SASTRAWACANA.id – Warga di beberapa wilayah Indonesia pagi ini, Rabu, 4 Februari 2026, dikejutkan dengan penampakan fenomena optik langka berupa lingkaran pelangi yang mengelilingi matahari secara sempurna.

Foto dan video penampakan “Halo Matahari” ini langsung membanjiri lini masa media sosial dan memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Banyak yang mengaitkan kemunculan lingkaran cahaya ini dengan pertanda akan datangnya bencana alam atau perubahan cuaca yang drastis.

Lantas, apa sebenarnya yang sedang terjadi di langit kita pagi ini?

Apa Itu Fenomena Halo Matahari?

Secara ilmiah, Halo Matahari bukanlah pertanda mistis atau bencana yang akan segera terjadi.

Fenomena ini adalah peristiwa optik yang terjadi karena adanya pembiasan sinar matahari oleh kristal es yang berbentuk heksagonal pada awan Cirrus yang sangat tinggi (sekitar 5-10 kilometer di atas permukaan bumi).

Kristal es tersebut bertindak layaknya prisma raksasa yang memecah cahaya matahari menjadi spektrum warna pelangi dan memantulkannya kembali dalam bentuk lingkaran sempurna.

Mengapa Terasa Sangat Gerah?

Banyak warga mengeluhkan suhu udara yang terasa sangat menyengat atau “sumuk” bertepatan dengan fenomena ini.

Hal ini terjadi karena awan Cirrus yang tipis namun luas tersebut mampu memerangkap panas bumi (efek rumah kaca lokal), sehingga radiasi panas tidak bisa lepas ke atmosfer luar.

Inilah yang membuat kamu merasa gerah meski langit terlihat cerah berawan.

Apakah Ini Pertanda Cuaca Ekstrem?

Meskipun Halo Matahari adalah fenomena optik biasa, kehadirannya sering kali menjadi indikator meteorologi:

  • Munculnya Awan Hujan: Kehadiran awan Cirrus yang tebal sering kali menjadi pertanda bahwa dalam 12-24 jam ke depan akan turun hujan lebat atau terjadi perubahan cuaca yang signifikan.
  • Kewaspadaan Angin Kencang: Di beberapa kasus, fenomena ini mendahului datangnya awan Cumulonimbus yang membawa angin kencang atau badai petir.

Tips Menghadapi Fenomena Ini:

Jangan Menatap Langsung: Jika kamu ingin melihat atau memotret, jangan menatap matahari secara langsung tanpa pelindung mata karena radiasi ultraviolet tetap kuat dan berbahaya bagi retina.

Siapkan Payung dan Jas Hujan: Karena ini adalah penanda kelembapan tinggi di lapisan atas, ada baiknya kamu bersiap menghadapi hujan mendadak di sore hari nanti.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.