Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Program Pengembangan Kapasitas Dosen Pemula (PKDP) 2025.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Minggu hingga Selasa (27-29 Juli 2025), bertempat di Hotel Nemuru, Ciputat, Tangerang Selatan.
PKDP merupakan program tahunan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dasar dosen pemula di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), termasuk dosen dari Direktorat Bimbingan Masyarakat (Bimas) Budha.
Total peserta yang mengikuti short course ini mencapai 201 orang dari wilayah DKI Jakarta dan Banten.
Kegiatan resmi dibuka pada Minggu (27/7) oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saifuddin Jahar, Ph.D., yang turut memberikan arahan.
Dalam sambutannya, Prof. Asep menyampaikan pentingnya penyegaran dan pembaruan wawasan keilmuan dosen agar mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.
“Saat ini dan ke depan, tantangan dosen terus berkembang. Karena tugas sebagai profesional, dosen harus mendampingi dalam konteks keilmuan dan perspektif mahasiswa. Mari hidupkan kembali inovasi dan kolaborasi di bidang akademik dan non akademik. Selamat mengikuti kegiatan, selamat belajar,” jelasnya.
Turut hadir dalam pembukaan acara antara lain Wakil Rektor II UIN Jakarta, Prof. Dr. Imam Subchi, MA, Dekan FISIP Prof. Dr. Dzuriyyatun Toyyibah, dan Wakil Dekan FITK Salamah Agung, Ph.D.
Ketua LPM UIN Jakarta, Prof. Khamami Zada, dalam laporannya menjelaskan bahwa PKDP merupakan salah satu prasyarat penting bagi dosen untuk mengikuti program sertifikasi dosen (serdos).
“PKDP ini sebagai salah satu syarat untuk dosen bisa mendapatkan sertifikasi dosen (serdos). Agar efektif dan efisien, kegiatan ini ada online dan offline selama 2 minggu termasuk ujian untuk semua peserta,” jelasnya.
PKDP 2025 berlangsung dengan skema blended learning. Kegiatan dibagi ke dalam tiga fase, yaitu In Service Course (ISC) berupa pendampingan pembelajaran luring, On the Job Course (OJC) sebagai pendampingan pembelajaran daring, dan ISC II yang berupa evaluasi presentasi proyek hasil pendampingan secara daring.
Selama kegiatan, para peserta akan memperoleh materi terkait kebijakan kompetensi dosen, perencanaan dan model pembelajaran, moderasi beragama, penulisan karya ilmiah, serta paradigma integrasi keilmuan di lingkungan PTKI.
PKDP juga menegaskan komitmen inklusivitas dalam pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. Kegiatan ini membuka ruang penguatan moderasi beragama, khususnya bagi dosen dari komunitas agama minoritas seperti Budha.
Hal ini menunjukkan bahwa Kementerian Agama RI melalui DIKTIS tidak hanya fokus pada penguatan akademik, tetapi juga pada nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman dalam pendidikan.
Dengan penyelenggaraan PKDP 2025, DIKTIS Kemenag RI bersama UIN Jakarta menunjukkan peran strategis dalam mencetak dosen-dosen muda yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki pemahaman kebangsaan dan keagamaan yang moderat.
Sumber: uinjkt.ac.id









