Melompat

    Dalam praktik bahasa sehari-hari, banyak orang masih bingung membedakan antara meloncat dan melompat.

    Keduanya sering digunakan bergantian, padahal dalam KBBI, keduanya memiliki makna yang sangat mirip, bahkan dianggap sinonim.

    Namun secara praktis:

    • Melompat biasanya digunakan untuk gerakan yang lebih spontan atau cepat.
    • Meloncat lebih sering dipakai dalam konteks yang sedikit lebih terstruktur, misalnya dalam olahraga atau latihan.

    Kesimpulan

    Jadi, apa pengertian gerakan meloncat menurut KBBI? Jawabannya adalah gerakan melompat ke atas atau ke depan yang dilakukan dengan menghentakkan kaki, biasanya untuk berpindah tempat atau melewati rintangan.

    Gerakan ini tidak hanya penting dalam konteks olahraga, tetapi juga bermanfaat bagi perkembangan fisik dan kesehatan secara umum.

  • Apakah Pengertian Sains Menurut KBBI? Ini Penjelasan Lengkapnya

    Apakah Pengertian Sains Menurut KBBI? Ini Penjelasan Lengkapnya

    Istilah sains sering kita temui dalam buku pelajaran, artikel ilmiah, hingga percakapan sehari-hari yang membahas pengetahuan, teknologi, atau eksperimen.

    Sains menjadi fondasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan modern dan berperan penting dalam kehidupan manusia.

    Namun, apakah pengertian sains menurut KBBI? Apakah sains hanya sekadar ilmu yang berhubungan dengan laboratorium dan eksperimen?

    Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita telusuri arti kata sains menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), serta memahami cakupan dan perannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Arti Sains Menurut KBBI

    Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pengertian sains adalah sebagai berikut:

    sains /sa·ins/ n pengetahuan sistematis yang diperoleh melalui observasi, studi, dan eksperimen untuk mengetahui hakikat atau prinsip dasar tentang hal-hal yang sedang dikaji.

    Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sains adalah bentuk pengetahuan yang diperoleh secara sistematis, berdasarkan metode ilmiah, dan bertujuan untuk memahami dunia di sekitar kita.

    Proses dalam sains mencakup pengamatan (observasi), perumusan hipotesis, pengujian melalui eksperimen, hingga penarikan kesimpulan berdasarkan data dan fakta yang ada.

    Sains Tidak Sama dengan Ilmu Sekolah Saja

    Meskipun kata sains sering diidentikkan dengan mata pelajaran seperti fisika, kimia, dan biologi, sejatinya sains lebih luas dari itu.

    Sains mencakup segala bentuk pengetahuan yang diperoleh melalui metode ilmiah dan bisa diterapkan pada berbagai bidang, termasuk teknologi, kedokteran, psikologi, lingkungan, bahkan pertanian dan komunikasi.

    Contoh penggunaan dalam kalimat:

    • “Kemajuan teknologi saat ini tidak lepas dari perkembangan sains dan penelitian ilmiah.”
    • “Anak-anak mulai dikenalkan pada sains sejak duduk di bangku sekolah dasar.”
    • “Museum sains menjadi tempat edukatif bagi anak-anak untuk belajar sambil bermain.”

    Ciri-Ciri Sains

    Untuk membedakan sains dari pengetahuan biasa atau opini, sains memiliki beberapa ciri khas, antara lain:

    • Empiris: Berdasarkan pengamatan dan pengalaman nyata.
    • Sistematis: Mengikuti langkah-langkah terstruktur mulai dari observasi hingga kesimpulan.
    • Objektif: Tidak dipengaruhi oleh pendapat pribadi atau prasangka.
    • Verifikatif: Dapat diuji dan dibuktikan kembali oleh orang lain.
    • Kumulatif: Sains berkembang dari hasil penelitian sebelumnya.

    Fungsi dan Manfaat Sains dalam Kehidupan

    Sains tidak hanya sebatas teori atau eksperimen di laboratorium. Ia berperan nyata dalam kehidupan manusia, seperti:

    • Memecahkan masalah sehari-hari, misalnya dengan menciptakan alat-alat yang mempermudah pekerjaan.
    • Mendorong inovasi, seperti dalam bidang transportasi, komunikasi, dan kesehatan.
    • Menjelaskan fenomena alam, seperti gempa bumi, cuaca, dan siklus air.
    • Mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan bukti ilmiah.

    Dengan memahami sains, masyarakat bisa menjadi lebih kritis, rasional, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu atau hoaks.

    Kesimpulan

    Jadi, menjawab pertanyaan “apakah pengertian sains menurut KBBI?”, jawabannya adalah: sains adalah pengetahuan sistematis yang diperoleh melalui observasi, studi, dan eksperimen untuk memahami prinsip-prinsip dasar dari sesuatu.

    Sains merupakan dasar dari kemajuan peradaban manusia dan menjadi alat penting dalam menjawab tantangan zaman.