Kategori: Pendidikan

  • Contoh Teks Prosedur Membuat Makanan Beserta Analisisnya

    Contoh Teks Prosedur Membuat Makanan Beserta Analisisnya

    Pengertian Teks Prosedur

    Teks prosedur dalah teks yang isinya menjelaskan terkait dengan jalannya suatu proses, baik pengoperasian, pengerjaan, atau proses pembuatan.

    Dalam hal ini, biasanya disertai dengan daftar alat atau bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan, sekaligus langkah sistematis yang mudah dipahami oleh pembaca sehingga pembaca bisa mempraktikkannya secara langsung.

    Teks prosedur juga bisa dikatakan sebagai teks yang terdiri mengenai tahapan-tahapan atau langkah untuk melakukan suatu hal yang nantinya akan disajikan secara urut.

    Namun, dalam konteksnya, teks prosedur lebih cenderung digunakan untuk hal yang menyangkut dengan makanan. Misalnya proses membuat makanan atau resep.

    Namun, sebelum menjelaskan resep, bahan, serta alat yang dibutuhkan. Biasanya diawali dengan prolog atau kalimat pembuka yang menjelaskan makanan tersebut, meliputi tujuan atau manfaat dan makanan tersebut.

    Kemudian, dilanjutkan dengan cara membutnya secara lengkap dan terperinci agar pembaca bisa mempraktikkannya secara langsung tanpa bingung.

    Struktur Teks Prosedur

    Teks prosedur juga memiliki struktur yang membangunnya menjadi utuh. Adapun struktur teks prosedur adalah sebagai berikut.

    1. Bagian Pembuka

    Bagian pembuka umumnya berupa judul serta maksud atau tujuan kenapa teks prosedur itu ditulis. Jadi, penulis harus bisa memberikan deskripsi singkat kepada sesuatu yang akan ditulis pada isi.

    2. Bagian isi

    Struktur dalam teks prosedur kompleks haruslah memiliki bagian isi atau inti dari teks tersebut.

    Dalam konteks makanan, bagian isi bisa ditulis dengan resep dan cara membuatnya. Tidak sama dalam konteks lain.

    Intinya pada bagian isi penulis harus bisa memberikan poin penting yang harus membuat pembaca mengerti.

    3. Bagian langkah

    Struktur terakhir adalah langkah-langkah. Bagian ini berisi tentang tahapan-tahapan atau langkah pengerjaan yang harus dilakukan agar bisa mendapatkan hasil yang diharapkan.

    Ingat, bagian langkah harus ditulis dengan benar sesuai fakta agar tidak menyesatkan pembaca.

    Contoh Teks Prosedur Makanan

    Berikut adalah contoh teks prosedur tentang makanan.

    Cara Membuat Telur Asin yang Benak

    Telur asin adalah makanan khas Indonesia berbahan dasar telur bebek atau ayam yang diawetkan dengan cara diasinkan (dibungkus adonan abu gosok dan garam).

    Makanan yang khas dengan rasa asin ini adalah salah satu jenis makanan yang praktis dan dapat dipadukan dengan jenis makanan lainnya, seperti nasi goreng, nasi padang, dan sebagainya.

    Telur asin bisa bertahan selama 30 hari, sehingga cocok digunakan untuk bekal perjalanan maupun oleh-oleh kepada saudara di kampung halaman.

    Cara Membuata Telur Asin

    • Pilih telur yang bermutu baik.
    • Cuci telur dan bersihkan kotoran yang melekat, lebih baik menggunakan air hangat.Keringkan telur yang sudah dicuci tadi menggunakan kain lap.
    • Amplas beberapa saat permukaan kulit secara perlahan agar pori-pori kulit terbuka.
    • Buat adonan, bahan yang digunakan antara lain: abu gosok dicampur garam, tambahkan air secukupnya hingga membentuk adonan. Selain abu gosok, bisa juga menggunakan serbuk bata merah.
    • Bungkus telur dengan adonan yang sudah dibuat tadi sampai merata ke seluruh permukaan telur.
    • Simpan telur dalam ember plastik selama 2 sampai 3 minggu di tempat yang terbuka.
    • Setelah proses penyimpanan selesai, bersihkan telur dan pastikan telur masih dalam keadaan utuh.
    • Setelah dibersihkan, rebus telur hingga benar-benar matang.
    • Telur asin yang sudah matang dapat dihidangkan dan bisa juga dipadukan dengan makanan lain.

    Nah, itulah pengertian dan contoh teks prosedur membuat makanan. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Pengertian Teks Eksemplum dan Contohnya

    Pengertian Teks Eksemplum dan Contohnya

    Pengertian Teks Eksemplum

    Pengertian Teks eksemplum adalah teks yang menceritakan perilaku tokoh dalam ceritanya, meliputi pengenalan tokoh, segala peristiwa yang dialami oleh tokoh, dan interpretasi dari tokoh tersebut.

    Dengan demikian, secara sederhana bisa dikatakan bahwa teks eksemplum adalah termasuk jenis karya yang berisi tentang pengalaman hidup manusia.

    Dari pengalaman hidup itulah nantinya akan ada sebuah pelajaran atau nilai yang dapat dipetik.

    Seperti nilai-nilai kebaikan yang layak ditiru, ataupun hal-hal buruk yang tak layak ditiru/harus ditinggalkan.

    Struktur Teks Eksemplum

    Teks eksemplum harus disusun dengan beberapa elemen yang menjadikannya utuh, alias struktur.

    Adapun struktur yang menyusun teks eksemplum adalah sebagai berikut:

    1. Orientasi

    Orientasi adalah bagian awal teks eksemplum. Bagian ini berisi tentang pengenalan tokoh. Contoh: Aku adalah orang yang pintar dan rajin.

    2. Insiden

    Pada bagian ini, tokoh akan mengalami suatu permasalahan karena alasan tertentu. Contoh: Aku lupa mengerjakan PR karena semalam ketiduran.

    3. Interpretasi

    Interpretasi adalah bagian yang mengandung pesan atau nilai moral, evaluasi dan juga akibat dari masalah yang dialami oleh tokoh. Contohnya: Karena jarang mengerjakan PR, nilaiku jadi menurun.

    4. Koda

    Koda adalah bagian penutup dari sebuah cerita. Biasanya pada bagian ini berisi kesimpulan dan pesan-pesan moral. Contoh: Maka dari itu, Aku tidak akan lalai mengerjakan PR lagi.

    Ciri Ciri Teks Eksemplum

    Setiap jenis teks pasti memiliki ciri-ciri untuk membedakan dengan jenis teks lain. Nah, adapaun ciri-ciri teks eksemplum adalah sebagai berikut:

    1. Memiliki struktur yang lengkap.
    2. Adanya urutan peristiwa yang jelas.
    3. Berisi peristiwa atau kejadian yang tidak diinginkan.
    4. Menggunakan bahasa naratif.

    Contoh Teks Eksemplum

    Agar lebih dimengerti, perhatikan contoh teks eksemplum berikut ini.

    Judul

    Wahana Maut

    Abstrak

    Aku mempunyai pengalaman yang mengerikan lebaran tahun lalu.

    Orientasi

    Kala itu temanku berkunjung ke rumahku untuk bersilaturrahmi dan mengajakku jalan-jalan ke kota.

    Kami berdua pergi ke wahana bermain di sana ada berbagai macam wahana yang sangat menantang.

    Salah satunya adalaha wahana Histeria dan Wahana yang berputar 360 derajat penuh, aku agak lupa namanya.

    Insiden

    Kami sudah memegang tiket masuk untuk menaiki wahana yang sudah kami inginkan, Histeria.

    Di wahana ini kami dilambungkan dari ketinggian 20 meter lebih dari permukaan tanah, berkali-kali kami merasa ngilu jatung terasa ingin lepas ketika dihempaskan dari atas ke bawah.

    Tak kusangka, wahana yang kami naiki mati mendadak, kami yang berada di ketinggian panik. Tak ada seorangpun yang menyangka hal ini bisa terjadi.

    Tak hanya aku dan temanku saja yang berteriak minta tolong, semua orang yang berada diatas bersama kami juga terlihat sangat ketakutan.

    Bahkan adapula yang menangis. Rasanya nyawaku telah melayang, aku teringat orangtuaku kala itu, dan aku menangis sambil merintih “mama…mama…”

    Interpretasi

    Setelah hampir 30 menit berada di ketinggian, beberapa petugas datang untuk memperbaiki wahana yang kami naiki, untunglah nyawa kami dapat terselamatkan berkat usaha mereka.

    Kami semua merasa lega. Aku bersyukur karena Tuhan menyelamatkan kami semua. Sekarang aku merasa trauma ketika melihat wahana yang serupa.

    Koda

    Oleh karena kejadian tersebut, aku selalu berhati-hati dan waspada, sebab kita tak pernah tahu apa yang akan menimpa kita.

    Hendaknya kita tanyakan dulu kepada petugas, apakah wahana yang akan kita naiki sudah terjamin keselamatannya atau belum.

  • Pengertian Paragraf Analogi Lengkap dengan Contohnya

    Pengertian Paragraf Analogi Lengkap dengan Contohnya

    Pengertian Paragraf Analogi

    Paragraf Analogi adalah paragraf yang membandingkan dua hal yang banyak mengandung persamaan untuk mencari kesimpulan dari perbandingan tersebut.

    Dalam membuat paragraf analogi harus memikirkan 2 hal yang memiliki kesamaan. Proses berfikir inilah yang disebut proses berfikir Induktif.

    Jadi proses berfikir adalah proses berfikir yang bergerak dari pandangan umum lalu menuju kepada penjelasan yang lebih khusus lagi.

    Jika dilihat dari segi bahasa menurut Kbbi, analogi adalah:

    • persamaan atau persesuaian antara dua benda atau hal yang berlainan; kias
    • kesepadanan antara bentuk bahasa yang menjadi dasar terjadinya bentuk lain
    • sesuatu yang sama dalam bentuk, susunan, atau fungsi, tetapi berlainan asal-usulnya sehingga tidak ada hubungan kekerabatan
    • kesamaan sebagian ciri antara dua benda atau hal yang dapat dipakai untuk dasar perbandingan

    Ciri Ciri Paragraf Analogi

    Adapun ciri-ciri dari paragraf analogi adalah sebagai berikut:

    • Dalam paragraf terdapat dua hal atau lebih obyek perbandingan secara bergiliran.
    • Obyek yang dijadikan perbandingan tersebut dapat berupa proses, kejadian, serta kondisi tertentu.
    • Obyek yang dibandingkan biasanya adalah suatu hal yang hampir sama kedudukannya.
    • Terdapat kesimpulan dari dua hal yang dibandingkan tadi yang terletak di akhir paragraf.
    • Paragraf analogi juga merupakan jenis paragraf induktif yang memiliki gagasan utama di akhir paragraf.

    Contoh Paragraf Analogi

    Berikut adalah beberapa contoh paragraf analogi dari berbagai tema atau topik.

    1. Contoh Paragraf Analogi Tentang Sifat

    Agus adalah anak yang penakut, sifatnya ini membuat Agus sering menjadi bahan olokan teman-temannya. Bagai kerbau dicocok hidungua, ia selalu mengikuti apa kata orang lain. Sehingga Agus tidak dapat berkembang dan selalu hanya bisa diam sama seperti kerbau ketika hidungnya.

    2. Contoh Paragraf Analogi Tentang Budaya Sosial

    Seorang anak yang baru lahir masih suci. Baik buruknya anak tersebut kelak bergantung pada bagaimana cara orang tua mendidiknya, pengaruh orang-orang terdekat dan lingkungannya. Demikian pula kertas putih yang belum bernoda, akan menjadi apa kertas tersebut tergantung pada apa yang akan kita goreskan pada kertas putih tersebut.

    3. Contoh Paragraf Analogi Tentang Pendidikan

    Belajar menggunakan kertas buku seperti pedang berkepala dua. Jika menggunakan kertas terlalu banyak dapat menyebabkan hutan menjadi gundul. Tapi apabila tidak menggunakan kertas dapat menyebabkan orang tidak dapat belajar dengan baik.

    Belajar matematika butuh ketelitianyang tinggi. Sama seperti kita mencari jarum di tumpukan jerami. Memang terkesan susah namun bukanlah mustahil jika dilakukan dengan penuh semangat dan konsentrasi.

    4. Contoh Paragraf Analogi Tentang Persahabatan

    Lidi sebatang memang sangat mudah untuk dipatahkan. Tapi jika banyak lidi dikumpulkan menjadi satu, maka akan sulit dipatahkan. Hal itu juga berlaku pada manusia. Apabila manusia berjuang sendiri, maka mereka juga akan sangat mudah untuk dipatahkan sebab tidak adanya kekuatan lain yang juga mendukung. Tapi jika berjuang bersama, maka kekuatan itu akan berkumpul menjadi sebuah kesatuan yang kokoh.

    5. Contoh Paragraf Analogi Tentang Cinta

    Merawat tanaman memang sulit karena memerlukan perhatian khusus. Apabila tanaman di tanam dengan sepenuh hati, seperti di siram setiap hari, diberi pupuk serta dijaga dari hama dan juga gulma, maka tanaman tersebut juga akan tumbuh dengan subur sekali. Seperti sebuah cinta, ketika dipupuk dengan ketulusan, kesabaran, dan perhatian, maka cinta itu akan tetap bersemi indah di hati.

    6. Contoh Paragraf Analogi Tentang Alam

    Perubahan alam semesta yang mengembang dapat dijelaskan dan disimpulkan dari apa yang terjadi pada balon karet yang dikembungkan. Sebelumnya, balon karet itu diwarnai. Ketika dikembungkan, warna pada balon karet itu ikut mengembang. Semakin besar balon itu mengembang, semakin pudar warnanya. Warna itu memudar karena warna makin berkurang dan mengembang. Cahaya bintang-bintang di angkasa juga semakin berkurang intensitasnya. Para ahli menyimpulkan bahwa bintang-bintang itu makin menjauh dari kita dan alam semesta pun mengembang.

  • 9 Pengertian Apresiasi Menurut Para Ahli

    Pengertian Apresiasi

    Jelaskan pengertian apresiasi? Apresiasi adalah sebuah bentuk penghargaan kepada suatu karya seni dan sastra yang dihasilkan dari proses pengamatan, penglihatan, pendengaran, dan penjiwaan.

    Menurut bahasa, apresiasi berasal dari bahasa latin, yaitu “Apreciatio” yang artinya menghargai. Sedangkan secara terminologi, arti apreasiasi adalah proses penilaian seorang ahli terhadap sesuatu.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti apreasiasi adalah:

    apresiasi/ap·re·si·a·si/ /aprésiasi/ n 1 kesadaran terhadap nilai seni dan budaya; 2 penilaian (penghargaan) terhadap sesuatu; 3 kenaikan nilai barang karena harga pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah;

    Pengertian Apresiasi Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian apresiasi menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Alfred North Whitehead

    Apresiasi adalah proses pengapresiasian terhadap sebuah hal yang dilakukan oleh seseorang dalam sebuah kegiatan guna mendapatkan suatu hal, dan berpartisipasi di dalamnya dengan penilaian secara keseluruhan.

    2. Effendi

    Pengertian apresiasi menurut Effendi merupakan aktivitas menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra.

    3. Aminuddin

    Berdasarkan pandangan Aminuddin, apresiasi mengandung makna pengenalan melalui perasaan atau pun kepekaan batin dan pengakuan terhadap unsur-unsur keindahan yang diungkapkan oleh pengarangnya.

    4. Albert R. Candler

    Definisi apresiasi merupakan kegiatan mengartikan serta menyadari sepenuhnya seluk beluk karya seni, serta menjadi sensitif mengenai gejala estetis dan artistik, sehingga dapat menikmati dan menilai karya tersebut secara semestinya.

    Dalam aktivitas mengapresiasi, seorang penghayat melaksanakan aktivitas pencarian pengalaman estetis, sehingga motivasi yang timbul adalah motivasi pengalaman estetis (berupa kepuasan kontemplatif dan intuitif).

    5. Elliyati

    Berdasarkan pandangan Elliyati, apresiasi merupakan setiap kegiatan mengakrabi karya sastra secara bersungguh-sungguh. Berkaitan dengan hal itu, apresiasi membutuhkan kesungguhan penikmat sastra untuk mengenali, menghargai, dan menghayati, sehingga ia dapat menemukan penjiwaan yang benar-benar dalam.

    6. Effendi (1973)

    Apresiasi adalah sebuah aktifitas atau kegiatan untuk menggauli sastra yang diciptakan dengan ketulusan hati dan kesungguhan hingga dihasilkan karya yang menumbuhkan pengertian, kepekaan, kritis, penghargaan, dan kepekaan rasa yang cukup baik terhadap hasil cipta sastra.

    7. John Dewey

    Apa itu apresiasi? Definisi apresiasi adalah menikmati sebuah kesenangan atau pengalaman terhadap sesuatu.

    8. Jarret

    Definisi apresiasi adalah perhatian seseorang terhadap sesuatu yang bisa berupa ketertarikan, kesenangan, dan pemanfaatan terhadap sesuatu tersebut.

    9. Hornby

    Pengertian apresiasi menurut Horby apresiasi mengacu kepada pengertian pengenalan dan pemahaman yang tepat, pertimbangan, penilaian, dan pernyataan yang memberikan penilaian.

    Tujuan Apresiasi

    Apresiasi dilakukan bukan tanpa alasan. Adapun tujuan apresiasi adalah sebagai berikut:

    • Memberi penghargaan positif kepada sastrawan dan seniman.
    • Mengembangkan nilai estetika dari karya seni dan karya sastra.
    • Meningkatkan kemampuan imajinasi dan kreativitas para seniman.
    • Untuk menyempurnakan sebuah karya.
    • Memberi semangat agar seniman terus berkarya.
    • Memperbaiki karya agar menjadi lebih baik.
    • Mendukung/menghargai karya.
    • Menjelaskan kepada publik bahwa karya tersebut layak dikonsumsi/tidak.
    • Memberi masukan kepada seniman dan sastrawan.
  • Cara Melakukan Analisis Instruksional

    Cara Melakukan Analisis Instruksional

    Menurut (Dick and Carey 2005) analisis instruksional adalah sebagai tahapan proses yang merupakan keseluruhan dari pemaparan bagaimana perancang menentukan komponen utama dari tujuan instruksional melalui kegunaan analisis tujuan (goal analysis), dan bagaimana setiap langkah dalam tujuan tersebut dapat dianalisis untuk mengidentifikasi keterampilan subordinate atau keterampilan prasyarat.

    Untuk melakukan analisis intruksional dapat melalui langkah-langkah sebagai berikut:

    1. Menuliskan kompetensi umum yang telah anda tulis dalam TIU untuk mata pelajaran yang sedang anda kembangkan.

    2. Menulis setiap subkompetensi yang menurut anda menjadi bagian dari kompetensi umum tersebut. Jumlah berkisar antara 5-10 buah.

    3. Menyususn subkompetensi tersebut kedalam suatu daftar dalam urutan yang logis dimulai dari kompetensi umum, subkompetensi yang paling dekat hubungannya dengan kompetensi umum, dan diteruskan mundur sampai subkompetsnsi yang paling jauh dengan subkompetensi umum.

    4. Menambah atau mengurangi subkompetensi tersebut jika diperlukan. Tanamkan dalam pikiran anda bahwa harus berusaha melengkapi subkompetensi tersebut.

    5. Menuliskan setiap subkompetensi tersebut dalam suatu lembar yang berukuran 3 x 5 cm.

    6. Menyusun kartu tersebut diatas meja atau lantai dengan menempatkannya dalam struktur hirarkis, procedural atau pengelompokan menurut kedudukan masing-masing terhadap kartu yang lain.

    7. Letakkan secara horizontal untuk kartu yang memiliki struktur procedural atau pengelompokan, dan secara vertical untuk kartu yang memiliki struktur hirarkis.

    8. Jika perlu, tambahkan subkompetensi yang lain yang dianggap perlu atau kurangi yang dianggap lebih.

    9. Menggambar letak setiap subkompetensi tersebut dalam bentuk kotak-kotak pada lembar kertas sesuai dengan letak kartu yang telah disusun.

    10. Meneliti kemungkinan menghubungkan kompetensi umum yang satu dan yang lain atau berbagai subkompetensi yang berada dibawah kompetensi umum yang berbeda.

    11. Memberi nomor urut pada setiap subkompetensi dimulai dari yang terjauh dari kompetensi umum hingga yang terdekat dengan kompetyensi umum.

    12. Mengonsultasikan atau mendiskusikan bagan yang telah disusun dengan teman sejawat untuk mendapat masukan.

  • Pengertian Analisis Instruksional, Fungsi, dan Contohnya

    Pengertian Analisis Instruksional, Fungsi, dan Contohnya

    Pengertian Analisis Instruksional

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.

    Sedangkan instruksional adalah : instruksional/in·struk·si·o·nal/ a tentang atau bersifat pengajaran; mengandung pelajaran (petunjuk, penerangan)

    Menurut (Dick and Carey 2005) analisis instruksional adalah sebagai tahapan proses yang merupakan keseluruhan dari pemaparan bagaimana perancang menentukan komponen utama dari tujuan instruksional melalui kegunaan analisis tujuan (goal analysis), dan bagaimana setiap langkah dalam tujuan tersebut dapat dianalisis untuk mengidentifikasi keterampilan subordinate atau keterampilan prasyarat

    Jadi, dapat disimpullkan bahwa analisis instruksional adalah proses penjabaran dari perilaku umum ke perilaku khusus di mana kegiatan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku-perilaku khusus yang dapat menggambarkan perilaku umum secara lebih terperinci, logis dan sistematis.

    Maksud tersusun secara logis dan sistematis adalah tahapan apa yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu ditinjau dari berbagai alasan seperti karena kedudukannya sebagai perilaku prasyarat, perilaku yang menurut urutan fisik berlangsung lebih dahulu, perilaku yang menurut proses psikologi muncul lebih dahulu atau kronologis terjadi lebih awal.

    Fungsi dan Manfaat Analisis Instruksional

    Adapun fungsi dan manfaat analisis instruksional adalah sebagai berikut:

    1. Membantu bantu para guru/pendidik maupun penyusun desain instruksional untuk mengorganisir tugas-tugas pokok dalam hubungannya dengan subtugas yang harus dipelajari siswa.

    2. Membantu para guru di dalam menganalisis tingkah laku (behavior) berkenaan dengan masing-masing tugas pokok maupun subtugas. Dengan cara demikian, semua pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan setiap tugas pokok dapat diidentifikasikan.

    3. Membantu para penyusun desain instruksional dan para guru/pen­didik untuk memperkirakan waktu yang diperlukan untuk belajar, sehingga siswa dapat melaksanakan suatu tugas dengan baik.

    Proses Analisis Instruksional

    Dick dan Carey (2005) mengatakan bahwa proses analisis instruksional dimulai dari melaksanakan analisis tujuan (goal analysis) yang dimulai setelah memperoleh pernyataan yang jelas dari instruksional.

    Analisis Tujuan (Goal Analysis)

    Hal yang harus diperhatikan adalah: Pengklarifikasian pernyataan tujuan berdasarkan domain (jenis) belajar yang akan muncul. Domain belajar dapat dibagi atas empat, yaitu:

    A. Keterampilan intelektual

    Keterampilan yang mensyaratkan melakukan kegiatan kognitif yang unik. Unik yang dimaksud di sini adalah harus mempu memecahkan masalah atau menampilkan satu perilaku dengan contoh atau informasi yang tidak ditemukan sebelumnya.

    B. Informasi Verbal

    Keterampilan yang mensyaratkan siswa memberikan respons yang spesifik terhadap stimuli yang relatif spesifik. Biasanya tujuan keterampilan ini dapat dikenali dari kata kerja yang digunakan. Kata kerja seperti menyebutkan atau menjelaskan sesuatu.

    C. Sikap

    Sikap adalah pernyataaan kompleks manusia terhadap orang, benda dan kejadian. Dick dan Carey (2005) mendefenisikan sebagai kecenderungan membuat pilihan-pilihan tertentu atau keputusan tertentu terhadap keadaan tertentu.

    Sikap mempengaruhi pilihan sikap seseorang dan merupakan tujuan jangka panjang yang sulit diukur dalam waktu singkat. Tujuan instruksional yang berfokus pada sikap dan dianggap sebagai sesuatu yang memengaruhi.

    Sikap memilih dapat menunjukkan kecenderungan positif atau negatif terhadap objek kejadian atau orang tertentu.

    D. Keterampilan psikomotor

    Karakteristik dari keterampilan psikomotor adalah si belajar harus melaksanakan gerakan otot dengan atau tanpa peralatan untuk mencapai hasil yang spesifik. Keterampilan ini melibatkan mental dan fisik. Perilaku dari tampilan ini berupa kecepatan gerakan tubuh, keakraban kekuatan dan kelenturan.

    Contoh Analisis Instruksional

    Misalnya tujuan pembelajaran adalah “siswa mampu membuat mie instan dengan benar”.

    Jika menggunakan analisis instruksional, tujuan besar itu akan diuraikan jadi langkah-langkah kecil yang runtut.

    Pertama, siswa perlu tahu cara membaca instruksi pada kemasan. Setelah itu, siswa belajar bagaimana merebus air dengan takaran yang tepat.

    Kemudian siswa memasukkan mie ke dalam air mendidih, menunggu sampai matang, lalu meniriskan. Terakhir, siswa mencampurkan bumbu dengan mie hingga siap disajikan.

    Dengan cara ini, tujuan umum yang awalnya terasa luas bisa dipahami lebih jelas. Guru tahu bagian mana yang harus diajarkan dulu, dan siswa lebih mudah mengikuti setiap tahapan tanpa bingung.

  • 6 Contoh Pembukaan Pidato yang Benar dan Menarik

    6 Contoh Pembukaan Pidato yang Benar dan Menarik

    Pembukaan Pidato

    Kalimat pembuka atau pembukaan pidato adalah hal penting yang harus dipersiapkan oleh orator.

    Sebab pembukaan itu nantinya yang akan menjadi kesan pertama sehingga sukses dan tidaknya pidato juga ditentukan dari kalimat pembukanya.

    Maka dari itu, penting adanya agar setiap orang yang hendak berpidato mempersiapkan kalimat pembukanya terlebih dahulu. Setelah itu baru mempersiapkan isi yang harus sesuai dengan tema yang sedang dibahas.

    Nah, supaya lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh pembukaan pidato yang benar dan menarik bagi pendengar.

    Contoh Pembukaan Pidato

    Sebelum masuk ke dalam pembukaan pidato dalam beberapa tema, alangkah baiknya kita mengetahui format umum dalam pembukaan pidato, yaitu:

    Assalamualaikum, wr. wb.

    Pertama-tama, marilah kita ucapkan puja dan puji syukur kepada Allah S.W.T atas limpahan ramhat dan hidayahnya kita semua bisa berkumpul dalam acara ini. Tidak lupa juga, salawat serta salam semoga tercurahkan kepada baginda kita Nabi Besar Muhammad S.A.W

    Yang saya hormati, Bapak, Ibu, dan saudara-saudari sekalian yang telah hadir dalam acara ini….

    Begitulah kira-kira format umum pembukaan pidato yang bisa kita gunakan. Nah, untuk selanjutnya, berikut adalah beberapa contoh pembukaan pidato dari berbagai tema.

    1. Contoh Pembukaan Pidato Tema Kesehatan

    Assalamualaikum, wr. wb.

    Selamat siang Bapak/Ibu yang telah terbukti sehat dengan hadir dalam acara ini. Benar demikian? Ya, kesehatan adalah sebuah hal yang tidak bisa diukur oleh materi. Sebanyak apapun uang yang kita miliki, tidak akan ada gunanya jika tubuh kita sakit-sakitan. Maka dari itu, menjaga kesehatan adalah kewajiban dan tanggungjawab kita semua. Setuju?

    2. Contoh Pembukaan Pidato Tema Pendidikan

    Assalamualaikum, wr. wb.

    Bapak/Ibu sekalian. Kita harus menyadari bahwa pendidikan merupakan sebuah jembatan yang akan menghantarkan kita menuju jalan yang terang benderang. Sebab dengan pendidikan, kita bisa meningkatkan kualitas hidup pribadi, kualitas keluarga, masyarakat, dan generasi penerus bangsa. Maka dari itu, carilah ilmu setinggi mungkin karena pada dasarnya kita hidup ini untuk belajar dan belajar.

    3. Contoh Pembukaan Pidato Tema Lingkungan

    Assalamualaikum, wr. wb.

    Selamat siang Bapak/Ibu sekalian. Pada kali ini kita sedang dalam acara dengan tema yang sangat bermanfaat, yaitu kebersihan lingkungan. Kita bisa lihat di sini, kondisi sekitar yang sangat bersih dan tertata. Benar-benar mengagumkan. Boleh kita beri tepuk tangan untuk warga sekitar?

    4. Contoh Pembukaan Pidato Tema Narkoba

    Assalamualaikum, wr. wb.

    Wahai anak muda, ingatlah bahwa kau adalah penerus bangsa. Kau adalah calon pemimpin yang akan membawa generasi selanjutnya untuk hidup lebih baik. Jadi hargai dirimu dengan mengatakan tidak pada narkoba. Apapun bentuk dan alasannya, narkoba adalah barang terlarang yang bisa merusak generasi muda kita.

    5. Contoh Pembukaan Pidato Tema Sejarah

    Assalamualaikum, wr. wb.

    Hadirin sekalian. Saya ingin bertanya. Cara apa yang paling ampuh untuk menghancurkan sebuah bangsa? Apaaa? Yaaa. Jawabannya adalah menjauhkan generasi muda dari sejarah. Oleh karenanya, tonggak sejarah harus tetap dipegang oleh setiap masyarakat, khususnya anak muda.

    6. Contoh Pembukaan Pidato Tema Sosial

    Assalamualaikum, wr. wb.

    Perkenalkan, saya adalah masyarakat biasa, bukan siapa-siapa. Saya hidup di bawah, bersosial dengan cara dan budaya yang saya punya. Sebab status bukanlah penghalang bagi siapa saja untuk tetap bersilaturahmi. Saya meyakini bahwa kita semua adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Betul demikian?

    Nah, itulah beberapa contoh pembukaan pidato yang bisa kita gunakan. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Variasi Bahasa: Pengertian dan Jenisnya

    Variasi Bahasa: Pengertian dan Jenisnya

    Pengertian Variasi Bahasa

    Variasi bahasa adalah varian atau bentuk-bentuk bagian dalam bahasa yang memiliki pola menyerupai bahasa induksinya.

    Variasi bahasa sendiri di sebabkan oleh adanya interaksi sosial masyarakat yang beragam dengan penuturan yang sifatnya tidak homogen.

    Dalam pandangan sosiolinguistik, bahasa tidak saja dipandang sebagai gejala individual, tetapi merupakan gejala sosial.

    Sebagai gejala sosial, bahasa dan pemakaiannya tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor linguistik, tetapi juga oleh faktor-faktor nonlinguistik.

    Pengertian Variasi Bahasa Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian serta definisi variasi bahasa menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Chaer (2010:62)

    Variasi bahasa adalah keragaman bahasa yang disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen.

    2. Allan Bell (dalam Coupland dan Adam, 1997:240)

    Prinsip dasar dari variasi bahasa ini adalah penutur tidak selalu berbicara dalam cara yang sama untuk semua peristiwa atau kejadian.

    Penutur memiliki alternatif atau piilihan berbicara dengan cara yang berbeda dalam situasi yang berbeda.

    Cara berbicara yang berbeda ini dapat menimbulkan maksa sosial yang berbeda pula.

    Penyebab Terjadinya Variasi Bahasa

    Adapun penyebab terjadinya variasi bahasa adalah sebagai berikut.

    1. Interferensi

    Chaer (1994:66) memberikan batasan bahwa interferensi adalah terbawa masuknya unsur bahasa lain ke dalam bahasa yang sedang digunakan, sehingga tampak adanya penyimpangan kaidah dari bahasa yang digunakan itu.

    Bahasa daerah menjadi proporsi utama dalam komunikasi resmi, sehingga rasa cinta terhadap bahasa nasional terkalahkan oleh bahasa daerah.

    2. Integrasi

    Chaer (1994:67), menyatakan bahwa integrasi adalah unsur-unsur dari bahasa lain yang terbawa masuk dan sudah dianggap, diperlukan dan di pakai sebagai bagian dari bahasa yang menerima atau yang memasukinya.

    Proses integrasi ini tentunya memerlukan waktu yang cukup lama, sebab unsur yang berintegrasi itu telah di sesuaikan, baik lafalnya, ejaannya, maupun tata bentuknya. Contoh kata yang berintegrasi seperti montir, sopir, dongkrak.

    3.  Alih Kode dan Campur Kode

    Chaer (1994:67) menyatakan bahwa alih kode adalah beralihnya suatu kode (entah bahasa atau ragam bahasa tertentu) ke dalam kode yang lain (bahasa lain).

    Campur kode adalah dua kode atau lebih di gunakan bersama tanpa alasan, dan biasanya terjadi dalam situasi santai.

    4. Bahasa Modern

    Bahasa modern merupakan salah satu cabang bahasa yang digunakan untuk pergaulan. Istilah ini mulai muncul pada akhir tahun 1980-an.

    Pada saat itu bahasa gaul dikenal sebagai bahasanya para anak jalanan. Sampai saat ini, ada begitu banyak bahasa modern/gaul yang digunakan oleh anak muda.

    Jenis Variasi Bahasa

    Chaer dan Agustina (2010:62) mengungkapkan variasi bahasa itu ada beberapa jenis, diantaranya:

    1. Variasi Bahasa Idiolek

    Variasi bahasa idiolek adalah variasi bahasa yang bersifat perorangan. Menurut konsep idiolek setiap orang mempunyai variasi bahasa atau idioleknya masing-masing.

    Idiolek ini berkenaan dengan “warna” suara, pemilihan diksi, gaya bahasa, susunan kalimat, ekspresi, dan bahkan karena kelainan keadaan rohani dan kemampuan intelektual.

    Yang paling dominan adalah warna suara, kita dapat mengenali suara seseorang yang kita kenal hanya dengan mendengar suara tersebut.

    2. Variasi Bahasa Dialek

    Variasi bahasa dialek adalah variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif, yang berada pada suatu tempat, wilayah, atau area tertentu.

    Umpamanya, bahasa Jawa dialek Banyumas, Pekalongan, Surabaya, Banyuwangi, dan lain sebagainya.

    3. Variasi Bahasa Kronolek atau Dialek Temporal

    Variasi bahasa kronolek atau dialek temporal adalah variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok sosial pada masa tertentu.

    Misalnya, variasi bahasa Indonesia pada masa tahun tiga puluhan, variasi bahasa pada tahun lima puluhan, dan variasi bahasa pada masa kini.

    4. Variasi Bahasa Sosiolek

    Variasi bahasa sosiolek adalah variasi bahasa yang berkenaan dengan status, golongan, dan kelas sosial para penuturnya.

    Variasi bahasa ini menyangkut semua masalah pribadi para penuturnya, seperti usia, pendidikan, seks, pekerjaan, tingkat kebangsawanan, keadaan sosial ekonomi, dan lain sebagainya.

  • Apa Perbedaan Homonim, Homograf, Homofon dan Polisemi?

    Apa Perbedaan Homonim, Homograf, Homofon dan Polisemi?

    Pengertian Homonim

    Homonim berasal dari bahasa Yunani, homos yang berarti sejenis dan onuma yang berarti nama.

    Dalam imu bahasa, istilah tersebut diartikan sebagai kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama, tetapi memiliki makna yang berbeda.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), homonim adalah kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya.

    Karena berasal dari sumber yang berlainan (seperti hak pada hak asasi manusia, dan hak pada hak sepatu).

    Contoh Homonim

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, homonim adalah kata yang bentuk dan pelafalannya sama, tapi memiliki makna yang berbeda sesuai dengan konteks kalimat. Contohnya pada kata ‘bisa’.

    1. Bisa ular itu sungguh mematikan.
    2. Ibu bisa membawa semua barang belanjaan.

    Kedua kalimat di atas menggunakan kata bisa. Pelafalannya sama, tapi ada makna yang berbeda.

    Pada kalimat pertama, kata ‘bisa’ berarti racun. Sedangkan pada kalimat kedua, kata ‘bisa’ berarti mampu.

    Contoh lain adalah kata ‘jarak’.

    1. Jarak antara Surabaya ke Jakarta sangat jauh.
    2. Ayah menanam pohon jarak di kebun rumah.

    Kedua kalimat di atas menggunakan kata ‘jarak’. Pelafalan sama tapi arti berbeda.

    Kata ‘jarak’ pada kalimat pertama berarti jangkauan atau ukuran. Sedangkan kata ‘jarak’ pada kalimat kedua berarti tumbuhan.

    Pengertian Homograf

    Homograf berasal dari kata homo yang artinya sama dan graf yang artinya tulisan.

    Jadi dapat disimpulkan jika homograf adalah kata yang ejaannya sama, tetapi berbeda lafal dan maknanya.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Homograf adalah kata yang sama ejaannya dengan kata lain.

    Tetapi berbeda lafal dan maknanya (seperti teras ‘inti kayu’ dan teras /téras/ ‘bagian rumah’).

    Contoh Homograf

    Adapun contoh homograf adalah sebagai berikut.

    1. Pak Camat mengikuti apel di pagi hari.
    2. Pak Camat sangat suka makan apel.

    Kedua kalimat di atas masing-masing menggunakan kata yang sama ejaannya, yaitu apel.

    Tapi pelafalan dan maknanya berbeda. Pada kalimat pertama, apel berarti upacara/berkumpul.

    Sedangkan pada kalimat kedua, apel artinya buah.

    Pengertian Homofon

    Homofon adalah kata yang diucapkan sama tetapi berbeda dari segi maksud.

    Homofon terdiri atas kata homo berarti sama dan foni (phone) yang berarti bunyi atau suara.

    Homofon mempunyai pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda makna.

    Contoh Homofon

    Contoh homofon adalah sebagai berikut:

    1. Bank itu selalu menipu nasabahnya.
    2. Bang Mahmud tidak pernah pulang ke rumah.

    Kedua kalimat di atas menggunakan kata ‘bank’ dan ‘bang’.

    Keduanya memiliki pelafalan yang sama tapi arti berbeda. Itulah yang disebut dengan homofon.

    Pada kalimat pertama, kata ‘bank’ memiliki arti tempat menyimpan uang.

    Sedangkan pada kalimat kedua, ‘bang’ artinya kakak laki-laki.

    Pengertian Polisemi

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, polisemi adalah bentuk bahasa (kata, frasa, dan sebagainya) yang mempunyai makna lebih dari satu.

    Contoh Polisemi

    Adapun contoh polisemi adalah sebagai berikut:

    1. Saya masih ada hubungan darah dengan Pak Lurah.
    2. Darah Pak Lurah terkucur deras ketika tangannya terkena paku.

    Dari kedua kalimat tersebut masing-masing menggunakan kata darah.

    Pelafalan sama, ejaan sama, tapi memiliki makna yang berbeda.

    Kata darah pada kalimat pertama berarti persaudaraan.

    Sedangkan kata darah pada kalimat kedua berarti cairan merah di dalam tubuh.

  • Cara Membedakan Polisemi dan Homonim Menurut Ahli

    Cara Membedakan Polisemi dan Homonim Menurut Ahli

    Pengertian Polisemi

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, polisemi adalah bentuk bahasa (kata, frasa, dan sebagainya) yang mempunyai makna lebih dari satu.

    Contoh Polisemi

    Adapun contoh polisemi adalah sebagai berikut:

    1. Saya masih ada hubungan darah dengan Pak Lurah.
    2. Darah Pak Lurah terkucur deras ketika tangannya terkena paku.

    Dari kedua kalimat tersebut masing-masing menggunakan kata darah. Pelafalan sama, ejaan sama, tapi memiliki makna yang berbeda.

    Kata darah pada kalimat pertama berarti persaudaraan. Sedangkan kata darah pada kalimat kedua berarti cairan merah di dalam tubuh.

    Pengertian Homonim

    Homonim berasal dari bahasa Yunani, homos yang berarti sejenis dan onuma yang berarti nama.

    Dalam imu bahasa, istilah tersebut diartikan sebagai kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama, tetapi memiliki makna yang berbeda.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), homonim adalah kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan (seperti hak pada hak asasi manusia, dan hak pada hak sepatu).

    Contoh Homonim

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, homonim adalah kata yang bentuk dan pelafalannya sama, tapi memiliki makna yang berbeda sesuai dengan konteks kalimat. Contohnya pada kata ‘bisa’.

    1. Bisa ular itu sungguh mematikan.
    2. Ibu bisa membawa semua barang belanjaan.

    Kedua kalimat di atas menggunakan kata bisa. Pelafalannya sama, tapi ada makna yang berbeda. Pada kalimat pertama, kata ‘bisa’ berarti racun. Sedangkan pada kalimat kedua, kata ‘bisa’ berarti mampu.

    Contoh lain adalah kata ‘jarak’.

    1. Jarak antara Surabaya ke Jakarta sangat jauh.
    2. Ayah menanam pohon jarak di kebun rumah.

    Kedua kalimat di atas menggunakan kata ‘jarak’. Pelafalan sama tapi arti berbeda. Kata ‘jarak’ pada kalimat pertama berarti jangkauan atau ukuran. Sedangkan kata ‘jarak’ pada kalimat kedua berarti tumbuhan.

    Cara Membedakan Polisemi dan Homonim

    Dari kedua pengertian dan contoh di atas, memang benar jika homonim dan polisemi memiliki kemiripan.

    Tapi pada dasarnya homonim memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Adapun cara membedakannya menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Keraf (2006:37)

    Menurut Keraf, ada beberapa cara untuk menetapkan apakah suatu bentuk kata itu merupakan polisemi atau homonim. Berikut diantaranya:

    A. Menetapkan berdasarkan etimologi atau pertalian historisnya

    Contohnya kata kopi juga adalah homonim walaupun kata kopi I berasal dari bahasa belanda koffie yang berarti nama pohon dan biji yang digoreng untuk minuman sedangkan kata kopi II berasal dari bahasa Copy yang berarti salinan (surat dan sebagainya).

    B. Mengetahui prinsip perluasan makna dari suatu makna dasar

    Salah satunya adalah metafora. misalnya referen primer bagi kata-kata: mulut, mata, kepala, kaki. tangan, dan sebagainya adalah bagian-bagian dari tubuh manusia.

    Namun dalam perluasannya berdasarkan dalam prinsip metaforis bagian bagian tubuh tersebut dapat digunakan juga untuk menyebut bagian dari: sungai, jarum, pasukan, gunung, kursi dan sebagainya. hubungan itu lahir dari kesamaan fungsi atau bentuk antara referen-referennya.

    2. Chaer (2003:304)

    Mengatakan bahwa makna-makna yang ada dalam polisemi meskipun berbeda tetapi dapat dilacak secara etimologi dan semantik, makna-makna itu masih mempunyai hubungan. Contohnya: kata pacar ”inai” dan kata pacar ”kekasih”.