Kategori: Pendidikan

  • Pidato: Pengertian, Jenis, Tujuan, Metode dan Contohnya

    Pidato: Pengertian, Jenis, Tujuan, Metode dan Contohnya

    Pengertian Pidato

    Pidato adalah sebuah kegiatan atau aktivitas berbicara di muka umum untuk menyampaikan pendapat, argumen, gagasan, serta ide yang dimiliki.

    Ada berbagai macam jenis pidato, seperti pidato kenegaraan, pidato politik, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara, pidato budaya, dan masih banyak lagi.

    Menurut ahli, pidato yang baik adalah pidato yang dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar.

    Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik/umum adalah ketika orang-orang menangkap atau mengerti isi pidato yang sedang disuarakan.

    Istilah Yang Berhubungan dengan Pidato

    1. Ceramah

    Ceramah adalah pidato yang dikumandangkan oleh seseorang untuk menyampaikan uraian tentang suatu hal kepada halayak atau orang banyak.

    2. Kotbah

    Kotbah adalah ucapan atau perkataan yang disampaikan dalam ceramah, khotib, dai, mubaligh. Isi kotbah selalu seputar keagamaan, nilai moral, dan ibadah.

    3. Sambutan

    Memberi kata-kata yang pembuka untuk menerima kehadiran sebuah acara dengan kegembiraan.

    Tujuan Pidato

    Adapun tujuan pidato adalah sebagai berikut:

    • Memberikan ide/opini kepada orang lain.
    • Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain.
    • Memberi masukan berupa pengetahuan, moral, dan etika.
    • Mengajak orang lain untuk hidup lebih baik.
    • Memberi pesan positif untuk kemaslahatan masyarakat.

    Jenis Jenis Pidato

    Pidato memiliki beberapa jenis, diantaranya:

    • Pidato Pembukaan, yaitu pidato singkat yang dibawakan oleh pembaca acara.
    • Pidato pengarahan, yaitu pidato untuk mengarahkan pada suatu pertemuan.
    • Pidato Sambutan, yaitu pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan.
    • Pidato Peresmian, yaitu pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu.
    • Pidato Laporan, yakni pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau kegiatan.

    Metode Pidato

    Adapun metode dalam berpidato adalah sebagai berikut:

    • Metode impromtu (serta merta) tanpa persiapan.
    • Metode naskah (membaca naskah yang telah disiapkan.
    • Metode hafalan (disampaikan tanda teks).
    • Metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah, hanya menyiapkan catatan penting terutama urutan penyampaian materi).

    Contoh Pidato

    Berikut adalah contoh teks pidato tema pendidikan.

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat karunia dan nikmat yang telah diberikan sehingga kita semua dapat berkumpul di pagi ini dalam keadaan yang sehat walafiat.

    Tak lupa, shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang telah memperjuangkan nilai serta agama yang luhur ini hingga sampai kepada kita semua.

    Sebelumnya, saya ingin mengucapkan terimas kasih atas waktu dan tempat yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan pidato singkat yang bertemakan pendidikan karakter ini.

    Besar harapan saya kelak para generasi muda di seluruh Tanah Air mempunyai visi besar dan bermanfaat dalam membangun bangsa ini untuk lebih baik lagi.

    Hadirin yang saya hormati,

    Saat ini Bangsa kita yang tercinta ini tengah menghadapi persoalan yang terbilang cukup serius, yaitu menurunnya moral di kalangan remaja. Begitu banyak remaja yang melupakan etika serta moral nenek moyang kita yang adiluhung.

    Saat ini, banyak remaja yang terpengaruh oleh sikap hidup hedonis serta kehidupan yang mengabaikan nilai-nilai dan norma yang sudah diturunkan mulai zaman dahulu.

    Hal ini bisa kita lihat dari data yang telah disampaikan oleh beberapa lembaga.

    Misalnya, Salah satu lembaga independen memaparkan fakta yang sangat mengejutkan, bahwa lebih dari 65% remaja saat ini sudah pernah melakukan hubungan seksual seperti ciuman, seks bebas di luar pernikahan. Dan bahkan ada pula segelintir remaja yang berhubungan dengan sesama jenis.

    Tidak hanya itu, data yang keluar di Badan Narkotika Nasional (BNN) juga cukup memprihatinkan. Data tersebut berisi informasi bahwa pengguna narkoba dari golongan remaja mencapai 80% pada tahun 2017.

    Tentunya angka ini mengalami kenaikan sekitar 25% dari tahun lalu. Bahkan mereka juga menyatakan bahwa setiap 5 menit terdapat korban yang meninggal dunia akibat penggunaan narkotika (narkoba).

    Hadirin yang saya hormati,

    Data-data tersebut sudah cukup membuktikan dari apa yang sedang terjadi saat ini. Lantas, di manakah peran pendidikan sekolah, guru, dan orangtua untuk generasi penerus bangsa?

    Mengapa para remaja saat ini terjerumus ke dalam kehidupan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat kita? Apakah yang salah? Sistem pendidikan atau pergaulan yang dikumpuli oleh para remaja?

    Lebih dari itu, sekolah saat ini hanya mengutamakan pendidikan yang mengejar hasil berupa nilai daripada mendidik anak agar mempunyai karakter yang baik dan mulia.

    Padahal, tujuan dari sekolah, khususnya guru adalah mendidik dan membina mental murid.

    Hal ini dapat dilihat dari berkurangnya jam Pendidikan Moral dan Pancasila (PPKN) di sekolah. Oleh karena itu, yang kita butuhkan saat ini adalah contoh pendidikan karakter agar dapat mengatasi permasalahan yang terjadi.

    Untuk bisa menangani masalah yang serius ini, tentunya kita tidak bisa bekerja sendiri, tapi harus bersama-sama. Semua pihak yang terlibat harus saling mendukung dalam pembentukan moral anak Bangsa.

    Semoga, mulai dari saat ini, para remaja mulai mengenal kembali etika dan moral yang baik dan berlaku di masyarakat.

    Demikanlah pidato singkat yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Saya mohon maaf yang sebesar besarnya apabila ada perkataan yang tidak berkenan di hati Anda. Akhir kata.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

  • Contoh Proposal 17 Agustus dan Rincian Biayanya

    Contoh Proposal 17 Agustus dan Rincian Biayanya

    Hari Kemerdekaan IndonesiaTanggal 17 Agustus adalah Hari Kemerdekaan Indonesia.

    Semua masyarakat menyambut dengan suka cita dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengadakan lomba-lomba yang dikenal dengan lomba Agustusan.

    Ya, lomba Agustusan sudah menjadi sebuah tradisi yang dilakukan sejak dulu hingga sekarang.

    Ada begitu banyak jenis permainan yang dilombakan, seperti lomba futsal, lomba mancing, panjat pinang, makan kerupuk, tarik tambang, dan masih banyak lagi.

    Selain itu, ada juga yang memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dengan kegiatan pengajian yang dimaksudkan untuk mengucap syukur kepada Allah S.W.T atas lindungan dan pertolongan-Nya.

    Nah, dari serangkaian acara tersebut, tentunya panitia atau pihak penyelenggara membutuhkan modal agar acara bisa berlangsung sebagaimana mestinya.

    Modal yang dikeluarkan ketika lomba 17 an memang tidak sedikit.

    Apalagi antusias warga atau pesertanya membludak, maka modal yang diperlukan juga akan semakin banyak.

    Maka dari itu, iuran panitia saja tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan dan persiapan dalam melangsungkan lomba 17 Agustus.

    Salah satu solusi untuk menutupi kekurangan modal adalah mencari donatur yang siap memberi bantuan modal atau menjadi sponsor dalam acara.

    Untuk mendapatkan bantuan modal, panitia harus menyiapkan proposal yang nantinya akan diajukan ke donatur.

    Proposal Agustusan tersebut akan berisi serangkaian kegiatan 17 agustus, mulai dari susunan acara, anggaran biaya, tempat, waktu, dan panitia.

    Contoh Proposal 17 Agustus

    Lantas, bagaimana cara membuat proposal 17 Agustusan?

    Jangan khawatir, kali ini sastrawacana.id/ akan memberikan cara membuat dan contoh proposal 17 Agustus yang baik dan benar. Mari disimak!

    I. PENDAHULUAN

    Tanggal 17 Agustus adalah Hari Kemerdekaan Indonesia yang dirayakan oleh setiap warga dan masyarakat dengan penuh suka cita.

    Hal tersebut dimaksudkan untuk mengenang jasa pahlawan yang telah berjuang mempertaruhkan nyawa dalam memerdekakan Negara kita tercinta ini.

    Oleh karenanya, Hari Kemerdekaan adalah tonggak sejarah yang harus tetap dikenang oleh setiap warga Negara Indonesia.

    Dalam memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, kita selaku generasi muda ingin mengadakan kegiatan-kegiatan positif yang tujuannya tidak lain adalah menghibur dan menumbuhkan semangat serta gotong-royong masyarakat.

    Dengan demikian, kami selaku panitia yang terbentuk dari Organisasi Pemuda Indonesia ingin mengadakan Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di Lapangan Umum Kota Surabaya.

    II. TUJUAN

    Ada beberapa tujuan dari terselenggaranya acara ini, yaitu:

    • Bentuk syukur kepada Allah S.W.T atas nikmat kemerdekaan yang telah diberikan.
    • Menumbuhkan rasa persatuan dan kekeluargaan antar sesama masyarakat.
    • Mengenang jasa pahlawan yang telah berjuang dan mengorbankan nyawa untuk Kemerdekaan Indonesia.
    • Menumbuhkan semangat juang kepada para pemuda.
    • Menghibur masyarakat dengan kegiatan yang positif.
    • Mengingatkan generasi muda akan semangat juang para pahlawan bangsa.
    • Meningkatkan rasa cinta kepada Tanah Air Indonesia.

    III. TEMA

    Menumbuhkan persatuan para pemuda untuk menggapai satu tujuan.

    IV. PESERTA

    Acara ini diperuntukkan kepada semua warga Desa yang ingin dan turut meramaikan serta memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia.

    V. JENIS KEGIATAN

    Adapun jenis kegiatan yang akan diselenggarakan adalah sebagai berikut:

    • Pembukaan
    • Sambutan-sambutan
    • Lomba makan kerupuk
    • Lomba balap karung
    • Lomba tusuk bola
    • Lomba futsal
    • Panjat Pinang
    • Pembagian hadiah
    • Penutup dan doa

    VI. WAKTU DAN TEMPAT

    Peringatan HUT RI akan diselenggarakan di Lapangan Umum Desa pada hari Sabtu, 17 Agustus 2019 mulai pukul 09.00 WIB – selesai.

    VII. SUSUNAN KEPANITIAAN

    Pembina : H. Makhrus Imam
    Penanggung jawab : Abdullah
    Ketua Panitia : Andi Rahman
    Wakil Ketua : Ramdan
    Sekertaris : Desi Alfrida
    Bendahara : Siti Romlah
    Seksi Acara : Gofur
    Seksi Konsumsi : Putri Ayu
    Seksi Peralatan : Hendra
    Seksi Humas : Linda

    VIII. RENCANA ANGGARAN BIAYA

    Peralatan Lomba : Rp1.000.000,-
    Konsumsi : Rp1.500.000,-
    Panggung : Rp1.000.000,-
    Banner : Rp150.000,-
    Seragam : Rp400.000,-
    TOTAL : Rp4.050.000,-

    IX. PENUTUP

    Demikian proposal 17 Agustus ini kami buat, semoga dapat menjadi gambaran atas garis besar acara yang akan kami selenggarakan.

    Semoga sebagala bentuk bantuan Bapak/Ibu dicatat sebagai amal dan bermanfaat bagi masyarakat setempat, khususnya kami selaku panitia.

    Ketua Panitia,

    Andi Rahman

    Nah, itulah contoh proposal HUT RI yang bisa kalian gunakan sebagai referensi.

    Jangan lupa untuk mengadakan lomba 17 an kreatif agar masyarakat terhibur dan semakin semangat.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/ ya!

  • Struktur Teks Anekdot Sesuai Kaidah Bahasa Indonesia

    Pengertian Anekot

    Anekdot adalah sebuah cerita yang di dalamnya terdapat unsur lucu, menarik atau komedi.

    Struktur Teks Anekdot

    1. Abstak

    Berupa isyarat akan apa yang akan diceritakan berupa kejadian yang tidak lumrah, tidak biasa, aneh, atau berupa rangkuman atas apa yang akan diceritakan atau dipaparkan teks, sifatnya opsional

    2. Orientasi

    Pendahuluan atau pembuka berupa pengenalan tokoh, waktu, dan tempat.

    3. Evens

    Rangkaian kejadian/peristiwa

    4.Krisis

    Pemunculan masalah

    5. Reaksi

    Tindakan atau langkah yang diambil untuk merespon masalah.6. Coda

    Perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita, sifatnya opsional.

    7. Reorientasi

    Penutup, ungkapan-ungkapan yang menunjukkan cerita sudah berakhir.

    Kaidah Teks Anekdot

    1. Menggunakan waktu lampau, seperti: Saya menemukannya semalam.
    2. Menggunakan pertanyaan rotoris, seperti: Apakah kamu tahu?
    3. Menggunakan kata sambung (konjungsi) waktu, seperti: kemudian, stelah itu.
    4. Menggunakan kata kerja, seperti: pergi, tulis.
    5. Menggunakan kalimat perintah
    6. Menggunakan kalimat seru.

    Dokter RS Jiwa melihat pasiennya membuat kopi lalu memasukkan sebutir obat kedalamnya.

    Dokter :“Lagi apa pak?”
    Pasien  : “Lagi nyeduh kopi dok!”
    Dokter :  “Obat apa yang kamu masukkan kedalam kopimu?”
    Pasien  : “Obat penurun panas biar kopi cepat dingin”

  • Mengenal Diskalkulia, Ciri Ciri dan Cara Menanganinya

    Mengenal Diskalkulia, Ciri Ciri dan Cara Menanganinya

    Matematika adalah salah satu mata pelajaran wajib yang akan diterima dan dipelajari oleh semua siswa di Sekolah.

    Tujuannya agar setiap siswa mampu melakukan kegiatan berhitung yang sangat penting untuk diterapkan saat dewasa nanti.

    Umumnya, matematika adalah konsep dari pertambahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian.

    Namun, konsep itu akan melebar dan terkesan sangat rumit ketika tingkat pendidikan semakin tinggi.

    Oleh karenanya banyak orang yang menghindari pelajaran matematika.

    Sbab, belajar matematika memang cukup membuat kepala pusing ketika tidak memahami teorinya.

    Namun terlepas dari itu, tahukah kamu kalau ternyata ada sebuah sindrom atau gangguan yang membuat seseorang menjadi sulit belajar matematika? 

    Yap, sindrom atau gangguan itu disebut diskalkulia.

    Pengertian Diskalkulia

    Apa itu diskalkulia? Diskalkulia adalah sebuah gangguan kemampuan berhitung pada anak yang mengarah pada bidang studi matematika.

    Lebih spesifik lagi dijelaskan bahwa diskalkulia adalah gangguan pada kemampuan kalkulasi secara sistematis yang dibagi menjadi bentuk kesulitan berhitung dan kesulitan kalkulasi.

    Kesulitan belajar matematika yang sering disebut diskalkulia atau “dyscalculis” (Lerner, 1998) memiliki konotasi medis yang memandang adanya keterkaitan dengan gangguan sistem saraf pusat.

    Biasanya anak tidak memahami proses matematis, ditandai dengan adanya kesulitan mengerjakan tugas yang melibatkan angka atau simbol matematis.

    Dalam istilah ilmiah, diskalkulia dikenal sebagai “math difficulty” , yaitu gangguan yang menyebabkan kemampuan kalkulasi secara matematis.

    Kesulitan ini dapat dilihat secara kuantitatif yang terbagi menjadi bentuk kesulitan berhitung (counting) dan kalkulasi (calculating).

    Anak yang bersangkutan akan menunjukkan kesulitan dalam pemahaman konsep atau serangkaian proses matematis.

    Sehingga jika kamu mengalami kesulitan yang luar biasa pada matematika, bisa jadi kamu sedang mengalami diskalkulia.

    Ciri Ciri Diskalkulia

    Untuk lebih jelas, berikut adalah ciri-ciri penderita diskalkulia:

    • Kesulitan dalam proses matematis yang ditandai dengan susahnya mengerjakan tugas yang melibatkan angka atau simbol matematis.
    • Kesulitan menggunakan konsep waktu, misalnya sulit mengurutkan masa lampau dan masa sekarang.
    • Kurang paham tentang nilai, seperti satuan, puluhan, ratusan, dan seterusnya.
    • Sulit fokus pada pelajaran matematika, namun memiliki kemampuan berbahasa yang normal (baik verbal, membaca, menulis maupun mengingat kalimat tertulis sebelumnya).
    • Sulit melakukan permainan atau olahraga yang berhubungan dengan sistem skor.
    • Memberikan jawaban yang berubah-ubah (inkonsisten) saat diberikan pertanyaan seputar penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
    • Sulit menghitung transaksi sehari-hari (berbelanja) termasuk menghitung uang kembalian. Sehingga membuatnya menjadi takut memegang uang, menghindari transaksi, maupun kegiatan yang harus melibatkan penggunaan uang.
    • Sulit memahami not-not angka dalam pelajaran musik yang menyebabkan kesulitan dalam memainkan alat musik.

    Cara Menangani Diskalkulia

    Adapun cara menangani diskalkulia adalah sebagai berikut:

    • Melatih secara bertahap untuk memahami simbol angka dan simbol operasi perhitungan matematika.
    • Melatih soal cerita pada konsep matematika dengan cara menghadirkan benda-benda yang disebutkan dalam soal secara visual.
    • Melatih untuk mengerti dan menguasai konsep nilai pada uang. Hal ini dapat dilakukan dengan melatihnya berbelanja sendiri dengan sejumlah barang yang nominal harganya kecil, sampai dengan tinggi.
    • Melatih untuk melakukan ordering (mengurutkan) dan seriasi pada suatu obyek. Misalnya mengurutkan bilangan dari yang terkecil sampai terbesar.
    • Melatih korespondensi. Korespondensi adalah keterampilan memahami jumlah satu set obyek pada suatu tempat adalah sama banyaknya dengan satu set obyek pada tempat lain tanpa menghiraukan karakteristik obyek tersebut. Misalnya, menghubungkan gambar 3 buah mangga dengan lambang bilangan 3.
    • Menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, diajak untuk menghitung jumlah kursi yang ada di meja makan, menghitung jumlah pensil yang ada di kotak pensil, dan lain sebagainya.
    • Memberikan pujian ketika sudah menunjukkan kemajuan dalam memahami konsep matematika untuk meningkatkan semangat dan rasa percaya dirinya.
    • Memperbanyak contoh-contoh konkret dalam memberikan pemahaman pada konsep yang abstrak, misalnya dengan menghadirkan alat peraga yang mempermudah anak untuk mulai mempelajarinya.

    Nah, itulah pengertian diskalkulia, ciri-ciri dan penanganannya.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.

  • Sejarah Toga dan Maksud yang Tersirat di Dalamnya

    Sejarah Toga dan Maksud yang Tersirat di Dalamnya

    Sejarah Toga

    Wisuda adalah sebuah aktivitas pelantikan kelulusan Mahasiswa yang telah menyelesaikan masa studinya pada suatu Universitas.

    Dalam wisuda, biasanya para wisudawan akan menggunakan pakaian atau baju wisuda yang dikenal dengan toga.

    Yap, hampir seluruh negara di dunia ini menggunakan toga dalam acara kelulusan Mahasiswa, termasuk Indonesia.

    Tapi, tahukah kamu bagaimana sejarah toga? Kenapa pakaian ini bisa dijadikan sebagai baju wisuda?

    Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kali ini Sastrawacana akan mengupas sejarah toga dan makna di dalamnya.

    Menurut sejarah, Toga berasal dari bahasa latin, yaitu tego yang berarti penutup (tubuh).

    Sampai saat ini, dunia akademis sepakat jika toga merupakan pakaian ala Romawi kuno yang berbentuk sehelai kain panjang berwarna hitam.

    Biasanya, toga terbuat dari wol, yaitu serat yang diperoleh dari rambut hewan dari keluarga Caprinae, terutama domba dan kambing, tetapi bisa juga berasal dari rambut mamalia lainnya seperti alpaca.

    Walau sering dikaitkan dengan bangsa Romawi, nyatanya toga juga pernah dikenakan oleh pribumi Italia, yaitu bangsa Etruskan sekitar tahun 1200 SM Silam. Namun kala itu toga masih berbentuk jubah.

    Terlepas dari itu semua, baju toga tidak hanya sekedar baju biasa, tapi ada makna yang tersirat di dalamnya sehingga dijadikan sebagai pakaian resmi saat pelantikan kelulusan Mahasiswa.

    Apa makna yang tersirat di dalam toga?

    Makna Baju Toga

    Dihimpun dari berbagai sumber, toga wisuda sebenarnya memiliki beberapa makna simbolis yang tersirat di dalamnya. Adapun makna baju toga adalah sebagai berikut:

    1. Simbol Kegelapan yang Berhasil Ditaklukkan

    Warna hitam pada baju toga adalah sebuah simbol yang menggambarkan bahwa kegelapan (dalam arti kebodohan) telah dikalahkan oleh Mahasiswa di bangku perkuliahan.

    2. Bentuk Topi Persegi

    Ada juga yang mengatakan jika bentuk topi persegi pada toga melambangkan cara berpikir sarjana yang dituntut untuk melihat dari beberapa aspek dan sudut.

    Secara sederhana, bisa dikatakan sebuah simbol agar sarjana tidak memiliki sudut pandang yang sempit.

    3. Pemindahan Tali Toga

    Pemindahan tali toga sendiri memiliki makna yang cukup dalam, bukan hanya sebuah aktivitas biasa.

    Ada banyak versi tentang maksud ini, namun yang paling banyak disebutkan adalah sebuah proses penggunaan otak kiri dan kanan.

    Maksudnya, ketika masih menyandang status Mahasiswa, kebanyakan yang dipakai adalah otak kiri saja.

    Ketika sudah lulus, disarankan untuk seimbang dengan cara menggunakan otak kanan juga.

    Jadi, setiap teori yang didapatkan dalam bangku perkuliahan harus dipraktikkan dengan cara yang baik, inovatif, kreatif, dan bijaksana.

    Selain itu, pemindahan tali toga juga dimaknai sebagai sebuah peningkatan pola pikir.

    Ketika otak kiri yang dominan, maka yang ada di dalam pikiran adalah bekerja.

    Jika dikembangkan dengan otak kanan, maka yang ada di dalam pikiran adalah menciptakan lapangan kerja.

    Nah, itulah penjelasan tentang baju toga, sejarah toga, dan maknanya di dalam kehidupan nyata.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Pengertian Pagelaran Seni Tari dan Unsur Pendukungnya

    Pengertian Pagelaran Seni Tari dan Unsur Pendukungnya

    Pagelaran Seni Tari

    Pagelaran atau pergelaran adalah sebuah kegiatan mempertunjukkan hasil karya seni kepada masyarakat di tempat tertentu untuk mendapat tanggapan.

    Seni tari adalah salah satu seni pertunjukan yang menggunakan gerakan tubuh secara berirama diiringi dengan tempo yang tertata.

    Jadi, bisa disimpulkan jika pagelaran seni tari adalah sebuah kegiatan yang mempertunjukkan gerakan tubuh berirama (tari) kepada masyarakat luas pada tempat tertentu.

    Unsur Pendukung Pagelaran Seni Tari

    1. Seni Musik

    Seni musik digunakan sebagai pengiring tari dalam sebuah pergelaran seni tari. Tanpa musik, sebuah tarian akan terasa kurang hidup dan kurang menarik untuk disaksikan.

    2. Seni Rupa

    Seni rupa diperlukan sebagai properti atau penataan setting panggung. Properti adalah semua jenis peralatan yang dibutuhkan untuk digunakan dalam pergelaran tari, baik itu dipegang atau dipakai oleh penari.

    3. Tata Busana

    Tata busana atau kostum adalah semua yang dipakai penari di atas panggung dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kostum digolongkan menjadi lima bagian, yaitu pakaian dasar, pakaian kaki, pakaian tubuh, pakaian kepala, dan aksesoris.

    4. Seni Tembang atau Sastra

    Seni tembang digunakan untuk syair iringan tari. Seni tembang merupakan seni vokal sunda dengan alat musik kecapi indung, kecapi rincik, suling, atau rebab.

    5. Tata Rias

    Tata rias digunakan untuk rias tari. Tata rias pada tari berfungsi untuk mempertegas karakter tari yang dibawakan oleh penari.

    6. Tata Lampu

    Tata lampu sebai setting panggung berfungsi untuk memberikan penerangan pada penari di atas panggung. Tidak hanya itu, keberadaan tata lampu juga berfungsi untuk menghidupkan suasana seni tari yang ditampilkan.

    7. Tata Suara

    Pengaturan tata suara terkait dengan bunyi atau volume dalam sebuah pertunjukan, sehingga penari dan penonton dapat mendengar dengan jelas lagu yang digunakan sebagai pengiring tari.

    Cabang Seni Lain yang Mendukung Pagelaran Seni Tari

    1. Seni Tari dan Seni Rupa : Dekorasi pagelaran tari yang mendukung latar dan penghayatan.

    2. Seni Tari dan Musik : Iringan tarian dengan tetabuhan musik menambah penghayatan dan lain-lain.

    3. Seni Tari dan drama : Contohnya dalam sendratari Ramayana, menari dengan unsur drama atau cerita di dalamnya.

    Unsur Pendukung Gerakan Seni Tari

    Unsur utama dalam tari adalah gerak tubuh. Agar terjadi gerak, diperlukan beberapa unsur, yaitu tenaga, ruang, waktu, dan pola lantai.

    1. Tenaga

    Pengaturan tenaga yang kurang baik akan membuat penari kelelahan sehingga kehilangan keseimbangan. Untuk tarian yang banyak menggunakan gerak cepat, seperti loncat, maka membutuhkan tenaga yang tidak sedikit.

    2. Ruang

    Pengertian ruang di dalam tari bisa dilihat dari dua sisi, yaitu: ruang pentas tempat terjadinya aktivitas menari dan ruang gerak yang dihasilkan karena gerakan dari properti dan kostum penari.

    3. Waktu

    • Panjang pendeknya durasi penampilan.
    • Ritme/irama
    • Waktu tempuh untuk perpindahan gerak.
    • Tempo yang terkait dengan cepat lambatnya suatu pola gerak.

    4. Pola Lantai

    Pola lantai adalah teknik perpindahan tempat dan arah hadap. Saat penari berpindah tempat, penari akan membentuk garis imajiner di atas lantai pentas.

    Garis imajiner yang terbentuk bisa berupa lingkaran, garis lengkung, garis lurus mendatar, garis lurus vertikal atau diagonal.

    Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Pertunjukkan Tari

    Merencanakan serta menyusun kepanitiaan. Kepanitiaan dalam hal ini dibagi menjadi 2 yaitu :

    1. Steering Comitee (panitia pengarah/penasehat pemberi petunjuk bawahannya)

    2. Organizing Comitee (panitia pelaksana, yang melaksanakan segala sesuatu dilapangan)

    Tim Dalam Pertunjukan Seni Tari

    Dalam pertunjukan seni tari, biasanya tim terbagi menjadi dua, yaitu:

    1. Tim Produksi

    Tim Produksi ini dipimpin oleh pimpinan produksi yang bertugas mengorganisir pementasan suatu seni pertunjukan. Pimpinan produksi membawahi beberapa anggota, seperti:

    2. Sekretaris produksi

    Orang yang bertanggungjawab dalam membukkukan dan mencatat semua kegiatan yang berhubungan dengan produksi seni pertunjukan.

    3. Bendahara

    Orang yang bertanggung jawab dalam hal keuangan.

    4. Seksi Dokumentasi

    Orang yang bertanggung jawab atas dokumentasi kegiatan.

    5. Seksi Publikasi

    Orang yang bertanggung jawab dengan segala hal yang berhubungan dengan kegiatan promosi/ publikasi kepa masyarakat yang dituju.

    6. Seksi Pendanaan

    Orang yang bertanggung jawab terhadap penyediaan dana yang dibutuhkan dalam proses dan pelaksanaan pementasan seni pertunjukkan.

    7. Tiket

    Orang yang bertanggung jawab atas penjualan dan pembelian kartcis pertunjukkan.

    8. House Manager

    Orang bertugas mengemban pelayanan publik serta bertanggung jawab terhadap pimpinan produksi dalam layanan staf dan layanan publik.

    9. Keamanan

    Orang yang bertanggung jawab terhadap sistem keamanan pertunjukkan.

    10. Akomodasi

    Orang yang bertanggung jawab terhadap segala hal yang berhubungan dengan akomodasi setiap proses pelaksanaan penyelenggaraan pertunjukan.

    11. Konsumsi

    Orang yang bertanggung jawab terhadap urusan konsumsi (pemain, tim, dan penonton).

    12. Transportasi

    Orang yang bertanggung jawab terhadap urusan penyediaan transportasi.

    13. Seksi Gedung

    Orang yang bertanggung jawab terhadap penyewaan ataupun penyediaan gedung pertunjukkan.

    14. Tim Artistik

    Tim Produksi ini dipimpin oleh seorang sutradara/koreografer yang bertugas membuat konsep dari pertunjukkan, dan mengatur alur laku dari sebuah pertunjukkan.

    Kritik Tari

    Kritik adalah kegiatan memberi apresiasi atau penghargaan terhadap sebuah karya seni tari dengan tujuan evaluasi apresiasi agar pertunjukan lebih kreatif dan inofatif. Adapun kritik tari terbagi menjadi 4 jenis, yaitu:

    1. Kritik Jurnalistik

    Kritik yang ditulis untuk pembaca surat kabar/majalah yang tujuannya untuk memberikan informasi tentang berbagai peristiwa dalam dunia berkesenian.

    2. Kritik Akademis

    Kritik akademis adalah yang diterapkan dalam suatu lembaga pendidikan berkesenian. Tujuannya yaitu mengembangkan bakat dan potensi estetis siswa.

    3. Kritik Ilmiah

    Melakukan pengkajian nilai seni secara luas, mendalam dan sistematis menggunakan metode. Tujuannya untuk menyempurnakan dan mencari nilai karya seni yang sebenar-benarnya ditentukan oleh orang berpengalaman.

    4. Kritik Populer

    Ditulis oleh sebagian besar penulis yang tidak menuntut keahlian kritis (masyarakat).

    Jenis Kritik Berdasarkan Sifatnya

    Berdasarkan sifatnya, kritik tari terbagi menjadi 2, yaitu:

    1. Konstruktif

    Adalah jenis kritik tari yang bersifat positif dan optimis serta tidak menjatuhkan seniman yang membuatnya.

    2. Destruktif

    Adalah kritik yang berisi ulasan/tanggapan yang memiliki kecenderungan bersifat pesismis negatif dan seringkali menjatuhkan semangat seniman pembuatnya.

  • Pengertian Objek Studi Sosiologi Lengkap dengan Contohnya

    Pengertian Objek Studi Sosiologi Lengkap dengan Contohnya

    Sosiologi sebagai ilmu sosial memiliki objek kajian yang luas namun terfokus, yaitu masyarakat.

    Dalam konteks ini, masyarakat dipandang sebagai sekumpulan individu yang hidup bersama dalam suatu sistem sosial yang menjalin hubungan serta interaksi yang berlangsung secara terus-menerus dan dinamis.

    Objek kajian utama sosiologi bukan hanya manusia secara individu, melainkan hubungan antar manusia, baik secara personal maupun dalam kelompok, beserta dampak sosial yang muncul dari hubungan tersebut.

    Dalam mempelajari masyarakat, sosiologi tidak hanya menyoroti hubungan yang bersifat harmonis, tetapi juga mempelajari konflik, perubahan sosial, stratifikasi, norma, nilai, dan proses sosial lainnya.

    Objek-objek tersebut dikaji untuk mencari pemahaman mendalam mengenai bagaimana masyarakat terbentuk, berkembang, dan mengalami perubahan.

    Secara garis besar, berikut adalah objek kajian sosiologi yang paling mendasar:

    Hubungan timbal balik antara manusia satu dengan yang lain, seperti interaksi sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

    Hubungan antara individu dengan kelompok, misalnya cara seseorang berperilaku ketika berada dalam komunitas, organisasi, atau kelompok sosial lainnya.

    Hubungan antara kelompok satu dengan kelompok lain, seperti relasi antar suku, antar kelas sosial, atau antar komunitas dalam satu wilayah geografis tertentu.

    Sifat-sifat dari kelompok sosial yang beranekaragam coraknya, termasuk struktur sosial, peran sosial, norma, serta kebudayaan yang berlaku dalam kelompok tersebut.

    Sosiologi bersifat interdisipliner, yang berarti bahwa dalam mempelajari objek kajiannya, sosiologi membutuhkan bantuan dari ilmu-ilmu sosial lain seperti antropologi, psikologi sosial, ilmu politik, sejarah, ekonomi, hingga geografi sosial.

    Oleh karena itu, seorang sosiolog atau siapa pun yang tertarik mempelajari sosiologi harus memiliki kebiasaan membaca yang kuat dan memiliki kemampuan berpikir analitis untuk memahami berbagai sudut pandang terhadap suatu fenomena sosial.

    Tujuan dan Sifat Sosiologi

    Tujuan utama dari sosiologi adalah membantu manusia memahami dan menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungan sosialnya.

    Dalam kehidupan sehari-hari, individu tidak pernah lepas dari interaksi sosial. Maka, sosiologi hadir untuk memberi pemahaman tentang bagaimana hubungan sosial tersebut terbentuk, berlangsung, serta memberikan pengaruh terhadap individu dan masyarakat secara keseluruhan.

    Secara lebih rinci, tujuan sosiologi adalah:

    • Meningkatkan pemahaman objektif tentang gejala sosial yang terjadi di masyarakat, seperti kemiskinan, urbanisasi, kriminalitas, ketimpangan sosial, dan lain-lain.
    • Menyediakan dasar untuk pengambilan keputusan sosial yang lebih baik, baik di tingkat individu, komunitas, maupun negara.
    • Membantu seseorang mengembangkan keterampilan sosial untuk berinteraksi dengan berbagai tipe masyarakat, budaya, dan sistem sosial.
    • Mendorong terbentuknya sikap empati dan toleransi, karena melalui pemahaman terhadap struktur dan dinamika sosial, seseorang menjadi lebih terbuka dalam menerima perbedaan.

    Misalnya, dalam kasus seseorang yang ingin membeli rumah di suatu daerah baru, sosiologi dapat membantu memahami karakter sosial masyarakat di wilayah tersebut.

    Dengan pemahaman ini, calon penghuni akan lebih mudah beradaptasi dan menghindari konflik yang mungkin muncul akibat perbedaan nilai atau kebiasaan.

    Pemahaman Sosiologi Menurut Sifatnya

    Sosiologi memiliki beberapa karakteristik atau sifat yang membedakannya dari ilmu lain.

    Sifat-sifat ini menunjukkan pendekatan ilmiah sosiologi dalam memahami fenomena sosial secara objektif, sistematis, dan rasional. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

    1. Sosiologi termasuk dalam rumpun ilmu-ilmu sosial

    Sosiologi berada dalam jajaran ilmu sosial karena objek kajiannya berkaitan dengan manusia dan masyarakat.

    Berbeda dengan ilmu alam yang berfokus pada fenomena fisik, sosiologi membahas bagaimana manusia berperilaku dalam masyarakat serta bagaimana struktur sosial terbentuk dan mempengaruhi perilaku tersebut.

    2. Sosiologi adalah ilmu yang kategoris

    Sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi, bukan pada apa yang seharusnya terjadi.

    Artinya, sosiologi tidak bersifat normatif,  tidak memberikan penilaian moral atas suatu tindakan sosial, tetapi lebih fokus pada analisis terhadap realitas sosial apa adanya, dengan pendekatan ilmiah dan objektif.

    3. Sosiologi adalah ilmu murni, bukan ilmu terapan

    Tujuan utama sosiologi adalah untuk mengembangkan pengetahuan teoritis mengenai masyarakat.

    Meskipun hasil kajian sosiologi bisa diterapkan untuk kepentingan praktis (misalnya dalam perencanaan pembangunan sosial), namun inti dari sosiologi tetap pada pengembangan teori dan konsep ilmiah, bukan pada penerapan langsung.

    4. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak

    Sosiologi tidak mempelajari individu secara spesifik atau kasus per kasus, tetapi memusatkan perhatian pada pola-pola umum dari hubungan sosial yang dapat diamati secara empiris.

    Dengan kata lain, yang diperhatikan adalah bentuk umum dari fenomena sosial, bukan rincian personal atau kejadian individual yang tidak berulang.

    5. Sosiologi bertujuan mencari pola dan prinsip umum

    Sosiologi berusaha mengidentifikasi hukum-hukum sosial, prinsip, atau pola interaksi sosial yang berlaku umum dalam berbagai masyarakat.

    Dengan demikian, sosiologi dapat digunakan untuk memahami berbagai fenomena sosial lintas waktu dan budaya.

    6. Sosiologi adalah ilmu yang rasional dan empiris

    Sebagai ilmu rasional, sosiologi menggunakan logika dan penalaran ilmiah dalam membangun teori-teorinya.

    Sementara sebagai ilmu empiris, sosiologi mengandalkan observasi terhadap realitas sosial yang nyata dan dapat diuji melalui metode penelitian.

    7. Sosiologi adalah ilmu umum

    Sosiologi tidak hanya fokus pada aspek sosial dari bidang tertentu saja, melainkan mencakup keseluruhan aspek kehidupan sosial.

    Oleh karena itu, sosiologi dapat digunakan untuk memahami masyarakat dalam berbagai konteks, mulai dari pendidikan, ekonomi, politik, agama, hingga keluarga.

  • Sejarah Kerajaan Sriwijaya dan Peninggalannya

    Sejarah Kerajaan Sriwijaya dan Peninggalannya

    Sejarah Kerajaan Sriwijaya

    Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan yang cukup berjaya dan sangat kaya pada masanya.

    Hal tersebut dibuktikan dengan wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya yang sangat luas.

    Bahkan digadang hampir menguasai seluruh wilayah Asia Tenggara.

    Nama Sriwijaya sendiri diambil dari dua suku kata, yaitu Sri yang artinya gemilang dan wijaya yang artinya adalah kemenangan.

    Jika digabungkan, nama Sriwijaya artinya adalah kemenangan yang bergemilang.

    Namun, mengingat bahwa kerajaan Sriwijaya sangat terkenal di Asia Tenggara, maka tak heran jika Sriwijaya memiliki sebutan yang berbeda-beda dari setiap negara.

    Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

    Karena daerah kekuasaan yang sangat luas, peninggalan kerajaan Sriwijaya tak hanya ditemukan di Indonesia saja, tapi juga di negara tetangga yang masih dalam lingkup Asia Tenggara.

    Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

    Adapun beberapa prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya adalah sebagai berikut:

    1. Prasasti Kedukan Bukit

    Prasasti kerajaan Sriwijaya ini ditemukan di wilayah pinggiran kota Palembang.

    Menurut para ahli, diperkirakan jika prasasti Kedutan Bukit sudah ada sejak tahun 683 Masehi.

    Isinya sendiri menceritakan tentang perjalanan raja Sriwijaya.

    2. Prasasti Telaga Batu

    Prasasti Telaga Batu ditemukan di Palembang oleh para arkeolog sekitar tahun 1935.

    Peninggalan kerajaan Sriwijaya ini berisi tentang kutukan atau mantra jahat yang berani berkhianat atau tidak patuh dengan aturan raja.

    3. Prasasti Talang Tuo

    Prasasti talang tuo ditemukan di wilayah bagian barat Palembang.

    Menurut para ahli sejarah, peninggalan kerajaan ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 684 Masehi yang berisi tentang pembangunan Taman Sriseta oleh raja Sriwijaya.

    4. Prasasti Karang Berahi

    Menurut para pengamat sejarah, prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya ini diperkirakan sudah ada dari tahun 868 Masehi silam.

    Adapun isinya tentang doa-doa yang ditujukan kepada dewa.

    5. Prasasti Kota Kapur

    Pemberian nama Prasasti Kota Kapur dikarenakan prasasti ini ditemukan di Kota Kapur, pesisir barat laut Pulau Bangka.

    Diperkirakan jika prasasti Kota Kapur sudah ada sejak tahun 686 Masehi.

    Prasasti Sriwijaya ini berisi tentang cerita upaya penyerangan kerajaan Sriwijaya yang ingin menguasai pulau Jawa.

    6. Prasasti Bukit Siguntang

    Prasasti Bukit Siguntang berisi cerita tentang suatu peperangan yang banyak memakan korban jiwa.

    Peninggalan Sriwijaya ini juga ditemukan bersamaan dengan peninggalan Budha Sakyamurni yang sedang mengenakan jubah.

    7. Prasasti Amoghapasa

    Prasasti Amoghapasa adalah prasasti yang tertulis pada bagian belakang stela patung batu yang disebut pāduka Amoghapāśa sebagaimana disebutkan dalam prasasti Padang Roco.

    8. Prasasti Hujung Langit

    Prasasti Hujung Langit atau yang sering disebut sebagai Prasasti Bawang adalah sebuah prasasti batu peninggalan Sriwijaya yang ditemukan di desa Haur Kuning, Lampung, Indonesia.

    Aksara yang digunakan pada prasasti ini adalah Pallawa dengan bahasa Melayu Kuno.

    Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

    Selain prasasti, ditemukan pula candi-candi peninggalan kerajaan Sriwijaya. Adapun beberapa candi tersebut sebagai berikut:

    • Candi Muara Takus
    • Candi Muaro Jambi
    • Candi Biaro Bahal
    • Candi Kota Kapur
    • Gapura Sriwijaya

    Raja Kerajaan Sriwijaya

    Berikut adalah nama-nama raja kerajaan Sriwijaya yang terkenal di seluruh bagian Asia Tenggara.

    • Raja Daputra Hyang
    • Raja Dharmasetu
    • Raja Balaputradewa
    • Raja Sri Sudamaniwarmadewa
    • Raja Sanggrama Wijayattunggawarman

    Nah, itulah sejarah singkat kerajaan Sriwijaya yang meliputi peninggalan dan nama-nama rajanya.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel sejarah lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Sejarah Pramuka Dunia dan Indonesia

    Sejarah Pramuka Dunia dan Indonesia

    Sejarah Pramuka Dunia

    Pramuka atau Praja Muda Karana merupakan suatu organisasi pendidikan non formal yang berkembang secara internasional, termasuk Indonesia.

    Awal mula terjadinya sejarah pramuka dimulai sejak awal abad 20 yang diprakarsai oleh Boden Powell, yang dikenal sebagai Bapak Pandu Sedunia.

    Perkembangan pramuka sendiri sangat cepat dan diakui oleh masyarakat.

    Hal tersebut dikarenakan kontribusi Baden Powell yang memang mengarahkan pramuka sebagai organisasi yang bermanfaat.

    Pada masa itu, organisasi pramuka tidak hanya sebagai bentuk organisasi yang mengajarkan baris-berbaris saja.

    Tapi juga mengarahkan masyarakat agar lebih dekat dengan alam, sosial, serta memperkuat hubungan dengan Tuhan.

    Menurut sejarah, pramuka diawali ketika Baden Powell melakukan perkemahan pertamanya pada 25 Juli 1907 di Brownsea, Inggris.

    Lantas, ia mencatat pengalamannya dalam buku Scouting for Boys pada tahun 1908.

    Dari buku itulah, perkembangan pramuka mulai terlihat.

    Ada begitu banyak organisasi yang mulai terbentuk dari berbagai belahan dunia, seperti Girl Guides, CUB, Rover Scout, dan sebagainya.

    Lalu, pada tanggal 30 Juli sampai 8 Agustus 1920 di Olympis Hall, London, ada ratusan partisipan Pramuka melakukan jambore dunia untuk pertama kalinya. Kurang lebih diperkirakan peserta yang datang mencapai 800 orang.

    Jambore ini diikuti oleh 34 negara. Dan dalam acara tersebut, Baden Powell dinobatkan sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).

    Dan di tahun yang sama dibentuk pula Dewan Internasional organisasi Pramuka yang beranggotakan 9 orang.

    Kota London merupakan kantor kesekrariatan Pramuka sedunia. Yang kemudian dipindahkan ke Ottawa, Kanada tahun 1958 dan berpindah lagi ke Geneva, Swiss tahun 1968.

    Sejarah Pramuka Indonesia

    Sejarah pramuka Indonesia dimulai sejak tahun 1912, di mana cikal bakalnya adalah organisasi Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) bentukan Belanda.

    Kemudian pada tahun 1916, organisasi tersebut berganti nama menjadi Nederlands-Indische Padviders Vereeniging (NIPV). Dalam bahasa Indonesia artinya adalah Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda.

    Pada tahun yang sama dibentuk juga organisasi kepemudaan bentukan bangsa Indonesia bernama Javaansche Padviders Organisatie yang diprakarsai oleh S.P. Mangkunegara VII.

    Setelah Sumpah Pemuda, kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya keorganisasian semakin meningkat. Hingga beberapa organisasi kepanduan mulai ramai peminatnya.

    Karena banyaknya organisasi kepanduan Indonesia tersebut, maka dibentuklah Persaudaraan Antara Pandu Indonesia (PAPI) pada tanggal 23 Mei 1928.

    Namun, pada 1930, PAPI melebur menjadi Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh-tokoh organisasi lain.

    Semakin hari, organisasi ini semakin berkembang. Sehingga PAPI menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.

    Untuk menggalang persatuan dan persaudaraan, BPPKI mengadakan “Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem” disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.

    Saat masa penjajahan Jepang, organisasi kepanduan sempat mendapat tekanan karena Jepang menganggap bahwa organisasi kepanduan bisa meningkatkan semangat persatuan rakyat Indonesia.

    Meski begitu, para tokoh kepanduan tetap memegang prinsipnya masing-masing untuk tetap membela organisasi yang telah berhasil menyatukan rakyat.

    Sampai akhirnya Indonesia meraih kemerdekaan, tokoh kepanduan Indonesia membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia untuk pembentukan satu wadah organisasi kepanduan di Indonesia.

    Dengan inisiatif tersebut akhirnya diadakan Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia.

    Organisasi ini diakui pemerintah sebagai satu-satunya organisasi kepanduan lewat keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan pada 1 Februari 1947.

    Dan setelah cukup lama berdiri, baru akhirnya pada tahun 1961, Gerakan Pramuka lahir. Hal ini dilatarbelakangi karena banyaknya organisasi kepanduan yang ada.

    Sehingga pada tanggal 14 Agustus 1961, dilakukan pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, serta penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka. Maka dari itu, Hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus.

    Nah, itulah sejarah pramuka di dunia dan Indonesia yang bisa kita gunakan sebagai referensi dan bahan untuk mengingat sejarah.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Pengertian Paragraf Deduktif Induktif dan Contohnya

    Pengertian Paragraf Deduktif Induktif dan Contohnya

    Pengertian Paragraf Deduktif

    Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf. Biasanya diawali dengan pernyataan yang bersifat umum, kemudian dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan khusus berupa contoh-contoh, bukti-bukti, rincian khusus, dan sebagainya.

    Contoh Paragraf Deduktif

    Disiplin menjadi permasalahan di lingkungan sekolah belakangan ini. Hal tersebut terjadi karena banyak siswa yang sering datang terlambat. Apalagi beberapa hari ini saat digelar ujian tengah semester masih juga ada yang terlambat. Persoalan tersebut kemudian dirapatkan oleh komite sekolah yang menghasilkan kebijakan soal hukuman lari keliling lapangan jika terbukti terlambat lebih dari sepuluh menit.

    Pengertian Paragraf Induktif

    Paragraf induktif (khusus-umum) adalah paragraf yang diawali dengan menyebutkan masalah-masalah khusus untuk memperoleh suatu kesimpulan umum yang mencakup seluruh peristiwa khusus sebelumnya. Dengan demikiandala paragraf induktif ini ide pokok atau kalimat utamanya terletak di akhir paragraf.

    Contoh Paragraf Induktif Tentang Kesehatan

    Panas atau demam yang tinggi selama beberapa hari dapat dicurigai sebagai demam berdarah. Seseorang yang menderita demam berdarah juga mengalami pendarahan dari lubang hidung atau mimisan. Selain itu, muncul bintik-bintik merah pada tubuh. Semua gejala tersebut hendaknya diperhatikan sehingga jika terjadi gejala-gejala tersebut, penderita bisa ditolong dan ditangani dokter

    Contoh Paragraf Induktif Tentang Lingkungn

    Duri bunga ini bisa melukai pemetik yang tidak hati-hati. Bunga ini disukai banyak orang karena bentuknya yang indah. Bunga ini sering dijumpai berwarna merah dan putih. Bunga ini sering dijadikan hadiah sebagai bentuk ucapan terima kasih atau perhatian. Bunga ini mudah ditanam di pot ataupun langsung di tanah atau taman. Hampir semua orang mengenal bunga ini, yaitu bunga mawar.

    Contoh Paragraf Induktif Tentang Internet

    Di kantor-kantor, jaringan internet sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas kantor. Di sekolah, internet dapat menjadi media penunjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hingga di pelosok desa, kini internet sudah menjadi barang pokok yang dapat menunjang aktivitas komunikasi. Di dunia perdagangan, internet seakan menjadi kebutuhan paling pokok karena sekarang sedang menjamur toko dalam jaringan (toko online). Sekarang, di mana-mana orang membutuhkan internet

    Nah, itulah penjelasan singkat mengenai paragraf deduktif induktif beserta contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.