Blog

  • Semarak P5 dan Classmeeting SMP Negeri 2 Rogojampi: Peringati HARJABA ke-253 dengan Pasar Inovasi Kewirausahaan dan Lomba Olahraga

    Semarak P5 dan Classmeeting SMP Negeri 2 Rogojampi: Peringati HARJABA ke-253 dengan Pasar Inovasi Kewirausahaan dan Lomba Olahraga

    Di penghujung semester ganjil tahun ajaran 2024-2025 SMP Negeri 2 Rogojampi mengadakan kegiatan P5 dan Classmeeting yang dilaksanakan mulai tanggal 17-19 Desember 2024 sekaligus memperingati Hari Jadi Banyuwangi (HARJABA) yang ke-253.

    Dalam kegiatan P5 kali ini mengangkat tema Pasar Inovasi Kewirausahaan (PIK). Kegiatan berupa bazar kuliner dan minuman kekinian yang diikuti peserta dari kelas 7, 8 dan 9.

    Bazar kuliner dan minuman dibuka mulai pukul 07.00 Wib sampai selesai.

    Berbeda dengan kegiatan bazar umumnya pengunjung tidak menggunakan uang untuk membeli produk. Namun dengan menggunakan kupon sebagai alat pembayaran.

    Untuk jenis kupon minuman senilai Rp3.000, sedangkan kupon makanan berat senilai Rp7.000.

    Kupon telah disiapkan oleh kelas masing-masing bisa dibeli oleh peserta didik di kelas itu terlebih dulu sebelum kegiatan bazar berlangsung. Dalam waktu kurang lebih 3 jam semua produk ludes terjual.

    “Di momen bazar kali, saya sangat senang dan bersemangat sekali. Karena saya dan teman-teman bisa belajar menjadi seorang wirausaha. Mulai dari cara membuat produk, packing produk sampai mempromosikan dan menjual produk. Ini kesempatan baik buat kami untuk belajar menjadi wirausaha yang sukses” jelas Nayla peserta bazar kelas 7.

    Untuk kegiatan Classmeeting ada lomba Futsal dan bola Voli yang diikuti peserta kelas 7, 8 dan 9.

    Tim yang bertanding sangat antusias sekali meski lapangan diguyur hujan. Di tengah hujan mereka tetap semangat bertanding.

    “Apa yang menjadi harapan dan keinginan saya sudah terwujud. Di momen HARJABA kali ini kami bisa melaksanakan kegiatan P5 sekaligus Classmeting. Kegiatan P5 Bertujuan untuk mencetak jiwa kewirausahaan peserta didik. Anak-anak bisa belajar wirausaha dengan baik sebagai praktik baik budaya positif sekolah. Selain itu Classmeting bertujuan menggali potensi dibidang olah raga dan praktik baik untuk kegiatan ekskul yang ada” jelas Marhenyantoro, S.Pd., SH., MM, selaku Kepala SMP Negeri 2 Rogojampi.

    Beberapa prestasi SMP Negeri 2 Rogojampi di bidang non akademik diantaranya Juara 2 tingkat pelajar se-kabupaten Banyuwangi.

    Lomba Hadrah Juara tingkat 2 se-kabupaten.

    Bahkan untuk lomba karate, tari, musik tradisional dan fashion pernah menjadi juara tingkat Nasional.

    Ketua panitia pada kegiatan P5 kali ini digawangi Rendi Black. Sedangkan ketua panitia kegiatan Clasmeeting digawangi oleh Hari Pusdika Trisno Putra merupakan Guru Penggerak Angkatan 3.

    Penulis: Andi Budi Setiawan

  • Pelatihan Menulis Puisi MI Darun Najah II, Majidatul Himmah: Menulislah untuk Dikenang dan Menjadi Ilmu yang Bermanfaat

    Pelatihan Menulis Puisi MI Darun Najah II, Majidatul Himmah: Menulislah untuk Dikenang dan Menjadi Ilmu yang Bermanfaat

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap literasi, MI Darun Najah II Banyuwangi menggelar pelatihan Menulis puisi bagi siswi.

    Kegiatan yang melibatkan 99 siswi ini menghadirkan dua orang narasumber, yaitu H. Syafaat, S.H, M.H.I (Ketua Yayasan Lentera Sastra) dan Maulana Affandi, S.S (Pemred Penerbit Lintang & media Sastrawacana)

    Dalam sambutannya, Kepala Madrasah, Majidatul Himmah. S. Ag  mengingatkan jika karya dapat membuat seseorang dikenang dan menjadi amal jariyah jika tulisan itu dimanfaatkan  orang banyak, sehingga ia mengajak kepada setiap siswi untuk berkarya.

    “Tanpa karya, seseorang akan dilupakan. Maka kita harus menulis, agar nama kita dikenang selamanya,” paparnya.

    Pemateri pertama, Syafaat menjelaskan pengetahuan dasar tentang puisi dan memberi motivasi agar para siswi dapat berkarya.

    Kemudian, Syafaat juga menegaskan bahwa tidak ada tulisan yang jelek, sehingga ia menyeru kepada siswi agar tidak malu dengan tulisannya.

    “Tidak ada tulisan yang jelek, semua karya itu bagus. Jadi jangan malu, ya!” tegasnya.

    Tak hanya itu, Syafaat juga berbagi buku ‘Hebat Bersama Ummat’ pada siswa yang bisa menjawab pertanyaan, yaitu Hawa Ummu Salamah yang punya prestasi Hafidz, serta Adelia yang punya prestasi baca puisi di event Porseni, event Komunitas Gotongroyong45 dan finalis lomba se Jawa Bali di Bustanul Makmur 2023.

    Pemateri selanjutnya, Maulana Affandi yang merupakan alumni Fakultas Sastra UNEJ menggiring siswi interaktif untuk ungkapkan perasaan dan tuangkan dalam puisi.

    “Itu kenapa puisi disebut ungkapan hati atau curhat dalam bentuk tulisan yang indah, tapi cukup beberapa bait saja, nggak sampai jadi pentigraf atau cerpen bahkan novel,” paparnya.

    Affandi mengajarkan beberapa trik menulis puisi bagi siswi madrasah, salah satunya adalah menulis daftar kata yang berkaitan dengan tema atau topik yang diangkat.

    Dengan beberapa trik yang diberikan, siswi menjadi lebih mudah dalam menulis puisi.

    Setelah dialog interaktif, Maulana Affandi mengajak para siswi untuk praktik menulis puisi dengan menekankan agar menulis dengan hasil pemikiran sendiri, bukan mencontek atau duplikasi.

    Di sesi akhir, Bung Aguk yang turut hadir juga memberi arahan kepada para siswi, sekaligus membantu mereka dalam mengoreksi puisi yang ditulis.

    Kegiatan yang dipandu Miss Aida dan Yusqi  serta dinotulensi Ust Bagas itu, akhirnya menghasilkan karya puisi spontan dengan waktu relatif cepat.

    “Harapannya saat perpisahan akhir tahun ajaran akan terbit buku kedua ‘Petualangan  Penaku’ karya guru dan siswi tentang cerita dan puisi!” tutur Miss Aida yang diamanati pengembangan literasi dan kesiswaan ini.

    Sebagai iformasi tambahan, madrasah dengan program unggulan hafidzah ini, memiliki ekstra puisi, pantomin, pidato, nasyid, renang, MTQ kaligrafi .

    Di akhir pelatihan, siswi yang ikut lomba menulis surat ke Bupati dikumpulkan via Kepala Madrasah untuk selanjutnya dikirim ke Radar Banyuwangi sebelum deadline jelang Asyar.

    Penulis: Maulana Affandi/Aguk

  • USAID Gelar Lokalatih Literasi Keterbukaan Informasi Publik bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

    USAID Gelar Lokalatih Literasi Keterbukaan Informasi Publik bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

    sastrawacana.id/ – Sebagai bagian dari upaya peningkatan akses informasi publik, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten (Diskominfo) Banyuwangi bersama United States Agency for International Development (USAID) Erat dan Yayasan Aura Lentera Indonesia menggelar kegiatan Lokalatih Literasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) bagi penyandang disabilitas, Selasa (17/12/2024).

    Kegiatan yang digelar di Hotel Santika Banyuwangi ini juga menghadirkan berbagai komunitas difabel dan OPD.

    Usai menyanyikan lagu kebamgsaan Indonesia Raya, dilanjut dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz M. Amir, seorang penyandang tuna daksa yang hadir menggunakan kursi roda.

    Koordinator Provinsi USAID Erat Jawa Timur, Muhammad Ikhsan melalui Zoom Meeting menyampaikan apresiasi kepada segenap panitia serta Pemerintah Banyuwangi atas dukungan sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan lancar.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada Kepala Diskominfo karena telah memfasilitasi dan mendukung kegiatan yang sangat berguna bagi teman-teman disabilitas,” ucapnya.

    Muhammad Ikhsan menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik adalah hak dasar yang harus dijamin oleh negara.

    Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka ruang berpikir, bertindak serta ketrampilan bagi penyandang disabilitas untuk menyuarakan kebutuhan mereka.

    “Ini adalah momen yang istimewa karena memberi ruang kepada teman-teman penyandang disabilitas untuk mendapatkan hak setara dalam akses informasi publik. Saya harap ada keberlanjutan ke depan sehingga hasil rembug  dapat menjadi evaluasi prioritas bersama antara pemerintah dan komunitas difabel” imbuhnya.

    Tak sampai di situ, ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Fasilitator Pelayanan Publik USAID Erat distrik Besuki, Sri Rahayu Sugiartiningsih, penggagas acara yang disebutnya bekerja keras siang dan malam untuk memastikan kegiatan ini terwujud.

    Kepala Dinas Kominfo Banyuwangi, Budi Santoso, S.Sos, M.Si membuka sambutannya dengan mengucapkan Selamat Hari Disabilitas Internasional kepada seluruh penyandang disabilitas.

    Ia menegaskan jika pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesetaraan akses informasi bagi penyandang disabilitas.

    “Keterbukaan informasi publik merupakan hak seluruh warga, tanpa kecuali, sehingga semua dapat merasakan manfaatnya dalam berbagai hal,” ujar Budi.

    Budi Santoso juga menuturkan jika Pemkab Banyuwangi terus berbenah dalam menghadirkan fasilitas, termasuk sarana dan prasarana yang ramah disabilitas.

    Sebagai langkah nyata, Budi mengumumkan bahwa berbagai kegiatan besar Pemkab, termasuk perayaan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-253 pada tanggal 18 Desember 2024 akan dilengkapi dengan juru isyarat sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas.

    Tak sampai di situ, nantinya juga akan ada event-event yang melibatkan berbagai komunitas disabilitas, sehingga setiap insan yang ada di Banyuwangi memiliki kesetaraan serta hak yang sama.

    Saat ini, Diskominfo sedang fokus kepada Keterbukaan Informasi Publik (KIP), sehingga setiap informasi yang ada di Banyuwangi dapat diterima oleh segenap masyarakat.

    Materi Literasi KIP dari Para Ahli

    Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber, diawali oleh Astrid, konsultan USAID Erat Jakarta sekaligus pakar keterbukaan informasi publik.

    Dalam materinya yang disampaikan via Zoom Meeting dari Jakarta, Astrid memberikan pemahaman mendalam tentang hak-hak akses informasi bagi penyandang disabilitas.

    Ia menekankan pentingnya memastikan informasi yang disediakan badan publik mudah dipahami oleh semua, termasuk difabel.

    “Keterbukaan informasi bukan hanya sekadar memberikan data, tetapi memastikan informasi tersebut bernilai, dapat diakses, dan dimengerti oleh penerima,” kata Astrid.

    Astrid juga mengapresiasi langkah Banyuwangi sebagai salah satu kabupaten yang melibatkan langsung penyandang disabilitas dalam forum formal seperti ini.

    “Banyuwangi telah melakukan praktik baik yang patut ditiru kabupaten lain,” tambahnya.

    Tak hanya itu, Astrid juga memaparkan bagaimana Undang Undang mengatur akses informasi, termasuk apa saja hak-hak yang dapat diterima oleh masyarakat.

    Dijelaskan pula jika masyarakat dapat mengajukan permohonan untuk mengetahui informasi secara langsung ke Diskominfo, baik via online maupun manual dengan datang langsung ke kantor dinas.

    Dalam FGD yang dipandu Indah Catur Cahyaningtyas, pemateri selanjutnya, yakni M. Arif Fajartono, Hendy serta Nafi Ferdian, ST, MT, selaku pengelola website pemkab dan PPID dari Dinas Kominfo Banyuwangi kemudian memaparkan berbagai kanal informasi publik yang sudah tersedia.

    Dari website PPID, media sosial, hingga kerja sama dengan radio komunitas berijin anggota JRKBB, Pemkab Banyuwangi berusaha menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

    Nafi juga membuka kesempatan kepada peserta untuk memberi masukan agar platform informasi publik menjadi lebih ramah disabilitas.

    “Saat ini kami telah mengembangkan PPID yang ramah disabilitas, nantinya kami mohon masukan dari teman-teman agar website menjadi lebih mudah diakses,” jelas Nafi.

    Nafi berharap agar lokalatih tidak berhenti hanya sampai sini saja, tapi ada dampak dan keberlanjutan bagi segenap peserta yang hadir.

    “Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan ada tindak lanjut konkret yang melibatkan teman-teman difabel,” tuturnya ramah.

    Arif menekankan bahwa masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak penuh untuk mengajukan permintaan informasi sesuai UU KIP Nomor 14 Tahun 2008.

    Materi disampaikan sekaligus praktik mengakses PPID yang diikuti oleh seluruh peserta, dibantu oleh pendamping masing-masing.

    Terutama bagi tuna netra, Nurhadi Windoyo selaku Ketua Aura Lentera langsung mendampingi dan mengajarkan bagaimana mengakses PPID dan apa saja yang tertera di laman tersebut.

    Dari praktik tersebut, banyak masukan serta saran dari para peserta disabilitas untuk Diskominfo agar laman PPID lebih mudah diakses, khususnya bagi tuna netra.

    Di akhir acara, Sri Rahayu selaku penggerak inisiasi kegiatan ini menyampaikan melalui kegiatan ini, diharapkan penyandang disabilitas di Banyuwangi memiliki pemahaman yang lebih baik tentang keterbukaan informasi publik dan bagaimana mengaksesnya.

    Bibit Sri Lestari (HWDI) dan Abdullah (Gergatin) menyambut baik lokalatih yang membuat para peserta jadi melek teknologi di era digital. Diharapkan ada pelatihan serta pendampingan berkelanjutan untuk bisa selancar di media sosial.

    Penulis: Maulana Affandi/Aguk

  • Bedah Buku ‘Hebat Bersama Umat’ di Banyuwangi, Membangun Toleransi Lewat Literasi

    Bedah Buku ‘Hebat Bersama Umat’ di Banyuwangi, Membangun Toleransi Lewat Literasi

    Komunitas Lentera Sastra Banyuwangi mengadakan bedah buku berjudul ‘Hebat Bersama Umat’ di Hall Room Hotel Tanjung Asri, pada Selasa (17/12/2024) yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting serta para pegiat sastra di Banyuwangi.

    Beberapa tokoh yang hadir antara lain Ketua Dewan Kesenian Belambangan (DKB) Hasan Basri, Muttafaqurrohmah dari Untag Banyuwangi, Aekanu Haryono dari Killing Osing, Hakim Said selaku Founder Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo (RKBK) Banyuwangi, sastrawan Fatah Yasin Noer, seniman budayawan Ki Pramoe Sakti, serta para kepala madrasah.

    Bedah buku yang dipandu oleh dosen UIMSYA Dr. Nur Anim Jauhariyah, S.Pd., M.Si., ini bertujuan untuk membangun semangat literasi sekaligus mengapresiasi karya sastra bertema moderasi beragama.

    Dalam diskusi tersebut, terdapat empat narasumber utama yang dihadirkan, yaitu Chaironi Hidayat (Kepala Kemenag Banyuwangi), Drs. Zen Kostolani, M.Si. (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan), Samsudin Adlawi (Direktur Radar Banyuwangi), dan Syafaat, S.H., M.H.I. (Ketua Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi).

    Chaironi Hidayat membuka sesi diskusi dengan menekankan betapa pentingnya literasi sebagai ukuran kemajuan peradaban.

    Menurutnya, budaya literasi yang tinggi menjadi salah satu indikator kualitas peradaban suatu bangsa.

    “Namun, tingginya literasi saja tidak cukup jika peradaban masih menyimpan berbagai kekurangan. Sastra mampu melampaui batas bahasa teknis dan menyentuh sisi emosional manusia,” ujarnya sambil mengapresiasi buku ‘Hebat Bersama Umat’ sebagai karya penuh makna yang menyuarakan moderasi beragama.

    Drs. Zen Kostolani dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa menulis puisi memerlukan kepekaan dan latihan yang terus-menerus.

    Menulis puisi terlihat sulit, tetapi jika dilakukan dengan tekad kuat, siapa pun bisa melakukannya,” tuturnya.

    Zen juga menjelaskan peran Dinas Perpustakaan dalam mendukung penulis lokal, salah satunya dengan mengurus ISBN untuk memfasilitasi promosi karya-karya mereka ke tingkat nasional.

    Samsudin Adlawi dalam sesi berikutnya membahas tentang teknik serta esensi puisi yang terdapat dalam buku ini.

    Ia menegaskan bahwa keindahan puisi terletak pada kemampuannya untuk menyentuh hati pembaca, bukan hanya pada keindahan diksi semata.

    “Puisi tidak perlu dipaksakan indah. Jika berhasil menyentuh hati, puisi akan indah dengan sendirinya,” terangnya.

    Syafaat, Ketua Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi, menjelaskan bahwa buku ‘Hebat Bersama Umat’ disusun melalui proses yang melibatkan 79 penulis selama satu tahun.

    Tema moderasi beragama yang diangkat dalam buku ini ternyata cukup menantang untuk dituangkan dalam bentuk puisi.

    “Namun, ini menjadi kontribusi nyata kami dalam menyebarkan pesan perdamaian melalui karya sastra,” terang Syafaat.

    Acara ini mendapatkan apresiasi tinggi dari peserta, salah satunya dari Abdul Aziz, Kepala KUA Kecamatan Banyuwangi.

    “Buku ini membuka wawasan tentang pentingnya menyampaikan pesan melalui karya sastra,” katanya.

    Hal senada juga disampaikan oleh Junaidi, guru di MTsN 11 Banyuwangi yang berharap kegiatan serupa bisa digelar secara rutin di masa depan untuk memajukan budaya literasi.

    Melalui acara ini, diharapkan semangat literasi di Banyuwangi akan terus berkembang, dan karya-karya sastra lokal dapat menjadi sarana yang efektif untuk membangun toleransi serta menciptakan keharmonisan di masyarakat. (Syaf)

  • SMK PGRI Rogojampi Rayakan HARJABA ke-253 dengan Lomba Celatu Using, Nguri-nguri Budaya dan Semangat Kebersamaan

    SMK PGRI Rogojampi Rayakan HARJABA ke-253 dengan Lomba Celatu Using, Nguri-nguri Budaya dan Semangat Kebersamaan

    Dalam rangka memperingati Hari Jadi Banyuwangi (HARJABA) yang ke-253, SMK PGRI Rogojampi mengadakan Classmeeting Lomba Celatu Using & Dongeng Using dan beberapa lomba ketangkasan.

    Classmeeting dilaksanakan mulai tanggal 16 – 18 Desember 2024 di kampus SMK PGRI Rogojampi Pusat Keunggulan yang diikuti oleh peserta didik kelas X-XI.

    Di hari sebelumnya, Sabtu tanggal 14 Desember 2024 ada kegiatan P5 untuk kelas XI, yaitu lomba paduan suara dengan lagu wajib Umbul-Umbul Blambangan dan lagu pilihan lagu Banyuwangi.

    Para peserta kompak serta mengenakan pakaian adat Banyuwangi melantunkan lagu Umbul-Umbul Blambangan dengan merdunya sebagai simbol semangat lare-lare Banyuwangi.

    Classmeeting dimulai hari Senin tanggal 16 Desember 2024 diawali dengan upacara pembukaan dilanjutkan lomba Celatu Using dari peserta kelas X-XI di Aula SMK PGRI Rogojampi.

    Pada lomba celatu perdana ini, sangat luar biasa antusias dari peserta yang mewakili kelas masing-masing dengan menggunakan pakaian adat khas Banyuwangi.

    Lomba Celatu Using dan dongeng Bahasa Using mengambil tema ‘Membangun Kebersamaan Diri Lestarikan Budaya Banyuwangi.’

    Seluruh peserta lomba celatu fasih dalam menggunakan dialog Using. Hal ini terlihat dari dialog yang dipakai selama lomba berlangsung.

    Dimana logat Using dari masing-masing daerah memiliki ciri khas yang berbeda. Sesekali peserta melontarkan wangsalan dan basanan (pantun Bahasa Using).

    Hadir dalam acara lomba celatu sebagai juri, yaitu Andi Budi Setiawan selaku Ketua Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPI WANGI) dan Eko Wahyudi (Cak Ndut Arweter) dari Komunitas Osing Pelestari Adat dan Tradisi (KOPAT).

    Pada tanggal 17 Desember 2024 kegiatan lomba dongeng Bahasa Osing yang diselingi dengan lomba-lomba ketangkasan siswa.

    Tepat di akhir kegiatan tanggal 18 Desember 2024 nanti, akan diadakan acara pentas seni dan pengumuman juara classmeeting.

    “Momen classmeeting kali ini kita manfaatkan untuk nguri-nguri bahasa osing lewat lomba celatu dan dongeng bahasa osing. Ini sebagai bentuk komitmen SMK PGRI Rogojampi dalam melestarikan budaya bahasa osing. Kalau tidak kita siapa lagi. Kalo tidak sekarang kapan lagi” jelas Qomaruzzaman (Gus Qomar) selaku ketua panitia.

  • Buku Memoar Sang Veteran Karya IGB Sudharma

    Buku Memoar Sang Veteran Karya IGB Sudharma

    Puji syukur kita panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya buku “Memoar Sang Veteran” karya IGB Sudharma.

    Buku ini hadir sebagai sebuah cerminan perjalanan hidup, perjuangan, dan dedikasi seorang veteran yang telah berkontribusi besar bagi bangsa dan negara.

    Dalam setiap lembar memoarnya, penulis tidak hanya membagikan kisah perjalanan hidup yang penuh liku, tetapi juga menyelipkan pesan-pesan moral yang dapat dipetik untuk generasi muda.

    Melalui pengalaman nyata yang dikisahkan dengan penuh kejujuran, pembaca diajak menyelami arti perjuangan, pengorbanan, serta semangat juang yang tidak pernah pudar meski zaman telah berubah.

    Buku ini menjadi lebih dari sekadar sebuah kumpulan cerita, tapi jadi jendela ke masa lalu yang sarat nilai sejarah, kebijaksanaan, dan inspirasi.

    Harapan kami, “Memoar Sang Veteran” dapat menjadi pengingat akan pentingnya mengenang dan menghargai jasa para pahlawan, sembari membangun semangat untuk terus melanjutkan perjuangan dalam bentuk yang sesuai dengan tantangan zaman.

    Terima kasih kepada IGB Sudharma yang telah dengan tulus membagikan perjalanan hidupnya serta kepada semua pihak yang telah mendukung terbitnya buku ini.

    Semoga karya ini dapat memberikan manfaat, menjadi inspirasi, serta menyalakan kembali semangat nasionalisme di hati para pembaca.

    Maulana Affandi

    Pemimpin Redaksi Penerbit Lintang Banyuwangi

  • MI Darun Najah II Banyuwangi, Madrasah dengan Segudang Prestasi di Bidang Literasi

    MI Darun Najah II Banyuwangi, Madrasah dengan Segudang Prestasi di Bidang Literasi

    MI Darun Najah II Banyuwangi merupakan salah satu madrasah dengan pencapaian terbaik dalam bidang literasi di Kabupaten Banyuwangi.

    Dengan berbagai prestasi yang diraih oleh para siswi, madrasah ini semakin memantapkan posisinya sebagai percontohan pendidikan literasi di sekolah.

    Sejumlah penghargaan berhasil diraih oleh para siswi MI Darun Najah 2, seperti juara lomba puisi, bercerita, dan pidato di tingkat kabupaten.

    Hal ini mencerminkan komitmen MI Darun Najah II Banyuwangi dalam membentuk generasi yang unggul di bidang literasi.

    Maulana Affandi, pemimpin redaksi Penerbit Lintang Banyuwangi, berkunjung ke MI Darun Najah II pada Sabtu (14/12/2024).

    Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan Kepala Madrasah, Majidatul Himmah, S.Ag., untuk membahas berbagai program literasi yang telah diterapkan di madrasah ini.

    Affandi juga memberikan kenang-kenangan berupa buku terbitan Penerbit Lintang Banyuwangi sebagai dukungan atas semangat literasi yang digalakkan di sana.

    Keberhasilan MI Darun Najah 2 Banyuwangi di bidang literasi tidak terlepas dari berbagai program unggulan yang diterapkannya.

    Salah satu program unggulannya adalah Gerbang (Gemar Berbahasa Asing), inisiatif dari Kementerian Agama Banyuwangi.

    “Setiap hari Rabu, anak-anak berbahasa Inggris, mulai dari masuk gerbang hingga di kelas, untuk membiasakan mereka menggunakan bahasa Inggris,” ujar Kepala Madrasah.

    Selain itu, setiap siswi diwajibkan mengikuti ekstrakurikuler tahfiz Quran. Kepala Madrasah menyebut bahwa keberhasilan para siswi juga dipengaruhi oleh barokah dari membaca Al-Quran setiap hari.

    “Mungkin salah satu rahasia keberhasilan siswi adalah barokah dari Al-Quran. Dengan membaca dan menghafalnya, para siswi menjadi lebih disiplin dan cerdas,” tuturnya.

    Keberhasilan literasi di MI Darun Najah II juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, salah satunya Yayasan Lentera Sastra yang digawangi oleh Syafaat.

    Sebagai penggerak literasi di Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Syafaat sering memberikan pelatihan kepada para siswi.

    Ia menekankan pentingnya literasi dalam membentuk generasi madrasah yang cerdas dan berwawasan luas.

    “Sudah dua buku yang diterbitkan oleh para siswi MI Darun Najah II. Dalam pelatihan, kami memberikan panduan sehari penuh, lalu anak-anak langsung menulis cerita berdasarkan pengalaman mereka,” ungkap Syafaat.

    Buku berjudul Petualangan Penaku adalah salah satu hasil kolaborasi antara MI Darun Najah 2 dan Yayasan Lentera Sastra.

    Buku ini memuat cerita-cerita dari para siswi yang mengangkat kehidupan mereka sehari-hari.

    Sementara itu, Aida Aristia Dewi, S.Pd., salah satu guru di MI Darun Najah II, juga turut berperan aktif dalam menggerakkan semangat literasi.

    Sebagai pegiat sastra dan pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris, ia kerap menggunakan puisi sebagai medium untuk meningkatkan minat siswi dalam membaca dan menulis.

    “Kami anggap puisi sebagai kegiatan literasi yang menyenangkan. Harapannya, ketika siswi mulai menyukai puisi, mereka akan gemar membaca,” jelas Aida.

    Selain mengajarkan puisi, Aida juga mendorong siswi untuk menulis karya-karya kreatif yang nantinya dapat diterbitkan sebagai buku.

    Komitmennya dalam bidang literasi menjadikannya salah satu figur penting di MI Darun Najah 2 Banyuwangi.

    Hal senada juga disampaikan oleh Bung Aguk, seorang budayawan dan pengajar puisi di MI Darun Najah II yang turut berkontribusi dalam memajukan literasi di madrasah.

    Ia menuturkan bahwa anak-anak yang mendalami ilmu agama cenderung lebih cerdas dan mampu memahami pelajaran dengan lebih baik.

    “Mereka yang mempelajari ilmu agama memiliki daya tangkap yang lebih tajam dalam memahami pelajaran,” terangnya, sembari mengenalkan salah satu murid berprestasi bernama Nayla.

    Hal ini menunjukkan sinergi antara pendidikan agama dan literasi dalam membentuk karakter para siswi MI Darun Najah 2.

    Dengan berbagai program unggulan, dukungan guru, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, MI Darun Najah II Banyuwangi terus menjadi inspirasi dalam dunia pendidikan.

    Madrasah ini tidak hanya mencetak generasi berprestasi di bidang literasi, tetapi juga generasi yang unggul dalam nilai-nilai agama.

  • Rumah Ilalang Karya Andi Budi Setiawan

    Rumah Ilalang Karya Andi Budi Setiawan

    “Rumah Ilalang” merupakan metafora yang melambangkan tempat berkumpulnya ilalang-ilalang, meskipun terlihat sederhana, namun memiliki keindahan dan keistimewaan tersendiri.

    Ilalang, rimbun serta bunganya yang halus, menjadi pengingat bahwa keindahan sering kali muncul dari hal-hal yang sederhana, namun memiliki makna yang mendalam.

    Begitu pula puisi-puisi dalam buku ini, yang bila dirangkai bersama-sama, menciptakan harmoni keindahan yang menyentuh rasa.

    Rimbun Kata Teduhkan Rasa, sebuah frasa yang menjadi jiwa buku ini, lahir dari harapan bahwa setiap puisi yang tertuang mampu memberikan keteduhan dan kenyamanan bagi siapa saja yang membacanya.

    Puisi-puisi ini adalah refleksi dari berbagai rasa: bahagia, duka, rindu, dan syukur. Puisi-puisi ini ditulis dengan harapan dapat menyapa hati pembaca, menggugah kenangan, dan menghadirkan kedamaian.

    Buku ini penulis persembahkan teruntuk almarhum ayahanda tercinta, sosok yang menjadi teladan dalam mencintai dunia literasi.

    Lewat kecintaannya dalam membaca dan menulis, menanamkan benih-benih semangat dan konsistensi sehingga karya ketiga dengan judul “Rumah Ilalang – Rimbun Kata Teduhkan Rasa” ini bisa terbit.

    Dalam perjalanan menulis buku ini, penulis menyadari bahwa puisi adalah cara terbaik untuk merekam jejak perasaan.

    Seperti halnya ilalang yang tumbuh liar di tanah yang luas, puisi-puisi ini lahir dari berbagai sudut pandang serta pengalaman.

    Mereka adalah teman di saat sunyi, penghibur di kala sedih, dan penanda syukur di saat bahagia.

    Semoga buku ini menjadi rimbunan kata yang mampu meneduhkan rasa, seperti rindang ilalang di bawah sinar senja.

    Selamat membaca, dan semoga Anda menemukan keteduhan dan inspirasi dalam setiap bait yang tertuang.

    Salam hangat,

    Andi Budi Setiawan

  • Meilysa Ajeng Kartika Putri, Perjalanan Inspiratif Seorang Dosen dan Aktivis Literasi

    Meilysa Ajeng Kartika Putri, Perjalanan Inspiratif Seorang Dosen dan Aktivis Literasi

    Meilysa Ajeng Kartika Putri, gadis kelahiran Banyuwangi tahun 1999, memiliki segudang prestasi yang membanggakan.

    Kecintaannya pada dunia pendidikan, khususnya literasi, tak diragukan lagi.

    Dengan latar belakang pendidikan Magister Pendidikan Matematika, Meilysa kini berprofesi sebagai pengajar sekaligus dosen, serta aktif menulis jurnal tentang pendidikan.

    Dikenal dengan sapaan akrab “Meme,” ia juga berperan sebagai instruktur di Guru Inspiratif Indonesia.

    Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam bidang pembelajaran, penelitian, dan penulisan karya tulis ilmiah secara daring, dengan cakupan wilayah seluruh Indonesia.

    Selain itu, Meilysa juga menjabat sebagai CEO sekaligus instruktur PTK di Mentor Guru.

    Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional guru secara daring, yang dapat diikuti oleh para pendidik dan dosen di seluruh Indonesia.

    Di tengah kesibukannya, Meilysa masih meluangkan waktu untuk menyalurkan hobi menulis, membaca, dan menyanyi.

    Ia kerap menulis puisi, esai, jurnal pendidikan, juga sesekali menjadi MC di berbagai acara formal maupun nonformal, serta tampil sebagai penyanyi solo.

    Sebagai aktivis literasi, Meilysa saat ini menjabat sebagai Koordinator Bidang Nonfiksi di Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI).

    Komunitas ini bergerak di bidang literasi dengan program pelatihan, pendampingan, hingga penerbitan karya, serta rutin menyelenggarakan berbagai acara literasi di Banyuwangi.

    Beberapa acara literasi yang pernah diikuti Meilysa:

    1. Event literasi KOPIWANGI
    2. Event Menulis Esai Guru Inspiratif Indonesia
    3. Event Menulis PTK bersama Guru Inspiratif Indonesia, Guru Cendekia, dan Mentor Guru

    Prestasi yang telah diraih:

    1. Juara 3 Event Menulis Puisi Tema Kemerdekaan KOPIWANGI 2024
    2. Penghargaan Indeks Prestasi Kumulatif Tertinggi Program Magister 2023

    Karya yang telah diterbitkan:

    1. Developing Student Worksheet for Grade Seven on Social Arithmetics and Its Use in Flipped Classroom Blended Learning (Jurnal Sinta 3, 2021)
    2. Antologi Puisi: Bangkit Pendidikan Sejahtera Indonesia (2022)
    3. Bagaimana Siswa Dapat Berkomunikasi Dalam Memecahkan Masalah Matematika? (Jurnal Sinta 2, 2022)
    4. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Lesson Study for Learning Community Bernilai Budaya Using untuk Meningkatkan Numerasi (Jurnal Sinta 2, 2022)
    5. Bagaimana Perangkat Pembelajaran Berbasis LSLC Bernilai Budaya Berpengaruh terhadap Kemampuan Numerasi? (Jurnal Ber-ISSN, 2023)
    6. Buku antologi puisi Lentera di Pengujung Asa – Pendidikan yang Memerdekakan (2024)

    Menurut Meilysa, literasi adalah kunci menuju kesuksesan.

    “Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, berkomunikasi efektif, hingga mengambil keputusan dengan bijak,” jelasnya.

    Ia juga memberikan pesan motivasi kepada generasi muda:

    “Jangan pernah berhenti belajar dan bereksplorasi. Dunia literasi sangat luas, selalu ada buku baru dan topik menarik untuk dijelajahi. Jadilah pembaca yang haus pengetahuan dan agen perubahan melalui literasi. Manfaatkan apa yang kalian pelajari untuk menginspirasi orang lain dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik.”

    Dedikasi dan kontribusi Meilysa dalam dunia pendidikan dan literasi menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya generasi muda.

    Penulis: Andi Budi Setiawan

  • Memaknai Hari Disabilitas Nasional, BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi untuk Komunitas Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

    Memaknai Hari Disabilitas Nasional, BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi untuk Komunitas Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

    Memaknai Hari Disabilitas Nasional, BPJS Kesehatan sosialisasi program kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada berbagai komunitas penyandang disabilitas di Ruang Rindu pada Selasa, (10/12/24).

    Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Kabupaten Banyuwangi melalui Kabid Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Bencana Khoirul Hidayat  menyampaikan hendaknya semua warga ikut JKN BPJS Kesehatan.

    Ia menekankan pentingnya mendaftar sebagai peserta sejak dalam kondisi sehat, baik melalui perusahaan maupun secara mandiri, karena pembiayaan pengobatan saat sakit bisa sangat tinggi.

    “Bila tak mampu maka hubungi desa untuk jadi Peserta Bantuan Iuran (PBI) yang dibayari Pemda atau kementerian!” tuturnya, seraya sampaikan inovasi kartu Gandrung dan program istimewa untuk warga yang berkebutuhan khusus.

    Sesi penyampaian materi dilanjutkan oleh Kabid Peningkatan Mutu Kepesertaan BPJS Kesehatan wilayah Banyuwangi dan Situbondo, Hangki Kurniawan.

    Ia membuka ruang untuk para peserta berbagi pengalaman selama menjadi anggota BPJS Kesehatan.

    Beberapa peserta, seperti Kurnia DMI, Nabila JBI, Windoyo dari komunitas Aura Lentera, serta Untung Baidowi, menceritakan pengalaman mereka menggunakan layanan BPJS Kesehatan di klinik, puskesmas, hingga rumah sakit rujukan

    “Prinsipnya gotong royong dan selain di kantor ada balai desa tempat layanan serta aplikasi Pandawa 08118165165. Di tiap rumah sakit juga ada nomer BPJS 1 untuk konsultasi dan keluhan!” tuturnya ramah seraya berbagi souvenir mug dan payung.

    Robin Febrianto, relawan Yayasan Aura Lentera menyampaikan sosialisasi ini penting karena di lapangan banyak penyandang ragam difabel yang mengalami kendala mulai dari desa hingga rumah sakit.

    Harapannya semua pengurus berbagai komunitas bisa teruskan informasi ini ke anggota berikut keluarganya!” jelasnya seraya infokan pihaknya mau adakan HDI dengan lomba menyanyi,  aca puisi dan menulis cerpen bagi difabel tingkat nasional yang dipusatkan di Banyuwangi 20-22 Desember 2024.