Suasana hangat penuh keakraban mewarnai pertemuan warga diaspora Banyuwangi dalam agenda “Tandang Bareng” yang digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin (23/3).

Kegiatan halal bihalal Hari Raya Idulfitri 1447 H tersebut menjadi ajang silaturahmi para perantau Banyuwangi dari berbagai daerah, bahkan mancanegara, dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Warga Banyuwangi yang tergabung dalam Ikatan Warga Banyuwangi (Ikawangi) memanfaatkan momentum mudik Lebaran untuk berkumpul, tidak hanya dengan keluarga, tetapi juga mempererat hubungan dengan pemerintah daerah.

Dalam forum tersebut para diaspora berdialog langsung dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, baik secara tatap muka maupun melalui sambungan virtual dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Ipuk menyampaikan apresiasi atas kehadiran para perantau yang tetap memiliki kepedulian terhadap kampung halaman.

Halal Bihalal Diaspora Ikawangi

Ia mengajak momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang berbagi gagasan dan solusi atas berbagai persoalan daerah.

“Selamat datang di Banyuwangi dan selamat merayakan Hari Raya Idulfitri. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk bersilaturahmi sekaligus bertukar pikiran. Kehadiran bapak ibu diharapkan dapat memberikan kontribusi solusi atas berbagai tantangan yang kita hadapi bersama. Tak lupa mohon maaf saat pulang kampung masih ada jalan rusak berlubang karena cuaca hujan dan panjang jalan mencapai 2.500 kilometer,” ujar Ipuk.

Ia menegaskan pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata.

Karena itu, Ipuk berharap diaspora Banyuwangi turut ambil bagian dalam memajukan daerah, termasuk berperan sebagai duta promosi pariwisata.

“Peran teman-teman Ikawangi sangat penting sebagai duta pariwisata. Ceritakan keindahan Banyuwangi kepada dunia agar semakin banyak orang berkunjung,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk juga meluncurkan barcode Diaspora Banyuwangi sebagai basis data global warga Banyuwangi yang merantau maupun bermukim di luar daerah, termasuk yang pernah sekolah atau bekerja di Banyuwangi.

“Selama ini kami belum memiliki data pasti jumlah warga Banyuwangi di perantauan. Melalui jaringan global ini kita bisa saling terhubung dan berkolaborasi,” jelas Ipuk, yang didampingi Bupati Banyuwangi dua periode sebelumnya, Abdullah Azwar Anas.

Para diaspora yang hadir mengaku merasa dihargai dan dihormati oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui sambutan Bupati Ipuk Fiestiandani.

Pertemuan tersebut juga semakin menguatkan rasa memiliki terhadap Banyuwangi sebagai tanah kelahiran sekaligus rumah besar bersama bagi para perantau.

Usai forum dialog, acara dilanjutkan ramah tamah dengan sajian khas Banyuwangi seperti rujak soto, kikil kesrut, sego cawuk, kare ayam serta ragam buah dan kudapan, termasuk kopi dan temulawak.

Acara juga dimeriahkan tarian dan musik khas Banyuwangi hingga lagu Umbul-Umbul Blambangan.

Peserta yang mengikuti kegiatan secara daring juga berasal dari Spanyol, Belanda, Jepang, dan Cina. Salah satunya Isnain, owner Ecoprint Lis Adiwinoto.

“Tahun lalu saya hadir, tapi kini hanya videocall,” tuturnya.

Selain Marhen yang menjabat pejabat Kemenkraf Plt Labuan Bajo, hadir mantan Menteri Arif Yahya serta diaspora yang sedang bertugas di lingkungan eksekutif di Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan Ibu Kota.

Hadir pula Brigjen (AL) Dr. Lukman Hakim Laros kelahiran Tukang Kayu dan kini menjadi dosen Universitas Pertahanan di perbatasan Timor Timur.

Ia didampingi sesama alumni SMAN 1 Glagah H.M Shodiqin yang pernah menjadi Sekretaris MUI dan Ketua PCNU Atambua Belu NTT dan kini mutasi di SMKN Pelayaran Kalipuro.

Di antara banyaknya peserta yang hadir dalam suasana temu kangen tersebut, panitia juga menghadirkan komunitas disabilitas seperti Pertuni, PPDI, Difawanfi, serta Yayasan Aura Lentera Indonesia (YALI).

Dari YALI, tampak hadir GPK Yeti Chotimah, M.Pd., serta bendahara yayasan yang tunanetra Titis Anganten, S.Psi., S.Pd.LB.

“Kami merasakan kesetaraan di Bumi Blambangan yang laksana Indonesia Mini yang welas asih, harmoni, gotong royong. Yuk jenggirat tangi tandang bareng seduluran selawase!” tutup Titis Anganten.

(H.MShodiqin/Bung Aguk)

Penulis: H.M Shodiqin

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.