Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengingatkan pemerintah serta seluruh satuan pendidikan agar memperkuat pendidikan karakter sebagai upaya mencegah maraknya tindak kekerasan di lingkungan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak boleh diabaikan karena berperan penting dalam membentuk kepribadian dan akhlak peserta didik.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai tersebut perlu diluruskan dan diperbaiki agar sejalan dengan tujuan utama pendidikan nasional.
“Pendidikan karakter tidak bisa dikesampingkan. Ini penting untuk membentuk karakter dan akhlak siswa. Itu yang harus kita luruskan dan perbaiki agar sesuai dengan tujuan dan fungsi utama pendidikan,” ujar Lalu Hadrian Irfani di Jakarta, Kamis, (22/12) menanggapi meningkatnya kasus kekerasan di dunia pendidikan sepanjang 2025.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi peringatan serius bagi sistem pendidikan nasional.
Sepanjang tahun 2025, pihaknya mencatat lebih dari 1.000 kasus kekerasan di sekolah dan perguruan tinggi, dengan berbagai bentuk mulai dari kekerasan verbal hingga fisik.
Hadrian juga menyinggung kasus kekerasan antara guru dan siswa di sebuah SMK di Jambi. Dalam peristiwa tersebut, tindakan kekerasan yang dilakukan guru terhadap siswa berujung pada pengeroyokan guru oleh sejumlah siswa.
Politisi dari Daerah Pemilihan NTB II itu turut menyoroti kasus guru yang membawa senjata tajam ke lingkungan sekolah.
Menurutnya, tindakan tersebut sudah melampaui batas dan mencerminkan buruknya relasi edukatif antara guru dan siswa.
“Saya melihat relasi edukasi antara guru dan siswa tidak berjalan sebagaimana mestinya. Guru tidak memahami sepenuhnya tugas dan kewajibannya, begitu juga siswa,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa guru seharusnya menjadi teladan dan panutan bagi peserta didik.
“Guru harus menjadi profil yang diidolakan” tutupnya.
Sumber: Antara









