SASTRAWACANA.id – Kurang dari satu bulan menjelang dimulainya ibadah puasa Ramadhan 1447 H, fluktuasi harga bahan pangan pokok di sejumlah pasar tradisional mulai menunjukkan tren kenaikan.

Pantauan harga per minggu pertama Februari 2026 mencatat adanya kenaikan tipis pada komoditas beras, telur ayam, dan minyak goreng.

Fenomena ini lumrah terjadi setiap tahun akibat meningkatnya permintaan pasar (demand) menjelang bulan suci.

Bagi kamu yang bertugas mengelola keuangan rumah tangga, memahami pergerakan harga dan mengatur strategi belanja menjadi sangat penting agar anggaran dapur tidak membengkak di tengah persiapan ibadah.

Baca juga: Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026: Siap-Siap Long Weekend 7 Hari Berturut-Turut di Bulan Maret!

Update Komoditas yang Perlu Diwaspadai

Berdasarkan laporan dari pusat informasi harga pangan, beberapa komoditas diprediksi akan terus mengalami penyesuaian harga hingga awal Maret mendatang:

  • Beras Medium & Premium: Mengalami kenaikan tipis sekitar Rp500 – Rp1.000 per kilogram karena faktor cuaca yang mempengaruhi distribusi.
  • Telur Ayam Ras: Menjadi salah satu komoditas paling fluktuatif karena permintaan tinggi untuk keperluan pembuatan kue dan persiapan sahur.
  • Cabai dan Bawang: Mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di beberapa daerah sentra produksi, pasokan komoditas ini sedikit terhambat yang memicu kenaikan harga di tingkat pengecer.

Langkah Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dan Bulog telah mulai melakukan operasi pasar dan penyaluran cadangan pangan guna meredam lonjakan harga yang terlalu tajam.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying atau aksi borong, karena stok pangan nasional dipastikan aman hingga Hari Raya Idul Fitri nanti.

Tips Belanja Cerdas “Pra-Ramadhan”

Agar isi dompet kamu tetap aman, berikut adalah beberapa strategi belanja yang bisa diterapkan mulai pekan ini:

  • Stok Bahan Kering Lebih Awal: Belilah bahan pangan yang tahan lama seperti minyak goreng, gula pasir, dan beras sebelum memasuki minggu terakhir Februari.
  • Manfaatkan Gerakan Pasar Murah: Pantau informasi dari pemerintah daerah setempat mengenai jadwal “Pasar Murah” atau “Operasi Pasar” yang biasanya menawarkan harga di bawah rata-rata pasar.
  • Beralih ke Bahan Alternatif: Jika harga cabai segar terlalu tinggi, penggunaan cabai kering atau bumbu dapur olahan bisa menjadi solusi sementara yang ekonomis.
  • Beli Secara Kolektif: Berbelanja dalam jumlah besar (grosir) bersama tetangga atau kerabat seringkali memberikan harga yang jauh lebih murah dibandingkan membeli eceran.

Menyambut Ramadhan dengan hati yang tenang juga diawali dengan persiapan materi yang terencana.

Dengan belanja secara bijak, kamu tetap bisa menyajikan menu sahur dan berbuka yang bergizi tanpa harus mengorbankan stabilitas finansial keluarga.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.