Dalam bahasa Indonesia, kita sering menjumpai kebingungan dalam penggunaan kata yang tampaknya mirip, seperti “memengaruhi” dan “mempengaruhi.”

Kedua kata ini terdengar hampir sama dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, media sosial, bahkan dalam tulisan-tulisan resmi.

Namun, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hanya satu dari keduanya yang dianggap benar secara tata bahasa.

Lalu, mana yang benar: memengaruhi atau mempengaruhi?

Penulisan yang Baku: “Memengaruhi”

Menurut KBBI yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, kata yang benar dan baku adalah memengaruhi, bukan mempengaruhi.

Kata ini berasal dari bentuk dasar pengaruh, yang kemudian mengalami proses pembentukan kata melalui imbuhan me- dan -i.

Dalam kaidah morfologi bahasa Indonesia, kata pengaruh mendapat imbuhan me- + -i menjadi memengaruhi.

Contoh penggunaan dalam kalimat:

  • “Kebijakan pemerintah memengaruhi harga bahan pokok.”
  • “Media sosial sangat memengaruhi cara berpikir generasi muda.”

Meski terdengar agak aneh atau canggung di telinga sebagian orang, terutama karena adanya kata “meng” berturut-turut dalam memengaruhi, bentuk ini tetap dianggap benar dan sahih menurut aturan bahasa Indonesia yang berlaku.

Kebanyakan orang cenderung menulis atau mengucapkan mempengaruhi karena terdengar lebih “alami” atau lancar.

Selain itu, dalam praktik sehari-hari, pengucapan memengaruhi sering kali mengalami reduksi atau penyederhanaan bunyi, di mana huruf “e” yang seharusnya dibaca seperti dalam kata “emas” (bukan “enak”) diabaikan, sehingga terdengar seperti “mempengaruhi”.

Fenomena ini dikenal sebagai hiperkorek atau hiperkoreksi, yakni ketika seseorang terlalu membetulkan sesuatu yang sebenarnya sudah benar, karena merasa bentuk yang umum lebih tepat, padahal tidak sesuai kaidah.

Penulisan dan pengucapan mempengaruhi termasuk dalam bentuk yang tidak baku, meskipun banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Untuk menghindari kesalahan, penting bagi kita memahami asal kata dan proses pembentukan katanya.

Seperti disebutkan sebelumnya, kata dasar pengaruh bukanlah kata kerja, melainkan kata benda.

Saat kita ingin mengubahnya menjadi kata kerja aktif, kita perlu menambahkan imbuhan sesuai pola pembentukan verba dalam bahasa Indonesia.

Dalam hal ini:

  • Kata dasar: pengaruh
  • Imbuhan me- + -i → memengaruhi

Bila kita memakai mempengaruhi, maka secara struktur morfologi, itu tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia karena tidak ada proses morfologis yang membenarkan penggunaan “memper” untuk kata dasar pengaruh.

Jadi, dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai KBBI, bentuk yang tepat adalah memengaruhi, bukan mempengaruhi.

Meskipun bentuk tidak baku itu banyak digunakan, terutama dalam bahasa lisan atau informal, tetap penting untuk membiasakan diri menggunakan bentuk yang benar dalam tulisan formal, akademik, atau media profesional.

Sebagai pengguna bahasa, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga keakuratan dan kebenaran bahasa yang kita gunakan.

Memahami dan menggunakan kata secara tepat bukan hanya soal aturan, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap kekayaan bahasa Indonesia.

Jadi, mulai sekarang, yuk biasakan menggunakan kata memengaruhi dengan benar.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.