Kategori: Pendidikan

  • Macam Macam Preposisi Beserta Penjelasan dan Contohnya

    Macam Macam Preposisi Beserta Penjelasan dan Contohnya

    Pengertian Preposisi

    Preposisi berasal dari Bahasa Latin yang berarti prae, “sebelum” dan ponere, “menempatkan, tempat”.

    Sehingga Preposisi (kata depan) berguna untuk menandai hubungan makna antara kata di depan preposisi dengan kata yang berada di belakang preposisi.

    Adapun contoh preposisi atau kata depan adalah sebagai berikut: di, ke, pada, dalam, atas, dari, oleh, kepada, terhadap, dan sebagainya.

    Sampai saat ini, tidak sedikit orang yang salah penulisan kata depan dan awalan.

    Jangan sampai keliru, kata depan ditulis terpisah, sedangkan awalan ditulis menyambung dengan kata utama.

    Contoh awalan : terlewat (dari kata dasar lewat)

    Macam Macam Preposisi

    Adapun macam-macam preposisi adalah sebagai berikut:

    1. Preposisi Tunggal

    Preposisi tunggal adalah preposisi yang hanya terdiri atas satu kata. Bentuk preposisi tunggal sebagai berikut:

    A. Kata Dasar

    Misalnya: di, ke, dari, dan pada. Contoh: Banyak karya tulis di sini, salah satunya adalah puisi.

    B. Kata Berafiks

    Misalnya: selama, mengenai, dan sepanjang). Contoh: Puisi adalah pengalaman penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang estetis.

    2. Preposisi Gabungan

    Preposisi gabungan terdiri dari dua preposisi, yaitu preposisi yang berdampingan dan preposisi yang berkolerasi.

    A. Preposisi yang Berdampingan

    Adalah preposisi yang terdiri atas dua preposisi yang letaknya berurutan (misal: daripada, kepada, selain dari).

    Contoh: Jajan itu diberikan kepada Ibu.

    B. Preposisi yang Berkorelasi

    Adalah preposisi yang terdiri atas dua unsur yang dipakai berpasangan tetapi terpisah oleh kata atau frasa lain (misal: antara … dan …, dari … sampai …, sejak … hingga …).

    Contoh: Antara puisi Chairil Anwar dan cerita cintaku memiliki persamaan.

  • Susunan Upacara Bendera Hari Senin di Sekolah

    Susunan Upacara Bendera Hari Senin di Sekolah

    Susunan Upaca Bendera

    Upacara bendera merupakan hal wajib yang harus diikuti oleh setiap murid, baik SD, SMP, maupun SMA. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan disiplin serta memupuk rasa cinta tanah air kepada setiap siswa.

    Upacara bendera dilakukan pada hari Senin pagi sebelum memulai pelajaran. Biasanya, setiap siswa diwajibkan untuk mengenakan atribut lengkap, seperti dasi dan topi sekolah.

    Nah, adapun susunan upacara bendera adalah sebagai berikut.

    1. Masing-masing pemimpin menyiapkan dan merapikan barisannya.

    2. Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara.

    3. Penghormatan peserta upacara kepada pemimpin upacara dipimpin oleh pemimpin barisan.

    4. Laporan setiap pemimpin barisan kepada pemimpin upacara.

    5. Pembina upacara memasuki lapangan upacara.

    6. Penghormatan peserta upacara kepada pembina upacara yang dipimpin oleh pemimpin upacara.

    7. Laporan pemimpin upacara bahwa kegiatan upacara siap dilaksanakan.

    8. Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya.

    9. Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara.

    10. Pembacaan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

    11. Pembacaan teks Pancasila oleh pembina upacara, diikuti seluruh peserta upacara.

    12. manat pembina upacara, peserta upacara diistirahatkan.

    13. Pembacaan doa.

    14. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upcara bahwa upcara telah selesai dilaksanakan.

    15. Penghormatan kepada pembina upacara dimpimpin oleh pemimpin upacara.

    16. Pembina upacara meninggalkan lapangan upacara.

    17. Penghormatan kepada pemimpin upacara dipimpin oleh pemimpin barisan yang paling kanan.

    18. Pengumuman-pengumuman.

    19. Upacara selesai, barisan dibubarkan oleh pemimpin upacara.

  • Cara Mengetahui Akreditasi Kampus dengan Mudah dan Cepat

    Cara Mengetahui Akreditasi Kampus dengan Mudah dan Cepat

    Cara Mengetahui Akreditasi Kampus

    Saat ini memilih Universitas yang dituju, tentunya salah satu pertimbangan adalah akreditasinya.

    Sebab bagaimanapun juga akreditasi Universitas turut memengaruhi bagaimana kualitas serta layanan kepada Mahasiswa.

    Selain itu, akreditasi juga turut berperan penting dalam proses mencari kerja.

    Di mana banyak instasi, baik negeri maupun swasta yang menerapkan minimal akreditasi kampus pada setiap kandidatnya.

    Sehingga lulusan dari kampus dengan akreditasi baik, akan lebih diprioritaskan.

    Walau hal ini bukan hal yang prinpisal, mengingat masih banyak faktor lain penentu kesuksesan karir seseorang.

    Nah, bicara tentang akreditasi kampus, masih banyak yang bingung untuk mengetahuinya.

    Maka dari itu, kali ini Sastrawacana akan membagikan tips dan cara mengetahui akreditasi kampus dengan online.

    Bagaimana caranya? Simak informasinya berikut ini.

    • Pertama-tama, kamu harus mengunjungi website resmi BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) dengan cara klik di sini: BAN-PT.
    • Kemudian, masukkan beberapa opsi pilihan, misalnya nama Universitas yang dicari pada kolom pencarian.
    • Maka Universitas yang dicari akan muncul lengkap dengan data, No.SK, tahun SK, hingga status kadaluarsa.
    • Selamat, proses pencarian akreditasi kampus sudah selesai.

    Nah, itulah cara melihat akreditasi kampus online dengan mudah.

    Selamat mencoba! Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Kumpulan Pantun Jenaka Anak SD

    Kumpulan Pantun Jenaka Anak SD

    Pengertian Pantun Jenaka

    Pantun jenaka adalah jenis pantun yang diucap hanya untuk lucu-lucuan serta memiliki tujuan menghibur para pendengarnya.

    Pantun ini biasanya berisi kata-kata lucu, sindiran ringan, atau permainan kata yang mengundang tawa. Meskipun bersifat humoris, pantun jenaka sering kali juga menyampaikan pesan moral secara halus di balik kelucuannya.

    Dengan kata lain, pantun jenaka tidak hanya bertujuan membuat orang tertawa, tetapi juga untuk mempererat hubungan sosial, mencairkan suasana, dan mengajarkan nilai-nilai kehidupan melalui cara yang menyenangkan.

    Contohnya, pantun jenaka sering digunakan dalam acara adat, pergaulan sehari-hari, atau pertunjukan seni tradisional seperti berbalas pantun.

    Contoh Pantun Jenaka

    Berikut ini adalah kumpulan dan contoh pantun jenaka anak SD.

    Ikan betutu dimakan gelatik
    Perut lapar sudah kempong
    Kamu itu memang cantik
    Tapi sayang giginya ompong

    Satu titik dua koma
    Anak simpanse pakai gincu
    Lihat anak kelas lima
    Suka ngebanyol dan melucu

    Kain robek kita jahit
    Robek alasannya yaitu terkait kawat
    Saya sudah 10 bait
    Berapa bait yang kau buat?

    Selalu menang tidak kalah
    Kancil selalu jadi juara
    Pantun jenaka anak sekolah
    Untuk kelas empat kelas lima

    Jari sakit alasannya yaitu luka
    Lukanya sangatlah besar
    Ini pola pantun jenaka
    Untuk anak sekolah dasar

    Harimau sudah makin sombong
    Suka menghina yang jelek
    Masih kecil sudah ompong
    Mirip dengan nenek-nenek

    Di sini kosong di sana kosong
    tak ada batang tembakau
    bukan saya berkata bohong
    ada katak memikul kerbau

    Jual bayam pembeli tali
    tali hilang di atas atap
    Sejak ayam menjadi polisi
    banyak elang yang tertangkap

    Pohon manggis di tepi rawa
    tempat orang mengadu banteng
    Nenek menangis sambil tertawa
    melihat kakek bermain kelereng

    Berburu ke padang datar
    Dapat rusa belang kaki
    berguru kepalang ajar
    bagai bunga mekar tak jadi

    Dari kebun hendak ke puncak
    singgah sebentar hendak berenangsi
    Miun mencuri kerak
    hitam hidungnya kena arang

    Mangga muda telah bolong
    Sukanya dipotek potek
    Masih muda sudah ompong
    Miripnya kakek kakek

    Lebar sekali daun talas
    Lebih kecil daun bayam
    Makanya jangan suka malas
    Sikat gigi padi ataupun malam

    Ada banyak undur undur
    Carinya muter muter
    Ada anak suka tidur
    Tidurnya sambil ngiler

    Prasasti di kota Blitar
    Blitarnya sebelah sono
    Jadi anak jangan sok pintar
    Biar ditanya tidak plonga plongo

    Kini ada canda dan tawa
    Tawanya ngakak ngakak
    Ini contoh pantun jenaka
    Untuk anak anak

  • Definisi Tipologi Bahasa dan Jenisnya

    Definisi Tipologi Bahasa dan Jenisnya

    Pengertian Tipologi Bahasa

    Tipologi bahasa adalah cabang linguistik yang meneliti dan mengklarifikasikan corak atau tipe bahasa berdasarkan struktur dan ciri-cirinya.

    Sehingga bahasa yang coraknya sama atau setidak-tidaknya mirip, akan dikelompokkan menjadi satu golongan atau dalam satu kelas yang sama sebagai satu tipe. Istilah variannya adalah klasifikasi bahasa (language classification).

    Sedangkan menurut KBBI, tipologi adalah:

    ti.po.lo.gi

    • n ilmu watak tentang bagian manusia dalam golongan-golongan menurut corak watak masing-masing
    • n Ling klasifikasi kamus dan buku acuan lain
    • n Ling ilmu yang mempelajari kesamaan sintaksis dan morfologi bahasa-bahasa tanpa mempertimbangkan sejarah bahasa

    Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa tipologi bahasa bertujuan untuk mendeskripsikan keberagaman struktur dan ciri umum dari bahasa yang ada di dunia.

    Jenis Jenis Tipologi Bahasa

    Ada beberapa jenis tipologi bahasa, diantaranya: tipologi genetis, tipologi geografis, tipologi struktural.

    1. Tipologi Genetis

    Tipologi genetis adalah klasifikasi bahasa yang didasarkan pada masalah kekeluargaan atau kekerabatan bahasa. Dalam teori, kepentingan bahasa sama halnya dengan manusia yang punya garis keturunan.

    Di mana bahasa berasal dari satu induk yang memiliki keturunan kemudian menciptakan berbagai macam varian bahasa atau dialek.

    2. Tipologi Geografis

    Tipologi geografis juga sering disebut dengan tipologi areal. Kriteria yang dipergunakan adalah lokasi geografis atau areal (Comrie, 1981: 197) dalam Soeparno (2003: 25). Maksudnya, setiap daerah/lokasi geografis mewarnai corak pemakaian bahasanya.

    Misalnya Bahasa Melayu yang digunakan di wilayah Jakarta tentu berbeda coraknya dengan bahasa Melayu yang digunakan di wilayah Riau, Minang, Banjar, Makassar, dan sebagainya.

    3. Tipologi Struktural

    Tipologi struktural cenderung menggunakan kriteria struktur bahasa yang meliputi struktur morfologis, struktur morfosintaksis, struktur fraseologis, maupun struktur klausal.

    Menurut teori morfologis, setidaknya ada empat macam tipe bahasa, yaitu aglutinatif, fleksi, flekso-aglutinatif, dan isolatif.

  • Sejarah Singkat Seni Lukis Dunia

    Sejarah Seni Lukis

    Sejarah Seni Lukis secara umum dapat dibedakan kedalam 5 bagian, yaitu zaman prasejarah, zaman klasik, zaman pertengahan, zaman reinassance, dan zaman art nouveaou.

    Pembagian sejarah ini dibagi sesuai dengan perkembangan zaman, dan berikut adalah sejarah seni lukis secara dan perkembangan di dunia universal.

    Menurut sejarahnya, keberadaan seni lukis sangat erat hubunganya dengan gambar seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

    Peninggalan-peninggalan historis dari zaman prasejarah menggambarkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah memulai kegiatan menggambarnya.

    Dimulai dari membuat gambar di tembok atau dinding gua untuk mengisyaratkan bagian-bagian penting yang terjadi dalam kehidupan.

    Diawal keberadaanya sebuah gambar hanya dibuat dengan material sederhana seperti kapur, arang, atau baan-bahan lainnya.

    Objek seni lukis pada zaman prasejarah didominasi dengan karya-karya yang menghasilkan lukisan manusia, binatang, dan objek-objek alam seperti pohon kulit, bukit, gunung, sungai, dan laut.

    Objek ini dilukis dengan menonjolkan bentuk yang dianggap sakral, misalnya untuk melukiskan binatang banteng maka orang-orang zaman prasejarah akan menonjolkan bagian tanduk banteng karena menggambarkan simbol vital seekor banteng.

  • 70 Kumpulan Peribahasa Populer Indonesia dan Artinya

    70 Kumpulan Peribahasa Populer Indonesia dan Artinya

    Peribahasa Indonesia

    Peribahasa adalah sebuah kelompok kata atau kalimat yang menyatakan suatu maksud, keadaan seseorang, atau hal yang mengungkapkan kelakuan, perbuatan atau hal mengenai diri seseorang. Peribahasa mencakup ungkapan, pepatah, perumpamaan, ibarat, tamsil.

    Kumpulan Peribahasa Indonesia

    Berikut ini adalah beberapa peribahasa Indonesia populer yang sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

    1. Besar pasak daripada tiang. Artinya lebih besar pengeluaran daripada pendapatan. bisa dibilang orang yang tidak bisa mengatur keuangan.

    2. Ada uang abang di sayang, tak ada uang abang ditendang. Artinya hanya mau bersama disaat senang saja tetapi tidak mau tahu disaat sedang susah.

    3. Air beriak tanda tak dalam. Artinya orang yang banyak bicara biasanya tidak banyak ilmunya.

    4. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Artinya setiap orang yang sudah meninggal pasti akan dikenang sesuai dengan perbuatannya di dunia.

    5. Bagai pungguk merindukan bulan. Artinya seseorang yang membayangkan atau menghayalkan sesuatu yang tidak mungkin.

    6. Bagai Makan Buah Simalakama. Artinya bagai seseorang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit untuk dipilih.

    7. Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang. Artinya hanya mau bersama saat sedang senang saja, tak mau tahu di saat sedang susah.

    8. Menang jadi arang, kalah jadi abu. Artinya kalah ataupun menang sama-sama menderita.

    9. Bagaikan abu di atas tanggul. Artinya orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh.

    10. Ada Padang ada belalang, ada air ada pula ikan. Artinya Di mana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.

    11. Adat pasang turun naik. Artinya kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.

    12. Membagi sama adil, memotong sama panjang. Artinya jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah.

    13. Air beriak tanda tak dalam. Artinya orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya.

    14. Air tenang menghanyutkan. Artinya orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya.

    15. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Artinya Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orangtuanya.

    16. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi. Artinya Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik.

    17. Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga. Artinya Sepandai-pandainya manusia, suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan juga.

    18. Tong kosong nyaring bunyinya. Artinya Orang sombong dan banyak bicara biasanya tidak berilmu.

    19. Tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang. Artinya Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara, tetapi orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal.

    20. Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Artinya Orang tua yang bersikap seperti anak muda, terutama dalam masalah percintaan.

    21. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Artinya Karena kesalahan kecil, menghilangkan semua kebaikan yang telah diperbuat.

    22. Bagaikan burung di dalam sangkar. Artinya Seseorang yang merasa hidupnya dikekang.

    24. Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap sangkar juga. Artinya Meskipun hidup dalam kemewahan tetapi terkekang, hati tetap merasa tersiksa juga.

    25. Sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh. Artinya Seiya sekata dalam semua keadaan.

    26. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Artinya Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan.

    27. Barangsiapa menggali lubang, ia juga terperosok ke dalamnya. Artinya Bermaksud mencelakakan orang lain, tetapi dirinya juga ikut terkena celaka.

    28. Jauh di mata dekat di hati. Artinya Dua orang yang tetap merasa dekat meski tinggal berjauhan.

    29. Seberat-berat mata memandang, berat juga bahu memikul. Artinya Seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih lebih menderita orang yang mengalaminya.

    30. Badan boleh dimiliki, hati jangan. Artinya bahwa orang tersebut sudah memiliki kekasih, hatinya sudah ada yang memiliki. Secara fisik mau menuruti segala macam perintah yang menindas, namun di dalam hati tetap menentang.

    31. Lain di bibir lain di hati. Artinya Perkataan yang tidak sesuai dengan kata hatinya, tidak jujur.

    32. Seperti lebah, mulut bawa madu, pantat bawa sengat. Artinya Berwajah rupawan namun perilakunya jahat.

    33. Ada harga ada rupa. Artinya Harga suatu barang tentu disesuaikan dengan keadaan barang tersebut.

    34. Membelah dada melihat hati. Artinya Ungkapan untuk menyatakan kesungguhan.

    35. Sedap jangan ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan. Artinya Berpikir baik-baik sebelum bertindak agar tidak kecewa.

    36. Karena mata buta, karena hati mati. Artinya Menjadi celaka karena terlalu menuruti hawa nafsunya.

    37. Pandai berminyak air. Artinya Pandai menyusun kata-kata untuk mencapai maksudnya.

    38. Putih kapas dapat dibuat, putih hati berkeadaan. Artinya Kebaikan hati yang bisa dilihat dari tingkah lakunya.

    39. Dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa. Artinya Mau bekerja dengan baik jika sudah mendapat teguran.

    40. Jika ditampar sekali kena denda emas, dua kali setampar emas pula, lebih baik ditampar betul-betul. Artinya Setiap perbuatan jahat itu sama saja akibatnya, meski besar ataupun kecil.

    41. Lubuk akal tepian ilmu. Artinya Seseorang yang dikenal memiliki banyak ilmu pengetahuan.

    42. Nasi tak dingin, pinggan tak retak. Artinya Orang selalu mengerjakan sesuatu dengan hati-hati.

    43. Tolak tangan berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri. Artinya Belajar untuk mengendalikan diri dan meninggalkan kebiasaan bersenang-senang.

    44. Seludang menolak mayang. Artinya Sebutan untuk orang sombong dan melupakan orang lain yang telah berjasa dalam hidupnya.

    45. Kalau dipanggil dia menyahut, kalau dilihat dia bersua. Artinya Bisa menyampaikan maksud dengan cara yang tepat.

    46. Pangsa menunjukkan bangsa, umpama durian. Artinya Kita bisa melihat perangai seseorang melalui tutur katanya.

    47. Ditindih yang berat, dililit yang panjang. Artinya Kemalangan yang datang tanpa bisa dihindari.

    48. Tertangguk pada ikan sama menguntungkan, tertanggung pada rangsang sama mengiraikan. Artinya Suka dan duka dijalani bersama. Keuntungan yang didapatkan dinikmati bersama-sama, kesusahan yang dialami diatasi bersama-sama juga.

    49. Tambah air tambah sagu. Artinya Tambah banyak permintaannya, bertambah pula biayanya. Bila bertambah anak, akan bertambah pula rezekinya.

    50. Sekali air pasang, sekali tepian beranjak; Sekali air di dalam, sekali pasir berubah. Setiap terjadi perubahan pimpinannya, berubah pula aturannya.

    51. Bagaikan api makan ilalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi. Artinya Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya.

    52. Hancur badan di kandung tanah, budi baik dikenang jua. Artinya Budi pekerti, amal kebaikan, akan selalu dikenang meski seseorang sudah meninggal dunia.

    53. Alang berjawab, tepuk berbatas. Artinya Perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik, perbuatan jahat dibalas dengan perbuatan kejahatan pula.

    54. Cuaca di langit pertanda akan panas, gabak di hulu tanda akan hujan. Artinya Sesuatu pasti akan ada identitas atau tanda khususnya.

    55. Orang mau seribu daya, bukan seribu dali. Artinya Jika menghendaki sesuatu, pasti akan mendapatkan jalan, jika tidak menghendaki, pasti mencari alasan.

    56. Enak makan dikunyah, enak kata diperkatakan. Artinya Sesuatu hal haruslah dimusyawarahkan terlebih dahulu.

    57. Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan. Artinya Hawa nafsu tidak boleh diremehkan harus dijaga sebaik-baiknya

    58. Sekali jalan terkena, dua kali jalan tahu, tiga kali jalan jera. Artinya Bagaimanapun bodohnya seseorang, jika sekali tertipu, tak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya.

    59. Jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah dia. Artinya Hal yang sudah pasti, kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa.

    60. Sehari selembar benar, setahun selembar kain. Artinya Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan keyakinan dan kesabaran akan membuahkan hasil yang baik.

    61. Di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai. Artinya Orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh musuhnya.

    62. Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting. Artinya Segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik.

    63. Menghela lembu dengan tali, menghela manusia dengan kata. Artinya Segala pekerjaan harus dilakukan menurut tata cara aturannya masing-masing.

    64. Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan. Artinya perundingan yang baik jangan disia-siakan, tetapi hendaknya dipikirkan secara dalam-dalam.

    65. Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja. Artinya Menantikan bantuan dari orang yang tidak dapat memberikan bantuan.

    66. Luka sudah hilang parut tinggal juga. Artinya Setiap perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam hati orang yang berselisih, walaupun perselisihan itu sudah berakhir.

    67. Makan hati berulam rasa. Artinya Menderita karena perbuatan orang yang kita sayang.

    68. Untung bagaikan roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas. artinya Keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap, kadang di bawah dan kadang di atas.

    69. Kalau tiada senapang, baik berjalan lapang. Artinya. Jika tidak bersenjata atau tidak bertenaga, sebaiknya mengalah.

    70. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Artinya, dalam satu kali kerja harus bisa mendapatkan hasil ganda.

  • Cara Membuat Resensi Buku dan Contohnya

    Cara Membuat Resensi Buku dan Contohnya

    Pengertian Resensi

    Resensi adalah sebuah ulasan atau penilaian terhadap suatu karya, baik berupa buku, film, atau karya lainya.

    Kata resensi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Sederhananya, resensi adalah tulisan yang berisi tentang ulasan suatu buku.

    Menulis resensi pada dasarnya sama saja dengan menulis artikel, hanya saja untuk menulis resensi ada aturan yang harus dipatuhi agar tulisan tersebut menjadi resensi yang baik.

    Unsur Unsur Resensi

    Secara umum, ada beberapa unsur yang harus diperhatikan dalam menulis resensi. Adapun unsur-unsur tersebut diantaranya:

    1. Judul Resensi

    Judul sebuah resensi harus mempunyai korelasi dengan isi resensi. Tidak lupa juga, judul resensi harus dibuat semenarik mungkin agar bisa memberikan nilai tersendiri.

    2. Menyusun Data Buku

    Selanjutnya adalah menyusun data buku. Adapun hal yang dapat dilakukan dalam penyusunan data buku adalah sebagai berikut.

    Judul
    Pengarang
    Penerbit
    Tahun terbit beserta cetakannya
    Dimensi buku
    Harga

    3. Isi Resensi Buku

    Isi resensi biasanya selalu berisi tentang sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan singkat yang dianggap penting. Tidak lupa juga, perlu dicantumkan kelebihan serta kelemahan buku.

    4. Penutup Resensi Buku

    Pada bagian penutup resensi, bisa diisi dengan kesimpulan yang berisi aalasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan.

    Jadi ketika beberapa unsur tersebut sudah terpenuhi, maka tulisan bisa dikatakan sebagai resensi yang baik dan bisa diterima oleh pembaca.

    Langkah Langkah Menulis Resensi

    Setelah mengetahui unsur-unsur resensi, penulis juga harus tahu bagaimana langkah-langkah dalam menulis resensi. Adapun langkahnya sebagai berikut:

    • Mengenal secara detail tentang buku yang akan diresensi, mulai dari tema, deskripsi, isi, kalau perlu tebal buku juga.
    • Membaca buku yang akan diresensi dengan cermat dan teliti agar tidak terjadi kekeliruan dalam meresensi.
    • Menentukan judul resensi, usahakan semenarik mungkin agar menimbulkan rasa penasaran bagi pembaca.
    • Menandai beberapa kutipan yang dianggap penting untuk dijadikan data/bahan tulisan.
    • Membuat sinopsis dari buku yang akan diresensi.
    • Memberikan nilai terhadap buku yang diresensi.
    • Mengajak orang lain untuk membaca buku yang diresensi.

    Contoh Resensi

    Untuk lebih jelas, berikut adalah contoh resensi buku yang berjudul Serpihan Masa Lalu karya Utami Panca Dewi.

    Judul : Serpihan Masa Lalu
    Penulis : Utami Panca Dewi
    Penerbit : Nuansa
    Cetakan : Pertama, 2016
    Tebal : 155 halaman
    ISBN : 978-602-73112-7-5

    Novel remaja ini bercerita tentang perjalanan seorang wanita bernama Dara.

    Sejak kepergian ibunya, Dara menjadi anak yang pendiam. Tentunya hal membuat itu ayahnya, Farid menjadi prihatin.

    Ayahnya yang berprofesi sebagai dokter berinisiatif mengajak Dara mengunjungi Rumah Singgah Bina Insani, yang sekaligus panti asuhan bagi anak-anak yang kurang beruntung, milik Bu Respati.

    Dokter Farid ingin Dara memiliki keceriaan kembali seperti sebelum ditinggal ibunya.

    Diawali dengan memperkenalkan diri di kelas barunya, banyak anak panti yang meminta Dara menjelaskan cara penyelesaian soal-soal IPA.

    Sebab, Dara merupakan siswi paling cerdas di kelas XI IPA 2. Dia mampu menjelaskan soal-soal secara mudah, melebihi teman-teman sekelasnya.

    Melihat keceerdasan Darai, Bu Respati mintanya menjadi guru atau pengajar mata pelajaran IPA bagi anak-anak panti.

    Kebetulan Rumah Singgah itu belum memiliki guru IPA dan Dara menyetujuinya. Jadi, setiap Jumat sore, Dara memberi pelajaran IPA pada anak-anak panti.

    Setelah berbulan-bulan mengajar di Rumah Singgah, akhirnya Dara sadar akan passion-nya. Seketika Dara ingin menjadi guru.

    Dia benar-benar menikmati momen saat berada di tengah anak-anak panti tersebut.

    Dia merasa jika menemukan kepuasan ketika murid-muridnya bisa memahami materi yang dijelaskannya. Bisa dikatakan sebagai sebuah kebanggaan tersendiri.

    Tentu saja cita-cita ini bertolak belakang dengan keinginan dokter Farid, ayahnya.

    Sebagai seorang dokter senior, Farid ingin Dara menjadi dokter juga agar dapat menggantikan mengelola klinik tersebut.

    Banyak pihak yang heran dengan cita-cita Dara. Salah satunya adalah Ruben, kakak kelasnya yang diam-diam menyukai Dara.

    Namun, Dara tetap teguh dengan harapannya. Dia menganggap bahwa setiap anak bebas memilih jalan yang diinginkan tanpa harus memenuhi permintaan orang tuanya.

    Padahal Dara memiliki rasa kepada Ruben. Tapi, Dara memilih mengubur perasaannya karena cita-citanya tersebut.

    Selain itu, dia juga memikirkan perasaan Mela, sepupu Dara, juga menyukai Ruben.

    Karena orang tua Mela baru saja bercerai, Mela harus pindah tempat tinggal dan sekolah. Terlebih lagi Mela mengidap thallasemia.

    Dara tak ingin sepupunya bersedih. Jika bersama Ruben bisa membuat Mela bahagia, Dara rela mengesampingkan perasaannya, walau harus sedikit terluka.

    Di sisi lain, Dara juga tertarik pada Ale, seorang remaja seusianya yang menjadi penjaja koran di lampu merah.

    Adik Ale, Adelia, seorang berkebutuhan khusus merupakan salah satu anak asuh Rumah Singgah Bina Insani, murid Dara.

    Setelah ayahnya meninggal, Ale berjuang membesarkan adiknya. Dia rela putus sekolah asal adiknya bisa mengenyam pendidikan.

    Dokter Farid tidak senang melihat kedekatan Dara dengan Ale.

    Menurutnya, anak jalanan seperti Ale yang berambut gondrong tidak punya sopan santun dan tidak punya masa depan sehingga tidak layak untuk dicintai.

    Apalagi mengetahui Dara terlambat pulang karena pergi bersama Ale, makin beranglah Dokter Farid.

    Untuk menjauhkan anak kesayangannya dari Ale, Farid mengizinkan Dara mengambil program studi Pendidikan Biologi di Yogyakarta.

    Bagi Dara, tak masalah dijauhkan dari Ale, selama tidak dilarang menjadi guru. Sebab, cita-citanya sudah bulat menjadi seorang guru yang berguna bagi setiap anak.

  • Pengertian Teks Cerita Sejarah dan Contohnya

    Pengertian Teks Cerita Sejarah dan Contohnya

    Pengertian Teks Cerita Sejarah

    Teks cerita sejarah adalah teks yang berisi tentang kejadian pada masa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa.

    Teks cerita sejarah adalah teks yang didalamnya menjelaskan atau menceritakan tentang fakta atau kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal sesuatu yang memiliki nilai sejarah.

    Struktur Teks Cerita Sejarah

    Adapun struktur teks cerita sejarah adalah sebagai berikut:

    • Orientasi, yaitu bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah.
    • Urutan peristiwa, yaitu rekaman peristiwa sejarah yang terjadi dan biasanya disampaikan dalam urutan kronologis.
    • Reorientasi, yaitu komentar penulis terhadap cerita yang ditulisnya. Bersifat optional (boleh ditulis atau tidak).

    Ciri Ciri Teks Cerita Sejarah

    Teks Cerita Sejarah memiliki ciri dan karakteristik berikut ini.

    • Diceritakan berdasarkan urutan waktu secara kronologis.
    • Berbentuk recount (menceritakan ulang suatu kejadian/peristiwa).
    • Strukturnya: orientasi, urutan peristiwa, reorientasi.
    • Menggunakan konjungsi temporal.
    • Isi dari Teks Cerita Sejarah berupa fakta.
    • Tidak menyesatkan pembaca.

    Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

    1. Pronomina (kata ganti)

    Pronomina merupakan kata yang dipakai untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung.

    2. Frasa Adverbial

    Frasa Adverbial merupakan kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.

    3. Verba Material

    Verba Material merupakan kata yang berfungsi menunjukkan aktivitas yang dilakukan oleh partisipan. Menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, contohnya menulis, mengepel, menyapu.

    4. Konjungsi Temporal

    Konjungsi temporal atau kata sambung waktu berfungsi menata urutan peristiwa yang diceritakan. Umumnya banyak menggunakan kata penghubung temporal.

    Contoh Teks Cerita Sejarah

    Agar lebih jelas, berikut ini adalah contoh teks cerita sejarah.

    KERAJAAN SUNDA

    Kerajaan Sunda terletak di daerah Jawa Barat sekarang. Tak dapat dipastikan dimana pusat kerajaan ini sesungguhnya.

    Berdasarkan sumber sejarah berupa prasasti dan naskah-naskah berbahasa Sunda Kuno dikatakan bahwa pusat kerajaan Sunda telah mengalami beberapa perpindahan.

    Menurut Kitab Carita Parahyangan, Ibukota kerajaan Sunda mula-mula di Galuh, kemudian menurut Prasasti Sanghyang Tapak yang ditemukan di tepi sungai Cicatih, Cibadak Sukabumi.

    Isi dari prasasti itu tentang pembuatan daerah terlarang di sungai itu yang ditandai dengan batu besar di bagian hulu dan hilirnya.

    Oleh Raja Sri Jayabhupati penguasa kerajaan Sunda. Di daerah larangan itu orang tidak boleh menangkap ikan dan hewan yang hidup di sungai itu.

    Tujuannya mungkin untuk menjaga kelestarian lingkungan (agar ikan dan lain-lainnya tidak punah) siapa yang berani melanggar larangan itu, ia akan dikutuk oleh dewa-dewa.

    Kerajaan Sunda beribu kota di Parahyangan Sunda. Sementara itu menurut prasasti Astana Gede (Kawali – Ciamis) ibu kota kerajaan Sunda berada di Pakwan Pajajaran. Mengenai perpindahan kerajaan ini tak diketahui alasannya.

    Akan tetapi, hal-hal yang bersifat ekonomi, keamanan, politik, atau bencana alam lazim menjadi alasan perpindahan pusat ibu kota suatu kerajaan.

    Kerajaan Sunda menguasai daerah Jawa Barat untuk waktu yang lama, diantara rajanya, yang terkenal adalah Jaya Bhupati dan Sri Baduga Maharaja.

  • Pengertian Teks Rekon dan Contohnya

    Pengertian Teks Rekon dan Contohnya

    Pengertian Teks Rekon

    Teks rekon adalah teks yang menceritakan kembali pengalaman masa lalu secara kronologis dengan maksud untuk memberi informasi dan menghibur pembaca.

    Secara umum, teks rekon terdiri dari tiga jenis, yaiturekon pribadi, rekon faktual (informasional), dan rekon imajinatif. Adapun penjelasaanya sebagai berikut:

    1. Rekon pribadi adalah cerita ulang yang memuat kejadian di mana si penulis terlibat langsung dalam cerita tersebut.

    2. Rekon faktual (informasional) adalah cerita ulang yang memuat kejadian faktual seperti eksperimen ilmiah, laporan polisi, dan sebagainya.

    3. Rekon imajinatif adalah cerita ulang yang memuat cerita imajinatif dengan lebih detil sehingga pembaca bisa membayangkan bagaimana proses ceritanya secara langsung.

    Ciri Ciri Teks Rekon

    Secara umum, teks rekon atau teks cerita ulang memiliki beberapa ciri-ciri berikut ini.

    1. Bersifat faktual/imajinatif.
    2. Menceritakan peristiwa masa lalu.
    3. Disusun secara kronologis.
    4. Sifatnya menghibur.
    5. Memberi informasi masa lalu.
    6. Berbagi pengalaman.

    Unsur Teks Rekon

    Adapun unsur-unsur yang membentuk teks rekon adalah sebagai berikut.

    1. Tema

    Ada ide pokok yang diceritakan dalam teks rekon. Tema bebas, tidak terikat aturan. Tergantung dari pengalaman penulis atau pengalaman orang lain yang ingin disampaikan.

    2. Alur

    Teks rekon selalu memiliki alur cerita. Di mana setiap peristiwa yang terjadi pada masa lalu diceritakan dengan urut sehingga pembaca lebih mudah memahami.

    3. Penokohan

    Dalam teks rekon, ada satu tokoh atau lebih yang diceritakan, namun tetap dominan pada pengalaman satu tokoh. Biasanya hal ini juga dijelaskan dengan lengkap, menyangkut sifat, karakter, dan perilaku dari tokoh.

    4. Latar

    Latar adalah tempat terjadinya peristiwa yang diceritakan. Jadi, dengan menyampaikan latar, maka cerita akan menjadi lebih hidup dan dapat dimengerti oleh pembaca.

    5. Pesan

    Setiap teks rekon selalu memiliki pesan di dalamnya. Sehingga pembaca bisa memetik nilai moral yang baik dari cerita tersebut.

    Contoh Teks Rekon

    Agar lebih jelas, berikut adalah contoh teks rekon.

    Liburan ke Batang

    Jumat lalu ketika libur kuliah, aku dan sahabatku berkunjung ke rumah Ika, teman sekamarku. Ia berasal dari Kabupaten Batang.

    Batang adalah kota yang terkenal dengan kulinernya yaitu nasi megono, tak lupa kita juga menjelajahi wisata yang ada di sana.

    Sore itu, aku dan temanku pergi kesana dengan mengendarai sepeda motor, kami terjebak macet beberapa saat ketika sampai di Mangkang.

    Lalu kami melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya, sebagai warga negara yang baik kamipun mentaati peraturan lalu lintas dengan menggunakan berbagai pernak-pernik perlengkapan perjalanan.

    Di tengah perjalanan kami disuguhi pemandangan yang sangat elok, terlihat hamparan gunung yang mengelilingi perjalanan kita ketika sampai di Kabupaten Weleri.

    Kami terus melanjutkan perjalanan dan tibalah kita di daerah Alasroban yang konon katanya sakral dan angker. Kami memandangi setiap pepohonan yang berada di kanan kiri jalan.

    Beberapa menit kemudian tibalah kami di rumah Ika, kami disambut baik oleh keluarganya. Setelah selesai sholat maghrib, kami diajak pergi ke taman sembari mengisi perut kami dengan jajanan khas Batang.

    Waktu menunjukan pukul 10, kami berempat (Ika dan adiknya lalu aku dan temanku) memutuskan untuk pulang ke rumah karena merasa kantuk. Setibanya di rumah kamipun langsung tertidur pulas.

    Pagi harinya, sekitar pukul 07.00 WIB kami dihidangkan sarapan dengan menu seafood oleh ibunda Ika, kami merasa tak enak hati sebab telah merepotkan keluarga Ika.

    Setelah sarapan, kami diajak berkunjung ke kebun teh tepatnya di desa Pagilaran yang letaknya sekitar 40 menit dari kediaman Ika, disepanjang perjalanan tak hentinya aku mengucapkan “Subhanallah” karena melihat bukit ciptaaan Tuhan yang begitu indah dipenuhi dengan hamparan daun teh yang menyelimuti bukit dan kami disuguhi juga udara yang sejuk, cantik sekali.

    Ketika sampai di sana kita hanya dikenai uang masuk Rp 7.500 ,- sudah termasuk asuransi untuk menikmati kebun teh dan beberapa wahana lain seperti outbond, air terjun dan lain-lain.

    Setelah berjalan beberapa meter ke bukit, tak lupa kami mengabadikan momen tersebut dengan berfoto di sekitar kebun teh.

    Setelah puas menikmati sejuknya suasana pegunungan, kamipun pulang. Namun, kami tak lantas pulang. Ika mengajakku ke tempat terapi ikan. Di tempat terapi ikan, kami merendam kaki beberapa jam di dalam kolam yang berisi ribuan ikan.

    Aku tak bisa menceritakan seperti apa rasanya di gigit ribuan ikan. Temanku bilang seperti ini “Sumpah ini rasanya kaya kesetrum dan gelinya sampai ke ubun-ubun” memang seperti itu rasanya.

    Setelah selesai bermain-main dengan ribuan ikan. Nampaknya Ika belum merasa lelah, ia mengajak kami ke pantai yang letaknya di Pekalongan sekitar 30 menit dari tempat kami berada saat itu. Temanku terus memacu kendaraannya agar cepat sampai ke tujuan.

    Setelah sampai, kita disuguhi debur ombak dan tawa anak kecil yang bermain pasir di pinggiran pantai, kami hanya sebentar di sana, sebab kami semua sudah merasa lelah dan kamipun memutuskan pulang.

    Nah, itulah pengertian dan contoh teks rekon. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel pendidikan lainnya hanya di sastrawacana.id/