Pengertian Majas Sindiran

Majas sindiran adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan kritik, ejekan, atau rasa tidak setuju dengan cara halus maupun tajam.

Majas ini biasanya dipakai ketika penutur ingin menegur atau menyinggung seseorang, tetapi tidak dilakukan secara langsung. Tujuannya agar pesan yang disampaikan tetap mengenai sasaran tanpa harus menimbulkan konflik terbuka.

Dalam karya sastra, majas sindiran sering digunakan untuk menambah kekuatan ekspresi, memberikan efek humor, atau menyampaikan kritik sosial yang lebih halus.

Bahasa sindiran ini membuat pembaca atau pendengar berpikir dua kali, karena makna yang tersirat sering kali lebih tajam daripada kata-kata yang diucapkan secara langsung.

Jenis majas sindiran ada beberapa, di antaranya ironi (mengungkapkan sesuatu dengan makna yang bertentangan dari kenyataan), sinisme (sindiran yang lebih kasar dan langsung), serta sarkasme (sindiran paling tajam bahkan cenderung menyakitkan).

Ketiga bentuk ini sama-sama bertujuan untuk menegur, namun tingkat kehalusan bahasanya berbeda.

Pengertian Majas Sindiran Menurut Para Ahli

Adapun definisi majas sindiran menurut para ahli adalah sebagai berikut:

1. Fitri (2015: 102)

Gaya bahasa sindiran ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca.

2. Tim Ilmu Bahasa (2016: 77)

Gaya bahasa atau majas sindiran ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca.

3. Ratna (2013: 447)

Majas sindiran ada 6, yaitu antifrasis, inuendo, ironi, permainan, sarkasme, dan sinisme.

4. Waridah (2016: 372)

Gaya bahasa sindiran terdiri atas ironi, sarkasme, sinisme, antifrasis, dan inuendo.

5. Keraf (2010, hlm. 143)

Mengungkapkan bahwa sarkasme ialah suatu acuan yang lebih kasar dari ironi yang mengandung kepahitan dan celaan yang getir.

6. Waluyo (2002, hlm. 86)

Berpendapat bahwa sarkasme adalah penggunaan kata-kata yang keras dan kasar untuk menyindir atau mengkritik.

7. Tarigan (2009: 92)

Ciri utama gaya bahasa sarkasme adalah selalu mengandung kepahitan dan celaan yang getir, menyakiti hati, dan kurang enak didengar.

Contoh Majas Sindiran

Berikut ini adalah beberapa contoh majas sindiran:

  • Kamu datang terlalu cepat, semua tiket perjalanan ke Surabaya sudah habis terjual.
  • Kamu sangat pintar memasak, nasi goreng ini rasanya asin sekali.
  • Bajumu sungguh bagus, sampai-sampai aku tak pernah melihat kamu pakai baju yang lain.
  • Kamu hebat! Karena kelakuanmu, kita semua dihukum oleh guru.
  • Rapormu bagus, sampai-sampai nilainya merah semua.
  • Murid di kelas ini rajin-rajin, tidak ada yang mengerjakan tugas sama sekali.
  • Kasurmu sungguh empuk, punggungku sampai sakit semua.
  • Tubuhmu sangat wangi, orang-orang sekitar sampai tutup hidung.
  • Makanan ini lezat, rasanya bikin nafsu hilang.
  • Tubuhmu sangat kuat, mengangkat benda seringan ini saja tidak bisa.
  • Selera musik Rani sangat bagus, sampai-sampai aku harus tutup telinga.
  • Desamu indah sekali, aku melihat banyak sampah berserakan.
  • Kamu pintar menggambar ya, tembok sekolah penuh coretanmu.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.