Blog

  • KB Muslimat NU Al-Abror Luncurkan Program Inovatif ACBK untuk Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

    KB Muslimat NU Al-Abror Luncurkan Program Inovatif ACBK untuk Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

    KB Muslimat NU Al-Abror dengan bangga memperkenalkan program pendidikan karakter inovatif bertajuk ACBK (Ajarkan, Contohkan, Biasakan, Kolaborasikan).

    Program ini dirancang khusus untuk menanamkan nilai-nilai karakter mulia pada anak usia dini melalui pendekatan praktis, terstruktur, dan kolaboratif yang melibatkan guru, orang tua, serta lingkungan sekitar.

    Program ini diterapkan dalam dua tahap, yakni 27 karakter dalam tiga bulan pertama dan tambahan 27 karakter dalam tiga bulan berikutnya, sehingga totalnya mencapai 54 karakter yang tertanam dalam diri anak.

    Empat Pilar Metode ACBK

    Metode ACBK menjadi terobosan dalam pendidikan karakter dengan empat pilar utama, antara lain:

    1. Ajarkan – Anak-anak diberikan pemahaman tentang nilai-nilai karakter seperti mandiri, disiplin, dan sopan santun melalui cerita, diskusi, dan kegiatan interaktif.

    2. Contohkan – Guru dan orang tua menjadi teladan dengan menunjukkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbicara dengan santun dan berempati terhadap orang lain.

    3. Biasakan – Anak-anak dilatih untuk melakukan kebiasaan baik setiap hari, seperti menyusun sepatu dengan rapi, mencuci tangan sebelum makan, serta berbagi dengan teman.

    4. Kolaborasikan – Orang tua dilibatkan secara aktif melalui workshop parenting dan kelas orang tua, sehingga pembelajaran karakter dapat berlanjut di rumah.

    Dalam praktiknya, ACBK mengintegrasikan nilai-nilai seperti kemandirian, disiplin, sopan santun, empati, dan gotong royong melalui aktivitas berbasis pengalaman.

    Keunggulan Program ACBK

    Anak-anak diajak untuk memahami konsep karakter melalui penjelasan sederhana, menyaksikan contoh nyata seperti guru yang berbicara dengan lembut atau orang tua yang menunjukkan sikap peduli, serta membiasakan diri dengan rutinitas positif.

    Salah satu keunggulan utama metode ini adalah integrasi nilai-nilai karakter dalam rutinitas sehari-hari anak.

    Dengan pendekatan berbasis praktik, anak-anak secara alami terbiasa menerapkan sikap positif seperti menghormati sesama, mencintai lingkungan, serta menunjukkan gotong royong dan empati dalam keseharian mereka.

    Setelah diterapkan, program ACBK telah menunjukkan dampak positif, antara lain:

    • Peningkatan disiplin dan kemandirian anak dalam menjalankan kebiasaan baik sehari-hari.
    • Keterlibatan aktif orang tua dalam membentuk karakter anak melalui program parenting.
    • Terbentuknya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang karakter anak.

    Kepala KB Muslimat NU Al-Abror, Mutiara Sani, S.M., menyatakan bahwa metode ACBK merupakan wujud komitmen sekolah dalam mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

    Diharapkan, metode ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam menanamkan karakter sejak dini.

    “Program ACBK bukan sekadar teori, tetapi pendekatan nyata yang mengubah kebiasaan anak menjadi lebih baik setiap hari. Kami ingin anak-anak tumbuh dengan akhlak mulia dan sikap positif yang alami, bukan dipaksakan,” ujar Kepala KB Muslimat NU Al-Abror.

    Sejak diterapkan, program ini telah menunjukkan dampak signifikan. Anak-anak menunjukkan peningkatan disiplin, kemandirian, dan kemampuan bersosialisasi, sementara orang tua melaporkan keterlibatan mereka yang semakin aktif dalam mendampingi perkembangan karakter anak.

    Keunggulan ACBK terletak pada pendekatan holistik yang menggabungkan pembelajaran di sekolah dan rumah, menjadikan nilai-nilai positif sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari anak.

    KB Muslimat NU Al-Abror berharap program ACBK dapat menjadi model pendidikan karakter yang menginspirasi lembaga lain di Indonesia.

    Dengan mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan, lembaga ini berkomitmen untuk terus berinovasi demi pendidikan yang berkualitas.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ACBK, silakan hubungi langsung melalui:

    Kontak: 085232678357

    Alamat: KB Muslimat NU Al-Abror, Dusunn Krajan RT 03 RW 01, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.

    Media Sosial:

    Instagram: tkmnualiyan_kbmnualabror
    TikTok: tkmnualiyan_kbmnualabror
    Facebook: Tkm NU Aliyan
    Youtube: TK Muslimat NU Aliyan

  • Yatim Mandiri Gelar Buka Puasa Ceria, Hadirkan Kebahagiaan untuk Anak Yatim di Masjid Al Hilal

    Yatim Mandiri Gelar Buka Puasa Ceria, Hadirkan Kebahagiaan untuk Anak Yatim di Masjid Al Hilal

    Kebahagiaan terpancar dari wajah 50 anak yatim dan dhuafa dalam acara Buka Puasa Ceria yang digelar Yatim Mandiri di Masjid Al Hilal Sobo, Kamis (13/3).

    Kegiatan ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari anak-anak binaan, seperti tilawah, pidato dakwah cilik (pildacil), pembacaan puisi, serta pantomim.

    Selain itu, acara juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin salah satu binaan, serta pembagian uang saku, paket kue, dan sembako untuk lebaran yang disalurkan oleh donatur LASNAZ Yatim Mandiri Banyuwangi.

    Ketua Takmir Masjid Al Hilal, Drs. H. Agus Iskandar Zulkarnain, mengungkapkan bahwa acara ini telah rutin digelar selama enam tahun terakhir berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari relawan, guru, pengurus yayasan, hingga para donatur.

    “Maka, anak-anakku, jadilah manusia yang bermanfaat bagi sesama. Teruslah belajar hingga sukses, lalu peduli terhadap yatim piatu juga. Jaga salat, puasa, dan selalu doakan orang tua,” tutur putra Sulung H. Ishak Siswomiharjo yang wakafkan rumahnya di Jl KH Imam Bonjol untuk lembaga Yatim Hebat di banyuwangi.

    Sementara itu, Kepala Cabang Yatim Mandiri Banyuwangi, M. Syukron, menuturkan bahwa acara tersebut mengundang 50 anak yatim dan dhuafa dari beberapa sanggar, seperti Karangrejo, Tukangkayu, Kertosari, dan Telemung.

    “Selain program Buka Puasa Ceria ini, masih banyak kegiatan lain yang akan kami selenggarakan berkat kebaikan para donatur. Di antaranya Belanja Bareng Yatim di Mall Banyuwangi, pembagian Paket Lebaran, serta THR untuk Guru Pejuang Yatim,” ujarnya.

    Setelah azan magrib berkumandang, para peserta berbuka puasa dengan kurma, buah naga, dan air putih, dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah. Acara kemudian diakhiri dengan santap nasi kotak dan kue dari para donatur.

    Turut hadir dalam acara tersebut Camat Banyuwangi, H. Hartono, beserta jajaran Muspika Kota. Ia juga mengajak tim Pusbimdu Puskesmas Sobo untuk menggelar bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan bagi warga yang hadir.

  • Pasar Ramadan Dusun Lateng Desa Gladag Menjadi Daya Tarik Baru Tahun Ini

    Pasar Ramadan Dusun Lateng Desa Gladag Menjadi Daya Tarik Baru Tahun Ini

    Selama bulan Ramadan, warga Dusun Lateng, Desa Gladag, menggelar Pasar Ramadan yang menjadi daya tarik baru di wilayah tersebut.

    Pasar yang diadakan sepanjang jalan alternatif Lateng menuju RTH Gladag ini memberikan suasana berbeda dengan latar belakang pemandangan persawahan yang asri.

    Pasar Ramadan Dusun Lateng ini mulai dibuka pada 1 Ramadan 1446 Hijriah dan akan berlangsung hingga akhir bulan Ramadan.

    Puluhan stand berjejer menghias ruas jalan, ada yang jual jajanan, aneka jenang, ikan atau lauk untuk bekal buka nanti sampai berbagai macam jenis minuman.

    Menurut Isatul, yang akrab disapa Mbok Is dan merupakan salah satu pemilik stand, “Ini adalah pertama kalinya event pasar Ramadan diadakan di Dusun Lateng.

    Selain untuk meningkatkan nilai ekonomi UMKM di sekitar, pasar ini juga memberikan suasana baru di Ramadan tahun ini.”

    Pasar Ramadan ini tidak hanya dinikmati oleh warga Dusun Lateng, namun juga oleh pengunjung dari desa tetangga seperti Kedaleman dan Rogojampi.

    “Senang sekali moment Ramadan kali ini berbeda dari biasanya. Pasar Ramadan Dusun Lateng ramai sekali, mulai dari jajanan, kuliner, hingga minuman, semuanya ada di sini,” ujar Reni, salah satu pengunjung.

    Suasana semakin meriah dengan hadirnya alunan musik tradisional yang mengiringi aktivitas pasar. Pengunjung pun dapat menikmati senja yang indah sambil berbelanja.

    Event ini diselenggarakan oleh remaja Dusun Lateng dan didukung oleh Pemerintah Desa Gladag, khususnya oleh Kepala Dusun.

    Dengan adanya Pasar Ramadan ini, tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat selama bulan suci Ramadan.

  • Air Mata Bahagia Mengiringi Akad Nikah Dian & Zacki yang Dipenuhi Doa dan Cinta

    Air Mata Bahagia Mengiringi Akad Nikah Dian & Zacki yang Dipenuhi Doa dan Cinta

    Sebuah prosesi akad nikah yang sakral dan penuh haru telah dilalui oleh Dian Azizah, S.Ak, wanita kelahiran Atambua-Belu yang merupakan putri pertama dari HM. Shodiqin, S.Pd., MM, dan Hj. Raguan Attubel, S.Pd.I.

    Ia menikah dengan M. Iqbal Hamam Zaidi, S.H., yang akrab disapa Zacki, putra kedua dari (Alm.) Zaiman dan Dra. Halimatus Sya’diyah, M.Pd.I.

    Akad nikah ini berlangsung di Masjid Al Ma’ruf, Jalan Yos Sudarso, Klatak, Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

    Menariknya, khotbah nikah langsung disampaikan oleh wali mempelai, HM. Shodiqin yang beralamat di Jalan Riau 43, depan Pondok Pesantren Kyai Saleh Lateng.

    “Jarang sekali khutbah nikah langsung disampaikan oleh wali mempelai,” ujar Kepala KUA Banyuwangi, H. Abd. Aziz, M.Pd.I., dan Takmir Masjid Kyai Saleh, Ust. Zainudin Rachman, dalam prosesi akad yang berlangsung pada Kamis (27/02/2025).

    Perjalanan Hidup HM. Shodiqin
    HM. Shodiqin adalah pengajar lulusan IKIP PGRI (sekarang Universitas PGRI Banyuwangi/Uniba).

    Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia dikirim untuk mengajar di daerah perbatasan Timor Timur.

    Di sana, ia menikah dengan putri daerah yang lamarannya didampingi oleh pamannya, Budayawan Hasnan Singodimayan, serta kakaknya, Hj. Siti Sulastri.

    Dari pernikahan tersebut, lahirlah tiga anak: Dian Azizah, Rafli, dan si bungsu, Salman Ali yang kini tengah menuntut ilmu agama di Mesir setelah sebelumnya mondok di Bangil.

    Setelah 20 tahun mengajar di Atambua-Belu, HM. Shodiqin kembali ke tanah kelahirannya dan mengabdi di SMKN 1 Kalipuro.

    Dalam perjalanan hidupnya, ia mengalami perceraian dan kemudian menikah lagi dengan sesama alumni SMAN 1 Glagah.

    Ibu sambung Dian yang akrab disapa Bu Wulan, turut hadir dalam akad nikah serta menerima besan dalam acara tasyakuran pernikahan.

    Rangkaian Prosesi Akad Nikah
    Prosesi akad nikah diawali dengan wali yang mengalungkan bunga melati dan memberi minum air zamzam kepada mempelai pria. Sementara itu, mempelai putri berada di lantai dua masjid.

    Suasana khidmat semakin terasa dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, yakni Surat An-Nisa Ayat 1 serta Surat Ar-Rum Ayat 21-22 yang dibacakan oleh santriwati TPQ Al Ma’ruf, Nuria Lailatul Maghfiroh, seorang jawara MTQ FASI BKPRMI.

    Saritilawah dibawakan oleh sepupu mempelai putri, Fatimahtuzzahroh binti Chozin Machfud yang pernah menjuarai lomba baca puisi dan kini berkuliah di UIN Jember.

    Setelah Kepala KUA Banyuwangi memeriksa berkas dengan seksama diselingi beberapa gurauan, khotbah nikah pun dimulai.

    HM. Shodiqin menyampaikan pesan bahwa kebahagiaan dalam rumah tangga tidak harus dimulai dengan kemewahan, tetapi dapat dibangun melalui kebersamaan dan ibadah.

    “Kunci kebahagiaan adalah sholat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, puasa sunnah, serta selalu bersyukur, sabar, ikhlas, dan berbagi rezeki kepada sesama. Selain itu, muliakanlah orang tuamu, maka Allah SWT akan memuliakanmu,” tuturnya.

    Usai khotbah yang penuh makna tersebut, prosesi ijab kabul pun berlangsung. Begitu sah diucapkan, lima orang alim secara bergantian memimpin doa.

    Tangis haru pecah saat prosesi sungkeman berlangsung, menambah suasana penuh kebahagiaan sekaligus keharuan.

    Resepsi dan Doa Restu Keluarga
    Acara resepsi digelar di Cafe Saestwo, Perum Griya Giri Mulya dengan hiburan elekton dari Bagus serta penampilan penyanyi Neno dan Tasya.

    Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan keluarga mempelai pria, Ust. Sholikun Huda dari Jombang yang kemudian dibalas oleh perwakilan keluarga mempelai putri, Ust. Syauqi, pengasuh Pesantren Sirojul Hasan di Rejosari, Glagah.

    “Dungo kanggo manten anyar, mugo penganten lawas tuwek ugo tambah umur, akeh syukure, lan tambah cedek nong Pengeran Siji! Yang musyafir, perjalanannya berkah dan selamat sampai rumah! Sepurane, terimo keluarga soal gupuh, lungguh, lan suguh!” ujar Ust. Syauqi, seraya mengingatkan nilai-nilai syukur dalam pernikahan.

    Acara yang dipandu oleh Bung Aguk Darsono dan Mak Lilik ini dihadiri oleh keluarga dekat, sejawat guru, rekan dari BCA, LSR-Tongkat Sandhi, serta Pergunu.

    Hadir pula teman-teman SMA orang tua mempelai putri, seperti Bu Yulis, aktivis LSMedia Ahmad Masduki Keboendha, grup Corolla Classic, tim gowes Srimulat, serta RKBK Hakim Said yang juga sesama pecinta alam Mapela Uniba. Ketum BKPRMI Ahmad Sururudin beserta istri turut hadir dan memberikan doa restu.

    “Semoga mempelai menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah yang melahirkan generasi Qur’ani gemilang yang sholeh dan sholehah. Aamiin!”

    Para tamu menikmati hidangan istimewa dari Widya Catering Tukangkayu yang dikelola oleh Hj. Saidi, sekretaris Panti Asuhan LKSA Khadijah.

    Perjalanan Baru Dian dan Zacki
    Setelah melangsungkan pernikahan dan berkunjung ke keluarga di seluruh Jawa Timur, Dian dan Zacki akan melanjutkan perjalanan mereka ke Atambua untuk melaksanakan acara ngunduh mantu.

    Keluarga besar dari pihak ibu mempelai putri, yang berasal dari marga Attubel, Attamimi, dan Al-Katiri juga menjadi saksi dalam prosesi ijab kabul ini.

    Acara ngunduh mantu direncanakan akan berlangsung pada bulan Syawal, bersamaan dengan agenda halal bihalal keluarga besar.

    Dengan doa dan restu dari keluarga, sahabat, dan tamu undangan, pernikahan Dian dan Zacki diharapkan menjadi awal perjalanan rumah tangga yang penuh berkah, kebahagiaan, dan ketentraman dalam lindungan Allah SWT.

  • MGMP IPA MTs Selenggarakan Workshop Penyusunan Ebook Multimoda dengan Pendekatan Deep Learning

    MGMP IPA MTs Selenggarakan Workshop Penyusunan Ebook Multimoda dengan Pendekatan Deep Learning

    Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di Madrasah Tsanawiyah (MTs), MGMP IPA MTs yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar workshop pembuatan modul dan buku pengayaan IPA Deep Learning berbasis Ebook Multimoda.

    Sebanyak 56 guru IPA MTs dan MTsN Se-Kabupaten Banyuwangi mengikuti kegiatan workshop tersebut secara luring dan daring yang berlangsung selama 7 hari, mulai dari tanggal 20 – 26 Februari 2025.

    Kegiatan yang digelar secara hybrid dan puncaknya dilaksanakan di MTsN 3 Banyuwangi ini membuahkan karya modul IPA dalam bentuk ebook berbasis deep learning.

    Acara dibuka oleh Kepala MTsN 3 Banyuwangi, Drs. Nur Khozin, M.Pd.I yang juga merupakan ketua KKM MTs Kabupaten Banyuwangi.

    Dalam sambutannya, Nur Khozin mengungkapkan kegembiraannya atas terselenggaranya workshop yang sejalan dengan upaya Kemendikbud dalam memperdalam pembelajaran berbasis kebutuhan murid melalui pendekatan deep learning.

    Ketua MGMP IPA MTs, Rusmi Indriyani, M.Pd menyampaikan apresiasi bahwa kegiatan ini bisa menjadi ajang silaturahmi dan saling berbagi ilmu pengetahuan.

    "Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan sinergi, silaturahmi, dan transfer ilmu pengetahuan akan terus terjaga setelah sekian lama mengalami kekosongan pertemuan yang biasanya rutin diadakan satu semester minimal satu kali," tutur pegiat literasi nasional yang saat ini menjabat Waka Kurikulum di MTsN 6 Glenmore.

    Narasumber workshop, Yeti Chotimah, M.Pd., yang juga pustakawan sastrawacana.id/ serta ambassador Ebook Multimoda Jatim, menyampaikan rasa bangganya karena dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan guru-guru IPA MTs.

    Salah satu karya Ebook multimoda yang telah disusun oleh Yeti Chotimah berjudul "Wastra Nusantara", yang telah dibaca ratusan orang dan telah mendapatkan ESBN.

    Muzayyanah, S.Pd., guru MTs Pesanggaran Banyuwangi sekaligus peserta pelatihan, menyampaikan bahwa pelatihan yang melibatkan guru secara aktif seperti ini sangat membangkitkan semangat dan menghasilkan produk nyata dari pembelajaran.

    Selain itu, narasumber juga memberikan bonus dengan mengenalkan beberapa game edukasi berbasis IT, seperti Wordwall dan Liveworksheet, yang sangat disukai oleh murid.

    "Apalagi narasumber juga mengenalkan kami dengan lab maya. Dimana lab maya tersebut bisa kami manfaatkan seolah langsung praktek. Hal ini memungkinkan sekolah yang belum mempunyai lab IPA atau alatnya terbatas, dapat memanfaatkan lab maya untuk mengajak murid melakukan kegiatan praktikum," Ujar alumni FKIP Biologi Unej.

    Workshop ini menginspirasi Eva Sholehah, S.P. dari MTsN 10 Rogojampi bahwa guru-guru IPA, IT, maupun mata pelajaran lainnya dapat berinovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang menyenangkan serta mendorong semangat belajar siswa dengan memanfaatkan gawai secara efektif.

    "Kami tertarik hadirkan narasumber di madrasah kami untuk murid materinya membuat karya cerita bergambar sedang gurunya yang seru tanpa jenuh yakni ragam game dan ice breaking," tutupnya.

  • Warga Dusun Lateng Gelar Selamatan Penampan Puasa Sambut Ramadan 1446 H

    Warga Dusun Lateng Gelar Selamatan Penampan Puasa Sambut Ramadan 1446 H

    sastrawacana.id/, Banyuwangi – Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, warga Dusun Lateng, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, menggelar tradisi selamatan penampan puasa.

    Acara yang berlangsung pada Jumat sore (28/2) ini menjadi momen tahunan yang diwarisi turun-temurun sebagai bentuk syukur dan doa bersama agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.

    Selamatan ini diadakan di berbagai tempat, seperti mushola, balai dusun, dan jalan-jalan kampung.

    Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama, kemudian diakhiri dengan makan bersama dalam bentuk ancakan—sebuah tradisi khas masyarakat setempat sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

    Salah satu tokoh agama dusun Lateng, ustad Hanan sekaligus syuriah ranting NU dusun Lateng desa Gladag menyampaikan bahwa tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

    "Selamatan penampan puasa ini sudah dilakukan sejak zaman dulu. Selain sebagai ungkapan syukur, ini juga menjadi doa bersama agar ibadah Ramadan berjalan lancar dan penuh berkah,"ujarnya.

    Warga setempat berharap tradisi ini tetap dilestarikan oleh generasi mendatang sebagai bagian dari budaya dan kearifan lokal yang memiliki nilai religius tinggi.

    Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Dusun Lateng siap menyambut Ramadan dengan penuh kebahagiaan dan keikhlasan

  • Perluas Jaringan Bisnis, Koperasi Segoro’45 Gandeng RSI Fatimah dan UIMSYA Blokagung dalam RAT Ke-3

    Perluas Jaringan Bisnis, Koperasi Segoro’45 Gandeng RSI Fatimah dan UIMSYA Blokagung dalam RAT Ke-3

    Koperasi Konsumen Sinergi Gotong-royong Empat Puluh Lima (Segoro’45) menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke-3 pada Selasa (25/2/25) di Sekber Al Hilal Sobo, Banyuwangi.

    Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Dosen Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi, Ketua DPC IWAPI Kabupaten Banyuwangi, Pembina Perkumpulan Komunitas Gotong-royong’45, serta Sinergi LSMedia Banyuwangi.

    Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Jamilatul Komariah, SE, Hj. Rr. Nanin Oktaviantie, S.Sos., M.Si., mengucapkan selamat kepada Koperasi Segoro’45 yang berhasil menyelenggarakan RAT tepat waktu.

    Ia juga mengapresiasi koperasi ini karena telah berkontribusi dalam perputaran ekonomi riil melalui pemberdayaan UMKM serta pemanfaatan teknologi informasi dalam operasionalnya. Selain itu, koperasi ini juga aktif dalam program “Banyuwangi Berbagi”.

    “Saat ada pelatihan, kami akan mengundang agar lebih memahami dunia perkoperasian serta bisa berjejaring dengan koperasi yang sudah mapan dan maju. Dan bisa juga UMKM dapat memanfaatkan Rumah Kreatif Pemkab serta dana dari Bank Porprov, yaitu Bank UMKM dan Bank Jatim,” ujar Bu Mila yang menutup sambutannya dengan pantun.

    Pendamping koperasi, Veni Rismayanti, SP, menambahkan bahwa berdasarkan laporan pertanggungjawaban pengurus dan saran dari pengawas, sebaiknya koperasi rutin mencatat setiap kegiatan dalam buku pegangan serta melakukan konsultasi secara berkala untuk mendukung pengembangan koperasi dan kesejahteraan anggota.

    Ia juga menekankan pentingnya keaktifan anggota serta perlunya kantor koperasi memiliki karyawan guna meningkatkan jumlah anggota dan menambah permodalan penyerta.

    Ketua Koperasi Segoro’45, Dafik Ismail, didampingi Bendahara Wiwit Latifah serta Pengawas Ahmad Masduki, SP., M.Pd., dan Hadi Purwanto, menjelaskan bahwa koperasi ini telah menjalin kemitraan dengan RSI Fatimah untuk layanan laundry.

    Kini, koperasi juga menjajaki sinergi dengan Kampus Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi. Kampus tersebut mengirimkan Wakil Dekan, Dr. Nur Anim Jauhariyah, S.Pd., M.Si., yang membawa amanah dari Rektor Gus Munib Syafaat untuk menjalin kemitraan dalam pengembangan pusat oleh-oleh.

    Dr. Nur Anim Jauhariyah turut mengajak sejawatnya, Pipit Haryono, S.Kep., M.Pd., untuk mendukung proses sertifikasi halal serta kerja sama dengan Fakultas Bisnis dan Stikes.

    Selain itu, anggota UMKK Sinergi juga didapuk sebagai pengurus ranting IWAPI oleh ketuanya, Hj. Retno Herlina Kosgorowati.

    Ia pun memberikan motivasi kepada anggota koperasi untuk memperbesar modal dengan meningkatkan simpanan pokok serta dana penyertaan.

    “Kedepannya setelah jadi Wadah Perisai BPJS Ketenagakerjaan, anggota koperasi saat bayar iuran wajib disadarkan jadi peserta BPU yang hanya bayar Rp16.800 bisa nyaman kerja buat perlindungan sosial sekeluarga,” ungkap aktivis BKPRMI dan Taman Baca Masyarakat Al-Djawahir, yang juga pekerja di Enggal Modified Gambiran.

    Acara yang dipandu oleh Nur Laila, S.Pd., ini diawali dengan pengesahan AD/ART yang disampaikan oleh Ketua Usaha Mikro Kecil Koperasi (UMKK) Sinergi Gotong-royong’45, Faizah.

    Selanjutnya, diterapkan budaya “Beli Bolo Dewe”, di mana anggota koperasi yang membawa produk mereka didukung dengan pembelian oleh peserta lain.

    Beberapa anggota istimewa yang berkebutuhan khusus, seperti Puji Winarsih dan Maya Mahardhika yang juga dikenal sebagai TikToker mendapat dukungan dengan produk mereka diborong oleh peserta.

    Selain itu, hadir pula pelaku usaha dari Poklasar binaan Dinas Perikanan asal Muncar, yakni Istirokhah dan Uswah, yang membawa produk kerupuk ikan dan kerang.

  • Parenting di SMPN 3 Rogojampi, Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Akhlakul Karimah dan Prestasi

    Parenting di SMPN 3 Rogojampi, Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Akhlakul Karimah dan Prestasi

    Menjadi orang tua adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan.

    Untuk mencapai kebahagiaan, diperlukan pemahaman dan strategi yang tepat, serta penyesuaian dengan usia anak dan arahan dalam lingkungan pergaulan.

    Tak lupa pula, keteladanan dalam keluarga menjadi kunci utama dalam membentuk anak yang berakhlakul karimah.

    Hal ini disampaikan oleh mentor parenting, Wahyu Eko Febrianto, M.Pd., dari MGMP PAI yang sehari-hari mengajar di SMPN 2 Kluncing Licin.

    Wahyu yang pernah berbagi ilmu dengan kepala sekolah di Bengkulu serta menjadi narasumber IHT di berbagai sekolah, menekankan bahwa kunci sukses anak terletak pada doa seorang ibu.

    Selama menuntut ilmu di Malang, ia juga mengabdikan diri di ma’had pondok pesantren.

    Dalam sesi parenting yang diperuntukkan bagi orang tua siswa kelas 7 dan 8, Wahyu menyelingi materinya dengan icebreaking dan kuis interaktif.

    Ia juga membahas pola asuh OPDA (Otoriter, Permisif, Demokratis, dan Abai) menyesuaikannya dengan potensi unik yang dimiliki setiap anak.

    Plt. Kepala SMPN 3 Rogojampi, Dra. Hj. Sri Utami, menegaskan bahwa parenting merupakan upaya sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung kebaikan serta prestasi anak.

    Oleh karena itu, kegiatan parenting rutin diadakan dengan narasumber yang berbeda-beda.

    Hasil dari sinergi ini telah membuahkan prestasi siswa SMPN 3 Rogojampi hingga tingkat nasional, berkat ketelatenan guru pembina serta dukungan orang tua dan komite sekolah.

    “Tahun ini kami mengikuti program SOBAT, yaitu Sekolah Orang Tua Hebat yang berkolaborasi dengan Bidang Keluarga Berencana dan Dinas Pendidikan. Saat ini, sudah ada 26 wali murid yang mendaftar dengan didampingi oleh 5 guru pembimbing. Kebetulan, beberapa kegiatan ekstrakurikuler kami seperti PIK-R, PMR, dan Pramuka juga telah berprestasi hingga tingkat provinsi,” ungkap Bu Sri yang memiliki latar belakang sebagai guru matematika.

    Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Muslih, S.Ag., turut mengapresiasi dukungan orang tua yang membantu inovasi Madin hingga memperoleh penghargaan dari Kemenag sebagai sekolah yang mengembangkan budaya religius.

    Ia juga menginformasikan bahwa SMPN 3 Rogojampi akan menyelenggarakan Pondok Ramadan pada 17-22 Maret, dengan buku panduan Sertifikasi Taqwa yang memuat materi “Kebiasaan Indonesia Hebat”.

    “Setiap tahun, kami juga memiliki momen berbagi zakat fitrah. Tahun ini, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 25 Maret. Selain mendapatkan kupon zakat fitrah, penerima manfaat juga berhak memilih busana pantas pakai yang telah disumbangkan oleh warga sekolah dan dipajang di gazebo,” tambahnya.

    Ketua Komite Sekolah, Ir. Isnain, menyambut baik kegiatan parenting ini karena selaras dengan visi dan misi sekolah dalam meningkatkan partisipasi orang tua untuk mendukung anak agar berakhlakul karimah dan berprestasi.

    Ia juga mengingatkan bahwa bekerja keras demi pendidikan anak merupakan bentuk amal jariyah yang pahalanya sama dengan ibadah lainnya.

    “Kami senang bisa belajar lebih sabar dan memahami anak. Materinya bagus dan menyenangkan!” ujar Ketut Arya, wali murid kelas 7E, setelah mendengarkan paparan narasumber.

    Sementara itu, wali murid kelas 8D, Ustadzah Nur Farihah, berharap kegiatan parenting ini bisa menjadi agenda rutin, mengingat pentingnya ilmu pengasuhan dalam menghadapi tantangan mendidik anak di era milenial.

  • Banyuwangi Perkuat Pendidikan Inklusif, Global Village Foundation Rencanakan Bangun Pabrik Kursi Roda Adaptif

    Banyuwangi Perkuat Pendidikan Inklusif, Global Village Foundation Rencanakan Bangun Pabrik Kursi Roda Adaptif

    Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan inklusif.

    Hal ini terlihat dari kegiatan Aktualisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai pusat sumber (Resource Center) yang digelar di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Selasa (25/2/2025).

    Acara ini diikuti oleh para pendidik dari unsur Pendidikan Inklusi maupun Pendidikan Luar Biasa di Banyuwangi, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur cabang Banyuwangi yang diwakili KTU Aries Agung Paewei, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, SPd,. MM., Co Founder Global Village Foundation, Mr. Andi Bracey., Lead Educational Consultan PERKINS USA, Ms, Chen Min Parera.

    Masfufah, S.Pd, selaku Ketua Panitia, menyatakan bahwa SLB tidak hanya berperan sebagai pusat pengetahuan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, tetapi juga sebagai tempat pelatihan keterampilan dan konsultasi.

    “Kami telah melatih 178 guru dengan dukungan PERKINS Internasional dan menerima sumbangan 1.500 kursi roda adaptif dari Global Village Foundation,” ujarnya.

    Kami berharap Banyuwangi dapat menjadi rule model bukan hanya untuk Jawa Timur, tetapi juga untuk Indonesia.

    Kami juga berharap adanya kolaborasi tanpa batas dengan semua pihak dapat mendukung layanan terbaik untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Banyuwangi, dan di seluruh Indonesia sehingga transformasi Pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.

    Mr. Andi Bracey, Co-Founder Global Village Foundation, mengungkapkan rencana organisasinya untuk membangun pabrik kursi roda adaptif di Banyuwangi.

    “Sejak 1990, kami fokus pada anak-anak berkebutuhan khusus dan telah mendistribusikan lebih dari 13.000 kursi roda adaptif di Indonesia. Dengan adanya pabrik ini, kami ingin memastikan kebutuhan kursi roda adaptif bisa diproduksi secara lokal,” jelasnya.

    Global Village Foundation saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Australia Barat untuk merealisasikan rencana tersebut.

    “Jawa Timur adalah Sister City Provinsi Australia Barat, dan lokasi Banyuwangi yang dekat dengan kantor cabang kami di Bali menjadi pertimbangan utama,” tambah Bracey.

    Abdullah Azwar Anas, MSI yang hadir secara virtual menekankan pentingnya kolaborasi antar berbagai bidang untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif.

    “Pendidikan inklusif adalah kunci untuk memastikan setiap anak, termasuk difabel, mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.

    Ms. Chen Min Parera dari PERKINS USA juga menegaskan pentingnya pendidikan dan pelatihan yang tepat bagi penyandang bisu tuli.

    “PERKINS International telah berdedikasi dalam memberikan pelatihan keterampilan agar mereka bisa hidup setara di tengah masyarakat,” katanya.

    Suratno, S.Pd.,MM., selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dalam sambutannya mengatakan sejak dicanangkan pada 2014 sebagai Kabupaten Inklusi, Banyuwangi terus berbenah dalam memperbaiki infrastruktur Pendidikan, fasilitas serta aksesibilitas.

    Suratno menegaskan bahwa pemerintah menjamin hak anak berkebutuhan khusus untuk bersekolah di sekolah reguler.

    “Dalam perbup juklak juknis penerimaan siswa baru ada narasi yang menegaskan bahwa setiap anak berkebutuhan khusus yang ingin bersekolah di sekolah regular maka wajib diterima,” ujarnya.

    Suratno juga mengapresiasi dua Lembaga internasional . Global Village Foundation dan PERKINS International yang memiliki perhatian tinggi terhadap Pendidikan khusus di Banyuwangi.

    Eka Prastama Widiyanta, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia, mengapresiasi pemerintah Banyuwangi atas kegiatan ini.

    “Dengan terbitnya Permen No. 48 Tahun 2023 dan PMA No. 1 Tahun 2024, Dinas Pendidikan wajib memastikan setiap anak disabilitas bisa bersekolah di sekolah reguler maupun madrasah terdekat. Ini adalah langkah besar menuju pendidikan inklusif,” tegasnya.

    Dengan rencana pembangunan pabrik kursi roda adaptif dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Banyuwangi siap menjadi pionir dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan layanan terbaik bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia.

  • Edukasi Jurnalistik KJJT dan Polresta Banyuwangi: Cetak Generasi Cerdas, Kritis, dan Taat Hukum

    Edukasi Jurnalistik KJJT dan Polresta Banyuwangi: Cetak Generasi Cerdas, Kritis, dan Taat Hukum

    Di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) bersama Polresta Banyuwangi menggelar edukasi jurnalistik bagi pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Banyuwangi.

    Kegiatan bertajuk “Edukasi Jurnalistik Membangun Generasi Taat Hukum” ini bertujuan membekali para siswa dengan kemampuan literasi yang mumpuni agar terhindar dari berita hoaks dan perilaku negatif seperti bullying.

    Pada Selasa (25/2/2025), kegiatan edukasi digelar di SMPN 1 Banyuwangi dengan menghadirkan narasumber dari KJJT Banyuwangi, termasuk Yudha AO, Fitron Jelani, Bobby Yudha, serta Maulana Affandi, seorang penulis dan pegiat literasi.

    Turut hadir pula Aipda Vicki dari Sat Binmas Polresta yang dalam paparannya menjelaskan berbagai bentuk bullying yang kerap terjadi di sekolah, baik verbal maupun fisik, serta sanksi yang dapat menjerat pelaku.

    Para narasumber memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya literasi dan jurnalistik dalam menyaring informasi serta konsekuensi hukum dari tindakan bullying.

    M. Sodiq, S.Pd (1)

    Kegiatan dibuka oleh Kepala SMPN 1 Banyuwangi, M. Sodiq, S.Pd yang mengapresiasi kegiatan edukasi jurnalistik karena dirasa sangat bermanfaat untuk kreativitas siswa, khususnya dalam menghadapi mengenali hoax di era digital.

    “Terima kasih kepada teman-teman KJJT dan pihak Polresta Banyuwangi yang telah hadir, semoga apa yang disampaikan bisa bermanfaat bagi siswa, khususnya dalam meningkatkan kreativitas dan pemahaman tentang informasi digital,” ujarnya.

    Aipda Vicki

    Materi pertama disampaikan oleh Aipda Vicki yang memberi pengetahuan terkait apa saja bentuk perundungan yang kerap terjadi di sekolah.

    Ia juga menegaskan bahwa saat ini perundungan tidak hanya soal fisik saja, tapi juga ke arah digital, misalnya menggunakan stiker WhatsApp yang sifatnya mengolok-olok.

    “Kan biasanya ada foto temannya dijadikan stiker, terus dishare ke banyak orang. Lebih baik jangan, karena bisa membuat orang lain merasa malu dan sakit hati, itu bisa menjadi bentuk bullying,” tegasnya.

    Tak hanya perihal perundungan, Aipda Vicki juga menyelipkan informasi terkait kegiatan-kegiatan yang melanggar aturan hukum, seperti balap liar, hingga bahaya miras bagi pelajar.

    Maulana Affandi

    Dilanjut ke materi selanjutnya oleh Maulana Affandi yang memberi arahan bagaimana peran literasi dan jurnalistik untuk membentengi para pelajar dari informasi hoax yang marak di media sosial belakangan ini.

    “Bagaimana caranya agar kita tidak mudah termakan hoax? Ya, cara paling mudah adalah dengan literasi, terutama banyak membaca,” ujarnya.

    Tak hanya itu, Maulana Affandi yang saat ini menjabat Direktur Penerbit Lintang Banyuwangi juga menambahkan bahwa literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis saja, tetapi juga tentang memahami informasi secara kritis.

    Setelah pemaparan materi, para narasumber mengajak para siswa untuk praktik langsung menulis berita tentang kegiatan edukasi ini.

    Fitron Jelani mengawali dengan memberi arahan kepada para siswa tentang bagaimana etika saat ingin mewawancarai narasumber, termasuk mengatur tata bahasa agar komunikasi jadi lebih baik.

    “Biasakan untuk memperkenalkan diri dulu, ya. Namanya siapa, terus dari mana, kemudian dijelaskan maksud dan tujuannya,” papar Fitron, yang kemudian langsung dipraktikkan oleh siswa.

    Tak hanya itu, Fitron Jaelani juga memberikan pengetahuan tentang pertanyaan apa saja yang hendaknya ditanyakan kepada narasumber, sehingga muatan serta substansi beritanya jadi lebih bermanfaat bagi pembaca.

    Sementara pemateri lain, Yudha AO lebih fokus kepada teknik penulisan berita, termasuk bagaimana penyusunan kata demi kata agar lebih mudah dibaca dan dipahami.

    “Berita hendaknya diawali dari nama daerah terlebih dahulu, misalnya Banyuwangi,” ujarnya, sembari memperlihatkan contoh berita di layar proyektor.

    Yudha AO juga menegaskan bahwasanya dalam menghasilkan karya jurnalistik, para siswa harus memerhatikan kalimat yang dirangkai agar tidak terjadi pemborosan kata.

    Di sisi lain, pemateri lain, Bobby Yudha yang kerap disapa Bobby menjelaskan rinci bagaimana struktur berita yang baik dan benar, sehingga berita tersebut menjadi lebih tertata dan mudah dimengerti.

    Sembari mencontohkan ke secarik kertas, Bobby membimbing siswa bagaimana proses menulis karya jurnalistik dengan dimulai dari pembuatan judul terlebih dahulu.

    Sebagai bentuk apresiasi, narasumber memberikan buah tangan berupa buku antologi puisi Algoritma Cinta karya Andi Budi Setiawan dan beberapa cokelat.

    Sementara itu, Ketua KJJT Wilayah Banyuwangi, Ricky Sulivan, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini.

    Ia menekankan bahwa pembekalan kejurnalistikan akan membantu pelajar mendeteksi berita palsu dan memahami produk jurnalistik yang berkualitas.

    “Dengan literasi yang baik, pelajar dapat mengenali arah sebuah berita, sehingga meminimalisir kesalahpahaman,” ujarnya.

    Ricky Sulivan menambahkan bahwa pemahaman tentang jurnalistik sangat krusial bagi generasi muda.

    Mereka perlu mengetahui bagaimana proses pembuatan berita yang benar, mulai dari penerapan prinsip 5W+1H, cara mengumpulkan data, hingga etika wawancara.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda Banyuwangi yang cerdas, kritis, dan taat hukum.

    Dengan pemahaman literasi yang baik, para pelajar tidak hanya akan lebih bijak dalam menerima informasi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara positif di era digital yang serba cepat ini.