Blog

  • Sukses Digelar, RAT Koperasi Sinergi Gotong Royong 45 Siapkan Strategi Baru untuk Kuatkan UMKM

    Sukses Digelar, RAT Koperasi Sinergi Gotong Royong 45 Siapkan Strategi Baru untuk Kuatkan UMKM

    Koperasi Konsumen Sinergi Gotong Royong 45 sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2024 di Kedai Damai, Jl. Al Hilal No. 3, Banyuwangi, Selasa (25/2/2025).

    Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM, Jamilatul Komariah, SE, dan Veni Rismayanti, ST.

    RAT ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi kinerja koperasi serta merancang strategi pengembangan koperasi ke depan agar semakin memberikan manfaat bagi anggotanya.

    Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua Koperasi, Dafiq Ismail, dan dipandu oleh Nur Laila.

    Dalam sesi penyampaian laporan pertanggungjawaban, Andre Waluyo menyampaikan laporan dari pengurus koperasi, sementara Achmad Masduki membawakan laporan pengawas koperasi.

    Kedua laporan ini menjadi bahan evaluasi untuk menilai capaian koperasi selama tahun 2024 dan menentukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada tahun mendatang.

    Jamilatul Komariah, SE, dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan RAT yang tepat waktu, menandakan bahwa koperasi dijalankan secara profesional dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.

    “Ini menunjukkan keseriusan pengurus dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

    Sementara itu, Veni Rismayanti, ST, menyoroti semangat gotong royong yang menjadi ciri khas koperasi ini.

    Menurutnya, meskipun aset koperasi masih tergolong kecil, kerja sama dan kolaborasi antaranggota sangat patut diapresiasi.

    “Meski aset koperasi masih kecil, semangat kolaborasi anggotanya patut diapresiasi,” terangnya.

    Lebih lanjut, Veni Rismayanti menegaskan bahwa Dinas Koperasi dan UMKM siap memberikan dukungan bagi anggota koperasi yang mayoritas merupakan pelaku UMKM.

    “Kami siap memfasilitasi melalui Rumah Kreatif dan Rumah Kemasan untuk membantu pengembangan usaha mereka,” jelasnya.

    Selain membahas laporan pertanggungjawaban, RAT ini juga menjadi ajang diskusi mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi koperasi.

    Salah satu isu yang dibahas adalah upaya peningkatan modal koperasi melalui simpanan anggota dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perbankan dan lembaga pendanaan lainnya.

    Beberapa anggota koperasi juga menyampaikan masukan terkait pengembangan usaha dan program pelatihan yang bisa diadakan untuk meningkatkan kapasitas mereka.

    Di penghujung acara, Ketua Koperasi Dafiq Ismail menyampaikan harapannya agar koperasi ini terus berkembang dan mampu menjadi wadah yang lebih bermanfaat bagi anggotanya.

    Dengan selesainya RAT ini, Koperasi Sinergi Gotong Royong 45 semakin optimistis dalam menjalankan program-programnya.

    Ke depan, koperasi ini akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai stakeholder, baik dari pemerintah maupun sektor swasta, guna meningkatkan kesejahteraan anggota serta memberdayakan UMKM lokal.

  • Lomba Baca Puisi Porseni MI Kecamatan Rogojampi 2025, Para Peserta Tampil Penuh Penghayatan dan Pesona

    Lomba Baca Puisi Porseni MI Kecamatan Rogojampi 2025, Para Peserta Tampil Penuh Penghayatan dan Pesona

    Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Ibtidaiyah (Porseni MI) tingkat Kecamatan Rogojampi resmi digelar di Madrasah Ibtidaiyah Pengatigan pada Rabu (19/02/2025).

    Acara ini diikuti oleh berbagai madrasah ibtidaiyah dari seluruh kecamatan, yang mengirimkan siswa-siswinya untuk berkompetisi dalam berbagai cabang olahraga dan seni.

    Porseni MI ini bukan hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan dan membangun karakter siswa sejak dini.

    Ajang tahunan ini dibuka oleh pengawas, Muhammad Syairofi, yang dalam sambutannya berhasil menggugah semangat para peserta Porseni.

    Dari sekian banyak cabang yang dilombakan, ada satu kompetisi yang cukup menyedot perhatian, yaitu lomba baca puisi yang terbagi atas kategori putra dan putri.

    Lomba diawali dengan pembacaan aturan, teknis, serta pengenalan para dewan juri yang dilakukan oleh koordinator lomba.

    Adapun dalam lomba ini, panitia penyelenggara menghadirkan tiga juri kompeten di bidangnya, yaitu Dwi Ilmawati dari MI Miftahul Ulum Mangir; Diah Galuh K dari MI Kedaleman, serta Maulana Affandi, S.S, direktur Penerbit Lintang Banyuwangi sekaligus pemimpin redaksi media literasi sastrawacana.id/.

    Kehadiran para juri dari pegiat sastra ini memberikan nilai lebih karena peserta tidak hanya dinilai secara teknis tetapi juga diberikan wawasan mengenai seni membaca puisi yang lebih dalam.

    Beberapa peserta yang mengikuti lomba puisi tampak bersemangat dengan aksi panggung yang memukau.

    Mereka tidak hanya membacakan puisi, tetapi juga menampilkan ekspresi dan gestur yang mendukung isi puisi yang mereka bawakan.

    Setelah semua unjuk gigi, Maulana Affandi sebagai perwakilan juri memberi apresiasi dan sedikit pengetahuan kepada para peserta.

    Beberapa pesan disampaikan, termasuk agar memperhatikan tempo dan intonasi. Menurutnya, puisi bukan ajang untuk adu suara, tapi bagaimana isi dari bacaan itu sampai ke penonton atau pendengar.

    "Pembacaan puisi yang baik bukan hanya soal vokal saja, tetapi juga bagaimana penyampaian makna kepada pendengar," katanya.

    Kemudian, ia juga menambahkan jika ajang ini menjadi bukti bahwa anak-anak madrasah memiliki potensi besar dalam dunia seni, khususnya sastra.

    Juri lainnya, Dwi Ilmawati, mengungkapkan bahwa dari tahun ke tahun terjadi peningkatan kualitas peserta dalam bidang puisi, terutama dalam hal penghayatan.

    "Setiap tahun sangat terlihat peningkatannya. Anak-anak yang mengikuti lomba puisi tahun ini semakin kreatif dan baik penampilannya. Momen ini bisa dijadikan contoh serta inspirasi bagi siswa lainnya yang ingin mengikuti lomba puisi di event lainnya," ujarnya.

    Sementara itu, juri lainnya, Diah Galuh K, memberikan apresiasi terhadap penampilan peserta yang dinilainya menarik dan penuh usaha.

    Namun, ia juga mencatat beberapa kendala yang masih perlu diperbaiki oleh peserta, seperti rasa percaya diri yang kurang serta beberapa peserta yang terburu-buru dalam membacakan puisi.

    "Ada yang kurang percaya diri, tapi secara keseluruhan sudah bagus. Beberapa peserta sempat mengalami kesulitan karena terburu-buru. Harapannya, bakat dan kepercayaan diri mereka bisa terus dikembangkan dan tidak mudah putus asa," tuturnya.

    Porseni MI Kecamatan Rogojampi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun semangat kebersamaan, sportivitas, serta kreativitas siswa madrasah ibtidaiyah.

    Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan acara ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia pendidikan, khususnya di tingkat madrasah ibtidaiyah.

  • Ayumi Zalsabila, Putri Petani dari Nunukan Raih Perunggu di O2SN PDBK 2024

    Ayumi Zalsabila, Putri Petani dari Nunukan Raih Perunggu di O2SN PDBK 2024

    Ayumi Zalsabila, siswi SLB Negeri Nunukan, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, baru saja mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih medali perunggu pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2024, kategori lompat jauh tingkat nasional jenjang Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK).

    Prestasi ini tidak hanya membanggakan dirinya, tetapi juga orang tua, guru, dan seluruh keluarga besar SLB Negeri Nunukan.

    Ayumi, yang merupakan anak pertama dari lima bersaudara, tumbuh dalam keluarga petani yang sederhana.

    Meskipun orang tuanya bekerja keras di ladang, Ayumi tidak pernah merasa kekurangan dalam hal semangat dan dukungan.

    “Motivasi terbesar saya dalam hidup adalah untuk menjadi pemenang dalam setiap perlombaan,” ujarnya dengan penuh semangat.

    Prestasi yang diraihnya tak hanya di tingkat nasional. Ayumi sebelumnya juga berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Batik Tingkat Provinsi LKSN PDBK, Juara 2 lomba melukis Tingkat Provinsi FLS2N PDBK, serta Juara 1 dalam Lomba Lompat Jauh Tingkat Provinsi O2SN PDBK.

    Namun, pencapaian terbesar Ayumi adalah ketika ia berhasil meraih Juara 3 dalam lomba lompat jauh tingkat nasional O2SN PDBK, yang menjadi bukti nyata kerja keras dan dedikasinya dalam berlatih.

    Perjalanan menuju podium medali perunggu itu tidak mudah. Ayumi harus berlatih keras setiap hari di sekolah, bahkan setelah jam pelajaran selesai.

    “Saya berlatih setiap hari dari pukul 14.00 hingga 16.00 di sekolah. Saya berlatih dengan semangat meskipun tempat latihan agak jauh dari rumah,” ceritanya.

    Bagi Ayumi, salah satu hal yang paling berkesan dalam kompetisi ini adalah kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah yang memiliki disabilitas yang sama.

    “Kami saling berbagi pengalaman, dan saya merasa kompetisi ini seperti reuni keluarga besar dari berbagai provinsi,” ungkapnya bahagia.

    Tantangan terbesar yang dihadapi Ayumi adalah proses latihan yang memerlukan waktu dan jarak yang cukup jauh dari rumahnya.

    Namun, berkat dukungan penuh dari orang tuanya, Ayumi mampu mengatasi segala kendala tersebut dan tetap fokus pada tujuannya.

    “Orang tua saya sangat mendukung, meskipun mereka sibuk bekerja,” ucapnya penuh syukur.

    Di balik kesuksesannya, Ayumi menganggap kompetisi ini bukan hanya sekadar ajang meraih medali, tetapi sebagai sarana untuk mengembangkan rasa percaya diri, sportivitas, dan keyakinan bahwa usaha yang sungguh-sungguh akan membuahkan hasil.

    “Kompetisi ini mengajarkan saya untuk selalu berjuang dan percaya pada diri sendiri,” tambahnya.

    Guru pembimbing Ayumi, Agustinus Tambing, pun merasa sangat bangga dengan pencapaian yang diraih oleh siswanya.

    “Saya sangat senang dan bangga. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dalam proses latihan dan akhirnya bisa melaju ke tingkat nasional,” ungkapnya.

    Menurut beliau, dukungan sekolah sangat besar dalam memfasilitasi para siswa yang mengikuti lomba, baik dari segi fasilitas maupun pendanaan.

    “Sekolah mendukung penuh setiap kegiatan yang diikuti siswa, termasuk menyediakan dana yang diperlukan,” jelasnya.

    Agustinus Tambing juga memiliki harapan besar untuk Ayumi. “Terus berusaha, tekuni setiap perlombaan yang kamu ikuti, dan nikmati setiap proses latihan. Jangan pernah menyerah,” pesannya.

    Ayumi Zalsabila bukan hanya pemenang dalam lomba, tetapi juga simbol ketekunan, semangat juang, dan optimisme.

    Perjuangannya menginspirasi banyak orang untuk tidak pernah berhenti berusaha dan selalu percaya bahwa setiap kerja keras pasti ada hasilnya.

    Dalam setiap langkah Ayumi, terlihat tekad yang kuat untuk terus menggapai impian dan mengukir prestasi yang lebih tinggi lagi di masa depan.

    Sumber: Kemdikbud

  • Peluncuran E-Book Memoar Sang Veteran Karya IGB Sudharma, Jejak Seorang Pejuang yang Diabadikan dalam Rajutan Kata

    Peluncuran E-Book Memoar Sang Veteran Karya IGB Sudharma, Jejak Seorang Pejuang yang Diabadikan dalam Rajutan Kata

    Setiap manusia memiliki rencana, namun hanya Tuhan yang menentukan jodoh, rezeki, dan umur.

    Seperti pepatah mengatakan, “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang,” maka IGB Sudharma ingin namanya tetap abadi dengan meninggalkan karya berupa buku.

    Buku ini merupakan kumpulan kisah nyata pengalaman hidupnya sebagai Veteran Pembela, Pahlawan Seroja yang terlibat dalam Perang Timor Timur tahun 1975-1976 saat masih berusia 20 tahun sebagai anggota Brimob.

    Peluncuran buku “Memoar Sang Veteran” yang berisi kumpulan puisi dan cerpen berlatar sejarah gejolak Timor Timur saat ingin memisahkan diri dari NKRI, awalnya direncanakan bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2024 atau Hari Jadi Banyuwangi 18 Desember 2024 di Villa Bahari Kemiren milik anaknya.

    Namun, karena kondisi kesehatan IGB Sudharma serta berbagai kendala teknis, proses penyelesaian naskah baru rampung pada awal Desember 2024.

    Penerbit Lintang Banyuwangi bergerak cepat dalam proses tata letak dan desain. Sayangnya, penerbitan ISBN tertunda akibat antrean akhir tahun, sehingga buku baru bisa dicetak pada awal Februari 2025.

    “Kami seakan berpacu dengan waktu. Penulis ingin melihat bukunya terbit. Saat kami menyerahkan buku, yang menerima adalah istrinya karena saat itu IGB Sudharma sedang dalam perawatan intensif di ICU RSI Fatimah,” ungkap Maulana Affandi, S.S., Direktur Penerbit Lintang.

    Karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk peluncuran fisik, dipilih alternatif Plan B, yaitu peluncuran e-book sekaligus bedah karya di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Banyuwangi.

    Namun, ketika kesehatan IGB Sudharma semakin menurun, Plan C ditetapkan: peluncuran e-book tanpa diskusi bedah buku.

    Rencananya, acara akan digelar setelah kontrol kesehatan pada Selasa, 18 Februari 2025, namun kembali tertunda hingga akhirnya bisa dilaksanakan pada Kamis, 20 Februari 2025.

    “Alhamdulillah, akhirnya buku ini bisa diluncurkan dalam keadaan saya masih diberikan umur. Saat di ICU, buku ini diperlihatkan kepada saya dan itu menjadi obat kuat untuk terus berkarya. Bahkan, saya sudah menyiapkan buku kedua yang akan menceritakan perjalanan saya masuk kepolisian, bertugas di Brimob, dikirim ke Kupang, lanjut ke Atambua, hingga pensiun,” ujar IGB Sudharma yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Paripurna Macab Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Banyuwangi dan Dewan Pembina Sanggar Merah Putih ’45.

    IGB Sudharma yang ditinggal istrinya, Ning Nuroniyah saat pandemi COVID-19 dan kini bersanding dengan Siti Alifah, mempersembahkan buku ini untuk ibu, kedua istrinya, serta generasi penerus agar tetap mencintai tanah air dengan jiwa, semangat, dan nilai juang ’45.

    Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya telah melewati berbagai pengalaman hidup, mulai dari pertempuran di Timor Timur, bentrokan dengan preman, isolasi pandemi, hingga tiga hari di ICU.

    “Dalam setiap doa setelah salat, saya selalu beristighfar dan meminta agar segala bentuk ilmu kekebalan yang tidak sesuai syariat dapat dilepaskan, sehingga saya kembali kepada Sang Pencipta dalam keadaan fitrah,” tuturnya.

    Ia juga mengaku telah melakukan ruqyah dan berbagai ikhtiar untuk melepaskan khodam dari guru-gurunya yang kini telah tiada.

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, Drs. Zen Kastolani, M.Si., didampingi Pustakawan Ahli Madya Hj. Fitrin Kuntartini, S.Sos., dan H. Yusup Khoiri, S.STP., memberikan apresiasi atas buku ini.

    “Kami berterima kasih kepada penulis yang telah menuangkan pengalaman hidup dan spiritualnya dalam buku yang kini bisa diakses masyarakat melalui jaringan internet. Semoga ini menjadi amal jariyah dan kami menantikan karya berikutnya,” ujar Zen Kastolani.

    Sementara itu, Yusup Khoiri menjelaskan bahwa melalui program PUSAKA, semua tulisan tentang Banyuwangi—baik dari warga lokal maupun orang luar—bisa dipublikasikan lebih luas.

    Dengan begitu, buku “Memoar Sang Veteran” juga bisa dibaca lebih banyak orang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memahami sejarah serta semangat perjuangan.

  • Omah Sehat Banyuwangi, Pusat Terapi Tradisional Sukses Gelar Kegiatan Bakti Sosial Untuk Masyarakat

    Omah Sehat Banyuwangi, Pusat Terapi Tradisional Sukses Gelar Kegiatan Bakti Sosial Untuk Masyarakat

    Bertempat di Perumahan Taman Permata Hijau, Lingkungan Beran, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, Omah Sehat Banyuwangi yang dipimpin oleh Niken Kurnia Ningrum terus menunjukkan dedikasi dalam menghadirkan layanan kesehatan tradisional.

    Pada Minggu, 19 Januari 2025, Omah Sehat Banyuwangi bersama komunitas Sedulur Terapis Blambangan (STB) menggelar kegiatan bakti sosial yang berhasil menarik perhatian masyarakat luas.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai metode pengobatan tradisional sekaligus memberikan layanan kesehatan gratis.

    Layanan yang diberikan meliputi bekam, akupuntur, pijat relaksasi, pembetulan tulang belakang (PTB), terapi ruqyah, hingga terapi totok wajah. Lebih dari 100 orang warga mendapatkan manfaat dari acara ini.

    Ketua STB, Budy Amboyna, C.Ht., menjelaskan bahwa komunitas STB merupakan wadah bagi para terapis dari berbagai latar belakang.

    “Kegiatan baksos ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai metode terapi yang ada, baik tradisional maupun modern. Kami ingin masyarakat tahu bahwa ada banyak cara untuk mengatasi masalah kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” ujar Budy.

    Sebagai salah satu penggerak utama komunitas STB, Niken Kurnia Ningrum menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan solusi kesehatan Islami dan tradisional.

    “Kesehatan adalah amanah. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi dan membantu masyarakat untuk menjangkau layanan kesehatan yang terjangkau, berkualitas, serta berlandaskan nilai-nilai kebaikan,” ujar Niken.

    Menurut Niken, Omah Sehat Banyuwangi tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga menjadi rumah bagi berbagai kegiatan sosial yang mendukung kesehatan masyarakat secara holistik.

    “Kami percaya bahwa kesehatan tubuh dan jiwa harus berjalan seiring. Dengan pendekatan tradisional yang alami dan Islami, kami ingin menjadi bagian dari solusi kesehatan masyarakat Banyuwangi,” tambahnya.

    Kegiatan bakti sosial ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari warga setempat. Titis Anganten, salah satu peserta terapi, mengaku sangat terbantu dengan layanan ini.

    “Pelayanan yang baik dan pemeriksaan yang akurat membuat saya lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Bung Aguk yang juga sebagai pemerhati kesehatan masyarakat turut mengapresiasi kegiatan ini.

    Disebutkan jika bakti sosial seperti sangat membantu masyarakat, khususnya bagi yang kurang mampu, sehingga diharapkan bisa dilakukan secara rutin.

    “Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi yang kurang mampu. Semoga kegiatan ini bisa terus dilakukan secara rutin,” papar Bung Aguk yang merupakan anggota FBS (Forum Banyuwangi Sehat).

    Meski dilakukan secara sukarela, peserta diizinkan memberikan infak yang digunakan untuk operasional acara.

    Niken dan tim berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

    “Kami ingin menjangkau lebih banyak masyarakat, tidak hanya di kota Banyuwangi, tetapi juga di daerah-daerah terpencil. Dukungan dari berbagai pihak akan sangat membantu agar kegiatan ini bisa lebih luas manfaatnya,” tutup Niken.

    Sekilas Tentang Omah Sehat Banyuwangi

    Omah Sehat Banyuwangi adalah pusat layanan kesehatan yang berfokus pada metode pengobatan tradisional dan Islami.

    Berlokasi di Perumahan Taman Permata Hijau, Lingkungan Beran Blok E11, Kebalenan, Banyuwangi, Omah Sehat Banyuwangi dikelola oleh Niken Kurnia Ningrum, seorang terapis berpengalaman yang juga aktif dalam komunitas Sedulur Terapis Blambangan (STB).

    Layanan yang tersedia di Omah Sehat Banyuwangi meliputi:

    • Bekam
    • Akupuntur
    • Pijat relaksasi
    • Pembetulan Tulang Belakang (PTB)
    • Ruqyah syar’i
    • Totok wajah, dan berbagai metode terapi tradisional lainnya.

    Selain memberikan layanan kesehatan, Omah Sehat Banyuwangi juga rutin mengadakan kegiatan sosial seperti bakti sosial dan terapi gratis bagi masyarakat.

    Dengan mengusung nilai-nilai Islami, Omah Sehat Banyuwangi hadir untuk memberikan solusi kesehatan holistik yang alami, efektif, dan terjangkau.

    Alamat:

    Perumahan Taman Permata Hijau, Lingkungan Beran Blok E11, RT.01/RW.01, Kebalenan, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68417.

  • 20 Tahun JRKBB, Siap Hadapi Tantangan Zaman Melalui Media Sosial dan Jurnalistik Digital

    20 Tahun JRKBB, Siap Hadapi Tantangan Zaman Melalui Media Sosial dan Jurnalistik Digital

    Dalam rangka memperingati 20 tahun Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB), panitia menyelenggarakan lokakarya bertema media sosial dan jurnalistik warga di era digital.

    Acara ini digelar pada Minggu (12/1/24) di Sekretariat RAPI Lokal 8 Sendangwaras, Karangsari, Sempu, dengan menghadirkan Humas Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Setnas Pusat, Indah Catur Cahyaningtyas, sebagai keynote speaker.

    Indah Catur menyampaikan apresiasi kepada pegiat JRKBB yang tetap bertahan dengan semangat gotong royong dalam menghidupi radio komunitas di tengah berbagai dinamika dan tantangan zaman.

    "Maka spirit Banyuwangi mewarnai semangat JRKI se-Nusantara dan menjadi perhatian AMARC yang menaungi radio komunitas se-Asia Pasifik!" ungkap reporter Rakom Bung Tomo FM dan DPK Radio Ar Rohman FM ini, disambut tepuk tangan para hadirin.

    Lebih lanjut, pembina Yayasan Aura Lentera Indonesia yang fokus pada pendampingan disabilitas ini juga mengucapkan terima kasih kepada KPUD dan Bawaslu Kabupaten Banyuwangi yang telah menggandeng JRKBB dalam sosialisasi Pilkada 2024.

    Ketua panitia, Haderi, menyampaikan terima kasih kepada anggota yang telah mengirimkan 45 kader untuk belajar media sosial dan jurnalistik di era digital bersama para pakar.

    Panitia menghadirkan narasumber Hadi Purwanto dari Radio Planet FM yang telah bertahun-tahun sukses berkonvergensi ke berbagai platform media sosial hingga mampu merangkul lansia dan menjadi favorit pemirsa Gen-Z.

    Dalam materinya, Hadi Purwanto menjelaskan bagaimana sejarah hadirnya radio hingga masuk ke dunia digital saat ini.

    Kemudian, narasumber selanjutnya yaitu Martagela Kamahayo, YouTuber dari channel Jaring Usaha Gage dengan 23 ribu pengikut yang pernah meraup penghasilan hingga 8 juta sehari.

    Martagela Kamahayo mengajarkan kepada peserta bagaimana merintis channel YouTube yang kemudian dapat menjadi sumber penghasilan utama.

    "Saya dulu juga berawal dari nol, niat berhenti kerja dan memutuskan untuk jadi YouTuber. Alhamdulillah, setelah proses yang cukup panjang, kini YouTube bisa jadi sumber penghasilan," ujarnya.

    Dari sektor media online, acara ini turut menghadirkan dua pemimpin umum yang telah sukses mengelola platform digital mereka, yaitu Ahmad Masduki dari Jurnalnews dan Maulana Affandi dari sastrawacana.id/.

    Keduanya berbagi wawasan mendalam mengenai strategi efektif dalam memanfaatkan media online, mulai dari pengelolaan konten, optimalisasi platform, hingga teknik pemasaran digital yang dapat membuat sebuah informasi atau produk menjadi viral dan menarik perhatian khalayak luas.

    Masduki lebih menekankan tentang bagaimana cara menulis berita yang baik sesuai dengan kaidah jurnalistik.

    Ia menuturkan jika menulis berita bukan hal yang sulit bagi para pegiat radio karena sebagai penyiar tentu sudah familiar dengan kalimat-kalimat yang sifatnya jurnalistik.

    "Menulis berita itu mudah, saya yakin kalian bisa. Saya ngajarin anak sekolah bisa, jadi kalian harusnya lebih bisa," terangnya.

    Sementara Maulana Affandi, pemimpin redaksi sastrawacana.id/ sekaligus Penerbit Lintang Banyuwangi menekankan bagaimana landasan berpikir sebelum memulai mendigitalisasikan radio yang dimiliki.

    Menurut Affandi, di era digital ini persaingan teramat ketat, sehingga perlu ada pembeda agar bagi yang baru terjun dapat bersaing dengan pemain lama.

    "Kalau yang kita sajikan sama, audiens cenderung lebih memilih brand yang sudah terkenal. Maka, kita harus punya karakteristik sendiri dalam memulai bermedia sosial," ujarnya.

    Acara juga menghadirkan Andre Repelita Waluyo, founder aplikasi Gata yang memanfaatkan kartu nama digital untuk mengoptimalkan potensi platform.

    Dalam materinya, Andre menjelaskan bagaimana pengorganisasian digital sehingga semua informasi dapat diakses dengan mudah hanya dengan satu platform.

    Sehingga, para pegiat radio tidak hanya bisa mempublish konten saja, tapi juga dapat berjualan yang membuat aktivitas digital menjadi lebih mudah.

    Acara yang dipandu oleh host Qurrota A’yunin dari Podcast Gotongroyong'45 ini juga mengundang Yeti Chotimah untuk berbagi refleksi tentang literasi digital, meliputi pencegahan hoaks, kejahatan di media sosial, hingga bijak menggunakan AI.

    Kegiatan ini didukung oleh Kangmas Riyadi Pete Purwanto, Ketua RAPI 08 & Forum Komunikasi Kecamatan Sehat Sempu; Yudha HRD dari Beras Ratu Ayu, serta Syaiful Hadi, presenter Pil Hitam JSS Slaber Trust.

    Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng ingkung persembahan Radio Bisma FM, dilanjutkan dengan makan bersama nasi bungkus daun pisang, serta doa yang dipimpin Bung Aguk Darsono untuk mengenang mantan pengurus yang telah berpulang ke hadirat Ilahi Rabbi.

  • Anatomi Cinta Karya Heri Iskandar

    Anatomi Cinta Karya Heri Iskandar

    Judul: Anatomi Cinta

    Karya: Heri Iskandar

    Anatomi cinta adalah sebuah penyatuan dari bagian bagian bagian penyusun sistem organ yang bernama rasa cinta, ekspresi yang dimunculkan merupakan aktualisasi dari nilai-nilai ketulusan hati yang murni tanpa pengaruh apapun.

    Disana ada sedih, disana ada gembira, disana ada rindu, disana ada kesal, disana ada terpuruk, disana ada bangkit, disana ada kasih, disan ada harapan, disana ada benci, disana ada  rindu, disana ada kejujuran, disana ada kebohongan, disana ada legowo, disana ada iri, disana ada semangat, disana ada putus asa, semua bergerak sesuai sang operator  utama yaitu hati.

    Bila sikap mulia yang ditunjukkan, maka kasih sayang yang dirasakan, tapi bila sakit yang di munculkan, maka kecewa yang di rasakan.

    Anatomi cinta mengajarkan kita untuk  lebih tahu batas antara cinta dan benci. Jangan membuang luka dihati yang penuh cinta karena dia akan membenci dengan pujian dan senyuman.

    Kata Penulis:

    Motivasi dan harapan penulis terhadap buku karya perdana ini adalah semoga dapat membuka
    cakrawala berfikir, merajut rasa dan menyamakan frekuensi pemikiran saat para
    pembaca menikmati tiap goresan kata yang berbanjar rapi di lembar demi lembar
    buku ini, sehingga menjadi inspirasi bagi para pemula untuk lebih menyukai
    dunia menulis puisi, dimanapun dan kapanpun.

    Salam hangat berupa
    persaudaraan dari hati paling dalam penulis sampaikan semoga buku ini dapat
    dinikmati, disukai dan berkesan di hati para pembacanya. Tentunya penulis
    menyadari akan ketidaksempurnaan dari karya ini, sehingga kritik dan saran
    selalu penulis nantikan untuk menjadi bahan perbaikan dalam buku-buku
    selanjutnya.

  • Sosialisasi P4GN di Desa Bayu, Mengenang Perjuangan dan Pesan Terakhir Pak Wiji Misto

    Sosialisasi P4GN di Desa Bayu, Mengenang Perjuangan dan Pesan Terakhir Pak Wiji Misto

    Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) digelar di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, pada Minggu (5/1/2024).

    Acara ini diinisiasi oleh Komunitas Seni Topeng Madura “Laras Mustiko Jalmo” dan Padepokan Tri Suryo Mustiko, bekerja sama dengan Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo (RKBK) Banyuwangi dan Yayasan Anti Narkotika Lapor Pulih Sehat Sejahtera (LPSS) Banyuwangi.

    Kegiatan ini juga melibatkan tiga pilar Desa Bayu, Kanit Binmas Polsek Songgon, serta warga desa setempat.

    Sosialisasi dihadiri oleh puluhan warga, anggota sanggar, petani kopi, peternak kambing, tokoh agama, aparat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan komunitas seni budaya.

    Semua pihak hadir untuk bersama-sama mewujudkan Banyuwangi Bersinar (Bersih dari Narkoba).

    Acara dimulai dengan sambutan Ketua Sanggar Moh. Soleh yang diwakili oleh Ketua Panitia, Misto alias Pak Wiji.

    Pak Wiji adalah sosok yang dikenal karena memiliki putri bernama Wiji yang kini mondok di Sragi.

    Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kanit Binmas Polsek Songgon, Aiptu Anton, dan Kepala Desa Bayu, Yulia Herlina, ST.

    Dalam rangkaian acara tersebut, Hakim Said, SH, Ketua Yayasan Anti Narkotika LPSS sekaligus Founder RKBK Banyuwangi, memberikan edukasi hukum terkait penyalahgunaan narkoba.

    Materi tentang bahaya narkoba serta solusi rehabilitasi disampaikan oleh Ns. Rudi Purwantoro, S.Kep.

    Acara semakin meriah dengan hiburan seni budaya, termasuk tari topeng khas suku Madura yang memukau penonton.

    Pramoe Soekarno Shakti, seorang seniman dan budayawan Banyuwangi, turut menyuarakan perlawanan terhadap narkoba melalui pembacaan puisi bertema Narkoba.

    Doa penutup dibacakan oleh KH. Moh. Ikrom Hasan, Ketua Paguyuban Joko Thole yang merupakan wadah Suku Madura di Banyuwangi.

    KH. Moh. Ikrom Hasan juga dikenal sebagai tokoh politik, mantan Ketua PPP, dan anggota DPRD Banyuwangi selama tiga periode.

    Ketua Panitia yang diwakili Misto alias Pak Wiji menyampaikan bahwa acara ini adalah bukti nyata semangat masyarakat Desa Bayu dalam memerangi narkoba.

    “Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut agar generasi muda terhindar dari bahaya narkoba, dan bisa menjadi keteladanan bagi semua pihak. Saya titip seni topeng dari leluhur kami di Sumenep untuk dilestarikan dan mendapat perhatian dari desa maupun pemerintah daerah,” ucapnya penuh haru sambil memegangi ulu hati.

    Tak lama setelah menyampaikan pesan tersebut, Pak Wiji mengeluh sakit perut. Panitia segera memanggil dokter, dan setelah acara selesai, beliau dibawa ke Puskesmas Songgon.

    Sebelum itu, Pak Wiji sempat menitipkan udeng Banyuwangi yang bertahun-tahun ia kenakan kepada Moh. Soleh sambil berkata, “Kita yang udik di Banyuwangi harus mau gandrung dan kacong jebing jadi jebeng thulik!”

    Namun, nasib berkata lain. Pak Wiji mengembuskan napas terakhirnya di IGD Puskesmas Songgon. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi semua pihak.

    Moh. Soleh, dalam takziah yang dihadiri oleh Bung Aguk, menyampaikan, “Kami merasa kehilangan. Tolong jaringan sinergi yang dibangun almarhum terus dijaga dan dilanjutkan.”

    Sementara itu, Kepala Desa Bayu, Yulia Herlina, ST, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini, terutama Komunitas Seni Topeng Madura “Laras Mustiko” dan Padepokan Tri Suryo Mustiko sebagai penggagas sosialisasi P4GN.

    “Komitmen Desa Bayu untuk mendukung program Banyuwangi Bersinar adalah nyata. Kami siap menjadi desa yang menjadi contoh dalam upaya memberantas narkoba,” tegas Yulia, kepala desa berdarah Madura ini.

    Penulis: Aguk/Hakim Said

  • Liburan ke Yogyakarta, Jelajahi Masjid-Masjid Ikonik yang Penuh Nilai Sejarah

    Liburan ke Yogyakarta, Jelajahi Masjid-Masjid Ikonik yang Penuh Nilai Sejarah

    Mengunjungi masjid-masjid di Yogyakarta bisa menjadi pengalaman spiritual sekaligus budaya yang berkesan.

    Salah satu masjid yang patut dikunjungi adalah Masjid Jogokariyan, yang terkenal dengan atmosfernya yang khas.

    Menunaikan salat berjamaah di masjid ini menjadi daftar wajib bagi banyak orang, walau hanya sekali.

    Pada Jumat (27/12/2024), redaksi sastrawacana.id/ berkesempatan melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Makmur, sebuah masjid yang ramai oleh jamaah, sebagian besar mengenakan busana batik.

    Di area parkir, terdapat sekitar 25 mobil dan 175 motor, sementara di dalam masjid ada sekitar 250 jamaah yang hadir, mayoritas adalah musafir dan karyawan di sekitar masjid.

    Di sisi kiri masjid, tampak lima orang lansia yang melaksanakan salat dengan duduk di kursi.

    Sementara Ketua Yayasan Rumah Hati Jogja, Ustaz Ruly Artha Nugraha, terlihat di shaf depan.

    Seorang musafir asal Betawi, H. Kasman Rafasia, ikut menjadi jamaah Jumat di sini.

    "Kebetulan lewat, pas dengar azan, jadilah salat Jumat di Masjid Al Makmur," ujarnya dengan logat Betawi.

    Khatib, Ustaz Ihsan Febrianto, menyampaikan khutbah yang penuh hikmah tentang ilmu dan kesabaran. Pada rakaat kedua, imam membaca ayat-ayat Asmaul Husna, menambah kekhusyukan suasana.

    Yang menarik, 16 remaja yang berasal dari berbagai daerah seperti Banjarnegara, Banyumas, Purworejo, hingga Kalimantan terlibat dalam pengelolaan masjid, mulai dari mengatur parkir, menggelar dan menggulung karpet, hingga menyajikan makanan Jumat berkah.

    Usai salat, mereka mengikuti majelis Al-Qur’an. Salah satu dari mereka, Mustafa Abdul Rozak, seorang yatim yang bercita-cita menjadi dokter, berkata, "Ingin jadi dokter seperti Ibnu Sina, paham ilmu medis dan agama, serta menolong sesama."

    Menurut Ustaz Abdul Aziz dari Yayasan Rumah Hati Jogja, yayasan ini tidak memandang latar belakang ekonomi atau daerah asal para santri.

    Asalkan memiliki niat, semangat, dan adab, mereka dapat belajar Al-Qur'an, hadis, serta pelajaran umum secara gratis melalui homeschooling.

    Yayasan ini mengelola delapan lokasi madrasah, termasuk Masjid Makmur, di bawah naungan Al Hafidz Cahaya Bangsa, yang baru berakte pada tahun 2024.

    "Tahun ajaran baru 2025-2026 kami siap menampung 9 santri baru dari manapun secara gratis. Utamanya  yatim piatu, syukur dari Jatim yang belum ada," ungkap Nuski, bendahara yayasan yang pernah nyantri di Elkis Pacet dan As-Syafi'i Kaliputih Banyuwangi.

    Saldo kas masjid yang sebelumnya pernah mengalami defisit kini terus bertambah berkat sinergi masyarakat dalam menyumbang kebutuhan masjid.

    Ke depan, mulai Ramadhan tahun depan, masjid ini akan menghadirkan lebih banyak kajian khusus untuk perempuan, membahas syariah, fiqih, hingga peran istri salehah dalam keluarga sakinah.

    “Kami terus berbenah dan menyambut salam saran serta siap studi tiru ke masjid sehat, masjid yang punya inovasi dan prestasi serta masjid yang makmur karena tak hanya untuk ritual ibadah, tapi juga kawah candradimuka kader Islam yang mengembangkan literasi perpustakaan. Ada aktivitas remaja masjid dan ada Taman Baca Al-Qur’an untuk bekali anak muslim yang sholeh-sholeha. Untuk informasi, bisa ke admin Pondok Hafidz  Al Hafits 085166919913,” imbuh Nuski yang kerja di perusahan alkes CitraMed.

    Dan menghadapi pergantian tahun, DKM masjid dengan pendiri dan ketua takmir Ir. Djonarsono Badarsono yang sudah dapat sertifikat arah kiblat Kemenag DIY tahun 2009, menggelar daurah untuk laki-laki berbagai usia secara gratis.

    “Temanya bahas tauhid,” pungkas Ust Abdul Aziz.

    Tim Media kemudian beranjak ke Masjid Jogokariyan, yang memiliki dua kantong parkir luas dan mobil layanan umat seperti dapur UMKM serta bantuan sosial untuk bencana.

    Masjid yang berdiri sejak 1966 ini telah mengalami banyak renovasi dan kini menyediakan fasilitas modern, seperti kursi pijat listrik gratis dan sepeda listrik untuk antar-jemput jamaah.

    Visi takmir Masjid Jogokariyan yang memanfaatkan baitul mal sebesar-besarnya untuk jamaah dan masyarakat umum menjadi pembeda utama.

    Masjid ini sering menggelar festival, pengajian, pelatihan, serta aktif di media sosial untuk mendukung aktivitas masjid selama 24 jam.

    Setelah menikmati sajian angkringan serta membeli souvenir dan buku Maestro Masjid Nabi Rumah Allah Yang Memihak Rakyat karya Muhammad Jazir ASP,  Tim Media melanjutkan perjalanan ke Malioboro yang sudah membina UMKM dari trotoar ke sentra Teras dan pujasera sebelah Pasar Beringharjo yang legendaris.

    Menyempatkan pula untuk beribadah di Masjid Suciati Saliman, yang memadukan arsitektur Joglo dengan gaya Masjid Nabawi.

    Masjid ini memiliki empat lantai, di mana lantai dua digunakan untuk aula resepsi.

    Keesokan harinya, Sabtu (28/12/2024), kami menjadi makmum di Masjid Agung Sleman Dr. Wahidin Soedirohoesodo, sebuah masjid yang ikonik, setelah mengunjungi objek wisata Iboni.

    Liburan di Yogyakarta tidak hanya memberikan kenangan wisata, tetapi juga pengalaman spiritual yang memperkaya jiwa.

    Masjid-masjid yang dikelola dengan baik menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus sosial, menjadikannya tempat yang layak untuk dikunjungi.

    Penulis: Aguk/Yeti Chotimah

  • Banyuwangi Rayakan Hari Disabilitas Internasional dengan Semangat Inklusi dan Prestasi

    Banyuwangi Rayakan Hari Disabilitas Internasional dengan Semangat Inklusi dan Prestasi

    Yayasan Aura Lentera Indonesia menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional dengan acara Grand Awarding yang spektakuler.

    Acara ini berlangsung selama dua hari, pada 21-22 Desember 2024, dengan melibatkan berbagai pihak seperti Muspida, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial PP&KB, Disbudpar, Diskominfo & Persandian, Pudam, serta utusan lintas komunitas difabel, termasuk USAID ERAT yang baru saja menyelesaikan pelatihan informasi bagi penyandang disabilitas.

    Ketua Yayasan Aura Lentera, Nurhadi Windoyo yang mengenakan kaca mata hitam pada malam itu, menyampaikan dengan penuh kebanggaan bahwa Banyuwangi menjadi satu-satunya wilayah di dunia yang menggelar rangkaian perayaan Hari Disabilitas Internasional, yang jatuh pada 3 Desember, secara lengkap dan beragam.

    “Dimulai dari Festival Kita Bisa Sekolah Inklusi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Resepsi Kreasi dan Peduli Difabel oleh Dinas Sosial di Asrama YKPTI, kegiatan oleh PPDI di Desa Benelan Lor Kabat, pelatihan kolaborasi USAID Erat dengan Diskominfo, talkshow bersama JTV & Kominfo, Sosialisasi BPJS Kesehatan, hingga Lokalatih Keterbukaan Informasi Publik oleh Aura Lentera di Hotel Santika pada 17 Desember. Puncaknya, kami menggelar pelatihan dan lomba tingkat nasional, termasuk lomba fiksi pentigraf, baca puisi, dan menyanyi, yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah seperti Lampung, Riau, Bontang, Tangerang, Semarang, Mojokerto, dan Jember,” jelas Nurhadi, seorang guru komputer Braille di SLB Negeri A Banyuwangi yang juga mantan Ketua PERTUNI dan pernah tampil di program Kick Andy.

    Dalam acara yang disiarkan secara langsung melalui LPPL Blambangan FM Kominfo ini, Nurhadi juga mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak, baik dari SKPD Pemkab, BUMD, perusahaan swasta, maupun donatur individu yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan semangat gotong royong.

    Khairul Hidayat, S.Sos, Kabid Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Bencana, memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Aura Lentera atas dedikasinya selama 17 tahun dalam mempromosikan SDM dan UMKM sahabat inklusi serta memperjuangkan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.

    “Kami bangga atas prestasi dan kreasi luar biasa dari komunitas ini. Selama ini, kerja sama kami dengan Aura Lentera sangat baik, dan ke depannya, kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan langkah konkret agar komunitas ini semakin bergerak dan berdaya,” tutur Khairul, yang sebelumnya juga pernah menjadi Pembina Forum Banyuwangi Sehat saat bertugas di Bappeda.

    Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap bahwa rangkaian kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mendukung penyandang disabilitas dan mendorong partisipasi aktif dalam mewujudkan inklusi sosial.

    Pada hari kedua, rangkaian acara berlanjut di panggung kreatif Selasar BCS-CFD-BCM Blambangan, di mana diadakan pelatihan mobilitas bagi pendamping mitra netra oleh Moh. Safarudi.

    Selain itu, ada pula pelatihan bahasa isyarat untuk pendamping tunarungu yang dipandu oleh pengurus Gerkatin dan Taliwangi, yaitu Abdullah dan Ricky, dengan pendampingan tiga juru bicara isyarat: Firdaus, Nabila, dan Rensa, yang merupakan guru SLB Negeri C Banyuwangi.

    Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana edukasi, kolaborasi, dan penguatan kesadaran publik terhadap pentingnya kesetaraan dan dukungan nyata bagi penyandang disabilitas di Banyuwangi. (Yeti Ch/Aguk)