Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata perajin, terutama dalam konteks industri kreatif, kerajinan tangan, hingga pameran UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).
Namun, tahukah kamu apa sebenarnya arti kata perajin menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)?
Apakah penggunaannya sudah tepat? Dan bagaimana peran perajin dalam perekonomian kreatif kita?
Arti Kata Perajin Menurut KBBI
Menurut KBBI versi daring yang dikelola oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, kata perajin memiliki arti sebagai berikut:
perajin /pe·ra·jin/ n orang yang membuat barang-barang kerajinan; pengrajin
Dengan kata lain, perajin adalah seseorang yang memiliki keahlian dalam membuat barang-barang kerajinan, baik secara manual maupun dengan bantuan alat sederhana, dan biasanya bernilai seni, tradisional, atau memiliki nilai ekonomi kreatif.
Contoh penggunaannya dalam kalimat:
- “Perajin batik di daerah ini mampu menciptakan motif yang unik dan bernilai jual tinggi.”
- “Pameran tersebut diikuti oleh para perajin dari berbagai kota di Indonesia.”
Perajin vs Pengrajin: Mana yang Benar?
Mungkin kamu juga pernah mendengar kata pengrajin, yang juga digunakan dalam konteks serupa. Namun menurut KBBI, bentuk yang baku dan benar adalah perajin, bukan pengrajin.
Secara morfologis, kata perajin dibentuk dari kata dasar rajin, kemudian diberi awalan pe-.
Maka jadilah “perajin” sebagai orang yang memiliki kerajinan atau kegigihan dalam menciptakan sesuatu secara kreatif.
Sementara pengrajin merupakan bentuk tidak baku dan tidak tercantum dalam KBBI, walaupun kerap digunakan dalam bahasa lisan atau media informal.
Lebih dari sekadar pengrajin barang, seorang perajin sering kali berperan sebagai penjaga warisan budaya, inovator desain, dan penggerak ekonomi lokal.
Mereka bisa memproduksi berbagai benda seperti batik, anyaman bambu, ukiran kayu, tas handmade, perhiasan etnik, hingga produk ramah lingkungan dari daur ulang.
Keahlian mereka tidak hanya mencerminkan keterampilan teknis, tetapi juga rasa estetika, kreativitas, dan pemahaman terhadap pasar.
Tak heran jika banyak produk buatan perajin lokal Indonesia mampu bersaing di pasar internasional karena keunikan dan nilai seninya.
Jadi, perajin menurut KBBI adalah orang yang membuat barang-barang kerajinan dan bentuk ini adalah bentuk yang baku dan benar, bukan pengrajin.
Pemahaman yang tepat terhadap arti kata ini bukan hanya soal kebahasaan, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap profesi dan kontribusi para perajin di seluruh Indonesia.
Mereka bukan sekadar “pembuat barang,” tetapi juga seniman, inovator, dan pelestari budaya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita mengenali, menghargai, dan menggunakan istilah perajin secara tepat, baik dalam tulisan maupun percakapan sehari-hari.









